0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan5 halaman

Prinsip Kerja Sistem 4WD Mobil

Sistem 4WD memungkinkan daya mesin untuk ditransmisikan ke empat roda secara bersamaan, bukan hanya dua roda seperti pada sistem 2WD konvensional. Komponen utama sistem 4WD adalah differential, transfer case, dan locking hub yang bekerja bersama untuk mengunci kecepatan putar roda depan dan belakang. Sistem ini memiliki kelebihan dalam medan off-road namun juga menghabiskan lebih banyak daya dan biaya.

Diunggah oleh

agus wahyu indrajid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan5 halaman

Prinsip Kerja Sistem 4WD Mobil

Sistem 4WD memungkinkan daya mesin untuk ditransmisikan ke empat roda secara bersamaan, bukan hanya dua roda seperti pada sistem 2WD konvensional. Komponen utama sistem 4WD adalah differential, transfer case, dan locking hub yang bekerja bersama untuk mengunci kecepatan putar roda depan dan belakang. Sistem ini memiliki kelebihan dalam medan off-road namun juga menghabiskan lebih banyak daya dan biaya.

Diunggah oleh

agus wahyu indrajid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prinsip Kerja 4WD (Four Wheel Drive)

Gambar 1- Skema Sistem 4WD ([Link])

Pernah mendengar istilah four wheel drive?Four wheel drive sering kita dengar dalam suatu
bahasan otomotif terutama pada kendaraan roda empat. Namun sebenarnya apa itu four wheel
drive. Kali ini akan kita bahas tentang apa dan bagaimana prinsip kerja dari 4WD (four wheel
drive) tersebut.

4WD (four wheel drive) atau juga bisa diistilahkan sebagai 4X4 merupakan salah satu jenis drive
train (pemindah daya) yang digunakan pada kendaraan roda empat. Secara umum jenis drive
train berdasarkan jumlah roda yang dibagi menjadi tiga, yaitu: 2WD (two wheel drive), 4WD
(four wheel drive) dan AWD (All wheel drive). Pembagian ini didasarkan pada kemana saja daya
dari mesin yang ditransferkan pada setiap roda mobil tersebut. Secara singkat 2WD men-
transmisikan daya mesin hanya pada dua roda yang satu poros (shaft) pada kendaraan, sementara
roda yang lainnya hanya akan mengikuti pergerakan dari kedua roda tersebut. Untuk 4WD, daya
mesin akan ditransmisikan ke empat roda dengan memindahkan daya pada poros roda depan dan
roda belakang. Namun biasanya 4WD hanya bersifat parsial atau sementara (part time).
Sedangkan AWD bisa disebut dengan full time 4WD, dimana fungsi kerja roda dirancang untuk
mampu menghadapi segala jenis permukaan jalan.

Sistem four wheel drive telah dikembangkan mulai dari tahun 1940. Dan pada saat itu
diaplikasikan pada kendaraan-kendaraan militer yang sering menghadapi medan yang sulit.
Meskipun pada awalnya sistem ini membutuhkan kemampuan pengemudi yang berada di atas
rata-rata, namun dengan perkembangannya sistem ini mulai mudah untuk digunakan oleh semua
pengemudi.
Saat ini, dikenal beberapa tipe sistem penggerak 4WD. Pada dasarnya ada empat tipe, yaitu: Part-
time 4WD, Selectable 4WD, Permanent 4WD dan Automatic 4WD, plus sistem penggerak
semua-roda (AWD).

Komponen Penyusun Sistem 4WD

Differential

Differential merupakan komponen pada 4WD yang berfungsi untuk meneruskan torsi dari
mesin menuju poros penggerak roda. Selain itu, differential dapat mengatur putaran pada roda
ketika berbelok. Dimana pada kondisi berbelok, roda bagian dalam harus berputar dengan
kecepatan yang lebih rendah dari pada roda bagian luar. Pada sistem 4WD, differential
ditempatkan diantara kedua roda belakang maupun roda depan. Jenis differential pun berbeda-
beda, sesuai dengan desain kendaraan yang dipakai.

