100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
390 tayangan28 halaman

Prosedur Show Cause Meeting (SCM)

Dokumen ini menjelaskan prosedur pelaksanaan show cause meeting (SCM) untuk mengevaluasi keterlambatan proyek konstruksi. Prosedur ini meliputi evaluasi penyebab keterlambatan, tindak lanjut berdasarkan penyebabnya, pemberian peringatan tertulis, penyelenggaraan rapat SCM untuk membahas rencana perbaikan, penentuan uji coba, dan monitoring hasilnya. Rapat SCM diselenggarakan berulang jika target perbaikan belum tercapai.

Diunggah oleh

ArdiaTiaraR
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
390 tayangan28 halaman

Prosedur Show Cause Meeting (SCM)

Dokumen ini menjelaskan prosedur pelaksanaan show cause meeting (SCM) untuk mengevaluasi keterlambatan proyek konstruksi. Prosedur ini meliputi evaluasi penyebab keterlambatan, tindak lanjut berdasarkan penyebabnya, pemberian peringatan tertulis, penyelenggaraan rapat SCM untuk membahas rencana perbaikan, penentuan uji coba, dan monitoring hasilnya. Rapat SCM diselenggarakan berulang jika target perbaikan belum tercapai.

Diunggah oleh

ArdiaTiaraR
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR PROSEDUR PELAKSANAAN (SOP)

SHOW CAUSE MEETING (SCM)

DOKUMEN : DJBM/SMM/PP/16
TANGGAL : 19 Juli2012

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
STANDAR PROSEDUR PELAKSANAAN (SOP)
SHOW CAUSE MEETING (SCM)
LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 1 dari 4
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

PENGESAHAN

STATUS DOKUMEN

STATUS DOKUMEN ASLI

NO. DISTRIBUSI

TANGGAL

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
STANDAR PROSEDUR PELAKSANAAN (SOP)
SHOW CAUSE MEETING (SCM)
LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 2 dari 4
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

1. BAGAN ALIR

MULAI
Monitoring Mengevaluasi 1

Progres Pencapaian
Tdk Ada Keterlambatan

Ya

Evaluasi Faktor Penyebab 2

5 Tindak Lanjut Faktor 4 Tindak Lanjut Faktor Tindak Lanjut Faktor


Penyedia Jasa PPK Keadaan Kahar
Kontrak Dinyatakan 3

Ketentuan Psl. 56
Kritis
Kompensasi
PPK Rapat dengan PPK Menerbitkan Surat
Rencana 70% - 100%
Terlambat < 5% tetapi
akn melampaui Tahun Atasan PPK 6
Periode I > 10%
Anggaran Peringatan atau dikenakan
Periode II > 5%
Kontrak Kritis
Pemutusan Kontrak Menetapkan Rapat SCM

Secara Sepihak Berita Acara SCM I


7 - Menetapkan Agenda - Kesepakatan
- Jadwal
- Mengundang - Lokasi
Penyelenggaraan Rapat PPK Menerbitkan Surat 11

8 Peringatan
Pembuktian (SCM) I
9 Uji Coba I Menyelenggarakan Berita Acara SCM II

Rapat Pembuktian II
10 Monitoring Pencapaian Uji Coba II

Ya Berhasil Tdk Monitoring Pencapaian

Ya Berhasil

Tdk

PPK Menerbitkan Surat Berita Acara SCM III


Peringatan
Menyelenggarakan

Rapat Pembuktian III


Uji Coba III

Monitoring Pencapaian

Ya Berhasil

Tdk

Kesepakatan Pemutusan Kontrak

3 Pihak
SELESAI

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
STANDAR PROSEDUR PELAKSANAAN (SOP)
SHOW CAUSE MEETING (SCM)
LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 3 dari 4
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

