Good Laboratory Practice
(GLP Bag.1)
Teringat dengan permintaan bapak dan ibu guru yang mengikuti Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Produktif Bidang
Kimia Analis Dasar, pada tanggal 30 April s.d 11 Mei 2012, saya upload disini saja ya pa bu modul GLP nya.
Good Laboratory Practice atau GLP adalah suatu cara pengorganisasian laboratorium dalam proses pelaksanaan
pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan
dilaporkan sesuai standar nasional/internasional serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan.
Penerapan GLP bertujuan untuk meyakinkan bahwa data hasil uji yang dihasilkan telah mempertimbangkan :
Perencanaan dan pelaksanaan yang benar (Good Planning and execution)
Praktek pengambilan sampel yang baik (Good Sampling Practice)
Praktek melakukan analisa yang baik (Good Analytical Practice)
Praktek melakukan pengukuran yang baik (Good Measurement Practice)
Praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik (Good Dokumentation Practice)
Praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik (Good Housekeeping Practice).
Dengan demikian, laboratorium pengujian yang menerapkan GLP dapat menghindari kekeliruan atau kesalahan yang
mungkin timbul, sehingga menghasilkan data yang tepat, akurat dan tak terbantahkan, yang pada akhirnya dapat
dipertahankan secara ilmiah maupun secara hukum. Adapun faktor-faktor yang menentukan kebenaran dan kehandalan
pengujian yang dilakukan oleh laboratorium adalah :
1. Personel
2. Kondisi akomodasi dan lingkungan
3. Metode pengujian dan kalibrasi serta validasi metode
4. Peralatan
5. Ketertelusuran pengukuran
6. Pengambilan contoh uji
7. Penanganan contoh yang akan diuji dan barang yang akan dikalibrasi
8. Jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi
9. Laporan hasil uji atau sertifikat kalibrasi
Sebagai alat manajemen, GLP bukan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan ilmiah namun hanya merupakan pelengkap
dalam praktek berlaboratorium untuk mencapai mutu data hasil uji yang konsisten.
Organisasi Laboratorium
Untuk mendapatkan suatu laboratorium pengujian yang efisien dan efektif sesuai dengan GLP diperlukan suatu organisasi
dan manajemen dengan uraian yang jelas mengenai susunan, fungsi, tugas dan tanggung jawab serta wewenang bagi para
pelaksananya.
Struktur organisasi laboratorium harus menunjukan garis kewenangan, ruang lingkup tanggung jawab, uraian kerja serta
hubungan timbal balik semua personel yang mengelola, melaksanakan atau memverifikasi pekerjaan yang dapat
mempengaruhi mutu pengujian.
Bentuk struktur organisasi harus disesuaikan dengan tujuan utama laboratorium dengan mempertimbangkan ruang lingkup,
jenis atau komoditi, serta beban kegiatan pengujian. Hal ini menyebabkan organisasi pada setiap laboratorium pengujian
tidak akan sama.
Pimpinan laboratorium berfungsi sebagai pengambil keputusan tentang kebijakan ataupun sumber daya yang ada di
laboratorium. Pimpinan laboratorium menunjuk manajer mutu yang diberi tanggung jawab dan wewenang untuk
meyakinkan bahwa sistem manajemen mutu diterapkan dan diikuti sepanjang waktu. Manajer mutu tersebut harus dapat
berhubungan langsung dengan manajer tertinggi laboratorium. Di samping itu, laboratorium harus mempunyai manajer
teknis yang mempunyai tanggung jawab atas seluruh operasional teknis serta menetapkan sumber daya yang dibutuhkan
untuk meyakinkan bahwa operasional laboratorium telah memenuhi persyaratan mutu.
Personel
Penempatan personel dalam organisasi laboratorium harus disesuaikan dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat.
Laboratorium harus memiliki ketentuan untuk menjamin agar seluruh personelnya bebas dari pengaruh komersial baik
secara internal maupun eksternal, pengaruh keuangan serta tekanan lainnya yang dapat mempengaruhi mutu kerjanya.
Untuk mendapatkan personel yang qualified, manajemen laboratorium harus merumuskan pendidikan, pelatihan, dan
keterampilan personel laboratorium. Program pelatihan harus relevan dengan tugas sekarang dan tugas masa depan yang
diantisipasi oleh laboratorium. Harus ada catatan atau data tentang kualifikasi, pengalaman dan latihan yang dipunyai oleh
setiap personel.
Secara umum jenis pelatihan meliputi :
1. Internal Training, yang terdiri dari :
on the job training untuk personel baru,merupakan pembekalan yang dilakukan dalam bentuk pengarahan oleh
personel senior yang berwenang terhadap personel baru sebelum mendapat tugas dan tanggung jawab.
in house training untuk seluruh atau sebagian personel lama, didasarkan atas kebutuhan dan antisipasi terhadap
lingkup pekerjaan laboratorium yang dirasakan perlu bagi mayoritas personel.
2. External training, dilaksanakan di luar laboratorium atas undangan dari pihak luar dalam suatu program pelatihan.
Training tersebut biasanya diikuti oleh personel yang kompeten sehingga dapat memberikan pengetahuan yang didapat
kepada personel lain. Pelatihan jenis ini dikenal dengan istilah training of trainer.
Silahkan Klik link ini untuk tulisan berikutnya : Good Sampling Practice (GLP Bag.2)
[Link]
Good Housekeeping Practice
(GLP Bag.6)
Laboratorium harus mempunyai ukuran, konstruksi, lokasi dan sistem pengendalian yang memadai agar dapat memenuhi
tugas dan fungsi laboratorium. Desain yang tidak tepat dan fasilitas laboratorium yang kurang terawat dapat mengurangi
mutu data hasil uji dan atau kalibrasi, operasional kegiatan laboratorium, kesehatan dan keselamatan, serta moralitas
personel laboratorium. Pemeliharaan kondisi akomodasi dan lingkungan laboratorium yang baik, selain untuk mencapai
keabsahan mutu data juga dapat melindungi personel laboratorium dari bahaya bahan kimia, kebakaran, serta bahaya lain
yang timbul.
1. Pengaruh kondisi akomodasi.
Kondisi akomodasi dan lingkungan dapat berpengaruh terhadap :
Kondisi contoh yang akan diuji.
Untuk menghindari kontaminasi serta perubahan kondisi contoh, maka ruangan tempat penerimaan contoh, penyimpanan,
preparasi, lingkungan pengujian harus bebas dari debu, asap serta faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap contoh,
misalnya tempertatur dan kelembaban.
Kinerja peralatan laboratorium.
Debu, temperatur, kelembaban, getaran dan kestabilan tenaga listrik akan mempengaruhi peralatan laboratorium.
Hendaknya peralatan yang dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan tersebut ditempatkan pada lokasi yang tepat
Personel laboratorium.
Penerangan dan ventilasi di lingkungan pengujian harus cukup serta terhindar dari kebisingan agar memberikan rasa
nyaman kepada personel yang melakukan kegiatan operasional laboratorium. Ruang yang memadai juga harus tersedia
untuk melaksanakan administrasi laboratorium, misalnya pencatatan, pelaporan dan kegiatan dokumentasi.
Kesesuaian kondisi yang dipersyaratkan.
Persyaratan kondisi dalam metode pengujian serta peralatan penunjang harus dipenuhi untuk mencapai keabsahan mutu
data laboratorium.
2. Fasilitas Laboratorium
[Link] mendapatkan cahaya matahari yang cukup disarankan laboratorium menggunakan jendela
kaca dengan luas sekitar satu pertiga (1/3) dari luas lantai ruangan. Jika bahan kimia atau peralatan instrumentasi
sensitif terhadap sinar matahari langsung gedung laboratorium harus didisain sedemikian rupa untuk mengihindari
penembusan langsung sinar matahari yang melebihi intensitas 70 W/[Link] dalam laboratorium yang
diperlukan berkisar antara 540 1075 lux atau lumen per m2 pada area kerja. Kualitas dan intensitas pencahayaan
harus dikontrol agar masih dalam kisaran yang dapat diterima. Untuk itu, seluruh rekaman pencahayaan dalam
laboratorium serta pengendaliannya harus dipelihara.
Ventilasi
Ventilasi harus didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan kontaminasi udara yang terjadi di ruang laboratorium
yang disebabkan bahan kimia dapat keluar dan digantikan dengan udara segar. Sistem ventilasi laboratorium dapat
dilakukan dengan menggunakan ventilasi alami dan buatan (AC). Jika digunakan AC di ruang laboratorium maka
kebutuhan AC pada ruangan tersebut diperhitungkan sebesar 1 PK untuk 20 m 2. Penggunaan ventilasi alami tidak
dimungkinkan pada ruang instrumentasi, ruang srteril, atau ruang timbang karena akan menyebabkan adanya debu atau
pergerakan udara yang dapat mempengaruhi peralatan dan instrumentasi laboratorium. Seluruh sistem ventilasi
laboratorium harus dimonitor setidak-tidaknya 3 bulan sekali jika pemantauan kontinu tidak tersedia, serta harus dievaluasi
ulang ketika ada perubahan pada sistem tersebut
Sumber Energi
Laboratorium harus memastikan bahwa sumber energi cukup untuk kegiatan operasionalnya. Selain itu, laboratorium harus
mempunyai jenset untuk cadangan energi apabila sewaktu-waktu ada pemadaman aliran listrik. Jika laboratorium
menggunakan peralatan instrumentasi, kestabilan arus listrik adalah hal yang perlu diperhatikan, karena arus listrik akan
sangat mempengaruhi kinerja instrumentasi yang mempunyai sensitivitas tinggi. Karena itu perlu dipertimbangkan
penggunaan stabiliser, disamping isolated ground circuit dan instalasi listrik yang memenuhi persyaratan.
Persediaan Air
Laboratorium harus memastikan persediaan air cukup untuk kegiatan operasional, baik air destilasi, air bidestilasi, air
demineralisasi, air untuk keperluan sehari-hari, misalnya air untuk pencucian peralatan gelas, cuci tangan, atau keperluan
di kamar kecil.
Alat Keselamatan
Fasilitas dan peralatan keselamatan harus tersedia untuk menjamin lingkungan kerja yang bersih dan aman, diantaranya
meliputi :
almari asam dan almari pengaman
informasi safety
alat untuk menangani tumpahan bahan kimia
pakaian kerja dan alat pelindung diri
saluran air dengan kran dan shower
saluran gas dengan kran sentral
jaringan listrik yang dilengkapi dengan sekering atau pemutus arus
kotak P3K yang berisi lengkap obat
nomor telepon kantor pemadam kebakaran, rumah sakit, dan dokter
alat pemadam kebakaran yang siap pakai dan mudah dijangkau, bak berisi pasir kering dengan sekop,
selimut anti api
fasilitas pembuangan limbah
Meja Kerja dan Area kerja Personel Laboratorium
Meja kerja sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan personel dalam melakukan kegiatan operasional laboratorium.
Biasanya tinggi meja kerja sekitar 80 cm, lebar 90 cm, sedangkan panjang disesuaikan dengan ruangan yang ada. Untuk
pemilihan meja laboratorium harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
terbuat dari bahan yang kuat
halus dan rata
kedap air
tahan terhadap bahan kimia
mudah dibersihkan.
Jarak minimum antar meja kerja harus dipertimbangkan untuk kenyamanan dalam melakukan kegiatan laboratorium. Posisi
meja kerja sedapat mungkin tidak mengganggu kegiatan personel lain
[Link]
[Link]