0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan19 halaman

Lembar Validasi Modul CEP untuk Ahli Materi

Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengevaluasi modul berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) terkait kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh ahli materi. Lembar ini menilai aspek-aspek seperti kesesuaian materi dengan standar kompetensi, keakuratan informasi, pendukung pembelajaran, kemutakhiran materi, dan penanaman wawasan kewirausahaan.

Diunggah oleh

anggih alfiantara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan19 halaman

Lembar Validasi Modul CEP untuk Ahli Materi

Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengevaluasi modul berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) terkait kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh ahli materi. Lembar ini menilai aspek-aspek seperti kesesuaian materi dengan standar kompetensi, keakuratan informasi, pendukung pembelajaran, kemutakhiran materi, dan penanaman wawasan kewirausahaan.

Diunggah oleh

anggih alfiantara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KISI-KISI LEMBAR VALIDASI MODUL BERORIENTASI

CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP)

AHLI MATERI

No. Aspek Indikator Nomor Butir


1. Kelayakan Isi Kesesuaian materi dengan SK dan KD 1,2,3
Keakuratan materi 4,5,6,7,8,9,10,11
Pendukung materi pembelajaran 12,13,14,15,16,17
Kemutakhiran materi 18,19,20
Wawasan produktivitas 21,22,23
2. Kelayakan Penyajian Teknik penyajian 1,2
Pendukung penyajian 3,4,5,6,7,8,9,10
Penyajian pembelajaran 11
Kelengkapan penyajian 12,13,14
3. Penilaian Bahasa Lugas 1,2,3
Komunikatif 4,5
Dialogis dan Interaktif 6,7
Kesesuaian dengan tingkat 8,9
perkembangan peserta didik
Keruntutan dan keterpaduan alur pikir 10,11
Penggunaan istilah, simbol atau ikon 12,13
LEMBAR VALIDASI MODUL BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP
(CEP) UNTUK AHLI MATERI

Judul Program : Pengembangan Modul Larutan Penyangga Berorientasi


Chemoentrepreneurship (CEP) untuk Kelas XI SMA/MA

Mata Pelajaran : Kimia

Materi Pokok : Larutan Penyangga

Sasaran Program : Siswa kelas XI Semester 2 Tahun Ajaran 2015/2015

Bapak/Ibu yang terhormat,


Saya memohon bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi angket ini. Angket ini ditujukan untuk
mengetahui pendapat Bapak/Ibu tentang Modul Materi Larutan Penyangga Berorientasi
Chemoentrepreneurship (CEP) . Aspek penilaian materi Modul ini dari komponen penilaian
aspek kelayakan isi, penyajian bahan, dan penilaian bahasa oleh BSNP serta dari aspek
Modul berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) . Penilaian, saran dan koreksi dari
Bapak/Ibu akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas Modul ini.
Atas perhatian dan kesediannya untuk mengisi angket ini, saya ucapkan terima kasih.

A. PETUNJUK PENGISIAN
1. Isilah tanda check (v) pada kolom yang [Link] anggap sesuai dengan aspek
penilaian yang ada.
2. Kriteria penilaian:
SB = Sangat Baik
B = Baik
K = Kurang
SK = Sangat Kurang

B. ASPEK PENILAIAN
1. ASPEK KELAYAKAN ISI
INDIKATOR BUTIR PENILAIAN ALTERNATIF
PENILAIAN PILIHAN
SB B K SK
A. Kesesuaian 1. Kelengkapan materi
materi 2. Keluasan materi
dengan SK 3. Kedalaman materi
dan KD
B. Keakuratan 4. Keakuratan konsep dan definisi
Materi 5. Keakuratan prinsip
6. Keakuratan fakta dan data
7. Keakuratan contoh
8. Keakuratan soal
9. Keakuratan gambar, diagram, dan
ilustrasi
10. Keakuratan notasi, simbol, dan ikon
11. Keakuratan acuan pustaka
C. Pendukung 12. Penalaran (reasoning)
Materi 13. Keterkaitan
Pembelajaran 14. Komunikasi (write and talk)
15. Penerapan
16. Kemenarikan materi
17. Mendorong untuk mencari
informasi lebih jauh
D. Kemutakhira 18. Kesesuaian materi dengan
n Materi perkembangan ilmu
19. Gambar, diagram dan ilustrasi
aktual
20. Kemutakhiran pustaka
E. Wawasan 21. Menumbuhkan semangat
Produktivitas kewirausahaan
22. Menumbuhkan semangat inovasi
23. Menumbuhkan semangat kreatifitas

