Modul Geometri untuk Peningkatan Kompetensi
Modul Geometri untuk Peningkatan Kompetensi
Penyusun:
Tim PPPPTK
BMTI
2015
KATA PENGANTAR
UndangUndang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan
sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
dilaksanakan bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat.
Untuk melaksanakan PKB bagi guru, pemetaan kompetensi telah dilakukan melalui Uji
Kompetensi Guru (UKG) bagi semua guru di di Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi
objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya.
Modul ini disusun sebagai materi utama dalam program peningkatan kompetensi guru mulai
tahun 2016 yang diberi nama diklat PKB sesuai dengan mata pelajaran/paket keahlian yang
diampu oleh guru dan kelompok kompetensi yang diindikasi perlu untuk ditingkatkan. Untuk
setiap mata pelajaran/paket keahlian telah dikembangkan sepuluh modul kelompok
kompetensi yang mengacu pada kebijakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan tentang pengelompokan kompetensi guru sesuai jabaran Standar Kompetensi
Guru (SKG) dan indikator pencapaian kompetensi (IPK) yang ada di dalamnya. Sebelumnya,
soal UKG juga telah dikembangkan dalam sepuluh kelompok kompetensi. Sehingga diklat
PKB yang ditujukan bagi guru berdasarkan hasil UKG akan langsung dapat menjawab
kebutuhan guru dalam peningkatan kompetensinya.
Sasaran program strategi pencapaian target RPJMN tahun 20152019 antara lain adalah
meningkatnya kompetensi guru dilihat dari Subject Knowledge dan Pedagogical Knowledge
yang diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Oleh karena itu, materi
yang ada di dalam modul ini meliputi kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Dengan menyatukan modul kompetensi pedagogik dalam kompetensi profesional
diharapkan dapat mendorong peserta diklat agar dapat langsung menerapkan kompetensi
pedagogiknya dalam proses pembelajaran sesuai dengan substansi materi yang diampunya.
Selain dalam bentuk hard-copy, modul ini dapat diperoleh juga dalam bentuk digital,
sehingga guru dapat lebih mudah mengaksesnya kapan saja dan dimana saja meskipun tidak
mengikuti diklat secara tatap muka.
Kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyusunan modul diklat PKB ini, kami
sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
GEOMETRI i
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR ISI
GEOMETRI ii
MATEMATIKA MATEMATIKA
G. Test Formatif ................................................................................................................63
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3.......................................................................................... 64
A. Tujuan ..........................................................................................................................64
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ...............................................................................64
C. Uraian Materi ...............................................................................................................65
D. Aktivitas Pembelajaran ..............................................................................................159
E. Rangkuman ................................................................................................................192
F. Tes Formatif ...............................................................................................................204
G. Kunci Jawaban............................................................................................................206
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4........................................................................................ 208
A. Tujuan ........................................................................................................................208
B. Indikator Pencapaian Kompetensi .............................................................................208
C. Uraian Materi .............................................................................................................208
D. Aktivitas Pembelajaran ..............................................................................................259
Aktifitas 1: Bangun Ruang bersisi Datar ........................................................................ 259
Aktifitas 2: Bangun Ruang Sisi Lengkung ....................................................................... 264
Aktifitas 3: Jarak dalam Dimensi Tiga ............................................................................ 268
Aktifitas 4: Sudut dalam Dimensi Tiga ........................................................................... 274
E. Rangkuman ................................................................................................................275
F. Tes Formatif ...............................................................................................................280
G. Kunci Jawaban............................................................................................................282
PENUTUP ..................................................................................................................... 285
UJI KOMPETENSI .......................................................................................................... 286
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 289
GLOSARIUM................................................................................................................. 290
GEOMETRI iii
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR GAMBAR
GEOMETRI iv
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.17 Sudut Refleks ..................................................................................... 95
Gambar 2.3.32 Membagi Dua Ruas Garis Sama Panjang ........................................... 106
Gambar 2.3.33 Melukis Sudut Siku-Siku melalui Titik di Luar Garis ........................... 106
Gambar 2.3.34 Melukis Sudut Siku-Siku melalui Titik di Luar Garis Cara 2 ................ 107
Gambar 2.3.35 Melukis Sudut Siku-Siku melalui Titik di pada garis ........................... 107
GEOMETRI v
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.37 Air Mancur di Singapura .................................................................... 109
Gambar 2.3.41 Gambar Ilustrasi untuk Luas Bangun Datar ....................................... 113
Gambar 2.3.44 Ilustrasi Luas dan Keliling Bangun Datar ............................................ 117
Gambar 2.3.45 Ilustrasi Luas dan Keliling Trapesium dan Lingkaran.......................... 118
GEOMETRI vi
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.57 Refleksi terhadap garis x = m ............................................................. 135
GEOMETRI vii
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.4.10 Kerucut ............................................................................................... 217
Gambar 2.4.24 Garis yang Memotong Garis Lain (1) .................................................. 248
Gambar 2.4.25 Garis yang Memotong Garis Lain (2) .................................................. 249
Gambar 2.4.26 Garis yang Memotong Garis Tegak Lurus .......................................... 250
GEOMETRI viii
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.4.30 Sudut antara Garis dan Bidang .......................................................... 253
GEOMETRI ix
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR TABEL
GEOMETRI x
MATEMATIKA MATEMATIKA
LAMPIRAN
GEOMETRI xi
MATEMATIKA MATEMATIKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai salah satu strategi pembinaan guru
dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga kependidikan
mampu secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan
kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan PKB
akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga
kependidikan dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan.
Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan PKB baik secara mandiri maupun
kelompok. Khusus untuk PKB dalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga pelatihan
sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan diklat PKB
dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK atau penyedia layanan diklat lainnya.
Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan modul sebagai salah satu sumber belajar bagi
peserta diklat. Modul merupakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari
secara mandiri oleh peserta diklat berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara
mengevaluasi yang disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan
kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.
Untuk mempersiapkan kegiatan PKB dalam bentuk diklat bagi guru-guru matematika
diperlukan adanya modul yang tepat sesuai dengan tuntutan dari Permendinas no. 16
Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dari
permendiknas tersebut, standar kompetensi guru yang dikembangkan dari kompetensi
pedagogik memuat sepuluh kompetensi inti guru yang diantaranya memuat tentang
penguasaan konsep pengembangan kurikulumdan dari kompetensi profesional memuat
tentang konsep geometri.
GEOMETRI 1
MATEMATIKA MATEMATIKA
B. Tujuan
Tujuan penyusunan modul ini adalah agar peserta diklat PKB dapat menguasai konsep
pengembangan kurikulum dan konsep geometri melalui kegiatan diskusi dengan percaya
diri.
C. Peta Kompetensi
Pada Gambar 1.1 berikut dicantumkan daftar kompetensi pedagogik sesuai dengan
Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru yang akan ditingkatkan melalui proses belajar dengan menggunakan
modul ini.
GEOMETRI 2
MATEMATIKA MATEMATIKA
Pada Gambar 1.2 berikut dicantumkan daftar kompetensi profesional sesuai dengan
Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru yang akan ditingkatkan melalui proses belajar dengan menggunakan
modul ini.
GEOMETRI 3
MATEMATIKA MATEMATIKA
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari modul ini berisikan kegiatan belajar untuk pengembangan
kompetensi pedagogik dan pengembangan kompetensi profesional. Secara rinci ruang
lingkup dari modul ini adalah sebagai berikut.
1. Baca dan pelajari semua materi yang disajikan dalam modul ini,
2. Kerjakan soal-soal tes formatif dan cocokkan jawabannya dengan Kunci Jawaban
yang ada.
3. Jika ada bagian yang belum dipahami, diskusikanlah dengan rekan belajar Anda. Jika
masih menemui kesulitan, mintalah petunjuk instruktor/widyaiswara.
4. Untuk mengukur tingkat penguasaan materi Kerjakan soal-soal Uji Kompetensi di
akhir bab dalam modul ini
GEOMETRI 4
MATEMATIKA MATEMATIKA
BAB II
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Peta Konsep
PENGALAMAN
BELAJAR
GEOMETRI 5
MATEMATIKA MATEMATIKA
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui penggalian informasi, diskusi dan mencoba peserta diklat dapat:
1. Menilai contoh perancangan pengalaman belajar perkembangan berfikir tingkat
evaluasi sesuai prinsip-prinsip belajar konstruksivistik secara teliti dan tanggung
jawab.
2. Membuat perancangan pengalaman belajar mata pelajaran yang diampu tingkat
berfikir mencipta sesuai prinsip-prinsip belajar konstruksivistik secara teliti dan
bertanggung jawab
C. Lingkup Materi.
1. Konsep belajar kostruksivisme
2. Prinsip perancangan pengalaman belajar pemahaman
3. Langkah perancangan penerapan
4. Model-model pembelajaran dengan pendekatan belajar konstruksivisme
5. Matrik pemaduan (scafolding) perancangan pengalaman belajar
6. Rancangan pengalaman belajar sesuai model pembelajaran kontruksivisme
GEOMETRI 6
MATEMATIKA MATEMATIKA
D. Langkah-langkah.
Materi pelatihan ini dirancang untuk dipelajari oleh Guru. Selain disajikan prinsip-prinsip
dan contoh yang dilakukan dalam bentuk individu, dan diskusi kelompok, juga
digunakan latihan sebagai bentuk pendalaman materi yang mendorong kreativitas untuk
berinovasi. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih
mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis,
menyimpulkan, dan menggeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif, inovatif, kreatif,
efektif, menyenangkan, dan bermakna.
E. Uraian Materi.
Belajar adalah perubahan berkaitan dengan pengaturan prilaku peserta didik atau
kemampuan dalam rentang waktu tertentu dari suatu priode. Perubahan prilaku sebagai
hasil belajar sering disebut dengan bukti belajar atau learning exhibits yang merupakan
akibat proses interaksi antara peserta didik dengan guru, dengan peserta didik lainnya
maupun dengan lingkungan serta objek yang dipelajarinya.
Perubahan kemampuan atau prilaku (behavior) sebagai hasil belajar sesuai dengan yang
diharapkan, tentu tidak dapat terjadi begitu saja, tetapi diperlukan perancangan
GEOMETRI 7
MATEMATIKA MATEMATIKA
pengalaman belajar yang disengaja dan sistematis, yang memungkinkan perubahan
prilaku dalam perkembangan berfikir peserta didik mencapai gradasi perkembangan
sesuai dengan yang ditetapkan dalam tujuan pembelajaran. Untuk itu guru sebagai
perancang pembelajaran memegang peranan strategis dalam mengantarkan peserta
didik melalui pengalaman belajar yang dirancangnya mencapai gradasi kemampuan
tertentu.
1. Pembelajaran Kostruksivisme
Untuk merancang pengalaman belajar peserta didik pada kurikulum 2013 atau juga
sering diistilahkan dengan Kurnas, anda diajak terlebih dahulu mengingat kembali
salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan yakni pembelajaran
berpendekatan konstruksivisme.
Coba periksa jawaban anda dengan pernyataan ini apakah telah sesuai.
GEOMETRI 8
MATEMATIKA MATEMATIKA
saat ini; juga pengalaman menjadi pengetahuan dan pemahaman peserta didikyang
baru. Pada tabel 1 di bawah ini dapat dilihat perbandingan antara kognitivisme dan
konstruksivisme menurut Anne Jordan; Orison Carlile dan Annetta Stack pada
Approaches to learning (2008:55).
GEOMETRI 9
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Pertimbangan dalam Mengembangkan Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar merupakan aktifitas peserta didik dengan lingkungannya yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pengalaman belajar itu bukanlah isi atau materi
pelajaran melainkan interaksi peserta didik dengan lingkungan berupa aktivitas
dalam proses [Link] sesuai dengan pendapat Tyler (1990:41) The term
learning experience is not the same as the content with which a course deal nor
activities performed by the teacher The term learning experience refer to interaction
between the learner and the external condition in the environment to which he can
react. Learning takes place through the active behavior of student; it is what he does
that he learn not what the teacher does. Dari kutipan di atas dapat digaris bawahi
pengalaman belajar adalah apa yang akan diinteraksikan atau yang telah
diinteraksikan di dalam proses pembelajaran antara peserta didik dengan
lingkungan, bukan apa yang akan atau diperbuat pendidik.
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
F. Sesuaikan jawaban anda dengan penjelasan !
....
Pertimbangan-Pertimbangan Menentukan Pengalaman Belajar
a. Sesuai dengan tujuan dari Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai
Dalam sistem perencanaan dan desain pembelajaran tujuan merupakan komponen
utama dan pertama yang harus dipikirkan oleh seorang perancang pembelajaran.
