0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan39 halaman

Morfologi dan Anatomi Batang Passiflora

Dokumen tersebut membahas tentang morfologi dan anatomi batang. Secara morfologi, dibahas tentang definisi batang, fungsi batang, jenis-jenis batang berdasarkan kehadiran, sifat, bentuk, arah tumbuh, dan modifikasinya. Secara anatomi, dibahas struktur sel dan jaringan yang menyusun batang, seperti epidermis, korteks, hipodermis, parenkim, endodermis, periskel, dan jari-jari empulur. Conto

Diunggah oleh

Durrotun Nasihah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan39 halaman

Morfologi dan Anatomi Batang Passiflora

Dokumen tersebut membahas tentang morfologi dan anatomi batang. Secara morfologi, dibahas tentang definisi batang, fungsi batang, jenis-jenis batang berdasarkan kehadiran, sifat, bentuk, arah tumbuh, dan modifikasinya. Secara anatomi, dibahas struktur sel dan jaringan yang menyusun batang, seperti epidermis, korteks, hipodermis, parenkim, endodermis, periskel, dan jari-jari empulur. Conto

Diunggah oleh

Durrotun Nasihah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, danmengingat
tempatserta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan
dengan sumbu tubuh tumbuhan (Tjitrosoepomo, 2013).
Batang berfungsi untuk membentuk dan menyangga daun. Batang
mempunyai petumbuhan yang tidak terbatas, berbeda dari daun yang mempunyai
pertumbuhan terbatas dan akhirnya ditinggalkan. Di ujung batang terdapat titik
vegetatif yang meristematik dan mempunyai kemampuan untuk terus-menerus
membentuk sel baru.(Tjitrosoepomo, 1983)
Karena batang memiliki struktur yang cukup kompleks, dalam mengamati
batang suatu tumbuhan, ada beberapa hal penting yang menjadi fokus
pengamatan, misalnya bentuk, cabang-cabang, arah pertumbuhan, dan sebagainya.
(Rosanti, 2013)
Berdasarkan hal tersebut, salah satu cara membedakan tumbuhan
dapatdilakukan melalui struktur batangnya. Oleh karena itu tumbuhan dibedakan
menjadi tumbuhan yang berbatang (planta caulis) dan tumbuhan tidak berbatang
(planta acaulis). Terlepas dari pernyataan tersebut, tumbuh-tumbuhan yang
dikategorikan planta acaulis pada dasarnya memiliki batang, namun tidak tampak
jelas terlihat.(Rosanti, 2013)
Semua bagian batang yang masih muda dibentuk pertama kali oleh jaringan
[Link] primer membentuk tumbuhan primer yang kemudiaan dilanjutkan
dengan penambahan jaringan oleh adanya pertumbuhan [Link] tumbuhan
primer, cortex umumnya tersusun atas sel-sel klorenkim yang mengandung pati.
Klorenkim adalah sel sel paraenkim yang mengandung klorofil dan berguna untuk
fotosintesis dan sebagai tempat cadangan makanan.(Eliyanoor, 2012)
Penampang melintang batang memperlihatkan beberapa bagian, yaitu
epidermis, cortex, hypodermis, parenkim, cortex, endodermis, perisikel, jari-jari
empulur, dan berkas pembuluh.
B. Maksud dan Tujuan Percobaan
1. Maksud percobaan
a. Maksud morfologi
Maksud percobaan ini adalah mengetahui morfologi batang.
b. Maksud anatomi

Maksud percobaan ini adalah untuk mengamati bentuk sel dan


jaringan batang yang menyusun bagian batang tumbuhan.

2. Tujuan percobaan
a. Tujuan morfologi
1) Menentukan macam-macam morfologi batang
2) Menentukan sifat batang
3) Menentukan bentuk batang
4) Menentukan modifikasinya
b. Tujuan anatomi

Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan bentuk sel dan


jaringan batang yang menyusunnya.

C. Prinsip Percobaan
1. Morfologi Batang
Prinsip percobaannya adalah untuk ;
a) Penentuan pengamatan terhadap bermacam-macam morfologi batang.
b) Penentuan pengamatan tehadap sifat batang.
c) Penentuan pengamatan terhadap bentuk batang.
d) Penentuan pengamatan terhadap modifikasinya.
2. Anatomi batang
Prinsip percobaannya adalah untuk :
a) Penentuan struktur,fungsi,dan jaringan penyusun batang terhadap
pulasari (Alstonia scholaris).
b) Penentuan struktur,fungsi,dan jaringan penyusun batang terhadap
bayam duri (Amaranthus spinosus).
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Umum

Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, dan


mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat
disamakan dengan tubuh tumbuhan(Tjitrosoepomo, 2013).

