0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan7 halaman

Tekanan Kapiler dan Saturasi Fluida

Tekanan kapiler dan saturasi berhubungan erat. Tekanan kapiler bergantung pada ukuran pori, tegangan permukaan, dan perbedaan densitas fluida. Saturasi menunjukkan proporsi volume suatu fluida terhadap total volume pori. Hubungan tekanan kapiler dan saturasi ditunjukkan oleh kurva Pc vs Sw yang memisahkan zona drainage, imbibisi, dan gradasi.

Diunggah oleh

rantan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan7 halaman

Tekanan Kapiler dan Saturasi Fluida

Tekanan kapiler dan saturasi berhubungan erat. Tekanan kapiler bergantung pada ukuran pori, tegangan permukaan, dan perbedaan densitas fluida. Saturasi menunjukkan proporsi volume suatu fluida terhadap total volume pori. Hubungan tekanan kapiler dan saturasi ditunjukkan oleh kurva Pc vs Sw yang memisahkan zona drainage, imbibisi, dan gradasi.

Diunggah oleh

rantan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TEORI DASAR

2.1 TEKANAN KAPILER

Tekanan kapiler ( Pc ) adalah perbedaan tekanan yang ada antara


permukaan dua fluida yang tidak bercampur ( cairan-cairan atau gas-cairan )
sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka (
Amyx, J. W. 1960 ). Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan tekanan
antara fluida non wetting fasa ( Pnw ) dengan fluida wetting fasa ( Pw ) atau :

Pc Pnw Pw
Hubungan tekanan kapiler di dalam rongga pori batuan dapat dilukiskan dengan
sebuah sistim tabung kapiler. Dimana cairan fluida akan cenderung untuk naik
bila ditempatkan didalam sebuah pipa kapiler dengan jari-jari yang sangat kecil.
Hal ini diakibatkan oleh adanya tegangan adhesi yang bekerja pada permukaan
tabung. Besarnya tegangan adhesi dapat diukur dari kenaikkan fluida , dimana
gaya total untuk menaikan cairan sama dengan berat kolom fluida. Sehingga dapat
dikatakan bahwa tekanan kapiler merupakan kecenderungan rongga pori batuan
untuk menata atau mengisi setiap pori batuan dengan fluida yang berisi bersifat
membasahi.
Tekanan didalam tabung kapiler diukur pada sisi batas antara permukaan dua fasa
fluida. Fluida pada sisi konkaf (cekung) mempunyai tekanan lebih besar dari pada
sisi konvek (cembung). Perbedaan tekanan diantara dua fasa fluida terebut
merupakan besarnya tekanan kapiler didalam tabung.

Gambar 2.1
Tekanan Dalam Pipa Kapiler

3
4

Untuk sistem udara-air (gambar 2.1) :

Untuk sistem minyak-air (gambar 2.1) :

Dimana :
Pa = tekanan udara, dyne/cm2
Pw = tekanan air, dyne/cm2
Pc = tekanan kapiler, dyne/cm2
w = densitas air, gr/cc
o = densitas minyak, gr/cc
g = percepatan gravitasi, m/det2
h = tinggi kolom, m

Tekanan kapiler mempunyai dua pengaruh yang penting dalam reservoir


minyak atau gas, yaitu:
1. Mengontrol distribusi fluida di dalam reservoir
2. Merupakan mekanisme pendorong minyak dan gas untuk bergerak atau
mengalir melalui pori-pori reservoir sampai mencapai batuan yang
impermeable.

Tekanan kapiler di dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori


dan macam fluidanya. Secara kuantitatif dapat dinyatakan dalam hubungan
sebagai berikut:

2 cos
Pc gh
r
5

dimana :
Pc = tekanan kapiler

= tegangan permukaan antara dua fluida

cos q = sudut kontak permukaan antara dua fluida

r = jari-jari lengkung pori-pori

= perbedaan densitas dua fluida

g = percepatan gravitasi

h = tinggi kolom

2.2 SATURASI

Ruang pori pori batuan reservoir mengandung fluida yang biasanya


terdiri dari air, minyak dan gas. Untuk mengetahui jumlah masing masing
fluida, maka perlu diketahui saturasi masing masing fluida tersebut. Saturasi
adalah sebagai perbandingan antara volume fluida tertentu (air, minyak dan gas)
terhadap jumlah volume pori pori atau dalam persamaan dirumuskan sebagai
berikut:

Saturasi air didefinisikan sebagai berikut:

Vw
Sw
Vp
Saturasi minyak didefinisikan sebagai berikut :

Vo
So
Vp
6

Saturasi gas didefinisikan sebagai berikut :

Vg
Sg
Vp
Total saturasi fluida jika mengandung 3 jenis fluida :

Sw So Sg 1
Terdapat tiga faktor yang penting mengenai saturasi fluida, yaitu:

[Link] fluida akan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain dalam reservoir,
air cenderung untuk lebih besar dalam bagian batuan yang kurang porous. Bagian
struktur reservoir yang lebih rendah relatif akan mempunyai Sw yang tinggi dan
Sg yang relatif rendah. Demikian juga untuk bagian atas dari struktur reservoir
berlaku sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan densitas dari
masing-masing fluida.

[Link] fluida akan bervariasi dengan kumulatip produksi minyak. Jika minyak
diproduksikan maka tempatnya di reservoir akan digantikan oleh air dan atau gas
bebas, sehingga pada lapangan yang memproduksikan minyak, saturasi fluida
berubah secara kontinyu.