2. RINCIAN PROSEDUR
1) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengevaluasi Keterlambatan realisasi fisik
sesuai jadual;
2) Mengevaluasi faktor penyebab keterlambatan;
3) Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan keadaan kahar;
4) Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan faktor PPK;
5) Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan oleh faktor penyedia
barang/jasa yaitu dengan membahas :
Waktu mobilisasi dan mulai kerja
Ketersediaan Material
Kelengkapan peralatan
Kelengkapan personil
Hubungan dengan pihak ketiga
Membuat peringatan tertulis kepada penyedia barang/jasa perihal
keterlambatan pelaksanaan pekerjaan;
Menetapkan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
Menetapkan waktu pelaksanaan rapat pembuktian (SCM);
Menetapkan agenda rapat
Membuat surat undangan Show Cause Meeting
Menyelenggarakan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
Memimpin Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia
barang/jasa dalam periode tertentu uji coba (test case)
Menetapkan Uji Coba (Test Case);
Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian kemajuan
fisik pada akhir waktu yang telah ditentukan;
Membuat surat peringatan apabila realisai kemajuan fisik tidak
tercapai

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
STANDAR PROSEDUR PELAKSANAAN (SOP)
SHOW CAUSE MEETING (SCM)
LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 4 dari 4
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

6) Konsultan Pengawas (Direksi Teknis) mempersiapkan materi untuk rapat


pembahasan;
7) Mengevaluasi keterlambatan realisasi fisik sesuai jadual;
8) Mengevaluasi faktor penyebab keterlambatan;
9) Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai dan
jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia jasa dalam periode
tertentu/uji coba (Test Case);
10) Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian kemajuan fisik
pada akhir waktu yang telah ditentukan;
11) Mengadakan monitoring dan evaluasi hal pencapaian kemajuan fisik uji coba
12) Kontraktor mempersiapkan materi untuk rapat pembahasan;
13) Menjelaskan faktor penyebab keterlambatan;
14) Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai dan
jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia jasa dalam periode
tertentu/uji coba (Test Case);
15) Menjelaskan rencana kegiatan/metode pelaksanaan pada masa uji coba.
16) Menjelaskan rencana pengadaan peralatan dan material untuk kegiatan
ujicoba.

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : i dari v
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

PENGESAHAN

STATUS DOKUMEN

STATUS DOKUMEN ASLI

NO. DISTRIBUSI

TANGGAL

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : ii dari v
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

SEJARAH DOKUMEN
NO TANGGAL CATATAN PERUBAHAN DIPERIKSA KETERANGAN

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : iii dari v
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN


NOMOR UNIT KERJA NOTASI
UNIT KERJA
01 Sekretariat Ditjen BM SDBM
02 Direktorat Bina Program DITBP
03 Direktorat Bina Teknik DITBT
04 Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah I DITBPW-I
05 Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah II DITBPW-II
06 Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah III DITBPW-III
07 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I BBPJN I
08 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II BBPJN II
09 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III BBPJN III
10 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV BBPJN IV
11 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V BBPJN V
12 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI BBPJN VI
13 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII BBPJN VII
14 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII BPJN VIII
15 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX BPJN IX
16 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X BBPJN X
17 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XI BBPJN XI

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : iv dari v
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan 1

1 BAGAN ALIR 2
2 RINCIAN PROSEDUR 3
Lembar Pengesahan i

Status Dokumen i
Sejarah Dokumen ii
Daftar distribusi dokumen iii
Daftar isi iv
1. Ruang lingkup 1
2. Tujuan 1
3. Acuan 1
4. Definisi dan Pengertian 2
4.1 Pejabat Pembuat Komitmen 2
4.2 Penyedia Jasa 2
4.3 Pengguna Anggaran 2
4.4 Kuasa Pengguna Anggaran 2
4.5 Jasa Pemborongan 2
4.6 Pekerjaan Konstruksi 2
4.7 Direksi Pekerjaan 3
4.8 Direksi Tenis 3
5. Ketentuan Umum 3
5.1 Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan 3

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : v dari v
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

5.2 Kontrak Kritis 3

5.3 Penanganan Kontrak Kritis 3


5.3.1 Dalam hal keterlambatan pada butir 5.2.a dan 5.2.b 3
5.3.2 Peninggalan 5
5.4 Berita Acara Show Cause Meeting 5
6. Kondisi khusus 5
[Link] Alir, Tugas dan Tanggung Jawab 6
7.1 Bagan Alir Show Cause Meeting 7
7.2 Tugas dan Tanggung Jawab 7
7.2.1 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 7
7.2.2 Konsultan Supervisi 8
7.2.3 Kontraktor 8
8. Bukti Kerja 8
9. Lampiran 9

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 1 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

