0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan19 halaman

Pompa Hidram: Solusi Air Tanpa Listrik

Pompa air tanpa listrik atau BBM bernama pompa Hidram menggunakan energi gravitasi dan hantaman air untuk memompa air ke tempat yang lebih tinggi. Pompa ini telah ada sejak zaman Belanda di Indonesia namun kurang terawat. Pompa Hidram bekerja dengan terbukanya klep pembuangan dan penghisap secara bergantian, menimbulkan bunyi "dek-dok". Pompa ini efisien dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan listrik atau BBM.

Diunggah oleh

Bang Gess
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan19 halaman

Pompa Hidram: Solusi Air Tanpa Listrik

Pompa air tanpa listrik atau BBM bernama pompa Hidram menggunakan energi gravitasi dan hantaman air untuk memompa air ke tempat yang lebih tinggi. Pompa ini telah ada sejak zaman Belanda di Indonesia namun kurang terawat. Pompa Hidram bekerja dengan terbukanya klep pembuangan dan penghisap secara bergantian, menimbulkan bunyi "dek-dok". Pompa ini efisien dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan listrik atau BBM.

Diunggah oleh

Bang Gess
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIDRAM, POMPA AIR TANPA LISTRIK DAN BBM

Sesuai hukum gravitasi, air selalu mengalir dari tempat tinggi menuju yang lebih tempat rendah.
Sepertinya mustahil kalau harus menaikkan air dari sumber atau alirannya menuju tempat yang
lebih tinggi, tanpa bantuan energi listrik atau bahan bakar minyak (BBM).

Tetapi apabila suatu ketika Anda berkunjung ke perkebunan teh di Purwakarta-Jawa Barat atau
perkebunan jambu air di Singorojo, Kendal-Jawa Tengah, Anda akan melihat bagaimana air
dialirkan dari sungai yang berada di hilir, naik mendaki perbukitan dengan selisih ketinggian
hingga puluhan meter, yang berjarak ratusan meter, antara rumah pompa dengan tandon air di
puncak bukit. Semua itu digerakkan oleh sebuah pompa, hebatnya lagi pompa itu tidak
digerakkan oleh motor listrik atau motor bakar dengan BBM.

Pompa tersebut dinamakan pompa Hidram, berasal dari kata Hydraulic Ram Pump, bisa
diartikan pompa air dengan tenaga hantaman air. Di Indonesia pompa ini sebenarnya sudah ada
sejak jaman penjajahan Belanda, namun kurangnya perawatan dan edukasi membuat pompa ini
tidak lestari. Ditambah jaman dulu sumber air masih sangat banyak, sungai masih lancar
mengalir dengan debit besar, tanahnya masih subur dengan humus, hutan masih lebat belum
gundul, tanahnya belum erosi hingga mendangkalkan sungai. Tetapi keadaan sekarang adalah
kebalikan semua itu, membuat pompa Hidram tampil lagi sebagai solusi.

Dari berbagai sumber, pompa Hidram ada yang menyatakan berasal dari Perancis, digunakan
untuk menaikkan air ke atas kastil-kastil. Ada juga sumber mengatakan berasal dari Tiongkok
untuk mengairi tanah pertanian di bukit-bukit. Prinsip kerja Hidram adalah pemanfaatan gravitasi
dimana akan menciptakan energi dari hantaman air yang menabrak faksi air lainnya untuk
mendorong ke tempat yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan energi potensial dari hantaman air
diperlukan syarat utama yaitu harus ada terjunan air yang dialirkan melalui pipa dengan beda
tinggi -elevasi- dengan pompa Hidram minimal 1 meter.

Syarat utama kedua adalah sumber air harus kontunyu dengan debit minimal 7 liter per menit
(Widarto, 2000). Besarnya debit pemompaan dapat dihitung dengan rumus Q2 = Q1 x H1 : H2 x
j. Dimana Q2 adalah debit air yang dipompakan (liter/menit), Q1 adalah debit air yang masuk
pompa (liter/menit), H1 adalah tinggi terjunan dalam meter, H2 adalah tinggi pemompaan dalam
meter dan j adalah efisiensi pompa yaitu 0,5 -0,75. Dalam prakteknya diperoleh perbandingan
tinggi terjunan dan tinggi pengangkatan air sebesar 1:6, akan menghasilkan debit pemompaan
sebesar 1/3 dari debit air yang masuk ke pompa, sedang 2/3 debit air akan keluar melalui klep
pembuangan setelah memberikan tenaga hantaman.

