PENGENALAN DASAR S.A.R.
(SEARCH & RESCUE)
I. PENGERTIAN SAR
SAR adalah suatu pengerjaan dari personel dan fasilitas yg dapat
digunakan untuk menolong dengan cara yang efektif dan efisien jiwa
manusia dansesuatu yg berharga yg berrada dalam keadaan
mengkhawatirkan (distrees).
Tahapan SAR
1. Awareness stage (tahap kekhawatiran)
2. Initial stage (tahap kesiapan)
3. Planning stage(tahap perencanaan)
4. Operation stage (tahap operasi)
5. Mission conclusion stage (tahap konklusi misi)
Organisasi SAR Yang Dikenal Di Indonesia:
1. BASARI (Badan SAR Indonesia) : 6 Kementerian (Keuangan, Hankam,
Dalam Negeri, Luar Negeri, Sosial,
dan Perhubungan)
2. BASARNAS (Badan SAR Nasional) : Dibawah Departemen
Perhubungan
3. KKR (Kantor Koordinator Rescue) : Berada dilokasi Jakarta,
Surabaya, Ujung Pandang, dan Biak
4. SKR (Sub Koordinasi Rescue) : Berada di daerah Medan, Padang, SAR
Tanjung Pinang, Denpasar,
Pontianak, Menado, Banjarmasin,
Kupang, Ambon, Balikpapan,
Sorong, Merauke, Jayapura.
Komponen SAR
1. Organisasi Operasi SAR (SAR Coordinators, Rescue Coordinators
Center (RCC), Rescue Sub-Centers(SSCs), SAR Mission Coordinators
(SMCs), On Scene Commanders (OSCs), dan SRU (Search and Rescue
Unit)
85
2. Fasilitas (menyediakanpersonil, perlengkapan dan fasilitas yg
dibutuhkan)
3. Komunikasi (menyediakan semua media komunikasi yg mendukung
seluruh bagian system SAR)
4. Perawatan gawat darurat (memberikan PGD sebisa mungkin pada
korban)
5. Dokumentasi (memberikan koleksi data dan analisa-analisa dari
informasi yg berhubungan dengan misi SAR termasuk semua data yg
diterima dari tahap awal sampai tahap akhir)
II. SISTEM SAR
1. Awareness Stage (Tahap Kekhawatiran) Adalah kekhawatiran
bahwa suatu keadaan darurat diduga akan muncul (saat disadarinya
terjadi keadaan darurat/ musibah)
2. Initial Action Stage (Tahap Kesiagaan/ Preliminary Mode) Adalah
tahap seleksi informasi yang diterima, untuk segera dianalisa dan
ditetapkan bahwa berdasarkan informasi tersebut, maka keadaan
darurat saat itu diklasifikasikan sebagai :
a. INCERFA (Uncertainity Phase/ Fase meragukan) : adalah suatu
keadaan emergency yang ditunjukkan dengan adanya keraguan
mengenai keselamatan jiwa seseorang karena diketahui
kemungkinan mereka dalam menghadapi kesulitan.
b. ALERFA (Alert Phase/ Fase Mengkhawatirkan/ Siaga) : adalah
suatu keadaan emergency yang ditunjukkan dengan adanya
kekhawatiran mengenai keselamatan jiwa seseorang karena
adanya informasi yang jelas bahwa mereka menghadapi kesulitan
yang serius yang mengarah pada kesengsaraan (distress).
c. DITRESFA (Ditress Phase/ Fase Darurat Bahaya) : adalah
suatu keadaan emergency yang ditunjukkan bila bantuan yang
cepat sudah dibutuhkan oleh seseorang yang tertimpa musibah
karena telah terjadi ancaman serius atau keadaan darurat
bahaya. Berarti, dalam suatu operasi SAR informasi musibah
yang diterima bisa ditunjukkan tingkat keadaan emergency dan
SAR
dapat langsung pada tingkat Ditresfa yang banyak terjadi.
3. Planning Stage (Tahap Perencanaan/ Confinement Mode)
Yaitu saat dilakukan suatu tindakan sebagai tanggapan (respons)
terhadap keadaan sebelumnya, antara lain : *Search Planning Event
(tahap perencanaan pencarian).
a. Search Planning Sequence (urutan perencanaan pencarian).
b. Degree of Search Planning (tingkatan perencanaan pencarian).
c. Search Planning Computating (perhitungan perencanaan
pencarian).