Sehingga apa yang harus dilakukan guru dan siswa diarahkan untuk mencapai tujuan
GEOMETRI 10
MATEMATIKA MATEMATIKA
itu. Dilihat dari domainnya tujuan itu terdiri atas tujuan kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
b. Sesuai dengan jenis bahan atau materi pelajaran
Pengalaman belajar yang direncanakan dan didisain harus memerhatikan
karakteristik materi pelajaran baik dilihat dari kompleksitas materi maupun
pengemasannya.
c. Ketersediaan sumber belajar
Selain pertimbangan tujuan dan isi bahan pelajaran, seorang desainer pembelajaran
dalam menentukan pengalaman belajar juga harus memerhatikan ketersediaan
sumber belajar yang dapat digunakan.
d. Pengalaman belajar harus sesuai dengan karakteristik siswa
Kondisi dan karakteristik siswa merupakan salah satu hal pertimbangan yang harus
diperhatikan, baik menyangkut minat dan bakat siswa, kecenderungan gaya belajar
maupun kemampuan dasar yang dimiliki siswa.
e. Model belajar
Model pembelajaranmerupakan kerangkakonseptual yang digunakansebagai
pedomandalammelakukanpembelajaran yang disusunsecara
sistematisuntukmencapaitujuanbelajar yang menyangkutsintaksis, systemsosial,
prinsipreaksidansystempendukung (Joice&Wells).
GEOMETRI 11
MATEMATIKA MATEMATIKA
Ada sejumlah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan mana kala kita akan
mengembangkan pengalaman belajar yaitu,
a. Berorientasi pada tujuan
Dalam system pembelajaran tujuan merupakan komponen yang utama.
Efektivitas pengembangan pengalaman belajar ditentukan dari keberhasilan
siswa mencapai tujuan pembelajaran.
b. Aktivitas
Pengaman belajar siswa harus dapat mendorong agar siswa beraktivitas
melakukan sesuatu. Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik,
akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental.
c. Individualitas
Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu [Link] sebab itu
pengalaman belajar dirancang untuk setiap individu siswa.
d. Integritas
Merancang pengalaman belajar siswa harus dapat mengembangkan seluruh
aspek kepribadian siswa secara terintegitas, dengan tetap memperhatikan
prinsip interaktif, Inspiratif, menyenangkan, menantang, dan motivasi. Secara
rinci pada Permendikbud No. 103 Tahun 2014 prinsip pengembangan
pengalaman belajar perlu memperhatikan :
1) peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
2) peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
3) proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
4) pembelajaran berbasis kompetensi;
5) pembelajaran terpadu;
6) pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yangmemiliki
kebenaran multi dimensi;
7) pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
8) peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-
skills dan soft-skills;
GEOMETRI 12
MATEMATIKA MATEMATIKA
9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberiketeladanan
(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan mauan (ingmadyo mangun
karso), dan mengembangkan kreativitas pesertadidik dalam proses
pembelajaran (tut wuri handayani);
11) pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan dimasyarakat;
12) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
13) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta
didik;
14) dan suasana belajar menyenangkan dan menantang
GEOMETRI 13
MATEMATIKA MATEMATIKA
atau sering juga di istilahkan dengan langkah pendahuluan, tahap Instruksional atau
langkah kegiatan Inti dan tahap penilaian dan tindak lanjut. Pengalaman belajar
dalam operasionalnya dirancang guru pada kegiatan Inti yang di dalam kurikulum
KTSP 2006 kegiatan ini terbagi pada tiga fase yakni Eksplorasi; Elaborasi dan
Konfermasi (EEK). Pada Kurikulum 2013 pengembangan pengalaman belajar
dilakukan menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses
keilmuan dengan langkah meliputi mengamati, menanya, mengeksperimen,
menganalisis dan mengkomunikasikan seperti terlihat pada tabel 2. Pendekatan
saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti pembelajaran kontekstual.
Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama,
ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based
learning, problem-based learning, inquiry learning.
GEOMETRI 14
MATEMATIKA MATEMATIKA
Mengumpulkan mengeksplorasi, mencoba, jumlah dan kualitas
informasi/mencoba berdiskusi, sumber yang
(experimenting) mendemonstrasikan, dikaji/digunakan,
meniru bentuk/gerak, kelengkapan informasi,
melakukan eksperimen, validitas informasi yang
membaca sumber lain dikumpulkan, dan
selain buku teks, instrumen/alat yang
mengumpulkan data dari digunakan untuk
nara sumber melalui mengumpulkan data.
angket, wawancara, dan
memodifikasi/
menambahi/
mengembangkan
Menalar/Mengasosiasi mengolah informasi yang mengembangkan
(associating) sudah dikumpulkan, interpretasi, argumentasi
menganalisis data dalam dan kesimpulan mengenai
bentuk membuat kategori, keterkaitan informasi dari
mengasosiasi atau dua fakta/konsep,
menghubungkan interpretasi argumentasi
fenomena/informasi yang dan kesimpulan mengenai
terkait dalam rangka keterkaitan lebih dari dua
menemukan suatu pola, fakta/konsep/teori,
dan menyimpulkan menyintesis dan
argumentasi serta
kesimpulan keterkaitan
antarberbagai jenis
fakta/konsep/teori/
pendapat;
mengembangkan
interpretasi, struktur baru,
argumentasi, dan
kesimpulan yang
menunjukkan hubungan
fakta/konsep/teori dari
dua sumber atau lebih
yang tidak bertentangan;
mengembangkan
interpretasi, struktur baru,
argumentasi dan
GEOMETRI 15
MATEMATIKA MATEMATIKA
kesimpulan dari
konsep/teori/pendapat
yang berbeda dari
berbagai jenis sumber
GEOMETRI 16
MATEMATIKA MATEMATIKA
keterampilan langsung, yang disebut dengan dampak pembelajaran (instructional
effect). Adapun Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi
selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampak
pengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan
pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1 dan KI-2.
Pengalaman pembelajaran tidak saja terjadi akibat pengaruh ekternal terhadap
peserta didik seperti guru, tetapi juga terjadi akibat dari itu sendiri melakukan
aktivitas belajar atau self instructionmelalui bahan bacaan, gambar atau film Ini
sejalan dengan yang Gagne (1992 :3) yakni :
Why do we speak of instruction rather than teaching ? It is because we wish to
describe all of the events that may have direct effect on the learning of human being,
not just those set motion by individual who is a teacher. Instruction may include
events that generated by page of print, by a picture, by a television program, or by
combination of physical objects, among other things. Of course, teacher may play an
essential role in arrangement of any of these events. Or, as already mentioned, the
learners may be able to manage instructional events themselves.
Walaupun pengalaman pembelajaran lebih banyak menekankan pada kegiatan
peserta didik, tidak berarti peran-peran guru di dalam interaksi pembelajaran
menjadi hilang. Peran guru dalam pengelolaan pembelajaran bergeser dari guru
sebagai sumber belajar menjadi fasilitator. Ini sesuai dengan pendapat Gagne (1992
:3) yakni Instruction is set of event that effect learners in such a way that learning is
facilitated. Sementara Driscoll (1994) memaknai pengertian pembelajaran dalam
prespektif yang hampir sama sebagai rencana atau sementara yang disengaja dari
kondisi belajar untuk meningkatkan pencapaian tujuan yang telah ditentukan..
Peran guru dalam pembelajaran disamping berperan sebagai fasilitator juga guru
berperan sebagai perencana dalam kegiatan pengalaman belajar. Baik yang
berkaitan dengan rencana kegiatan peserta didik maupun kegiatannya sendiri, dalam
upaya memberikan petunjuk pada peserta didik untuk melakukan belajar, sehingga
mampu mendeskripsikan apa yang dipelajarinya.
GEOMETRI 17
MATEMATIKA MATEMATIKA
Agar memudahkan perencanaan pengalaman belajar, pendidik sebagai perancang
pengalaman belajar akan menggunakan tujuan pembelajaran atau indikator sebagai
sebagai representatif dari kompetensi dasar yang diajarkan dalam bentuk tingkatan
gradasi [Link] merupakan seperangkat prinsip untuk
mengklasifikasikan tiga domain dalam perilaku tujuan hasil belajar yaitu kognitif;
afektif dan psikomotor. Ini sejalan dengan apa yang diutarakan oleh Bloom (1956 : 7
) Our original plans called for a complete taxonomy in three major parts - the
cognitive, the affective, and the psychomotor domains. Domain kognitif merupakan
berpikir yang berhubungan dengan sesuatu penomena seperti mengingat atau
mengenal pengetahuan dan manifestasi kemampuan intelektual dan kecakapan;
domain afektif berhubungan dengan minat, prilaku dan nilai; sedangkan domain
psikomotor berhubungan dengan prilaku keterampilan yang komplek atau
pengembangan keterampilan motorik di bengkel berkaitan dengan pendidikan
vokasi. Sementara Gagne (2000:83) membedakan katagori perilaku hasil belajar
(Outcome behavior) dalam lima klasifikasi yaitu The domains I would distinguish
are five, and I cal them (1) motor Skill, (2) Verbal information, (3) intellectual skills,
(4) Cognitive Strategies, and (5) attitudes .
Klasifikasi prilaku hasil belajar dalam keterampilan intelektual (intellectual skills)
merupakan kecakapan yang berfungsi seseorang berinteraksi dengan lingkungannya
melalui penggunaan simbol-simbol atau konsep-konsep yang merupakan salah satu
cara utama seseorang mengingat dan berpikir tentang dunia dimana mereka hidup.
Belajar keterampilan intelektual berarti belajar bagaimana melakukan sesuatu dari
sisi intelektual (Gagne, 1992:43), dan secara umum apa yang dipelajari tersebut
diistilahkan dengan pengetahuan prosedural atau knowing how, Tingkat
keterampilan intelektual seseorang berkembang sejalan dengan keperhatian dan
kemampuan intelektual yang dimilikinya, dan perbedaan keterampilan intelektual
tersebut dapat diklasifikasikan dari level terendah ke level tinggi, dimana level
rendah merupakan prasyarat untuk mencapai level di atasnya. Gagne (1992 : 55)
membagi tingkat kompleksitas keterampilan Intelektual dari mulai : Discriminations;
GEOMETRI 18
MATEMATIKA MATEMATIKA
Concrete Concepts; Rule and Defined Concepts; Higher Order Rules; Problem Solving.
Tingkatan level tersebut digambarkan seperti pada Gambar 2 sebagai berikut.
x
Strategi kognitif (Cognitive strategies) merupakan keterampilan belajar yang
mengatur belajarnya, mengingat dan berpikir yang diregulasi oleh proses internal
peserta didik. Kemampuan ini dalam istilah teori belajar modern disebut dengan
proses kontrol yakni suatu proses internal yang mana peserta didik menyeleksi dan
memodifikasi cara-caranya dalam menghadirkan informasi, belajar dan berpikir serta
memecahkan masalah. Pengaturan diri ini dilakukan sebagai metoda yang digunakan
seseorang dalam mengontrol dirinya untuk mendapatkan inti dari permasalahan.
Lebih singkatnya Gagne (1992 : 70) menyatakan strategi kognitif merupakan
keterampilan kognitif untuk memilih dan mengarahkan proses-proses internal dalam
belajar dan berpikir. Dengan demikian strategi kognitif adalah keterampilan peserta
didik mengontrol dirinya sendiri secara internal berkaitan dengan teknik berpikir,
cara menganalisis problem dan pendekatan dalam memecahkan masalah. Konsep
dan aturan-aturan yang menunjuk pada lingkungan objek-objek dan kejadian-
kejadian seperti pernyataan-pernyataan, grafik-grafik, atau rumus matematis,
merupakan objek keterampilan intelektual sedangkanobjek strategi-strategi kognitif
adalah proses-proses kognitif yang dimiliki siswa. Strategi kognitif yang digunakan
GEOMETRI 19
MATEMATIKA MATEMATIKA
siswa dapat menentukan bagaimana ia belajar, bagaimana ia memanggil kembali
dan menggunakan apa yang dipelajari, dan bagaimana ia berpikir. Sekaitan dengan
itu Weinstein dan Mayer dalam Gagne (1992 : 66 ) membagi strategi kognitif
menjadi lima: (1) strategi- strategi menghafal (rehearsal strategies), strategi-strategi
elaborasi (elaborationstrategies), strategi-strategi pengaturan (organizing
strategies), strategi-strategi pemantauan pemahaman (comprehension monitoring
strategies) atau juga disebut strategi-strategi metakognitif (metacognitive
strategies), dan strategi-strategi afektif (affective strategies).
Informasi verbal (Verbal Information ) atau pengetahuan deklarative, adalah
kemampuan pengetahuan pembelajar untuk menyampaikan suatu fakta atau
kumpulan kejadian melalui lisan , tulisan atau gambar . Kemampuan tersebut harus
ditunjang oleh kemampuan intelektual dalam rangka menempatkan pernyataan
dengan tepat atau peserta didik harus mengetahui bagaimana dalam membangun
kalimat sederhana sehingga peserta didik dapat menyampaikan pernyataan yang
berkaitan dengan pengetahuan yang diketahuinya dalam bentuk penyampaian lisan
atau tulisan. Kemampuan yang dipelajari yang memungkinkan peserta didik memiliki
kemampuan menyampaikan ide atau gagasan disebut informasi verbal atau knowing
that or declarative knowledge (R. Gagne, 1985 : 48).