Batang merupakan organ tempat lintasan makanan hasil fotosintesis yang


diproduksi oleh daun, sebagian hasil fotosintesis tersebut dibawa ke seluruh tubuh
dan sebagian lagi di simpan pada batang sebagai cadangan makanan
(Idarianawaty, 2011).

Batang akan terlihat dengan jelas pada saat berbunga. Bila tumbuhan
memasuki tahap pembungaan, dari tengah-tengah roset tempat berkumpulnya
daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun-daun yang tersusun
jarang dan mendukung bunga-bunganya (Rosanti, 2013).

Berdasar ada tidaknya batang, dapat dibedakan :

1. Tumbuhan tak berbatang (planta acaulis) Contohnya : Sawi hijau ( Brassica


juncea)
2. Tumbuhan berbatang jelas (planta caulis) Contohnya : singkong ( Manihot
utilisima)
Menurut sifatnya, batang dibedakan :
1. Batang basah (herbaceus). Contohnya : Amaranthus spinosus L
2. Batang berkayu (lignonus). Contohnya : Arthocapus spinosus
3. Batang rumput ( calmus). Contohnya : Oryza sativa
4. Batang mendong ( calamus). Contohnya : Cyperus rotundus
Bentuk penampang melintang batang :
1. Bulat (teres) misalnya Cocos nucifera L
2. Bersegi (angularis), terdapat 3 kemungkinan yaitu; bersegi tiga (triangularis)
misalnya (Cyperus rotundus L), bersegi empat (quadrangularis) seperti
(Passiflora quadrangularis L) dan lain-lain.
3. Tertekan (compressus)
4. Setengah bulat (semiteres)
Dilihat dari permukaannya, batang dapat dibedakan:
1. Licin (laevis) misalnya (Zea mays)
2. Berusuk (costatus) misalnya (Coleus scutellariodes)
3. Beralur (gulgatus) misalnya (Amaranthus spinosus)
4. Bersayap (alatus) misalnya (Passiflora qudrangularis)
5. Berambut (pilosus) misalnya (Nicotiana tabecum L)
6. Berduri (spinosus) misalnya ( Rosa sp)
7. Memperlihatkan berkas-berkas daun misalnya( Carica papaya)
8. Memperlihatkan banyak lentiel misalnya ( Albizzia sp)
9. Lepasnya kerak misalnya (Psidium guajava) (
Berdasar Arah Tumbuh Batang
1. Tegak lurus (erectus),misalnya papaya (Carica papaya L.)
2. Menggantung (dependens, pendulus, misalnya Zebrina pendula Schnitzl.
3. Berbaring (humifusus), semangka (Citrullus vulgaris).
4. Menjalar atau merayap (repens), misalnya batang ubi jalar (Ipomoea batatas).
5. Serong ke atas atau condong (ascendens),, misalnya pada kacang tanah
(Arachis hypogaea)
6. Mengangguk (nutans), misalnya pada bunga matahari (Helianthus annuus).
7. Memanjat (scandens), misalnya dengan akar pelekat, akar pembelit, cabang
pembelit, dan lain sebagainya.
8. Membelit (volubilis),
Model Percabangan
Cara percabangan ada bermacam-macam, biasanya dibedakan tiga macam
cara percabangan, yaitu secara monopodial, simpodial, dan menggarpu. Cara
menentukan percabangan pada batang adalah dengan melihat posisi batang pokok
terhadap cabang-cabangnya (Rosanti, 2013).
Modifikasi batang
1. Rimpang (rhizoma), misal Langua galangan
2. Kormus (cormus), misal Gladioulus gandavenis
3. Umbi (tuber), terdiri dari ;
a. Umbi telanjang (tuber nudus)
b. Katibung atau katak (tuber accessorium)
c. Umbi lapis (bulbus tunicatus)
d. Kuncup-kuncup (bulbus sguamosus)
4. Umbi sisik (bulbus sguamosum) (Tjitrosoepomo, 2013).
Dalam bagian dalam batang ada epidermis, kortkes, hypodermis, dimana,
epidermis merupakan lapisan terluar, yang terdiri atas satu lapis yang dilapisi oleh
kutikula pada bagian luarnya. Pada epidermis, kadang-kadang-kadan terdapat
rambut dan stomata. Sel-sel epidermis terdiri dari atas sel-sel berbentuk pipih dan
tersuun rapat satu sama lain. Korteks merupakn bagian yan terletak antara
epidermis dan [Link] terdiri atas hypodermis disebelah luar, parenkim,
korteks, dan endodermis disebelah [Link] berada langsung dibawah
epidermis. Jaringan ini terdiri atas satu lais atau deret sel kolenkim yang
mengalami penebalan sudut. Parenkim kortek terletak disebelah dalam hipodermi
dan terdiri dari atas beberapa lapis sel. Jaringan ini berdinding tipis, besar,
bult/oval dan kadang-kadang hanya terdapat 1-2 lapis sel disebelah luar berks
pembuluh. Endodermi merupakan lapisan yang paling dalam pada korteks.
Lapisan ini terdiri atas sedikit atau banyak sel berbentuk tong yang mengelilingi
stele. Periskel merupakan lapisan terluar stele yan terletak disebelah dalam
endodermis dan disebelh luar berkas [Link] terdiri atas sel-sel
parenkim dan diselilingi oleh berkas-berkas serabut skelerenkim. Jari- jari
empulur terdiri atas beberapa deret sel berbentuk poligonl atas memanjang radial.
Berkas pembuluh terdapat pada batang, terutama batang [Link]
pembuluh merupakan bagian terbesar dari stele. (Eliyanoor, 2002).
Batang tersusun dari ruas yang merentang di antara buku-buku btang tempat
melekatnya daun. Jumlah buku dan ruas sama dengan jumlah daun, ketiganya
mempunyai asal-usul yang sama didalamnya terdapat fitomer (Hidayat, 1995)
Jaringan pembuluh anatomi batang pada tumbuhan dikotil mempunyai floem
dan xylem terbuka, sedangkan pada tumbuhan monokotil floem dan xylem
tertutup. Berkas pembuluh terbuka berarti terbuka untuk tumbuh, sebab berkas
tersebut mempunyai selapis sel cambium yang dapat menghasilkan xylem dan
floem ekunder berkas pembuluh, tetutup tidak mempunyai cambium seperti itu,
dan juga tertutup, dan juga tertutup dalam arti bahwa berkas tersebut sering
dikelilingi oleh selubung berkas yang terdiri dari sel serat berdinding tebal. Berkas
pembuluh pada monokotil tersebar secara khas, hampir secara acak pada empulur
(Salisbury, 1995).

