100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
619 tayangan24 halaman

Implementasi Cloud Computing dalam TI

Makalah ini membahas tentang implementasi cloud computing. Pembahasan meliputi pengertian, sejarah, jenis layanan, syarat, kelebihan dan kekurangan, karakteristik, infrastruktur, tujuan, manfaat, cara kerja, contoh sistem dan perkembangan cloud computing.

Diunggah oleh

DwiadjAyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
619 tayangan24 halaman

Implementasi Cloud Computing dalam TI

Makalah ini membahas tentang implementasi cloud computing. Pembahasan meliputi pengertian, sejarah, jenis layanan, syarat, kelebihan dan kekurangan, karakteristik, infrastruktur, tujuan, manfaat, cara kerja, contoh sistem dan perkembangan cloud computing.

Diunggah oleh

DwiadjAyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING

Makalah Ini Disusun Untuk Melengkapi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Konsep Sistem Informasi

Disusun Oleh :

1. Rizka Aprilia (17020015)


2. Selvi Rahmawati (17020016)
3. Vika Anisa (17020018)
Prodi : SI/PI
Semester :I

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN ILMU INFORMATIKA


DAN KOMPUTER DHARMA WACANA
METRO
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan
rahmatnyalah saya bisa menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu dan
maksimal.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila dan
Kewarganegaraan semester Satu tahun ajaran 2017/[Link] topik yang
dibahas didalam makalah ini Implementasi Cloud Computing.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dan mendukung secara moral untuk tersajinya makalah ini. Penulis
juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, hal itu
dikarenakan keterbatasan yang ada bagi penulis. Sehingga penulis sangat
menharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca.
Kiranya makalah ini memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita
[Link] penegakan hukum dan hak asasi manusia didunia terutama di
Indonesia dapat terselesaikan, atas perhatianya saya ucapkan terima kasih.

Metro, 06 Desember 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i


KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................ 1


[Link] Belakang ......................................................................................... 1
[Link] Masalah ..................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 3

A. Pengertian Cloud Computing ................................................................ 3


B. Sejarah cloud computing ....................................................................... 3
C. Jenis-jenis layanan cloud computing ..................................................... 4
D. Syarat Cloud Computing ....................................................................... 5
E. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing ...................................... 5
F. Karakteristik Cloud computing ............................................................. 9
G. Infrastruktur Cloud computing .............................................................. 10
H. Tujuan dan Manfaat cloud computing ................................................... 11
I. Cara Kerja cloud computing ................................................................. 14
J. Contoh dari system cloud computing .................................................... 15
K. Perkembangan Cloud Computing .......................................................... 16
L. Persamaan dan Perbedaan Mobile Computing, Grid Computing
dan Cloud Computing ........................................................................... 17

BAB III PENUTUP...................................................................................... 20


A. Kesimpulan ........................................................................................... 20
B. Saran ...................................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 21

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami
perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa,
sehingga kegiatan sehari-hari yang di anggap tidak mungkin di kerjakan dalam
waktu yang singkat menjadi mungkin untuk dilakukan secara singkat.
Pengembangan teknologi computasi berbasis internet saat ini lebih di arahkan
pada proses aplikasi sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu dan
tenaga.
Permasalahan diperoleh dalam sistem aplikasi jaringan. Apabila ada suatu
perubahan program aplikasi internet pada server jaringan lokal, di antaranya harus
di-instal ulang atau di sesuakan kembali. Termasuk pada pemakaian komputer
biasa diperlukan sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat
mempengaruhi program aplikasi. Kalau pemakaian memilih sistem operasi MS
Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis windows.
Sekarang sistem teknologi informasi Cloud Computing sedang hangat di
bicarakan. Istilah Cloud Computing mulai banyak di dengar dan perkembanganya
sangat luar biasa. Disebut-sebut teknologi Cloud Computing dapat menghilangkan
permasalahan yang dijelaskan di atas. Perusahaan-perusahaan besar di bidang IT
pun sekarang mencurahkan perhatianya kesana. Apa sebenarnya Cloud
Computing itu ? Komputasi awan merupakan istilah bagi dunia TI yang sistemnya
hanya di sewa. Maksudnya, dalam menerapkan metode ini, pelanggan diharuskan
menyewa beberapa komponen kerja di TI, seperti serverpenyimpanan data
hingga data center. Melihat dari tren ini, kita dapat memprediksi masa depan,
standar teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari cloud
service. Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Aplle, saat ini
sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap
teknologi awan ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah definisi dari cloud computing itu? Jelaskan dengan rinci !


2. Bagaimana sejarah adanya cloud computing?
3. Apa saja yang menjadi jenis jenis layanan dari cloud computing
4. Apa saja syarat yang digunakan dalam menggunakan cloud computing?
5. Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari system cloud computing?
6. Sebutkan karakteristik dari cloud computing!
7. Apa manfaat dari cloud computing dalam kehidupan sehari-hari?
8. Bagaimanakah cara kerja dari system cloud computing?
9. Sebutkan contoh-contoh yang menggunakan cloud computing!

