0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
158 tayangan12 halaman

Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Langkah-langkah dalam algoritma harus bersifat logis dan dapat ditentukan benar atau salahnya. 2. Kata algoritma berasal dari nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan abad ke-9 bernama Al Khawārizmi. Ia dianggap sebagai penemu algoritma. 3. Al

Diunggah oleh

Aliyah Muthmainnah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
158 tayangan12 halaman

Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Langkah-langkah dalam algoritma harus bersifat logis dan dapat ditentukan benar atau salahnya. 2. Kata algoritma berasal dari nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan abad ke-9 bernama Al Khawārizmi. Ia dianggap sebagai penemu algoritma. 3. Al

Diunggah oleh

Aliyah Muthmainnah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh Algoritma

Berikut ini beberapa contoh penyelesaian dengan Algoritma.


Misalkan, saya punya 2 buah ember masing-masing bervolume 3
liter dan 5 liter. Saya hanya punya dua ember tersebut. Entah
karena lupa atau sengaja lupa, suatu ketika saya ingin membeli 4
liter minyak tanah. Lha yang saya bawa itu hanya ember
berukuran 3 liter dan 5 liter saja, saya boleh memindahkan dari
ember satu ke ember lain, mengembalikan minyak tanah ke
tempat asalnya dan sebagainya. Bagaimana Algoritmanya?
Algoritma mendapatkan minyak dengan volume 4 liter.

1. Isi penuh ember 3 liter dengan minyak. {ember 3 liter berisi


minyak 3 liter}
2. Tuangkan minyak dari ember 3 liter ke dalam ember 5
liter. {ember 5 liter berisi minyak 3 liter}.
3. Isi penuh ember 3 liter dengan minyak. {ember 3 liter berisi
minyak 3 liter}
4. Tuang minyak dari ember 3 liter ke ember 5 liter hingga ember
5 liter penuh. {di dalam ember 3 liter sekarang berisi minyak
sebanyak 1 liter}
5. Kembalikan minyak dari ember 5 liter ke dalam
drumnya.{ember 5 liter kosong}
6. Tuangkan minyak dari ember 3 liter ke ember 5 liter.{ember 3
liter kosong, ember 5 liter berisi minyak 1 liter}
7. Isi penuh ember 3 liter dengan minyak, lalu tuang ke dalam
ember 5 liter. Maka akan diperoleh minyak sebanyak 4 liter {1 +
3 = 4 liter minyak }.

ALGORITMA PEMROGRAMAN
T1063 Algoritma dan Pemrograman TI, matakuliah ini mengajarkan tentang konsep dan logika
berpikir komputer, cara perancangan dan analisis masalah, yang kemudian dipecahkan dengan
menggunakan komputer menggunakan algoritma dan pemrograman terstruktur. Selain itu juga
diperkenalkan dan diajarkan penggunaan bahasa pemrograman (Bahasa C), dan flowchart.
Tujuan :
Mahasiswa mampu memahami logika berpikir komputer, memahami prinsip kerja program,
memahami alasan-alasan komputer dapat mengerjakan perintah-perintah yang diberikan, dan
mampu menggambarkan logika jalannya program secara tertulis dengan algoritma (pseudo
code) dan dilengkapi dengan diagram alir (flow chart) menggunakan suatu bahasa
pemrograman tertentu.

Bambang Wahyudi, SKom., MMSI


PROGRAM KOMPUTER
Program komputer adalah rangkaian kata perintah yang telah dimengerti
oleh komputer untuk dikerjakannya. Kata-kata perintah tersebut membentuk
suatu bahasa yang disebut dengan bahasa pemrograman. Sebagaimana
bahasa pada manusia, bahasa pemrograman juga terdiri atas banyak macam
bahasa, dan memiliki aturannya masing-masing.
Sulitnya, komputer saat ini belum diberi hak inisiatif, sehingga jika ada sedikit
saja kesalahan penulisan perintah oleh pemrogram, ia tidak mau memaklumi-
nya atau berusaha memperbaiki sendiri kesalahan tersebut. Serta merta ia
ngambek dan tidak mau mengerjakan perintah-perintah lainnya. Komputer
diciptakan melalui logika manusia, karenanya, ia bekerja secara logis, tanpa
campur-tangan perasaan.