B. Uraian Bahan
1. Uraian Sampel
a. Morfologi Batang
1) Kacang Tanah (Arachis hypogea )(Tjitrosoepomo, 2013; 208)
a) Klasifikasi :

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Dialypetalae

Ordo : Rosales

Family : Papilionaceae

Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogeal

b) Nama Daerah : Kaca dana (Bima), Canggoreng (Mandar), Kacang


goreng (Minangkabau), Kineve kacang (Aceh), Kacang temeuh
(Sunda).
c) Kegunaan
2) Rumput Teki (Cyperus rotundus) (Tjitrosoepomo, 2013; 342)
a) Klasifikasi :

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Sub Class :-

Ordo : Cyperales

Family : Cyperaceae

Genus : Cyperus

Spesies : Cyperus rotundus (Tjitrosoepomo, 2013; 342)

b) Nama Daerah : Mpori naru (Bima), mola (Madura), kelelawar


(Sumba), sukut pendul (Sunda), teki, tekan, mota (Jawa),
karahawai (Nusa Tenggara).
c) Deskrispsi : Batang berupa batang semu merupakan kumpulan
pelepah daun, batang asli berupa rimpang ( Rhizome ),
percabangan rhizome membentuk geragih ( stolon ) ujun stolon
menjadi rumpun baru.
d) Kegunaan Dalam Percobaan
3) Bayam (Amaranthus spinosus)
a) Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Apetalae

Ordo : Caryphyllales

Family : Amaranthaceae

Genus : Amaranthus

Spesies : Amaranthus spinosus

b) Nama Daerah : Nadu (Bima), cikta (Jawa), tenyak lakek (Madura),


Podo (Bugis).
c) Kegunaan dalam percobaan
4) Kamboja (Plumiera acuminate)
a) Klasifikasi :

Regnum : Plantae

Divisi :Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Sympetalae


Ordo : Apocynales

Family : Apocynaceae

Genus : Plumiera

Spesies : Plumiera acuminate

b) Nama Daerah jebun (Bali), capak butu (Halmahera), kubu


(Tidore), semboja (Jawa Tengah).
c) KegunaanDalam Percobaan
5) Mawar (Rosa sp)
a) Klasifikasi