Gambar 2- Differential ([Link])

Transfer case

Transfer Case merupakan komponen yang berfungsi untuk membagi daya antara penggerak roda
depan dengan penggerak roda belakang. Untuk kondisi berbelok, ketika differential mengatur
kecepatan roda bagian dalam dan bagian luar, transfer case pada sistem 4WD mengunci
penggerak depan dengan penggerak roda belakang sehingga menghasilkan kecepatan putar yang
sama antara depan dan belakang. Pada part-time four wheel drive, kebanyakan transfer case
dilengkapi dengan gear-gear tambahan yang memberikan low range pada kendaraan.
Penambahan gear ini akan memberikan kendaraan torsi tambahan dan kecepatan yang sangat
lambat.
Gambar 2- Transfer Case ([Link])

Locking Hub

Locking hub ini berada pada setiap roda. Ketika four wheel drive tidak digunakan, locking hub
ini akan berfungsi sebagai pemutus roda depan dengan differential, half shaft (penggerak yang
menghubungkan differential menuju hub) dan driveshaft (poros penggerak). Sehingga pada
kondisi ini kendaraan sedang menggunakan sistem 2WD.

Gambar 4- Locking Hub ([Link])

Prinsip Kerja 4WD (four wheel drive)

Setelah mengetahui komponen penyusun four wheel drive, berikut penjelasan runtut bagaimana
prinsip kerja dari 4WD. Ketika mesin dihidupkan maka akan memutar poros mesin yang
menghasilkan daya yang bervariasi tergantung pada rpm (kecepatan putar mesin). Daya tersebut
kemudian ditransmisikan dengan gear box menuju poros penggerak belakang yang terhubung
dengan differential dan diteruskan menuju roda melalui poros dan locking hub roda belakang.
Pada kondisi ini, kendaraan masih dalam sistem 2WD

Kemudian sistem dipindahkan dari 2WD menuju 4WD menggunakan tuas atau tombol yang
terhubung dengan transfer case. Transfer case akan mengunci poros penggerak belakang dan
poros penggerak roda depan sehingga daya yang ditransmisikan tidak hanya pada bagian
belakang saja. Kemudian poros penggerak depan juga meneruskan menuju differential depan
yang kemudian diteruskan pada poros roda depan menuju locking hub sehingga roda depan juga
ikut berputar.

Pada kondisi ini, kecepatan putar roda belakang dan roda depan adalah sama. Pada kondisi
berbelok, differential akan memainkan perannya untuk mengatur kecepatan roda bagian dalam
dengan roda bagian luar dimana kecepatan roda luar lebih tinggi daripada roda bagian dalam.
Hal ini akan membantu kendaraan agar dapat berbelok.

Sistem 4WD sering di-aplikasikan pada mobil-mobil besar dan off-road (jeep). Contoh mobil
yang mengaplikasikan sistem 4WD, yaitu: Toyota Hilux, Audi Q5, BMW X3 xDrive20d, Toyota
Fortuner 2.7 dan masih banyak yang lainnya.

Gambar 5- Aplikasi 4WD Toyota Hilux ([Link])

Kelebihan Sistem 4WD

Dapat menghadapi kondisi jalan yang buruk


Dapat mengatur kecepatan roda baik depan maupun belakang
Sangat baik untuk penggunaan di medan off-road
Keempat roda memperoleh daya mesin secara permanen
Memiliki empat tingkat seting mode pada sistem penggerak rodanya, yaitu: 2WD, 4WD
Hi, 4WD Lo

Kekurangan Sistem 4WD

Membutuhkan daya lebih besar


Konstruksi yang lebih rumit dan perawatan yang tidak mudah
Dibutuhkan komponen tambahan untuk menggerakan kedua poros penggerak
Harga relatif lebih mahal
Menambah beban kendaraan
Efisiensi bahan bakar berkurang

Common questions

Didukung oleh AI

The main components of a 4WD system include the differential, transfer case, and locking hubs. The differential is used to transmit torque from the engine to the wheel drives and to manage different rotational speeds between wheels when turning . The transfer case divides power between the front and rear wheel drives, and it can lock them together to provide the same rotation speed to all wheels, which is essential for off-road driving . The locking hubs disconnect the front wheels from the differential and driveshaft when 4WD is not engaged, allowing the vehicle to operate in 2WD, thereby saving fuel and reducing wear .

