LATAR BELAKANG
Kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang, dimanapun
dan siapapun pasti membutuhkan badan yang sehat, baik jasmani maupun rohani guna
menopang aktifitas kehidupan sehari-hari. Begitu pentingnya nilai kesehatan ini,
sehingga seseorang yang menginginkan agar dirinya tetap sehat harus melakukan
berbagai macam cara untuk meningkatkan derajat kesehatannya, seperti melakukan
penerapan pola hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-
hari.1
Masalah kesehatan di Indonesia merupakan hal yang sangat kompeks, yang
saling berkaitan dengan faktor diluar kesehatan itu sendiri. Sejalan dengan
berkembangnya ilmu teknologi dan informasi, maka berbagai permasalahan yang
dihadapi akan semakin besar seperti peningkatan penularan penyakit menular, angka
kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, gizi buruk hingga lingkungan yang tidak sehat.
Sesuai UUD 1945, salah satu tujuan pembangunan Indonesia adalah mewujudkan
kesejahteraan masyarakat umum, dimana salah satu unsurnya adalah kesehatan. Lebih
jelas lagi tercantum dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan bahwa setiap upaya
pembangunan haruslah dilandasi wawasan kesehatan, artinya pembangunan berlandaskan
kesehatan masyarakat dan hal ini menjadi tanggung jawab seluruh pihak mulai dari
pemerintah pusat hingga individu masyarakat.
Sebagai upaya peningkatan mutu kesehatan masyarakat di Indonesia, pemerintah
menyediakan berbagai pelayanan kesehatan seperti PUSKESMAS, POSYANDU,
maupun PUSKESDES. Puskesmas merupakan suatu organisasi fungsional yang
berfungsi sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memiliki fungsi
untuk membina dan memberdayakan masyarakat dan pemberi layanan pertama secara
menyeluruh dan terpadu pada sekelompok masyarakat pada wilayah tertentu.1
Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas adalah pelayanan kesehatan
menyeluruh yang meliputi pelayanan: kuratif (pengobatan), preventif (upaya
pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).
Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terlebih dahulu harus diketahui apakah
pelayanan atau program yang telah diberikan kepada pasien selama ini telah sesuai
dengan harapan atau belum.2
Khusus untuk program perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat secara
umum ditujukan untuk meningkatkan kemampuan, kesadaran dan keinginan masyarakat
dalam mewujudkan kesehatan yang optimal khususnya pada bidang perilaku hidup bersih
dan sehat. Berdasarkan indikator kinerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak
Tenggara tahun 2016 didapatkan bahwa angka kejadian perilaku hidup bersih dan sehat
pada masyarakat terjadi penurunan. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi program
mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di Puskesmas Kampung Bangka.
1. Definisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan
pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok
dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan
melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui
pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan
masyarakat (enpowerment) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali
dan mengetahui masalah sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat menerapkan
cara cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan.3
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran anggota keluarga atau keluarga dapat menolong diri sendiri di
bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kegiatan kesehatan masyarakat.3
2. Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan
kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan peran serta aktif
masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal. Sasaran PHBS meliputi tatanan rumah tangga, tatanan institusi
pendidikan , tatanan tempat kerja, tatanan tempat-tempat umum dan tatanan institusi
kesehatan.3
3. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Keluarga yang melaksanakan PHBS maka setiap rumah tangga akan meningkat
kesehatannya dan tidak mudah sakit. Rumah tangga tangga sehat dapat meningkatkan
produktivitas kerja anggota keluarga. Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah
tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk
biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan
kesejahteraan anggota rumah tangga. Salah satu indikator menilai keberhasilan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di bidang kesehatan adalah pelaksanaan PHBS.
PHBS juga bermanfaat untuk meningkatkan citra pemerintah daerah dalam bidang
kesehatan, sehingga dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.
4. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga
PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memeberdayakan anggota rumah
tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta
berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga
dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS. Rumah tangga yang ber-PHBS
adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu:4
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2) Memberi ASI ekslusif
3) Menimbang balita setiap bulan
4) Menggunakan air bersih
5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6) Menggunakan jamban sehat
7) Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
8) Makan buah dan sayur setiap hari
9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
10) Tidak merokok di dalam rumah.
Sasaran PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu
1) Pasangan Usia Subur
2) Ibu Hamil dan Menyusui
3) Anak dan Remaja
4) Usia lanjut
5) Pengasuh Anak
Perilaku hidup bersih dan sehat sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup suatu
rumah tangga. Manfaat rumah tangga ber-PHBS adalah:
1. Bagi Rumah Tangga
a) Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit
b) Anak tumbuh sehat dan cerdas
c) Anggota keluarga giat bekerja
d) Pengeluaran rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
2. Bagi Masyarakat
a) Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
b) Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah
kesehatan
c) Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
d) Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban,
ambulans desa dan lain-lain.
1. Mubarak. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika; 2009.
2. Muninjaya AA. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC; 2004.
3. Notoatmodjo. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta; 2007.
4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2014.