LAPORAN MENYELIDIKI PEWARNA PADA MAKANAN
YANG AMAN BAGI TUBUH
Nama : Nadia Fitria R.
Nomor : 21
Kelas : VIII-F
Tahun Pelajaran 2016/2017
SMPN 2 Jombang
Judul : Menyelidiki pewarna pada makanan yang aman bagi tubuh.
Tujuan : Mengetahui jenis-jenis pewarna makanan yang aman bagi
tubuh.
Landasan teori :
Pewarna dibedakan menjadi 2 yaitu alami dan buatan. Pewarrna
alami yaitu pewarna yang dapat diperoleh dari alam, sedangkan
pewarna buatan adalah pewarna yang mengandung bahan kimia
yang biasanya digunakan dalam makanan untuk mewarnai
makanan supaya lebih menarik.
Bahan aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam
makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas,
kelezatan, dan mengawetkan makanan.
Rumusan masalah : Apakah pewarna buatan boleh untuk dikonsumsi ?
Hipotesa : Boleh, asal tidak berlebihan.
Alat dan bahan :
Saus tomat
Kunyit
Pewarna tekstil
Air
Pistil dan mortar
Pipet
Benang wol putih
Kaki tiga
Kawat kasa
Pemanas bursen
Gelas kimia
Deterjen
Langkah kerja :
1. Campurkan 50 gr bahan makanan yang akan diuji dengan 50 ml
air, kemudian haluskan.
2. Masukkan masing-masing bahan makanan yang akan diuji ke
dalam gelas kimia yang berbeda.
3. Celupkan beberapa potongan benang wol ke dalam masing-
masing gelas kimia.
4. Panaskan masing-masing gelas kimia dengan pemanas bursen.
Pasikan kaki tiga, kawat kasa, dan gelas kimia tersusun dengan
benar. Berhati-hatilah saat menyalakan bursen dan mengangkat
gelas kimianya.
5. Dinginkan sampai benar-benar dingin.
6. Ambil benang wol yang telah dicelupkan pada larutan bahan
makanan. Cuci dengan deterjen.
7. Tulis pengamatanmu ke dalam tabel.
8. Buat kesimpulan dan rangkuman.
Data pengamatan :
No. Jenis bahan Warna hilang Warna tidak hilang
1. Kunyit
2. Saos tomat
3. Pewarna tekstil
Kesimpulan : Dari data tabel diatas dapat disimpulkan bahwa warna yang
aman untuk tubuh akan hilang jika dicuci dengan deterjen.
Rangkuman :
1. Pewarna alami yaitu pewarna yang dapat diperoleh dari alam.
Pewarna alami merupakan pigmen-pigmen yang diperoleh dari
bahan nabati, hewan, dan algae.
Contoh :
Daun pandan dan suji (hijau).
Gula merah dan caramel (coklat).
Cabai. Tomat, paprika (merah).
2. Pewarna buatan adalah zat warna yang mengandung bahan
kimia yang biasanya digunakan dalam makanan untuk
mewarnai makanan supaya lebih menarik.
Kegiatan 2 : Kegunaan zat aditif alami atau buatan, nama zat aditif dalam
makanan & minuman, dampak negatif dan pencegahannya.
No. Kegunaan zat aditif Nama zat Dampak negatif Pencegahan
aditif
1. Penguat rasa MSG Dapat menyababkan Mengurangi
penyakit Chinese penggunaan
Food Syndrome MSG dengan
cara
menggantinya
menggunakan
bawang putih,
gula, dan garam.
2. Pemanis Gula Apabila dikonsumsi Mengurangi
secara berlebihan penggunaan
data menyebabkan gula. Dengan
penyakit obesitas cara
dan diabetes. menggantinya
dengan gula
rendah kalori.
3. Pengawet Boraks Salah satu penyebab Menggantinya
kanker. dengan
menggunakan
pengawet alami
contohnya
garam, cuka dan
gula sebagai
penggantinya.
4. Pewarna Pewarna Menyebabkan mual, Menggantinya
tekstil muntah, sakit perut, dengan pewarna
(wantex) tekanan darah alami seperti
rendah. Bahaya cokelat, daun
jangka panjangnya suji, tomat.
adalah kanker.
5. Pengental Tepung Menyebabkan Mengurangi
Tapioka gangguan pada penggunaannya.
ginjal, sistem
pencernaan, dan
saluran pernapasan.
6. Antioksidan Vitacimin Dapat menimbulkan Mengurangi
penimbunan dan penggunaannya.
pembentukan batu Dan
ginjal. menggantinya
dengan buah
yang
mengandung vit.
C seperti jeruk
dan jambu biji.
7. Pemutih Tawas Keracunan, Menghentikan
gangguan fungsi penggunaannya.
hati, gangguan
syaraf, dan anemia.
8. Pengatur keasaman Citric Acid Mengakibatkan Mengurangi
korosi pada gigi. penggunaannya.
9. Zat gizi Minyak Mengonsumsi Tidak
ikan minyak ikan secara mengonsumsinya
berlebihan dapat dalam jangka
menyebabkan panjang juga
perdarahan internal mengurangi
dalam usus dan penggunaannya.
otak.
Kesimpulan : Bahwa tidak semua zat aditif alami dan buatan memiliki efek
positif bagi kesehatan banyak juga yang memiliki efek negatif untuk tubuh.
Rangkuman :
Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam mkanan
yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas , menambah kelezatan,
dan mengawetkan makanan. Zat aditif dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Zat aditif alami, diantaranya :
a) Pewarna alami.
Contoh: Daun suji (hijau), Karamel (coklat), Cabai
(merah).
b) Pemanis buatan.
Contoh: Sukrosa, xylitol, friktosa, miralin, monellin.
c) Pengawet alami.
Contoh: Garam, cuka, gula.
d) Penyedap alami.
Contoh: Lengkuas, ketumbar, kayu manis, dan pala.
2. Zat aditif buatan, diantaranya:
a) Pewarna buatan.
Contoh: Amaranth (merah), tertrazine (kuning),
erythrosin (merah).
b) Pemanis buatan.
Contoh: Sakarin, siklamat, dan aspartame.
c) Pengawet buatan.
Contoh: Benzoat dan asam sorbat.
d) Penyedap buatan.
Contoh: Oktil asetat, MSG, dan iso amil valerat.