1
C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui definisi dan sejarah dari cloud computing


2. Menjelaskan jenis-jenis layanan cloud computing
3. Mengetahui syarat apa yang digunakan dalam menggunakan cloud
computing
4. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan system cloud computing
5. Menyebutkan karakteristik cloud computing
6. Mengetahui manfaat dari cloud computing
7. Menjelaskan cara kerja cloud computing
8. Menyebutkan contoh penerapan cloud computing

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Cloud Computing


Cloud Computing terdiri dari 2 kata, yaitu Cloud dan Computing. Cloud
jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti awan, sedangkan
Computing yang berasal dari kata Compute jika diartikan ke dalam bahasa
Indonesia memiliki arti perhitungan. Jika kedua kata tersebut digabungkan maka,
Cloud Computing merupakan komputasi atau perhitungan yang dilakukan di
awan. Awan yang dimaksud disini adalah jaringan internet.
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan
pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis
Internet(awan). Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi
secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di
komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer
tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-
lain." Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web
2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa
ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi
pengguna. Sebagai contoh, Google Appsmenyediakan aplikasi bisnis umum
secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat
lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan
trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud
Computing ini adalah iCloud.

B. Sejarah cloud computing


Pada tahun 1960-an ada seorang tokoh yang bernama John Mc Carthy,
seorang pakar komputasi Massachussetts Institute of Technology (MIT),
menyampaikan visi bahwa suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastuktur
public seperti listrik dan telepon. Pada tahun 1995, pendiri Oracle, Larry Ellison
memunculkan ide Network Computing sebagai kampanye untuk menggugat
dominasi Microsoft yang saat itu merajai Desktop Computing dengan Windows
95. Ide Network Computing sempat menghangat dengan munculnya beberapa
pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan
Network Computing client sebagai pengganti desktop.
Pada awal tahun 2000 popularitas Cloud Computing semakin terkenal, seiring
dengan berkembangnya teknologi internet dan semakin banyaknya teknik untuk
mengembangkan perangkat lunak terutama berbasis web. Hingga pada tahun 2005
mulai muncul nama-nama besar seperti [Link] meluncurkan Amazon EC2
(Elastic Compute Cloud), Google meluncurkan Google AppEngine, IBM
meluncurkan Blue Cloud Intiative dan masih banyak yang lainnya. Bahkan Dell

3
pernah mencoma untuk mematenkan istilah Cloud Computing, namun ditolak
oleh otoritas paten Amerika.
Tidak hanya di luar negeri, perusahaan dalam negeri pun ikut serta meramaikan
bisnis di bidang Cloud Computing. PT. Telkom menawarkan dua layanan aplikasi
berbasis Software as a Service. Sigma Cipta Caraka (anak usaha Telkom)
menawarkan layanan aplikasi core banking. Kemudian bekerjasama dengan IBM
Indonesia dan mitra bisnisnya, PT. Codephile, Telkom menawarkan layanan e-
Office on Demand untuk kebutuhan korespondensi di dalam suatu perusahaan
atau organisasi.

C. Jenis-jenis layanan cloud computing


1. Software as a Service (SaaS)
adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal
memakai software(perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu
bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh:
layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social
network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging(YahooMessenger, Skype,
GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain. Dalam perkembangan-nya, banyak
perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi
tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud
Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal
terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang
sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati
lewat Adobe Creative Cloud, dsb

2. Platform as a Service (PaaS)


adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa rumah
berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework
aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing
untuk menyiapkan rumah dan memelihara rumah tersebut. Yang penting
aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di rumah tersebut. Untuk
pemeliharaan rumah ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.
Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang
sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana perawatan dari kamar dan lingkungan-
nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita
dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus
layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah:Amazon Web
Service, Windows Azure, bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh
dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus
pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari rumah
untuk aplikasi yang kita buat

4
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa menyewa
infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan
berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory
(RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-
nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana
setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan
kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh
penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2,Windows Azure (soon),
TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu
membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah
(scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual
tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb
dengan segera.

D. Syarat Cloud Computing


Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi layanan internet untuk dapat
dikategorikan sebagai Cloud Computing, diantaranya:

1. Layanan bersifat On Demand


pengguna hanya membayar apa yang digunakannya saja. Misal layanan
menyediakan 15 fitur, pengguna dapat berlangganan 7 fitur saja dan
hanya membayar untuk 7 fitur tersebut.
2. Layanan sepenuhnya dikelola oleh provider.
Pengguna hanya membutuhkan PC atau notebook dan juga koneksi
internet.
3. Layanan bersifat elastic atau scalable
Pengguna dapat menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan
yang diinginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi
terhadap perubahan tersebut.

E. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing


Kelebihan

- Tidak dibutuhkan komputer dengan kemampuan cannggih untuk


menjalankan web berbasis aplikasi cloud computing, hal ini karena aplikasi
berjalan tidak di PC melainkan berjalan di awan (jaringan internet).
- Komputer lebih cepat pada saat booting dan processing, hal ini karena PC
memiliki program yang lebih sedikit untuk proses load ke memori.

5
- Dalam perusahaan besar, dengan Cloud biaya dapat lebih rendah, hal ini
karena perusahaan tidak perlu membeli komputer dengan spesfikasi yang
tinggi untuk mengolah dan menyimpan data.
- Mengurangi biaya hardware dan perawatan software.
- Tidak perlu membeli perangkat lunak terpisah untuk setiap PC dalam
perusahaan.
- Pengguna tidak perlu repot-repot membayar atau mendownload upgrade
aplikasi yang digunakan, hal ini karena setiap kali login ke Cloud aplikasi
akan mengupdate secara otomatis.
- Dapat melakukan tugas yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan
kemampuan PC sebelumnya.
- Kapasitas penyimpanan yang hampir tidak terbatas.
- Data yang disimpan akan tetap berada di cloud. Server akan selalu
membackup sehingga data tetap aman meski terjadi crash pada PC.
- Dapat menghubungkan komputer Windows ke Cloud dan berbagi
dokumen dengan komputer yang sedang menjalankan sistem operasi Mac
atau Linux.
- Dokumen yang dibuat oleh aplikasi berbasis web dapat diakses oleh
pengguna lain meskipun tidak memiliki aplikasi yang sama.
- Siapa pun dan dimana pun dapat berkerjasama dalam waktu yang sama.
Tidak tergantung pada kantor tunggal dan memungkinkan proyek
kelompok di lokasi yang berjauhan.
- Dapat diakses dimana saja kita butuhkan. Kita hanya butuh laptop dan
koneksi internet.
- Cloud selalu menampilkan dokumen versi terbaru yang kita buat.
- Tidak terganggu oleh keterbatasan suatu PC atau jaringan. Dokumen dan
program yang kita buat adalah sama, tidak menghiraukan PC apa yang
digunakan.