Mekanisme Hidram

Prinsip kerja dari pompa Hidram dapat dilihat dari gambar irisan pompa dapat dilihat bahwa
bagian kunci dari Hidram adalah dua buah klep, yaitu: klep pembuangan dan klep penghisap. Air
masuk dari terjunan melalui pipa A, klep pembuangan terbuka sedangkan klep penghisap
tertutup. Air yang masuk memenuhi rumah pompa mendorong ke atas klep pembuangan hingga
menutup. Dengan tertutupnya klep pembuangan mengakibatkan seluruh dorongan air menekan
dan membuka klep penghisap dan air masuk memenuhi ruang dalam tabung kompresi di atas
klep penghisap. Pada volume tertentu pengisian air dalam tabung kompresi optimal, massa air
dan udara dalam tabung kompresi akan menekan klep penghisap untuk menutup kembali, pada
saat yang bersamaan sebagian air keluar melalui pipa B. Dengan tertutupnya kedua klep, maka
aliran air dalam rumah pompa berbalik berlawanan dengan aliran air masuk, diikuti dengan
turunnya klep pembuangan karena arah tekanan air tidak lagi ke klep pembuangan tetapi berbalik
ke arah pipa input A. Nah, disinilah hantaman -ram- palu air (water hammer) itu terjadi, dimana
air dengan tenaga gravitasi dari terjunan menghantam arus balik tadi, 2/3 debit keluar lubang
pembuangan, sementara yang 1/3 debit mendorong klep penghisap masuk ke dalam tabung
pompa sekaligus mendorong air yang ada dalam tabung pompa untuk keluar melaui pipa output
B. Begitulah energi hantaman yang berulang-ulang mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi.

Tertutup dan terbukanya kedua klep secara bergantian menimbulkan bunyi dek-dok, suara
dek adalah tertutupnya klep penghisap yang membentur rumah klep, sementara suara dok
adalah tertutupnya klep pembuangan yang juga membentur rumah klep. Hingga masyarakat
sekitar sering menyebut Hidram dengan sebutan pompa dek-dok atau pompa jedhok-jedhok.

Selain dua syarat utama tadi, pembuatan pompa Hidram perlu memperhatikan perbandingan
tinggi terjunan dan tinggi pemompaan air yaitu 1:5. Tiap beda tinggi terjunan 1 meter akan
mampu memompa air setinggi 5 meter dari rumah pompa ke tempat tandon air. Jadi bukan hal
yang mustahil ketika beda tinggi terjunan air 12 meter di perkebunan teh mampu memompa air
hingga ketinggian lebih dari 50 meter dengan jarak lebih dari 500 meter.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian diameter pompa dengan debit air. Untuk
mengoptimalkan tekanan semakin besar debit air, diameter pompa semakin besar pula. Berikut
ini tabel diameter pompa dan debit air :
Beberapa permasahan yang mungkin timbul dalam pengoperasian pompa hidram antara lain:

1. Klep pembuangan tidak dapat naik atau menutup, disebabkan beban klep terlalu berat atau
debit air yang masuk pompa kurang. Dapat diatasi dengan mengurangi beban atau memperdek as
klep pembuangan.

2. Klep pembuangan tidak mau turun atau membuka, karena beban klep terlalu ringan, jadi
bisa diatasi dengan menambah beban klep atau memperpanjang as klep pembuangan.

3. Tinggi pemompaan di bawah rasio rumus, yaitu setiap terjunan 1 meter dapat menaikkan
setinggi 5 meter. Penyebab pertama adalah terjadinya kebocoran atau tidak rapatnya klep.
Penyebab kedua rasio diameter pipa input dibanding pipa output lebih besar dari 1 berbanding
0,5. Dapat diatasi dengan memeriksa dan memperbaiki klep atau mengurangi diameter pipa
output. Penyebab ketiga adalah terlalu banyaknya hambatan pada pipa output menuju baktandon,
berupa banyaknya belokan pipa. Agar hal tersebut tidak terjadi, pada saat instalasi pipa sedapat
mungkin dikurangi lekukan atau belokan pipa menuju tandon.

