0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan42 halaman

Diagram Alir dan Material Balance Batugamping

Dokumen ini membahas proses pengolahan batu gamping, termasuk diagram alir proses dan material balance. Prosesnya meliputi penambangan, pengangkutan ke stockyard, pemindahan ke hopper menggunakan wheel loader, dan pemasukan ke feeder. Juga dijelaskan spesifikasi berbagai peralatan yang digunakan.

Diunggah oleh

Muhammad Zaqzulkan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan42 halaman

Diagram Alir dan Material Balance Batugamping

Dokumen ini membahas proses pengolahan batu gamping, termasuk diagram alir proses dan material balance. Prosesnya meliputi penambangan, pengangkutan ke stockyard, pemindahan ke hopper menggunakan wheel loader, dan pemasukan ke feeder. Juga dijelaskan spesifikasi berbagai peralatan yang digunakan.

Diunggah oleh

Muhammad Zaqzulkan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

DIAGRAM ALIR DAN MATERIAL BALANCE

Dalam pengolahan batugamping diperlukan ukuran sesuai dengan produk


yang diinginkan. Untuk itu diperlukan peremukan sebagai tahap kominusi untuk
menyesuaikan dengan target produksi dalam pengolahan batugamping.

Produk dari Penambangan Didapatkan :


-800+500 mm = 12%
-500+250 mm = 18%
-250+75 mm = 32%
-75+25 mm = 25%
-25 mm = 13%
100%
Kapasitas = 80 ton/jam
1 hari alat beroperasi = 7 jam
1 minggu beroperasi = 6 hari kerja
Target produksi = 80 ton/jam x 7 jam/hari
= 560 ton/hari x 6 hari/minggu
= 3360 ton/minggu
Densitas batugamping = 2.35 ton/m3
Ukuran umpan terbesar = 800 mm
Produk yang diinginkan = -600 mm

2.1. Diagram Alir


Rencana Proses pengolahan batugamping pada rancangan pabrik ini akan
dijelaskan dalam diagram alir berikut ini, sehingga dapat diketahui dan dipahami
alur peremukan batugamping di PT. Javalimestone, berikut merupakan diagram
alir tahap kominusi di PT. Javalimestone Crusher :

I Gede Sathya Vidyana/112140076 1


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
ROM
WHEEL LOADER
Dump Truck Kapasitas Bucket : 9,3 m
Lebar Bucket : 4,815 m
STOCKYARD
Wheel Loader

HOPPER METSO (PAN FEEDER PF525)


Capacity : 500 Tph

FEEDER
IMPACT CRUSHER
Setting :60 mm
RR :800/100 = 8
NP 1210 (Metso Mineral)
IMPACT CRUSHER
BELT CONVEYOR
Lebar belt : 16 inch
VERTICAL ROLLER MILL
VERTICAL ROLLER MILL Clirik HRM 53
End Product :30-1000 mesh

BLOWER

CYCLONE

Underflow Overflow
-30 +600 Mesh -600 Mesh

TAILING PACKING

2.2 Material Balance


1. Material Dari ROM
Bongkah-bongkah hasil peledakan di pit penambangan batugamping yang
ditempatkan pada tempat penampungan sementara (Stock Yard) sebelum masuk
ke preparasi dinamakan dengan ROM (Raw of Material). Dimana perlu dilakukan
proses peremukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan target produksi.
Bongkah bongkah hasil peledakan di kuari penambangan dibawa ke stock yard
menggunakan Dumptruck.

Ukuran umpan terbesar yang berasal dari tambang adalah 800 mm dan umpan
yang dimasukkan dari ROM adalah 80 Ton/jam.

I Gede Sathya Vidyana/112140076 2


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Distribusi partikel umpan dari ROM :

- 800 + 500 mm = 12 % x 80 ton/jam = 9,6 ton/jam


- 500 + 250 mm = 18 % x 80 ton/jam = 14,4 ton/jam
- 250 + 75 mm = 32 % x 80 ton/jam = 25,6 ton/jam
- 75 + 25mm = 25 % x 80 ton/jam = 20 ton/jam
- 25 mm = 13 % x 80 ton/jam = 10,4 ton/jam
Total = 100 % = 80 ton/jam

2. Back Hoe
Untuk melakukan pemuatan ke alat pengangkutan digunakan alat muat yaitu
back hoe dengan spesifikasi sebagai berikut:

Merk : Komatsu
Type : PC800LC-8
Bucket Capacity : 6 M3
Overall Length : 13,995m
Overall Width : 4,335 m
Overall Height : 4,85 m

3. Dump Truck

Untuk memindahkan material dari tambang ke stock yard digunakan dump


truck dengan spesifikasi :
Merk : Komatsu
Type : Komatsu HD 326-8
Capacity : M3
Overall Length : 9,355 m
Overall Width : 5,395 m
Overall Height : 4,4 m
Kecepatan maksimum dump truck adalah 40 km/jam. Jarak quary ke Stock
yard adalah 3 km. Dalam pengangkutan dipilih :

I Gede Sathya Vidyana/112140076 3


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Kecepatan 40 km/jam untuk dump truk dalam keadaan isi.

4. Stock Yard
Untuk menyimpan bongkahan batu andesit hasil peledakan diperlukan sebuah
tempat untuk menyimpanan sementara sebelum dilakukan pengolahan terhadap
material dari tambang tersebut. Tempat penyimpanan sementara tersebut biasa
disebut dengan Stock Yard.