Regnum :Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Dialypetalae

Ordo : Rosales

Family : Rosaceae

Genus : Rosa

Spesies : Rosa sp ( Tjitrosoepomo, 2013; 197)

b) Nama Daerah : kembang ros (Sunda), mawara (Makassar), mawa


(Bima), kembang (Jambi), dan denakos (Suria).
c) Kegunaan dalam percobaan
6) Jambu Biji (Tjitrosoepomo, 2013; 222)
a) Klasifikasi
Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Dialypetalae

Ordo : Myrtales

Family : Myrtaceae

Genus : Psidium

Spesies : Psidium guajava

b) Nama Daerah : Jambu baju (Jeneponto), jampu (Bugis), glawous


(Maluku), giima breuen (Aceh), dan dambu (Sumatera).
c) Kegunaan dalam percobaan
7) Tebu (Tjitrosoepomo, 2013; 436-440) (Tjitrosoepomo, 2013; 436)
a) Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Sub Class :-

Ordo : Poales

Family : Poaleae
Genus : Saccharum

Spesies : Saccharum officinarum

b) Nama Daerah : Dobu (Bima), tabu (Makassar), tebbu (Bugis),


telu (Flores), teube (Aceh), dan tiwa (Jawa barat).
c) Kegunaan dalam percobaan
8) Markisa Liar (Passiflora foetida ) ( Tjitrosoepomo, 2013; 256)
a) Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Dialypetalae

Ordo : Pariatales

Family : Passifloraceae

Genus : Passiflora

Spesies : Passiflora foetida

b) Nama Daerah : Permot (Sunda), temugak (Lampung), laminar


(Palembang), angora (Bugis), dan balewa (Bima).
c) Kegunaan dalam percobaan
9) Markisa ( Tjitrosoepomo, 2013 ; 256)
a) Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Dialypetalae

Ordo : Pariatales

Family : Passifloraceae

Genus : Passiflora

Spesies : Passiflora quadrangularis

b) Nama Daerah : Markical (Jawa), Balewa (Melau), markusa (


Sunda), rubis (Palembang), permot (Sunda).
c) Deskripsi : Batang markisa mempunyai batang kecil, langsing
dan panjang sekali. Batangnya merambat dengan bantuan sulur
berbentuk pilin (spiral). Bentuk batang pada markisa yaitu segi
empat. Dan jika dilihat dari permukaannya, batang tumbuhan ini
memperlihatkan sifat bermacam-macam. Permukaan batangnya
seperti bersayap
d) Kegunaan dalam percobaan
10) Bambu
a) Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Sub Class :-
Ordo : Poales

Family : Poaceae

Genus : Bambusa

Spesies : Bambusa sp

b) Nama Daerah :
c) Kegunaan dalam percobaan
11) Ubi Jalar (Ipmoea batatas) (Tjitrosoepomo, 2013; 354)
a) Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Sympetalae

Ordo : Tubiflorae

Family : Convulvulaceae

Genus : Ipmoea

Spesies : Ipmoea batatas

b) Nama Daerah

Uwi (Bima), Uji Jawa ( Sumatera), uma (Ternate), Lame-lamba (Jeneponto),


ketela (Jakarta), Uma (Ternate), Kandura (Bugis).

Kegunaan dalam percobaan


Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan
morfologi batang.

2. Sereh (Tjitrosoepomo, 2013;

Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Sub Class :-

Ordo : Poales

Family : Poaceae

Genus : Andropogon

Spesies : Andropogon nardus

Nama Daerah

Tapisa-pisa (Maluku), sarre (Sulawesi), pataha ati (Bima), sarre (Selayar).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan


morfologi batang.

3. Patikan Kebo ( Tjitrosoepomo, 2013; 152)

Klasifikasi
Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Apetalae

Ordo : Euphorbiales

Family : Euphorbiaceae

Genus : Euphorbia

Spesies : Euphorbia hirta L

Nama Daerah

Nanangkan (Sunda), Patikan Jawa (Jawa), lobi-lobi (Halmahera), sosononga


(Maluku), kak-sekaan (Madura), isi gibu (Tidore).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan


morfologi batang.

4. Kaktus ( Tjitosoepomo, 2013; 130)

Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae


Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Apetalae

Ordo : Caryophyllales

Family : Cactaceae

Genus : Opuntia

Spesies : Opuntia rafinesques

Nama Daerah

Rui badak (Bima), kaktus (Jawa), lidah ular ( Maluku).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan


morfologi batang.

5. Pare (Tjitrosoepomo, 2013; 298)

Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Sympetalae

Ordo : Cucurbitales

Family : Cucurbitaceae
Genus : Momordica

Spesies : Momordica charantia L

Nama Daerah

Kaca dana (Bima), canggoreng (Mandar), kacang goreng (Minangkabau),


kineve kacang (Aceh), kacang temeuh (Sunda).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan


morfologi batang.