1. Ruang Lingkup :

Ruang lingkup penerapan Petunjuk Pelaksanaan ini berlaku untuk pelaksanaan Rapat
Pembuktian (Show Cause Meeting/SCM) di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga

2. Tujuan :
Memberikan panduan tata cara Pelaksanaan Rapat Pembuktian (Show Cause
Meeting) agar diperoleh hasil yang sesuai dengan ketentuan/persyaratan
perundang-undangan yang berlaku.
3. Acuan :
3.1 Perpres RI Nomor54 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
3.2 Kepmen PU Nomor 349/KPTS/M/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Kontrak Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan);
3.3 Permen PU Nomor09/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
3.4 Permen PU Nomor 04/PRT/M/2009 Tentang Sisitem Manajemen Mutu
Departemen Pekerjaan Umum;
3.5 Permen PU Nomor 07/PRT/M/2011 Tentang Standar Dan Pedoman
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultasi;
3.6 Manual Mutu Direktorat Jenderal Bina Marga, No. Dokumen
DJBM/SMM/MM, tanggal 21 Maret 2011;
3.7 Instruksi Kerja (IK) Penyusunan Dokumen Sistem Mutu Direktorat Jenderal
Bina Marga, No. Dokumen DJBM/SMM/IK/01;
3.8 Surat Edaran Dirjen Bina Marga No. 02/SE/Db/2010 tanggal 15 Juni 2010,
tentang Tata cara Penanganan Paket Kritis;
3.9 Dokumen Kontrak.

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 2 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

4. Definisi :
4.1 Pejabat Pembuat Komitmen.
Pejabat Pembuat Komitmen adalah Pejabat yang diangkat oleh Pengguna
Anggaran/Kuasa Pengguna Aggaran sebagai pemilik pekerjaan, yang
bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan jasa.
(Perpres RI Nomor 54 tahun 2010 Bab 1, pasal 1 angka 7).
4.2 Penyedia Jasa.
Penyedia Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang
menyediakan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa lainnya.
(Perpres RI Nomor 54 tahun 2010 Bab I, pasal 1 angka 12).
4.3 Pengguna Anggaran
Pengguna Anggaran adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau
Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD.
(Perpres RI Nomor 54 tahun 2010 Bab I, pasal 1 angka 5).
4.4 Kuasa Pengguna Anggaran
Kuasa Pengguna Anggaran adalah Pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk
mmenggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan
APBD. (Perpres RI Nomor 54 tahun 2010 Bab I, pasal 1 angka 6).

4.5 Pekerjaan Konstruksi


Pekerjaan Konstruksi adalah Seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan
pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.
(Perpres RI Nomor 54 tahun 2010 Bab I, pasal 1 angka 15).
4.6 Direksi Lapangan.
Direksi Lapangan adalah Tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan PPK,
terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih, yang ditentukan dalam syarat-syarat
khusus kontrak untuk mengendalikan pekerjaan.

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 3 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

(Permen PU No. 07/PRT/M/2011_Buku-PK06ABab VII huruf A1 angka 1.14)

4.7 Direksi Teknis


Direksi Teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK
untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan.
(Permen PU No.07/PRT/M/2011_Buku-PK06ABab VIIhuruf A1 angka 1.15)
5. Ketentuan Umum :
5.1 Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan
a. Apabila Penyedia Jasa terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal,
maka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus memberikan peringatan
secara tertulis atau dikenakan ketentuan tentang kontrak kritis.
(Permen PU No. 07/PRT/M/2011-Buku PK06A-BAB VIIHuruf B.6 Angka 39.1)
5.2 Kontrak Kritis
Kontrak dinyatakan kritis apabila:
a. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% - 70% dari kontrak),
realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 10% dari rencana;
b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak),
realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 5% dari rencana;
c. Rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak, realisasi fisik
pelaksanaan terlambat kurang dari 5% dari rencana dan akan
melampaui tahun anggaran berjalan.
(Permen PU No. 07/PRT/M/2011 Buku PK 06A-BAB VII B6 Angka 39.2)
5.3 Penanganan Kontrak Kritis
5.3.1 Dalam Hal Keterlambatan Pada Butir 5.2.a dan Butir 5.2.b
Maka Penanganan Kontrak Kritis adalah sebagai berikut :
a. Dalam Hal Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan dan Penanganan
Kontrak Kritis Periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% 70% dari

