Penyuluhan Resiko Bunuh Diri
Penyuluhan Resiko Bunuh Diri
Oleh :
Kelompok VI
LEMBAR PENGESAHAN
Kelompok : VI
Nama Anggota :
Muhammad Busyairi I1B115229
Muhammad Bayu Ihsan I1B115228
Muhammad Rijali Rahman I1B115230
Muhammad Rizwan Lutfi I1B115231
Mukhlis Zainun Ahmad Kumbara I1B115232
Iqbal Wiratama I1B115225
Indra Warisman I1B115224
Mutia Santi I1B115223
Ira Noviany I1B115226
Jannatu Rahmah I1B115227
Dosen Pengampu
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini pada waktunya. Meskipun ada
saja rintangan dan hambatanyang kami alami dalam proses pengerjaan makalah
ini. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari teman sekelompok sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada kelompok yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata kami berharap dengan makalah ini dapat bermanfaat untuk
kedepannya
Kelompok VI
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
Joblist Moderator :
1) Membuka acara
2) Memperkenalkan anggota kelompok
3) Menjelaskan tujuan penyuluhan dan mengatur jalan nya
acara penyuluhan serta menyebutkan materi yang akan diberikan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
Joblist Penyaji :
Mutia santi
Ira Noviani
Jannatu Rahmah
M. Rizwan Lutfi
Joblist Fasilitator :
[Link] Rahman
Joblist Observer :
Setting Tempat :
PPT
Moderator Penyaji
Fasilitator Fasilitator
Peserta
Fasilitator
Fasilitator
Observer Dokumentasi
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
Strategi Pelaksanaan :
1. Persiapan
a. Pembuatan satuan penyuluhan dengan materi
b. Menyiapakan alat dan bahan
c. Membuat kontrak dengan peserta yang akan diberi peyuluhan
2. Pelaksanaan
Susunan Acara :
Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Rangkaian Kegiatan Metode Respon
Kegiatan Penyuluhan Pelaksanaan Peserta
1. 14.00- Pembukaan 1. Salam pembuka 1. Penyuluh 1. Peserta
14.03 2. Memperkenalkan mengucapkan menjawab
diri dan salam salam
kelompok pembuka 2. Peserta
3. Menjelaskan 2. Memperkenalk mendengark
tujuan an diri dan an dengan
penyuluhan kelompok baik apa
4. Melakukan 3. Menyampaika yang
kontrak waktu n tujuan disampaikan
penyuluhan oleh
4. Menyampaika moderator
nkontrak
waktu
2. 14.03- Kegiatan 1. Menanyakan a. Mengevalu 1. Peserta
14.08 inti atau pengetahuan klien asi menjawab
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
bunuh diri
h. Cara
Mengatasi
Resiko
bunuh diri
i. kekambuha
n resiko
bunuh diri
3. 14.08- Sesi tanya 1. Mengadakan sesi 1. Moderator 1. Peserta
14.12 jawab tanya jawab meminta pada penyuluhan
(diskusi) masyarakat mengangkat
untuk tangan dan
menanyakan bertanya hal
hal yang tidak yang tidak
di mengerti dimengerti
4. 14.12- Penutup 1. Menyimpulkan 1. Menanyakan 1. Peserta
14.15 materi kembali materi penyuluhan
2. Memberi penyuluhan dapat
reinforcement yang diberikan menjawab
kepada peserta 2. Menyimpulkan pertanyaan
yang dapat materi yang
menjawab 3. Pembagian diberikan
pertanyaan leafleat 2. Peserta
3. Membagikan 4. Mengucapkan penyuluhan
leafleat salam penutup mendengark
4. Salam penutup an
kesimpulan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
3. Peserta
penyuluhan
menerima
leafleat
4. Peserta
penyuluhan
menjawab
salam
penutup
A. Tujuan Penyuluhan
1.1 Tujuan Umum
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan
Mampu memahamidan dapat mencegah terjadinya prilaku bunuh diri.
