Morfologi dan Anatomi Batang Passiflora
Morfologi dan Anatomi Batang Passiflora
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, danmengingat
tempatserta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan
dengan sumbu tubuh tumbuhan (Tjitrosoepomo, 2013).
Batang berfungsi untuk membentuk dan menyangga daun. Batang
mempunyai petumbuhan yang tidak terbatas, berbeda dari daun yang mempunyai
pertumbuhan terbatas dan akhirnya ditinggalkan. Di ujung batang terdapat titik
vegetatif yang meristematik dan mempunyai kemampuan untuk terus-menerus
membentuk sel baru.(Tjitrosoepomo, 1983)
Karena batang memiliki struktur yang cukup kompleks, dalam mengamati
batang suatu tumbuhan, ada beberapa hal penting yang menjadi fokus
pengamatan, misalnya bentuk, cabang-cabang, arah pertumbuhan, dan sebagainya.
(Rosanti, 2013)
Berdasarkan hal tersebut, salah satu cara membedakan tumbuhan
dapatdilakukan melalui struktur batangnya. Oleh karena itu tumbuhan dibedakan
menjadi tumbuhan yang berbatang (planta caulis) dan tumbuhan tidak berbatang
(planta acaulis). Terlepas dari pernyataan tersebut, tumbuh-tumbuhan yang
dikategorikan planta acaulis pada dasarnya memiliki batang, namun tidak tampak
jelas terlihat.(Rosanti, 2013)
Semua bagian batang yang masih muda dibentuk pertama kali oleh jaringan
[Link] primer membentuk tumbuhan primer yang kemudiaan dilanjutkan
dengan penambahan jaringan oleh adanya pertumbuhan [Link] tumbuhan
primer, cortex umumnya tersusun atas sel-sel klorenkim yang mengandung pati.
Klorenkim adalah sel sel paraenkim yang mengandung klorofil dan berguna untuk
fotosintesis dan sebagai tempat cadangan makanan.(Eliyanoor, 2012)
Penampang melintang batang memperlihatkan beberapa bagian, yaitu
epidermis, cortex, hypodermis, parenkim, cortex, endodermis, perisikel, jari-jari
empulur, dan berkas pembuluh.
B. Maksud dan Tujuan Percobaan
1. Maksud percobaan
a. Maksud morfologi
Maksud percobaan ini adalah mengetahui morfologi batang.
b. Maksud anatomi
2. Tujuan percobaan
a. Tujuan morfologi
1) Menentukan macam-macam morfologi batang
2) Menentukan sifat batang
3) Menentukan bentuk batang
4) Menentukan modifikasinya
b. Tujuan anatomi
C. Prinsip Percobaan
1. Morfologi Batang
Prinsip percobaannya adalah untuk ;
a) Penentuan pengamatan terhadap bermacam-macam morfologi batang.
b) Penentuan pengamatan tehadap sifat batang.
c) Penentuan pengamatan terhadap bentuk batang.
d) Penentuan pengamatan terhadap modifikasinya.
2. Anatomi batang
Prinsip percobaannya adalah untuk :
a) Penentuan struktur,fungsi,dan jaringan penyusun batang terhadap
pulasari (Alstonia scholaris).
b) Penentuan struktur,fungsi,dan jaringan penyusun batang terhadap
bayam duri (Amaranthus spinosus).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Batang akan terlihat dengan jelas pada saat berbunga. Bila tumbuhan
memasuki tahap pembungaan, dari tengah-tengah roset tempat berkumpulnya
daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun-daun yang tersusun
jarang dan mendukung bunga-bunganya (Rosanti, 2013).