Kelebihan dari Cloud Computing, terutama bagi dunia bisnis

- Tanpa Investasi Awal


Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa
investasi yang signifikan di awal. Ini sangat penting bagi bisnis, terutama
bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan
CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.
Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli
hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud
computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan.

6
- Mengubah CAPEX menjadi OPEX
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih seputar
keuangan. Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus
dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal
(Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing,
kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure,
atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon
ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat
membantu perusahaan secara keuangan.
- Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan
TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar 2 di bawah untuk melihat
beberapa skenario kebutuhan bisnis. Penggunaan TI secara bisnis biasanya
tidak datar-datar saja.
Dalam skenario Predictable Bursting, ada periode di mana penggunaan
TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR)
yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola
gaji karyawan.
Untuk skenario Growing Fast, bisnis meningkat dengan pesat sehingga
kapasitas TI juga harus mengikuti.
Contoh skenario Unpredictable Bursting adalah ketika sebuah website
berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.
Skenario On and Off adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan.
Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di
waktu-waktu tertentu setiap tahun.
Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan
perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus
dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di
saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan
layanan pada saat peak time tersebut.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah
dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan
pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
- Fokus pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis
utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal
ini dapat dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia
layanan, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan patching,
security update, upgrade hardware, upgrade software, maintenance, dan
lain-lain.

7
Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan
TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah
ditangani oleh penyedia layanan.

Tabel Kelebihan dari strategi keamanan Cloud computing


Privacy Menyediakan enkripsi yang sangat kuat dari informasi
Pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan parameter
Model keamanan mereka
Menyediakan metode yang terorganisir yang dapat
diimplementasikan dengan mudah
CP Intrusion Melindungi terhadap berbagai skema intrusi
Detection Memberikan pencegahan yang sangat baik dari serangan
Dirichlet Menyediakan sistem canggih checks and balances
Reputation Menghindari kemampuan bagi penyerang untuk beradaptasi
Menyediakan banyak kontrol pengguna
Paling cocok untuk jarak kecil, sehingga pengguna baik
Anonymous tersembunyi dari penyerang
Hadiah Kredit memberikan insentif bagi pengguna untuk
Bonus Point berpartisipasi
Network Menyediakan kebingungan penyerang
Slicing Menghemat bandwidth jaringan
kecepatan data yang cepat mudah dicapai

Kekurangan

- Cloud tidak dapat dilakukan jika kita tidak terhubung ke internet.


- Aplikasi berbasis web membutuhkan bandwith yang besar. Untuk layanan
dial-up, cloud computing tidak optimal ketika digunakan.
- Jika jaringan internet sedang lambat ketika kita sedang mengakses
dokumen, maka kita tidak akan dapat akses instan seperti biasa dengan
aplikasi desktop.
- Aplikasi cloud yang berbasis web fiturnya tidak selengkap aplikasi
desktop.
- Karena semua data ada di cloud. Sudah seberapa aman kan data kita?
Mungkinkah data rahasia kita diakses oleh pihak yang tidak berhak?
- Ketika kita sedang off meskipun data tidak akan hilang tetapi kita tidak
memiliki cadangan fisik.

8
Tabel Kekurangan dari strategi keamanan Cloud computing
Kesalahan dan bug yang sulit untuk menemukan dan
Privacy memperbaiki
Model Layanan dapat menjadi macet dengan mengalihkan informasi
Sistem hanya preventif, sehingga tidak melindungi terhadap
penyerang agresif
CP Intrusion Harus diperbarui sering membingungkan penyerang
Mei keliru mendeteksi dan menghentikan tidak mengganggu
Detection informasi
Dirichlet Mengandalkan strategi rumit yang sulit untuk menerapkan
Pengguna kepercayaan hasil kerentanan terhadap pelanggan
Reputation menipu
Kinerja adalah semata-mata tergantung pada partisipasi
pengguna
Anonymous Data kecepatan secara drastis dikurangi
Bonus Point Memberikan perlindungan intrusi kecil
Network Karena struktur relay, perlindungan tidak dapat diandalkan
Dapat menjadi mahal jika diimplementasikan dalam jaringan
Slicing yang besar

F. Karakteristik Cloud computing


Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing,
semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan
layanan cloud computing.
Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna untuk memastikan
bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud computing atau bukan.
Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat diintisarikan bahwa cloud
computing ideal adalah layanan yang memiliki 5 karakteristik berikut ini.

1. On-Demand Self-Services

Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna


melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan.
Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita
saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka
kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung
tersedia saat itu juga.

