Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia
Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia
Catatan:
F. Pemenggalan Kata
a. Bentuk dasar pada kata turunan
1. Pemenggalan kata pada kata dasar sedapat-dapatnya tidak dipenggal.
dilakukan sebagai berikut. b. Akhiran -i tidak dipenggal. (Lihat juga
ke-terangan tentang tanda hubung,
a. Jika di tengah kata ada vokal yang
Bab V, Pasal E, Ayat 1.)
berurutan, pemenggalan itu dilakukan di
c. Pada kata yang berimbuhan sisipan,
antara kedua huruf vokal itu.
pemeng-galan kata dilakukan sebagat
Misalnya:
berikut. Misalnya:
ma-in sa-at bu-ah
te-lun-juk
Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah si-nam-bung
diceraikan sehingga pemenggalan kata ge-li-gi
tidak dilakukan di antara kedua huruf
itu. 3. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu
unsur dan salah satu unsur itu dapat
Misalnya: bergabung dengan unsur lain, pemenggalan
au-la bukan a-u-la dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur
sau-da-ra bukan sa-u-da- itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai
ra dengan kaidah 1a, 1b, 1c, dan 1d di atas.
am-boi bukan am-bo-i Misalnya:
b. Jika di tengah kata ada huruf konsonan,
ter-
masuk gabungan-huruf konsonan, di bio-gra fi bi -o-gra - fi
antara dua buah huruf vokal, foto-grafi fo-to-gra-fi
pemenggalan dilakukan sebelum huruf intro- in-tro-spek-si
konsonan. speksi ki-lo-gram
Misalnya: kilo-gram ki-lo-me-ter
kilo-meter pas-ca-pa-nen
ba-pak ba-rang su-lit
pasca-
la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta- panen
khir
Keterangan:
c. Jika di tengah kata ada dua huruf Nama orang, badan hukum, dan nama diri
kosonan yang berurutan, pemenggalan yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa
dilakukan di antara kedua huruf Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika
ada pertim-bangan khusus.
konsonan itu. Gabungan-huruf konsonan
tidak pernah diceraikan. Misalnya:
Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD
EYD 3
II. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
A. Huruf Kapital atau Huruf Besar Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husen
1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai Sastranegara
sebagai huruf pertama kata pada awal Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
kalimat. Misalnya: Gubernur Irian Jaya
Dia mengantuk. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf
Apa maksudnya? perta-ma nama jabatan dan pangkat yang
Kita harus bekerja keras. tidak diikuti nama orang, atau nama
Pekerjaan itu belum selesai. tempat.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf Misalnya:
pertama pe-tikan langsung. Siapa gubernur yang baru dilantik itu?
Misalnya: Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik
Adik bertanya, Kapan kita pulang? menjadi mayor jenderal.
Bapak menasihatkan, Berhati-hatilah,
Nak! 6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
Kemarin engkau terlambat, katanya. pertama unsur-unsur nama orang.
Besok pagi, kata Ibu, dia akan Misalnya:
berangkat. Amir Hamzah
Dewi Sartika
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama Wage Rudolf Supratman
dalam ungkapan yang berhubungan dengan Halim Perdanakusumah
nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata Ampere
ganti untuk Tuhan.
Misalnya: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf
per-tama nama orang yang digunakan
Allah Alkitab Islam
sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Yang Mahakuasa Quran Kristen
Yang Maha Weda Misalnya:
Pengasih mesin diesel
Tuhan akan menunjukkan jalan yang 10 volt
benar kepada hamba-Nya. 5 ampere
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke
jalan yang Engkau beri rahmat. 7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,
pertama nama gelar kehormatan, dan bahasa. Misalnya:
keturunan, dan keaga-maan yang diikuti bangsa Indonesia
nama orang. suku Sunda
Misalnya: bahasa Inggris
Mahaputra Yamin
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf
Sultan Hasanuddin
perta-ma nama bangsa, suku, dan bahasa
Haji Agus Salim
yang dipakai sebagai bentuk dasar kata
Imam Syafii
turunan.