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 4 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

kontrak, dan realisasi fisik mengalami keterlambatan lebih besar 10% dari
rencana) serta Penanganan Kontrak Kritis Periode II (rencana fisik
pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak, dan realisasi fisik mengalami
keterlambatan lebih besar 5% dari rencana) maka penanganannya
dilakukan dengan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting), yaitu:

1. Pada saat kontrak dinyatakan kritis, direksi pekerjaan


menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa dan
selanjutnya menyelenggarakan SCM;
2. Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia jasa
membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba
pertama) yang dituangkan dalam berita acara SCM tahap I;
3. Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba pertama, maka
harus diselenggarakan SCM tahap II yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba kedua)
yang dituangkan dalam berita acara SCM tahap II;
4. Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba kedua, maka
harus diselenggarakan SCM tahap III yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba ketiga)
yang dituangkan dalam berita acara SCM Tahap III;
5. Pada setiap uji coba yang gagal, Pejabat Pembuat Komitmen
harus menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa
atas keterlambatan realisasi fisik pelaksanaan pekerjaan;
(Permen PU No. 07/PRT/M/2011 Buku PK06A-BAB VIIHuruf
B.6 Angka 39.3).
b. Dalam Hal Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan pada saat rencana fisik
pelaksanaan 70% 100% dari kontrak, dan keterlambatan kurang dari 5%
dan akan melampaui tahun anggaran berjalan, PPK setelah dilakukan

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 5 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

rapat bersama atasan PPK sebelum tahun anggaran berakhir dapat


langsung memutuskan kontrak secara sepihak dengan
mengesampingkan Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
(Permen PU No. 07/PRT/M/2011 Buku PK06A-BAB X B6 39.3. huruf b).
5.3.2 Peninggalan
Semua Bahan, Perlengkapan, Peralatan, Hasil Pekerjaan Sementara
yang masih berada dilokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat
kelalaian atau kesalahan penyedia jasa, dapat dimanfaatkan
sepenuhnya oleh PPK tanpa kewajiban perawatan/pemeliharaan.
Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh Penyedia Jasa
hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan PPK.
(Permen PU No. 07/PRT/M/2011 Buku PK06-BAB VII Angka 40)
5.4 Berita Acara Show Cause Meeting Sekurang-kurangnya Berisi :
Uraian Penyebab Keterlambatan
Pencapaian kemajuan pekerjaan dan deviasi keterlambatan
Penetapan jenis pekerjaan yang mengalami keterlambatan
Penetapan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan pada masa uji coba
Penetapan metoda pelaksanaan
Penetapan jumlah, jenis dan kapasitas peralatan
Penetapan jenis dan jumlah bahan/material
Penetapan Sumber Daya Manusia/pekerja
Penetapan batas waktu uji coba
Penetapan kemajuan pekerjaan dalam kurun waktu uji coba

6. Kondisi Khusus,

Tidak ada.

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 6 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

7. Bagan Alir, Tugas dan Tanggung Jawab

7.1 Bagan Alir Show Cause Meeting


MULAI
Monitoring Mengevaluasi 1

Progres Pencapaian
Tdk Ada Keterlambatan

Ya

Evaluasi Faktor Penyebab 2

5 Tindak Lanjut Faktor 4 Tindak Lanjut Faktor Tindak Lanjut Faktor


Penyedia Jasa PPK Keadaan Kahar
Kontrak Dinyatakan 3

Ketentuan Psl. 56
Kritis
Kompensasi
PPK Rapat dengan PPK Menerbitkan Surat
Rencana 70% - 100%
Terlambat < 5% tetapi
akn melampaui Tahun
Atasan PPK Periode I > 10%
Anggaran 6 Peringatan atau dikenakan
Periode II > 5%
Kontrak Kritis
Pemutusan Kontrak Menetapkan Rapat SCM

Secara Sepihak Berita Acara SCM I


7 - Menetapkan Agenda - Kesepakatan
- Jadwal
- Mengundang - Lokasi
Penyelenggaraan Rapat PPK Menerbitkan Surat 11