2. Broad Network Access


Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan
saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam

9
contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan
Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui
laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat
membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan
bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat
membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara
maksimal.
4. Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan)
kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah,
maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan
mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita
menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka
apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka
kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena
nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa
layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus
terukur dengan baik

G. Infrastruktur Cloud computing


Infrastruktur Cloud Computing yang mendasar :

1. Proved web-services integreted : Sesuai dengan sifatnya, teknologi Cloud


Computing jauh lebih mudah dan lebih cepat untuk mengintegrasikan
dengan aplikasi lain Anda di perusahaan (baik perangkat lunak
tradisional dan Cloud Computing infrastruktur-based).
2. World-class Services Delivery: Cloud computing infrastruktur
menawarkan skalabilitas yang jauh lebih besar, pemulihan bencana yang
lengkap, dan uptime mengesankan.
3. No Hardware and Software to Install: infrastruktur cloud computing
100%. Keindahan teknologi cloud computing adalah kesederhanaannya
dan dalam kenyataan bahwa ia memerlukan belanja modal secara
signifikan lebih sedikit untuk di bangun dan berjalan.
4. Faster and Lower-risk Deployment: Anda bisa membangun dan berjalan
di sebagian kecil dari waktu dengan infrastruktur Cloud Computing.
Tidak menunggu bulan lagi atau tahun dan menghabiskan jutaan dolar
sebelum ada yang sampai ke login ke solusi baru Anda. Teknologi Cloud

10
Computing Anda yang tinggal dalam hitungan minggu atau bulan,
bahkan dengan kustomisasi yang luas atau integrasi.
5. Support for Deep Cutomizations: Beberapa profesional TI keliru berpikir
bahwa teknologi Cloud Computing sulit atau tidak mungkin untuk
menyesuaikan luas, dan karenanya bukan merupakan pilihan yang baik
untuk perusahaan yang kompleks. Infrastruktur Cloud Computing tidak
hanya memungkinkan penyesuaian dalam dan konfigurasi aplikasi, itu
mempertahankan semua kustomisasi bahkan selama upgrade. Dan
bahkan lebih baik, teknologi Cloud Computing sangat ideal untuk
pengembangan aplikasi untuk mendukung kebutuhan organisasi Anda.
6. Empowered Business Suport: Cloud computing teknologi memungkinkan
on-the-fly, kustomisasi point-and-klik dan generasi laporan untuk
pengguna bisnis, sehingga IT tidak menghabiskan setengah waktu
membuat perubahan kecil dan menjalankan laporan.
7. Automatic Upgrades that dont Impact IT Resources: Cloud computing
infrastruktur mengakhiri dilema besar IT: Jika kita upgrade ke versi
terbaru-dan-terbesar aplikasi, kita akan dipaksa untuk menghabiskan
waktu dan sumber daya (bahwa kita tidak memiliki) untuk membangun
kembali kustomisasi dan [Link] computing teknologi tidak
memaksa Anda untuk memutuskan antara upgrade dan melestarikan
semua kerja keras Anda, karena mereka kustomisasi dan integrasi secara
otomatis disimpan selama sebuah upgrad.

H. Tujuan dan Manfaat cloud computing


Dengan adanya cloud computing akan mengubah paradigma perusahaan
ataupun organisasi IT dalam memandang investasi teknologi komunikasi
informasi. "Investasi untuk modal kapital berubah menjadi biaya operasional
dengan besaran yang lebih efisien akibat adanya cloud computing,dan Ini
membuat para pengguna (user) bebas berkreasi dan tidak perlu
menyediakan infrastruktur (data center, processing power, storage, sampai ke
aplikasi desktop) untuk dapat memiliki sebuah sistem, karena semuanya sudah
disediakan secara virtual.
Disaat ini kebutuhan akan pemakaian, pemeliharaan dan keamanan
sistem informasi semakin meningkat, mendorong perusahaan ataupun organisasi
untuk meningkatkan dan mengamankan sistem mereka, namun Karena
perusahaan ataupun organisasi tidak memiliki sumber daya yang besar untuk
membeli sistem untuk keperluan mereka dan bahkan untuk memelihara sistem
informasi mereka ,terlebih lagi untuk mengamankan sistem tersebut
maka kemungkinan besar Cloud Computing akan menjadi pilihan pertama dan
kemungkinan besar akan berkembang, khusunya di Indonesia.

11
Bahkan dengan Cloud Computing, mereka (perusahaan / organisasi) hanya
menyewa layanan atau jasa dari penyedia Cloud Computing.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya dengan Cloud Compuitng ini dapat
mengurangi investasi awal dari sebuah perusahaan atau organisasi yang
membutuhkan pememakaian, pemeliharaan dan keamanan sistem informasi yang
lebih baik. Dalam hal ini investasi yang besar bagi sebuah perusahaan atau
organisasi akan berubah menjadi suatu sistem operasional yang mudah dikelola,
bahkan penyedia jasa seperti Software as a Service (SaaS) yand ada di Cloud
dapat menawarkan harga yang sangat rendah karena
faktor ekonomi.
Dengan Cloud Computing kita tidak perlu lagi dikuatirkan dengan
adanya kompleksitas Teknologi saat ini. Perusahaan dan organisasi yang dalam
usahanya menggunakan Teknologi Informasi tidak perlu takut dengan hal-hal
yang dapat mengancam keamanan sistem informasi mereka dan bahkan dalam
hal peng-updatetan suatu Teknologi atau aplikasi yang dipakai , karena
semuanya itu bisa diserahkan kepada penyedia layanan di Cloud
Computing. Cloud Computing jangan dijadikan sebagai Core Business
bagi sebuah perusahaan tapi sebaliknya jadikan-lah Cloud Computing ini
sebagai Support Business, prinsip ini yang benar karena Cloud Computing
sebagai penunjang suatu perusahaan dalam mengelola sistem informasi yang
ada di perusahaan tersebut dengan maksud dan tujuan untuk kelangsungan bisnis
dari perusahaan tersebut, karena Cloud Computing memberikan solusi bagi
perusahaan untuk meringankan operasional perusahaan tersebut dalam hal
pengolahan data.