6. Urang Aring (Tjitrosoepomo, 2013;

Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Sympetalae

Ordo : Asterales

Family : Asteraceae

Genus : Eclipta

Spesies : Eclipta alba

Nama Daerah
Daun tinta (Banda Aceh), daun sipat ( Sumatera), Talenteyan (Madura),
Urang-aring (Sumbawa).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan


morfologi batang.

7. Padi (Tjitrosoepomo, 2013;

Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Sub Class : -

Ordo : Poales

Family : Poaceae

Genus : Oryza

Spesies : Oryza sativva

Nama Daerah

Adapun nama daerah padi (Oryza sativa) yaitu ;Fare (Bima), pare (jeneponto),
ase (Sulawesi), pagiri (Sumatera), ale (Nusa Tenggara), langsep (Maluku).

Kegunaan dalam percobaan

kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan morfologi batang.


a. Anatomi Batang
1. Pulai sari (Tjitrosoepomo,2013:130)

Klasifikasi

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Apetalae

Ordo : Gentinales

Family : Apocynaceae

Genus : Alstonia

Spesies : Alstonia scholaris

Nama Daerah

Pule (Jawa), Lame (Banda), kayu bagus (Melayu ), pala (Madura), Rita
(Ambon).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan Anatomi


batang.

2. Bayam duri (Tjitrosoepomo,2013:45)

Kalsifikasi
Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Sub Class : Apetalae

Ordo : Caryophilales

Family : Amaranthaceae

Genus : Amaranthus

Spesies : Amaranthus spinosus

Nama daerah

Nadu (Bima), bayang ijo (Bugis), bayam abrit (Jawa), jawo lufite (Maluku),
bayam glatik (Jakarta).

Kegunaan dalam percobaan

Adapun kegunaan dalam percobaan yaitu untuk sampel pengamatan Anatomi


batang.

BAB III
METODE KERJA

A. Alat dan Bahan


1. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan morfologi dan anatomi batang adalah
balpoint, deg glass, kamera, kertas A4, mikroskop, objek glass, pensil, pensil
warna, penggaris, pinset, silet, dan spiritus.
2. Bahan
Bahan yang digunakan yaitu batang bambu, bayam duri,flouroglusin,
jambu biji, kacang tanah, kaktus, kamboja, markisa, markisa liar, mawar, padi,
patikan kebo, pulai sari, pare, rumput teki, sereh, ubi jalar, dan urang-aring.
B. Cara kerja
1. Morfologi Batang
a. Disiapkan alat dan bahan
b. Difoto sampel terlebih dahulu
c. Digambarkan masing-masing preparat dan beri keterangan dengan jelas
dalam bahasa indonesia,nama daerah, nama latin, maupun khasiatnya,
lalu deskripsi dengan ini :
1) Sifat batang
2) Bentuk batang
3) Arah tumbuh batang
4) Percabangan batang
5) Modifikasi batang
6) Berdasar panjang umurnya
d. Dibuat kesimpulan dari hasil pengamatan (hubungkan sifat menonjol
dari tumbuhan yang diamati)
2. Anatomi Batang
a. Pulai sari
1) Disiapkan alat dan bahan
2) Dipotong melintang dan membujur dengan menggunakan silet
3) Diletakkan pada objek glass
4) Diteteskan fluroglusin
5) Difiksasi diatas spiritus
6) Ditutupi dengan deg glass
7) Diamati dibawah mikroskop.
b. Bayam duri
1) Disiapkan alat dan bahan
2) Dipotong melintang dan membujur dengan menggunakan silet
3) Diletakkan pada objek glass
4) Diteteskan fluroglusin
5) Difiksasi diatas spiritus
6) Ditutupi dengan deg glass
7) Diamati dibawah mikroskop.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Morfologi batang
No Sampel Gambar Keterangan

1. Kacang tanah 1. Tangkai


(Arachis batang
hipogea) (ramus)
2. Batang
(caulis)
3. Tangkai
daun
(ptiolus)
4. Daun
(folium)
5. Akar
(radix)
6. Buah
(Fructus)

2. Rumput teki 1. Batang


(Cyperus (caulis)
rotundus) 2. Daun
(folium)
3. Bunga
(flos)
4. Akar
(radix)
3. Bayam 1. Batang
(Amaranthus (caulis)
spinosus) 2. Daun
(folium)
3. Tangkai
batang
(ramus)
4. Akar
(radix)