Kemampuan hasil belajar ke empat menurut Gagne merupakan motor skills,
berbentuk motorik dimana peserta didik melakukan keterampilan gerakan kesatuan
yang terorganisir atau tersusun. Kemampuan gerakan yang teroganisir yang
diindikasikan dalam tidakan yang halus; teratur dan waktu yang tepat merupakan
refleksi keterampilan motorik tingkat tinggi ( minimal tingkat Presisi pada taksonomi
keterampilan Dave) dari peserta didik, sebagai hasil latihan yang terus menerus
dalam rentang waktu tertentu. Sehubungan dengan itu urutan prosedur dari
keterampilan motorik harus dipelajari oleh peserta didik dan biasanya dipelajari
bersamaan dengan mempelajari keterampilan motoriknya itu sendiri. Keadaan itu
diistilahkan dengan internal condition atau juga cara demikian oleh Fitts and Posner
dalam R. Gagne (1985:48) disebut executive subrutine yakni karakter kebiasaan
peserta didik berkaitan apa yang akan dilakukan setelah melakukan. Hal ini
GEOMETRI 20
MATEMATIKA MATEMATIKA
berlainan dengan external condition, yakni urutan prosedur gerak keterampilan
motorik dibentuk melalui periode latihan yang diulang-ulang dengan pemberian
umpan balik yang dilakukan oleh pengajar atau pelatih. Langkah ini akan
meningkatkan kehalusan dan ketepatan waktu dari keterampilan motorik.
Attitude satu juga sering diistilahkan sikap merupakan prilaku kemampuan hasil
belajar berkaitan dengan keadaan internal yang mempengaruhi pilihan personal
peserta didik. Keadaan internal yang mempengaruhi tindakan peserta didik sangat
dipengaruhi oleh situasi spesifik dimana tindakan tersebut dilakukan dan juga
ditunjang secara bersamaan melalui pengetahuan dan aspek-aspek emosional yang
dipelajari dalam berbagai cara. Pembentukan kemampuan tindakan peserta didik
sebagai bagian dari sikap dapat dipelajari melalui bentuk suatu kejadian maupun
peniruan dari prilaku tertentu yang diajarkan oleh pengajar, atau melalui observasi
pada model. Apabila sikap diajarkan melalui imitasi atau model, maka hal terpenting
yang perlu diperhatikan yakni peserta didik harus respek dan kagum pada prilaku
orang yang dijadikan model tersebut. Lebih lanjut berdasarkan apa yang
dipelajarinya, peserta didik dapat mengekspresikan bentuk tingkah laku yang tepat,
sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
Pengembangan pengalaman belajar tingkat memahami
(C2)merupakankemampuanmengonstruksimaknadaripesanpembelajaranbaiksecarali
san, tulisanmaupungrafik. Sekaitan dengan itu pembentukan pengetahuan deklaratif
atau informasi verbal dapat dirancang oleh pendidik dengan cara peserta didik
belajar secara individu dan atau kelompokan untuk mempelajari yang berkaitan
dengan tata letak, bentuk, konsep dan prinsip kerja berdasarkan gambar diagram
dari suatu kompetensi dasar yang di pelajari. Kegiatan ini dalam kontek saintifik
bagaimana peserta didik menggali informasi baik berdasarkan buku siswa maupun
sumber yang lain seperti searching di internet, observasi pada objek latih yang
selanjutnya mereka dapat saling bertanya di dalam kelompoknya maupun diri sendiri
untuk menguatkan informasi yang di dapatnya sehingga mereka dapat
menyampaikan atau menyajikan secara verbal maupun tulisan berkaitan dengan
GEOMETRI 21
MATEMATIKA MATEMATIKA
konsep dan prinsip kerja sebagai pengetahuan deklaratif yang telah dikonstruk
peserta didik.
Pengembangan pengalaman belajar tingkat C3 yaknimenerapkan(apply); merupakan
kemampuan dalam penggunaanprosedurdalamsituasi yang
diberikanatausituasibaru. Pendidik dalam merancang pengalaman belajar
membentuk kemampuan peserta didik dalam perkembangan berfikir penerapan
dapat dilakukan dengan membentuk hasil belajar strategi kognitif (Cognitive
strategies) yang merupakan keterampilan belajar yang mengatur belajarnya,
mengingat dan berpikir yang diregulasi oleh proses internal peserta didik. Guru
sebagai perancang pengajaran harus memberikan pengalaman belajar yang
memungkinkan peserta didik dapat menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya
seperti konsep dan prinsip dapat diaplikasikan berkaitan dengan pemeriksaan fungsi
kerja dari sistem yang menggunakan konsep atau prinsip kerja tersebut. Kegiatan
pengalaman belajar pada tahapan ini merupakan kelanjutan dari pengalaman belajar
Memahami (C2) yang lebih lanjut peserta melalui langkah pengumpulan data
(ekperiment) melakukan pengukuran dengan menggunakan konsep atau prinsip
kerja yang telah dimilikinya terhadap sistem yang diperiksa. Pada pengalaman
belajar ini peserta didik dapat mengembangkan berfikir skematik untuk menentukan
dari mana pemeriksaan dilakukan.
GEOMETRI 22
MATEMATIKA MATEMATIKA
keputusanberdasarkan kriteriadanstandar. Pengalaman belajar tingkat analisis dan
evaluasi dapat menggunakan model pembelajaran berbasis masalah atau
pemecahan masalah, dimana pendidik dapat menggunakan problem sebagai
pemotivasi belajar peserta didik yang lebih lanjut membentuk peserta didik sebagai
pemecah masalah. Pengalaman belajar memecahkan masalah dapat dilakukan jika
peserta didik telah memiliki pengalaman belajar pada tingkat C2 dan C3 sebagai
prerequesityang memungkinkan terbentuknya pengalaman belajar menganalisis dan
evaluasi. Sebagai contoh langkah-langkah pengembangan pengalaman belajar pada
keahlian otomotif dapat dilakukan sebagai berikut:
GEOMETRI 23
MATEMATIKA MATEMATIKA
Mengembangkan kemungkinan penyebab, mendiagnosa, melakukan tindakan
perbaikan berdasarkan penentuan letak gangguan, dan melakukanpengayaan
berdasarkan perkembangan teknologi
Pendidik memberikan pertanyaan pemandu bagaimana cara menentukan
kemungkinan penyebab yang sistimatis dan dari mana memulainya.
Pendidik membimbing (tutorial kelompok) peserta didik dalam
mengembangkan alur atau schemata cara menentukan kemungkinan penyebab
gangguan berdasarkan aliran listrik.
Berdasarkan penggalian informasi dan diskusi peserta didik dalam kelompok
mengembangkan alur cara menentukan kemungkinan penyebab gangguan.
Setiap siswa menyampaikan pedapatnya dalam kelompok tentang cara
menelusuri letak masalah beserta alasannya.
Pendidik menanyakan langkah awal cara memeriksa dalam menentukan letak
gangguan serta memeriksa hubungan antara komponen baik secara manual
maupun alat ukur.
Peserta didik mengobservasi pada sistem kemungkinan-kemungkinan gangguan
dan menyampaikan hasil observasi berdasarkan fakta.
Peserta didik memeriksa secara manual dan dengan alat ukur hubungan antar
komponen serta menyampaikan hasil pemeriksaannya pada kelompok luas
berdasarkan fakta hasil pengukuran.
Peserta didik melakukan diagnosa dengan menganalisis hasil-hasil pemeriksaan,
menyimpulkan letak gangguan dan menentukan kemungkinan kerusakan serta
solusi perbaikannya.
Peserta didik menyampaikan simpulan letak gangguan pada kelompok besar
dan menanggapi pertanyaan berdasarkan konsep, prinsip dan hasil pemeriksaan
Pendidik menanyakan langkah-langkah perbaikan dan melakukan bimbingan
pada peserta didik berkaitan pelaksanaan perbaikan komponen.
Peserta didik melakukan pembongkaran, penggantian komponen dan perakitan
kembali sistem dengan panduan service manual.
GEOMETRI 24
MATEMATIKA MATEMATIKA
Pendidik menstimulus dengan pertanyaan pemandu pada peserta didik
berkaitan dengan pengayaan materi sesuai dengan perkembangan teknologi
yang diterapkan pada sistem dewasa ini
Peserta didik menggali informasi dari hand out yang diberikan pendidik
berkaitan dengan konstruksi dan prinsip kerja serta mengobservasi komponen.
Peserta didik mendiskusikan perbedaan konstruksi dan prinsip kerja dengan
tipe konvensional, mempresentasikan prinsip kerja dan kelebihan dari
teknologi baru serta kemungkinan gangguan dan cara mengatasinya.
GEOMETRI 25
MATEMATIKA MATEMATIKA
7. Memilih Model Perancangan Belajar Konstruksivisme
PadaKurikulum 2013 dikembangkan 3 (tiga) model pembelajaranutama
yangdiharapkandapatmembentukperilakusaintifik,perilaku
sosialsertamengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah:
model PembelajaranBerbasisMasalah(Problem Based Learning), model
PembelajaranBerbasis Projek (Project Based Learning),dan model Pembelajaran
Melalui Penyingkapan/Penemuan(Discovery/Inquiry Learning). Tidaksemua model
pembelajarantepatdigunakanuntuksemua KD/materipembelajaran. Model
pembelajarantertentuhanyatepatdigunakanuntukmateripembelajarantertentu pula.
Demikian
sebaliknyamungkinmateripembelajarantertentuakandapatberhasilmaksimaljikamen
ggunakan model pembelajarantertentu. Untukitu guru
harusmenganalisisrumusanpernyataansetiap KD,
apakahcenderungpadapembelajaranpenyingkapan(Discovery/Inquiry Learning)
ataupadapembelajaranhasilkarya (Problem Based Learning danProject Based
Learning). Di bawah ini diberikan rambu-rambu cara memilih model pembelajaran
dari Kompetensi Dasar yang akan diajarkan.
Rambu-rambupenentuan model penyingkapan/penemuan:
GEOMETRI 26
MATEMATIKA MATEMATIKA
d. PernyataanKD-3 dan KD-4 yang
memerlukanpersyaratanpenguasaanpengetahuankonseptualdanprosedural.
a) Orientasimasalah;
GEOMETRI 27
MATEMATIKA MATEMATIKA
b) Pengumpulan data danverifikasi;
c) Pengumpulan data melaluieksperimen;
d) Pengorganisasiandanformulasieksplanasi, dan
e) Analisis proses inkuiri.
GEOMETRI 28
MATEMATIKA MATEMATIKA
Pembelajaranotentikmenggunakanproyeknyatadalamkehidupan yang
didasarkanpadamotivasi yang tinggi, pertanyaan yang menantang, tugas-
tugasataupermasalahanuntukmembentukpenguasaankompetensi yang
dilakukansecarakerjasamadalamupayamemecahkanmasalah (Barel, 2000 and
Baron 2011).
Tujuan PjBL adalahmeningkatkanmotivasibelajar, team work,
keterampilankolaborasidalampencapaiankemampuanakademik level
tinggi/taksonomitingkatkreativitas yang dibutuhkanpadaabad 21 (Cole
&Wasburn Moses, 2010).
Sintaksis/tahapan model pembelajaranProject Based Learning, meliputi:
1) Penentuanpertanyaanmendasar(Start with the Essential Question);
2) Mendesainperencanaanproyek;
3) Menyusunjadwal(Create a Schedule);
4) Memonitorpesertadidikdankemajuan projek (Monitor the Students and the
Progress of the Project);
5) Mengujihasil(Assess the Outcome), dan
6) Mengevaluasipengalaman (Evaluate the Experience).
Tugas 7. Tentukan model pembelajaran dari KD mata pelajaran yang anda ampu
menggunakan tabel 3. Di bawah ini dengan menggunakan kriteria pemilihan model
pembelajaran yang telah di jelaskan di atas.
Model
No. Kompetensi Dasar Keterangan
Pembelajaran
GEOMETRI 29
MATEMATIKA MATEMATIKA
8. Pembuatan Model Perancangan Belajar
2. Rumuskan IPK dari KD3 dandari KD4 sesuaidengandimensi proses atau level
pengetahuandandimensikategoripengetahuan dan keterampilan yang
terkandung di masing-masing KD. Setiap KD minimal memiliki 2 (dua) indikator.
Contoh :
KI 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
GEOMETRI 30
MATEMATIKA MATEMATIKA
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
GEOMETRI 31
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 32
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 33
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 34
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 35
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 36
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 37
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 38
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 39
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 40
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 41
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 42
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 43
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 44
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 45
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 46
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 47
MATEMATIKA MATEMATIKA
Tugas 8 : Buat matrik pemaduan model belaj dengan pendekatan
saintifik dari pasangan KD (KD-3 dan KD-4) mata pelajaran yang anda
ampu
G. Rangkuman
1. Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan
bahwa pengetahuan kita merupakan hasil bentukan( Konstruksi ) kita sendiri.
2. Pembelajaran Konstruktivisme adalah pembelajaran yang menjadikanseseorang
secara aktif membangun pengetahuan dan pemahaman dengan mensintesiskan
pengetahuan yang telah dimilikinya menjadipengetahuan baru.
3. Pengetahuan merujuk pada pengalaman sesorang akan dunia, tetapi bukan dunia itu
sendiri. Tanpa pengalaman seseiorang tidak dapat membentuk pengetahuan.
Pengalaman tidak hanya diartikan sebagai pengalaman fisik, tetapi juga pengalaman
kognitif mental.
