0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan27 halaman

Penyuluhan Resiko Bunuh Diri

fvvbzcx

Diunggah oleh

RAIHAN ANUGRAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan27 halaman

Penyuluhan Resiko Bunuh Diri

fvvbzcx

Diunggah oleh

RAIHAN ANUGRAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

BLOK KEPERAWATAN NEUROPSIKIATRI IV

SATUAN ACARA PENYULUHAN RESIKO BUNUH DIRI

( PRIMER,SEKUNDER DAN, TERSIER)

Oleh :
Kelompok VI

Muhammad Busyairi I1B115229


Muhammad Bayu Ihsan I1B115228
Muhammad rijali rahman I1B115230
Muhammad Rizwan Lutfi I1B115231
Mukhlis Zainun Ahmad Kumbara I1B115232
Iqbal Wiratama I1B115225
Indra Warisman I1B115224
Mutia Santi I1B115223
Ira Noviany I1B115226
Jannatu Rahmah I1B115227

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
NOVEMBER
2017
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

LEMBAR PENGESAHAN

Mata Kuliah : Blok Neuropsikiatri IV

DosenPengampu : Akbar Nugraha,Ns

Kelompok : VI

Nama Anggota :
Muhammad Busyairi I1B115229
Muhammad Bayu Ihsan I1B115228
Muhammad Rijali Rahman I1B115230
Muhammad Rizwan Lutfi I1B115231
Mukhlis Zainun Ahmad Kumbara I1B115232
Iqbal Wiratama I1B115225
Indra Warisman I1B115224
Mutia Santi I1B115223
Ira Noviany I1B115226
Jannatu Rahmah I1B115227

Banjarbaru,29 November 2017

Dosen Pengampu
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini pada waktunya. Meskipun ada
saja rintangan dan hambatanyang kami alami dalam proses pengerjaan makalah
ini. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari teman sekelompok sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada kelompok yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Dan harapan kami semoga makalah Satuan Acara Penyuluhan mengenai


Resiko Bunuh Diri ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca. Sebelumnya kami meminta maaf atas adanya terdapatnya kekurangan
dan kesalahan baik dari segi susunan kalimat,tata bahasa ataupun adanya kata
kata yang kurang berkenan. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik yang membangun agar kami dapat
memperbaiki makalah ini di waktu yang akan datang.

Akhir kata kami berharap dengan makalah ini dapat bermanfaat untuk
kedepannya

Banjarbaru,29 November 2017

Kelompok VI
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

Satuan Acara Penyuluhan Resiko Bunuh Diri

Pokok Bahasan :Resiko Bunuh Diri

Judul : Pencegahan Primer, Skunder dan, Tersier Resiko


Bunuh Diri
Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian Resiko Bunuh Diri
2. Penyebab Resiko Bunuh Diri
3. Tanda dan Gejala Resiko Bunuh Diri
4. Pencegahan Primer, Skunder dan, Tersier
Resiko Bunuh Diri
5. Komplikasi Resiko Bunuh Diri
6. Penatalaksanaan Resiko Bunuh Diri
Sasaran : Pasien dengan diagnosa resiko bunuh diri
Hari/Tanggal : Rabu, 29 November 2017
Waktu : 14.00 14.15
Tempat : Rumah Sakit Sambang Lihum
Pengorganisasian :

1. Moderator : Muklis Zainun ahmad kumbara

Joblist Moderator :

1) Membuka acara
2) Memperkenalkan anggota kelompok
3) Menjelaskan tujuan penyuluhan dan mengatur jalan nya
acara penyuluhan serta menyebutkan materi yang akan diberikan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

4) Memimpin jalannya diskusi ( Tanya jawab )


5) Mengevaluasi pemahaman peserta dengan bertanya
kembali
6) Mengatur kontrak waktu
7) Menutupkan acara

2. Penyaji Materi : Muhammad Busyairi

Joblist Penyaji :

1) Menggali pengetahuan peserta penyuluhan


2) Menjelaskan pokok bahasan penyuluhan
3) Menyimpulkan materi

3. Fasilitator : M. Bayu Ihsan

Mutia santi

Ira Noviani

Jannatu Rahmah

M. Rizwan Lutfi

Joblist Fasilitator :

