100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
320 tayangan4 halaman

Cara Membuat Sensor Kertas Tester

Teks tersebut menjelaskan cara membuat sensor kertas printer menggunakan komponen elektronika sederhana seperti LED, resistor, dan sumber daya untuk mendeteksi komponen optocoupler mana yang rusak pada printer. Teks tersebut juga menjelaskan rumus untuk menghitung nilai resistor yang sesuai untuk masing-masing LED berdasarkan tegangan kerjanya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
320 tayangan4 halaman

Cara Membuat Sensor Kertas Tester

Teks tersebut menjelaskan cara membuat sensor kertas printer menggunakan komponen elektronika sederhana seperti LED, resistor, dan sumber daya untuk mendeteksi komponen optocoupler mana yang rusak pada printer. Teks tersebut juga menjelaskan rumus untuk menghitung nilai resistor yang sesuai untuk masing-masing LED berdasarkan tegangan kerjanya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

sensor kertas printer canon tester

kali ini kami akan mejelaskan beberapa cara untuk membuat sensor kertas tester atau sering di
sebut sensor asf tester. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi komponen optocoupler mana yang
rusak.

Yang perlu anda persiapkan tentunya alat dan bahan, seperti solder dan lem lilin saja

untuk bahan anda dapat mempersiapkan timah, konektor, kabel, resistor yang di sesuaikan dengan
warna lampu lednya, lampu led, power 5v bisa di ambil dari port usb atau dengan power baterai

berikut skema dari alat asf tester

untuk resistor anda dapat gunakan dengan nilai yang sudah di sesuaikan berdasarkan rumus yang
anda harus hitung. Bagaimana rumusnya. cek sesuai kebutuhan voltage led nya.

tegangan kerja atau volt atau voltage yang jatuh pada sebuah LED berbeda-beda, menurut warna
yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Merah : 1,8 V 2,1 V

Oranye : 2,2 V

Kuning : 2,4 V

Hijau : 2,6 V

Biru : 3,0 V 3,5 V

Putih : 3,0 3,6 V


Mengacu data di atas, maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda gunakan
rumus berikut:

R =(Vs-Vd) / I

Keterangan rumus:

R = Resistor

I = Arus LED

Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).

Vd = Tegangan kerja LED

A. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 12 Volt

Contoh 1. Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan
dinyalakan menggunakan sumber tegangan 12 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor yang
akan dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah 20mA.
Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:

Tegangan yang digunakan (Vs) : 12V

Tegangan kerja LED (Vd): 1,8V, dan

Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).

Maka hambatan pada resistor atau R warna merah adalah sebesar:

R merah untuk 12 volt:

= (Vs-Vd) / I

= (12 volt 1,8 volt) / 0,02

= 10,2 / 0.02
= 510 ohm

Contoh 2. Dengan cara yang sama jika LED yang digunakan berwarna biru dan sumber catu daya 12
Volt, maka:

R biru untuk 12 volt:

= (Vs-Vd) / I

= (12 volt 3 volt) / 0,02

= 9 / 0.02

= 450 ohm

B. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 5 Volt

Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan dinyalakan
menggunakan sumber tegangan 5 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor yang akan
dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah 20mA.
Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:

Tegangan yang digunakan (Vs) : 5V

Tegangan kerja LED (Vd): 1,8V, dan

Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).

Maka hambatan pada resistor atau R adalah sebesar:

R = (Vs-Vd) / I

= (5-1,8) / 0,02

= 160 ohm

R merah untuk 5 volt:

= (Vs-Vd) / I
= (5 volt 1,8 volt) / 0,02

= 3,2 / 0.02

= 160 ohm

selamat mencoba.

Anda mungkin juga menyukai