Nabi Ibrahim
Misalnya:
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf
mengidonesiakan kata asing
perta-ma nama gelar kehormatan, keturunan,
keinggris-inggrisan
dan keagamaan yang tidak diikuti nama
orang. 8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
Misalnya: nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan
Dia baru saja diangkat menjadi sultan. peristiwa sejarah.
Tahun ini ia pergi naik haji. Misalnya:
bulan Agustus hari Natal
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama bulan Maulid Perang Candu
unsur nama jabatan dan pangkat yang hari Galungan tahun Hijriah
diikuti nama orang atau yang dipakai hari Jumat tarikh Masehi
sebagai pengganti nama orang tertentu, hari Lebaran
nama instansi, atau nama tempat.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Misalnya:
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf 13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
perta-ma nama geografi yang digunakan pertama unsur singkatan nama gelar,
sebagai nama jenis. pangkat, dan sapaan.
Misalnya: Misalnya:
Catatan:
Kelompok yang lazim dianggap padu, misalnya
adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun,
biar-
Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD
EYD 8
3. Angka lazim dipakai untuk uang lima 1000-an atau uang lima
melambangkan nomor jalan, rumah, seribuan
apartemen, atau kamar pada alamat.
8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan
Misalnya: dengan satu atau dua kata ditulis dengan
Jalan Tanah Abang I No. 15 huruf kecuali jika beberapa lambang
Hotel Indonesia, Kamar 169 bilangan dipakai secara berurutan, seperti
dalam perincian dan pemaparan.
4. Angka digunakan juga untuk menomori
Misalnya:
bagian karangan dan ayat kitab suci.
Amir menonton drama itu sampai tiga
Misalnya:
kali.
Bab X, Pasal 5, halaman Ayah memesan tiga ratus ekor ayam.
252 Surah Yasin: 9 Di antara 72 anggota yang hadir, 52
orang setuju, 15 orang tidak setuju,
5. Penulisan lambang bilangan dengan dan 5 orang memberikan suara
huruf di-lakukan sebagai berikut. blangko.
a. Bilangan Kendaraan yang ditempah untuk
utuh pengang-kutan umum terdiri atas 50
bus, 100 heli-cak, 100 bemo.
Misalnya:
dua belas 12 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis
dua puluh dua 22 dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat di-
dua ratus dua puluh 22 ubah sehingga bilangan yang tidak dapat
dua 2 dinyata-kan dengan satu atau dua kata tidak
b. Bilangan pecahan terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Misalnya:
Lima belas orang tewas dalam kecelakaan
setengah itu.
tiga perempat Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.
seperenam belas 1/16
Bukan:
tiga dua pertiga 3 2/3
15 orang tewas dalam kecelakaan itu.
seperseratus 1/10
0 250 orang tamu diundang Pak Darmo.
satu persen 1% Dua ratus lima puluh orang tamu
satu permil 1 diundang Pak Darmo.
satu dua persepuluh 1,2 10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh
yang besar dapat dieja sebagian supaya
6. Penulisan lambang bilangan tingkat lebih mudah dibaca.
dapat dilakukan dengan cara yang Misalnya:
berikut.
Perusahaan itu baru saja mendapat
Misalnya: pinjaman 250 juta rupiah.
Paku Buwono X Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari
Paku Buwono ke-10 120 juta orang.
Paku Buwono kesepuluh
11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka
Bab II dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di
Bab ke-2 dalam do-kumen resmi seperti akta dan
Bab kedua kuitansi.
Abad XX Misalnya:
Abad ke-20
Abad kedua puluh Kantor kami mempunyai dua puluh orang
pe-gawai.
Tingkat V Di lemari itu tersimpan 805 buku dan
Tingkat ke-5 ma-jalah.