Kunci keawetan dan operasional pompa hidram adalah perawatan rutin, mengingat sumber air
yang dipergunakan mengalir pada saluran umum yaitu: sungai, saluran irigasi atau mata air.
Selain harus menjaga air yang mengalir terbebas kototan/sampah dengan cara membuat saringan,
dipakainya sumber air umum tersebut membuat debit air berubah-ubah, fluktuatif, yang bisa
menyebabkan klep pembuangan berhenti bekerja -membuka-metutup. Cara membuat klep
pembuangan bekerja lagi adalah dengan cara pemukul as klep dengan balok kayu seperti dalam
iklan CSR bantuan air bersih produsen air mineral ternama tadi.

Manfaat Hidram

Manfaat Hidram yang paling signifikan adalah efisiensi biaya untuk membeli energi seperti
listrik atau BBM. Dengan berfungsinya Hidram maka lahan-lahan yang dulunya tidak terjangkau
irigasi dapat dipergunakan untuk budidaya tanaman. Dapat pula dipergunakan sebagai penyuplai
air kebutuhan industri dan rumah tangga termasuk air minum dengan menggunakan filtrasi.
Usaha perikanan dan peternakan juga akan sangat terbantu dengan adanya aliran air. Dengan
sedikit memodifikasi, aliran air dalam pompa hidram juga dapat berfungsi menggerakkan turbin
generator.
Dalam tataran yang lebih makro, dengan semakin banyak pompa hidram dioperasikan, dapat
mengurangi resiko banjir. Kemudian dengan semakin meratanya penggunaan air, maka tanaman
keras di perbukitan akan lebih mudah tumbuh, ini berarti konservasi lahan dan air tanah juga
semakin terjaga, ditambah dengan manfaat berkurangnya tanah longsor dan erosi di perbukitan
yang semakin rimbun tanaman keras.

Analisa biaya pembuatan pompa Hidram 1,5 inch menghabiskan biaya Rp 1,5 juta, sedang untuk
pompa 4 inch memerlukan biaya Rp 3,5 juta. Apabila kita mempunyai bakat teknik dapat
merakit pompa hidram sendiri, namun apabila tidak bengkel lokalpun tidak akan kesulitan
meralisasikan pompa Hidram. Bahan klep yang dipergunakan tidak perlu klep bikinan pabrik
tapi dengan sedikit ketelitian kita dapat mempergunakan karet ban dalam untuk klep, baik klep
pembuangan atau klep penghisap. Spesifikasi material, pola lengkap dan cara pembuatan pompa
Hidram bisa didapatkan di Fakultas Teknik Universitas Sultan Agung Semarang, Lembaga
Pengabdian Masyarakat Universitas Gajah Mada (LPM-UGM) dan Perkebunan Cengkeh
Zanzibar Semarang.

Akhir kata, pengembangan ide-ide dan teknologi tepat guna menjadi sangat berarti di tengah
krisis energi yang menghadang masa depan dunia. Penggunaan energi yang tidak bisa diper-
baharui sedapat menjadi pilihan terakhir dalam memenuhi kebutuhan dalam aktivitas-aktivitas
kehidupan kita. (*)

Penulis adalah mahasiswa Program Magister Teknologi Pangan Unika Sugijapranata dan
bekerja sebagai Sekretaris Eksekutif, Yayasan Obor Tani.

DAFTAR PUSTAKA

Widarto, L. & FX. Sudarto C. Ph. (2000). Teknologi Tepat Guna: Membuat Pompa Hidram.
Kanisius. Yogyakarta.

Leonardo, El.. (2002). Design and Construction of a Hydraulic Ram [Link] of


Nigeria. Nigeria.

Crowley, C.A. (August 1937). Hydraulic rams furnish water supply to country homes. Popular
Mechanics: 306-311.

Crowley, C.A. (September 1937). Hydraulic rams furnish water supply to country homes.
Popular Mechanics: 437-477.

Toothe v. Bryce, 25 Atlantic Reporter , pp. 182-190 .

Iversen, H.W. (June 1975). An analysis of the hydraulic ram. Journal of Fluids Engineering:
191-196.