3.1 Dimensi Stock Yard

Kapasitas Stockyard dirancang untuk 7 hari


Umpan dari ROM : 80 ton/jam
Densitas batugamping : 2,35 ton/m3
Kapasitas stock yard (yang dibutuhkan) dalam 7 hari :
80/
= 7 jam/hari x 7 hari x 2,35 /3

= 1668 m3

Diketahui :
Tinggi =1m
= 36
Dimisalkan stockyard berbentuk balok
V =pxlxt
P = 2l
V = 2l x l x t
1668 m3 = 2l2 x 1,5

1668
L= = 28,88 29 m
2 Untuk dimensi persegi
P = 2l = 2x29 = 58 m panjang atas

1,5
CC = tan 36 = tan 37 = 1,38 1,4

I Gede Sathya Vidyana/112140076 4


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
DD= CC= 1,4 m
CD = AB + CC + DD
= 30 m + 1,4 m + 1,4 m
= 32,8 m

1
GG = tan 37 = tan 36 = 1,38 1,4

CC= GG= 1,4 m


CG = BF + GG + CC
= 60 m + 1,4 m + 1,4 m
= 62,8 m

Jadi dimensi Stockyard sebagai berikut :

Luas Atas = 29 m x 58 m
= 1682 m2
Luas Bawah = 32,8 m x 62,8 m
= 2059,84 m2
+
Volume Stockyard = 2

I Gede Sathya Vidyana/112140076 5


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
1682+2060
= 1
2

= 1871 m3 (lebih besar dari kapasitas yang


dibutuhkan)

58m

62,8m
29m
m

32,8m

Gambar 2.2
Sketsa Stock Yard

Adapun distribusi Material dalam Stockyard Sebagai Berikut


- 800 + 500 mm = 12 % x 80 ton/jam = 9,6 ton/jam
- 500 + 250 mm = 18 % x 80 ton/jam = 14,4 ton/jam
- 250 + 75 mm = 32 % x 80 ton/jam = 25,6 ton/jam
- 75 + 25mm = 25 % x 80 ton/jam = 20 ton/jam
- 25 mm = 13 % x 80 ton/jam = 10,4 ton/jam
Total = 100 % = 80 ton/jam

5. Wheel Loader

Untuk menumpahkan material dari stockyard ke hopper digunakan wheel loader


dengan spesifikasi sebagai berikut :

I Gede Sathya Vidyana/112140076 6


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Merk : KOMATSU
Type : WA 300L-3
Bucket Type : General Purpose (Stock yard)
Maksimal Speed : 34 km/jam
Jumlah Gears Maju : 4
Jumlah Gears Mundur : 4
Waktu Dump : 2,5 detik
Lebar Bucket : 2.740mm
Kapasitas Bucket : 2,5 m32,1 m3 ( fill factor 80%)
Max Speed : 34 km/jam

6. Hopper
Bongkahan-bongkahan batugamping dari stock yard dimuat dengan menggunakan
wheel loader dan ditumpahkan ke dalam tempat/bak penampungan sementara
sebelum masuk ke feeder. Bak tersebut dinamakan Hopper, dimana hopper
didisign untuk memudahkan penumpahan material ke feeder yang dibentuk
seperti corong.
Hopper dibuat harus memperhatikan aspek
Dimensi hopper bagian atas lebih besar dari lebar bucket wheel loader
Dimensi hopper bagian bawah lebih kecil dari feeder
Menentukan ukuran hooper
Kapasitas wheel loader : 2,1 m
Perencanaan hooper

1. Bagian atas disesuaikan dengan lebar wheel loader


Panjang : 3,5 m
Lebar : 3 ,25 m
Luas atas (LA) : 11,375 m
2. Bagian bawah disesuaikan dengan lebar feeder
Panjang : 2,5 m
Lebar : 1,2 m
Luas bawah (LB) : 3 m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 7


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Volume hooper (V)
V = ( x T [ La + Lb + (La x Lb)] )

= ( x 1,5 [ 11,375 + 3 + (11,375x3)] )


= 10,108 m3

3,25m 3,5 m
0,5 m

1m

1,2 m 2,5 m

Gambar 2.3
Dimensi Hopper

Adapun distribusi material sebagai berikut :

- 800 + 500 mm = 12 % x 80 ton/jam = 9,6 ton/jam


- 500 + 250 mm = 18 % x 80 ton/jam = 14,4 ton/jam
- 250 + 75 mm = 32 % x 80 ton/jam = 25,6 ton/jam
- 75 + 25mm = 25 % x 80 ton/jam = 20 ton/jam
- 25 mm = 13 % x 80 ton/jam = 10,4 ton/jam
Total = 100 % = 80 ton/jam

7. Feeder
Dari Hopper, material ditumpahkan ke Feeder, yaitu suatu plat yang dapat
mengontrol atau mengatur material dari hopper agar masuk ke dalam unit
peremuk (Jaw Crusher) sesuai dengan kapasitas dan lubang bukaan unit peremuk
yang tersedia.
Adapun feeder yang digunakan adalah :

I Gede Sathya Vidyana/112140076 8


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Merk = Metso
Type = Pan Feeder PF525
Lebar = 1300 mm
Panjang = 2500 mm
Power = 11 kW
Capacity = 500 tph
Maximum Feed size = 900 mm