2. ASPEK KELAYAKAN PENYAJIAN

INDIKATOR BUTIR PENILAIAN ALTERNATIF


PENILAIAN PILIHAN
SB B K SK
A. Teknik 1. Konsistensi sistematika sajian dalam
Penyajian kegiatan belajar.
2. Keruntutan penyajian.
B. Pendukung 3. Contoh-contoh soal dalam setiap
Penyajian kegiatan belajar
4. Soal latihan pada setiap akhir
kegiatan belajar.
5. Kunci jawaban soal latihan.
6. Umpan balik soal latihan
7. Pengantar
8. Glosarium
9. Daftar pustaka
10. Rangkuman
C. Penyajian 11. Keterlibatan peserta didik
Pembelajaran
D. Kelengkapan 12. Bagian pendahuluan
Penyajian
13. Bagian isi
14. Bagian penyudah
3. PENILAIAN BAHASA

INDIKATOR BUTIR PENILAIAN ALTERNATIF


PENILAIAN PILIHAN
SB B K SK
A. Lugas 1. Ketepatan struktur kalimat.
2. Keefektifan kalimat.
3. Kebakuan istilah.
B. Komunikatif 4. Keterbacaan pesan
5. Ketepatan penggunaan kaidah
bahasa
C. Dialogis dan 6. Kemampuan memotivasi pesan atau
interaktif informasi.
7. Kemampuan mendorong berpikir
kritis
D. Keseuaian 8. Kesesuaian pearkembangan
dengan tingkat intelektual peserta didik.
perkembangan 9. Kesesuaian dengan tingkat
peserta didik perkembangan emosional peserta
didik.
E. Keruntutan 10. Keruntutan dan keterpaduan antar
dan kegiatan belajar
keterpaduan 11. Keruntutan dan keterpaduan antar
alur pikir paragraf
F. Penggunaan 12. Konsisten penggunaan istilah.
istilah, simbol, 13. Konsistensi penggunaan simbol aau
atau ikon ikon.

C. Komentar dan Saran

......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
D. Kesimpulan

Modul berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) ini dinyatakan *):

1. Layak digunakan di lapangan tanpa ada revisi.


2. Layak digunakan dilapangan dengan revisi.
3. Tidak layak digunakan di lapangan.
*) Lingkari salah satu

Semarang, .................................2015
Ahli Materi

__________________
NIP.
DESKRIPSI LEMBAR VALIDASI MODUL BERORIENTASI
CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) TERKAIT KELAYAKAN ISI, PENYAJIAN,
DAN BAHASA OLEH AHLI MATERI

Deskripsi lembar evaluasi oleh ahli materi ini diadaptasi dari Standar Penilaian Buku Teks
Pelajaran oleh BSNP

