0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan13 halaman

Dinamika Cinta dan Persahabatan Namjin

Cerita ini menceritakan tentang hubungan rumit antara Seokjin dan Namjoon sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Seokjin yang dulu bersikap manja kepada Namjoon kini menyadari perasaannya, namun Namjoon tampaknya lebih tertarik pada ayah Seokjin. Hubungan mereka kini dipenuhi ketegangan.

Diunggah oleh

Erika Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan13 halaman

Dinamika Cinta dan Persahabatan Namjin

Cerita ini menceritakan tentang hubungan rumit antara Seokjin dan Namjoon sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Seokjin yang dulu bersikap manja kepada Namjoon kini menyadari perasaannya, namun Namjoon tampaknya lebih tertarik pada ayah Seokjin. Hubungan mereka kini dipenuhi ketegangan.

Diunggah oleh

Erika Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Benar itu sudah terjadi beberapa tahun lalu, ada dimana saat aku mengira, aku

tidak bisa mendapatkan apa yang ku inginkan

Yaa, Namjoon!

Bocah berusia 12 tahun itu merengut kesal saat orang yang ia panggil malah
tidak memperdulikannya, apalagi saat ia melihat namjoon yang tertawa bahagia
dengan ayah nya sendiri yang sedang mengacak-acak surai coklat si bocah yang
bernama namjoon tadi.

kenapa kau kenapa kau selalu seperti itu


-Kim Seokjin
.
.
.
.
.

10 tahun kemudian

Bangun
Titah Seorang pria dengan kemeja yang lengannya digulung hingga atas melepas
penutup saluran bathub tanpa memperdulikan jika masih ada orang di dalamnya,
ya dengan keadaan tertidur tentunya.
Dan orang yang berada di dalam nya hanya membuka matanya malas dan
membuang nafas nya kesal setelah mendengar suara yang membuat nya
terbangun.

hari ini hari senin, silahkan siap-siap bekerja sesegera mungkin namjoon pun
melipat tangan nya di dada nya. Dan seokjin pun bangun dari sandaran bath-up
.Apa yang harus ku katakan ketika aku terlalu pusing untuk bekerja?.

Bagaimana kalau, aku mau bolos kerja hari ini? tuan muda seokjin.
Masa Bodoh! ujar seokjin tidak peduli, dan ia pun keluar dari bathub dengan
tubuh polosnya. Namjoon seokjin memanggil namjoon yang tengah
mengambilkan handuk untuk si tuan muda. ya ada apa? namjoon menoleh
kebelakang.
.
.
keringkan aku

Dengan kesal namjoon melempar handuk tersebut ke wajah seokjin.


bukannya kau itu pengasuh ku!?
Namjoon pun hanya menghela nafas nya Anda sudah dua puluh dua tahun, saya
tidak perlu melakukan hal sejauh itu, jika anda menginginkan pengasuh pribadi
silahkan merekrut pembantu dan menikah Ujar namjoon masih dengan gaya
bahasa nya yang formal dan juga tak lupa raut wajah nya yang sedang kesal.
Aku pun akan menikah jika kau sudah menikah ujar seokjin sambil
mengeringkan rambutnya yang basah. Saya tidak akan menikah sampai anda
melakukannya, tuan muda seokjin. Mendengar hal itu bola mata seokjin pun
melebar. Kenapa? soal nya itu. Pokoknya, berhenti menyuruh saya untuk
melakukan hal yang anda bisa lakukan seokjin pun mengikat ujung handuk yang
berada di pinggang nya.

Hari ini ada rapat editorial jam sembilan, harap tepat waktu
Meeting ya.., Kenapa aku harus repot untuk membuat buku para penulis egois
itu? Seokjin merengut tidak suka sambil mengeringkan rambut nya dengan hair
dryer. Setelah selesai melipat handuk yang kering namjoon pun meletakannya di
rak yang berada dikamar mandi itu apakah itu artinya anda menolak pekerjaan
sebagai editor? mendengar hal itu, dengan kesal seokjin mematikan hair dryer
nya Aku kan sudah bilang, aku tidak ingin jadi penulis tapi akan berdampak
buruk jika aku menganggur setelah kuliah, karena itulah aku bekerja di
perusahaan ayah ku untuk sementara.

Sebagai Sunbae dari profesi editor yang sangat anda benci, akan saya berikan
sebuah saran. Mendengar hal itu seokjin menoleh kepada namjoon dan
melengkungkan bibir nya ke atas. jika anda benar-benar ingin jadi penulis,
mungkin seharus nya anda mencoba menulis sebuah naskah terlebih dahulu.
Anda tidak ingin menjadi seseorang yang menulis novel, anda hanya ingin
dijulusi sebagai seorang novelis kan?

crap!