[Link] minyak dan saturasi gas sering dinyatakan dalam istilah pori-pori yang
diisi oleh hidrokarbon. Jika volume contoh batuan adalah V, ruang pori-porinya
adalah f.V, maka ruang pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon adalah:

So.f.V + Sg.f.V = (1-Sw).f.V

Beberapa faktor yang mempengaruhi saturasi fluida reservoir, antara lain:

1. Pada batuan yang mudah dibasahi oleh air atau water wet, harga saturasi air
cenderung tinggi pada porositas yang lebih kecil.
7

2. Akibat adanya perbedaan berat jenis gas, minyak dan air maka umumnya
saturasi gas akan tinggi pada bagian atas dari jebakan (perangkap).

Gambar 2.2
Saturasi Air
3. Reservoir, begitu juga untuk saturasi air akan tinggi pada bagian bawah dari
jebakan atau perangkap reservoir dengan combination drive.

4. Produksi berlangsung karena adanya perubahan distribusi fluida. Jika minyak


diproduksikan maka tempatnya di dalam reservoir akan digantikan oleh air atau
gas bebas.

Di dalam suatu reservoir, jarang sekali minyak terdapat 100% menjenuhi


lapisan reservoir. Biasanya air terdapat beberapa persen sampai kadang-kadang
lebih dari 50% tetapi biasanya antara 10 sampai 30%. Dengan demikian batas
fluida antara air dan minyak tidak selalu jelas. Besarnya penjenuhan air di dalam
reservoir minyak menentukan dapat tidaknya lapisan minyak itu diproduksikan.
Penjenuhan air dinyatakan sebagai Sw (water saturation). Jika Sw lebih besar dari
50%, minyak masih dapat keluar; akan tetapi pada umumnya harus lebih kecil
dari 50%. Kedudukan minyak terhadap air tergantung sekali daripada apakah
reservoir tersebut basah minyak (oil wet) atau basah air (water wet). Pada
umumnya batuan reservoir bersifat basah air. Pori pori batuan Reservoir selalu
berisi fluida dan fluida tersebut bisa berupa minyak dan Gas, Gas Minyak Air
8

atau Gas Air Minyak. Atau air yang selalu berada didalam reservoir sebab air
lebih dulu ada sebelum minyak atau gas datang/bermigrasi. Kadar air yang tinggi
dalam reservoir minyak mengurangi daya pengambilannya (recoverability)

2.3 HUBUNGAN TEKANAN KAPILER DENGAN SATURASI

Hubungan antara tekanan kapiler dengan saturasi dapat digambarkan dan


dijelaskan melalui kurva tekanan kapiler (Pc) vs Saturasi (Sw) seperti pada
gambar berikut.

Gambar 2.3
PC vs SW
- Drainage adalah proses dimana fase non-wetting fluida mendesak fase
wetting fluidanya. Dalam system water wet, kondisi ini ditemukan saat
migrasi minyak ke reservoir. Drainage ditunjukkan dengan huruf g.
9

- Imbibisi adalah proses dimana fase wetting fluida mendesak fase no


wetting fluidanya. Dalam system water wet, kondisi ini ditemukan saat
produksi. Terdapat perbedaan kurva antara imbibisi dan drainage karena
adanya Sor saat produksi. Perbedaan ini disebut histerisis. Imbibisi
ditunjukkan dengan huruf h.
- a dan b ialah water oil contact yang merupakan daerah gradasi (c) dimana
nilai saturasi berubah-ubah pada masing-masing fasanya.
- d ialah zona dimana hanya tersisa fasa non-wetting pada sistem water wet.
Pada zona d, water tidak dapat mengalir karena telah mencapai Swirr.
- e ialah zona free water level dimana hanya tersisa fasa wetting pada sistem
water wet. Pada zona e, hidrocarbon tidak dapat mengalir karena telah
mencapai Sor.
- f ialah Swirr, yaitu saturasi water yang minimum dimana telah didesak oleh
oil hingga tidak dapat mengalir kembali.
- Pada titik c terdapat lengkungan karena terdapat proses imbibisi dan
drainage yang penjelasannya sama seperti diatas. Hal tersebut dipengaruhi
oleh besarnya tekanan kapiler, besarnya pore body, permeabilitas, dan
pore throat.
- Pundular : suatu komposisi pada batuan reservoir yang terisi fluida multi
fasa (wetting dan non wetting phase) dimana saturasi fluida fasa wetting
(misalnya : air) sedikit. Akibatnya pore body akan banyak terisi oleh
fluida fasa nonwetting (misal: minyak) dan air akan terakumulasi di pore
throat (ruang antar pori) dengan membentuk pola seperti cincin
- Funicular : suatu kondisi yang berlawanan dengan pendular ring
distribution, dimana saturasi minyak lebih sedikit dibandingkan saturasi
air. Minyak berada di dalam pore body dalam jumlah kecil dan dikelilingi
oleh air. Air terhubung antar suatu pori dengan pori lainnya.
- P threshold terdapat saat titik b, yaitu saat pertama adanya WOC
ditemukan setelah dari FWL. P threshold adalah tekanan kapiler dimana
pertama kali berubah nilai saturasi airnya.

Anda mungkin juga menyukai