I. ASPEK KELAYAKAN ISI


Butir Penilaian Deskripsi
Kesesuaian materi dengan SK dan KD
1. Kelengkapan materi Materi yang disajikan mencakup semua materi yang
terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD).
2. Keluasan materi Konsep dan prinsip sesuai dengan kebutuhan materi pokok
yang mendukung tercapainya Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) termuat dalam materi dengan
bentuk yang mudah dipahami. Materi juga memuat contoh
dan soal latihan yang memperjelas konsep. Soal-soal
hendaknya diberikan dalam jumlah yang proporsional dan
bergradasi.
3. Kedalaman materi Materi perlu memuat penjelasan konsep dan prinsip sesuai
dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar
(KD).
Keakuratan Materi
4. Keakuratan konsep Materi harus disajikan secara akurat untuk menghindari
dan definisi miskonsepsi yang dilakukan peserta didik. Konsep
dirumuskan denganjelas untuk mendukung tercapainya
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).
5. Keakuratan prinsip Prinsip merupakan salah satu aspek dalam kimia yang
digunakan untuk menyusun suatu teori. Prinsip tersebut
perlu dirumuskan secara akurat agar tidak menimbulkan
multitafsir bagi peserta didik.
6. Keakuratan fakta dan Fakta dan data yang disajikan sesuai dengan kenyataan dan
data efisien untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
7. Keakuratan contoh Konsep harus diperjelas oleh contoh yang disajikan secara
akurat.
8. Keakuratan soal Penguasaan peserta didik atas konsep dibangun oleh soal-
soal yang disajikan secara akurat.
9. Keakuratan gambar, Gambar, diagram, dan ilustrasi yang disajikan sesuai
diagram, dan ilustrasi dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan
pemahaman peserta didik.
10. Keakuratan notasi, Notasi, simbol, dan ikon disajikan secara benar menurut
simbol, dan ikon kelaziman yang digunakan dalam bidang/ilmu kimia
11. Keakuratan acuan Pustaka disajikan secara akurat.
pustaka
Materi Pendukung Pembelajaran
12. Penalaran (reasoning) Penalaran berperan pada saat peserta didik harus membuat
kesimpulan. Karenanya materi perlu memuat uraian,
contoh, pertanyaan atau soal latihan yang mendorong
peserta didik untuk secara runtut membuat kesimpulan yang
sahih (valid).
13. Keterkaitan Keterkaitan antarkonsep kimia dapat dimunculkan dalam
uraian atau contoh. Hal ini dimaksudkan untuk membantu
peserta didik dalam membangun jaringan pengetahuan
kimia. Selain itu, perlu juga ditunjukkan keterkaitan antara
dengan kehidupan sehari-hari agar peserta didik menyadari
manfaat kimia.
14. Komunikasi (write Materi memuat contoh atau latihan untuk
and talk) mengomunikasikan gagasan, secara tertulis maupun lisan,
untuk memperjelas keadaan atau masalah. Komunikasi
tertulis dapat disampaikan dalam berbagai bentuk seperti
simbol, tabel, diagram, atau media lain. sedangkan
komunikasi lisan dapat dilakukan secara individu,
berpasangan, atau kelompok.
15. Penerapan Materi memuat uraian, contoh, atau soal-soal yang
menjelaskan penerapan konsep kimia dalam kehidupan
sehari-hari atau dalam ilmu lain.
16. Kemenarikan materi Materi memuat uraian, gambar, foto, cerita kewirausahaan,
contoh,atau soal-soal menarik yang dapat menimbulkan
minat peserta didik untuk mengkaji lebih jauh.
17. Mendorong untuk Materi memuat tugas yang mendorong peserta didik untuk
mencari informasi memperoleh informasi lebih lanjut dari berbagai sumber
lebih jauh lain seperti internet, buku, artikel, dsb.
Kemutakhiran Materi
18. Kesesuaian materi Materi yang disajikan actual yaitu sesuai dengan
dengan perkembangan ilmu kimia.
perkembangan ilmu
19. Gambar, diagram dan Gambar, diagram dan ilustrasi diutamakan yang actual,
ilustrasi aktual namun juga dilengkapi dengan penjelasan.
20. Kemutakhiran Pustaka dipilih yang mutakhir.
pustaka
Wawasan Produktifitas
21. Menumbuhkan Materi dapat menumbuhkan minat semangat kewirausahaan
semangat siswa.
kewirausahaan
22. Menumbuhkan Materi dapat menumbuhkan semangat inovasi siswa.
semangat inovasi
23. Menumbuhkan Materi dapat menumbuhkan semangat kreatifitas siswa.
semangat kreatifitas