4. Kamboja 1. Daun
(Plumeria (folium)
acuminate) 2. Batang
(caulis)
3. Tangkai
daun
(ptiolus)

5. Mawar (Rosa 1. Daun


sp) (folium)
2. Batang
(caulis)
3. Duri
(spina)
4. Tangkai
batang
(ramus)
6. Jambu biji 1. Daun
(Psidium (folium)
guajava) 2. Batang
(caulis)
3. Tangkai
batang
(ramus)

7. Tebu 1. Batang
(Sacharum (caulis)
officinarum) 2. Tulang
batang

8. Markisa liar 1. Daun


(Passiflora (folium)
foetida) 2. Batang
(caulis)
3. Buah
(fructus)
4. Tangkai
daun
(ptiolus)
9. Markisa 1. Daun
(Passiflora (folium)
quadrangular 2. Batang
is) (caulis)
3. Tangkai
daun
(ptiolus)

10. Bambu 1. Daun


(Bambusa sp) (folium)
2. Batang
(caulis)
3. Tulang
batang

11. Ubi jalar 1. Batang


(Ipmoea (caulis)
batatas) 2. Daun
(folium)
3. Tangkai
daun
(ptiolus)
12. Sereh 1. Daun
(Andropogon (folium)
nardus) 2. Batang
(caulis)
3. Akar
(radix)

13. Patikan kebo 1. Daun


(Euphorbia (folium)
hirta) 2. Batang
(caulis)
3. Bunga
(flos)
4. Tangkai
batang
(ramus)

14. Kaktus 1. Batang


(Opuntia (caulis)
vulgaris) 2. Duri
(spina)
15. Pare 1. Batang
(Momordica (caulis)
charantia) 2. Daun
(folium)
3. Buah
(fructus)

16. Urang aring 1. Batang


(Edipta (caulis)
prostrata) 2. Daun
(folium)
3. Tangkai
batang
(ramus)
4. Akar
(radix)

17. Padi (Oryza 1. Batang


sativa) (caulis)
2. Daun
(folium)
3. Biji
(semen)
4. Akar
(radix)
3. Anatomi batang
N Sampel Gambar Keterangan
o
1. Pulai sari Melintang 1. Epidermis
(Alstonia 2. Floem
scholaris) 3. Xylem
4. Korteks
5. Kambium

Membujur 1. Epidermis
2. Xylem
3. Floem

2. Bayam Melintang 1. Epidermis


duri 2. Korteks
(Amaranth 3. Xylem
us 4. Floem
spinosus) 5. Kambium
Membujur 1. Epidermis
2. Xylem
3. Floem
4. Korteks