ALGORITMA PEMROGRAMAN
Orang yang telah terbiasa bergaul dengan komputer menggunakan satu
bahasa pemrograman tertentu (tingkat mahir), biasanya tidak lagi memerlukan
kertas coret-coretan untuk membuat suatu program komputer. Namun bagi
pemula, pembelajar, atau yang belum mahir, diperlukan kertas coret-coretan
Kertas coret-coretan itu akan digunakan untuk menyusun algoritma
(langkah-langkah penyelesaian masalah), flowcharting (alur logika perintah,
yang merupakan aplikasi dari algoritma), maupun menuliskan perintah sesuai
dengan kaidah dari bahasa pemrograman yang akan digunakannya.
Sewaktu menyusun algoritma, kita tidak perlu tahu (atau tidak perlu
menyesuaikan dengan) bahasa pemrograman yang nanti akan kita gunakan.
Hal utama yang kita pikirkan adalah kaidah (hirarki) dari komputer itu sendiri,
yaitu input-proses-output.
Input adalah data yang harus ada (sudah ada/ sudah tersedia), yang dapat
diproses dengan aturan-aturan tertentu untuk menghasilkan output seperti yang
dikehendaki. Data yang ada harus logis (masuk akal) bahwa ia dapat
diproses untuk menghasilkan output.
PERLUNYA PERINTAH BAHASA
PEMROGRAMAN DI DALAM ALGORITMA
Meskipun sudah dikatakan, bahwa sewaktu kita menyusun algoritma kita
tidak perlu tahu bahasa pemrograman apa yang akan digunakan kelak,
namun, untuk penulisan algoritma yang lebih efisien dan efektif, maka
penggunaan sebagian perintah yang ada di dalam bahasa pemrograman
perlu dilakukan juga.
Adapun perintah bahasa pemrograman yang paling sering digunakan untuk
menyusun algoritma adalah bahasa pemrogrman yang terstrukutur, seperti
Pascal, C, SNOBOL, PL/1, dan sebagainya.
Misalkan saja, untuk contoh berikut ini :
Langkah 1 : Beri nilai 10 ke variabel S
Maka, akan lebih mudah jika ditulis sebagai :
Langkah 1 : S := 10;
Belum lagi jika algoritma yang ditulis harus melakukan perulangan langkah
ke langkah-langkah sebelumnya (looping).
11 Lakukan perbandingan data ke I dengan data ke I+1
12 Jika data ke I+1 lebih kecil, maka tukar tempat keduanya
13 Tambahkan I dengan 1
14 Lakukan langkah 11 hingga langkah 13 selama nilai I < 10
Tentu akan lebih ringkas jika kita tulis (perintah BASIC) :
20 If A(i) > A(I+1) then SWAP A(i), A(j)
Jadi terlihat, jika algoritma tersebut sederhana, maka penyusunan algoritma
akan sama dengan penyusunan sebuah program (karena semua perintahnya
sudah sesuai dengan kaidah penulisan di bahasa pemrogramannya).
Apakah semuanya akan demikian ?. Tentu saja tidak, misalkan, kita diminta
untuk menentukan bilangan terkecil dari seratus buah bilangan yang akan
dimasukkan ke komputer, ini masih dapat langsung dibuatkan programnya.
Algoritma (program)nya bisa kita susun sebagai berikut :
2 FOR M = 1 TO 100
3 INPUT A(M) : NEXT : KECIL = A(1)
4 FOR M = 2 TO 100
5 IF KECIL > A(M) THEN X = KECIL: KECIL = A(M) : A(M) = X
6 NEXT : PRINT KECIL : END
Tetapi, misalkan jika kita diminta untuk mengalihkan notasi infix menjadi
postfix melalui stack, hal itu sulit untuk dilakukan.
Algoritmanya bisa menggunakan gabungan kalimat dengan bahasa
pemrograman, berikut contoh penggalannya.
1. Asumsi : deretan notasi infix dimasukkan ke dalam sebuah variabel array
bernilai string, nama variabelnya D
2. S adalah variabel string untuk menyimpan susunan data di dalam stack
3. H adalah variabel string untuk menyimpan hasil
4. P = banyaknya elemen array
If top(s) = empty then
if D(i) = operand then
H = D(i)
S = S + D(i)
Top(s) = D(i)
If D(i) = operator then
If derajat D(i) > derajat Top(s) then
Jadi, terdapat beberapa kata yang tidak dapat dijabarkan langsung ke
dalam bahasa pemrograman. Misalkan, kata Top(s), empty, operand, operator,
PERLUNYA PROSEDUR
Toh akhirnya, kita tidak akan mungkin hanya membuat algoritmanya saja
melainkan dilanjutkan ke pembuatan programnya. Karenanya, algoritma
sebaiknya dibuat sedemikian rupa agar setiap perintah yang ada di dalamnya
dapat diaplikasikan langsung ke dalam bahasa pemrograman.
Itulah perlunya prosedur. Misalkan kata operand di algoritma di atas yang
tidak dapat langsung diaplikasikan di dalam bahasa pemrogramannya, kita
buat saja prosedur dari algoritma tersebut yang mendefinisikan apa itu
1 Procedure OPERAND
2 IF ASC(D(I)) > 64 AND ASC(D(I)) < 91 THEN OP = .T. ELSE OP = .F.
Sehingga, di algoritma utamanya bisa diubah dari :
If top(s) = empty then
if D(i) = operand then
H = D(i)
If top(s) = empty then
Do Procedure OPERAND
IF op = .t.
H = D(i)
PERLUNYA STANDAR PENGGUNAAN PERINTAH BAHASA PEMROGRAMAN
Sulit memang membuat standardisasi penggunaan perintah bahasa
pemrograman di sebuah algoritma. Sulit karena ada yang hanya memahami
satu bahasa pemrogrman saja sehingga ia tak mau menggunakan perintah di
bahasa pemrograman lain.
Namun, itu sebatas cara penulisan saja, misalkan di BASIC A = 10, di Pascal
berlaku A := 10, namun untuk perintah looping, umumnya memiliki alur logika
yang sama, yaitu dalam penggunaan FOR-NEXT, REPEAT-UNTIL, DO WHILE-
ENDDO, WHILE-WEND, dan sebagainya.
Jadi, meskipun tidak ada standar yang pasti, paling-paling hanya berbeda
cara penulisannya saja, namun sama dalam alur logikanya. Jadi, ternyata,
standardisasi semacam ini tidak diperlukan.
1. RINGKASAN