4. Pengalaman belajar merupakan aktifitas peserta didik dengan lingkungannya yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
5. Pengalaman belajar ditentukan berdasarkan pertimbangan pertimbangan yang
meliputi kesesuaian dengan tujuan dari kompetensi dasar, jenis bahan / materi
pembelajaran, ketersedian sumber belajar, karakteristik siswa dan model
pembelajaran.
6 Pengembangan pengalaman belajar berdasarkan pada prinsip- prinsip yaitu
berorintasi pada tujuan, aktivitas , individualitas dan integritas.
7. Tahapan pengembangan pengalaman belajar menurut Permendiknas No. 103 tahun
2014 dibagi menjadi tiga tahap yaitu pra instruksional (pendahuluan), tahap
instruksional (inti) dan tahap tindak lanjut, sedangkan pengalaman belajar dirancang
guru terletak pada kegiatan intruksional ataun kegiatan inti.
8. Langkah-langkah pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mencoba / mengeksperimen, menganalisis, dan mengkomunikasikan.
GEOMETRI 48
MATEMATIKA MATEMATIKA
9. Dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa
strategi seperti pendekatan kontektual diantaranya discovery learning, project based
learning, problem based learning dan inquary learning.
10. Pengembangan pengalaman belajar memahami ( C2 ) dan menerapan (C3 )
menggunakan modus pembelajaran langsung ( direct instructional ) dan
pembelajaran tidak langsung ( indirect instructionnal ). Pendekatan langsung
diartikan pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan perserta didik melalui
interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam RPP.. Sedangkan
pembelajaran tak langsung artinya pembelajarn yang terjadi selama proses
pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampak pengiring.
11. Pengembangan pengalaman belajar tingkat pemahaman merupakan kemampuan
mengkontruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun
grafik. Sedangkan pengembangan pengalaman belajar penerapan merupakan
kemampuan dalam penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi
baru.
12. Pengembangan Pengalaman Belajar ranah Menganalisis dan Evaluasi,
GEOMETRI 49
MATEMATIKA MATEMATIKA
Untuk memudahkan pembuatan model perancangan belajar dapat menggunakan
langkahpemaduan/pensinkronanpendekatandengan model pembelajaran yang
dipilihatasdasarhasilanalisis,
dapatmenggunakanmatrikperancahsebagaipertolongansebelumdituliskanmenjadike
giatan inti pada RPP.
GEOMETRI 50
MATEMATIKA MATEMATIKA
H. Tes Formatif
3. Aktivitas peserta didik dengan lingkungan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
peserta didik tentang apa yang akan dan telah diinteraksikan dalam pembelajaran
disebut .......................................
GEOMETRI 51
MATEMATIKA MATEMATIKA
11. Pengalaman belajar menurut taksonomi Bloom menggunakan modus pembelajaran
langsung dan tidak [Link] maksud dari kedua pembelajaran tersebut.
GEOMETRI 52
MATEMATIKA MATEMATIKA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui penggalian informasi, diskusi dan latihan yang dirancang pada modul ini peserta
dapat:
1. Mengklasifikasi berbagai bentuk dimensi pengetahuan sesuai informasi pada modul
secara tepat dan teliti
2. Menentukan dimensi pengetahuan dari KD-3 pada silabus mata pelajaran yang di
ampu sesuai kaidah taksonomi secara tepat dan teliti
3. Memilih materi pembelajaran. sesuai kaidah taksonomi secara tepat dan teliti
C. Lingkup Materi
1. Klasifikasi Bentuk Dimensi Pengetahuan
2. Menentukan bentuk pengetahuan dari rumusan KD-3
3. Analisis hubungan KD-3 dan bentuk pengetahuan
4. Prinsip-prinsip memilih materi pembelajaran
GEOMETRI 53
MATEMATIKA MATEMATIKA
D. Langkah-langkah
Materi pelatihan ini dirancang untuk dipelajari oleh Guru. Selain disajikan prinsip-
prinsip dan contoh yang dilakukan dalam bentuk individu, dan diskusi kelompok, juga
digunakan latihan sebagai bentuk pendalaman materi yang mendorong kreativitas
untuk berinovasi. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi,
yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan,
menganalisis, menyimpulkan, dan menggeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna.
GEOMETRI 54
MATEMATIKA MATEMATIKA
cognitive process dimension. Untuk mencapai kemampuan tersebut diperlukan
pengalaman belajar-pengalaman belajar yang memungkinkan perkembangan berfikir
dan perkembangan keterampilan sesuai dengan tuntutan rumusan Kompetensi Dasar.
Hal lain pada rumusan Kompetensi Dasar juga berisi bentuk pengetahuan, yang terbagi
menjadi dua jenis seperti menurut Shulman,1987 pada A Taxonomy for Learning
(Anderson,2001:13) Content knowledge and paedagogical content knowledge yakni
substansi mata pelajaran (content knowledge) seperti deret ukur pada matematika,
hukum archimides pada fisika dan bentuk pengetahuan itu sendiri yang diistilahkan
knowledge dimension . Bentuk pengetahuan terdiri dari tingkatan isi materi dari bentuk
pengetahuan fakta, konsep, prosedural dan metakognitif. Untuk itu pendidik sebagai
pengembang pengalaman pembelajaran tidak saja dia mampu merancang pengalaman
belajar berdasarkan perkembangan berfikir peserta didik (Cognitive process
dimenssion), tetapi lebih jauh juga dapat menentukan bentuk pengetahuan (knowledge
dimension) yang bagaimana yang perlu peserta didik capai sesuai tuntutan Kompetensi
Dasar atau Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang telah dirumuskan.
GEOMETRI 55
MATEMATIKA MATEMATIKA
berhubungan berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi serta teori.
Contohnya fungsi kunci kontak pada Engine mobil, prinsip kerja starter, prinsip
kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain: Pengertian Arsip dan dokumen,
teori evolusi serta strutur DPR.
......................................................................................................
GEOMETRI 56
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Hubungan bentuk pengetahuan dengan Dimensi Proses Kognitif
Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan oleh
seorang guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Untuk melakukan itu guru
terlebih dahulu harus menganalisis Kompetensi Dasar yang akan diajarkan, yakni
berkaitan dengan kedudukan pernyataan KD-3 berada pada tahapan gradasi mana,
demikian pula berkaitan dengan KD-4 apakah pernyataannya dominan berbentuk
keterampilan abstrak atau dominan keterampilan konkrit. Pemahaman guru
terhadap hal tersebut akan memudahkan guru dalam mengembangkan indikator
pencapaian kompetensi dan lebih lanjut mengembangkan tujuan pembelajaran.
Perumusan tujuan sangat tergantung pada tingkat gradasi yang digunakan pada
penentuan indikator (kata kerja operasional) oleh guru terhadap tuntutan dari
pernyataan Kompetensi Dasar yang akan diajarkan. Ini selanjutnya memiliki
hubungan antara bentuk pengetahuan dengan dimensi proses kognitif (C-1 s.d C-6).
Ini sejalan dengan yang diutarakan oleh Anderson pada A Revision of Blooms
Taxonomy of Education Objective (2001:107) For objective that involve remember,
understanding, and apply, there generally is a direct correspondence between
process catagory and type of knowledge. Peserta didik yang dapat menyebutkan
sesuatu maka dia akan mengingat (C-1) bentuk pengetahuan fakta. Lebih jelasnya
hubungan tersebut diuraikan pada tabel 1.
GEOMETRI 57
MATEMATIKA MATEMATIKA
TUGAS 2 : Tentukan hubungan perkembangan berpikir dari silabus
mata pelajaran yang anda ampu dengan bentuk
pengetahuannya menggunakan tabel berikut.
GEOMETRI 58
MATEMATIKA MATEMATIKA
pembelajaran yang dimasukan ke dalam suatu materi [Link]
keluasannya juga diperhatikan kedalaman ruang lingkup materi pembelajaran
yang menunjukan konsep-konsep secara detail yang terkandung di dalam
materi itu yang harus dipelajari atau dikuasai oleh peserta didik. Prinsip ketiga
adalah kecukupan ( adequansi ) materi pembelajaran yang memadai dan akan
sangat membantu mencapai penguasaan kompetensi dasaryang telah
ditentukan.
b. Menentukan Urutan Materi Pembelajaran
GEOMETRI 59
MATEMATIKA MATEMATIKA
d. Menggunakan berpikir induktif ( mulai dari mencari fakta dan diambil
kesimpulannya ) dan deduktif ( mulai dengan rumusan konsep kemudian
diuji berdasarkan fakta yang dapat diamati ).
e. Materi pembelajaran yang dipelajari berdasarkanpada kehidupan sehari-
hari sehingga akan bermakna bagi peserta didik ( meaningful)
Berdasarkan prinsip di atas, maka pemilihan materi pembelajaran dilakukan
dengan langkah-lagkah:
1. Mengidentifikasi Kompetensi ( Tujuan )
Mengidentifikasi aspek, aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan materi
pembelajaran yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Aspek-aspek
itu perlu ditentika karena standar kompetensi dan kompetensi dasar
memerlukan jenis materi yang berbeda-beda utuk membantu pencapiannya
dalam kegiatab pembelajaran. Standar kompetensi dan kompetensi dasar
yang harus dipelajari peserta didik melputi domain kognitif, psikomotorik
dan afektif
2. Mengidentifikasi Jenis- jenis materi pemebeajaran
Jenis materi pembelajaran perlu diidentifikasi karena memerlukan Strategi,
media, dan sistem evaluasi pembelajaran yang berbeda-beda. Jennis materi
pembelajaran dapat dibedakan menjadi kognitif, afektif dan psikomotorik.
3. Memilih Sumber Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dapat ditemukan dari berbagai sumber seperti buku
teks, buku paket, media cetak dan sebagainya. Pada era teknologi digital
seperti sekarang ini, materi pembelajaran terdapat pula pada halaman-
halaman web, pada portal-portal [Link] intrnet sangat
dibutuhkan oleh semua orang, khususnya tenaga pendidik.
GEOMETRI 60
MATEMATIKA MATEMATIKA
TUGAS 3 : Tentukan prinsip-prinsip dalam memilih materi
pembelajaran
F. Rangkuman
1. Bertitik tolak dari pengertian kompetensi adalah seperangkat pengetahuan
,keterampilan dan sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik, maka di dalam
kurikulum berisikan rumusan-rumusan kemampuan (kompetensi dasar) baik
penetahuan, sikap dan keterampilan.
2. Di dalam kurikulum nasional rumusan kompetensi menggunakan gradasi sesuai
dengan tuntutan kompetensi inti (KI) dari rentang memahami (C2) hingga evaluasi
(C5) sebagai bentuk cognitif process dimencion( dimensi proses pengetahuan) yang
harus dicapai peserta didik.
3. Untuk mencapai kompetensi-kompetensi tersebut peserta didik perlu diberikan
pengalaman belajar yang dapat meningkatkan perkembangan berfikir dan
perkembangan keterampilan sesuai tuntutan rumusan kompetensi dasar.
4. Tingkatan isi materi berdasarkan bentuk pengetahuan terdiri dari jenis materi fakta,
konsep, prosedur, dan metakognitif.
5. Menentukan hubungan bentuk pengetahuan dengan proses kognitif harus diawali
dengan menganalisis KD 3 dan KD 4 yang akan diajarkan dengan kedudukan KD 3
berada pada gradasi mana, (C2 sampai dengan C6 ), sedangkan KD4 berbentuk
keterampilan abstrak atau keterampilan konkrit. Dengan melakukan analisis ini akan
memudahkan guru untuk mengembangkan indikator pencapaian kompetensi dan
perumusan tujuan.
6. Proses pembelajaran akan tepat apabila materi pembelajaran yang dipilih guru tepat
.Ketepatan pemilihan materi ini berkaitan dengan ruang lingkup, urutan dan
kedalaman materi pelajaran sesuai dengan kompetensi / kemampuan yang
diharapkan munccul dari peserta didik.
GEOMETRI 61
MATEMATIKA MATEMATIKA
7. Prinsip-prinsip menentukan ruang lingkup( scope ) materi pembejaran dan urutan
materi ( squence ) materi pembelajaran diawali dengan menentukan jenis materi
pembelajaran,keluasan dan kedalaman materi pembelajaran serta kecukupan
materi pembelajaran. Sedangakan urutan materi pembelajaran dilakukan untuk
menentukan urutan dalam mengajarkanya.
8. Prinsip-prinsip dalam memilih materi pembelajaran yaitu prinsip relevansi atau
keterkaitan, prinsip konsistensi atau keajegan dan prinsip kecukupan atau memadai.
9. Pemilihan materi pelajaran hendknya dilakukan secara bertahap dan meningkat.
Misalnya dari materi yang sederhana meningkat pada yang rumit, dari materi
pelajaran yang menggunakan tingkat berpikir rendah meningkat pada penggunaan
berpikir tingkat tinggi, dari materi pelajaran yang konkrit meningkat menuju materi
pelajaran yang abstrak.
10. Langkah- langkah pemilihan materi pembelajaran yaitu mengidentifikasi kompetensi
/ tujuan, mengidentifikasi jenis-jenis materi pembelajaran, memilih sumber materi
pembelajaran.