Tingkat kelima
Bukan:
7. Penulisan lambang bilangan yang Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh)
mendapat akhiran -an mengikuti cara orang pegawai.
yang berikut (Lihat juga keterangan Di lemari itu tersimpan 805 (delapan
tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, ratus li-ma) buku dan majalah.
Ayat 5).
Misalnya: 12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka
dan huruf, penulisannya harus tepat.
tahun 50-an atau tahun lima puluhan
uang 5000-an atau uang lima ribuan
Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD
EYD 10
2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau 7. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul
huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau yang merupakan kepala karangan atau
kepala ilustra-si, tabel, dan sebagainya.
daftar. Misalnya:
Misalnya:
a. III. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jenderal Acara Kunjungan Adam Malik
Pembangunan Masyarakat Bentuk dan Kebudayaan (Bab I UUD '45)
Desa Salah Asuhan
B. Direktorat Jenderal Agraria
1. ... 8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1)
alamat pengirim dan tanggal surat atau (2)
b.1. Patokan Umum nama dan alamat penerima surat.
1.1. Isi Karangan Misalnya:
1.2. Ilustrasi
1.2.1. Gambar Tangan Jalan Diponegoro 82
1.2.2. Tabel Jakarta
1.2.3. Grafik 1 April 1991
Catatan: Yth. Sdr. Moh. Hasan
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka Jalan Arif 43
atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar Palembang
jika angka atau huruf itu merupakan yang Kantor Penempatan Tenaga
terakhir dalam deretan angka atau huruf. Jalan Cikini 7l
Jakarta
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan
angka jam, menit, dan detik yang
menunjukkan waktu. Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35
menit 20 detik)
Bandingkan dengan keterangan pembatas Hanya ada dua pilihan bagi para
yang pemakaiannya tidak diapit tanda pejuang ke-merdekaan itu: hidup atau
koma: mati.
Semua siswa yang lulus ujian 1b. Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian
mendaftarkan namanya pada panitia. atau perian itu merupakan pelengkap yang
[Link] koma dapat dipakaiuntuk mengakhi-ri pernyataan.
menghindari salah bacadi belakang Misalnya:
keterangan yang terda-pat pada awal Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
kalimat. Fakultas itu mempunyai jurusan ekonomi
Misalnya: umum dan jurusan ekonomi
Dalam pembinaan dan pengembangan perusahaan.
ba-hasa, kita memerlukan sikap yang 2. Tanda titik dua dipakai scsudah kata atau
bersung-guh-sungguh. ung-kapan yang memerlukan pemerian.
Atas bantuan Agus, Karyadi
mengucapkan terima kasih. Misalnya:
Bandingkan dengan: a. Ketua: Ahmad Wijaya
Sekretaris: S. Handayani
Kita memerlukan sikap yang
Bendahara: [Link]
bersungguh-sungguh dalam
b. Tempat Sidang: Ruang 104
pembinaan dan pengem-bangan
PengantarAcara: Bambang S.
bahasa.
Hari: Senin
Karyadi mengucapkan terima kasih atas Waktu: 09.30
ban-tuan Agus.
3. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
drama sesudah kata yang menunjukkan
pe-tikan langsung dari bagian lain yang
pelaku dalam percakapan.
mengiringi-nya dalam kalimat jika petikan
langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau Misalnya:
tanda seru. Ibu: (meletakkan bebcrapa kopor)
Misalnya: Bawa kopor ini, Mir!
Amir: Baik, Bu. (mengangkat kopor
Di mana Saudara tinggal? tanya Karim.
dan masuk)
Berdiri lurus-lurus! perintahnya. Ibu: Jangan lupa. Letakkan baik-
baik!