II. ASPEK KELAYAKAN PENYAJIAN


Aspek Penilaian Deskripsi
Teknik Penyajian
1. Konsistensi Setiap kegiatan belajar minimal memuat motivasi dan isi.
sistematika sajian Motivasi dapat disajikan dalam bentuk gambar, ilustrasi,
dalam kegiatan foto, yang dilengkapi dengan keterangan yang berhubungan
belajar. dengan kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan topik
yang akan disajikan. Isi memuat hal-hal yang tercakup
dalam subkomponen Kelayakan Isi.
2. Keruntutan Penyajian sesuai dengan alur berpikir induktif (khusus ke
penyajian. umum) untuk membuat dugaan-dugaan (konjektur) atau
deduktif (umum ke khusus) untuk menyatakan kebenaran
suatu proposisi. Konsep disajikan dari yang mudah ke
sukar, dari yang sederhana ke kompleks, atau dari yang
informal ke formal, yang mendorong peserta didik terlibat
aktif. Materi prasyarat disajikan mendahului materi pokok
yang berkaitan dengan materi prasyarat yang bersangkutan.
Keruntutan Penyajian
3. Contoh-contoh soal Terdapat contoh-contoh soal yang dapat membantu
dalam setiap kegiatan menguatkan pemahaman konsep yang ada dalam materi.
belajar
4. Soal latihan pada Soal-soal yang dapat melatih kemampuan memahami dan
setiap akhir kegiatan menerapkan konsep yang berkaitan dengan materi.
belajar.
5. Kunci jawaban soal Terdapat kunci jawaban dari soal latihan setiap akhir
latihan. kegiatan belajar.
6. Umpan balik soal Terdapat kriteria penguasaan materi.
latihan
7. Pengantar Memuat informasi tentang peran modul dalam proses
pembelajaran.
8. Glosarium Glosarium berisi istilah-istilah penting dalam teks dengan
penjelasan arti istilah tersebut
9. Daftar pustaka Daftar buku yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam
penulisan Modul tersebut yang diawali dengan nama
pengarang (yang disusun secara alfabetis), tahun terbitan,
judul buku / majalah / makalah / artikel , tempat, dan nama
penerbit, nama dan lokasi situs internet serta tanggal akses
situs (jika memakai acuan yang memiliki situs)
10. Rangkuman Rangkuman merupakan konsep kunci kegiatan belajar yang
bersangkutan yang dinyatakan dengan kalimat ringkas dan
jelas, memudahkan peserta didik memahami keseluruhan isi
kegiatan belajar.
Penyajian Pembelajaran
11. Keterlibatan peserta Penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif (ada
didik bagian yang mengajak pembaca untuk berpartisipasi
misalnya dengan mengajak peserta mencoba latihan dengan
data baru).
Kelengkapan Penyajian
12. Bagian pendahuluan Pada awal Modul terdapat prakata, petunjuk penggunaan,
dan daftar isi. Awal Modul dapat juga memuat daftar
simbol atau notasi. Prakata memuat secara umum isi buku
yang dibahas. Petunjuk penggunaan memuat penjelasan
tujuan, isi modul, serta petunjuk pemakaian modul bagi
peserta didik untuk mempelajarinya. Daftar isi memberikan
gambaran mengenai isi modul yang diikuti dengan nomor
halaman kemunculan. Daftar simbol atau notasi merupakan
kumpulan simbol atau notasi beserta penjelasannya yang
dilengkapi dengan nomor halaman kemunculan simbol atau
notasi dan disajikan secara alfabetis.
13. Bagian isi Penyajian dilengkapi dengan gambar, ilustrasi, tabel,
rujukan/sumber acuan, soal latihan bervariasi dan
bergradasi, atau rangkuman setiap kegiatan belajar.
Gambar, ilustrasi, atau tabel disajikan dengan jelas,
menarik, dan sesuai dengan topik yang disajikan sehingga
materi lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Teks,
tabel, dan gambar yang bukan buatan sendiri (dikutip dari
sumber lain) harus menyebutkan rujukan atau sumber
acuan. Rujukan atau sumber acuan dapat langsung
disebutkan atau disertakan dalam daftar rujukan atau
sumber.
Penyajian setiap kegiatan belajar atau sub kegiatan belajar
memuat soal latihan bervariasi dengan tingkat kesulitan
bergradasi secara proporsional yang dapat membantu
menguatkan pemahaman konsep atau prinsip. Rangkuman
merupakan kumpulan konsep kunci kegiatan belajar yang
dinyatakan dengan kalimat ringkas dan bermakna, serta
memudahkan peserta didik untuk memahami isi kegiatan
belajar. Rangkuman ini dapat disajikan pada akhir setiap
kegiatan belajar dengan maksud agar peserta didik dapat
mengingat kembali hal-hal penting yang telah dipelajari.
14. Bagian penyudah Pada akhir modul, terdapat daftar pustaka, indeks subjek,
daftar istilah (glosarium) atau petunjuk pengerjaan
(hint)/jawaban soal latihan terpilih. Apabila tidak terdapat
pada awal buku, daftar simbol atau notasi dapat
dicantumkan pada akhir buku. Daftar pustaka
menggambarkan bahan rujukan yang digunakan dalam
penulisan buku dan dituliskan secara konsisten. Setiap
pustaka yang digunakan diawali dengan nama pengarang
(disusun secara alfabetis), tahun terbitan, judul buku,
tempat, dan diakhiri dengan nama penerbit. Indeks subjek
merupakan kumpulan kata penting, antara lain objek
matematika, nama tokoh atau pengarang, yang diikuti
dengan nomor halaman kemunculan dan disajikan secara
alfabetis. Daftar istilah merupakan kumpulan istilah penting
beserta penjelasannya yang dilengkapi dengan nomor
halaman kemunculan istilah dan disajikan secara alfabetis.
Pada akhir suatu bab, akhir suatu bahasan, atau akhir buku
disertakan petunjuk pengerjaan (hint) atau jawaban soal
latihan terpilih.