Manfaat Cloud Computing :

1. Skalabilitas - Mudah meningkatkan kapasitas, sebagai kebutuhan


komputasi berubah, tanpa membeli peralatan tambahan.
2. Accessibility - Akses data dan aplikasi melalui internet dari mana saja.
Mengurangi Biaya
3. Shift Beban - Free staf TI internal dari pembaruan dan isu-isu
konstan.

Keprihatinan utama mengenai cloud computing adalah keamanan dan


kehandalan. Banyak organisasi mengalami kesulitan mempercayai informasi
mereka dengan vendor pihak ketiga, dan juga penyedia dipublikasikan
padam telah meningkatkan keprihatinan mereka mengevaluasi kebutuhan
komputasi Anda, penting untuk mempertimbangkan baik manfaat dan
risiko dari Cloud Computing. Sebagai contoh, data-kerugian yang mungkin baik
itu dalam Cloud Computing dan sistem perusahaan tradisional, tetapi
dalam banyak kasus vendor Cloud Computing akan memiliki lebih banyak
sumber daya yang tersedia dengan cepat dan akurat

12
memperbaiki kegagalan ini. Selain itu dengan teknologi Cloud Computing
(komputasi awan) akan memberikan dampak lebih ekonomis dan sumber daya
IT yang digunakan lebih efisien, saat aplikasi bisnis dioperasikan dalam suatu
lingkungan.
Jasa Cloud adalah bisnis yang paling cepat tumbuh dan berkembang
pendekatannya untuk memberikan aplikasi dan layanan dari mana saja ke
pelanggan apapun, pada perangkat apapun. Sebuah pergeseran yang terjadi
dengan komputasi awan yang membentang di alam
teknologi dan bisnis, sebuah pergeseran yang dramatis akan mengubah bisnis dan
bagaimana menggunakan teknologi untuk memenuhi persyaratan.
Dengan Cloud Kemampuan untuk menangani tugas-tugas penting,
dapat dilakukan lebih efisien oleh karena dilakukan oleh pihak ketiga,
apakah mereka merupakan inti atau bukan inti dengan bisnis anda, adalah
sebuah model bisnis yang umum dan merupakan layanan yang bisa
menguntungkan anda.

Komputasi awan membawa tujuh manfaat potensial:


1. Data yang disimpan terpusat.
2. Respon cepat
3. Kehandalan kode uji
4. Log ( records tak terbetas )
5. Kinerja Perangkat Lunak dengan tingkat keamanan yang tinggi
6. Konstruksi yang handal
7. Menghemat Biaya uji keamanan yang mahal
Cloud Computing dapat diimplementasi pada Jejaring Pendidikan Nasional
dimana implementasinya cukup satu infrastruktur di pusat, kemudian seluruh
workstation akan mengakses.
Dengan melakukan implementasi infrastruktur diharapkan adanya efisiensi pada
sisi pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak dengan tercapainya
kondisi berikut:

1. Di setiap titik sekolah, kantor wilayah setingkat kota/kabupaten tidak


diperlukan lagi pengadaan server karena seluruh fungsi server telah
dijalankan pada cloud computing server array yang ada di NOC pusat
2. Penggunaan Live CD dengan sistem operasi yang berbasis opensource
pada PC yang digunakan di setiap titik dapat menghemat biaya lisensi di
tiap PC. Karena sebagian besar proses komputasi dilakukan di server,
maka fungsi dari PC workstation hanya untuk menjalankan web browser
saja sehingga PC standar tanpa hardiskpun dapat digunakan.
3. Di sisi server dapat digunakan aplikasi cloud computing yang
berbasis Open Source seperti EyeOS yang sudah cukup matang untuk
digunakan secara luas. Penggunaan Sistem Operasi berbasis Open

13
Source pada server yang digunakan untuk melayani cloud computing ini
juga sangat dimungkinkan.

Selain efisiensi diatas, implementasi cloud computing juga menjawab


sebagian besar masalah-masalah teknis yang telah teridentifikasi antara lain:

1. Penggunaan Live CD sebagai boot device meminimalisir terjadinya


gangguan pada Operating systemsehingga meminimalisir kemungkinan
serangan virus/trojan pada PC yang dapat mengganggu para siswa dalam
menggali ilmu.
2. Dengan dieliminasinya kebutuhan server pada setiap titik maka dapat
dipastikan hal ini tidak akan menjadi kendala lagi.
3. Dengan dua kondisi diatas juga meminimalisir kebutuhan adanya pihak
ketiga untuk melakukan perawatan dan perbaikan infrasturktur saat
terjadi gangguan.
4. Di sisi server dengan mengimplementasikan satu dari dua jenis arsitektur
yang telah disebutkan diatas.