B. Uraian Bahan
1. Uraian Sampel
a. Morfologi Batang
1) Kacang Tanah (Arachis hypogea )(Tjitrosoepomo, 2013; 208)
a) Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Family : Papilionaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogeal
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotyledoneae
Sub Class :-
Ordo : Cyperales
Family : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Caryphyllales
Family : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Regnum : Plantae
Divisi :Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Family : Apocynaceae
Genus : Plumiera
Regnum :Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Family : Rosaceae
Genus : Rosa
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Psidium
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotyledoneae
Sub Class :-
Ordo : Poales
Family : Poaleae
Genus : Saccharum
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Pariatales
Family : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Pariatales
Family : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotyledoneae
Sub Class :-
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Bambusa
Spesies : Bambusa sp
b) Nama Daerah :
c) Kegunaan dalam percobaan
11) Ubi Jalar (Ipmoea batatas) (Tjitrosoepomo, 2013; 354)
a) Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Tubiflorae
Family : Convulvulaceae
Genus : Ipmoea
b) Nama Daerah
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotyledoneae
Sub Class :-
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Andropogon
Nama Daerah
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Euphorbiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Nama Daerah
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Ordo : Caryophyllales
Family : Cactaceae
Genus : Opuntia
Nama Daerah
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Momordica
Nama Daerah
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Family : Asteraceae
Genus : Eclipta
Nama Daerah
Daun tinta (Banda Aceh), daun sipat ( Sumatera), Talenteyan (Madura),
Urang-aring (Sumbawa).
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotyledoneae
Sub Class : -
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Oryza
Nama Daerah
Adapun nama daerah padi (Oryza sativa) yaitu ;Fare (Bima), pare (jeneponto),
ase (Sulawesi), pagiri (Sumatera), ale (Nusa Tenggara), langsep (Maluku).
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Gentinales
Family : Apocynaceae
Genus : Alstonia
Nama Daerah
Pule (Jawa), Lame (Banda), kayu bagus (Melayu ), pala (Madura), Rita
(Ambon).
Kalsifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Caryophilales
Family : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Nama daerah
Nadu (Bima), bayang ijo (Bugis), bayam abrit (Jawa), jawo lufite (Maluku),
bayam glatik (Jakarta).
BAB III
METODE KERJA
A. Hasil Pengamatan
1. Morfologi batang
No Sampel Gambar Keterangan
4. Kamboja 1. Daun
(Plumeria (folium)
acuminate) 2. Batang
(caulis)
3. Tangkai
daun
(ptiolus)
7. Tebu 1. Batang
(Sacharum (caulis)
officinarum) 2. Tulang
batang
Membujur 1. Epidermis
2. Xylem
3. Floem
B. Pembahasan
Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Batang
(caulis) merupakan salah satu dari organ dasar tumbuhan berpembuluh. Batang
adalah sumbuh tumbuhan, tempat semua organ lain bertumbuh dan tumbuh. Daun
dan akar dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan
fungsi yang khusus. Tanpa batang, tumbuhan berpembuluh tidak dapat hidup titik
tumbuh berasal dari batang ( Sutrian, 1992 ).
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan morfologi batang adalah
alatnya yaitu penggaris, pensil, dan pensil warna. Sedangkan bahannya adalah
kacang tanah (Arachis hipogea), rumput teki (Eleusine indica), bayam
(Amaranthus spinosus), kamboja (Plumeria acuminate), mawar (Rosa sp), jambu
biji (Psidium guajava),tebu (Sacharum officinarum), markisa liar (Passiflora
foetida), markisa (Passiflora quadrangularis), bambu (Bambusa sp), ubi jalar
(Ipmoea batatas), sereh (Andropogan nardus), patikan kebo (Euphorbia hirta),
kaktus (Opuntia vulgaris), pare (Momordica charantia), urang-aring (Edipta
proskata),dan padi (Oryza sativa).
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan anatomi batang adalah
alatnya yaitu ball point, deg glass, mikroskop, mistar, objek glass, pensil, silet,
dan spiritus. Sedangkan bahannya yaitu pulai sari (Alstonia scholaris) dan bayam
duri (Amaranthus spinosus).
Cara kerja pada percobaan morfologi batang adalah digambarkan masimg-
masing sampel dan diberi keterangan dengan jelas dalam bahasa Indonesia
maupun latin : sifat batang, bentuk batang, sifat permukaan batang, arah tumbuh
batang, percabangan batang, modifikasi batang, dan berdasarkan panjang
umurnya. Kemudian dibuat kesimpulan dari hasil pengamatan (hubungkan sifat
menonjol dari tumbuhan yang diamati dengan nama ilmiahnya).