III. ASPEK KELAYAKAN BAHASA


Aspek Penilaian Deskripsi
Lugas
1. Ketepatan struktur Kalimat yang dipakai mewakili isi pesan atau informasi
kalimat. yang ingin disampaikan dengan tetap mengikuti tata kalimat
Bahasa Indonesia.
2. Keefektifan kalimat. Kalimat yang dipakai sederhana dan langsung ke sasaran.
3. Kebakuan istilah. Istilah yang digunakan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa
Indonesia dan / atau adalah istilah teknis yang telah baku
digunakan dalam kimia. Padanan istilah teknis yang masih
cukup asing diberikan penjelasannya pada glosarium.
Komunikatif
4. Keterbacaan pesan Pesan disajikan dengan bahasa menarik, jelas, tepat sasaran,
tidak menimbulkan makna ganda (menggunakan kalimat
efektif) dan lazim dalam komunikasi tulis bahasa Indonesia
sehingga mendorong peserta didik untuk mempelajari
modul tersebut secara tuntas.
5. Ketepatan Kata dan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan
penggunaan kaidah pesan mengacu pada kaidah bahasa Indonesia, ejaan yang
bahasa digunakan mengacu pada pedoman Ejaan yang
Disempurnakan (EYD). Penggunaan istilah yang
menggambarkan suatu konsep, prinsip, asas, atau sejenisnya
harus tepat makna dan konsisten.
Dialogis dan interaktif
6. Kemampuan Bahasa yang digunakan membangkitkan rasa senang ketika
memotivasi pesan peserta didik membacanya dan mendorong mereka untuk
atau informasi. mempelajari modul tersebut secara tuntas.
7. Kemampuan Bahasa yang digunakan mampu merangsang peserta didik
mendorong berpikir untuk mempertanyakan suatu hal lebih jauh, dan mencari
kritis jawabnya secara mandiri dari modul atau sumber informasi
lain.
8. Kesesuaian Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan konsep atau
perkembangan aplikasi konsep atau ilustrasi sampai dengan contoh yang
intelektual peserta abstrak sesuai dengan tingkat intelektual peserta didik (yang
didik. secara imajinatif dapat dibayangkan oleh peserta didik).
9. Kesesuaian dengan Bahasa yang digunakan sesuai dengan kematangan sosial
tingkat perkembangan emosional peserta didik dengan ilustrasi yang
emosional peserta menggambarkan konsep-konsep mulai dari lingkungan
didik. terdekat (lokal) sampai dengan lingkungan global.
Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir
10. Keruntutan dan Penyampaian pesan antara satu bab dengan bab lain yang
keterpaduan antar berdekatan dan antarsubbab dalam bab mencerminkan
kegiatan belajar hubungan logis.
11. Keruntutan dan Penyampaian pesan antarparagraf yang berdekatan dan
keterpaduan antar antarkalimat dalam paragraf mencerminkan hubungan logis.
paragraf
Penggunaan istilah, simbol, atau ikon.
12. Konsisten Penggunaan istilah yang menggambarkan suatu konsep
penggunaan istilah. harus konsisten antarbagian dalam modul.
13. Konsistensi Penggambaran simbol atau ikon harus konsisten antar-
penggunaan simbol bagian dalam modul.
aau ikon.
KISI-KISI LEMBAR VALIDASI MODUL BERORIENTASI
CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP)

AHLI MEDIA

No. Aspek Komponen Indikator Komponen Nomor Butir


1. Kelayakan Ukuran Modul Ukuran fisik Modul 1,2
Kegrafikan Desain Sampul Tata letak sampul Modul 3,4,5,6
Modul Huruf yang digunakan menarik dan 7,8,9
mudah dibaca
Ilustrasi sampul Modul 10,11
Desain isi Konsistensi tata letak 12,13
Modul Unsur tata letak harmonis 14,15,16
Unsur tata letak lengkap 17,18
Tata letak mempercepat pemahaman 19,20
Tipografi isi buku sederhana 21,22
Tipografi mudah dibaca 23,24,25
Tipografi isi buku 26,27
memudahkan pemahaman
Ilustrasi isi 28,29,30
LEMBAR VALIDASI MODUL BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP
(CEP) UNTUK AHLI MEDIA