Seokjin yang tadinya menyalakan hair dryer Kembali mematikannya, Yak! Kau
ini! dengan kesal ia menarik dasi namjoon dan mendekatkan wajah nya.
Aku beritahu ya, dari dulu aku mempunyai bakat mengetahui mana buku yang
Bagus dan buruk teriak seokjin di depan wajah namjoon wah wah hebat sekali
ya, kalau begitu bisakah anda mengenakan pakaian? sayang nya namun namjoon
hanya menanggapi nya datar.
Kau!, Aku itu benar-benar- perkataan seokjin terputus karena sebuah telepon
yang berbunyi, dan seokjin pun menuju ke sumber suara dengan kaki yang
dihentak-hentakan ia pun segera mengangkat panggilan tersebut.

Ya, ah ada. Namjoon-ah untuk mu, dari ayah ku seokjin menyerahkan telepon
yang berada di tangannya kepada namjoon dengan wajah datarnya.
Namjoon tersentak setelah mendengar nama yang tengah mencari nya, ia pun
mengambil telepon dari tangan seokjin Ya, dengan kim namjoon, ah selamat
pagi, baiklah akan segera saya sampaikan namjoon menutup sambungan telepon
dengan wajah bahagia, berbanding balik dengan sebelumnya.
Seokjin dengan sengaja menjatuhkan handuk yang berada di pundak nya.
ada apa?Ah, ada sesuatu yang terjadi, beliau ingin ayah saya yang
mengantarkan mobil nya. Karena ayah saya hari ini cuti, jadi beliau meminta
saya.

HAH!? Kenapa mesti kau protes seokjin tidak suka sembari mengenakan
sweater coklat nya. Dan namjoon pun kembali tersenyum Dipercayai oleh tuan
besar - kim untuk melakukan tugas, adalah suatu kehormatan, saya akan
melakukan apapun untuk tuan besar-kim. Dan seokjin pun kembali mendengus
sebal kau, ya? namjoon menoleh kepada seokjin.

jika itu soal ayah ku. Batin kim seokjin. tidak, tidak apa-apa seokjin tidak jadi
mengatakannya kepada namjoon dan namjoon pun menatap penuh selidik
kepada seokjin yang tengah membuang muka.
(Flashback) 10 tahun yang lalu.

Nah mulai hari ini anda akan jadi teman mainnya, tuan muda seokjin ujar salah
satu pelayan tersebut kepada namjoon yang tengah menunduk dihadapan si tuan
muda. Bocah yang pipinya dibalut oleh kapas rumah sakit tersebut
memperkenalkan dirinya malu-malu sambil menundukan kepalanya.
s-saya Kim namjoon, mohon bantuannya. Dan si tuan muda pun hanya
mengerjapkan matanya polos.

Suatu hari seorang pelayan baru di rumah seokjin memperkenalkan anak nya,
usut punya usut seokjin mendengar jika perusahaan ayah nya namjoon bangkrut,
dan tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi ayah namjoon mencoba melakukan
bunuh diri sekeluarga, setelah mendengar hal itu ayah seokjin memperkerjakan
keluarga mereka. Dan karena itu lah anak laki-laki yang pandai dan lebih muda
itu menjadi mainan seorang tuan muda yang manja. aku bisa membuang nya jika
aku bosan batin seokjin kala itu, ya seokjin hanya lah bocah nakal dan manja
yang tidak perduli soal apapun, tetapi saat seokjn yang melihat namjoon penuh
dengan luka di tubuh nya aku harus melindunginya! batin seorang bocah labil itu
kembali.

End of flash back

Pagi hari yang agak panas seokjin berada di dalam sebuah kereta yang menuju ke
kantor nya, disaat seperti ini ia lebih senang menggunakan transportasi umum
karena ia terlalu malas membawa mobil sendiri tetapi tidak jika namjoon yang
menyetir, sekali anak manja tetap anak manja bukan?
Entah hal apa yang membuat seokjin tidak fokus pada novel yang tengah ia baca,
terlalu banyak yang ia pikirkan saat ini dan ia lebih memilih fokus melihat langit
biru yang berada di luar jendela.
.
.
.
.
.
.
Kenapa aku berpikiran seperti itu?, aku benar-benar ceroboh, sebelum aku benar-
benar mengetahui nya, aku jatuh cinta dengan nya. Namun, dia pikir pasti tidak
ada yang menyadari nya, kalau dia itu suka dengan ayah ku. Disebut apa ketika
kau mencintai laki-laki yang jatuh cinta dengan ayah mu sendiri, sia-sia?,
Benar.. Cinta ku itu sia-sia.- Kim seokjin
.
.
.
.
.