1) Mendorong peserta penyuluhan untuk tidak malu bertanya


2) Menyampaikan pertanyaan peserta penyuluhan ke
moderator
3) Menstimulasi peserta yang tidak aktif
4) Membagikan lefleat di akhir penyuluhan

4. Observer : Indra Wrisman


KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

[Link] Rahman

Joblist Observer :

1) Mencatat pertanyaan peserta penyuluhan ( Notulensasi )


2) Menjalankan absensi peserta penyuluhan
3) Mengamati dan menilai proses jalannya penyuluhan untuk
evaluasi
5. Dokumentasi : Iqbal Wiratama
1) Mendokumentasikan acara penyuluhan

Setting Tempat :

PPT

Moderator Penyaji

Fasilitator Fasilitator

Peserta

Fasilitator
Fasilitator

Observer Dokumentasi
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

Strategi Pelaksanaan :
1. Persiapan
a. Pembuatan satuan penyuluhan dengan materi
b. Menyiapakan alat dan bahan
c. Membuat kontrak dengan peserta yang akan diberi peyuluhan
2. Pelaksanaan
Susunan Acara :
Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Rangkaian Kegiatan Metode Respon
Kegiatan Penyuluhan Pelaksanaan Peserta
1. 14.00- Pembukaan 1. Salam pembuka 1. Penyuluh 1. Peserta
14.03 2. Memperkenalkan mengucapkan menjawab
diri dan salam salam
kelompok pembuka 2. Peserta
3. Menjelaskan 2. Memperkenalk mendengark
tujuan an diri dan an dengan
penyuluhan kelompok baik apa
4. Melakukan 3. Menyampaika yang
kontrak waktu n tujuan disampaikan
penyuluhan oleh
4. Menyampaika moderator
nkontrak
waktu
2. 14.03- Kegiatan 1. Menanyakan a. Mengevalu 1. Peserta
14.08 inti atau pengetahuan klien asi menjawab
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

penyuluhan tentang resiko pengetahua pertanyaan


bunuh n peserta 2. Peserta
diriMenjelaskan tentang penyuluhan
tentang : Resiko mendengark
a) PengertianResiko bunuh diri an dengan
bunuh diri. b. Penyuluhan baik materi
b) PenyebabResiko melakukan atau pokok
bunuh diri ceramah bahasan
c) Tanda dan tentang : Resiko
gejalaResiko c. Pengertian bunuh diri
bunuh diri Resiko yang
d) PencegahanPrime bunuh diri disampaikan
r, Skunder dan, d. PenyebabR 3. Peserta
Tersier resiko esiko bunuh dalam
bunuh diri diri kondisi
e) Komplikasi e. Tanda dan kondusif
resiko bunuh diri gejala pada saat
f) Cara Mengatasi Resiko diberikan
Resiko bunuh diri bunuh diri materi
f. Pencegahan penyuluhan
Primer, mengenai
Skunder Resiko
dan, Tersier bunuh diri
resiko
bunuh diri
g. Komplikasi
resiko
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

bunuh diri
h. Cara
Mengatasi
Resiko
bunuh diri
i. kekambuha
n resiko
bunuh diri
3. 14.08- Sesi tanya 1. Mengadakan sesi 1. Moderator 1. Peserta
14.12 jawab tanya jawab meminta pada penyuluhan
(diskusi) masyarakat mengangkat
untuk tangan dan
menanyakan bertanya hal
hal yang tidak yang tidak
di mengerti dimengerti
4. 14.12- Penutup 1. Menyimpulkan 1. Menanyakan 1. Peserta
14.15 materi kembali materi penyuluhan
2. Memberi penyuluhan dapat
reinforcement yang diberikan menjawab
kepada peserta 2. Menyimpulkan pertanyaan
yang dapat materi yang
menjawab 3. Pembagian diberikan
pertanyaan leafleat 2. Peserta
3. Membagikan 4. Mengucapkan penyuluhan
leafleat salam penutup mendengark
4. Salam penutup an
kesimpulan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

3. Peserta
penyuluhan
menerima
leafleat
4. Peserta
penyuluhan
menjawab
salam
penutup

Metode Belajar : Ceramah dan Tanya Jawab (diskusi)