Judul Program : Pengembangan Modul Larutan Penyangga Berorientasi


Chemoentrepreneurship (CEP) untuk Kelas XI SMA/MA

Mata Pelajaran : Kimia

Materi Pokok : Larutan Penyangga

Sasaran Program : Siswa kelas XI Semester 2 Tahun Ajaran 2015/2015

Bapak/Ibu yang terhormat,


Saya memohon bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi angket ini. Angket ini ditujukan untuk
mengetahui pendapat Bapak/Ibu tentang Modul Materi Larutan Penyangga Berorientasi
Chemoentrepreneurship (CEP) . Aspek penilaian materi modul ini dari komponen penilaian
aspek kelayakan kegrafikan oleh BSNP. Penilaian, saran dan koreksi dari Bapak/Ibu akan
sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas modul ini. Atas perhatian
dan kesediannya untuk mengisi angket ini, saya ucapkan terima kasih.

A. PETUNJUK PENGISIAN
1. Isilah tanda check (v) pada kolom yang [Link] anggap sesuai dengan aspek
penilaian yang ada.
2. Kriteria penilaian:
SB = Sangat Baik
B = Baik
K = Kurang
SK = Sangat Kurang

B. ASPEK PENILAIAN

ASPEK KELAYAKAN KEGRAFIKAN

Indikator Butir Penilaian Alternatif Pilihan Komentar


Penilaian SB B K SK
A. Ukuran Ukuran Fisik Modul
Modul 1. Kesesuaian ukuran Modul dengan
standar ISO.
2. Kesesuaian ukuran dengan materi
isi Modul.
B. Desain Tata Letak Kulit Modul
Sampul 3. Penampilan unsur tata letak pada
Modul sampul muka, belakang dan
(Cover) punggung secara harmonis
memiliki irama dan kesatuan
(unity) serta konsisten.
4. Menampilkan pusat pandang
(center point) yang baik.
5. Komposisi dan ukuran unsur tata
letak (judul,pengarang, ilustrasi,
logo, dll) proporsional, seimbang
dan seirama dengan tata letak isi
(sesuai pola).
6. Warna unsur tata letak harmonis
dan memperjelas fungsi.
Huruf yang digunakan menarik dan mudah dibaca
7. Ukuran huruf judul buku lebih
dominan dan proporsional
dibandingkan ukuran buku, nama
pengarang
8. Warna judul buku kontras dengan
warna latar belakang
9. Tidak menggunakan terlalu
banyak kombinasi jenis huruf
Ilustrasi Sampul Modul
10. Menggambarkan isi/ materi ajar
dan mengungkapkan karakter
objek
11. Bentuk, warna, ukuran, proporsi
obyek sesuai dengan realita.
C. Desain Konsistensi Tata Letak
isi 12. Penempatan unsur tata letak
Modul konsisten berdasarkan pola.
13. Pemisahan antar paragraf jelas
Unsur Tata Letak Harmonis
14. Bidang cetak dan margin
proporsional
15. Marjin dua halaman yang
berdampingan proporsional
16. Spasi antara teks dan ilustrasi
sesuai
Unsur tata letak lengkap
17. Penempatan judul kegiatan
belajar, sub judul kegiatan
belajar, dan angka halaman/ folio
tidak mengganggu pemahaman.
18. Penempatan ilustrasi dan
keterangan gambar (caption)
tidak Mengganggu pemahaman.
Tata letak mempercepat pemahaman
19. Penempatan hiasan/ ilustrasi
sebagai latar belakang tidak
mengganggu judul, teks, angka
halaman.
20. Penempatan judul, subjudul,
ilustrasi, dan keterangan gambar
tidak mengganggu pemahaman.
Tipografi Isi Buku Sederhana
21. Tidak menggunakan terlalu
banyak jenis huruf
22. Penggunaan variasi huruf (bold,
italic, all capital, small capital)
tidak berlebihan.
Tipografi Mudah Dibaca
23. Lebar susunan teks normal.
24. Spasi antar baris susunan teks
normal.
25. Spasi antar huruf (kerning)
normal.
Tipografi Isi Buku Memudahkan Pemahaman
26. Jenjang/ hierarki judul-judul jelas,
konsisten dan proporsional.
27. Tanda pemotongan kata
(hyphenation)
Ilustrasi Isi
28. Mampu mengungkap makna/ arti
dari objek.
29. Penyajian keseluruhan ilustrasi
serasi.
30. Kreatif dan dinamis.

