PENGARUH PENAMBAHAN TUMBUKAN BATU BATA
TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT AUS MORTAR
SEBAGAI BAHAN DASAR PAVING BLOCK
SKRIPSI
Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I
untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
TAUFIK
NIM. 5114981170
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pembangunan di Indonesia dalam arti fisik seperti perumahan dan sarana yang lain,
semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Disisi lain, pembangunan rumah
tinggal dengan biaya yang murah merupakan program yang senantiasa diupayakan pemerintah
dan didambakan oleh masyarakat pada saat ini. Dalam upaya untuk menekan biaya bangunan,
salah satu caranya adalah dengan pemanfaatan bahan bangunan lokal, karena mudah diperoleh,
biaya transportasi murah serta dapat menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Di desa Bulakpelem, kecamatan Sragi, kabupaten Pekalongan, banyak ditemui masyarakat
yang menjalani usahanya sebagai pengrajin batu bata. Dalam memproduksi batu bata, para
pengrajin banyak memanfaatkan sekam padi dan abu terbang sisa buangan dari pabrik gula (PG)
Sragi sebagai bahan campuran dalam pembuatan batu bata. Setelah melalui proses pembakaran,
tidak semua batu bata yang dihasilkan terbentuk dengan sempurna, sering ditemukan batu bata
hasil pembakaran dengan kondisi yang retak-retak atau pecah, sehingga tidak bisa digunakan
untuk konstruksi bangunan. Oleh para pengrajin, pecahan batu bata ini tidak dimanfaatkan dan
biasanya hanya diminta warga setempat untuk dijadikan sebagai material urugan. Oleh sebab itu
dalam penelitian ini, peneliti mencoba memanfaatkan tumbukan batu bata dari desa Bulakpelem
sebagai bahan tambah dalam pembuatan mortar. Tumbukan batu bata ini diperoleh dengan cara
menghaluskan (menumbuk) pecahan batu bata yang diperoleh dari pengrajin batu bata setempat.
Sejumlah peneliti telah banyak melakukan penelitian tentang mortar dan batu cetak
dengan menggunakan bahan tambah atau campuran yang bervariasi, misalnya :penelitian
mengenai mortar semen dengan menggunakan pasir yang berasal dari sungai Krasak, Sleman,
Yogyakarta (Suzan, 1995), penelitian mengenai hubungan antara kuat tekan dan serapan
air pada mortar semen (Timuranto, 2001), penelitian mengenai mortar semen dengan
menggunakan pasir yang berasal dari sungai Progo, Kulon Progo, Yogyakarta (Erniawati, 1998),
pemanfaatan debu batu dari unit pemecahan batu Pucanggading sebagai pengganti pasir pada
pembuatan mortar (Djauharotun, 2002) dan penelitian penambahan kapur terhadap kuat tekan
pozzolan abu terbang sebagai bahan dasar perancangan batu cetak (Surya, 2003). Tetapi,
pengaruh penambahan tumbukan batu bata asal desa Bulakpelem, kecamatan Sragi, kabupaten
Pekalongan terhadap kuat tekan dan kuat aus mortar belum pernah dilakukan. Padahal penelitian
mengenai pengaruh penambahan tumbukan batu bata pada pembuatan mortar perlu dilakukan
untuk menghasilkan mortar dengan karakteristik (sifat-sifat) yang lebih baik, yaitu : memiliki kuat
tekan dan kerapatan air yang lebih tinggi serta lebih tahan terhadap korosi.
Hal-hal penting yang harus diteliti selain untuk mengetahui pengaruh penambahan
tumbukan batu bata terhadap karakteristik mortar adalah pemeriksaan karakteristik pasir dan
pozzolan tumbukan batu bata.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahpada penelitian ini adalah :
1. Bagaimana dan seberapa besar pengaruh penambahan tumbukan batu bata dengan
persentase yang berbeda terhadap kuat tekan dan kuat aus mortar pada umur pengujian 28
hari?
2. Berapa besar persentase ideal penambahan tumbukan batu bata dalam pembuatan mortar
untuk menghasilkan kuat tekan dan kuat aus maksimal mortar pada umur pengujian 28 hari?
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
Mengetahui karakteristik pasir yang digunakan dalam pembuatan mortar, meliputi : berat
jenis, berat satuan, kadar air dan gradasi pasir.
Mengetahui karakteristik tumbukan batu bata yang digunakan sebagai bahan tambah dalam
pembuatan mortar, meliputi : berat jenis, berat satuan dan kadar air.
Mengetahui karakteristik mortar yang dibuat dengan variasi penambahan tumbukan batu
bata, meliputi : kuat tekan, berat jenis, kuat aus dan serapan air mortar pada umur pengujian
28 hari.
Mengetahui pengaruh penambahan pozzolan tumbukan batu bata yang diberikan dalam
pembuatan mortar terhadap karakteristik mortar pada umur pengujian 28 hari.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat penelitian ini, adalah :
2. Hasil penelitian merupakan salah satu wawasan untuk pengembangan ilmu teknologi bahan.
3. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi praktisi dan mahasiswa untuk
lebih memanfaatkan pozzolan tumbukan batu bata sebagai bahan tambah dalam pembuatan
mortar atau pekerjaan sipil yang lain.