Hydraulic Ram: Fixing & Working. Spons Workshop Receipts. vol II. London: Spon. 1921. pp.
457-465

Harga Pokok Produksi (HPP) pompa Hidram 1,5 inch menghabiskan biaya Rp 1,5 juta, sedang
untuk pompa 4 inch memerlukan biaya Rp 3,5 juta.
Harga jual di pasaran adalah HPP + 25%

Lansung saja pesan/datang ke Fakultas Teknik Universitas Sultan Agung (Unisulla) Semarang
kampus Kaligawe, Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Gajah Mada (LPM-UGM) atau
Perkebunan Cengkeh Zanzibar Jl. Imam Bonjol 155 Semarang (Bp. Heri Prasarana).

++==========================
Distribusi Air Bersih Rumah Tinggal

Oleh : Hery Tarno

Pendahuluan

Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air,
karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan peralatan, mandi, dan lain
sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga, irigasi, alat transportasi,
dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Semakin maju tingkat kebudayaan
masyarakat maka penggunaan air makin meningkat

Dalam perencanaan sistem air bersih harus diperhatikan Kebutuhan airrata rata untuk
satu orangnya berkisar antara 80 200 liter per orang per hari, suatu sumber harus
dapat menjamin debit dan kontinyuitasnya. distribusi air bersih harus menjamin bahwa
debit dan tekanan air (minimal 1.5 kPa) pada peralatan saniter atau ujung pipa
memenuhi persyaratan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam suatu rumah tangga, maka harus
diperhatikan dari mana sumber air tersebut berasal, debit air yang mensuplai dan
kualitas air bersihnya. Pada umumnya sebagai sumber air bersih adalah air sumur, air
PDAM dan air sumber yang didistribusi dengan pipa.

Permasalahan

Kualitas air yang memenuhi syarat, debit air bersih yang mencukupi dan tekanan air
pada ujung pipa yang tepat adalah merupakan suatu persyaratan kenyamanan yang
diidamkan oleh setiap penghuni rumah. Permasalahan yang sering muncul di lapangan
adalah debit air yang tidak memadai dan tekanan air yang kurang. Apalagi dengan
kondisi musim hujan seperti sekarang ini, untuk mendapat air bersih menjadi semakin
sulit. Selanjutnya, bagaimana cara kita bisa mendapatkan air bersih dengan debit dan
tekanan yang cukup pada ujung pipa?
Sistem Distribusi.

Ada dua sistem distribusi air bersih yang kita kenal yaitu sistem distribusi langsung dan
tidak langsung. Sistem distribusi langsung biasanya dilakukan pada sumber air yang
berasal dari PDAM dengan anggapan bahwa tekanan air PDAM tersebut cukup untuk
mendorong air bersih ke seluruh sistem perpipaan dalam rumah. Sumur sebagai
sumber air bersih yang dipompakan langsung ke pipa distribusi dalam rumah
dikategorikan ke dalam sistem langsung. Sistem lainnya adalah sistem tidak langsung,
artinya air tidak langsung didistribusikan ke jaringan, melainkan air dari sumber
ditampung terlebih dahulu dalam suatu tangki penampung air, misalnya tangki dalam
tanah (Groundtank). Manakah yang lebih menguntungkan dari kedua sistem tersebut?
Jawabannya tentu saja tergantung dari situasi dan kondisi lingkungan dalam rumah
tangga tersebut.

Sistem distribusi langsung

Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa air bersih dari sumber langsung
didistribusikan melalui perpipaan dalam gedung menuju titik-titik peralatan saniter atau
kran-kran sebagai titik keluarnya air bersih.

Gambar di samping menunjukkan, bahwa sumber air dari PDAM masuk ke Meter Air
yang ada dalam persil biasanya menggunakan pipa diameter . Sebaiknya diameter
pipa setelah Meter Air menuju pipa distribusi dalam rumah menggunakan pipa dengan
diameter yang lebih besar yaitu atau 1. Hal ini diasumsikan apabila suatu saat
sistim distribusi pada utama suatu saat akan disempurnakan, maka diameter minimal
pipa utama sudah memenuhi syarat.
Sistem distribusi langsung lainnya dapat diaplikasi pada sumber air sumur dangkal
ataupun sumur dalam. Pada gambar di samping, air dari sebuah sumur dangkal
dipompakan langsung ke sistem perpipaan dalam rumah dengan menggunakan pompa.
Keuntungan apabila menggunakan pompa adalah bahwa tekanan dan debit air yang
dibutuhkan pada setiap ujung pipa dapat dapat terpenuhi, tergantung dari spesifikasi
pompa yang digunakan.