Alat Bantu Belajar : Leaflet, LCD, Media Powerpoint
Evaluasi Kegiatan :
1. Evaluasi Struktur
(1) Peserta hadir ditempat 10 menit sebelum kegiatan.
(2) Penyelenggaraan penyuluhan di balai desa.
(3) Pengorganisasian penyelenggara dilakukan sebelum dilakukan
Penyuluhan kesehatan.
(4) SAP dan leaflet serta powerpoint dibuat 3 hari sebelum penyuluhan
kesehatan.
(5) Kelompok penyuluhan kesehatan :
Moderator: Muklis Zainun ahmad kumbara
Penyaji : Muhammad busyairi
Fasilitator : Muhammad bayu ihsan
Fasilitator :Ira noviany
Fasilitator : Jannatu rahmah
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

Fasilitator : Muhammad rizwan lutfi


Fasilitator : Mutia santi
Observer :Indra Warisman
Muhammad rijali rahman
Dokumentasi :Iqbal wiratama
Peralatan atau media tersedia dengan lengkap (LCD, laptop, power point,
leaflet, absen).
(6) Kelompok penyuluhan kesehatan melakukan kontrak waktu selama 5
menit untuk melakukan penyuluhan kesehatan pada hari dilakukan
Kegiatan
2. Evaluasi Proses
(1) Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat
tercapai
(2) Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan.
(3) Peserta mengikuti jalannya kegiatan sampai selesai
(4) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secarabenar
(5) Jumlah peserta sesuai target (10 orang)
(6) Penyaji menyampaikan materi dengan jelas sehingga peserta lebih mudah
dalam memahami isi dari penyuluhan kesehatan yang diberikan penyuluh
3. Evaluasi Hasil
Pada evaluasi belajar, peserta penyuluhan mampu :
(1) Menjelaskan kembali apa yang dimaksud dengan resiko bunuh diri
(2) Menjelaskan penyebab resiko bunuh diri
(3) Menjelaskan pencegahan resiko bunuh diri
(4) Menjelaskan penanganan resiko bunuh diri
(5) Menjelaskan cara mencegah kekambuhan resiko bunuh diri
(6) 90% Peserta mampu memahami tentangresiko bunuh diri
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

A. Tujuan Penyuluhan
1.1 Tujuan Umum
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan
Mampu memahamidan dapat mencegah terjadinya prilaku bunuh diri.
1.2 Tujuan Khusus
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan dapat :
1. Mampu menjelaskan pengertian Resiko Bunuh Diri
2. Menjelaskan penyebab Resiko Bunuh Diri
3. Tanda dan Gejala Resiko Bunuh Diri
4. Menjelaskan pencegahan Resiko Bunuh Diri
5. Menjelaskan Komplikasi Resiko Bunuh Diri
6. Penatalaksanaan Resiko Bunuh Diri

B. Materi belajar
1. Definisi
Bunuh diri merupakan tindakan yang bermaksud membunuh diri
[Link] ini telah didahului oleh beberapa percobaan bunuh diri
sebelumnya.30% orang yang berhasil melakukan bunuh diri adalah orang yang
pernah melakukan percobaan bunuh diri [Link] diyakini merupakan
hasil dari individu yang tidak punya pilihan untuk mengatasi kesedihan yang
mendalam (1).
Bunuh diri merupakan suatu kejadian yang tidak jarang terjadi. Pada
umumnya tindakan bunuh diri merupakan cara ekspresi orang yang penuh stress
(2)
.
Perilaku bunuh diri berkembang dalam rentang di antaranya:
a. Suicidal ideation
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