8 Peringatan
Pembuktian (SCM) I
9 Uji Coba I Menyelenggarakan Berita Acara SCM II

Rapat Pembuktian II
10 Monitoring Pencapaian Uji Coba II

Ya Berhasil Tdk Monitoring Pencapaian

Ya Berhasil

Tdk

PPK Menerbitkan Surat Berita Acara SCM III


Peringatan
Menyelenggarakan

Rapat Pembuktian III


Uji Coba III

Monitoring Pencapaian

Ya Berhasil

Tdk

Kesepakatan Pemutusan Kontrak

3 Pihak
SELESAI

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 7 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

7.2 Tugas dan Tanggung Jawab


7.2.1 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
1. Mengevaluasi Keterlambatan realisasi fisik sesuai jadual;
2. Mengevaluasi faktor penyebab keterlambatan;
3. Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan keadaan kahar;
4. Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan faktor PPK;
5. Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan oleh faktor
penyedia barang/jasa yaitu dengan membahas :
a. Waktu mobilisasi dan mulai kerja
b. Ketersediaan Material
c. Kelengkapan peralatan
d. Kelengkapan personil
e. Hubungan dengan pihak ketiga
6. Membuat peringatan tertulis kepada penyedia barang/jasa
perihal keterlambatan pelaksanaan pekerjaan;
7. Menetapkan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
a. Menetapkan waktu pelaksanaan rapat pembuktian (SCM);
b. Menetapkan agenda rapat
c. Membuat surat undangan Show Cause Meeting
8. Menyelenggarakan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
a. Memimpin Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
b. Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia
barang/jasa dalam periode tertentu uji coba (test case)
9. Menetapkan Uji Coba (Test Case);
10. Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian
kemajuan fisik pada akhir waktu yang telah ditentukan;

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 8 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

11. Membuat surat peringatan apabila realisai kemajuan fisik


tidak tercapai
7.2.2 Konsultan Pengawas (Direksi Teknis)
a. Mempersiapkan materi untuk rapat pembahasan;
b. Manghadiri rapat Show Cause Meeting;
c. Mengevaluasi keterlambatan realisasi fisik sesuai jadual;
d. Mengevaluasi faktor penyebab keterlambatan;
e. Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan
penyedia jasa dalam periode tertentu/uji coba (Test Case);
f. Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian
kemajuan fisik pada akhir waktu yang telah ditentukan;
g. Mengadakan monitoring dan evaluasi hal pencapaian
kemajuan fisik uji coba

7.2.3 Kontraktor
a. Mempersiapkan materi untuk rapat pembahasan;
b. Menghadiri rapat Show Cause Meeting;
c. Menjelaskan faktor penyebab keterlambatan;
d. Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan
penyedia jasa dalam periode tertentu/uji coba (Test Case);
e. Menjelaskan rencana kegiatan/metode pelaksanaan pada
masa uji coba
f. Menjelaskan rencana pengadaan peralatan dan material
untuk kegiatan ujicoba

8. Bukti Kerja
1. Undangan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting)
2. Evaluasi pencapaian

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 9 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

3. Evaluasi faktor penyebab


4. Surat Peringatan PPK
5. Berita acara Rapat Pembuktian
6. Monitoring pencapaian
7. Daftar hadir peserta rapat

9. Lampiran
9.1 Daftar Simak Rapat Pembuktian

9.2 Undangan Rapat Pembuktian

9.3 Berita Acara Show Cause Meeting

9.4 Daftar Hadir Rapat Pembuktian

9.5 Tabel Kemajuan sesuai program uji kemampuan

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 10 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

Lampiran 9.1

Daftar Simak Rapat Pembuktian

NO Nama Pemenuhan Persyaratan

Ya Tdk Dasar
1. Surat Peringatan PPK
2. Dibuat Surat Undangan
3. Ditetapkan Agenda Rapat
4. Dihadiri minimal oleh (PPK, Konsultan,
Penyedia Jasa)
5. Pembahasan sebab keterlambatan
6. Pembahasan Deviasi keterlambatan
7. Penjelasan Kontraktor mengenai faktor
penyebab keterlambatan
8. Menetapkan jenis pekerjaan yang harus di-
laksanakan untuk uji coba
9. Menetapkan besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai
10. Menetapkan periode/waktu uji coba
11. Membahas prosedur kerja, kesiapan perala-
tan dan bahan/material
12. Dibuat berita acara Rapat Pembuktian
(SCM) yang sekurang-kurangnya berisi:
Faktor penyebab keterlambatan
Pekerjaan yang terlambat
Pekerjaan yang di uji coba
Metode Pelaksanaan
Penggunaan Peralatan