A. apa itu algoritma?


Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu
masalah yang disusun secara sistematis dan logis.
Kata Logismerupakan kata kunci dalam Algoritma karena langkah-
langkah dalam Algoritma harus bersifat logis (nyata)
dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Algoritma adalah uruta logis
pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.
Kata logis merupakan kata kunci dalam sebuah algoritma. Langkah-langkah di dalam
algoritma harus logis, ini berarti hasil dari urutan langkah-langkah tersebut harus dapat
ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang tidak benar dapat memberikan hasil
yang salah.

Dalam matematika dan komputasi, algoritma atau algoritme [1] merupakan kumpulan
perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan
secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan
catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum
menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal
yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering
mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika
Boolean danperbandingan) sampai tugasnya selesai.

B. Siapa penemu algoritma (sejarah) ?

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al
Khawrizmi (hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan
karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero Indorum". Pada
awalnya kataalgorisma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk
menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab (sebenarnya dari
India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini berkembang
menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan
diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Masalah timbul pada saat akan
menuangkan bagaimana proses yang harus dilalui dalam suatu/sebuah sistem (program)
bagi komputer sehingga pada saat eksekusinya, komputer dapat bekerja seperti yang
diharapkan. Programer komputer akan lebih nyaman menuangkan prosedur
komputasinya atau urutan langkah proses dengan terlebih dahulu membuat gambaran
(diagram alur) diatas kertas.