Pada tahap ini merupakan proses contemplasi dari suicide, atau sebuah
metode yang digunakan tanpa melakukan aksi/tindakan, bahkan klien pada
tahap ini tidak akan mengungkapkan idenya apabila tidak ditekan. Walaupun
demikian, perawat perlu menyadari bahwa pasien pada tahap ini memiliki
pikiran tentang keinginan untuk mati
b. Suicidal intent
Pada tahap ini klien mulai berpikir dan sudah melakukan perencanaan yang
konkrit untuk melakukan bunuh diri
c. Suicidal threat
Pada tahap ini klien mengekspresikan adanya keinginan dan hasrat yan
dalam, bahkan ancaman untuk mengakhiri hidupnya
d. Suicidal gesture
Pada tahap ini klien menunjukkan perilaku destruktif yang diarahkan pada diri
sendiri yang bertujuan tidak hanya mengancam kehidupannya tetapi sudah
pada percobaan untuk melakukan bunuh [Link] yang dilakukan pada
fase ini pada umumnya tidak mematikan, misalnya meminum beberapa pil
atau menyayat pembuluh darah pada [Link] ini terjadi karena individu
mengalami ambivalen antara mati dan hidup dan tidak berencana untuk
[Link] ini masih memiliki kemauan untuk hidup, ingin diselamatkan,
dan individu ini sedang mengalami konflik mental. Tahap ini sering di
namakan Crying for help sebab individu ini sedang berjuang dengan stress
yang tidak mampu diselesaikan.
e. Suicidal attempt
Pada tahap ini perilaku destruktif klien yang mempunyai indikasi individu
ingin mati dan tidak mau diselamatkan misalnya minum obat yang
[Link] demikian banyak individu masih mengalami ambivalen
akan kehidupannya (2).
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

2. Faktor-Faktor Penyebab Bunuh Diri


a. Faktor genetik dan teori biologi
Faktor genetik mempengaruhi terjadinya resiko bunuh diri pada keturunannya.
Disamping itu adanya penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi yang
berkontribusi terjadinya resiko buuh diri.
[Link] sosiologi
Emile Durkheim membagi suicide dalam 3 kategori yaitu : Egoistik (orang yang
tidak terintegrasi pada kelompok social) , atruistik (Melakukan suicide untuk
kebaikan masyarakat) dan anomic ( suicide karena kesulitan dalam
berhubungan dengan orang lain dan beradaptasi dengan stressor).
c. Teori psikologi
Sigmund Freud dan Karl Menninger meyakini bahwa bunuh diri merupakan
hasil dari marah yang diarahkan pada diri sendiri.
d. Penyebab lain
Adanya harapan untuk reuni dan fantasy.
Merupakan jalan untuk mengakhiri keputusasaan dan ketidakberdayaan
Tangisan untuk minta bantuan
Sebuah tindakan untuk menyelamatkan muka dan mencari kehidupan yang
lebih baik (3) .
3. Tanda-tanda Beresiko Bunuh Diri
Bunuh diri merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan psikiatri.
Meskipun suicide (bunuh diri) adalah perilaku yang membutuhkan pengkajian
yang komprehensif pada kasus depresi, penyalahgunaan NAPZA, skizofrenia,
gangguan kepribadian( paranoid, borderline, antisosial), suicide tidak bisa
disamakan dengan penyakit mental. Sebagai perawat perlu mempertimbangkan
bahwa pasien memiliki resiko apabila menunjukkan perilaku sebagai berikut :
a. Menyatakan pikiran, harapan dan perencanaan tentang bunuh diri
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

b. Memiliki riwayat satu kali atau lebih melakukan percobaan bunuh diri
c. Memilki keluarga yang memiliki riwayat bunuh diri
d. Mengalami depresi, cemas dan perasaan putus asa
e. Memiliki ganguan jiwa kronik atau riwayat penyakit mental
f. Mengalami penyalahunaan NAPZA terutama alkohol
g. Menderita penyakit fisik yang prognosisnya kurang baik
h. Menunjukkan impulsivitas dan agressif
i. Sedang mengalami kehilangan yang cukup signifikan atau kehilangan yang
bertubi-tubi dan secara bersamaan
j. Mempunyai akses terkait metode untuk melakukan bunuh diri misalnya
pistol, obat, racun.
k. Merasa ambivalen tentang pengobatan dan tidak kooperatif dengan
pengobatan
l. Merasa kesepian dan kurangnya dukungan sosial (4).

