SOP Anestesi Lokal untuk Operasi Mata
SOP Anestesi Lokal untuk Operasi Mata
Unit Terkait
HORDEOLUM / KALAZION
RUM
AH Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
SAKIT UMUM DAERAH 1/1
KABUPATEN LOMBOK
UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Suatu tindakan untuk menghilangkan peradangan/benjolan pada
kelopak mata karena ada peradangan pada meibom, zeiss atau
molle
Unit Terkait
EKSISI TUMOR PALPEBRA
Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
RUMAH SAKIT UMUM 1/1
DAERAH KABUPATEN
LOMBOK UTARA
Tanggal Terbit Diterbitkan
STANDAR Direktur RSUD
OPERASIONAL Kabupaten Lombok Utara
PROSEDUR
Tujuan kosmetik
RUM
AH Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
SAKIT UMUM DAERAH 1/1
KABUPATEN LOMBOK
UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Membuat bungkusan linen dan alat steril yang diperlukan untuk
prosedur operasi mata
Tujuan Bundle packing dalam keadaan steril, kering dan siap digunakan
untuk menciptakan area operasi steril, dengan teknik steril.
Kebijakan
Unit Terkait
MEMBERSIHKAN INSTRUMEN MICROSURGERY
Halaman
RUMAH SAKIT UMUM NO. Dokumen NO. Revisi :
1/1
DAERAH KABUPATEN
LOMBOK UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Tujuan Alat microsurgery menjadi bersih, bebas dari kotoran, darah dan
karat, benar-benar kering, terlindungi, untuk dapat disimpan atau
disteril kembali
Kebijakan
Unit Terkait
PERSIAPAN PASIEN PRE OPERASI MATA
DENGAN LOKAL ANESTESI
RUM
AH
Halaman
SAKIT UMUM DAERAH NO. Dokumen NO. Revisi :
KABUPATEN LOMBOK 1/1
UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Anestesi local untuk dapat menimbulkan efek anestesi dan akinesis
pada bola mata, dengan melakukan injeksi lidokain 2% maksimal
8 cc, pada daerah 1/3 temporal orbita inferior, dengan jarum 23,
injeksi dilakukan pada sekitar bola mata dengan meminimalkan
resiko infeksi serta komplikasi
Tujuan Menyiapkan pasien dalam kondisi teranastesi pada bola mata
serta akinesis, sehingga siap dilakukan operasi
Kebijakan Hers, PS. Ophthalmic Surgical Procedures. Little, Brown and
Company. Boston, 1988
Roper-Hall, MJ. Stallards Eye Surgery. Wright. London, 1989
Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
RUMAH SAKIT UMUM 1/1
DAERAH KABUPATEN
LOMBOK UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Informed Consent adalah suatu prosedur komunikasi kepada
pasien dan keluarganya mengenai prosedur/tindakan yang akan
dilakukan pada pasien, termasuk resiko, prognosis dan komplikasi
yang mungkin terjadi karena tindakan tersebut, diikuti dengan
penandatanganan surat persetujuan pasien dan keluarga di mana
surat persetujuan ini dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Kebijakan
Unit Terkait
PENGUKURAN TEKANAN INTRA OKULER DENGAN
TONOMETER SCHIOETZ
RUM
AH
Halaman
SAKIT UMUM DAERAH NO. Dokumen NO. Revisi :
KABUPATEN LOMBOK 1/1
UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Pengukuran TIO dengan tonometer schioetz adalah pengukuran
tekanan bola mata dengan alat tonometer schioetz dengan
meletakkan alat ukur tepat tegak lurus pada cornea tanpa tekanan
dan membaca hasil ukur pada tonometer yang kemudian
diinterprestasikan sesuai dengan table yang telah disediakan,
dalam mmHg
Tujuan Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk dapat mengetahui TIO
secara tepat dan akurat sebagai pemeriksaan dasar mata
Kebijakan American Academy of Ophthalmology. Basic Ophthalmology
for Medical Student and Primary Care Resident. 7th Ed. 1999
Atlas of Primary Eyecare Procedures. 2nd Ed. 1997
Sidarta Ilyas. Dasar Teknik Pemeriksaan dalam Ilmu Penyakit
Mata. Edisi kedua. FKUI. 2003
Prosedur 1. Jelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan
dilaksanakan
2. Cuci tangan pakai sarung tangan
3. Bersihkan daerah mata dan sekitarnya dengan gaas steril
yang dibasahi dengan RL, tetesi mata dengan pantocain,
seka sisa obat dengan gaas steril
4. Siapkan alat dengan mencuci alat dengan alcohol, seka lat
hingga benar-benar kering dengan gaas steril
5. Atur posisi pasien sedemikian rupa dimana mata terbuka
lebar dengan pandangan tegak lurus ke atas, bila perlu
fiksasi pandangan pasien dengan menganjurkan pasien
melihat ibu jarinya yang diposisikan tegak lurus diatas bola
mata.