Kelebihan dari sistem distribusi langsung ini adalah :

Sistem perpipaan di luar bangunan lebih sederhana.


Relatif lebih hemat dari sisi biaya apabila dari Meter air langsung didistribusi
menuju sistim instalasi dalam rumah.

Kelemahannya :

Debit air yang keluar dari PDAM setelah meter air tidak konstan dan tekanan
relatif kecil.
Debit air yang keluar seringkali tidak memenuhi kebutuhan apabila beberapa
peralatan saniter digunakan secara bersamaan.
Diameter pipa setelah meter air pada umumnya hanya , sehingga untuk
menyambungkan pipa distribusi dengan diameter yang lebih besar harus
menggunakan Socket Reducer.
Pompa tidak boleh digunakan secara langsung setelah meter air.
Daya listrik rumah harus mencukupi, apabila dari sumur didistribusikan langsung
dengan menggunakan pompa.

Sistem distribusi tidak langsung

Sistem tidak langsung ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan debit dan
tekanan air yang mencukupi, sehingga kenyamanan pemanfaatan air bersih dalam
rumah relatif terpenuhi. Sebelum air bersih didistribusikan ke sistem, air ditampung
terlebih dahulu dalam suatu tangki penampungan, baik itu berupa tangki atas maupun
tangki dalam tanah (Groundtank) dengan volume tangki yang diperhitungkan mampu
untuk kebutuhan rumah minimal dalam 1 hari.

Masalah yang sering muncul adalah ketinggian tangki atas yang rendah dan membuat
tekanan dan debit air relatif kecil. Dalam upaya memenuhi kebutuhan penghuni rumah,
maka dipasang pompa dengan spesifikasi yang tepat. Pompa tersebut berfungsi
sebagai pompa pendorong. Beberapa produk pompa pendorong telah banyak beredar
di pasaran dengan berbagai spesifikasi yang bisa dipilih untuk keperluan tersebut.
Gambar disamping menunjukkan sebuah pompa dan tangki tekan dipasang pada
sebuah tangki atas dalam rangka menaikkan tekan dan debit air. Pemasangan tangki
tekan berfungsi untuk meminimalisasi On Off kerja pompa.
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, sumber air dari PDAM seringkali tidak
konstan. Oleh karena itu dibuatlah tangki dalam tanah (Groundtank) dengan kapasitas
tertentu untuk menampung air dari PDAM,sebelum didistribusikan ke sistem instalasi
atau dialirkan menuju tangki atas. Untuk mengontrol kerja pompa, maka dipasang
Level control-Switch. Dengan mengatur pelampung atas dan bawah, maka pada
ketinggian air tertentu, maka pompa akan bekerja atau mati.

Kelebihan sistem ini adalah :


Debit dan tekanan air bersih untuk keluarga dapat tercukupi, sehingga
kenyamanan dapat terpenuhi.
Apabila menggunakan tangki atas (sistem gravitasi), kebutuhan air bersih masih
dapat berfungsi apabila listrik padam.

Kelemahannya :

Pada sistem gravitasi (Tangki atas), tekanan air dalam sistem kurang bagus
apabila ketinggian tangki atas kurang dari 7 meter.
Daya listrik rumah harus mencukupi, apabila dari tandon didistribusikan dengan
menggunakan pompa.
Biaya lebih mahal daripada sistem langsung karena harus menggunakan pompa.
Memerlukan perencanaan yang teliti.
Sistem perpipaan

Jaringan pipa instalasi hendaknya dilaksanakan sesederhana mungkin dengan sedikit


belokkan agar tidak banyak terjadi kehilangan tekanan pada sistem distribusi.

Secara sederhana tanpa menggunakan perencanaan yang teliti, pipa distribusi utama
untuk bangunan rumah 1 s/d 2 lantai digunakan diameter 1. Hal ini dimaksudkan
apabila tekanan air tidak begitu bagus, maka kehilangan tekanan dalam sistem dapat
diminimalisir. Pipa dari sumber air atau tangki dapat didistribusikan ke peralatan saniter
atau perlengkapan lainnya melalui bawah lantai yang disebut dengan sistem dari bawah
ke atas, atau melalui atas plafon rumah yang biasa disebut sistem dari atas ke bawah.
Sedangkan untuk bangunan lebih dari satu lantai dapat menggunakan gabungan dari
dua sistem tersebut. Manakah yang lebih baik dari kedua sistem tersebut? Kedua
sistem tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satu
kelebihan dari sistem atas ke bawah adalah apabila ada perbaikan, maka tidak akan
banyak merusak perlengkapan bangunan yang lainnya. Sedangkan kelemahan dari
sistem dari bawah ke atas adalah apabila ada perawatan perpipaan, maka mau tidak
mau akan merusak lantai bangunan (bangunan satu lantai).