B. Pembahasan
Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Batang
(caulis) merupakan salah satu dari organ dasar tumbuhan berpembuluh. Batang
adalah sumbuh tumbuhan, tempat semua organ lain bertumbuh dan tumbuh. Daun
dan akar dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan
fungsi yang khusus. Tanpa batang, tumbuhan berpembuluh tidak dapat hidup titik
tumbuh berasal dari batang ( Sutrian, 1992 ).
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan morfologi batang adalah
alatnya yaitu penggaris, pensil, dan pensil warna. Sedangkan bahannya adalah
kacang tanah (Arachis hipogea), rumput teki (Eleusine indica), bayam
(Amaranthus spinosus), kamboja (Plumeria acuminate), mawar (Rosa sp), jambu
biji (Psidium guajava),tebu (Sacharum officinarum), markisa liar (Passiflora
foetida), markisa (Passiflora quadrangularis), bambu (Bambusa sp), ubi jalar
(Ipmoea batatas), sereh (Andropogan nardus), patikan kebo (Euphorbia hirta),
kaktus (Opuntia vulgaris), pare (Momordica charantia), urang-aring (Edipta
proskata),dan padi (Oryza sativa).
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan anatomi batang adalah
alatnya yaitu ball point, deg glass, mikroskop, mistar, objek glass, pensil, silet,
dan spiritus. Sedangkan bahannya yaitu pulai sari (Alstonia scholaris) dan bayam
duri (Amaranthus spinosus).
Cara kerja pada percobaan morfologi batang adalah digambarkan masimg-
masing sampel dan diberi keterangan dengan jelas dalam bahasa Indonesia
maupun latin : sifat batang, bentuk batang, sifat permukaan batang, arah tumbuh
batang, percabangan batang, modifikasi batang, dan berdasarkan panjang
umurnya. Kemudian dibuat kesimpulan dari hasil pengamatan (hubungkan sifat
menonjol dari tumbuhan yang diamati dengan nama ilmiahnya).
Cara kerja pada percobaan anatomi batang adalah disiapkan alat dan
bahan. Dipotong melintang dan membujur batang pulai sari (Alstonia scholaris)
dan bayam duri (Amaranthus spinosus) dengan menggunakan silet. Diletakkan
pada objek glass. Diteteskan fluoroglusin kemudian dipanaskan dengan spiritus
(fiksasi). Ditutup dengan deg glass. Diamati dibawah mikroskop.
Pada percobaan morfologi batang dapat dilihat bahwa tanaman kacang
tanah (Arachis hipogea) memiliki batang basah (herbaceous). Batangnya
berbentuk bulat (teres). Arah tumbuh batang serong ke atas (erectus). Permukaan
batang memperlihatkan bekas-bekas daun. Tanaman rumput teki (Cyperus
rotundus) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang
mendong (calamus). Bentuk batangnya segitiga (triangolaris). Permukaan
batangnya licin (laevis.)Tidak terdapat percabangan karena merupakan jenis
rerumputan, dan arah tumbuhnya batang tegak lurus (erectus). Tumbuhan bayam
(Amaranthus spinosus) termasuk tumbuahan yang jelas berbatang dan merupakan
jenis batang basah (herbaceous). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan
batangnya licin (laevis) dan berusuk (costatus).Jenis percabangannya monopodial.
arah tumbuh batang tegak lurus (erectus). Tanaman kamboja (Plumeria
acuminate) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang
berkayu (lignosus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya
memperlihatkan bekas-bekas [Link] tumbuh batang membengkak dan
percabangan batang monopodial. Tanaman mawar (Rosa sp) termasuk tumbuhan
yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang berkayu (lignosus). Bentuk
batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya berduri (spina). Arah tumbuh
batang tegak lurus (erectus). Jenis percabangannya monopodial. Tanaman jambu
biji (Psidium guajava) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan
jenis batang berkayu (lignosus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan
batangnya menunjuk lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Arah tumbuhnya
tegak lurus (erectus) dengan pada batang percabanganya simpodial. Tanaman tebu
(Sacharum officinarum) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan
jenis batang berkayu (lignosus) dimana teksturnya keras. Bentuk batangnya bulat
(teres). Permukaan batangnya licin (laevis). Arah tumbuhnya tegak lurus
(erectus). Tidak memiliki percabagan. Tanaman markisa liar (Passiflora foetida)
termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang basah
(herbaceous). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya berambut
(pilasus). Arah tumbuh batangnya memanjat (scandens) dengan menggunakan
alat khusus untuk berpegangan yaitu tangkai pembelit, dan percabangan pada
batang ialah monopodial. Markisa (Passiflora quadrangularis) termasuk
tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang basah (herbaceous).
Bentuk batangnya segi empat (quadrangularis). Permukaan batangnya bersayap
(alatus). Arah tumbuh batang memanjat (scandens), percabangan batang
monopodial, dan usia tumbuhnya [Link] bambu (Bambusa sp) termasuk
tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang berkayu (lignosus).
Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya licin (laevis).Arah tumbuh
batang tegak lurus (erectus), serta tidak memiliki percabangan. Ubi jalar (Ipmoea
batatas) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang
basah (herbaceus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya licin
(laevis). Jenis percabangan monopodial karena antara cabang dan batang itu dapat
dibedakan dengan jelas, kemudian memiliki arah tumbuh batang yang menjalar
atau merayap (repes), dimana batangnya berbaring ke tanah dan pada nodus
keluar akar yang membantu batang untuk menjalar [Link] sereh
(Andropogan nardus) termasuk tumbuhan yang jelas berbatang dengan jenis
batang mendong (calamus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan
batangnya licin (laevis). Arah tumbuh batangnya tegak lurus (erectus),memiliki
batang yang yang bergerombol dan berumbi serta lunak dan berongga, isi
batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk dan berwarna putih kekuning-
kuningan, batang bersifat kaku dan mudah patah atau rapuh. Tanaman patikan
kebo (Euphorbia hirta) termasuk tumbuhan yang jelas bebatang dengan jenis
batang basah (herbaceus). Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya
berambut (pilosus). Jenis percabangan simpodial karena antara batang dan
cabangnya sulit ditemukan seiring dengan pertumbuhan cabang tersebut dan arah
tumbuh batangnya tegak lurus (erectus). Tanaman kaktus (Opuntia vulgaris)
termasuk tumbuhan yang jelas berbatang. Bentuk batangnya pipih yang bersifat
kladudia (cladudium). Permukaan batangnya berduri (spinosus). Arah tumbuh
batang tegak lurus (erectus), percabangan batang simpodial, dan usia tumbuhan
[Link] pare (Momordica charantia) termasuk tanaman yang jelas
berbatang dan merupakan jenis batang basah (herbaceus). Bentuk batangnya
bulat (teres). Permukaan batangnya berambut (pilosus). Percabangan monopodial
dan arah tumbuh batangnya memanjat (scandens) dengan menggunakan benda
mati sebagai penunjang untuk memanjat. Tanaman urang aring (Edipta prostrata)
termasuk tanaman yang jelas berbatang dan merupakan jenis batang basah
(herbaceus). Bentuk batang bulat (teres). Permukaan batangnya licin (laevis).
Arah tumbuh batang mendatar dan tegak lurus, usia batang bineal, dan memilki
cabang yang merupakan [Link] padi (Oryza sativa) termasuk jenis
tumbuhan yang jelas berbatang dan termasuk jenis batang rumput (calmus).
Bentuk batangnya bulat (teres). Permukaan batangnya beralur (sulcatus).Arah
tumbuh batang tegak lurus (erectus), percabangan monopodial,serta usia
tumbuhan anual.
Pada percobaan anatomi batang yaitu pada batang pulai sari (Alstonia
scholaris) dengan pengamatan melintang di mikroskop dapat dilihat epidermis,
xylem, floem, korteks, dan cambium. Sedangkan pada pengamatan membujur
hanya dapat dilihat epidermis, xylem, dan floem. Pada batang bayam duri
(Amaranthus spinosus) dengan pengamatan melintang di mikroskop dapat dilihat
epidermis, korteks, xylem, floem, dan cambium. Sedangkan pada pengamatan
membujur hanya dapat dilihat epidermis, xylem, floem, dan korteks.
Hubungan percobaan ini dengan dunia farmasi adalah bahwa dalam
membuat sediaan obat,seorang pharmacist harus mampu mengidentifikasi dan
mengetahui zat-zat yang terkandung di dalamnya agar bisa mengetahui obat yang
diberikan pada orang yang membutuhkan.
Faktor kesalahan pada percobaan morfologi batang adalah batang yang
diamati terlalu kecil dan masih terlalu kecil dan mudah. Sehingga yang diamati
masih agak bingung. Sedangkan factor kesalahan pada percobaan anatomi batang
adalah pada sayatan batang tidak setipisyang di skemakan,sehingga pada saat
diamati dengan mikroskop jaringan penyusun batang tidak tampak.