I. Cara Kerja cloud computing


Kita bayangkan seorang pengambil keputusan pada perusahaan yang
sedang berkembang, dengan rencana penambahan karyawan yang cukup besar.
Pada saat itu perusahaan harus memastikan setiap karyawan dapat mengakses atau
bahkan memiliki hardware yang tepat dan perangkat lunak yang mereka butuhkan
untuk melakukan pekerjaan mereka. Membeli komputer untuk setiap orang tidak
sesederhana yang dibayangkan kita juga harus membeli lisensi perangkat lunak
untuk memberikan karyawan alat yang mereka butuhkan. Setiap kali perusahaan
memiliki seorang karyawan baru, atau ada perangkat yang out of date, kita harus
membeli perangkat keras dan lisensi perangkat lunak yang dibutuhkan. Ini sangat
memnbebani keuangan perusahaan. Walaupun pada saat ini sudah banyak
ditawarkan perangkat lunak yang berbasis open source akan tetapi tetap saja akan
membutuhkan waktu dan biaya yang tidak murah untuk pengadaannya.
Sehingga adanya alternatif cloud computing sangat menjanjikan. Tanpa
menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer, kita hanya
melakukan installasioperating system dan satu aplikasi. Aplikasi ini yang yang
akan memungkinkan untuk login ke layanan berbasis web yang telah disediakan
oleh server host, dimana semua kebutuhan akan aplikasi yang mendukung
pekerjaannya akan disediakan. Server ini yang akan menjalankan semuanya
aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program analisis data yang
kompleks. Ini disebut komputasi awan, dan bisa mengubah seluruh industri
komputer.
Dalam sistem komputasi awan, ada pergeseran beban kerja yang
signifikan. Komputer lokal tidak lagi harus menjalankan perkerjaan komputasi

14
berat untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan. Jaringan komputer yang
membentuk awan menangani mereka sebagai gantinya. Spesifikasi Hardware dan
software pada sisi pengguna akan menurun. Satu-satunya kebutuhannya
komputer pengguna harus mampu untuk menjalankan adalah interface perangkat
lunak sistem komputasi awan, yang dapat dibuat sesederhana seperti web browser,
dan server pada jaringan cloud computing mengurus sisanya.
Sebagian dari kita sudah berpengalaman menggunakan beberapa bentuk
komputasi awan sederhana. Jika kita memiliki account e-mail dengan layanan
Web-based e-mail seperti Hotmail, Yahoo! Mail atau Gmail, maka kita telah
memiliki beberapa pengalaman dengan komputasi awan. tanpa menjalankan
program e-mail pada komputer kita, dengan mudah kita login ke account e-mail
Web. Perangkat lunak dan penyimpanan untuk account Anda tidak ada pada
komputer kita semua itu diurus oleh layanan cloud computing .

J. Contoh dari system cloud computing


Gmail dan Yahoo mail
sebenarnya kita sudah lama menggunakan teknologi cloud computing,
hanya saja kita tidak sadar tentang teknologi tersebut. salah satu contohnya adalah
layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail yang sering kita gunakan. Dengan
menggunakan layanan email kita tidak perlu lagi menginstall software email
seperti outlook. kita dapat mengakses email dimana pun kita berada.

Google Docs dan Office 365


Jika dulu untuk membuat dokumen kita harus menggunakan software
word processing seperti Microsoft Office yang harganya lumayan mahal, kini kita
dapat membuat dokumen dengan mudah dan gratis, yaitu dengan menggunakan
Google Docs. Google Docs merupakan layanan cloud computing milik google
yang berfungsi untuk membuat berbagai jenis dokumen. kita dapat menyimpan
dokumen-dokumen kita pada server dan mengaksesnya dimana pun kita berada.
contoh lain dari layanan seperti ini adalah Office 365 milik Microsoft. aplikasi ini
merupakan aplikasi berbayar dengan fitur-fitur yang sangat membantu bagi para
pengusaha. fitur yang tersedia diantaranya adalah SharePoint Online, Exchange
Online, Lync Online dan Office Professional Plus. Office 365 ini memungkinkan
penggunanya untuk bekerjasama dalam mengolah dokumen, e -mail, konferensi
via web, dan berbagi jadwal acara di kalender.

Dropbox dan Ubuntu One


Layanan lain yang menerapkan cloud computing adalah dropbox dan
ubuntu one. kedua layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan file-
file yang berada di komputer mereka ke storage dropbox atau ubuntu one dengan
cara sinkronisasi.

15
dengan begitu ketika terjadi perubahan pada file yang berada di komputer
pengguna, maka file yang berada di storage akan diubah juga. dengan adanya
layanan ini pengguna dapat memback-up data dan juga dapat mengaksesnya
dimanapun mereka berada.

K. Perkembangan Cloud Computing


Perkembangan Informasi saat ini sudah sangat maju dimana banyak
konsep yang berkembang seperti openness, one click, sharing, social networking.
Saat ini terdapat trend teknologi yang masih terus digali dalam penelitian-
penelitian para pakar IT didunia, yaitu Cloud Computing (Komputasi Awan).
Komputasi Awan yang juga sering disebut dengan istilah Cloud
Computing merupakan penggunaan teknologi komputer yang ditujukan untuk
tujuan pengembangan informasi berbasis internet dimana layanan internet tersebut
didukung oleh teknologi yang berpusat di awan. Komputasi Awan merupakan
suatu jenis teknologi komputasi yang menyediakan kemampuan yang
berhubungan dengan teknologi informasi sebagai suatu layanan dimana
memungkinkan user dapat mengakses data melalui teknologi Komputasi Awan
(Cloud Computing)
User tidak perlu memiliki pengetahuan atau kendali terhadap teknologi yang
mendukung layanan tersebut. Dimana suatu saat dengan menggunakan teknologi
cloud computing kita dapat memakainya sebagai tempat media penyimpanan data,
aplikasi yang memudahkan kita dalam mengakses data yang kita inginkan dari
berbagai macam cloud, oleh karena itu dengan menggunakan teknologi cloud
computing ini diharapkan banyak memberi manfaat atau keuntungan baik dari
providernya sendiri maupun pengguna teknologi tersebut. Dengan teknologi cloud
computing ini dapat memberikan berbagai macam layanan kepada user secara
redistribusi dan dapat di akses dari berbagai macam bentuk device.
Cloud computing mempunyai model yang dapat mendukung service yang
biasa disebut dengan Everything as a Service. Sistem dari cloud computing dibagi
menjadi 2 yaitu front end dan back end. Antara front end dan back end terkait satu
sama lain melalui jaringan yang disebut Internet. Front end adalah bagian dimana
pengguna computer (user) atau client berada. Sedangkan back end adalah bagian
dimana cloud dari sistem itu berada. Front end juga meliputi komputer client atau
komputer jaringan dan aplikasi yang dibutuhkan untuk dapat mengakses sistem
cloud computing. Tidak semua cloud computing memiliki user interface yang
sama. Contohnya layanan seperti web browser dan layanan email antara satu
dengan yang lain memiliki perbedaan akses yang dimiliki atau perbedaan
interface.

16
L. Persamaan dan Perbedaan Mobile Computing, Grid Computing dan
Cloud Computing.

[Link] Computing
Dari definisi diatas kita dapat memahami mengapa kita membutuhkan
mobile computing. Kata kuncinya adalah kita manusia dinamis yang senantiasa
bergerak dan berkembang dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sehingga
membutuhkan suatu device yang mampu mengikuti pergerakan kita. Bergerak
disini dilihat dari dua sisi yaitu orang dan device. Atau dapat disebut juga dengan
sebuah komputasi menggunakan teknologi yang tidak terhubung secara fisik, atau
dalam jarak jauh atau lingkungan mobile (non statik).

- Orang bergerak
- Perpindahan posisi geografis
- Perpindahan jaringan komunikasi
- Perpindahan peralatan komunikasi
- Perpindahan antara aplikasi
- Device bergerak
- Perpindahan posisi geografis
- Perpindahan jaringan komunikasi.

Contoh Mobile Computing :


Setelah kita mengetahui mengapa kita membutuhkan mobile computing,
kita bisa menyebutkan mobile applications yang sudah ada saat ini. Diantaranya
adalah :

- Kendaraan(untuk pemantauan dan koordinasi, GPS)


- Peralatan Emergensi(akses kedunia luar)
- Akses web dalam keadaan bergerak
- Location aware services
- Information services
- Disconnected operations (mobile agents)
- Entertaintment(network game groups)

Jenis Mobile Computing :

- Laptop
- Wearable computer
- PDA
- Smart phone
- Carputer
- UMPC

17
2. Grid computing
Latar belakang adanya Grid Computing adalah Perkembangan kecepatan
prosesor berkembang sesuai dengan Hukum Moore, meskipun demikian bandwith
jaringan komputer berkembang jauh lebih pesat. Semakin cepatnya jalur
komunikasi ini membuka peluang untuk menggabungkan kekuatan komputasi dari
sumber-sumber komputasi yang terpisah. Perkembangan ini memungkinkan skala
komputasi terdistribusi ditingkatkan lebih jauh lagi secara geografis, melintasi
batas-batas domain administrasi yang sudah ada.
Menurut tulisan singkat oleh Ian Foster ada check-list yang dapat
digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid
yaitu :
Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak
berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan
berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum
dapat dikatakan komputasi grid.
Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka
(tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid
disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental,
dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar.
Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi,
otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.
Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih,
(nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen
individu dari komputasi grid tersebut.

3. Cloud computing
Adalah gaya komputasi yang dinamis terukur dan sering virtual sumber
daya disediakan sebagai layanan melalui internet. Pengguna tidak perlu memiliki
pengetahuan, keahlian, atau kontrol atas infrastruktur teknologi di awan yang
mendukung mereka. Ini adalah perubahan paradigma setelah beralih dari
mainframe ke client-server yang mendahuluinya dalam era 80-an awal.
Rincian diabstraksikan dari pengguna yang tidak lagi memiliki kebutuhan,
keahlian, atau kendali atas infrastruktur teknologi in the cloud yang mendukung
mereka.
Cloud Computing menggambarkan suplemen baru, konsumsi dan model
pengiriman layanan TI berdasarkan Internet, dan biasanya melibatkan penyediaan
secara dinamis terukur dan sumber daya sering virtual sebagai layanan melalui
Internet.

18
Perbedaan Mobile, Grid dan Cloud computing
Mobile computing menggunakan teknologi mobile untuk menjalankannya
seperti handphone, carputer dan ultra mobile PC, sedangkan grid dan cloud
computingmenggunakan PC pada umumnya untuk menjalankannya.
Biaya untuk pengadaan energi bagi mobile computing cenderung lebih mahal
dibanding grid dan cloud computing apabila tidak ada sumber daya listrik
karena membutuhkan sumber daya pengganti yaitu baterei.
Mobile computing tidak terlalu membutuhkan tempat yang besar untuk
mengoperasikannya dibanding grid dan cloud computing karena cenderung
portable dan mudah dibawa kemana saja.
Pada mobile computing, proses komputasi cenderung dilakukan sendiri
oleh user. Pada grid computing, proses komputasi dilakukan terpusat maupun
tidak terpusat dimana consumer membutuhkan discovery server. Pada cloud
computing, proses komputasi membutuhkan ASP dan internet sebagai media
penghubung.

Persamaan Mobile, Grid dan Cloud Computing


Ketiganya merupakan metode untuk melakukan proses komputasi dan
memecahkan sebuah masalah serta menemukan solusinya
Ketiganya membutuhkan alat pengolah data modern seperti PC,laptop maupun
handphone untuk menjalankannya.

