0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan6 halaman

Perhitungan Luas RTH Perkotaan

Dokumen tersebut memberikan contoh perhitungan luas hutan kota yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan air dan oksigen untuk suatu kota. Metode perhitungan menggunakan persamaan yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah penduduk, konsumsi air per kapita, kapasitas air PAM, dan kemampuan hutan menyimpan air. Juga memberikan contoh penerapan persamaan untuk suatu kota dengan luas 2.450 Ha dan

Diunggah oleh

sukmarani2412
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan6 halaman

Perhitungan Luas RTH Perkotaan

Dokumen tersebut memberikan contoh perhitungan luas hutan kota yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan air dan oksigen untuk suatu kota. Metode perhitungan menggunakan persamaan yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah penduduk, konsumsi air per kapita, kapasitas air PAM, dan kemampuan hutan menyimpan air. Juga memberikan contoh penerapan persamaan untuk suatu kota dengan luas 2.450 Ha dan

Diunggah oleh

sukmarani2412
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAGAN PROPORSI RTH KAWASAN PERKOTAAN (ilustrasi)

GAMBAR CONTOH RTH TAMAN

Gambar 1 Contoh 1 Taman Rukun Tetangga (RT)

Gambar 2 Contoh 2 Taman Rukun Tetangga (RT)


Gambar 3 Contoh Taman Rukun Warga (RW)

Gambar 4 Contoh Taman Kelurahan


Gambar 5 Contoh Taman Kelurahan

Gambar 6 Contoh Taman Kecamatan


CONTOH PERHITUNGAN HUTAN KOTA (RTH)

1. Contoh Perhitungan Kebutuhan Hutan Kota (RTH) Berdasarkan Kebutuhan Air


Kebutuhan air dalam kota bergantung dari factor:

a) Kebutuhan air bersih per tahun;


b) Jumlah air yang dapat disediakan oleh PAM;
c) Potensi air saat ini; dan
d) Kemampuan hutan kota menyimpan air.
Faktor di atas dapat ditulis dalam persamaan :

P0 . K (1 + R C)t PAM Pa
La =
Z

Dengan:

La = luas hutan kota yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan air (Ha)
Po = jumlah penduduk kota pada tahun ke 0
K = konsumsi air per kapita (liter/air)

R = laju peningkatan pemakaian air (biasanya seiring dengan laju pertambahan penduduk kota
setempat)

C = factor koreksi (besarnya tergantung dari upaya pemerintah dalam penurunan laju pertambahan
penduduk)
PAM = kapasitas suplai air oleh PAM (dalam m3/tahun)

t = tahun ke

Pa = potensi air tanah saat ini (m3/tahun)


Z = kemampuan hutankota dalam menyimpan air (m3/ha/thn)

Contoh Perhitungan:
Suatu kota dengan luas 2.450 Ha memiliki penduduk pada tahun 2005 sebanyak 203.000 jiwa. Konsumsi
air per kapita adalah 65 m3/thn. Kapasitas air PAM terpasang 6,3 jt m 3/thn. Potensi air tanah 662.256
m3/thn. Kemampuan hutan kota menyimpan air 73.000 m3/ha/thn.

Dengan kondisi seperti di atas, persamaan kebutuhan hutan kota pada tahun 0 (2005) adalah sebagai
berikut :
65. (203.000) 6.307.200 662.256
Lt = = 142 Ha
73.000

Kebutuhan hutan kota = 142 Ha (5,8%)

2. Contoh Perhitungan Kebutuhan Hutan Kota Berdasarkan Kebutuhan Oksigen


Luasan kebutuhan hutan kota berdasarkan kebutuhan oksigen, dapat juga dilakukan dengan metode
Gerakis (1974), yang dimodifikasi dalam Wisesa (1988), dengan rumus :

Pt + Kt + Tt
Lt = m2
(54)(0,9375)(2)
Dengan:

Lt = luas RTH kota pada tahun ke t (m2)


Pt = jumlah kebutuhan oksigen bagi penduduk pada tahun ke t
Kt = jumlah kebutuhan oksigen bagi kendaraan bermotor pada tahun ke t

Tt = jumlah kebutuhan oksigen bagi ternak pada tahun ke t


54 = tetapan yang menunjukkan bahwa 1 m2 luas lahan menghasilkan 54 gram berat kering
tanaman per hari

0,9375 = tetapan yang menunjukkan bahwa 1 gram berat kering tanaman adalah setara dengan
produksi oksigen 0,9375 gram
2 = jumlah musim di Indonesia

Anda mungkin juga menyukai