Penggunaan pipa galvanis dan pipa PVC di beberapa negara sudah tidak
diperbolehkan, karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Jenis pipa-pipa baru
yang beredar di pasaran antara lain PP-R (Polypropyline Random produk dari Wavin
atau Toro 25 atau Vesbo dll), PE (Polyethylene-Wavin Black), Pipa Multilayer (produk
Rifeng dll.), pipa Stainless dll. Namun di Indonesia penggunaan pipa galvanis dan PVC
masih diperbolehkan.

Kesimpulan

Tekanan dan debit air dari PDAM biasanya tidak kontinyu, sehingga hal ini akan
berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni dalam rumah. Dengan membuat tangki
penampung (Groundtank atau tangki atas) maka diharapkan volume air pada hari
tersebut dapat terpenuhi olehnya. Ketinggian tangki atas akan sangat mempengaruhi
tekanan dan debit air yang keluar dari ujung pipa. Oleh karena itu ketinggian tangki air
sedapat mungkin minimal 7 meter dari atas tanah. Jika posisi tangki atas relatif rendah
atau menggunakan tangki bawah tanah (Groundtank) disarankan menggunan unit
pompa dorong.

Jaringan pipa instalasi hendaknya dilaksanakan sesederhana mungkin dengan sedikit


belokkan agar tidak banyak terjadi kehilangan tekanan pada sistem distribusi.
Sedangkan pipa distribusi utama dalam rumah sebainya digunaka diameter 1, untuk
mengurangi kehilangan tekanan dalam pipa.

Daftar Pustaka

Handi, Pompa Booster Untuk Menambah Tekananan Air , 2009

Prihadisetyo, Mengatur Kerja Pompa air Secara Otomatis,


[Link]
otomatis/, 2006
Kuehn Thomas, Wasser trinken, aber richtig, [Link]
[Link]

Technical List N/07, PPR Pipes and Fitting, ATP s.r.l Barletta (BA)-Italy

PT. Wavin Duta Jaya, Panduan Teknik dan Katalog Produk,-Wavin Black, Jakarta

PT. Wavin Duta Jaya, Panduan Teknik dan Katalog Produk,-Wavin Tigris Green,
Jakarta

++++++++

HYDRAULIC RAM PUMP


(HYDRAM)

Apa itu Hydram?

Sama halnya dengan fungsi sebuah pompa, namun Pompa hidram memiliki fungsi spesifik yaitu
berfungsi untuk mengangkat air dari suatu tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi
tanpa menggunakan sumber energi luar. Pompa hidram mengalirkan air secara kontinyu dengan
menggunakan energi kinetik dari sumber air sebagai daya penggeraknya.

Pompa Hydram ini biasa digunakan di daerah terpencil, dimana terdapat sumber air yang
mempunyai ketinggian yang rendah, serta diperlukan untuk memompa air kelokasi pemukiman
yang mempunyai elevasi lebih tinggi dari sumber air tersebut. Pada kondisi seperti ini pompa
hydram menjadi sangat bermanfaat dimana energi listrik pada daerah terpencil belum terjangkau,
karena pompa ini tidak membutuhkan sumber daya lain selain energi kinetik dari air yang
mengalir itu sendiri.
Pompa hidram hanya dapat digunakan pada aliran sumber air yang memiliki kemiringan,
sebab pompa ini membutuhkan energi terjunan air dengan ketinggian lebih besar atau sama
dengan 1 meter yang masuk ke dalam pompa. Air mengalir melalui pipa penggerak, ke dalam
badan pompa dan keluar melalui katup limbah yang terbuka.