GEOMETRI 62
MATEMATIKA MATEMATIKA
G. Test Formatif
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat
1. Kurikulum nasional menggunakan pendekatan kompetensi. Kompetensi yang
dimaksud adalah............
2. Kompetensi/ kemampuan yang terdapat dalam kurikulum berisikan rumusan
kompetensi yang meliputi ..................
3. Rumusan kompetensi pada kurikulum naional menggunakan tingkatan gradasi sesuai
tuntutan kompetensi inti yang dimulai dari rentang...............
4. Bentuk pengetahuan menurut Shulman terbagi atas................
5. Pemilihan isi materi harus berdasarkan pada bentuk pengetahuan yang
meliputi.................
6. Pengetahuan terminologi atau pengetahuan detail yang merupakan pernyataan
benda- benda atau peristiwa yang terjadi adalah.............
7. Pengetahuan yang merupakan hubungan dari sejumlah elemen sebagai sistem yang
berkaitan adalah bentuk pengetahuan..................
8. Pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu berdasarkan persyartan-persyaratan
tertentu adalah bentuk pengetahuan..............
9. Pengetahuan tentang mental proses yang berhubungan dengan pemahaman
sebagai tindakan atas dasar suatu pemahaman adalah bentuk pengetahuan............
10. Mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi
merupakan tingkatan perkembangan ...............
11. Menentukan ruang lingkup materi pembelajaran,menentukan keluasan materi
pembelajaran dan kecukupan materi pembelajaran merupakan . ................
12. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan materi pembelajaran
adalah...............
13. Langkah langkah dalam pemilihan materi pembelajaran adalah..................
14. Pemilihan materi pembelajaran hendaknya dilakuakan secara bertahap dan
meningkat yaitu .......
15. Jenis meteri pembelajaran yang akan dipilih perlu diidentifikasi agar..............
GEOMETRI 63
MATEMATIKA MATEMATIKA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
A. Tujuan
Tujuan dari penulisan modul ini adalah:
1. Melalui membacapeserta diklat dapat mengidentifikasi sifat-sifat atau karakteristik
bangun datar dengan penuh tanggungjawab.
2. Melalui diskusi kelompok peserta diklat dapat menyelesaikan masalah terkait luas
bangun datar dengan teliti.
3. Melalui simulasipeserta diklat dapat menyelesaikan masalah terkait sifat kesejajaran
dan ketegaklurusandengan cermat.
4. Melalui eksperimenpeserta diklat dapat membuktikan pernyataan geometris melalui
aksioma dan teoremadengan percaya diri.
5. Melalui tanya jawab peserta diklat dapat menentukan keliling bangun datar dan luas
daerah bangun datar dengan benar
6. Melalui penugasan peserta diklat dapat menerapkan transformasi bangun datar
dengan tekun
GEOMETRI 64
MATEMATIKA MATEMATIKA
C. Uraian Materi
1. Sejarah Geometri
a. Pengertian Geometri
Geometri (Greek; geo= bumi, metria= ukuran) adalah sebagian dari matematika
yang mengambil persoalan mengenai ukuran, bentuk, dan kedudukan serta sifat
ruang. Geometri adalah salah satu dari ilmu yang tertua. Awal mulanya sebuah
badan pengetahuan praktikal yang mengambil berat dengan jarak, luas dan
volume, tetapi pada abad ke-3 geometri mengalami kemajuan yaitu tentang
bentuk aksiometik oleh Euclid, yang hasilnya berpengaruh untuk beberapa abad
berikutnya.
Geometri merupakan salah satu cabang dalam ilmu matematika. Ilmu Geometri
secara harfiah berarti pengukuran tentang bumi, yakni ilmu yang mempelajari
hubungan di dalam ruang. Sejatinya, ilmu geometri sudah dipelajari peradaban
Mesir Kuno, masyarakat Lembah Sungai Indus dan Babilonia.
Peradaban-peradaban kuno ini diketahui memiliki keahlian dalam drainase
rawa, irigasi, pengendalian banjir dan pendirian bangunan-bagunan besar.
Kebanyakan geometri Mesir kuno dan Babilonia terbatas hanya pada
perhitungan panjang segmen-segmen garis, luas, dan volume.
Paling tidak ada enam wilayah yang dapat dipandang sebagai sumber
penyumbang pengetahuan geometri, yaitu: Babilonia (4000 SM - 500 SM),
Yunani (600 SM 400 SM), Mesir (5000 SM - 500 SM), Jasirah Arab (600 - 1500
AD), India (1500 BC - 200 BC), dan Cina (100 SM - 1400). Tentu masih ada
negara-negara penyumbang pengetahuan geometri yang lain, Namun, kurang
signifikan atau belum terekam dalam tradisi tulisan.
Bangsa Babilonia menempati daerah subur yang membentang antara sungai
Eufrat dan sungai Tigris di wilayah Timur Tengah. Pada mulanya, daerah ini
ditempati oleh bangsa Sumeria. Pada saat itu, 3500 SM, atau sekitar 5000 tahun
GEOMETRI 65
MATEMATIKA MATEMATIKA
yang lalu telah hidup sangat maju. Banyak gedung dibangun seperti kota waktu
kini. Sistem irigasi dan sawah pertanian juga telah berkembang. Geometri
dipikirkan oleh para insinyur untuk keperluan pembangunan.
Geometri yang lahir dan berkembang di Babilonia merupakan sebuah hasil dari
keinginan dan harapan para pemimpin pemerintahan dan agama pada masa itu.
Hal ini dimaksudkan untuk bisa mendirikan berbagai bangunan yang kokoh dan
besar. Juga harapan bagi para raja agar dapat menguasai tanah untuk
kepentingan pendapatan pajak. Teknik-teknik geometri yang berkembang saat
itu pada umumnya masih kasar dan bersifat intuitif. Akan tetapi, cukup akurat
dan dapat memenuhi kebutuhan perhitungan berbagai fakta tentang teknik-
teknik geometri saat itu termuat dalam Ahmes Papirus yang ditulis lebih kiurang
tahun 1650 SM dan ditemukan pada abad ke-9. Peninggalan berupa tulisan ini
merupakan bagian dari barang-barang yang tersimpan oleh museum-museum
di London dan New York. Dalam Papirus ini terdapat formula tentang
perhitungan luas daerah suatu persegi panjang, segitiga siku-siku, trapesium
yang mempunyai kaki tegak lurus dengan alasnya, serta formula tentang
pendekatan perhitungan luas daerah lingkaran. Orang-orang Mesir rupanya
telah mengembangkan rumus-sumus ini dalam kehidupan mereka untuk
menghitung luas tanah garapannya.
Selain melanjutkan mengembangkan geometri, mereka juga mengembangkan
sistem bilangan yang kini kita kenal dengan sexagesimal berbasis 60. Kita
masih menikmati (dan menggunakan) sistem ini ketika berbicara tentang waktu.
Mereka membagi hari ke dalam 24 jam. Satu jam dibagi menjadi 60 menit. Satu
menit dibagi menjadi 60 detik. Kita mengatakan, misalnya, saat ini adalah pukul
9, 25 menit, 30 detik. Kalau dituliskan akan berbentuk pukul 9 25' 30", dan
dalam sexagesimal dapat dituliskan sebagai 9 5 25/60 30/3600. Sistem ini telah
menggunakan nilai tempat seperti yang kita gunakan dewasa ini (dalam basis 10
bukan dalam basis 60).
GEOMETRI 66
MATEMATIKA MATEMATIKA
Bangsa Babilonia mengembangkan cara mengitung luas dan volume. Di
antaranya menghitung panjang keliling lingkaran yang sama dengan tiga kali
panjang garis tengahnya. Kita mengenal harga tiga ini mendekati harga .
Rumus Pythagoras juga sudah dikenal pada masa itu.
Bangsa Mesir mendiami wilayah yang sangat subur di sepanjang sungai Nil.
Pertanian berkembang pesat. Pemerintah memerlukan cara untuk membagi
petak-petak sawah dengan adil. Maka, geometri maju di sini karena menyajikan
berbagai bentuk polygon yang di sesuaikan dengan keadaan walayah di
sepanjang sungai Nil itu.
Di Yunani, geometri mengalami masa emasnya. Sekitar 2000 tahun yang lalu,
ditemukan teori yang kita kenal dewasa ini dengan nama teori aksiomatis. Teori
berpikir yang mendasarkan diri pada sesuatu yang paling dasar yang
kebenarannya kita terima begitu saja. Kebenaran semacam ini kita sebut
kebenaran aksioma. Dari sebuah aksioma diturunkan berbagai dalil baik dalil
dasar maupun dalil turunan. Dari era ini, kita juga memperoleh warisan buku
geometri yang hingga kini belum terbantahkan, yaitu geometri Euclides.
Geometri yang kita ajarkan secara formal di sekolah merupakan kopi-an dari
geometri Euclides ini.
Di awal perkembangan Islam, para pemimpin Islam menganjurkan agar
menimba ilmu sebanyak mungkin. Kita kenal belajaralah hingga ke negeri Cina.
Dalam era itu, Islam menyebar di Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol, Portugal,
dan Persia. Para matematikawan Islam menyumbang pada pengembangan
aljabar, asronomi, dan trigonometri. Trigonometri merupakan salah satu
pendekatan untuk menyelesaian masalah geometri secara aljabar. Kita
mengenalnya menjadi geometri analitik. Mereka juga mengembangkan
polinomial.
Di wilayah timur, India dan Cina dikenal penyumbang pengetahuan matematika
yang handal. Di India, para matematikawan memiliki tugas untuk membuat
berbagai bangunan pembakaran untuk korban di altar. Salah satu syaratnya
adalah bentuk boleh ( bahkan harus) berbeda tetapi luasnya harus sama.
GEOMETRI 67
MATEMATIKA MATEMATIKA
Misalnya, membuat pangunan pembekaran yang terdiri atas lima tingkat dan
setiap tingkat terdiri 200 bata. Di antara dua tingkat yang urutan tidak boleh
ada susunan bata yang sama persis. Saat itulah muncul ahli geometri di India.
Tentu, bangunan itu juga dilengkapi dengan atap. Atap juga merupakan bagian
tugas matematikawan India. Di sinilah berkembang teori-teori geometri.
Seperti cabang-cabang ilmu pengetahuan yang lain, matematika (termasuk
geometri) juga dikembangkan oleh para ilmuwan Cina sejak 2000 tahun
sebelum Masehi (atau sekitar 4000 tahun yang lalu). Kalau di Eropa terdapat
buku Unsur-unsur, geometri Euclides yang mampu menembus waktu 2000
tahun tanpa tertandingi, di timur, Cina terdapat buku Sembilan bab tentang
matematika yang dibuat sekitar tahun 179 oleh Liu Hui. Buku ini memuat
banyak masalah geometri. Di antaranya menghitung luas dan volume. Dalam
buku itu juga mengupas hukum Pythagoras. Juga banyak dibicarakan tentang
polygon.
Pada Zaman Pertengahan, aAhli matematik mMuslim banyak menyumbangkan
mengenai perkembangan geometri, terutama geometri aljabar dan aljabar
geometri. Al- Mahani (1.853) mendapat idea menguraikan masalah geometri
seperti menyalin kubus kepada masalah dalam bentuk aljabar. Thabit ibn Qurra
(dikenal sebagi Thebit dalam Latin) (836 901) mengendali dengan
pengendalian arimetikal yang diberikan kepada ratio kuantitas geometri, dan
menyumbangkan tentang pengembangan geomeri analitik. Omar Khayyam
(1048 -1131) menemukan penyelasaian geometri kepada persamaan kubik, dan
penyelidikan selanjutnya yang terbesar adalah kepada pengembangan geometri
bukan Euclid.
Pada awal abad ke-17, terdapat dua perkembangan penting dalam geometri.
Yang pertama, dan yang terpenting, adalah penciptaan geometri analik, atau
geometri dengan koordinat dan persamaan, oleh Rene Descartes (1596-1650)
dan Pierre de Fermat (1601-1665). Ini adalah awal yang di perlukan untuk
perkembangan kalkulus. Perkembangan geometrik kedua adalah penyelidikan
secara sistematik dari geometri proyektif oleh Girard Desargues (1591-1661).
GEOMETRI 68
MATEMATIKA MATEMATIKA
Geometri proyektif adalah penyelidikan geometri tanpa ukuran, Cuma dengan
menyelidik bagaimana hubungan antara satu sama lain.
Dua perkembangan dalam geometri pada abad ke-19,mengubah cara ia telah
dipelajari sebelumnya. Ini merupakan penemuan Geometri bukan Euclid oleh
Lobachevsky, Bolyai dan Gauss dan dari formulasi simetri sebagai pertimbangan
utama dalam Program Erlangen dari Felix Klein (yang menyimpulkan geometri
Euclid dan bukan Euclid). Dua dari ahli geometri pada masa itu ialah Bernhard
Riemann, bekerja secara analisis matematika, dan Henri Poincar, sebagai
pengagas topologi algebraik dan teori geometrik dari sistem dinamikal.