At H Publishing.

Sekarang seokjin tengah membaca salah satu karangan novel di kantor nya
dengan santai sambil meletekan kaki nya di atas meja, buku baru apaan ini!?, ini
tidak bisa dijual!, jika aku yang menangani, tidak akan seperti ini. Batin seokjin
dengan sendiri nya.

Kaki!

Plettak!

YYAK sakit tau! Protes seokjin kala kaki nya di jitak oleh namjoon.
disini itu bukan di rumah anda, terlihat tidak rapi. Ujar namjoon dengan gaya
formal nya. Berisiikk, kaki ku terlalu panjang untuk di letakan di bawah meja!
protes seokjin tidak mau kalah.

wah kalian berdua benar-benar akrab ya~


Goda dua orang pegawai yang melihat mereka berdua.
Tidak kok!Enggak lah! protes mereka bersamaan. Yang satu dengan nada
formal yang satunya lagi yah begitulah.
.
.
.
.
Seokjin tidak mood lagi untuk melanjutkan bacaannya, ia pun melangkah kan kaki
nya ke lobby perusahaan dan menuju ke mesin minuman, ia pun memencet
nomor minuman yang hendak ia ambil. Sayup sayup ia mendengarkan
pembicaraan seorang karyawan yang tengah berbincang.

hey hey kalian dengar, kalau best seller bulan lalu itu di tangani oleh kim seokjin
Bohong!, dia lagi!? ujar salah satu pegawai yang tengah menyesap rokok nya
heh akan sangat mudah jika jadi anak bos
Begitulah!, Padahal ia masih baru, tetapi ia langsung mendapatkan penulis yang
ternama ujar karyawan perempuan yang tengah memegang gelas kopi nya.
Karyawan itu pun berhenti menyesap rokok nyatidak seperti kita yang sudah
bekerja keras, namun malah menangani penulis rendahan.
Eh!? Hoi!
Namun tiba-tiba salah satu dari mereka terkejut lantaran orang yang sedang
mereka bicarakan tiba-tiba ada di hadapan mereka.
Ya dan seokjin pun hanya memasang senyuman penuh arti nya, tolong biarkan
aku memperbaiki satu hal, posisi best seller bukan diduduki oleh penulis ternama,
tapi dari penulis yang naik peringkat satu persatu. Jika kalian punya waktu untuk
menjelekan orang lain kenapa tidak mencoba membuat buku best seller yang lain,
iya kan sunbae-nim? ujar seokjin dengan penekanan di kalimat akhir nya,
mendengar hal itu pun mereka yang membicarakan seokjin raut wajah nya
menjadi ketakutan.

hhh aku menambah musuh ku lagi batin seokjin setelah ia pergi dari sana.
Seokjin pun menghela nafas nya kasar dan mendudukan diri nya di kursi, ia pun
melirik sebuah tumpukan novel yang baru saja datang. Eh? Ini buku yang yoongi
inginkan, akan kubawakan untuknya batin seokjin saat melihat satu persatu buku
tersebut. Ya, min yoongi adalah sepupu nya yang jarang bicara dan mereka
mempunyai hobi yang sama di bidang literature, setelah pulang bekerja seokjin
pun segera melesatkan diri nya ke kediaman yoongi yang tak kalah megah dari
kediamannya sendiri.
.
.
.
.
At yoongi house.

saya benar-benar minta maaf, saya pikir tuan muda yoongi akan segera pulang
dari sekolah ujar pelayan rumah itu minta maaf seraya menuangkan teh untuk
seokjin, dan seokjin yang melihat buku-buku di rak yang berada di ruangan
tersebut menghentikan kegiatannya ah tidak apa-apa junghyuk-ssi, akan ku
tunggu saja dan pelayan itu membungkukan tubuhnya dan segera pergi dari
ruangan tersebut.

ah ya ampun, seharus nya jendela nya ditutup seokjin pun menutup jendela
yang berada diruangan tersebut lantaran angin nya yang kencang. Namun
perhatian seokjin terfokus pada lembaran buku yang berada di atas meja belajar
yang tidak sengaja terbuka karena angin yang deras tadi, ia pun segera
mengambil buku tulis tersebut. buku harian?, ah bukan! ia pun membuka satu
persatu halaman buku tulis tersebut ini novel! dan tentu saja seokjin dibuat
kagum oleh tulisan tangan sepupunya tersebut.