C. Jenis-jenis algoritma apa sajakah itu?


Terdapat beragam klasifikasi algoritma dan setiap klasifikasi mempunyai alasan
tersendiri. Salah satu cara untuk melakukan klasifikasi jenis-jenis algoritma adalah
dengan memperhatikan paradigma dan metode yang digunakan untuk mendesain
algoritma tersebut. Beberapa paradigma yang digunakan dalam menyusun suatu
algoritma akan dipaparkan dibagian ini. Masing-masing paradigma dapat digunakan
dalam banyak algoritma yang berbeda. Yaitu :

1. Divide and Conquer, paradigma untuk membagi suatu permasalahan besar menjadi
permasalahan-permasalahan yang lebih kecil. Pembagian masalah ini dilakukan terus
menerus sampai ditemukan bagian masalah kecil yang mudah untuk dipecahkan.
Singkatnya menyelesaikan keseluruhan masalah dengan membagi masalah besar dan
kemudian memecahkan permasalahan-permasalahan kecil yang terbentuk.]

2. Dynamic programming, paradigma pemrograman dinamik akan sesuai jika digunakan


pada suatu masalah yang mengandung sub-struktur yang optimal (, dan mengandung
beberapa bagian permasalahan yang tumpang tindih . Paradigma ini sekilas terlihat mirip
dengan paradigma Divide and Conquer, sama-sama mencoba untuk membagi
permasalahan menjadi sub permasalahan yang lebih kecil, tapi secara intrinsik ada
perbedaan dari karakter permasalahan yang dihadapi.

3. Metode serakah. Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman


dinamik, bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap; dan
menggunakan pilihan "serakah" apa yang dilihat terbaik pada saat itu.

2. CONTOH ALGORITMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-


HARI
Proses semacam algoritma sebenarnya dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya saja jika Anda membaca resep masakan, selain bahan-bahan yang
digunakan, Anda juga akan melihat prosedur untuk membuat masakan. Prosedur dalam
resep seperti itu sebenarnya menyatakan semacam algoritma. Prosedur itu merupakan
suatu urutan yang memandu orang untuk melakukan suatu proses. Namun ada
perbedaan antara algoritma dan prosedur. Prosedur biasanya bersifat global dengan
mengasumsikan bahwa manusia telah mengetahui rincian langka-langkah tertentu.

berikut adalah contoh-contoh algoritma dan bukan algoritma, sehingga


memudahkan kita untuk membedakan mana yang algoritma atau bukan
dan kita lebih tau algoritma itu seperti apa.