Artinya :

Tidaklah kamu perhatikan bagaimana telah membuat perumpaan kalimat


yang baik seperti pada yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang)
kelangit .

Cabangnya yang menjulang kelangit artinya sebuah batang. Dimana


batang-batangnya akan sanggup bernafas lebih baik,dapat mengambil manfaat
cahaya matahari dengan lebih baik. Artinya hubungan ayat ini dengan
percobaan,cabang dalan Al-quran atau batang yang lebih baik adalah batang yang
tumbuh tinggi dan sehat.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Batang adalah bagian tumbuhan yang berfungsi mentranspor zat-zat
mentah dan produk-produk fotosintesis primer dan sekunder, melakukan
fotosintesis, menyangga posisi daun, dan menyimpan cadangan makanan.
Bagian batang secara umum yaitu epidermis, korteks, epidermis, stele,
perisikel, empulue, dan berkas pengangkut yang terdiri atas xylem dan floem.

B. Saran
1. Asisten
2. Laboratorium
Sebaiknya alat-alat yang digunakkan pada saat prraktikum di lengkapi
sehingga tidak mengganggu proses pada saat melakukan praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB.

Ida, Rianawaty. 2011. Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan. Diunduh dari

Rosanti, D. 2013. Morfologi Tumbuhan. Jakarta : Erlangga.

Salisbury, F. B, and Ross, C. W. 1991. Fisiologi Tumbuhan. Bandung : ITB.

Sutrian, Yayan, Drs. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan Tentang Sel


dan Jaringan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada


University Press.
SKEMA KERJA

A. Percobaan morfologi batang


Sampel

Amati

Sifat Bentuk Sifat permukaan Arah tumbuh Percabangan Modifikasi Panjang


batang batang batang batang batang batang umurnya

Buat kesimpulan

B. Percobaan anatomi batang


1. Pulai sari
Sampel
Potong melintang
dan membujur

Simpan pada
objek glass

Tetesi fluoroglusin

Tutup dengan deg


glass

Amati

2. Bayam duri
Sampel

Potong melintang
dan membujur

Simpan pada
objek glass

Tetesi fluoroglusin

Tutup dengan deg


glass

Amati

Anda mungkin juga menyukai