1.2 Tujuan Khusus
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan dapat :
1. Mampu menjelaskan pengertian Resiko Bunuh Diri
2. Menjelaskan penyebab Resiko Bunuh Diri
3. Tanda dan Gejala Resiko Bunuh Diri
4. Menjelaskan pencegahan Resiko Bunuh Diri
5. Menjelaskan Komplikasi Resiko Bunuh Diri
6. Penatalaksanaan Resiko Bunuh Diri
B. Materi belajar
1. Definisi
Bunuh diri merupakan tindakan yang bermaksud membunuh diri
[Link] ini telah didahului oleh beberapa percobaan bunuh diri
sebelumnya.30% orang yang berhasil melakukan bunuh diri adalah orang yang
pernah melakukan percobaan bunuh diri [Link] diyakini merupakan
hasil dari individu yang tidak punya pilihan untuk mengatasi kesedihan yang
mendalam (1).
Bunuh diri merupakan suatu kejadian yang tidak jarang terjadi. Pada
umumnya tindakan bunuh diri merupakan cara ekspresi orang yang penuh stress
(2)
.
Perilaku bunuh diri berkembang dalam rentang di antaranya:
a. Suicidal ideation
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
Pada tahap ini merupakan proses contemplasi dari suicide, atau sebuah
metode yang digunakan tanpa melakukan aksi/tindakan, bahkan klien pada
tahap ini tidak akan mengungkapkan idenya apabila tidak ditekan. Walaupun
demikian, perawat perlu menyadari bahwa pasien pada tahap ini memiliki
pikiran tentang keinginan untuk mati
b. Suicidal intent
Pada tahap ini klien mulai berpikir dan sudah melakukan perencanaan yang
konkrit untuk melakukan bunuh diri
c. Suicidal threat
Pada tahap ini klien mengekspresikan adanya keinginan dan hasrat yan
dalam, bahkan ancaman untuk mengakhiri hidupnya
d. Suicidal gesture
Pada tahap ini klien menunjukkan perilaku destruktif yang diarahkan pada diri
sendiri yang bertujuan tidak hanya mengancam kehidupannya tetapi sudah
pada percobaan untuk melakukan bunuh [Link] yang dilakukan pada
fase ini pada umumnya tidak mematikan, misalnya meminum beberapa pil
atau menyayat pembuluh darah pada [Link] ini terjadi karena individu
mengalami ambivalen antara mati dan hidup dan tidak berencana untuk
[Link] ini masih memiliki kemauan untuk hidup, ingin diselamatkan,
dan individu ini sedang mengalami konflik mental. Tahap ini sering di
namakan Crying for help sebab individu ini sedang berjuang dengan stress
yang tidak mampu diselesaikan.
e. Suicidal attempt
Pada tahap ini perilaku destruktif klien yang mempunyai indikasi individu
ingin mati dan tidak mau diselamatkan misalnya minum obat yang
[Link] demikian banyak individu masih mengalami ambivalen
akan kehidupannya (2).
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
b. Memiliki riwayat satu kali atau lebih melakukan percobaan bunuh diri
c. Memilki keluarga yang memiliki riwayat bunuh diri
d. Mengalami depresi, cemas dan perasaan putus asa
e. Memiliki ganguan jiwa kronik atau riwayat penyakit mental
f. Mengalami penyalahunaan NAPZA terutama alkohol
g. Menderita penyakit fisik yang prognosisnya kurang baik
h. Menunjukkan impulsivitas dan agressif
i. Sedang mengalami kehilangan yang cukup signifikan atau kehilangan yang
bertubi-tubi dan secara bersamaan
j. Mempunyai akses terkait metode untuk melakukan bunuh diri misalnya
pistol, obat, racun.
k. Merasa ambivalen tentang pengobatan dan tidak kooperatif dengan
pengobatan
l. Merasa kesepian dan kurangnya dukungan sosial (4).
meneruskan niatnya, seperti daftar nama teman atau saudara yang bisa
diajak bicara, dokter yang bisa dihubungi, dll.
6) Singkirkan alat alat bantu bunuh diri.
Singkirkan pisau, tali, senjata, obat, racun tikus, dll yang bisa dipakai
untuk bunuh diri.
7) Teruskan dukungan anda sampai cukup waktu.