Pada kecepatan aliran yang mencukupi katup ini akan menutup dengan sangat cepat.
Akibatnya, tekanan yang tinggi akan terjadi di dalam badan pompa, selanjutnya air hanya dapat
keluar lewat katup tekan ke dalam tabung udara serta mengkompresi udara yang ada dalam
tabung sampai kecepatan aliran menjadi nol. Udara yang telah dikompresi tadi akan menekan air
dalam tabung udara tersebut ke dalam pipa penyalur. Akan tetapi, pompa hidram tidak dapat
memompa semua air yang masuk, namun sebagian air terpompa dan sebagian lagi terbuang
melalui katup limbah.

Hydraulic Ram Pump:


> Hydraulic: dijalankan dengan tenaga air
> Ram: Pemukul, Memukul mukul
> Pump: (bahasa: Pompa), alat atau mesin untuk memindahkan atau menaikkan cairan
atau gas dng cara mengisap dan memancarkannya, biasanya berupa silinder yang berpelocok
berkatup (kbbi 2010)
Jadi, Hydraulic Ram Pump / Hydram dapat disebut juga dengan alat atau mesin untuk
memindahkan atau menaikkan suatu fluida dengan cara mengisap dan memancarkannya melalui
sistem pukulan yang dijalankan oleh tenaga air.
CARA KERJA HYDRAM

Sebelum mendalami mengenai cara kerja Hydram, sebaiknya kita mengenal terlebih
dahulu bagian - bagian dari hydram, antara lain:

1. Water Source, secara aplikatif biasanya berupa danau atau mata air pegunungan
2. Inlet Pipe, saluran pipa masukan menuju badan pompa
3. Body Pompa, tempat terjadinya perbedaan tekanan akibat waste valve yang menutup
secara tiba - tiba.
4. Waste Valve, katup pembuangan yang merupakan salah satu faktor terjadinya water
hammer
5. Delivery Valve, katup one - way - valve (katup satu arah) menuju air chamber
6. Air Chamber / Pressure Chamber, tempat terjadinya udara yang termampatkan yang
juga merupakan salah satu faktor terjadinya water hammer
7. Outlet Pipe, pipa saluran pembuangan
8. Reservoir, tempat menampung air yang keluar dari pipa keluaran.
dengan mengurutkan berdasarkan urutan prosesnya, maka:

Gambar 1: dengan mengandalkan gravitasi, air mengalir dari sumber air melalui drive pipe /
slanting pipe (pipa miring) ke dalam rumah pompa. Sebagian air terbuang keluar melalui
waste valve sampai air pada ketinggian tertentu dalam rumah pompa.
Gambar 2: Tekanan air kemudian mendorong waste valve sampai tertutup hingga air kemudian
memenuhi rumah pompa.
Gambar 3 & 4: air memberi tekanan pada delivery valve, delivery valve terbuka, kemudian air
mengalir pada tekanannya sebagian kecil menuju pipa outlet, kemudian sebagian besar
menuju air chamber hingga udara terjebak pada tabung termampatkan.
Gambar 5: udara yang berada didalam tabung air chamber tertekan sehingga menimbulkan
Water hammer efect, berbalik menekan air kebawah sehingga delivery valve tertekan dan
tertutup, kemudian air terdorong keluar melalui check valve dan delivery pipe / pipa outlet
pada tekanan baliknya.
Gambar 6: sementara tekanan di dalam rumah pompa berkurang akibat tekanan balik yang
disebabkan oleh water hammer efect di atas, waste valve kembali terbuka akibat berat dari
valve itu sendiri, sehingga sebagian air didalam rumah pompa terbuang keluar melalui waste
valve hingga air dari sumber mengalir lagi dengan tekanan normalnya kedalam rumah
pompa sampai pada ketinggian tertentu air mampu mendorong kembali waste valve hingga
tertutup lagi dan air masuk kedalam air chamber. Kembali ke gambar 3.

Kesimpulannya, Pompa Hydraulic ram (Hydram) adalah pompa air dijalankan dengan
tenaga air itu sendiri. Bekerja seperti transformator hidrolik dimana air yang masuk kedalam
pompa, yang mempunyai hydraulic head (tekanan) dan debit tertentu, menghasilkan air
dengan hydraulic head yang lebih tinggi namun dengan debit yang lebih kecil. Sangat
bermanfaat khususnya pada daerah-daerah terpencil dimana sumber energi listrik belum
terjangkau karena pompa ini tidak membutuhkan sumber daya lain selain energi kinetik dari
air yang mengalir itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai