Tembaga (Keberadaan, Sifat, Pembuatan, dan Kegunaan)
Keberadaan Tembaga
Tembaga dapat ditemukan baik sebagai tembaga asli atau sebagai bagian dari
mineral. Tetapi, mudah didapat dari mineral. Tembaga sangat langka dan jarang sekali
diperoleh dalam bentuk murni. Tembaga asli disebut polikristal. Penggunaan tembaga
yaitu dalam bentuk logam merupakan paduan penting dalam bentuk kuningan,
perunggu serta campuran emas dan perak. Ada banyak contoh tembaga yang
mengandung mineral, misalnya kalkopirit dan kalkosit, tembaga sulfida, azurite dan
perunggu, karbonat tembaga dan cuprite.
Sifat Tembaga
Tembaga merupakan logam yang berwarna kuning dan keras bila tidak murni.
Tembaga mudah ditempa dan bersifat elastis sehingga mudah dibentuk menjadi pipa,
lembaran tipis dan kawat. Tembaga juga merupakan onduktor panas dan listrik yang
baik, kedua setelah perak.
Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan terhadap
korosi. Pada udara yang lembab permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang
berwarna hijau. Pada kondisi yang istimewa yakni pada suhu sekitar 300C tembaga
dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang berwarna hitam. Sedangkan
pada suhu yang lebih tinggi, sekitar 1000 C, akan terbentuk tembaga (I) oksida (Cu2O)
yang berwarna merah.
Pembuatan Tembaga
Tembaga adalah salah satu jenis mineral dari hasil suatu pertambangan. Dari hasil
tambang itulah dilakukan pemisahan antara tembaga dengan tanah yang disebut bijih.
Dari bijih Cu mulailah awal proses pembuatan tembaga. Biasanya bijih yang paling
banyak ditemukan di alam adalah bijih tembaga-besi sulfida (CuFeS2).
Tahap pertama pembuatan tembaga yaitu melakukan flotasi (pengapungan). Dari
flotasi ini dihasilkan bijih pekat Cu. Kemudian bijih dipanggang agar besi sulfida
berubah menjadi besi oksida. Setelah melalui proses pemanggangan bijih dileburkan
terlebih dahulu sehingga mencair dan terpisah menjadi 2 lapisan. Salah satu lapisan
yang terdri dari Cu2S dan besi cair ini dipindahkan lalu tiupkan udara sehingga reaksi
redoks terjadi dan menghasilkan tembaga yang mengandung gelembung SO2 beku
(tembaga lepuh). Dari proses ini sudah terbentuk tembaga yang mengandung 98-99%
Cu disertai berbagai jenis pengotor sehingga harus dibersihkan dahulu melalui proses
elektrolisis.
Proses pembersihan dilakukan dengan menggunakan tembaga lepuh di anoda dan
tembaga murni di katoda, memakai larutan CuSO4. Selama proses elektrolisis, Cu
dipindahkan dari anoda ke katoda dengan potensial tertentu sehingga Cu murni bisa
didapatkan.
Kegunaan Tembaga
Tembaga dapat digunakan sebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan
[Link] juga bisa dipadukan, paduan tembaga 70% dengan seng 30%
disebut kuningan, sedangkan paduan tembaga 80% dengan timah putih 20%
disebut perunggu. Perunggu yang mengandung sejumlah fosfor sering digunakan
dalam industri arloji dan galvanometer. Kuningan berwarna seperti emas sehingga
banyak digunakan sebagai perhiasan atau ornamen-ornamen. Sedangkan perunggu
banyak dijadikan sebagai perhiasan dan digunakan pada seni patung. Tembaga juga
digunakan sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagian dari kapal.
Dan, serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol
menjadi metanal.