Sebagai akibat dari perubahan besar ini dalam konsepsi geometri, konsep
"ruang" menjadi sesuatu yang kaya dan berbeda, dan latar belakang semula
hanya teori yang berlainan seperti analisis kompleks dan mekanik klasikal. Jenis
tradisional geometri telah dikenal pasti seperti dari ruang homogeneous, yaitu
ruang itu mempunyai bekalan simetri yang mencukupi, supaya dari poin ke poin
mereka kelihatan sama.
c. Tokoh-Tokoh Geometri
1) Thales (640 546 SM)
GEOMETRI 69
MATEMATIKA MATEMATIKA
Hasil kerja dan prinsip Theles jelas telah manandai awal dari sebuah era
kemajuan matematika yang mengembangkan pembuktian deduktif sebagai
alasa logis yang dapat diterima. Pembuktian deduktif diperlukan untuk
menurunkan teorema dari postulat-postulat. Selanjutnya untuk disusun
suatu pernyataan baru yang logis.
GEOMETRI 70
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dalam The Elements, Euclid menggabungkan pekerjaan disekolah yang telah
ia ketahui dengan semua pengetahuan matematika yang ia ketahui dalam
suatu perbandingan yang sistematis hingga menjadi sebuah hasil yang
menakjubkan. Kebanyakan dari pekerjaannya itu bersifat original, sebagai
metode deduktif ia mendemonstrasikan sebagian besar pengetahuan yang
diperlukan melalui penalaran. Dalam Element Euclid pun menjelaskan
aljabar dan teori bilangan sebaik ia menjelaskan geometri.
Arti penting buku The Elements tidaklah terletak pada pernyataan rumus-
rumus pribadi yang dilontarkannya. Hampir semua teori yang terdapat
dalam buku itu sudah pernah ditulis orang sebelumnya, dan juga sudah
dapat dibuktikan kebenarannya. Sumbangan Euclid terletak pada cara
pengaturan dari bahan-bahan dan permasalahan serta formulasinya secara
menyeluruh dalam perencanaan penyusunan buku. Di sini tersangkut, yang
paling utama, pemilihan dalil-dalil serta perhitungan-perhitungannya,
misalnya tentang kemungkinan menarik garis lurus diantara dua titik.
Sesudah itu dengan cermat dan hati-hati dia mengatur dalil sehingga mudah
difahami oleh orang-orang sesudahnya. Bilamana perlu, dia menyediakan
petunjuk cara pemecahan hal-hal yang belum terpecahkan dan
mengembangkan percobaan-percobaan terhadap permasalahan yang
terlewatkan. Perlu dicatat bahwa buku The Elements selain terutama
merupakan pengembangan dari bidang geometri yang ketat, juga di samping
itu mengandung bagian-bagian soal aljabar yang luas berikut teori
penjumlahan.
Buku The Elements sudah merupakan buku pegangan baku lebih dari 2000
tahun dan merupakan buku yang paling sukses yang pernah disusun
manusia. Begitu hebatnya Euclid menyusun bukunya sehingga dari
bentuknya saja sudah mampu menyingkirkan buku yang pernah dibuat
orang sebelumnya.
GEOMETRI 71
MATEMATIKA MATEMATIKA
Sebagai alat pelatih logika pikiran manusia, buku The Elements jauh lebih
berpengaruh ketimbang semua risalah Aristoteles tentang logika. Buku itu
merupakan contoh yang komplit sekitar struktur deduktif dan sekaligus
merupakan buah pikir yang menakjubkan dari semua hasil kreasi otak
manusia.
Adil jika kita mengatakan bahwa buku Euclid merupakan faktor penting bagi
pertumbuhan ilmu pengetahuan modern. Ilmu pengetahuan bukanlah
sekedar kumpulan dari pengamatan-pengamatan yang cermat dan bukan
pula sekedar generalisasi yang tajam serta bijak. Hasil besar yang direnggut
ilmu pengetahuan modern berasal dari kombinasi antara kerja penyelidikan
empiris dan percobaan-percobaan di satu pihak, dengan analisa hati-hati dan
kesimpulan yang punya dasar kuat di lain pihak.
Pengaruh Euclid terhadap Sir Isaac Newton sangat terasa sekali, sejak
Newton menulis buku yang terkenal dengan nama The Principia dalam
bentuk kegeometrian, mirip dengan The Elements. Berbagai ilmuwan
mencoba menyamakan diri dengan Euclid dengan jalan memperlihatkan
bagaimana semua kesimpulan mereka secara logis berasal mula dari asumsi
asli. Tak kecuali apa yang diperbuat oleh ahli matematika seperti Russel,
Whitehead dan filosof Spinoza.
Kini, para ahli matematika sudah memaklumi bahwa geometri Euclidbukan
satu-satunya sistem geometri yang memang jadi pegangan pokok dan teguh
serta yang dapat direncanakan pula, mereka pun maklum bahwa selama 150
tahun terakhir banyak orang yang merumuskan geometri bukan a la Euclid.
Sebenarnya, sejak teori relativitas Einstein diterima orang, para ilmuwan
menyadari bahwa geometri Euclid tidaklah selamanya benar dalam
penerapan masalah cakrawala yang sesungguhnya.
Pada kedekatan sekitar "Lubang hitam" dan bintang neutron --misalnya--
dimana gayaberat berada dalam derajat tinggi, geometri Euclid tidak
memberi gambaran yang teliti tentang dunia, ataupun tidak menunjukkan
penjabaran yang tepat mengenai ruang angkasa secara keseluruhan. Tetapi,
GEOMETRI 72
MATEMATIKA MATEMATIKA
contoh-contoh ini langka, karena dalam banyak hal pekerjaan Euclid
menyediakan kemungkinan perkiraan yang mendekati kenyataan. Kemajuan
ilmu pengetahuan manusia belakangan ini tidak mengurangi baik hasil upaya
intelektual Euclid maupun dari arti penting kedudukannya dalam sejarah.
4) Saintis-Saintis Muslim
GEOMETRI 73
MATEMATIKA MATEMATIKA
"Anda bisa melihat perkembangan desain geometis yang canggih ini. Jadi
mereka mulai dengan pola desain yang sederhana, dan lama-lama menjadi
lebih kompleks," tambah Peter Lu. Penemuan Peter Lu itu membuktikan
bahwa peradaban Islam telah mampu mencapai kemajuan yang luar biasa
dalam bidang geometri.
Lantas bagaimana matematikus Islam mengembangkan geometri? Pada
abad ke-9 M, matematikus Muslim bernama Khawarizmi telah
mengembangkan geometri. Awalnya, ilmu geometri dipelajari sang
matematikus terkemuka dari buku berjudul The Elements karya Euclid. Ia
pun kemudian mengembangkan geometri dan menemukan beragam hal
yang baru dalam studi tentang hubungan di dalam ruang. Al-Khawarizmi
menciptakan istilah secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri
dan astronomi. Dia juga menemukan Sistem Nomor yang sangat penting
bagi sistem nomor modern. Dalam Sistem Nomor itu, al-Khawarizmi memuat
istilah Cosinus, Sinus dan Tangen untuk menyelesaikan persamaan
trigonometri, teorema segitiga sama kaki, perhitungan luas segitiga, segi
empat maupun perhitungan luas lingkaran dalam geometri.
Penelitian al-Khawarizmi dianggap sebagai sebuah revolusi besar dalam
dunia matematika. Dia menghubungkan konsep-konsep geometri dari
matematika Yunani kuno ke dalam konsep baru. Penelitian-penelitian al-
Khawarizmi menghasilkan sebuah teori gabungan yang memungkinkan
bilangan rasional/irasional, besaran-besaran geometri diperlakukan sebagai
objek-objek aljabar.
Penelitian al-Khawarizmi memungkinkan dilakukannya aplikasi sistematis
dari aljabar. Sebagai contoh, aplikasi aritmetika ke aljabar dan sebaliknya,
aljabar terhadap trigonometri dan sebaliknya, aljabar terhadap teori
bilangan, aljabar terhadap geometri dan sebaliknya. Penelitian-penelitian ini
mendasari terciptanya aljabar polinom, analisis kombinatorik, analisis
numerik, solusi numerik dari persamaan, teori bilangan, dan konstruksi
geometri dari persamaan. Konsep geometri dalam matematika yang
GEOMETRI 74
MATEMATIKA MATEMATIKA
diperkenalkan oleh al-Khawarizmi juga sangat penting dalam bidang
astronomi. Pasalnya Astronomi merupakan ilmu yang mengkaji tentang
bintang-bintang termasuk kedudukan, pergerakan, dan penafsiran yang
berkaitan dengan bintang. Guna menghitung kedudukan bintang terhadap
bumi membutuhkan perhitungan geometri.
Ilmuwan Muslim lainnya yang berjasa mengembangkan geometri adalah
Thabit Ibnu Qurra. Matematikus Muslim yang dikenal dengan panggilan
Thebit itu juga merupakan salah seorang ilmuwan Muslim terkemuka di
bidang Geometri. Dia melakukan penemuan penting di bidang matematika
seperti kalkulus integral, trigonometri, geometri analitik, maupun geometri
non-Eucledian.
Salah satu karya Thabit yang fenomenal di bidang geometri adalah bukunya
yang berjudul The composition of Ratios ( Komposisi rasio). Dalam buku
tersebut, Thabit mengaplikasikan antara aritmatika dengan rasio kuantitas
geometri. Pemikiran ini, jauh melampaui penemuan ilmuwan Yunani kuno
dalam bidang geometri.
Sumbangan Thabit terhadap geometri lainnya yakni, pengembangan
geometri terhadap teori Pythagoras di mana dia mengembangkannya dari
segi tiga siku-siku khusus ke seluruh segi tiga siku-siku. Thabit juga
mempelajari geometri untuk mendukung penemuannya terhadap kurva
yang dibutuhkan untuk membentuk bayangan matahari.
Selain itu, ilmuwan Muslim lainnya yang berjasa mengembangkan geometri
adalah Ibnu al-Haitham. Dalam bidang geometri, Ibnu al-Haitham
mengembangkan analitis geometri yang menghubungkan geometri dengan
aljabar. Selain itu, dia juga memperkenalkan konsep gerakan dan
transformasi dalam geometri. Teori Ibnu al-Haitham dalam bidang persegi
merupakan teori yang pertama kali dalam geometri eliptik dan geometri
hiperbolis. Teori ini dianggap sebagai tanda munculnya geometri non-
Euclidean. Karya-karya Ibn al-Haitham itu mempengaruhi karya para ahli
geometri Persia seperti Nasir al-Din al Tusi dan Omar Khayyam. Namun
GEOMETRI 75
MATEMATIKA MATEMATIKA
pengaruh Ibn al-Haytham tidak hanya terhenti di wilayah Asia saja. Sejumlah
ahli geometri Eropa seperti Gersonides, Witelo, Giovanni Girolamo Saccheri,
serta John Wallis pun terpengaruh pemikiran al-Haitham. Salah satu
karyanya yang terkemuka dalam ilmu geometri adalah Kitab al-Tahlil wa
al'Tarkib.
Cendekiawan Muslim lainnya yang berjasa mengembangkan geometri
adalah Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraq atau biasa disebut Abu Nasr
Mansur. Ia merupakana salah satu ahli geometri yang mendalami spherical
geometri (geometri yang berhubungan dengan astronomi). Spherical
geometri ini sangat penting untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
sulit di dalam astonomi Islam. Umat Islam perlu menentukan waktu yang
tepat untuk shalat, Ramadhan, serta hari raya baik Idul Fitri maupun Idul
Adha. Dengan bantuan spherical geometri, kini umat Muslimbisa
memperkirakan waktu-waktu tersebut dengan mudah. Itulah salah satu
warisan ilmu Abu Nasr Mansur bagi kita saat ini.
GEOMETRI 76
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.1 Unsur-Unsur Geometri
unsur-unsur unsur-unsur
teorema/
yang tidak yang aksioma/ dalil-dalil
terdefinisi terdefinisi postulat
Konsep Ilustrasi
Unsur Pangkal yang Tak Terdefinisi
Titik
Tidak memiliki dimensi.
g
Relasi Pangkal yang
Tak Terdefinisi
Melalui
Garis g melalui titik P, atau titik P terletak pada
garis g.
GEOMETRI 77
MATEMATIKA MATEMATIKA
Antara
Titk Q antara P dan R.
g
Pada setiap garis g paling
Aksioma
GEOMETRI 78
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.2 Titik Garis dan Bidang
Beberapa istilah lain dalam geometri juga cukup diterima secara intuitif, tetapi
tidakdidefinisikan, seperti terletak, di luar, kelurusan suatu garis, atau
datarnya bidang.
Titik dapat dibayangkan seperti bola yang semakin mengecil sehingga jari-
jarinya nol. Karena tidak memiliki ukuran, maka titik dikatakan berdimensi nol.
Titik dapat ditentukan letaknya. Titik biasa direpresentasikan sebagai noktah.