C. Tanda Titik Koma(;) (duduk di kursi besar)
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau
memisah-kan bagian-bagian kalimat yang no-mor dan halaman, (ii) di antara bab dan
sejenis dan se-tara. ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul
Misalnya: dan anak judul suatu karangan, serta (iv)
Malam makin larut; pekerjaan belum nama kota dan acuan dalam karangan.
selesai juga. Misalnya:
Tempo, I (1971), 34:7
2. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai
Surah Yasin: 9
penggan-ti kata penghubung untuk
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur
memisahkan kalimat yang setara di dalam
Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
kalimat majemuk.
Tjokronegoro, Sutomo. 1968. Tjukupkah
Misalnya: Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita?
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Djakarta: Eresco.
Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik
menghapal nama-nama pahlawan E. Tanda Hubung (-)
nasional; saya sendi-ri asyik
1. Tanda Hubung menyambung suku-suku
mendengarkan siaran Pilihan Pen-
dengar. kata dasar yang terpisah oleh
pergantian baris. Misalnya:
D. Tanda Titik Dua (:)
Di samping cara-cara lama itu
1a. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir
ada ju-ga cara yang baru
suatu pernyataan lengkap jika diikuti
rangkaian atau pemerian.
Misalnya:
Kita sekarang memerlukan perabot
rumah tangga: kursi, meja, dan
lemari.
Untuk Keperluan Internal E:\Bahasa\PrinsipMenulis\EYD
EYD 13
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan Alangkah seramnya peristiwa itu!
atau tanggal dengan arti sampai. Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Misalnya: Masakan! Sampai hati juga ia
meninggalkan
19101945 anak istrinya.
Tanggal 510 April 1970 Merdeka!
JakartaBandung
Catatan: J. Tanda Kurung ((...))
Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan 1. Tanda kurung mengapit tambahan
dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi keterangan atau penjelasan.
sebe-lum dan sesudahnya.
Misalnya;
G. Tanda Elipsis (...) Bagian Perencanaan sudah selesai
menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang kantor itu.
terpu-tus-putus.
Misalnya: 2. Tanda kurung mengapit keterangan atau
pen-jelasan yang bukan bagian integral
Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak. pokok pembicaraan.
2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam Misalnya:
kalimat atau naskah ada bagian yang Sajak Tranggono yang berjudul Ubud
dihilangkan. Misalnya: (nama tempat yang terkenal di Bali)
ditulis pada tahun 1962.
Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti
Keterangan itu (lihat Tabel 10)
lebih lanjut.
menunjukkan arus perkembangan baru
Catatan: dalam pasaran dalam negeri.
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri
3. Tanda kurung mengapit huruf-atau kata
sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah
titik; tiga buah untuk menandai yang kehadirannya di dalam teks dapat
penghilangan teks dan satu untuk dihilangkan. Misalnya:
menandai akhir kalimat. Kata cocaine diserap ke dalam bahasa
Misalnya: Indone-sia menjadi kokain(a).
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
Dalam tulisan, tanda baca harus
digunakan dengan hati-hati .... 4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf
yang memerinci satu urutan keterangan.
H. Tanda Tanya (?) Misalnya:
1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat Faktor produksi menyangkut masalah (a)
tanya. Misalnya: alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan? K. Tanda Kurung Siku ([...])
1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung
kelompok kata sebagai koreksi atau
me-nyatakan bagian kalimat yang
tambahan pada kalimat atau bagian kalimat
disangsikan atau yang kurang dapat
yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan
dibuktikan kebenarannya.
bahwa kesa-lahan atau kekurangan itu
Misalnya: memang terdapat di dalam naskah asli.
la dilahirkan pada tahun 1683 (?). Misalnya:
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?)
Sang Sapurba men[d]engar bunyi
hilang.
gemerisik.
Referensi
Menulis Akademik/Profesional
Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan
(EYD)
Terlampir dalam
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Balai Pustaka
1988
Isi dokumen ini disalin dengan perbaikan tanda baca dan disajikan
kembali dengan memperhatikan aspek tipografi agar nyaman dibaca.