75% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
1K tayangan2 halaman

Sasaran Program Keluarga Berencana

Dokumen tersebut membahas tentang sasaran program KB yang terdiri dari sasaran langsung yaitu pasangan usia subur dan sasaran tidak langsung seperti pelaksana program. Dokumen juga menjelaskan tentang definisi akseptor KB sebagai pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi, serta jenis-jenis akseptor KB seperti akseptor baru, lama, aktif dan aktif kembali.

Diunggah oleh

Billa Shabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
75% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
1K tayangan2 halaman

Sasaran Program Keluarga Berencana

Dokumen tersebut membahas tentang sasaran program KB yang terdiri dari sasaran langsung yaitu pasangan usia subur dan sasaran tidak langsung seperti pelaksana program. Dokumen juga menjelaskan tentang definisi akseptor KB sebagai pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi, serta jenis-jenis akseptor KB seperti akseptor baru, lama, aktif dan aktif kembali.

Diunggah oleh

Billa Shabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Sasaran program KB
Sasaran program KB dibagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan sasaran tidak langsung,
tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Sasaran langsungnya adalah Pasangan Usia
Subur (PUS) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kelahiran dengan cara
penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan. Sedangkan sasaran tidak langsungnya
adalah pelaksana dan pengelola KB, dengan tujuan menurunkan tingkat kelahiran melalui
pendekatan kebijaksanaan kependudukan terpadu dalam rangka mencapai keluarga yang
berkualitas, keluarga sejahtera.

Sasaran Langsung
Pasangan usia subur yaitu pasangan yang wanitanya berusia antara 15 - 49 tahun, Karena
kelompok ini merupakan pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual dan setiap
kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. PUS diharapkan secara bertahap
menjadi peserta KB yang aktif lestari sehingga memberi efek langsung penurunan
fertilisasi

Sasaran Tidak Langsung


Kelompok remaja usia 15 - 19 tahun, remaja ini memang bukan merupakan target untuk
menggunakan alat kontrasepsi secara langsung tetapi merupakan kelompok yang
beresiko untuk melakukan hubungan seksual akibat telah berfungsinya alat-alat
reproduksinya. Sehingga program KB disini lebih berupaya promotif dan preventif untuk
mencegah terjadinya
kehamilan yang tidak diinginkan serta kejadian aborsi.

2. Akseptor KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang salah seorang dari padanya
menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi dengan tujuan untuk pencegahan
kehamilan baik melalui program maupun non program Sedangkan menurut kamus besar
bahasa Indonesia (2001) dalam Setiawan dan Saryono (2010) Akseptor adalah orang
yang menerima serta mengikuti dan melaksanakan program keluarga berencana.
d. Jenis- Jenis Akseptor KBMenurut Handayani (2010) jenis akseptor KB sebagai berikut
1) Akseptor KB baru
Akseptor KB baru adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang pertama kali menggunakan
kontrasepsi setelah mengalami kehamilan yang berakhir dengan keguguran atau
kelahiran.

2) Akseptor KB lama
Akseptor KB lama adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang melakukan kunjungan ulang
termasuk pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi kemudian pindah atau
ganti ke cara atau alat yang lain atau mereka yang pindah klinik baik menggunakan cara
yang sama atau cara (alat) yang berbeda

3) Akseptor KB aktif
Peserta KB aktif adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang pada saat ini masih
menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi

4) Akseptor KB aktif kembali


Perserta KB aktif kembali adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang telah berhenti
menggunakan selam tiga blan atau lebih yang tidak diselingi oleh suatu kehamilan dan
kembali menggunakan alat kontrasepsi baik dengan cara yang sama maupun berganti
cara setelah berhenti atau istirahat paling kurang tiga bulan berturut-turut dan bukan
karena hamil.

Sumber:
1. Ichwanul Muttaqin. Pelaksanan Program Keluarga Berencana Di Kelurahan Jwa
Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. eJournal Ilmu Pemerintahan. 2016: 687-
700ISSN 2477-2631, [Link]
2. Ken Sudarti, Puji Prasetyaningtyas Prasetyaningtyas. Peningkatan Minat dan
Keputusan Berpartisipasi Akseptor KB. Jurnal Dinamika Manajemen. 2016

Anda mungkin juga menyukai