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 11 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

Penggunaan Bahan
Penggunaan Tenaga Kerja
Penetapan batas waktu uji coba
Target pencapaian progres
kemajuan pekerjaan
Penjelasan apabila keterlambatan disebabkan
13
oleh pengguna jasa
14 Apakah perlu penundaan pekerjaan
15 Menentukan kompensasi
16 Penjelasan/tindak lanjut apabila keterlambatan

disebabkan oleh keadaan kahar

TANDA TANGAN CATATAN

Nama :
Jabatan :

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 12 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

Lampiran 9.2

UNDANGAN RAPAT PEMBUKTIAN

Nomor : ............................ ...................., ................20.....


Lampiran : ............................

Kepada Yth.
....................................
di ................................

Perihal : Rapat Pembuktian

Sehubungan dengan hasil evaluasi kemajuan pekerjaan pada Paket .........................


telah terjadi keterlambatan. Maka dengan ini Pejabat Pembuat Komitmen
mengundang saudara untuk hadir pada Rapat Pembuktian/Show Cause Meeting.
Yang akan diselenggarakan pada :

Hari : .........................................
Tanggal : .........................................
Jam : ....................... s.d selesai.
Tempat : .........................................

Mengingat pentingnya acara ini maka diharapkan saudara hadir tepat pada

waktunya Pejabat Pembuat Komitmen

( )
NIP.
Tembusan :
1.
2.
3.

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 13 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

Lampiran 9.3

BERITA ACARA SHOW CAUSE MEETING


No : .................................................................

Pada hari ini...................... Tanggal .......... Bulan .................. tahun................... , telah

diadakan Rapat Pembuktian Keterlambatan (Show Cause Meeting) Paket ............................. :

I. Peserta rapat
1. Unsur Pejabat Pembuat Komitmen : .........................................................
2. Unsur Pejabat Pelaksana Teknis : .........................................................
Kegiatan
3. Unsur Koordinator Pengawas Kegiatan : .........................................................
4. Unsur Konsultan : .........................................................
5. Unsur Penyedia Jasa : .........................................................

II. Rapat dibuka oleh Pejabat Pembuat Komitmen

III. Keterlambatan
a. Progres sampai dengan tanggal :.................................
- Rencana : ......... %
- Realisasi : ......... %
- Deviasi : ......... %
Pekerjaan yang sangat signifikan terhadap pencapaian rencana tersebut
diatas adalah sebagai berikut :
Tabel I
No Item Pekerjaan Satuan Volume Sisa
Rencana Terlaksana
1 .................................................. .......... .......... ............... .........
2 .................................................. .......... .......... ............... .........
3 .................................................. .......... .......... ............... .........
7 .................................................. .......... .......... ............... .........
8 .................................................. .......... .......... ............... .........
9 .................................................. .......... .......... ............... .........
10 .................................................. .......... .......... ............... .........

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 14 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

IV. Permasalahan yang ada dilapangan sesuai dengan pengamatan kami yaitu :

1. ............................................... (Peralalatan)
2. ............................................... (Cash Flow)
3. ............................................... (Permasalahan Lainnya )
Sehingga dari keadaan tersebut mengakibatkan pencapaian progres tidak
sesuai dengan schedule.

V. Untuk menyelesaikan volume sisa perlu langkah-langkah yang sangat cepat


dan tepat antara lain :
1. ............................................... (Peralalatan)
2. ............................................... (Cash Flow)
3. ............................................... (Perbaikan manejemen, metode kerja dll)

VI. Dalam Rapat Pembuktian Keterlambatan ini Penyedia Jasa akan diberi Test Case untuk
menyelesaikan pekerjaan selama ......... (Hari) kerja; sebesar ........ %, dengan asumsi
....... %/hari. Adapun pekerjaan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan yang harus diselesaikan s/d tanggal ............................................ agar

dapat sesuai dengan schedule yang telah disepakati bersama :


Tabel II
No Item Pekejaan Satuan Volume Harga Total Bobot
Satuan Harga (%)
1 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
2 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
3 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
4 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
5 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
6 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
7 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
8 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
9 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
10 ....................................... .......... .......... ............. ............. .........
JUMLAH ............. .........