4. Operation Stage (Pertolongan)
Detection Mode/ Tracking Mode And Evacuation Mode, yaitu seperti 86
dilakukan operasi pencarian dan pertolongan serta penyelamatan
korban secara fisik. Tahap operasi meliputi : *Fasilitas SAR
bergerak ke lokasi kejadian.
a. Fasilitas SAR bergerak ke lokasi kejadian.
b. Melakukan pencarian dan mendeteksi tanda-tanda yang ditemui
yang diperkirakan ditinggalkan survivor (Detection Mode).
c. Mengikuti jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkan survivor
(Tracking Mode).
d. Menolong/ menyelamatkan dan mengevakuasi korban
(Evacuation Mode), dalam hal ini member perawatan gawat
darurat pada korban yang membutuhkannya dan membawa
korban yang cedera kepada perawatan yang
e. memuaskan (evakuasi).
f. Mengadakan briefing kepada SRU.
g. Mengirim/ memberangkatkan fasilitas SAR.
h. Melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian.
i. Melakukan penggantian/ penjadualan SRU dilokasi Kejadian.
5. Mission Conclusion Stage (Tahap Akhir Misi / Evaluasi)
Merupakan tahap akhir operasi SAR, meliputi penarikan kembali
SRU dari lapangan ke posko, penyiagaan kembali tim SAR untuk
menghadapi musibah selanjutnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi,
evaluasi hasil kegiatan, mengadakan pemberitaan (Press Release)
dan menyerahkan jenasah korban, survivor kepada yang berhak
serta mengembalikan SRU pada instansi induk masing-masing dan
pada kelompok masyarakat.
III. POLA-POLA PENCARIAN
Ada 8 kelompok utama pola pencarian, sebagai berikut :
1. Track line
2. Parallel
3. Creeping Line
4. Square
5. Sector
6. Contour
7. Flare
8. Homing
Pola-pola pencarian yang sering dilakukan pada misi SAR darat
(khususnya di Indonesia) adalah track line, parallel, dan contour. Untuk
menamakan sesuatu pada pencarian SAR. Biasanya digunakan dengan
huruf-huruf awal yang terdiri dari 3 huruf.
SAR
1. Huruf 1 : Pola pencarian yang digunakan, misalnya T (Track Line),
P (Parallel)
2. Huruf 2 : Unit yang terlibat, misalnya S (Single Unit), M (Multi
Unit)
3. Huruf 3 : Keterangan pelengkap, misalnya C (Coordinated / dengan
koordinasi) atau Circle (melingkari), R (Radar /digunakan untuk
pengendalian) atau return to starting point, N (Non return / tidak
perlu kembali ke titik awal), L (Loran Line sesuai garis loran).
Pola Pencarian Track Line 87
Pola pencarian track line (pencarian dengan pola garis lintasan),
digunakan apabila seseorang dinyatakan hilang pada jalur perjalanan
yang direncanakan dan tidak diketahui data-data lain, berarti jalur
perjalanan/garis lintasan merupakan satu- satunya data.
Untuk usaha pencarian secara fisik yang pertama kali dapat
dilakukan misalnya meminta bantuan pada pesawat komersil yang
kebetulan melintas jalur tersebut.
Pola track line dikenal 4 jenis:
1. TSR (Track Line, Single Unit, Return)
2. TMR (Track Line, Multi Unit, Return)
3. TSN (Track Line, Single Unit, Non-Return)
4. TMN (Track Line, Multi Unit, Non-Return)
Pola Pencarian Parallel
Pola pencarian parallel (pencarian dengan pola sejajar memanjang /
melingkar), digunakan:
1. Bila daerah pencarian cukup luas dan medannya relatif datar
2. Hanya diketahui posisi duga fari sasaran yang dicari.
Dikenal 9 bentuk:
1. PS (Parallel Track, Single Unit)
2. PM (Parallel Track, Multi Unit)
3. PMR (Parallel Track, Multi Unit, Return)
4. PMN (Parallel Track, Multi Unit, Non-Return)
5. PSC (Parallel Track, Singe Unit, Circle)
6. PMC (Parallel Track, Multi Unit, Circle)
7. PSS (Parallel Track, Single Unit, Spiral)
8. PSL (Parallel Track, Single Unit, Loran)
9. PSA (Parallel Track, Single Unit, ARC)
Pola Pencarian Contour
Pola pencarian contour (pencarian pencapaian dengan pola kontur
daerah yang bergunung dan berbukit.
1. Anggota SRU (Search and Rescue Unit) harus mempunyai
pengalaman, pengetahuan, dan mempunyai kondisi daya tahan yang
tinggi.
2. Briefing harus baik, dengan peta yang cukup luas.
SAR
3. Keadaan cuaca harus baik, termasuk visibility (jangkauan pandang)
dan keadaan anginnya.
88