Contoh Algoritma 1.
A) Rumusan masalah:
Aku harus mengirim surat kepada sahabat penaku yang berada di
Jakarta. Aku harus menuliskan alamat sahabat penaku yg ada di Jakarta
dibagian depan amplop dan alamat rumahku dibagian belakang amplop
suratnya. Namun, aku tidak tahu jumlah perangko yang harus aku
tempel di sisi kiri atas amplop. Jadi, aku harus pergi ke kantor pos
terlebih dahulu. Sesampainya kantor pos, aku langsung menuju ke loket
pengiriman surat. Aku beruntung tidak perlu mengantri karena dikantor
pos sepi. Aku serahkan surat itu kepada penjaga loket, oleh penjaga
loket suratku diberi perangko sesuai dengan tujuan surat yang aku buat
untuk sahabatku. Dan suratku siap dikirim oleh tukang pos.
B) Algoritma dari masalah diatas, yaitu:
1. Aku menyiapkan surat yang akan aku kirimkan.
2. Aku menuliskan alamat sahabatku dibagian depan amplop dan alamat
rumahku dibagian belakang amplop.
3. Aku pergi ke kantor pos.
4. Menuju ke loket dan menyerahkan surat agar diberi perangko sesuai
dengan tujuan surat.
5. Surat siap dikirim.
Contoh Algoritma 2.
A) Rumusan masalah:
Menentukan sebuah bilangan bulat, apakah merupakan bilangan genap
atau ganjil ? Dengan cara, bilangan di mod 2 Jika, hasilnya sama
dengan 0 maka bilangan tersebut adalah bilangan genap. Dan apabila
hasilnya selain 0 maka bilangan tersebut adalah bilangan ganjil.
B) Algoritmanya adalah:
1. Tentukan sebuah bilangan bulat.
2. Bilangan mod 2 .
3. Jika, hasilnya sama dengan 0 maka bilangan tersebut adalah bilangan
genap. Dan jika hasilnya selain 0 maka bilangan tersebut bilangan ganjil
Contoh bukan algoritma:
Saya ingin minum susu coklat.
1. Saya menyiapkan gelas dan susu coklat bubuk.
2. Tambahkan air panas dan gula.
3. Tambahkan air mineral.
4. Susu coklat siap diminum.
Contoh Algoritma 3.
Algoritma Membuat Mie Goreng Instant

1. Siapkan mie goreng instant


2. Apakah mie instant ada?
3. Jika tika tidak, beli di warung
4. Jika ada buka kemasan mie instant
5. Keluarkan mie beserta bumbu-bumbunya
6. Siapkan piring
7. Lihat kondisi piring, jika kotor dicuci dulu
8. Jika bersih siap digunakan
9. Buka bumbu-bumbunya
10. Letakkan didalam piring
11. Siapkan panci
12. Lihat kondisi panci, jika kotor dicuci dulu
13. Jika bersih panci dengan air secukupnya
14. Letakkan panci diatas kompor
15. Nyalakan kompor
16. Tunggu hingga air mendidih
17. Jika sudah mendidih, masukkan mie
18. Tunggu hingga mie matang
19. Setelah mie matang, matikan kompor
20. Siapkan saringan, lihat kondisi saringan jika kotor dicuci dulu
21. Tuang mie ke saringan, tunggu sampai airnya tiris
22. Masukkan kedalam piring
23. Siapkan sendok dan garpu, lihat kondisinya jika kotor dicuci duu
24. Jika bersih aduk mie menggunakan sendok dan garpu
25. Mie goreng siap dihidangkan

Contoh Algoritma 4.
1. Siapkan spons
2. Apakah spons ada?
3. Jika tidak ada, beli diwarung
4. Siapkan sabun pencuci piring
5. Apakah sabun ada?
6. Jika tidak ada, beli diwarung
7. Taruh piring kotor kedalam wastafel
8. Buka keran air
9. Basahi piring kotor dengan air
10. Tutup keran air
11. Tuang sabun ke spons
12. Usapkan spons ke piring yang kotor
13. Buka kran air
14. Bilas piring yang telah disabun dengan air sampai bersih
15. Tutup keran air
16. Jika sudah bersih, taruh disamping wastafel
17. Tunggu hingga airnya tiris dan kering
18. Jika sudah kering, pindahkan piring kedalam rak piring
19. Piring siap digunakan