4. Pencegahan Resiko Bunuh Diri


a. Pencegahan Bunuh Diri Primer
1) Mengenali tanda dan gejala perilaku bunuh diri
2) Mengamankan orang yang mengancam atau hendak melakukan
percobaan bunuh diri
Cara mengamankan :
(a) Menempatkan pada ruang yang aman dan mudah diawasi
(b) Menyingkirkan peralatan yang dapat digunakan untuk bunuh diri
(c) Mengawasi meskipun tanda dan gejala bunuh diri tidak muncul
(d) Tidak meninggalkan sendirian
3) Meminta bantuan kepada masyarakat atau orang lain jika ada yang
hendak melakukan percobaan bunuh diri.
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

4) Merujuk ke puskesmas atau rumah sakit (5).


b. Pencegahan Bunuh Diri Skunder
Pada klien dengan perilaku bunuh diri sebagai berikut :
1) Melindungi, merupakan tindakan untuk mencegah pasien melukai diri.
Melindungi dapat dilakukan dengan cara menempatkan pasien di
tempat yang aman, bukan diisolasi.
2) Meningkatkan harga diri
Pasien yang ingin bunuh diri memiliki harga diri [Link]
waktu dan diri perawat untuk pasien membuktikan bahwa pasien
penting sehingga dapat meningkatkan harga dirinya.
3) Menguatkan koping konstruktif atau sehat
Perawat perlu mengkaji koping yang sering dipakai [Link] yang
destruktif perlu dimodifikasi dan koping yang positif atau konstruktif
perlu dikuatkan dan dipuji.
4) Menggali perasaan
Menggali perasaan ini dimaksudkan agar perawat dapat mengenali
perasaan pasien dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkan
perilaku bunuh diri.
5) Menggerakkan dukungan sosial
Biasanya pasien yang memiliki kecenderungan melakukan tindak
bunuh diri kurang mendapat dukungan [Link] sebagai perawat
perlu berkolaborasi dengan keluarga, teman, atau yang lainnya untuk
membantu meningkatkan sistem dukungan. Hal tersebut dapat dimulai
dengan membina dan meningkatkan kualitas komunikasi (5).
c. Pencegahan Bunuh Diri Tersier
1) Bantu untuk mendapatkan pertolongan ahli.
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

Upayakan sebisa mungkin untuk menolong seseorang yang berniat


bunuh diri. Dorong agar yang bersangkutan bersedia ke psikiater dan
bantu untuk mendapatkan pertolongan dari para ahli kesehatan jiwa.
2) Tindak lanjut pengobatan.
Bila saudara atau teman yang berniat bunuh diri mendapat obat dari
dokter, upayakan agar yang bersangkutan bersedia minum obat sesuai
ketentuan yang diberikan [Link] adanya efek samping obat
dan beri tahu dokter bila keadaan saudara/ teman anda tersebut terlihat
[Link] diperlukan waktu untuk bisa menentukan jenis obat
dan dosis yang tepat.
3) Bertindak pro-aktif.
Orang yang berniat bunuh diri sering tidak lagi percaya bahwa akan
ada yang bisa menolongnya. Untuk itu, anda harus lebih pro-aktif
dalam memberikan pertolongan. Kata kata seperti: Telpon saya bila
kamu perlu sesuatu tidaklah tepat. Anda perlu lebih pro-aktif dengan
menelponnya, menjenguknya dan mengajaknya jalan jalan keluar.
4) Dorong agar mengubah pola hidupnya.
Dorong agar teman atau saudara tersebut bisa tidur cukup dan teratur,
makan makanan yang sehat, berolah raga, keluar rumah selama
setidaknya 30 menit per hari.
5) Buat rencana keselamatan.
Buat rencana keselamatan dan diminta agar yang bersangkutan berjanji
untuk menjalankannya. Dalam rencana keselamatan tersebut perlu
diidentifikasi hal hal yang mencetuskan keinginannya untuk bunuh
diri, seperti: setiap ulang tahun kehilangan (kematian istrinya, rumah
terbakar, dll), bertengkar, minum alkohol, dll. Upayakan juga
diidentifikasi hal hal yang bisa membantu untuk mencegahnya
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

meneruskan niatnya, seperti daftar nama teman atau saudara yang bisa
diajak bicara, dokter yang bisa dihubungi, dll.
6) Singkirkan alat alat bantu bunuh diri.
Singkirkan pisau, tali, senjata, obat, racun tikus, dll yang bisa dipakai
untuk bunuh diri.
7) Teruskan dukungan anda sampai cukup waktu.
Meskipun sudah berlalu, upayakan untuk tetap kontak dengan yang
bersangkutan. Secara periodik kunjungi dirinya dan ajak untuk
bersosialisasi. Dukungan tersebut diperlukan agar tema atau saudara
anda tersebut tetap dalam jalur pemulihan (5).