ckleek

seokjin hyung, aku sudah pulang, ada perlu apa? yoongi yang baru saja pulang
dari sekolah nya terkejut melihat sepupunya yang tengah membaca karangan
nya. a-apa yang kau lakukan!? ujar yoongi setengah malu kepada kakak
sepupunya ini kau yang menulis nya kan? tanya seokjin penuh intimidasi
tolong kembalikan! yoongi mencoba meraih buku tulis nya yang berada di
tangan seokjin. ini sudah selesai??? tanya seokjin lagi, HYUNG! Yoongi-ah
dan seokjin pun menyerahkan buku tersebut kepada pemilik nya Kemanapun itu
tak masalah, ajukan ini ke penerbitan! ujar seokjin penuh perintah hah??
tidak, ke kami (perusahaan ayah nya), tolong ajukan ini ke H publishing.
Dan pipi yoongi pun memerah aku menulis ini bukan untuk jadi terkenal protes
yoongi ck, lakukan saja apa yang ku katakan, pokok nya, ajukan saja, mengerti!.
.
.
.
.
.
Seokjin pun pulang hanya dengan berjalan kaki, saat di perjalanan pulang tiba-tiba
ia memikirkan sesuatu.

Kim namjoon

Apakah ia sudah pulang?, namun tentu saja ia akan bilang saya kan sudah bilang
, tapi kenapa entah seokjin saat ini ingin sekali bertemu dengan namjoon,
Tidak bukannya sebuah simpati yang diinginkan seokjin, hanya saja baginya jika
namjoon ada disampingnya

ah, selamat datang seokjin-ssi

ujar namjoon saat seokjin membuka pintu apartemennya, nah hanya itulah yang
dinginkan seorang kim seokjin.
Seokjin pun hanya melamun di muka pintu, apakah ada sesuatu yang terjadi?
tanya namjoon seperti biasa dengan gaya formal nya, dan seokjin pun tersadar
dari lamunannya. tidak ada apa-apa tetapi muka anda memerah ck, mana ku
tahu seokjin pun mendudukan dirinya di sofa dengan wajah sendu nya, permisi
sebentar

deg

Tangan itu, tangan dari orang yang ia cintai kini tengah berada di dahinya,
namjoon tengah memeriksa suhu tubuh seokjin dengan tangannya dan tentu saja
hal itu membut seokjin merona hebat. A-ada apa?? memeriksa apakah anda
demam ujar namjoon dengan polos nya tentu saja tidak, aku ini bukan anak
kecil!- biarkan saya memeriksanya dan namjoon pun meletakan tangan kirinya
di dahinya, menyesuaikan suhu tubuh nya dengan seokjin. Dan seokjin pun hanya
menunduk malu dibuat nya.

sepertinya anda tidak demam, apakah ada bagian lagi yang sakit? hening
sejenak.
kepala ku sakit ujar seokjin pelan yang lain? tanya namjoon memastikan
tenggorokan ku juga sakit, dan bahu ku juga agak kaku. Masih dengan suara
yang agak pelan
Baiklah saya akan membawakan obat namun ketika namjoon hendak beranjak
dari tempatnya.

grebb

cuupp

Tiba tiba seokjin menarik kemeja namjoon dan seokjin meraup bibir berisi
tersebut, sontak namjoon membelalakan matanya, ketika ia hendak
menghentikan si tuan muda, namjoon malah di dorong oleh seokjin ke atas sofa
t-tunggu Seokjin-ssi!- bukannya berhenti seokjin malah menindih tubuh
tersebut dan kembali meraup bibir namjoon.
Namjoon meremas bahu seokjin yang berada di atas nya dan segera mendorong
kasar tersebut, ia langsung beranjak dari sofa dan menyapu bibir nya kasar.

Apa yang anda lakukan!?!


Seokjin pun hanya diam dengan nafas yang terengah-engah
Anda selalu saja melakukan hal yang menyulitkan bagi saya, apakah itu
menyenangkan bagi anda?!
Hah! Apaan itu, Aku itu-. Ponsel namjoon berbunyi dan ia pun segera
mengangkat sambungan telepon tersebut.