C. Komentar dan Saran

......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

D. Kesimpulan

Modul berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) ini dinyatakan *):

1. Layak digunakan di lapangan tanpa ada revisi.


2. Layak digunakan dilapangan dengan revisi.
3. Tidak layak digunakan di lapangan.
*) Lingkari salah satu

Semarang, .................................2015
Ahli Media

__________________
NIP.
DESKRIPSI LEMBAR VALIDASI MODUL BERORIENTASI
CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) TERKAIT KOMPONEN KEGRAFIKAAN

OLEH AHLI MEDIA

Deskripsi Lembar Evaluasi Oleh Ahli Media Ini Diadaptasi Dari Standar Penilaian Buku
Teks Pelajaran Oleh BSNP.

Butir Penilaian Deskripsi


1. Kesesuaian ukuran Ukuran Modul A4 (210 x 297 mm), A5 (148 x 210 mm), B5 (176
Modul dengan standar x 250 mm).
ISO
2. Kesuaian ukuran Pemilihan ukuran Modul perlu disesuaikan dengan materi isi
dengan materi isi Modul berdasarkan bidang studi tertentu. Hal ini akan
Modul mempengaruhi tata letak bagian isi dan jumlah halaman Modul.
3. Penampilan unsur tata Desain sampul muka, punggung dan belakang merupakan suatu
letak pada sampul kesatuan yang utuh. Elemen warna, ilustrasi, dan topografi
muka, belakang dan ditampilkan secara harmonis dan saling terkait satu dan lainnya.
punggung secara Adanya kesesuaian dalam penempatan unsur tata letak pada
harmonis memiliki bagian sampul maupun isi Modul berdasarkan pola yang telah
irama dan kesatuan ditetapkan dalam perencanaan awal Modul.
serta konsisten
4. Menampilkan pusat Sebagai data tarik awal dari Modul yang ditentukan oleh
pandang (center point) ketepatan dalam penempatan unsur/materi desain yang ingin
yang baik ditampilkan atau ditonjolkan di antara unsur/materi desain lainnya
sehingga memperjelas tampilan teks maupun ilustrasi dan elemen
dekoratif lainnya.
5. Komposisi dan ukuran Adanya keseimbangan unsur tata letak (judul, pengarang,
unsur tata letak (judul, ilustrasi, logo, dll) dan ukuran unsur tata letak (tipografi, ilustrasi
pengarang, ilustrasi, dan unsure pendukungnya seperti kotak, lingkaran dan elemen
logo, dll) proporsional, dekoratif lainnya) secara proporsional dengan ukuran Modul.
seimbang dan seirama
dengan tata letak isi
(sesuai pola).
6. Warna unsur tata letak Memperhatikan tampilan warna secara keseluruhan yang dapat
harmonis dan memberikan nuansa tertentu dan dapat memperjelas materi/isi
memperjelas fungsi Modul.
7. Ukuran huruf judul Judul Modul harus dapat memberikan infomasi secara cepat
Modul lebih dominan tentang materi isi Modul berdasarkan bidang studi tertentu.
dan proporsional
dibandingkan ukuran
Modul, nama
pengarang dan penerbit
8. Warna judul Modul Judul Modul ditampilkan lebih menonjol daripada warna latar
kontras dengan warna belakangnya.
latar belakang.
9. Tidak menggunakan Menggunakan dua jenis huruf agar lebih komunikatif dalam
terlalu banyak menyampaikan informasi yang disampaikan untuk membedakan
kombinasi huruf. dan mendapatkan kombinasi tampilan huruf dapat menggunakan
variasi seri huruf.
10. Menggambarkan isi/ Dapat dengan cepat memberikan gambaran tentang materi ajar
materi ajar dan tertentu dan secara visual dapat mengungkap jenis ilustrasi yang
mengungkapkan ditampilkan berdasarkan materi ajarnya.
karakter obyek.
11. Bentuk, warna, ukuran, Ditampilkan sesuai dengan bentuk, warna dan ukuran obyeknya
proporsi obyek sesuai sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran maupun pengertian
realitas. peserta didik (misalnya perbandingan secara proporsional ukuran
dan bentuk antara cecak dan buaya), warna yang digunakan
sesuai sehingga tidak menimbulkan salah pemahaman dan
penafsiran
12. Penempatan unsur tata Penempatan unsur tata letak (judul, subjudul, kata pengantar,
letak konsisten daftar isi, ilustrasi, daftar ilustrasi dll) pada setiap awal
