100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
106 tayangan2 halaman

SOP Terapi Religius untuk Pasien Keperawatan

Dokumen tersebut merupakan ringkasan singkat tentang Satuan Operasional Prosedur (SOP) Terapi Religius yang meliputi pengertian, tujuan, kebijakan, persiapan, dan prosedur pelaksanaan terapi religius untuk mengikat dan menyatukan diri pasien dengan melaksanakan kewajiban dalam hubungannya dengan Tuhan.

Diunggah oleh

baba loxo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
106 tayangan2 halaman

SOP Terapi Religius untuk Pasien Keperawatan

Dokumen tersebut merupakan ringkasan singkat tentang Satuan Operasional Prosedur (SOP) Terapi Religius yang meliputi pengertian, tujuan, kebijakan, persiapan, dan prosedur pelaksanaan terapi religius untuk mengikat dan menyatukan diri pasien dengan melaksanakan kewajiban dalam hubungannya dengan Tuhan.

Diunggah oleh

baba loxo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Luh Gde Dwirini Novitha Putri

NIM : P07120215012

Kelas/Prodi : 3A/DIV Keperawatan

Satuan Operasional Prosedur (SOP) Terapi Religius

PENGERTIAN Suatu tindakan untuk mengikat dan menyatukan diri pasien dengan melaksanakan suatu
kewajiban dalam hubungannya dengan Tuhan

1. Sebagai acuan dalam melaksanakan terapi religius


TUJUAN 2. Pasien ikhlas dalam menghadapi persoalannya

KEBIJAKAN Dilakukan pada semua pasien yang mengalami masalah psikososial

1. Alas duduk 1 buah


PERSIAPAN 2. Japa mala 1 buah

PROSEDUR A. PRA INTERAKSI

1. Menyiapkan diri secara fisik dan psikologis (tidak ada konflik internal yang
dapat mempengaruhi proses terapi)
2. Mempelajari rekam medis pasien sebagai data awal
3. Menyiapkan lingkungan yang tenang, nyaman, dan aman

B. INTERAKSI

1. ORIENTASI
a. Menyapa pasien sesuai kultur/sosial budaya setempat
b. Memperkenalkan diri
c. Melakukan kontrak topik, waktu, dan tempat pertemuan
d. Menanyakan keluhan utama pasien saat ini
e. Memvalidasi masalah yang dialami pasien
f. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan

2. KERJA

a. Meminta Klien untuk duduk bersila dan tenang


b. Memegang sarana/japa yang akan digunakan
c. Meminta kepada klien agar rileks atau santai
d. Meminta kepada klien untuk melepaskan semua beban pikiran dan
ketegangan
e. Meminta kepada klien agar memperhatikan nafasnya
f. Meminta kepada klien untuk menutup matanya
g. Meminta kepada klien untuk konsentrasi kepada Sang Pencipta
h. Meminta kepada pasien untuk memulai mengucapkan mantra yang
diyakini, bagi pasien yang beragama Hindhu dapat mengucapkan
OM atau Gayatri Mantram atau mantra lain yang diyakini
i. Meminta klien untuk menggerakkan japa mala dengan jari tangan
kanannya sambil mengucapkan mantram yang diyakini
j. Meminta kepada klien untuk melakukannya minimal dengan satu kali
putaran japa mala (108 kali)
k. Setelah melakukannya, pasien diminta untuk membuka mata dan
dilanjutkan dengan mengambil posisi duduk atau berdiri.
3. TERMINASI
a. Mengeksplorasi perasaan pasien setelah terapi dilakukan
b. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk memberikan umpan
balik dari terapi yang telah dilakukan
c. Melakukan kontrak : topik, waktu, dan tempat untuk kegaiatan
selanjutnya
C. POST INTERAKSI

a. Mengelola alat dan bahan yang telah dipakai


b. Mendokumentasikan tindakan secara tepat pada lembar catatan keperawatan
pasien

Anda mungkin juga menyukai