ya?, ah tidak apa-apa namjoon sedikit menjauh kan dirinya dari sofa seokjin
duduk yaak namjoon ah! yaakk kau bisa mengangkat telepon nya nanti
namun namjoon lebih setia dengan orang yang berada di teleponnya ini.
oi Namjo- baiklah, Tuan kim kini wajah namjoon kembali cerah. Seokjin yang
tidak tahan ia membuang benda yang berada di tangan namjoon.
Sontak namjoon terkejut karena perilaku seokjin yang tidak bisa ditebak Apa
yang anda lakukan??? jangan tersenyum tidak jelas seperti itu Tuan Kim, Tuan
kim, Tuan kim, Menjijikan tau! emosi seokjin saat ini sudah berada pada
batasnya. hah apa yang membuat anda marah seperti itu???, Jika kau sangat
suka berbicara dengan ayah ku kenapa tidak bersama dengannya saja!, jika kau
benci jadi pengasuh ku kenapa tidak berhenti saja eo!, .
Namjoon meletakan tangannya di kaca yang kebetulan berada di belakang seokjin
yang tentu saja membuat seokjin tersudut, kapan saya bilang kalau saya
membencinya? kau bilang kapan seokjin membuang wajah nya malu, jika saya
pergi dan berhenti mengasuh anda, bukankah anda sendiri yang akan repot
nantinya?.

hah! bukan kau pikir aku itu siapa??? bukan bahkan tanpamu.. tidak
aku baik-baik saja ujar seokjin masih tidak berani berkontak mata dengan
namjoon takut akan mata yang memancarkan amarah sekaligus perasaan yang
tidak bisa dijelaskan, perlahan tangan yang berada dikaca itu merosot baiklah..
.
.
jika anda berkata seperti itu saya akan menuruti perintah anda
.
.
.
.
.
.
.

Namjoon benar-benar keluar dari departemen editorial, setelah ia berhenti dari


asisten pribadi seokjin ia mengajukan permohonan pemindahan, lalu setelah ayah
seokjin tahu ia menjadikan namjoon sebagai sekretaris pribadi nya, hah baguslah
begitu biar dia bisa dekat bekerja dengan orang yang dicintai nya begitulah pikiran
seorang kim seokjin.

Saat seokjin hendak menuju ke departemen pemasaran ia tidak sengaja


berpapasan dengan ayah nya dan juga, si mantan pengasuh nya, tentu saja
seokjin adalah penganut profesionalitas ia tetap membungkukan badan nya saat
ia berpapasan dengan ayah nya sendiri tidak lupa juga dengan si sekretaris pribadi
ayah nya.

kenapa harus berakhir seperti ini?


Seokjin duduk di sofa yang apartemen nya, memikirkan sesuatu yang seharusnya
tidak lagi ia pikirkan.

tidak solusi nya itu mudah kau hanya minta maaf bodoh, seharusnya itu kau
lakukan 3 minggu yang lalu dan begitulah seokjin dengan pemikiran nya sendiri,
kini ia memikirkan bagaimana cara agar orang yang ia ingin jauhi kini memaafkan
dirinya lebih tepat nya merebut nya kembali, ah tidak tidak mungkin meminta
maaf saja sudah cukup. tapi bukankah dia yang tidak mau mendengar penjelasan
ku ah tapi sebenarnya bukan salah ku sepenuh nya kan bukan kah dia-

AH BERISIKKK, AKU ITU BERISIKK itulah teriakan frustasi dari kim seokjin.

Tuan Muda seokjin.


huh! seokjin tersentak kaget saat mendengar suara yang berada di belakang nya,
suara itu, suara orang yang sangat ia rindukan sekaligus orang yang tidak bisa ia
miliki, orang yang sudah menerima segala perilaku manjanya orang yang mau saja
ia suruh datang dan pergi, dan kali ini tidak ada kabar tidak ada angin namjoon
yang sudah lama tidak berkunjung ke apartemen nya masuk tanpa permisi.

Namjoon nampak membawa sebuah pot tanaman yang ditumbuhi oleh sejenis
bunga terompet namun tidak mekar dan bunga bunga nya tertutup dan layu
kebawah, saya minta maaf, saya tidak bermaksud mengganggu anda.

namjoon pun pamit untuk pulang, seokjin yang memegang pot bunga itu pun
hanya diam dan memandang datar kepergian namjoon. apa maksudnya ia ingin
pinda, dan juga ia mengembalikan ini, apa ini? batin seorang kim seokjin.
Seokjin memutuskan untuk meletakannya di rumah orang tua nya.
Saat ia berada di dapur terdapat ibu nya dan juga pelayan rumah tangga mereka.

ah tuan muda sudah lama aku tidak melihat amadokoro* itu ujar pelayan
rumah nya yang tengah membersihkan pantry dapur nya.
eh, ada apa emang nya?
(flashback) 10 tahun yang lalu

Anda mungkin juga menyukai