5. Komplikasi

Pada klien dengan percobaan bunuh diri dengan cara meminum zat kimia
atau intoksikasi zat komplikasi yang mungkin muncul adalah diare, pupil pi-
poin, reaksi cahaya negatif , sesak nafas, sianosis, edema paru .inkontenesia
urine dan feces, kovulsi, koma, blokade jantung akhirnya meninggal (5).
Pada klien dengan tentamen suicide yang menyebabkan asfiksia akan
menyebabkan syok yang diakibatkan karena penurunan perfusi di jaringan
terutama jaringan otak (5).
Pada klien dengan perdarahan akan mengalami syok hipovolemik yang
jika tidak dilakukan resusitasi cairan dan darah serta koreksi pada penyebab
hemoragik syok, kardiak perfusi biasanya gagal dan terjadi kegagalan
multiple organ (5).

6. Penatalaksanaan ( penanganan )

A. Penatalaksanaan Medis
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

pada semua kasus, keinginan bunuh diri harus diperiksa. Apakah orang
mengisolasi dirinya sendiri waktu kejadian sehingga ia tidak ditemukan
atau melakukan tindakan agar tidak ditemukan. Pada kasus bunuh diri
membutuhkan obat penenang saat mereka bertindak kekerasan pada diri
mereka atau orang lain, dan pasien juga lebih membutuhkan terapi
kejiwaan melalui komunikasi terapeutik (6).

B. Penatalaksanaan Keperawatan (7)


a. Tindakan keperawatan untuk pasien
Tujuan :
a) Klien dapat membina hubungan saling percaya
b) Kliendapatterlindungdariperilakubunuhdiri
c) Kliendapatmengekspresikanperasaannya
d) Kliendapatmeningkatkanhargadiri
e) Kliendapatmenggunakankoping yang adaptif
b. Tindakan keperawatan dari perawat ke pasien
a) Membina Hubungan Saling percaya kepada pasien
[Link] diri dengan klien
[Link] pembicaraan klien dengan sabar dan tidak menyangkal.
[Link] dengan tegas, jelas, dan jujur.
[Link] hangat dan bersahabat.
[Link] klien saat keinginan mencederai diri meningkat.
b) Melindungi pasien dari perilaku bunuh diri
[Link] klien dari benda-benda yang dapat membahayakan (pisau,
silet, gunting, tali, kaca, dan lain lain).
[Link] klien di ruangan yang tenang dan selalu terlihat oleh
perawat.
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

[Link].
c) Membantu pasien untuk mengekspresikan perasaannya
1. Dengarkan keluhan yang dirasakan.
2. Bersikap empati untuk meningkatkan ungkapan keraguan,
ketakutan dan keputusasaan.
3. Beri dorongan untuk mengungkapkan mengapa dan bagaimana
harapannya.
4. Beri waktu dan kesempatan untuk menceritakan arti penderitaan,
kematian, dan lain lain.
d) Membantu pasien untuk meningkatkan harga dirinya
[Link] untuk memahami bahwa klien dapat mengatasi
keputusasaannya.
[Link] dan kerahkan sumber-sumber internal individu.
[Link] mengidentifikasi sumber-sumber harapan (misal: hubungan
antar sesama, keyakinan, hal-hal untuk diselesaikan).
e) Membantu pasien untuk menggunakan koping individu yang adaptif
[Link] untuk mengidentifikasi pengalaman-pengalaman yang
menyenangkan setiap hari (misal :berjalan-jalan, membaca buku
favorit, menulis suratdll.)
[Link] untuk mengenali hal-hal yang ia cintai dan yang iasayang, dan
pentingnya terhadap kehidupan orang lain, mengesampingkan
tentang kegagalan dalam kesehatan.
[Link] dorongan untuk berbagi keprihatinan pada orang lain yang
mempunyai suatu masalah dan atau penyakit yang sama dan telah
mempunyai pengalaman positif dalam mengatasi masalah tersebut
dengan koping yang efektif
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

c. Tindakan keperawatan untuk keluarga


1) Tujuan :
Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami masalah
rasa ingin bunuh diri
2) Tindakan keperawatan
Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang ingin bunuh diri
adalah :
a) Membina hubungan saling percaya
1. Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai.
2. Bicara dengansikaptenang, rileks dan tidakmenantang.
b) Membantu pasien untuk mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
2. Hindari penilaian negatif detiap pertemuan klien
3. Utamakan pemberian pujian yang realitas
c) Membantu pasien dalam menilai kemampuan yang dapat digunakan
untuk diri sendiri dan keluarga
[Link] kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
[Link] pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang
ke rumah
d) Melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
[Link] bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari
sesuai kemampuan.
[Link] contoh cara pelaksanaan kegiatan yang klien lakukan.
[Link] kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
e) Memanfaatkan sistem pendukung yang ada
1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat


3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah
4. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.