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Cloud Computing dapat dikatakan suatu paradigma di mana informasi
secara permanen tersimpan di server diinternet dan tersimpan secara sementara di
komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer
tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-
lain.
2
Makalah ini diharapkan mampu dijadikan referensi dan sarana
pembelajaran mengenai jaringan komputer serta mampu diaplikasikan dan
dikembangkan di kehidupan sehari-hari tepatnya dunia komputerisasi

20
DAFTAR PUSTAKA

Teknik, dunia. 2013. Konsep cloud computing. [Link]. Diakses


pada 1 desember 2013
Wikipedia. Komputasi awan. http:// [Link]. diakses pada 10 desember
2013
Sutyadinata, andi. 2013. Mengorek lebih dalam tentang komputasi awan (cloud
computing). [Link]. Diakses pada 10 desember 2013
Its me. 2013. Sekilas tentang cloud computing.
[Link] . diakses pada 12 desember 2013
Udin, wakhid. 2013. Cloud [Link]
. diakses pada tanggan 1 desember 2013
Syebatinus, yehezkiel. 2012. Tentang cloud computing. www.12066-if-
[Link] diakes pada 17 desember 2013.

21

Common questions

Didukung oleh AI

One of the earliest visions for cloud computing can be traced back to the 1960s when John McCarthy, a computing pioneer from MIT, speculated that computing power would become a public utility like electricity or telecommunication. This foresight laid the conceptual groundwork for cloud computing. In 1995, Larry Ellison, founder of Oracle, introduced the idea of 'Network Computing,' which further evolved into what we now know as cloud computing. These foundational ideas highlighted the shift towards computing as a utility, shaping the infrastructure we see today with services provided through platforms like Amazon Web Services and Microsoft Azure .

Cloud computing can significantly reduce operational costs for businesses by turning capital expenses into operational ones. Organizations can avoid the high upfront costs associated with purchasing hardware and software, as cloud services allow for the renting of IT infrastructure as needed, such as storage and computing power. This transition to pay-as-you-go models also means businesses can scale their use of IT resources up or down as demand fluctuates, further optimizing their expenditure. Moreover, the costs associated with maintaining and upgrading systems are reduced, as these tasks are handled by the cloud service providers .

In educational environments, cloud computing offers several advantages such as scalability, accessibility, and cost reduction. Schools can easily expand resources based on demand without investing in new infrastructure. Cloud solutions allow access to educational materials from any location, facilitating remote learning. Moreover, expenses related to infrastructure can be minimized, as centralized resources replace individual on-site servers. However, disadvantages include issues of data security, potential downtime due to internet dependency, and ongoing costs linked to subscription models. Effective strategies must be employed to handle such risks, including reliable backup solutions and robust data protection policies .

Cloud computing supports business agility by allowing organizations to quickly adjust to market changes through on-demand resource allocation. Its pay-as-you-go model enables businesses to scale their operations swiftly without the need for extensive capital investment, thereby supporting rapid deployment of new applications and services. It fosters innovation by providing access to advanced technologies, including AI and big data analytics, enabling companies to experiment and develop innovative solutions with reduced risk. This environment helps companies to bring new products and features to market faster, improving competitive advantage .

Cloud computing solutions provide superior scalability compared to traditional IT systems. In traditional settings, scaling up requires purchasing additional hardware, leading to delayed reactions to demand changes and possible resource wastage. Cloud services, however, offer elasticity, allowing companies to adjust resources dynamically and scale operations up or down based on current needs without upfront investment in infrastructure. This flexibility ensures that businesses can efficiently manage costs and performance. As demand grows, additional resources can be provisioned in real time, a stark contrast to the lengthy and cost-intensive process involved in traditional IT scaling .

Cloud computing addresses several limitations of traditional IT infrastructure by offering scalable, flexible, and cost-effective solutions. Traditional infrastructures often require significant investment in hardware and ongoing maintenance, whereas cloud computing provides on-demand resources that can be scaled according to business needs, thus reducing idle capacity and associated costs. Moreover, cloud services are accessible from anywhere with an internet connection, enhancing accessibility and collaboration. They also relieve IT departments from the burdens of system updates and backups, which are automatically managed by providers, ensuring data integrity and availability .

Cloud computing facilitates collaboration by providing platforms that offer real-time access to shared resources and applications from any geographical location. Services like document sharing, video conferencing, and project management tools can be accessed online with minimal lag, allowing teams to work together seamlessly and share updates instantaneously. The centralized storage ensures that all team members work with the latest document versions and datasets, reducing errors due to miscommunication. Moreover, cloud-based tools often include features for commenting, editing, and version control to streamline collaborative efforts .

Security concerns in cloud computing primarily revolve around data breaches, loss of control over sensitive information, and regulatory compliance. To mitigate these risks, cloud providers implement multiple layers of security, including encryption, robust authentication protocols, and frequent security audits. Users are advised to employ strong encryption techniques, monitor access logs for suspicious activities, and establish clear data governance policies. Trust in the reliability of cloud services can be enhanced by choosing reputable providers who comply with industry standards and by implementing comprehensive data recovery plans .

Cloud computing plays a crucial role in enhancing disaster recovery and ensuring business continuity by providing off-site data storage and backup solutions. It enables automated data replication and backup, ensuring data integrity and availability even in the event of on-premise system failures. With cloud solutions, businesses can implement failover options, allowing for minimal downtime and quick resumption of operations. Cloud providers often offer geographically distributed data centers, adding a layer of resilience against regional disruptions. This approach reduces the need for costly, complex local disaster recovery infrastructures while offering high availability and robustness .

Cloud computing primarily consists of two components: the front end and the back end. The front end is where the user interface occurs, involving the user's computer or client and the necessary application to access the cloud, such as web browsers or email services. The back end consists of the cloud infrastructure itself, including servers and data storage, which provide the resources and services like computation, storage, and applications through the Internet .

Anda mungkin juga menyukai