6. Letakkan alat disentral di atas kornea, letakkan alat tanpa
memberikan tekanan
7. Baca hasil sesuai dengan angka yang ditunjuk oleh jarum
pengukur (dengan pemberat 5,5), interprestasikan hasil
sesui dengan tabel yang ada
8. Bila hasil didapat <20 mmHg, dapat langsung
didokumentasikan
9. Bila hasil >20 mmHg, lakukan pengukuran sekali lagi
dengan pemberat 7,5 atau 10
10. Dokumentasikan seluruh hasil yang didapat sesuai dengan
pemberat masing-masing
11. Bila ragu, lakukan pengukuran sekali lagi
12. Bersihkan alat
13. Cuci tangan
MENCUCI TANGAN BIASA
RUM
AH Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
SAKIT UMUM DAERAH 1/1
KABUPATEN LOMBOK
UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Mencuci tangan dengan teknik biasa untuk keperluan sehari-hari
RUM
AH Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
SAKIT UMUM DAERAH 1/1
KABUPATEN LOMBOK
UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Memakai gown dan sarung tangan steril dengan prinsip steril
sehingga integritas sterilitas gown dan sarung tangan dapat
dipertahankan
RU
MA H Halaman
NO. Dokumen NO. Revisi :
SAKIT UMUM DAERAH 1/1
KABUPATEN LOMBOK
UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Mencuci tangan dengan teknik steril bagi operator dan asisten
sebelum melakukan tindakan operasi
Tujuan Tangan, lengan dan kuku bersih, bebas dari kotoran dan siap untuk
melakukan prosedur operasi
Kebijakan
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Perawatan pasien setelah menjalani operasi mata dengan lokal
anestesi
Halaman
RUM NO. Dokumen NO. Revisi :
AH SAKIT UMUM 1/1
DAERAH KABUPATEN
LOMBOK UTARA
STANDAR Tanggal Terbit Diterbitkan
OPERASIONAL Direktur RSUD
PROSEDUR Kabupaten Lombok Utara
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Mempersiapkan mikroskop agar siap digunakan untuk operasi mata
Halaman
RUMAH SAKIT UMUM NO. Dokumen NO. Revisi :
1/1
DAERAH KABUPATEN
LOMBOK UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Pemeriksaan segmen anterior bola mata dengan slitlamp
biomicroscope dalah pemeriksaan bagian depan bola mata dengan
menggunakan lampu celah dan mikroskop.
Unit Terkait
PENGUKURAN REFRAKSI DENGAN
AUTOREFRAKTOKERATOMETRI
RUM
AH
Halaman
SAKIT UMUM DAERAH NO. Dokumen NO. Revisi :
KABUPATEN LOMBOK 1/1
UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Pengukuran refraksi adalah pengukuran tajam penglihatan.
Autorefraktokeratometer adalah alat untuk mengukur refraksi mata
dengan menggunakan sistem digital
Tujuan Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk dapat mengetahui ukuran
refraksi mata secara tepat dan akurat sebagai pemeriksaan dasar
mata
Kebijakan American Academy of Ophthalmology. Basic Ophthalmology
for Medical Student and Primary Care Resident. 7th Ed. 1999
Atlas of Primary Eyecare Procedures. 2nd Ed. 1997
Users Guide ARK Unicos
Unit Terkait
PENGUKURAN PANJANG SUMBU MATA DENGAN
A- SCAN BIOMETRY
Halaman
RUMAH SAKIT UMUM NO. Dokumen NO. Revisi :
DAERAH KABUPATEN 1/1
LOMBOK UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Pengukuran panjang sumbu mata untuk mengukur panjang antara
permukaan kornea dengan dinding belakang bola mata. Dilakukan
dengan A Scan Biometry dengan metode ultrasound.
Tujuan Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk dapat diketahui panjang
axial bola mata secara tepat dan akurat sebagai pemeriksaan dasar
mata
Kebijakan American Academy of Ophthalmology. Basic Ophthalmology
for Medical Student and Primary Care Resident. 7th Ed. 1999
Atlas of Primary Eyecare Procedures. 2nd Ed. 1997
Users Guide Biometry Acutome
Unit Terkait
PEMERIKSAAN SEGMEN POSTERIOR BOLA MATA
DENGAN DIRECT OPHTHALMOSCOPE
RU
MA H
Halaman
SAKIT UMUM DAERAH NO. Dokumen NO. Revisi :
KABUPATEN LOMBOK 1/1
UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Pemeriksaan segmen posterior bola mata dengan direct
ophthalmoskope adalah pemeriksaan untuk mengevaluasi saraf
optikus, retina, vitreus dengan teknik melihat secara langsung
melalui pupil.
Unit Terkait
PEMERIKSAAN SEGMEN POSTERIOR BOLA MATA
DENGAN INDIRECT OPHTHALMOSCOPE
RU
MA H
Halaman
SAKIT UMUM DAERAH NO. Dokumen NO. Revisi :
KABUPATEN LOMBOK 1/1
UTARA
RAWAT JALAN
[Link] Bahrudin
NIP. 19691011 200312 1 005
Pengertian Pemeriksaan segmen posterior bola mata dengan indirect
ophthalmoskope adalah pemeriksaan untuk mengevaluasi saraf
optikus, retina, vitreus dengan teknik melihat secara tidak langsung
melalui pupil.
Unit Terkait