0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
225 tayangan2 halaman

Amplitudo RMS dalam Seismik

RMS (Root Mean Square) adalah atribut amplitudo yang mengukur energi total dalam domain waktu dengan mengakarkan rata-rata kuadrat amplitudo. RMS berguna untuk mendeteksi perubahan litologi ekstrim seperti pasir gas dan delta. Dihitung dengan mengakarkan jumlah kuadrat amplitudo dibagi jumlah sampel dalam jendela analisis.

Diunggah oleh

indah widya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
225 tayangan2 halaman

Amplitudo RMS dalam Seismik

RMS (Root Mean Square) adalah atribut amplitudo yang mengukur energi total dalam domain waktu dengan mengakarkan rata-rata kuadrat amplitudo. RMS berguna untuk mendeteksi perubahan litologi ekstrim seperti pasir gas dan delta. Dihitung dengan mengakarkan jumlah kuadrat amplitudo dibagi jumlah sampel dalam jendela analisis.

Diunggah oleh

indah widya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Amplitudo RMS
RMS (Root Mean Square) merupakan atribut amplitudo yang mengakarkan
jumlah energi dalam domain waktu (amplitudo dikuadratkan). Atribut ini sangat
sensitif terhadap nillai amplitudo yang ekstrim karena dalam persamaannya (3.1)
nilai amplitudo diakarkan sebelum dirataratakan. RMS berguna untuk melacak
perubahan litologi yang ekstrim seperti pada kasus pasir gas dan chanel deltaic.
Amplitudo RMS dapat dicari dengan persamaan :
N
1
Amplitudo RMS a
2
1 (1)
N i 1

dimana :
N : jumlah sampel amplitudo pada jendela analisis
a : besar amplitude

Perhitungan :
N
1
RMS a
2
1
N i 1

1 N
(5 0 2 ..... 38 2 25 2 )
2

8 i 1
atau
(52 + 02 + (18)2 + (10)2 + 302 + 372 + 382 + 252 )
=
8

Amplitudo RMS = 24.46


Gambar 3.X. Ilustrasi penghitungan amplitudo RMS (Sukmono, 2007.)
Gambar 3.X. Atribute RMS pada inline 470 (sumur VW-01)

Anda mungkin juga menyukai