Cara kerja pada percobaan anatomi batang adalah disiapkan alat dan
bahan. Dipotong melintang dan membujur batang pulai sari (Alstonia scholaris)
dan bayam duri (Amaranthus spinosus) dengan menggunakan silet. Diletakkan
pada objek glass. Diteteskan fluoroglusin kemudian dipanaskan dengan spiritus
(fiksasi). Ditutup dengan deg glass. Diamati dibawah mikroskop.
Pada percobaan morfologi batang dapat dilihat bahwa tanaman kacang
tanah (Arachis hipogea) memiliki batang basah (herbaceous). Batangnya
berbentuk bulat (teres). Arah tumbuh batang serong ke atas (erectus). Permukaan
batang memperlihatkan bekas-bekas daun. Tanaman rumput teki (Cyperus
rotundus) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang
mendong (calamus). Bentuk batangnya segitiga (triangolaris). Permukaan
batangnya licin (laevis.)Tidak terdapat percabangan karena merupakan jenis
rerumputan, dan arah tumbuhnya batang tegak lurus (erectus). Tumbuhan bayam
(Amaranthus spinosus) termasuk tumbuahan yang jelas berbatang dan merupakan
jenis batang basah (herbaceous). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan
batangnya licin (laevis) dan berusuk (costatus).Jenis percabangannya monopodial.
arah tumbuh batang tegak lurus (erectus). Tanaman kamboja (Plumeria
acuminate) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang
berkayu (lignosus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya
memperlihatkan bekas-bekas [Link] tumbuh batang membengkak dan
percabangan batang monopodial. Tanaman mawar (Rosa sp) termasuk tumbuhan
yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang berkayu (lignosus). Bentuk
batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya berduri (spina). Arah tumbuh
batang tegak lurus (erectus). Jenis percabangannya monopodial. Tanaman jambu
biji (Psidium guajava) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan
jenis batang berkayu (lignosus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan
batangnya menunjuk lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Arah tumbuhnya
tegak lurus (erectus) dengan pada batang percabanganya simpodial. Tanaman tebu
(Sacharum officinarum) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan
jenis batang berkayu (lignosus) dimana teksturnya keras. Bentuk batangnya bulat
(teres). Permukaan batangnya licin (laevis). Arah tumbuhnya tegak lurus
(erectus). Tidak memiliki percabagan. Tanaman markisa liar (Passiflora foetida)
termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang basah
(herbaceous). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya berambut
(pilasus). Arah tumbuh batangnya memanjat (scandens) dengan menggunakan
alat khusus untuk berpegangan yaitu tangkai pembelit, dan percabangan pada
batang ialah monopodial. Markisa (Passiflora quadrangularis) termasuk
tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang basah (herbaceous).
Bentuk batangnya segi empat (quadrangularis). Permukaan batangnya bersayap
(alatus). Arah tumbuh batang memanjat (scandens), percabangan batang
monopodial, dan usia tumbuhnya [Link] bambu (Bambusa sp) termasuk
tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang berkayu (lignosus).
Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya licin (laevis).Arah tumbuh
batang tegak lurus (erectus), serta tidak memiliki percabangan. Ubi jalar (Ipmoea
batatas) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang
basah (herbaceus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya licin
(laevis). Jenis percabangan monopodial karena antara cabang dan batang itu dapat
dibedakan dengan jelas, kemudian memiliki arah tumbuh batang yang menjalar
atau merayap (repes), dimana batangnya berbaring ke tanah dan pada nodus
keluar akar yang membantu batang untuk menjalar [Link] sereh
(Andropogan nardus) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dengan jenis
batang mendong (calamus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan
batangnya licin (laevis). Arah tumbuh batangnya tegak lurus (erectus),memiliki
batang yang yang bergerombol dan berumbi serta lunak dan berongga, isi
batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk dan berwarna putih kekuning-
kuningan, batang bersifat kaku dan mudah patah atau rapuh. Tanaman patikan
kebo (Euphorbia hirta) termasuk tumbuhan yang jelas bebatang dengan jenis
batang basah (herbaceus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya
berambut (pilosus). Jenis percabangan simpodial karena antara batang dan
cabangnya sulit ditemukan seiring dengan pertumbuhan cabang tersebut dan arah
tumbuh batangnya tegak lurus (erectus). Tanaman kaktus (Opuntia vulgaris)
termasuk tumbuhan yang jelas berbatang. Bentuk batangnya pipih yang bersifat
kladudia (cladudium). Permukaan batangnya berduri (spinosus). Arah tumbuh
batang tegak lurus (erectus), percabangan batang simpodial, dan usia tumbuhan
[Link] pare (Momordica charantia) termasuk tanaman yang jelas
berbatang dan merupakan jenis batang basah (herbaceus). Bentuk batangnya
bulat (teres). Permukaan batangnya berambut (pilosus). Percabangan monopodial
dan arah tumbuh batangnya memanjat (scandens) dengan menggunakan benda
mati sebagai penunjang untuk memanjat. Tanaman urang aring (Edipta prostrata)
termasuk tanaman yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang basah
(herbaceus). Bentuk batang bulat (teres). Permukaan batangnya licin (laevis).
Arah tumbuh batang mendatar dan tegak lurus, usia batang bineal, dan memilki
cabang yang merupakan [Link] padi (Oryza sativa) termasuk jenis
tumbuhan yang jelas berbatang dan termasuk jenis batang rumput (calmus).
Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya beralur (sulcatus).Arah
tumbuh batang tegak lurus (erectus), percabangan monopodial,serta usia
tumbuhan anual.
Pada percobaan anatomi batang yaitu pada batang pulai sari (Alstonia
scholaris) dengan pengamatan melintang di mikroskop dapat dilihat epidermis,
xylem, floem, korteks, dan cambium. Sedangkan pada pengamatan membujur
hanya dapat dilihat epidermis, xylem, dan floem. Pada batang bayam duri
(Amaranthus spinosus) dengan pengamatan melintang di mikroskop dapat dilihat
epidermis, korteks, xylem, floem, dan cambium. Sedangkan pada pengamatan
membujur hanya dapat dilihat epidermis, xylem, floem, dan korteks.
Hubungan percobaan ini dengan dunia farmasi adalah bahwa dalam
membuat sediaan obat,seorang pharmacist harus mampu mengidentifikasi dan
mengetahui zat-zat yang terkandung di dalamnya agar bisa mengetahui obat yang
diberikan pada orang yang membutuhkan.
Faktor kesalahan pada percobaan morfologi batang adalah batang yang
diamati terlalu kecil dan masih terlalu kecil dan mudah. Sehingga yang diamati
masih agak bingung. Sedangkan factor kesalahan pada percobaan anatomi batang
adalah pada sayatan batang tidak setipisyang di skemakan,sehingga pada saat
diamati dengan mikroskop jaringan penyusun batang tidak tampak.
Artinya :
PENUTUP
A. Kesimpulan
Batang adalah bagian tumbuhan yang berfungsi mentranspor zat-zat
mentah dan produk-produk fotosintesis primer dan sekunder, melakukan
fotosintesis, menyangga posisi daun, dan menyimpan cadangan makanan.
Bagian batang secara umum yaitu epidermis, korteks, epidermis, stele,
perisikel, empulue, dan berkas pengangkut yang terdiri atas xylem dan floem.
B. Saran
1. Asisten
2. Laboratorium
Sebaiknya alat-alat yang digunakkan pada saat prraktikum di lengkapi
sehingga tidak mengganggu proses pada saat melakukan praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Ida, Rianawaty. 2011. Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan. Diunduh dari
Amati
Buat kesimpulan
Simpan pada
objek glass
Tetesi fluoroglusin
Amati
2. Bayam duri
Sampel
Potong melintang
dan membujur
Simpan pada
objek glass
Tetesi fluoroglusin
Amati