Besar kecilnya noktak tidak berpengaruh, tetap saja titik tidak memiliki
[Link] dinotasikan dengan huruf kapital (misal: A, B ,T ). Garis dapat
dibayangkan sebagai jejak titik yang bergerak lurus. Garis memanjang ke dua
arah. Dengan demikian garis hanya memiliki panjang, tidak memiliki ketebalan
sehingga dikatakan garis berdimensi satu. Akibat dari hal ini adalah, jarak dua
titik pada suatu garis dapat ditentukan ukurannya. Garis dinotasikan dengan
huruf non kapital (misal garis l,h ,g ) atau dengan menyebutkan dua titik yang
). Bidang dapat dibayangkan sebagai jejak garis yang bergerak
dilalui (misal
menyamping tanpa mengubah arah garis. Bidang meluas ke segala arah tanpa
batas. Dalam lukisan geometris, bidang dapat dilukiskan sebagiannya dalam
bentuk jajargenjang. Bidangdinotasikan dengan huruf Yunani, atau tiga titik
yang dilaluinya (misal bidang , bidang, bidang ABC).
GEOMETRI 79
MATEMATIKA MATEMATIKA
Setelah mengenal undefined term titik, garis, dan bidang, diperlukan
pernyataan-pernyataan yang menjelaskan suatu istilah. Pernyataan ini disebut
sebagai definisi. Dalam mendefinisikan sesuatu, hanya boleh menggunakan
undefined term, atau istilah-istilah yang telah dikenal sebelumnya. Berikut ini
beberapa definisi dalam geometri.
1) Kolinear (segaris):
Tiga titik dikatakan kolinear (segaris) jika semua titik tersebut terletak pada
garis yang sama. Pada gambar limas [Link] di bawah, titik E terletak di
tengah AC, sehingga ketiga titik A, E, dan C segaris. Sementara itu tiga titik
A,C dan Ttak segaris (non kolinear).
2) Koplanar (sebidang):
Dua garis dikatakan koplanar jika keduanya terletak pada bidang yang sama.
Empat titik dikatakan koplanar jika keempat titik tersebut terletak sebidang.
Pada gambar di atas,garis AB dan BC koplanar, sedang garis AB dan TC non
koplanar. Empat titik T, A, B, C tak sebidang karena tidak terletak di bidang
yang memuat ABC
3) Ruas garis (segmen):
GEOMETRI 80
MATEMATIKA MATEMATIKA
) merupakan himpunan titik A, B dan
Ruas garis (dilambangkan dengan
semua titikdi antara A dan B yang kolinear dengan garis melalui kedua titik
tersebut. Titik A dan B dalam hal ini disebut sebagai ujung-ujung ruas garis.
Dalam penulisan berikutnya,
dapat diartikan sebagai ruas garis AB, dapat
juga diartikan sebagai panjang ruas garis AB tergantung pada konteksnya.
4) Sinar Garis (Ray):
Perhatikan bahwa:
(a) Istilah yang didefinisikan adalah segitiga samakaki.
GEOMETRI 81
MATEMATIKA MATEMATIKA
(b) Posisisegitiga samakakai termasuk dalam himpunan segitiga.
(c) Hal yang membedakan segitiga samakaki dengan segitiga yang lain adalah
memiliki dua sisi yang kongruen.
(d) berlaku bolak balik, dimaksudkan sebagai berikut:
(1). Jika suatu segitiga itu samakaki, maka ia memiliki dua kaki yang
kongruen
(2). Jika suatu segitiga memiliki dua sisi yang kongruen, maka ia
merupakan segitiga samakaki.
Teorema 1. Melalui satu garis dan sebuah titik di luar garis hanya dapat dibuat
satu bidang.
Bukti:
GEOMETRI 82
MATEMATIKA MATEMATIKA
Misalkan diberikan garis , maka dap ditentukan dua titik berbeda dan yang
terletak pada garis . Karena bidang melalui maka seluruh titik pada garis itu
terletak pada bidang (Aksioma 1). Sementara itu masih ada satu titik lagi di luar
garis, sehingga terdapat tiga titik yang tidak segaris. Menurut aksioma 3, maka
dapat dibuat tepat satu bidang. Jadi melalui satu garis dan sebuah titik di luar
garis hanya dapat dibuat satu bidang.
Teorema 2. Melalui dua garis berpotongan hanya dapat dibuat satu bidang.
Bukti:
3. Pengertian Sudut
Pada tiap sudutnya dipasangi lampu. Sandi yang bekerja sebagai cleaning
service di kantor tersebut mendapat tugas mengganti semua lampunya. Ada
berapakah lampu yang harus disediakan Sandi?
Sebelum menentukan jumlah lampu yang harus disediakan Sandi, terlebih
dahulu Sandi harus mengetahui jumlah sudut yang terbentuk pada lahan
GEOMETRI 83
MATEMATIKA MATEMATIKA
kantornya itu, coba Anda perhatikan gambar lahan kantor dimana Sandi
bekerja. Pada lahan tersebut, terdapat tiga buah sudut yaitu sudut A, B, dan C.
Berarti jumlah lampu yang harus dibawa Sandi ada 3 buah.
GEOMETRI 84
MATEMATIKA MATEMATIKA
Pada gambar tersebut terlihat dua buah sinar garis OA dan OB berhimpit di titik
O. Daerah yang terbentuk di antara sinar garis OA dan OB disebut sudut. Ingat,
walaupun sinar garis memiliki panjang yang tak hingga, jika pangkalnya
berhimpit dengan pangkal sinar garis lain, pasti akan membentuk sudut.
Sudut yang terbentuk pada gambar tersebut, dapat diberi nama dengan tiga
cara, yaitu sudut O disimbolkan dengan <O, atau sudut BOA disimbolkan
dengan<BOA atau juga sudut AOB disimbolkan dengan <AOB. Sinar garis OA
dan sinar garis OB dinamakan kaki sudut. Titik O (titik pangkal) dinamakan titik
sudut.
GEOMETRI 85
MATEMATIKA MATEMATIKA
Suatu sudut yang dibentuk oleh sinar garis OA dan OB dinotasikan AOB atau
BOA atau O. Sinar garis OA dan OB disebut kaki-kaki sudut dan titik O disebut
titik sudut.
Perhatikan sudut-sudut yang terbentuk pada perpotongan garis AC dan BD
gambar berikut.
Garis AC dan garis BD yang berpotongan di titik O. Sudut yang terbentuk dari
perpotongan dua garis tersebut terdiri atas 4 buah, yaitu <AOB, <BOC, <COD,
dan <AOD.
Sudut adalah bangun yang dibentuk dari ruas garis yang bertemu pada suatu
titik. Titik pertemuannya disebut titik sudut. Kedua ruas garisnya disebut kaki
sudut / sisi sudut.
Perhatikan Gambar 2.3.11berikut :
AOB = = 65
GEOMETRI 86
MATEMATIKA MATEMATIKA
o <Batau<CBAatau<ABC
o <Catau<BCAatau<ACB
Contoh Soal
GEOMETRI 87
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jawab:
Dengan menghimpitkan salah satu sinar garis yang membentuk sudut pada
busur derajat diperoleh
Oleh karena sudut tersebut merupakan sudut refleks maka besar sudut tersebut
adalah 80 + 30 = 210
Derajat adalah nama satuan yang digunakan untuk menyatakan besar sudut.
Satuan ini disebut juga satuan sudut sexagesimal, yaitu membagi keliling
lingkaran menjadi 360 bagian yang sama. Setiap bagian disebut 1 derajat.
Dengan demikian, satu putaran penuh besarnya adalah 360 derajat. Derajat
dilambangkan dengan (). Jika suatu sudut besarnya 360 derajat maka ditulis
360.
1 1
putaran = keliling lingkaran = 1
360 360
GEOMETRI 88
MATEMATIKA MATEMATIKA
Oleh karena itu, diperoleh
Setiap derajat dibagi dalam 60 menit dan setiap menit dibagi menjadi 60 detik.
Menit dilambangkan dengan (') dan detik dilambangkan dengan ('').
Contoh
a. 2050'40''
b. 2530'
a. 120,4
b. 54,72
Jawab:
1
= 20 + 50' + [40 (60) ]
GEOMETRI 89
MATEMATIKA MATEMATIKA
40
= 20 + 50' + (60)
2
= 20 + 50' + (3)
2
= 20 + (50 + )
3
152
= 20 + ( 3
)
152
= 20 + ( 3
1 )
152 1
= 20 + [ ( )]
3 60
152
= 20 + [ 3
]
= 20 + 0,84 = 20,84
GEOMETRI 90
MATEMATIKA MATEMATIKA
2). Satuan radian (rad)
GEOMETRI 91
MATEMATIKA MATEMATIKA
1 rad adalah besarnya sudut pusat suatu lingkaran yang panjang busur
dihadapan sudut itu sama dengan panjang jari-jarinya.
Jika panjang busur AB sama dengan panjang OB atau OA (jari-jari) maka besar
AOB disebut 1 radian. Panjang busur suatu lingkaran = 2p r 2p r disebut 2p
radian. 2p radian = 360 p radian = 180 sehingga diperoleh,
Contoh:
GEOMETRI 92
MATEMATIKA MATEMATIKA
c. Satuan Centisimal / gone / grade (g)
1
1g = keliling lingkaran sehingga 1 keliling lingkaran = 400g.
400
Contoh:
2
(ii) radian dalam derajat
3
GEOMETRI 93
MATEMATIKA MATEMATIKA
1
(vi) radian ke satuan grade
5
Jawab:
30 1
(i) 30 = rad = rad
180 6
2 2
(ii) rad = .180 = 120
3 3
215
(iii) 57,215 = 57 + .60
1000
= 57 + 12,9
9
= 57 + 12 + .60
10
= 57 + 12 + 54
= 571254
50 24
(iv) 655025 = 65 +
60 3600
= 65 + 0,83 3 + 0,00 6
= 65,84
45
(v) 45 = . 200g = 50g
180
1 1
(vi) rad = . 200g = 40g
5 5
g. Jenis-jenis Sudut
GEOMETRI 94
MATEMATIKA MATEMATIKA
Berdasarkan besarnya, sudut dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis,
yaitu:
1) Sudut lancip
Sudut lancip adalah sudut yang besarnya antara 0 dan 90.
2) Sudut siku-siku
Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90.
Sudut siku-siku
3) Sudut tumpul
Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90 dan
180.
Sudut tumpul
GEOMETRI 95
MATEMATIKA MATEMATIKA
4) Sudut pelurus
Sudut pelurus adalah sudut yang besarnya 180.
5) Sudut refleks
Sudut refleks adalah sudut yang besarnya antara 180 dan 360.
Sudut refleks
GEOMETRI 96
MATEMATIKA MATEMATIKA
Coba Anda perhatikan jarum penunjuk detik pada jam dinding. Jika Anda lihat,
jarum penunjuk detik berada pada angka 12. Kemudian, jarum tersebut
berputar kembali menuju angka 12. Berarti, jarum penunjuk detik telah
berputar sebanyak 1 putaran penuh atau berputar sebesar 360. Berdasarkan
uraian tersebut, diperoleh bahwa satu putaran penuh besarnya adalah 360.
Oleh karena itu, dapat di analogikan
Contoh:
Jawab:
AOB + <BOC = 90
<AOB + 45 = 90
GEOMETRI 97
MATEMATIKA MATEMATIKA
<AOB = 90 45
<AOB = 45
<AOD + 90 + 25 = 180
<AOB = 180 90 25
<AOB = 65
2) Sudut-sudut berpenyiku
Dua sudut dikatakan berpenyiku jika jumlah besar kedua sudut 90 . Satu sudut
merupakan penyiku (komplemen) bagi sudut yang lain.
GEOMETRI 98
MATEMATIKA MATEMATIKA
3) Sudut-sudut berpelurus
Dua sudut dikatakan berpelurus jika jumlah besar kedua sudut 180 . Satu sudut
merupakan pelurus (suplemen) bagi sudut yang lain.
gambar di samping,
Pasangan sudut bertolak belakang: <1 dan <3, <2 dan <4
Pasangan sudut berdekatan: <1 dan <2, <2 dan <3, <3 dan <4, <1 dan <4
Dengan cara yang sama dapat ditunjukkan bahwa ??. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa dua sudut yang bertolak belakang sama besar.
GEOMETRI 99
MATEMATIKA MATEMATIKA
i. Transversal dan Kesejajaran
1). Transversal (melintang)
Jika dua garis qdan rdipotong oleh garisp , seperti pada gambar, maka
dikatakantransversal pmemotong garis q dan r. Perhatikan istilah-istilah yang
digunakan.
Istilah-istilah sudut pada transversal.
GEOMETRI 100
MATEMATIKA MATEMATIKA
Postulat 1 Garis Sejajar:
Sehingga, pada gambar di atas, garis r sejajarq dipotong garis p, maka berlaku:
<1 =<5, <2 = <6. <3 =<7. Dan <4 =<8
Catatan: postulat merupakan pernyataan yang diterima kebenarannya tanpa bukti.
Akibat-akibat yang muncul dari postulat sejajar adalah:
Jika dua garis sejajar dipotong oleh garis melintang, maka
Bukti:
<1 = <3 dan <2 = <4 (sudut bertolak belakang sama besar)
<3 = <7 dan <4 = <8 (sudut sehadap sama besar)
Sehingga <1 = <7 dan <2 = <8 , sudut luar berseberangan sama besar. (a terbukti).
Dengan cara serupa, pernyataan-pernyataan b, c, dan d dapat Anda buktikan
kebenarannya.
