Sensor
Bio Molekul
Wahyu ramadhan
Yoga yudanto eko pujiantoro
definisi
Biosensor sendiri didefinisikan sebagai suatu perangkat sensor yang
menggabungkan senyawa biologi dengan suatu tranduser
Dalam proses kerjanya senyawa aktif biologi akan berinteraksi dengan
molekul yang akan dideteksi yang disebut molekul sasaran. Hasil interaksi
yang berupa besaran fisik seperti panas, arus listrik, potensial listrik atau
lainnya akan dimonitor oleh transduser. Besaran tersebut kemudian
diproses sebagai sinyal sehingga diperoleh hasil yang dapat dimengerti
Pengukuran sensor biomolekul
terdapat pada hal?
toxin,nutrient,pheromone
Biosensor yang pertama ialah?
Biosensor yang pertama kali dibuat adalah sensor yang menggunakan
transduser elektrokimia yaitu elektroda enzim untuk menentukan kadar
glukosa dengan metode amperometri. Sejauh ini, biosensor dalam
perkembangannya mempunyai tiga generasi yaitu
generasi pertama : dimana biosensor berbasis oksigen
generasi kedua : biosensor menjadi lebih spesifik yang melibatkan
mediator diantara reaksi dan transduser, dan terakhir
generasi ketiga : dimana biosensor berbasis enzyme coupling.
Produk-produk biosensor dalam sehari-
hari
Biosensor eksternal/internal dalam bentuk chip bahkan telah diproduksi
oleh perusahaan Amerika i-Stat, MicroChips, Digital Angel, VeriChip yang
dapat ditanam dalam tubuh manusia. Beberapa Perusahaan Jepang pun
turut berpartisipasi, seperti Matsushita Electric Industrial Co. dengan
teknologi biosensornya yang mampu menetapkan secara cepat dan
mudah pengukuran kolesterol darah. Tokyo Medical and Dental University
dengan biosensor nafasnya yang memanfaatkan enzim monoamine
oksidase A (MAO A) dan lain sebagainya. Tetapi secara umum untuk
penguna biosensor, hampir 60% pengunanya berasal dari health-care
industri.
Prinsip kerja biosensor
Pada dasarnya biosensor terdiri dari tiga unsur yaitu unsur biologi (reseptor
biologi), transduser, dan sistem elektronik pemroses sinyal. Unsur biologi yang
umumnya digunakan dalam mendesain suatu biosensor dapat berupa enzim,
organel, jaringan, antibodi, bakteri, jasad renik, dan DNA. Unsur biologi ini
biasanya berada dalam bentuk terimmobilisasi pada suatu transduser.
Immobilisasi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara baik dengan :
(1) adsorpsi fisik
(2) dengan menggunakan membran atau perangkap matriks atau
(3) dengan membuat ikatan kovalen antara biomolekul dengan transduser
Tranduser yang banyak digunakan
pada biosensor
Transduser yang banyak digunakan dalam suatu biosensor adalah
transduser elektrokimia,
optoelektronik,
kristal piezoelektronik,
field effect transistor
dan temistor.
Proses yang terjadi dalam transduser dapat berupa calorimetric biosensor,
potentiometric biosensor,amperometric biosensor, optical biosensor maupun piezo-
electric biosensor.
Sinyal yang keluar dari transduser ini kemudian di proses dalam suatu sistem elektronik
misalnya recorder atau komputer
Aplikasi biosensor