Adapun distribusi ukuran umpan feeder sebagai berikut


- 800 + 500 mm = 12 % x 80 ton/jam = 9,6 ton/jam
- 500 + 250 mm = 18 % x 80 ton/jam = 14,4 ton/jam
- 250 + 75 mm = 32 % x 80 ton/jam = 25,6 ton/jam
- 75 + 25mm = 25 % x 80 ton/jam = 20 ton/jam
- 25 mm = 13 % x 80 ton/jam = 10,4 ton/jam
Total = 100 % = 80 ton/jam

8. Corong
Corong digunakan karena lebar feeder lebih besar dari lebar mulut impact crusher
Dimensi Feeder = 1300 x 2500 mm
Dimensi mulut impact crusher= 1020 x 1080 mm

1. Bagian atas disesuaikan dengan lebar feeder


Panjang : 2,5 m
Lebar : 1,3 m
Luas atas (LA) : 3,25 m

2. Bagian bawah disesuaikan dengan lebar Impact crusher


Panjang : 1,02 m
Lebar : 1,08 m
Luas bawah (LB) : 1,1016 m

Volume corong (V)


V = ( x T [ La + Lb + (La x Lb)] )

I Gede Sathya Vidyana/112140076 9


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
= ( x 0,5 [ 3,25+ 1,1016 + (3,25x1,1016)] )
= 1,0406 m3

9. Impact Crusher
Peremukan batugamping menggunakan alat Impact Crusher mengingat material
adalah batugamping yang memiliki sifat lengket. Adapun tujuan dari peremukan
ini adalah untuk memperkecil ukuran butir sesuai dengan yang diinginkan.
Umpan terbesar yang berasal dari tambang adalah 800 mm dengan produk
terbesar dari hasil peremukan 100 mm sehingga didapatkan RR 8.


RR total =

800
= 100 = 8

Adapun jaw crusher yang digunakan adalah :


Merk = Metso
Type = NP 1210
Setting = 60 mm
Kapasitas = 250 mtph
Produk terbesar = 100 mm
Power = 160 ku/220 HP

Distribusi ukuran umpan yang masuk ke Impact Crusher :

- 800 + 500 mm = 12 % x 80 ton/jam = 9,6 ton/jam


- 500 + 250 mm = 18 % x 80 ton/jam = 14,4 ton/jam
- 250 + 75 mm = 32 % x 80 ton/jam = 25,6 ton/jam
- 75 + 25mm = 25 % x 80 ton/jam = 20 ton/jam
- 25 mm = 13 % x 80 ton/jam = 10,4 ton/jam
Total = 100 % = 80 ton/jam

I Gede Sathya Vidyana/112140076 10


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Setelah dilakukan peremukan didapat distribusi ukuran produk (bersarkan grafik)
sebagai berikut:
- 100 + 80 mm = 2 % x 80 ton/jam = 1,6 ton/jam
- 80 + 60 mm = 8 % x 80 ton/jam = 6,4 ton/jam
- 60 + 40 mm = 17 % x 80 ton/jam = 13,6 ton/jam
- 40 + 20 mm = 27 % x 80 ton/jam = 21,6 ton/jam
- 20 + 10 mm = 17 % x 80 ton/jam = 13,6 ton/jam
- 10 + 5 mm = 11 % x 80 ton/jam = 8,8 ton/jam
-5 mm = 18 % x 80 ton/jam = 14,4 ton/jam
Total = 100 % = 80 ton/jam

10. Belt Conveyor


Densitas batugamping = 2,35 ton/m3 = 146 lb/cuft
Berdasarkan diagram alir yang dibuat, belt conveyor yang direncanakan pada
ragkaian unit pengolahan batugamping adalah sebanyak 1 unit. Belt conveyor
dengan spesifikasi alat sebagai berikut :
- Produk terbesar = 100 mm = 3,93"
- Merk = Nordberg
- Type = TBC 500
- Lebar belt = 16"
- Kapasitas belt = 84 ton/jam

- Kemiringan Idler = 20

- Kemiringan belt = 15

- Kecepatan maksimal = 400 fpm


- Kecepatan yang digunakan = 200 fpm

11. Vertical Roller Mill


- Merk = Clirik
- Type = HRM 53
- Maximum feed size = 100 mm
- Power = 4000 kW

I Gede Sathya Vidyana/112140076 11


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
- Capacity = 350-510 tph
- Fineness = 30-1000 mesh
Dengan menggunakan spesifikasi alat tersebut maka didapatkan distribusi ukuran
produk 30-1000 mesh, sehingga dipenuhi produk yang diinginkan yaitu -600
mesh dan dibutuhkan alat vertical roller mill 1 buah.
Distribusi produk vertical roller mill adalah sebagai berikut :
- -30+600 mesh = 0% x 80 ton/jam = 0 ton/jam
- -600 mesh = 100% x 80 ton/jam = 80 ton/jam

I Gede Sathya Vidyana/112140076 12


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
BAB III
PEMILIHAN ALAT

3.1 Dasar Pemilihan Alat


Data-data yang didapat, kamudian diolah sehingga dapat dibuat material
balancenya dan pemilihan spesifikasi alatnya yang sesuai sehingga nantinya dapat
tercapai target produksi yang diinginkan. Sebelum melakukan pengolahan data,
terdapat tinjauan umum dan tahapan-tahapan yang harus [Link]
umum dan tahapan-tahapan pengelolaan itu adalah sebagai berikut :
Tinjauan Umum :
Lokasi cadangan bahan galian
Besar cadangan bahan galian yang akan diolah
Sifat fisik dan mekanis dari bahan galian tersebut
Pemanfaatan bahan galian tersebut dan persyaratannya
Kebutuhan konsumen akan bahan galian tersebut
Presentase kebutuhan konsumen yang sudah terpenuhi
Distribusi ukuran pada unit peledakan
Kapasitas peralatan yang tersedia