The 4WD system enhances performance in off-road conditions primarily by providing superior traction and power distribution. All four wheels receiving power simultaneously ensure the vehicle maintains forward momentum even on slippery or uneven surfaces, where traditional 2WD systems might falter due to insufficient traction . The ability to lock the differential and transfer case allows for consistent rotation speed among wheels, crucial for climbing steep terrains or navigating through mud or snow . Additionally, modes like 4WD Lo provide increased torque for overcoming obstacles that require more grip and power, making it ideal for rugged landscapes .

Locking hubs are crucial in a 4WD system for engaging and disengaging the front wheels' connection to the driveshaft and differential . During 2WD operation, the locking hubs disconnect the front wheels to reduce drag and improve fuel efficiency, allowing the vehicle to function with the rear-wheel drive only . When switching to 4WD, the hubs engage, connecting the front wheels and enabling them to receive power from the engine, which enhances traction and stability under challenging conditions . Thus, locking hubs provide versatility by optimizing mechanical efficiency and performance based on the terrain and driving requirements.

Transitioning from 2WD to 4WD involves using a lever or button connected to the transfer case. Initially, the engine’s power is transmitted to the rear wheels via the gearbox and driveshafts . When switching to 4WD, the transfer case engages, locking the rear and front driveshafts together, thus distributing power equally to all wheels. The front driveshaft then engages with the front differential and transmits power to the front wheels via the locking hubs, ensuring all wheels rotate at the same speed .

Initially used in military vehicles for their ability to traverse difficult terrains, 4WD systems were crucial for mobility during wartime . This military application demanded robust performance under extreme conditions, which set the foundation for 4WD development. Transitioning to civilian use, technological improvements have adapted these systems for broader applications, including recreational and commercial vehicles, offering greater safety and operability in adverse weather conditions or off-road environments . Modern advancements have made 4WD systems more accessible and easy to use, expanding their presence in SUVs and luxury cars by enhancing road handling and comfort, thus appealing to a larger consumer base seeking versatile driving capabilities.

The complexity of 4WD systems entails additional components such as transfer cases, differentials for both axles, and locking hubs, which inherently demand more maintenance than simpler 2WD systems . This increased complexity translates to higher operational costs due to the need for specialized servicing and parts, often resulting in more frequent maintenance to ensure system reliability, especially for off-road use . Furthermore, the design intricacies contribute to a higher initial purchase cost and reduced fuel efficiency due to the added weight and power draw from driving all four wheels . Consumers must weigh these costs against the benefits of improved handling and traction.

The 4WD system, first developed in the 1940s for military vehicles facing challenging terrains, initially required skilled drivers and manual operation . Over time, technological advancements have made 4WD systems more user-friendly and accessible. Features such as automatic 4WD engagement, electronic controls, and advanced differentials have simplified use and improved performance, making it feasible for average drivers to handle without specialized skills . These advancements have extended the application of 4WD systems from military to civilian vehicles, expanding their popularity among consumers seeking enhanced off-road capability and safety. As a result, 4WD technology has become a staple not only in off-road vehicles but also in SUVs and luxury cars.

The 4WD system offers several advantages, such as the ability to handle poor road conditions, distribute engine power efficiently to all four wheels, perform well in off-road environments, and have adjustable drive modes like 2WD, 4WD Hi, and 4WD Lo, which cater to different driving scenarios . However, it also has drawbacks, including the requirement for more power, complex construction, additional components leading to higher maintenance, increased vehicle weight, lower fuel efficiency, and higher cost . Consumers might choose a 4WD vehicle for better traction and control in adverse weather conditions or for off-road capability, despite these disadvantages.

During a turning maneuver, the transfer case’s role is crucial as it locks the front and rear driveshafts together, ensuring they rotate at the same speed. This is significant because it provides equal power distribution to all wheels, which is necessary for maintaining traction and stability on uneven or slippery terrain . While turning, the differential adjusts the rotational speed between the inner and outer wheels, but consistent power from the transfer case helps prevent wheel slip and provides stable handling in challenging conditions .

A vehicle with a 4WD system might revert to using Two Wheel Drive when driving on regular paved roads or in conditions where full traction is unnecessary. Transitioning to 2WD disconnects the front wheels from the engine power using the locking hub, significantly improving fuel efficiency and reducing mechanical wear by alleviating strain on the front driveshaft and differential . This also decreases noise and vibration, enhancing ride comfort. The capability to switch modes offers drivers flexibility to adapt to changing road conditions while conserving energy and extending vehicle longevity .

Anda mungkin juga menyukai