Algoritma pembuatan Name Tag dan kelengkapan lainnya


untuk Fortafaste :
Rumusan masalah :
Pada hari yang telah ditetapkan, Adli mengikuti kegiatan fortafaste
yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa teknik di fakultas sains dan
teknologi uin suska RIAU. Dalam pelaksanaannya Adli Abi Imran
merupakan seorang peserta FORTAFASTE dan dalam hal itu Adli harus
mempersiapkan segala hal yang telah ditetapkan. Yaitu menggunakan
Almamater, membawa pita, membuat name tag. Sehari sebelum
pelaksanaan Adli memeriksa kelengkapan. Mulai dari almamater, karena
Adli mahasiswa baru, adli tidak memiliki almamater, maka ia
meminjamnya ke kaka senior. Setelah itu dia mencari pita di rumahnya,
dan Adli tidak menemukan pita tersebut kemudian ia membelinya.
Persiapan terakhir untuk pembuatan Name tag, karena ia memiliki
fasilitas Gadget berupa Notebook PC dirumahnya, maka ia mencoba
membuat name tag dengan syarat ukuran kertas a4, bagian atas
berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih, dengan format
Nama, jurusan, [Link] dan nama kelompok. Adli memeriksa
aplikasi yang tersedia di gadgetnya dan menemukan aplikasi yang
mampu membantu mengerjakan kelengkapannya tersebut. Dia
menggunakan aplikasi MS. Word. Setelah selesai ia ingin mencetak name
tag tersebut namun Adli memiliki kendala, adli tidak memiliki printer
untuk mencetak. Kemudian adli harus pergi ke percetakan tedekat dan
mencetaknya. Setelah itu dia harus men-Laminating name tag tersebut
agar tahan terhadap panas dan air. Setelah merasa seluruh persyaratan
sudah cukup dan lengkap, maka adli dapat mengikuti kegiatan fortafaste
esok harinya.
Algoritmanya adalah :
1. Periksa kelengkapan, almamater, pita dan name tag
2. Jika Almamater tidak ada maka pinajm dengan kakak senior
3. Jika almamater sudah ada maka periksa periksa pita
4. Pita tidak ada maka beli di warung
5. Periksa name tage
6. Jika tidak ada maka buat name tag
7. Buat name tag dengan aplikasi yang telah tersedia
8. Pilih aplikasi yang tepat dan buat sesuai ketentuan
9. Cetak jika telah selesai dibuat
10. Jika tidak bisa mencetak pergi ke percetakan
11. Laminating agar tahan lebih lama
12. Kembali ke persayaratan
13. Jika telah lengkap maka bisa ikut FORTAFASTE.
Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari - hari

1. Algoritma menulis surat :


a. Mempersiapkan kertas dan amplop
b. Mempersiapkan alat tulis, seperti pena atau pensil
c. Mulai menulis
d. Memasukkan kertas ke dalam amplop
e. Pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat tersebut

2. Algoritma menggunakan telepon umum :


a. Angkat gagang telepon
b. Masukkan koin
c. Tekan nomor yang dituju
d. Bicara
e. Letakkan gagang telepon

3. Algoritma penyajian ayam goreng spesial :


a. Potong ayam menjadi bagian-bagian yang kecil atau potong sayap ayam menjadi 2
bagian
b. Lumuti potongan ayam dengan tepung bumbu ayam spesial hingga rata
c. Diamkan selama 30 menit (lebih baik simpan di lemari es semalam)
d. Goreng ke dalam minyak panas secukupnya hingga matang
e. Ayam goring spesial siap disajikan, dengan nasi atau sebagai camilan

4. Algoritma mengirim SMS :


a. Mengambil HP
b. Pilih Menu -> Pesan
c. Pilih tulis baru
d. Ketikkan pesan yang mau dikirimkan
e. Setelah selesai, pilih lanjutkan untuk memasukan / memilih no tujuan
f. Klik OK untuk mengirim.

5. Algoritma berwudhu :
a. Pertama-tama adalah niat berwudhu
b. Membaca Basmallah
c. Nyalakan keran air
d. Membasuh kedua telapak tangan
e. Berkumur-kumur sebanyak 3 kali
f. Membasuh muka sebanyak 3 kali
g. Membasuh kedua tangan sampai ke siku yang kanan terlebih dahulu sebanyak 3 kali,
demikian pula yang kiri
h. Mengusap kepala sebanyak 3kali
i. Kemudian membasuh daun telinga sebanyak 3 kali
j. Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki yang kanan terlebih dahulu sebanyak
3 kali, demikian pula yang kiri
k. Matikan keran
l. Membaca do'a sesudah wudhu

Anda mungkin juga menyukai