berdasarkan pola. kegiatan belajar konsisten.
Penempatan unsur tata letak pada setiap halaman
13. Pemisahan antar Susunan teks pada akhir paragraf terpisah dengan jelas, dapat
paragraf jelas berupa jarak (pada susunan teks rata kiri-kanan/blok) ataupun
dengan inden (pada susunan teks dengan alenia).
14. Bidang cetak dan Penempatan unsur tata letak (judul, subjudul, teks, ilustrasi,
margin proporsional. keterangan gambar, nomor halaman) pada bidang cetak secara
proporsional.
15. Marjin dua halaman Susunan tata letak halaman berpengaruh terhadap tata letak
yang berdampingan halaman B disebelahnya.
proporsional
16. Spasi antara teks dan Merupakan kesatuan tampilan antara teks dengan ilustrasi dalam
ilustrasi sesuai satu halaman.
17. Penempatan judul Judul kegiatan belajar ditulis secara lengkap.
kegiatan belajar, Penulisan sub judul dan sub-sub judul disesuaikan dengan
subjudul kegiatan hierarki penyajian materi ajar.
belajar, dan angka Penempatan nomor halaman disesuaikan dengan pola tata
halaman/folio tidak letak.
mengganggu
pemahaman.
18. Penempatan ilustrasi Mampu memperjelas penyajian materi baik dalam bentuk,
dan keterangan gambar ukuran yang proporsional serta warna yang menarik sesuai
(caption) tidak objek aslinya.
mengganggu Ketengan gambar/ legenda ditempatkan berdekatan dengan
pemahaman. ilustrasi dengan ukuran lebih kecil daripada huruf teks.
19. Penempatan hiasan/ Menempatkan hiasan/ ilustrasi pada halaman setiap latar belakang
ilustrasi sebagai latar jangan sampai menggangu kejelasan, penyampaian informasi pada
belakang tidak teks, sehingga dapat menghambat pemahaman peserta didik.
mengganggu judul,
teks, angka halaman.
20. Penempatan judul, Judul, subjudul, ilustrasi dan keteragan gambar ditempatkan
subjudul, ilustrasi dan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan sehingga tidak
keterangan gambar menimbulkan salah interpretasi trehadap materi yang
tidak mengganggu disampaikan.
pemahaman.
21. Tidak menggunakan Maksimal menggunakan dua jenis huruf sehingga tidak
terlalu banyak jenis mengganggu peserta didik dalam menyerap informasi yang
huruf. disampaikan.
22. Penggunaan variasi Digunakan untuk membedakan jenjang/ hierarki judul, subjudul
huruf (bold, italic, all serta memberikan tekanan pada susunan teks yang dianggap
capital, small capital) penting dalam bentuk tebal dan miring.
tidak berlebihan.
23. Lebar susunan teks Untuk Modul sendiri tidak terlalu terikat dengan ketentuan lebar
normal. susunan teks.
24. Spasi antar baris Jarak spasi tidak terlalu lebar atau tidak terlalu sempit sehingga
susunan teks normal. memudahkan dalam membaca.
25. Spasi antar huruf Mempengaruhi tingkat keterbacaan susunan teks (tidak terlalu
(kerning) normal. rapat atau terlalu renggang).
26. Jenjang/ hierarki judul- Menunjukkan urutan/ hierarki susunan teks secara berjenjang
judul jelas, konsisten sehingga mudah dipahami. Hierarki susunan teks dapat dibuat
dan proporsional. dengan perbedaan jenis huruf, ukuran huruf dan variasi huruf
bold, italic, all capital, small capital).
27. Tanda pemotongan Pemotongan kata lebih dari 2 (dua) baris akan mengganggu
kata (hyphenation). keterbacaan susunan teks.
28. Mampu mengungkap Berfungsi untuk memperjelas materi/ teks sehingga mampu
makna/ arti dari obyek. menambah pemahaman dan pengertian peserta didik pada
informasi yang disampaikan.
29. Penyajian keseluruhan Ditampilkan secara serasi dengan unsur materi/isi Modul (judul,
ilustrasi serasi. subjudul, teks, keterangan gambar) pada seluruh halaman.
30. Kreatif dan dinamis. Menampilkan ilustrasi dari berbagai sudut pandang tidak hanya
ditampilkan dalam tampak depan dan mampu divisualisasikan
secara dinamis yang dapat menambah kedalaman pemahaman dan
pengertian peserta didik.

Anda mungkin juga menyukai