Meskipun sudah berlalu, upayakan untuk tetap kontak dengan yang
bersangkutan. Secara periodik kunjungi dirinya dan ajak untuk
bersosialisasi. Dukungan tersebut diperlukan agar tema atau saudara
anda tersebut tetap dalam jalur pemulihan (5).
5. Komplikasi
Pada klien dengan percobaan bunuh diri dengan cara meminum zat kimia
atau intoksikasi zat komplikasi yang mungkin muncul adalah diare, pupil pi-
poin, reaksi cahaya negatif , sesak nafas, sianosis, edema paru .inkontenesia
urine dan feces, kovulsi, koma, blokade jantung akhirnya meninggal (5).
Pada klien dengan tentamen suicide yang menyebabkan asfiksia akan
menyebabkan syok yang diakibatkan karena penurunan perfusi di jaringan
terutama jaringan otak (5).
Pada klien dengan perdarahan akan mengalami syok hipovolemik yang
jika tidak dilakukan resusitasi cairan dan darah serta koreksi pada penyebab
hemoragik syok, kardiak perfusi biasanya gagal dan terjadi kegagalan
multiple organ (5).
6. Penatalaksanaan ( penanganan )
A. Penatalaksanaan Medis
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
pada semua kasus, keinginan bunuh diri harus diperiksa. Apakah orang
mengisolasi dirinya sendiri waktu kejadian sehingga ia tidak ditemukan
atau melakukan tindakan agar tidak ditemukan. Pada kasus bunuh diri
membutuhkan obat penenang saat mereka bertindak kekerasan pada diri
mereka atau orang lain, dan pasien juga lebih membutuhkan terapi
kejiwaan melalui komunikasi terapeutik (6).
[Link].
c) Membantu pasien untuk mengekspresikan perasaannya
1. Dengarkan keluhan yang dirasakan.
2. Bersikap empati untuk meningkatkan ungkapan keraguan,
ketakutan dan keputusasaan.
3. Beri dorongan untuk mengungkapkan mengapa dan bagaimana
harapannya.
4. Beri waktu dan kesempatan untuk menceritakan arti penderitaan,
kematian, dan lain lain.
d) Membantu pasien untuk meningkatkan harga dirinya
[Link] untuk memahami bahwa klien dapat mengatasi
keputusasaannya.
[Link] dan kerahkan sumber-sumber internal individu.
[Link] mengidentifikasi sumber-sumber harapan (misal: hubungan
antar sesama, keyakinan, hal-hal untuk diselesaikan).
e) Membantu pasien untuk menggunakan koping individu yang adaptif
[Link] untuk mengidentifikasi pengalaman-pengalaman yang
menyenangkan setiap hari (misal :berjalan-jalan, membaca buku
favorit, menulis suratdll.)
[Link] untuk mengenali hal-hal yang ia cintai dan yang iasayang, dan
pentingnya terhadap kehidupan orang lain, mengesampingkan
tentang kegagalan dalam kesehatan.
[Link] dorongan untuk berbagi keprihatinan pada orang lain yang
mempunyai suatu masalah dan atau penyakit yang sama dan telah
mempunyai pengalaman positif dalam mengatasi masalah tersebut
dengan koping yang efektif
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
LEMBAR OBSERVASI
1. Pembukaan ( 5 Menit )
1) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
2) Memperkenalkan diri dan anggota kelompok.
3) Menentukan kontrak waktu.
4) Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
5) Menyebutkan materi yang akan diberikan
2. Pelaksanaan ( 10 Menit )
1) Menggali pengetahuan pesertamengenai
2) Penyampaian materi:
a. Pengertian Resiko Bunuh Diri
b. Penyebab Resiko Bunuh Diri
c. Tanda dan Gejala Resiko Bunuh Diri
d. Pencegahan Resiko Bunuh Diri
e. Komplikasi Resiko Bunuh Diri
f. Penatalaksanaan Resiko Bunuh Diri
g. Pencegahan Kekambuhan Resiko Bunuh Diri
3) Diskusi ( 5 menit ) :
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
LEMBAR ABSENSI
NO NAMA TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan
70712
18
19
20