Tahapan tahapan yang dikelola :


Penentuan target produksi
Penentuan rencana waktu kerja
Rencana diagram alir
Pemilihan peralatan
Perhitungan material balance
Pembuatan gambar , susunan peralatan yang digunakan

I Gede Sathya Vidyana/112140076 13


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Penentuan lokasi dan perhitungan luas area pabrik pengolahan serta area lain yang
dibutuhkan seperti : stockpile, stockyard, kantor dsb.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alat yang akan
digunakan dalam peremukanandesit adalah sebagai berikut :
1. Pertimbangan segi teknis
Pertimbangan secara teknis berguna untuk mengetahui alat yang akan dipilih agar
sesuai dengan kondisi yang ada, baik masalah material, lokasi, kapasitas serta
produksi yang diharapakan.
Data-data yang diketahui di lapangan :
a. Densitas Batu Andesit = 2,5 ton / m3
b. Jumlah jam kerja aktif = 8 jam / hari ( 1 shift )
c. Target produksi = 120 ton/jam
d. Kapasitas umpan dari tambang = 120 ton/jam

3.2. Pemilihan Alat


A. Back Hoe (ROM Dump Truck)
Untuk memindahkan material dari tambang ke dump truckdibutuhkan alat
muatdengan spesifikasi :
Merk : Komatsu
Type : Komatsu PC800LC-P
Capacity : 3,29 M3
Overall Length : 14,45m
Overall Width : 4,31 m
Overall Height : 4,69 m
EM : 80%
MA : 80%

Waktu yang dibutuhkan :


Waktu Swing = 20 s
Waktu Digging = 20 s
Waktu Tumpah = 5s +

I Gede Sathya Vidyana/112140076 14


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
45 s
Produksi Back Hoe = Capasitas Back Hoe x MA x EU
= 3,29m3 x 0,8 x 0,8
= 2,1056 m3
Kapasita Dump Truck = 16,8m3
16,8 m3
Jumlah Pemuatan =
2,1056m3
= 7,97 = 8 kali
Waktu Muat = 8 x 45s
= 360 s
Taerget / Jam
Back Hoe yang dibutuhkan =
Pr odukDT / Jam
80,64 ton / Jam
= = 1 buah Back Hoe
168ton / Jam

Gambar 3.1
Back Hoe

B. Dump Truck (Dari ROM - Stockyard)


Untuk memindahkan material dari tambang ke stock yard digunakan dump truck
dengan spesifikasi :
Merk : Komatsu
Type : Komatsu HD326-8

I Gede Sathya Vidyana/112140076 15


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Capacity : 60 Ton atau 23 M3
Overall Length : 8,365m
Overall Width : 4,515m
Overall Height : 3,380m
Kecepatan maksimum dumptruck adalah 70 km/jam. Jarak quary ke Stock yard
adalah 4 km. Dalam pengangkutan dipilih :
Kecepatan 30 km/jam untuk dumptruk dalam keadaan isi
Kecepatan 40 km/jam untuk dump truck dalam keadaan kosong
Waktu yang dibutuhkan :
Waktu untuk mengisi bak truk, memutar truk dll = 6 menit
Waktu berangkat dari tambang ke stockyard (pengangkutan) = 6menit
Waktu menukar, menumpahkan = 2 menit
Waktu kembali ke tambang = 6menit +

20menit
Jumlah jam kerja aktif = 8 jam/ hari ( 1 shift )
Efisiensi kerja = 70%
Produksi per hari = 120 ton/jam x 8 jam/hari = 960 ton/hari
8 jam/hari
Jumlah trip/hari = x 60 menit/jam = 24 trip/hari
20 menit/trip
Produksi dumptruck = jumlah trip/hari x Capasitas dumtruk x MA x EU
= 24 x 24m3 x MA x EU
= 24 x 24m3 x 0.82 x 0.85
= 401,47 m3/hari
Pr oduks / Hari
Truck yang dibutuhkan =
produkTruc / hari
384 m3 / hari
= = 0,95 ~ 1 buah dumptruck
.401,47 m3 / hari

I Gede Sathya Vidyana/112140076 16


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Gambar 3.2
Dump Truck

C. Wheel Loader

Untuk menumpahkan material dari stockyard ke hopper digunakan wheel


loader dengan spesifikasi sebagai berikut :
Merk : Komatsu
Type : WA 300L-3
Bucket Type : General Purpose (Stock yard)
Maksimal Speed : 34 km/jam
Jumlah Gears Maju : 4
Jumlah Gears Mundur : 4
Waktu Dump : 335 detik
Lebar Bucket : 2.740 m
Kapasitas Bucket : 2,1m35,25ton
( fill factor 80%)
Max Speed : 34 km/jam
Saat membawa muatan : 27detik dengan jarak 50 m
Saat muatan kosong : 20detik

Saat mengambil muatan : 70 detik

Saat menumpahkan muatan : 3detik

Cycle Time : (hydraulic cap + waktu loading) + waktu angkut


pergi + waktu angkut kembali + waktu tumpah

I Gede Sathya Vidyana/112140076 17


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
: ( 70 + 27 + 20 + 3 ) detik = 120 detik 2 menit

60
Banyak pengangkutan dalam 1 jam : = 30
2

120 /
Target produksi 120 ton/jam : = 48 /3
2,5 ton/m3

Kapasitas Wheel Loader : 5,25 ton/jam x 80% = 4,2 ton

Kapasitas Wheel Loader = 4,2 ton/trip x 30 trip/ jam = 126 ton/jam


120

Wheel Loader yang dibutuhkan : ton = 0,95 1
126
jam

Gambar 3.3
Wheel loader

I Gede Sathya Vidyana/112140076 18


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Gambar 3.4
Dimensi Wheel Loader

D. Feeder
Dari hooper material ditumpahkan ke Feeder, yaitu suatu plat yang dipakai
untuk mengontrol material dari hooper untuk masuk kedalam unit peremuk (jaw
crusher). Fungsinya agar batuan / material yang masuk ke unit peremuk sesuai
dengan kapasitas unit peremuk yang tersedia.
Pemilihan pan feeder berasarkan ukuran umpan terbesar 1000 mm dengan umpan
sebanyak 105 ton/jam , maka didapat spesifikasi sebagai berikut :

Gambar 3.5

I Gede Sathya Vidyana/112140076 19


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Pan Feeder

Dengan spesifikasi seperti berikut:


Pan Feeder :
- Merk : METSO
- Type : PF525
- Length : 2500 mm
- width : 1300 mm
- Power : 11 kW
- Max. feed : 900 mm
- Capacity : 500ton/jam
- MV vibrator : MV1
- Crusher yangt sesuai : C105

E. PEREMUK I
Pada tahap selanjutnya ukuran produk dari tambang akan dikecilkan ukurannya,
untuk itu diperlukan alat peremuk. Untuk Peremuk pertama atau primary
Crushing digunakan Jaw Crusher. Tujuan dari peremukan adalah untuk
memperkecil ukuran butir sesuai dengan yang diinginkan. Dasar dari penentuan
peremuk yang digunakan adalah jenis batuan yang digunakan. Dan untuk
penentuan alat yang digunakan berdasarkan ukuran umpan terbesar yang akan
masuk ke peremuk serta kapasitas dari umpan, akan diperoleh setting dari Jaw
crusher. Jaw Crusher yang digunakanadalah type C-110, dengan
spesifikasisebagaiberikut:
Merk : Metso,Nordberg C105
Closed side setting : 168 mm
Product size : 0-250 mm
Feed opening width : 1060 mm
Feed opening depth : 700 mm
Power kW : 150 HP
Speed : 300 rpm
Capacity : 345-435 Stph

I Gede Sathya Vidyana/112140076 20


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Jumlah yang dibutuhkan : 1 jaw crusher

Gambar 3.6
Jaw Crusher Di Perusahaan

Gambar 3.7
Jaw Crusher

F. PEREMUK II
Untuk mendapatkan ukuran produk yang sesuai dengan Produk yang diinginkan
maka perlu dilakukan peremukan ke 2 yang dimaksudkan untuk memperkecil
ukuran produk agar dapat dilanjutkan pada proses berikutnya. Untuk peremuk ke
2 ini digunakan Cone Crusher dikarenakan dapat disesuaikan dengan produk
untuk tahap berikutnya adapun spesifikasi alat sebagai berikut:
Merk : Nordberg (Metso Mineral)

I Gede Sathya Vidyana/112140076 21


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Jenis : Cone Crusher
Type : HP400
Feed opening : 252 mm
Kapasitas : 295-370 Stph
Setting : 26 mm
Speed : 700-1000 rpm
Motor horsepower : 315 kW
Berat Bowl : 4800 kg
Berat Head Mantel : 3240 kg
Produk terbesar : 45 mm

Gambar 3.8
Cone Crusher di Perusahaan

Gambar 3.9

I Gede Sathya Vidyana/112140076 22


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Cone Crusher HP

G. Screening
Pemilihan alat Screen didasarkan pada Luas setiap screen
()
Luas Screen =

Faktor A = TPH yang lolos opening screen


Faktor B = persen oversize di feed
Faktor C = Persen halfsize di feed
Faktor D = Lokasi deck
Faktor E = wet screening
Faktor F = Material weight
Faktor G = Permukaan Opening Screen
Faktor H = Bentuk Opening
DDVS I DDVS II
Deck 1 Deck 2 Deck 1 Deck 2
Opening 102 mm 45 mm 28 mm 16 mm
Efisiensi 90% 85% 80% 75%
Oversize 63,1 gr 19,9 gr 36,48 gr 42,12 gr
Undersize 36,9gr 17 gr 63,52 gr 31,39 gr
Faktor A 5,02 3,14 2,54 1,95
Faktor B 0,84 1,36 1,34 1,2
Faktor C 0,97 1,03 1,65 1,65
Faktor D 1 0,9 1 0,9
Faktor E 1,15 1,15 1,15 1
Faktor F 1,5 1,5 1,5 1,5
Faktor G 0,9933 0,9926 0,9925 0,9915
Faktor H 1 1 1 1

2000
Faktor F = 2,5 x 35,31467 = 141,58 / 3

DDVS I
1. Deck 1 ( opening = 102 mm)
44,28
Luas Screen = 5,020,9050,9711,151,50,99331

= 5,896 ft2
2. Deck 2 ( opening = 45 mm)
20,4
Luas Screen = 3,141,041,030,91,151,50,99261

= 3,9357ft2

I Gede Sathya Vidyana/112140076 23


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
A = Deck Terluas x F1 X F2
= 5,896ft2 x 1,1 x 1,1
= 7,1341ft2
Sehingga, digunakan ayakan dengan ukuran 2x4 ft (8ft2)

DDVS II
1. Deck 1 ( opening = 28 mm)
76,224
Luas Screen = 2,541,341,6511,151,50,99251

= 7,9277 ft2
2. Deck 2 ( opening = 16 mm)
37,668
Luas Screen = 1,951,21,650,91,151,50,99151

= 6,3379 ft2
A = Deck Terluas x F1 X F2
= 7,927ft2 x 1,1 x 1,1
= 9,5925ft2
Sehingga, digunakan ayakan dengan ukuran 2x6 ft (12ft2)

Pemilihan Alat Screen 1


Merk = Metso
Type = N4HD Four-Bearing
Width = 661mm
Length = 1282 mm
Size = 2x4 ft2
Luas = 8 m2
Deck =2
Power = 2 x 30 kW
Deck max Opening = 150 mm
Capacity = 1300 tph

Pemilihan Alat Screen 2


Merk = Metso
Type = N4HD Four-Bearing

I Gede Sathya Vidyana/112140076 24


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Width = 661mm
Length = 1282 mm
Size = 2x6 ft2
Luas = 8 m2
Deck =2
Power = 2 x 30 kW
Deck max Opening = 150 mm
Capacity = 1300 tph

H. Belt Conveyor
Pemilihan belt conveyor didasarkan pada :
a. Ukuran produk
b. Angel of purpose
c. Berat jenis bahan galian.
Dengan perhitungan dari density batugamping dibawah ini, maka belt yang
digunakan adalah sebagai berikut :
1. Belt Conveyor dari Jaw crusher ke DDVS I

Gambar 3.10
Tabel Lebar Belt

Ukuran produk terbesar jaw crusher = 250 mm= 9,84 inchi


ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

I Gede Sathya Vidyana/112140076 25


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Berat material yang diangkut = 120 ton/jam
Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 11, belt width 30 = 762 mm
Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 800
Widths x height : 1030 x 505 mm
Power : 4 kW
Through angle : 15o
Belt Speed : 100 fpm
Lebar belt : 800 mm
Tinggi : 2,9 m
2,6m
Jarak datar : = 9,7 m
tan 15

Panjang konveyor : 2,9 2 9,7 2 10,12m

10,12 m

2,6 m
mm

9,7 m
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 800

2. Belt Conveyor dari DDVS I ke Cone Crusher

DDVS I ini menghasilkan 3 Produk yakni : +102, -102 + 45 dan -45


Belt conveyor 1 dan 2 mengangkut material +102 dan -102 + 45 ke cone crusher
sementara belt conveyor 3 mengangkut material -45 ke DDVS II. Ketiga belt
conveyor tersebut dibuat memiliki ukuran dan alat yang sama dengan berdasar
pada ukuran terbesar dari DDVS I .

Ukuran material terbesar DDVS I = 250 mm= 9,84 inchi


ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

I Gede Sathya Vidyana/112140076 26


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Berat material yang diangkut (paling besar) = 61,53 ton/jam

Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 11, belt width 30 = 762 mm
Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 800
Widths x height : 1030 x 505 mm
Power : 4 Kw
Through angle : 15o
Belt Speed : 100 fpm
Lebar belt : 800 mm
Tinggi :3m

3m
Jarak datar : = 11,196 m
tan 15

Panjang konveyor : 3 2 11,196 2 11,59m

11,59 m

3m

11,196 m
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 800

3. Belt Conveyor dari Cone Crusher ke DDVS II

I Gede Sathya Vidyana/112140076 27


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Gambar 3.11
Tabel Lebar Belt
Ukuran produk terbesar Cone crusher = 45 mm= 1,7716 inchi
ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 4, belt width 16 = 406 mm


Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 500
Widths x height : 700 x 375 mm
Power : 15 kW
Through angle : 15o
Belt Speed : 250 fpm
Lebar belt : 500 mm
Tinggi :3m
3m
Jarak datar : = 11,196 m
tan 15

Panjang konveyor : 3 2 11,196 2 11,59m

11,59 m

3m

11,196 m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 28


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 500

4. Belt Conveyor dari DDVS I ke DDVS II

Gambar 3.12
Tabel Lebar Belt

Ukuran produk terbesar Cone crusher = 45 mm= 1,7716 inchi


ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 4, belt width 16 = 406 mm


Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 500
Widths x height : 700 x 375 mm
Power : 15 kW
Through angle : 4,8o
Belt Speed : 250 fpm
Lebar belt : 500 mm
Tinggi :3m
3m
Jarak datar : = 35,48 m
tan 4,8

Panjang konveyor : 3 2 35,48 2 35,59m

35,59 m

3m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 29


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
35,48 m
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 500

5. Belt Conveyor dari DDVSC ke Stock pile 1 (-45 + 28 mm)

Gambar 3.13
Tabel Lebar Belt
Ukuran produk terbesar DDVS II = 45 mm= 1,77 inchi
ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 4, belt width 16 = 406 mm


Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 500
Widths x height : 700 x 375 mm
Power : 15 kW
Through angle : 15o
Belt Speed : 100 fpm
Lebar belt : 500 mm
Tinggi : 6,6 m
6,6m
Jarak datar : = 24,63 m
tan 15
Panjang konveyor : 6,6 2 24,63 2 25,5m

25,5 m

6,6 m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 30


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
24,63 m
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 500

6. Belt Conveyor dari DDVSC ke Stock pile 2 (-28 + 16 mm)

Gambar 3.14
Tabel Lebar Belt
Ukuran produk terbesar DDVS II = 28 mm= 1,102 inchi
ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 4, belt width 16 = 406 mm


Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 350
Widths x height : 520 x 330 mm
Power : 15 kW
Through angle : 15o
Belt Speed : 100 fpm
Lebar belt : 350 mm
Tinggi : 6,9 m

6,9m
Jarak datar : = 25,75 m
tan 15

Panjang konveyor : 6,9 2 25,75 2 26,65m

26,65 m
6,9 m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 31


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
25,75 m
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 350

7. Belt Conveyor dari DDVSC ke Stock pile 3 (-16 mm)

Gambar 3.14
Tabel Lebar Belt
Ukuran produk terbesar DDVS II = 16 mm= 0,6299 inchi
ton 2000/
Densitas batugamping = 2,5 x 35,31467 3 /3 = 141,58 lb/ 3
3

Sehingga dipilih mixed with 90% fines = 4, belt width 16 = 406 mm


Dari dasar tersebut dipilih alat :
Merk : Metso
Model : TBC 350
Widths x height : 520 x 330 mm
Power : 15 kW
Through angle : 15o
Belt Speed : 150 fpm
Lebar belt : 350 mm
Tinggi :8m

8m
Jarak datar : = 29,85 m
tan 15

Panjang konveyor : 8 2 29,85 2 30,9m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 32


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
30,9 m

8m

29,85 m
Sehingga dipilih conveyor : Metso TBC 500

8. Empat Belt Conveyor Bantu (Kemiringan 2o)


Merk : Metso
Model : TBC 500 dan 800
Widths x height : 520 x 330 mm dan 1030 x 505mm
Power : 15 kW
Through angle : 15o
Belt Speed : 150 fpm
Lebar belt : 500 dan 800 mm
Tinggi : 0,2 m

0,2m
Jarak datar : = 5,72 m
tan 2

Panjang konveyor : 0,2 2 5,72 2 5,74m

5,74 m

0,2 m

5,72 m

I. Stockpile

I Gede Sathya Vidyana/112140076 33


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
1. Stockpile 1 (-45 + 28 mm)

Ukuran produk = -45 + 28 mm


Berat jenis andesit = 2,5 ton/m3
Waktu kerja = 8 jam/hari
Angle of repose () = 35o
Volume kerucut = 1/3 r 2 T
Tan = T/r

T = r tan

3 3
sehingga r=
tan

Gambar 3.15
Stockpile I
Maka dapat dilakukan peritungan untuk mengetahui luas stockpile sebagai
berikut :
Produksi per Jam
Volume = x jam kerja efektif per hari
Densitas Andesit

43,776 Ton/Jam
= x 8 jam/hari
2,5 ton/m3

= 140,0832 m3/hari

Volume dalam 7 hari = 140,0832m3 x 7 hari = 980,58 m3

3 3V
Jari-jari =
Tan

I Gede Sathya Vidyana/112140076 34


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
3 3 x 980,58 m3
=
3,14 tan 35

= 11,0169 m

Tinggi = r x tan o
= 11,0169m x tan 35o
= 7,7118 m

Luas = r2
= 3,14 (11,0169m) 2
= 381,455m2

Tempat yang disediakan untuk stockpile dalam 7 hari yaitu 381,455 m2

2. Stockpile II (-28+16 mm)

Ukuran produk = -28 + 16 mm


Berat jenis andesit = 2,5 ton/m3
Waktu kerja = 8 jam/hari
Angle of repose () = 35o
Volume kerucut = 1/3 r 2 T
Tan = T/r
T = r tan

3 3
sehingga r=
tan

I Gede Sathya Vidyana/112140076 35


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104

Gambar 3.16
Stockpile II

Maka dapat dilakukan peritungan untuk mengetahui luas stockpile sebagai


berikut :
Produksi per Jam
Volume = x jam kerja efektif per hari
Densitas Andesit

38,839 Ton/Jam
= x 8 jam/hari
2,5 ton/m3

= 124,28 m3/hari

Volume dalam 7 hari = 124,28m3 x 7 hari = 869,99 m3

3 3V
Jari-jari =
Tan

3 3 x 869,99 m3
=
3,14 tan 35

= 10,586 m

Tinggi = r x tan o
= 10,586m x tan 30o
= 7,41m

I Gede Sathya Vidyana/112140076 36


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Luas = r2
= 3,14 (10,586m) 2
= 352,19m2

Tempat yang disediakan untuk stockpile dalam 7 hari yaitu 352,19m2

3. Stockpile III (-16 mm)

Ukuran produk = - 16 mm
Berat jenis andesit = 2,5 ton/m3
Waktu kerja = 8 jam/hari
Angle of repose () = 35o
Volume kerucut = 1/3 r 2 T
Tan = T/r

T = r tan

3 3
sehingga r=
tan

Gambar 3.17
Stockpile III

Maka dapat dilakukan peritungan untuk mengetahui luas stockpile sebagai


berikut :

I Gede Sathya Vidyana/112140076 37


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Produksi per Jam
Volume = x jam kerja efektif per hari
Densitas Andesit

37,672 Ton/Jam
= x 8 jam/hari
2,5 ton/m3

= 120,55 m3/hari

Volume dalam 7 hari = 120,55m3/hari x 7 hari = 843,85 m3

3 3V
Jari-jari =
Tan

3 3 x843,85 m3
=
3,14 tan 35

= 10,479 m

Tinggi = r x tan o
= 10,479m x tan 35o
= 7,335m

Luas = r2
= 3,14 (10,479m) 2
= 345,11m2

Tempat yang disediakan untuk stockpile dalam 7 hari yaitu 345,11 m2

I Gede Sathya Vidyana/112140076 38


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Didapatkan kesimpulan bahwa:
1. Alat alat yang digunakan pada rancangan ini antara lain:
Back Hoe : Komatsu tipe PC800LC-8, jumlah 1 unit
Dump Truck : Komatsu tipe HD326-8, jumlah 1 unit
Wheel Loader : Komatsu tipe WA300L-3, jumlah 1 unit
Pan Feeder : Nordberg tipe PF525, jumlah 1 unit
DDVS 1 : Metso tipe N4HD (2x4) 2 Deck, jumlah 1 unit
DDVS 2 : Metso tipe N4HD (2x6) 2 Deck, jumlah 1 unit
Jaw Crusher : Nordberg tipe C105, jumlah 1 unit

I Gede Sathya Vidyana/112140076 39


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
Cone Crusher : Nordberg tipe HP 400, jumlah 1 unit
Belt Conveyor : Nordberg tipe (TBC), jumlah 7 unit utama
dan 4 unit bantu kemiringan 2o
2. Berdasarkan perhitungan dapat disimpulkan bahwa dengan target produksi
sebesar 120 ton/jam, umpan terbesar 1000 mm, dan jam kerja 8 jam/hari
maka untuk mencapai ukuran produk yang diinginkan digunakan 2 jenis
peremuk berupa jaw crusher Metso C105 dan cone crusher Metso HP400.
3. Pada rancangan pabrik peremuk ini digunakan 2 Double Deck Vibrating
Screen, dimana DDVS 1 memiliki opening 102mm dan 45mm, dimana
deck tersebut memiliki tujuan untuk memisahkan material yang sudah
sesuai ukuran yang diinginkan dan material yang perlu untuk dilakukan
peremukan kembali. Sedangkan DDVS 2 yang memiliki opening 28mm
dan 16mm, memiliki fungsi untuk mengelompokan ukuran material sesuai
dengan kebutuhan ukuran yang diharapkan.
4. Agar kegiatan operasi produksi optimal maka dibuatlah1 buah stock
yardyang dirancang untuk kebutuhan produksi selama 7 hari dengan
tujuan apabila produksi material dari tambang berhenti diakibatkan oleh
suatu masalah maka produksi pengolahan tidak akan terganggu.
5. Pada rancangan pabrik peremuk ini juga digunakan stock pile yang
dirancang untuk kebutuhan produksi selama 7 hari dengan tujuan apabila
terdapat kerusakan alat yang terjadi dalam suatu proses peremukan,
pengiriman produk ke pemasaran akan dapat tetap berjalan.
6. Layout dari rancangan pabrik peremuk di desain agar menciptakan suasana
yang efektif, efisien dan aman. Dimana penempatan bangunan yang
membutuhkan lingkungan yang bersih seperti kantor di posisikan pada
bagian dekat dengan pintu masuk, dan tidak terkena debu akibat kegiatan
produksi dan juga diposisikan berjauhan dengan bengkel sehingga
menciptakan lingkungan yang bersih.
7. Didapatkan hasil akhir dari produksi harian sebagai berikut:
-45 + 28 mm : 43,776 tpj x 8 jam/hari = 350,208 t/hari
-28 + 16 mm : 38,839 tpj x 8 jam/hari = 310,712 t/hari
-16 mm : 37,672 tpj x 8 jam/hari = 299,08 t/hari
TOTAL = 960 t/hari

I Gede Sathya Vidyana/112140076 40


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
4.2. Saran
Kurangnya pengalaman penulis mengenai kondisi nyata secara langsung
dari keadaan sebuah pabrik peremuk, sehingga penulis kesulitan dalam merancang
pabrik peremuk. Sehingga diperlukannya studi ke berbagai pabrik peremuk secara
langsung. Dikarenakan berbagai pabrik peremuk memiliki berbagai kondisi yang
berbeda-beda dalam memenuhi target produksi.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Komatsu. 2017. Komatsu Manual Operation Guide.


[2] Indonesianto, Yanto. 2012. Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik
Pertambangan. FTM - UPN Veteran Yogyakarta.
[3] Metso Minerals. 2010. GP Series Cone Crushers. Metso: Finland.
[4] Nordberg. 2003. Nordberg TBC, EBC, TEC Series Belt Conveyors. Nordberg:
France.
[5] Nordberg. 2005. Nordberg Vibrating Equipment European Region. Nordberg:
France.
[6] Puzzolana Machinery Fabricators. 2008. Jaw Crusher. Puzzolana Company:
India.

I Gede Sathya Vidyana/112140076 41


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104
[7] [Link] Grizzly Feeder. Shanghai, China.

I Gede Sathya Vidyana/112140076 42


Ardhiansyah Fitria Sukma P/112140104

Anda mungkin juga menyukai