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 15 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

2. Item dan volume yang akan dijadikan sebagai dasar (target) test case
adalah sebagai berikut :
Tabel III
No Item Pekerjaan Satuan Volume Harga Total Bobot
Satuan Harga (%)
1
2
3
4
JUMLAH ......**) ...........*
)
Ket *) : Presentase Test Case untuk pekerjaan utama dan dapat memperkecil keterlambatan
**) : Total Harga sebagai Cash Flow Test Case
3. Evaluasi kebutuhan peralatan untuk :

Item pekerjaan (1) : .................................. Vol : .....................


Asumsi Kapasitas : ..................................
Kebutuhan = ..........................................
Item Pekerjaan (2) : .................................. Vol : .....................

Asumsi Kapasitas : ..................................


Kebutuhan = ..........................................
Item Pekerjaan (3) : .................................. Vol : .....................

Asumsi Kapasitas : ..................................


Kebutuhan = ............................................
Item Pekerjaan (4) : .................................. Vol : .....................

Asumsi Kapasitas : ..................................


Kebutuhan = ............................................
Untuk mencapai prestasi seperti dalam tabel diatas penyedia jasa harus menyediakan

:

......

Unit Dump truck dengan kapasitas .......... untuk mengangkut (Item 1,2,3,4)
Menambah alat ........................... kapasitas
............

Menambah alat ........................... (Alat lainnya)

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 16 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

VII Kesimpulan

1. Cash Flow
Untuk mencapai pada point IV 1 dan 2, penyedia jasa membutuhkan biaya operasional
sebesar Rp. ............................./hari {(Total harga **) dibagi periode Test Case)}
2. Uji coba dilaksanakan selama ....... hari mulai tanggal .................................. s/d ....
.......................... Penyedia Jasa PT. ............................ harus memenuhi target .....
*).
3. Monitoring akan dilakukan setiap hari kerja dan dilaporkan ke Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA).
4. Peralatan :
Menambah alat berupa ..................... kapasitas ........ , jumlah .......... unit
Menambah alat ................................ (peralatan lainnya)
Dump Truck ...... Unit

5. Sangsi
Apabila tidak dapat memenuhi program uji coba, maka akan diadakan
Show Cause Meeting tingkat ............................................................

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Lapangan

( .................................... ) ( ....................................... ) ( ..................................... )

Pejabat Pembuat Komitmen

( ....................................... )

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 17 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

Lampiran 9.4
DAFTAR HADIR
RAPAT PEMBUKTIAN (SHOW CAUSE MEETING)

PAKET : ..........................................................
TANGGAL : ..........................................................

NO NAMA JABATAN TANDA TANGAN

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
PETUNJUK PELAKSANAAN
SHOW CAUSE MEETING (SCM)

LEVEL 2 No. Dokumen : DJBM/SMM/PP/16 Tgl berlaku : 19 Juli 2012 Hal : 18 dari 18
No. Revisi : 00 Tgl. Kaji Ulang : 19 Juli 2013 Paraf :

Lampiran 9.5

TABEL KEMAJUAN SESUAI PROGRAM UJI KEMAMPUAN (TEST CASE)


PAKET .........................................................................

Periode : Tanggal .................... s.d Tanggal......................

No. Vol. Kemajuan Kemajuan Pekerjaan / hari Presentase


Uraian Pekerjaan Sat. Hari Ke- Hari Ke- Hari Ke- Hari Ke- Hari Ke- Hari Ke- Hari Ke- Ket.
Pemb Renc Fisik (%)
1 Vol. 2 Vol. 3 Vol. 4 Vol. 5 Vol. 6 Vol. 7 Vol.
Rencana
Realisai .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... ................. ..............
Rencana
Realisai .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... ................. ..............

Rencana
Realisai .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... ................. ..............

Rencana
Realisai .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... ................. ..............

Keterangan :

= Volume yang di Test Cas

Dilarang memperbanyak dokumen ini, tanpa ijin Pusat Pengendali Dokumen Direktorat Jenderal Bina Marga

Anda mungkin juga menyukai