LEMBAR OBSERVASI

Beri Tanda Check()

No. Kegiatan Ya Tidak

1. Pembukaan ( 5 Menit )
1) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
2) Memperkenalkan diri dan anggota kelompok.
3) Menentukan kontrak waktu.
4) Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
5) Menyebutkan materi yang akan diberikan
2. Pelaksanaan ( 10 Menit )
1) Menggali pengetahuan pesertamengenai
2) Penyampaian materi:
a. Pengertian Resiko Bunuh Diri
b. Penyebab Resiko Bunuh Diri
c. Tanda dan Gejala Resiko Bunuh Diri
d. Pencegahan Resiko Bunuh Diri
e. Komplikasi Resiko Bunuh Diri
f. Penatalaksanaan Resiko Bunuh Diri
g. Pencegahan Kekambuhan Resiko Bunuh Diri
3) Diskusi ( 5 menit ) :
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

1. Melakukan Tanya jawab


2. Memberi kesempatan 3 peserta untuk bertanya
3. Evaluasi dan Penutup ( 5 Menit )
1) Menanyakan kepada peserta tentang materi yang
telah diberikan.
2) Memberi reinforcement kepada peserta yang dapat
menjawab pertanyaan
3) Menyimpulkan materi penyuluhan.
4) Membagikan lefleat ke peserta penyuluhan
5) Mengucapkan salam penutup
4. Moderator
1) Membuka acara
2) Memperkenalkan anggota kelompok
3) Menjelaskan tujuan penyuluhan dan mengatur jalan
nya acara penyuluhan serta menyebutkan materi yang
akan diberikan
4) Memimpin jalannya diskusi ( Tanya jawab )
5) Mengevaluasi pemahaman peserta dengan bertanya
kembali
6) Mengatur kontrak waktu
7) Menutupkan acara
5. Penyaji Materi
1) Menggali pengetahuan peserta penyuluhan
2) Menjelaskan pokok bahasan penyuluhan
3) Menyimpulkan materi
6. Fasilitator
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

1) Mendorong peserta penyuluhan untuk tidak malu


bertanya
2) Menyampaikan pertanyaan peserta penyuluhan ke
moderator
3) Menstimulasi peserta yang tidak aktif
4) Membagikan lefleat di akhir penyuluhan
7. Observer
1) Mencatat pertanyaan peserta penyuluhan
2) Menjalankan absensi peserta penyuluhan
3) Mengamati dan menilai proses jalannya penyuluhan
untuk evaluasi
8. Dokumentator
1) Mendokumentasikan kegiatan pendidikan kesehatan
2) Mendokumentasikan berupa foto dan video
9. Penjawab
1) Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan dengan
baik dan jelas
10. Evaluasi Struktur
1) Kesiapan SAP dan materi.
2) Kesiapan media: proyektor/LCD, leaflet.
3) Peserta hadir di tempat penyuluhan tepat waktu.
4) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di
5) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan
dilakukan sebelumnya
11. Evaluasi Proses
1) Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tujuan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

pembelajaran dapat tercapai


2) Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan.
3) Peserta mengikuti jalannya kegiatan sampai selesai
4) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab
pertanyaan secara benar
5) Jumlah peserta sesuai target (20 orang)
6) Penyaji menyampaikan materi dengan jelas sehingga
peserta lebih mudah dalam memahami isi dari
penyuluhan kesehatan yang diberikan penyuluh
12. Evaluasi Hasil
Peserta penyuluhan mampu :
- Menjelaskan pengertian resiko bunuh diri
- Menjelaskan penyebab resiko bunuh diri
- Menjelaskan pencegahan resiko bunuh diri
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

LEMBAR ABSENSI

NO NAMA TTD

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712

18
19
20

Anda mungkin juga menyukai