GEOMETRI 101
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.24 Postulat 2 Garis Sejajar
Bukti:
GEOMETRI 102
MATEMATIKA MATEMATIKA
2). Jika dua garis dipotong oleh garis melintang sehingga sudut luar berseberangan
samabesar maka kedua garis tersebut sejajar.
Bukti:
3). Jika dua garis dipotong oleh garis melintang sehingga sudut dalamsepihak saling
berpelurus maka kedua garis tersebut sejajar.
Bukti:
Diketahui garis j dan k dipotong oleh garis l, dan dan <3 + <6 = <180o
GEOMETRI 103
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.27 Sudut Dalam Sepihak
j. Konstruksi Geometri
Peralatan yang sering digunakan dalam geometri adalah jangka yang digunakan
untuk melukis lingkaran dan bagian dari lingkaran yang dinamakan busur.
Dengan jangka dan penggaris, berbagai konstruksi geometri dapat dibuat. Pada
bagian ini hanya diberikan langkah-langkah teknis melukis konstruksi geometri.
Sementara itu alasan/mengapa langkah-langkah tersebut menghasilkan
konstruksi yang diinginkan dapat dipelajari setelah mempelajari sifat-sifat
bangun datar.
1). Menyalin sudut
Diberikan <BAC akan dilukis <TSU yang besarnya sama dengan <BAC
GEOMETRI 104
MATEMATIKA MATEMATIKA
Langkah-langkah :
1) Lukis busur 1 berpusat di 4, memotong kaki-kaki sudut di B dan C (Gambar
kiri atas).
2) Dengan jari-jari yang sama dengan busur 1, lukis busur 2 dengan pusat di S
(Gambar kiri bawah).
3) Lukis busur 3 berpusat di B, berjari-jari BC (Gambar tengahatas).
5) Lukis busur 4 dengan jari-jari sama dengan busur 3 dan berpusat di T
hinggamemotong busur 3 di titik V (Gambar tengah bawah).
6) Tarik sinar garis [Link] <CAB = <TSU (Gambar kanan).
Melalui proses menyalin sudut dan berbekal postulat 2 kesejajaran, maka
dimungkinkanuntuk melukis garis sejajar melalui sebuah titik di luar garis
dengan cara sebagai berikut:
1) Diberikan sebuah garis MN dan sebuah titik P di luar garis.
2) Tarik garis melalui P memotong garis MN (misalkan memotong di titik M).
3)Buat sudut RPQ yang besarnyasama dengan sudut PMN.
4) Tarik garis melalui PQ, diperoleh garis PQ sejajar garis MN
GEOMETRI 105
MATEMATIKA MATEMATIKA
Berikut ini langkah-langkah melukis garis bagi sudut dengan mistar dan jangka.
1) Lukis busur 1 berpusat A di dan memotong kaki-kaki sudut di B dan C .
2) Lukis busur 2 berpusat di B, jari-jari busur menyesuaikan besar sudut.
3) Dengan jari-jari sama dengan busur 2, lukis busur berpusat di C dan
memotong busur 2 di D.
4) Tarik garis melalui A dan D. Garis AD membagi <CAB menjadi dua bagian
sama besar, <CAD = <DAB.
Langkah-langkah:
1) Diberikan sebarang ruas garis AB.
2) Lukis busur berjari-jari r, berpusat di A.
3) Lukis busur berjari-jari r, berpusat di B.
4) Kedua busur beropotongan di C dan D .
5) Tarik garis CD, memotong AB di T, maka T merupakan titik tengah AB.
GEOMETRI 106
MATEMATIKA MATEMATIKA
2) Dengan jari-jari busur yang sama, buat busur 1 berpusat di A dan memotong
AC di A1, busur 2 berpusat di A1 dan memotong garis AC di A2, serta busur 3
berpusat di A2dan memotong garis AC di A3. 3) Tarik garis melalui B dan A3.
4) Salin <CA3ke titik dan dengan garis sebagai salah satu kakinya.
5)Perpanjang kaki-kaki sudut yang lain hingga memotong AB di B1 dan B2.
1
6) Diperoleh AB1 = B1B2 = B2B = AB
3
Cara 1.
GEOMETRI 107
MATEMATIKA MATEMATIKA
3)Tarik garis dari A ke D. Diperoleh garis AD tegaklurus BC (Gb. e).
Cara 2.
Langkah-langkah melukis sudut siku-siku melalui titik diluar garis:
1) Lukis garis melalui P memotong garis yang diberikan di A dan tentukan
titiktengahnya.
2) Buat busur berdiameter AP sehingga memotong garis di C .
3) Tarikgaris melalui P dan C (gambar d), diperoleh PC tegak lurus AC .
Gambar 2.3.34 Melukis Sudut Siku-Siku melalui Titik di Luar Garis cara 2
GEOMETRI 108
MATEMATIKA MATEMATIKA
k. Bangun Datar
Dalam ilmu ekonomi, dikenal berbagai bentuk perusahaan seperti firma,
perusahaan perorangan, Perseroan Terbatas (PT), dan lain sebagainya.
Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki ciri khusus masing -masing yang
tidak sama. Anda dapat mengatakan perusahaan tersebut termasuk Perseroan
Terbatas, perusahaan perorangan, atau firma setelah melihat berbagai aspek
seperti kepemilikan modalnya, peran, atau tanggung jawab yang ditanggung
oleh masing-masing individu.
Analogi dengan bentuk-bentuk perusahaan, dalam matematika, yaitu geometri
dikenal bentuk-bentuk bangun datar seperti persegipanjang, trapesium,
segitiga, persegi, dan sebagainya. Sama seperti bentuk-bentuk perusahaan,
setiap jenis bangun datar tersebut memiliki ciri-ciri khas yang berbeda dari
bangun lainnya. Anda dapat mengatakan apakah bangun tersebut merupakan
persegi, segitiga, atau trapesium dengan melihat sisinya, sudutnya, simetri
lipatnya, dan sifat lainnya.
Sebelum mempelajari sifat-sifat yang dimiliki bangun datar, pelajarilah uraian
berikut.
Diagonal adalah garis yang ditarik dari sudut di [Link] Gambar
2.3.36
GEOMETRI 109
MATEMATIKA MATEMATIKA
Perhatikan Gambar 2.3.36 (a), (b), dan (c). Garis AC dan BD merupakan diagonal
pada bangun ABCD, garis FH dan EG merupakan diagonal pada bangun EFGH,
serta garis JL dan IK merupakan diagonal pada bangun IJKL.
Pada bagian ini, Anda akan mempelajari beberapa bentuk bangun datar, sifat -
sifatnya, keliling, dan luasnya. Bentuk bangun datar yang akan dipelajari pada
Subbab ini adalah persegipanjang, persegi, segitiga, jajargenjang, layang-layang,
dan trapesium.
Di Singapura ada air mancur yang sangat terkenal bernama Fountainof Wealth.
Air mancur tersebut banyak dikunjungi orang-orang dari seluruh dunia.
Kerangka air mancur tersebut dibuat dari perunggu yang berbentuk lingkaran
dengan keliling 66 m dan luas 1.683 m2.
Keliling suatu bangun datar yang tertutup merupakan jumlah panjang sisi-
sisinya. Anda dapat pula mengatakan bahwa keliling suatu bangun datar adalah
jarak yang yang anda tempuh, bila anda mengitari bangun tersebut.
Contoh 1:
GEOMETRI 110
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.38 Bangun Datar ABCDEF
K = (a + b + c ) satuan
l
persegi panjang dengan panjang p
GEOMETRI 111
MATEMATIKA MATEMATIKA
p
K = 2 (l + p) satuan
K = 4 s satuan
s
K = 2 r = 2 rsatuan
Karena diameter (garis tengah) lingkaran, d, sama dengan 2 r maka K dapat juga
dinyatakan sebagai:
K = d = dsatuan
Contoh :
Tentukan keliling daerah yang berbayang-bayang pada gambar berikut:
a) b)
GEOMETRI 112
MATEMATIKA MATEMATIKA
Penyelesaian:
a) Keliling = ( 2+ 5 + 6 + 5 + 3 + 8 + 3 + 6 + 2 + 8 ) cm
= 48 cm.
= 28
bangun berbayang-bayang = (28 + 28) satuan
= 56 satuan
22
Atau keliling bangun berbayang-bayang= 7
x 56 Satuan
= 176 satuan
Setelah Anda mempelajari keliling bangun datar, berikut ini anda mempelajari
luas bangun datar. Perhatikan dua bangun A dan B berikut.
GEOMETRI 113
MATEMATIKA MATEMATIKA
Bangun A dan B memuat persegi kecil sama banyak. Berapakah banyak persegi
kecil dalam setiap bangun? Anda dapat mengatakan bahwa banyak persegi kecil
yang anda gunakan untuk menutup bangun A dan B sama banyak. Hal ini dikatakan
bahwa bangun A dan B mempunyai luas sama.
Luas daerah suatu bangun datar, yang selanjutnya disebut luas adalahukuran yang
menunjukkan banyak satuan untuk menutup permukaan bangun datar tersebut.
Jika luas suatu bangun datar dinyatakan dengan
L,marilah mengingat kembali rumus-rumus luas bangun datar yang sudahpernah
anda pelajari.
L = (l xp) satuan
GEOMETRI 114
MATEMATIKA MATEMATIKA
P
L = s2satuan
L = r2satuan
Contoh 3:
a) b)
Penyelesaian:
a) L = (2 x 8) + (6 x 3) + (3 x 8)
= 16 + 18 + 24 = 58
Jadi luas bangun a) adalah 58 cm2 .
b) L = x x (28)2 = x x 784 = 392
Jadi luas bangun b) adalah 392 satuan.
GEOMETRI 115
MATEMATIKA MATEMATIKA
Untuk menentukan luas bangun datar yang tidak beraturan, anda dapat
menggunakan bidang Cartesius, kemudian membilang banyak satuan yang
terdapat pada banguan tersebut.
Contoh 4.
Gambar di atas adalah gambar trapesium dengan sisi sejajar a dan b serta
tinggi t. Luas trapesium tersebut adalah L= x (a+b) x t
Berikut adalah kesimpulan dari keliling dan luas macam-macam Bangun datar
Beraturan
1. Segitiga
Berdasarkan sisinya segitiga dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1) Segitiga sembarang
2) Segitiga sama kaki
GEOMETRI 116
MATEMATIKA MATEMATIKA
3) Segitiga sama sisi
Berdasarkan sudutnya segitiga dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1) Segitiga lancip
2) Segitiga tumpul
3) Segitiga siku-siku
GEOMETRI 117
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.44 Ilustrasi Luas dan Keliling Bangun Datar
GEOMETRI 118
MATEMATIKA MATEMATIKA
7. Trapesium
9. Segi-n Beraturan
n 2 360
Lsegi-n = r Sin
2 n
GEOMETRI 119
MATEMATIKA MATEMATIKA
(n 2).180
n.s 2 .Sin 2
Lsegi-n = 2n
(n 2).180
[Link]
n
Ada tiga aturan yang dipergunakan untuk mencari luas daerah bidang tak beraturan .
a. Aturan Trapesoida
Bangun daerah bidang tak beraturan dibagi menjadi beberapa bagian yang lebarnya
sama. Masing-masing bagian disebut pias / partisi.
Perhatikan gambar berikut :
Satu bidang pias A1B1B2A2, luasnya mendekati trapezium dengan sisi sejajar y1 dan y2
serta jaraknya d.
y1 y 2
Luas pias A1B1B2A2 .d
2
Demikian seterusnya untuk luas pias-pias berikutnya, sehingga luas total merupakn
jumlah dari msing-masing pias.
GEOMETRI 120
MATEMATIKA MATEMATIKA
ordinatpertama ordinatterakhir
L lebar pias ordinatlai n
2
Ld
y1 y n
y 2 y3 y 4 ... y n 1
2
Contoh:
Tentukan luas daerah pada gambar di bwah ini dengan aturan trapesoida !
Jawab:
y1 y 7
Ld y 2 y3 y 4 y5 y 6
2
0 0
1 5 8 10 8 5
2
36 satuan luas.
GEOMETRI 121
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.3.47 Mid Ordinat
Dan seterusnya.
AB CD CD EF EF GH
Jadi y1 = , y2 = , y3 = , dan seterusnya.
2 2 2
d (y1 + y2 + y3 + )
Contoh:
Tentukan luas bangun pada gambar di bawah ini dengan aturan mid ordinat !
GEOMETRI 122
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jawab:
8 ( 15 + 22 + 32 + 39 + 40 + 39 + 35 + 22 )
8 (244)
c. Aturan Simpson
Perhatikan gambar berikut !
GEOMETRI 123
MATEMATIKA MATEMATIKA
Untuk mencari luas daerah di bawah kurva y = f(x) dengan sumbu X di antara x = a dan
x = b, sebagai berikut :
Bagilah gambar tersebut menjadi n buah trapezium yang genap, dengan lebar (s)
sama dan tingginya y1, y2, y3, , yn+1 dari interval [a,b].
s
L [(y1 + yn+1) + 4(y2 + y4 + ) + 2(y3 + y5 + )] dengan n bilangan genap
3
s
L [(F + L) + 4E + 2R
3
Jawab:
GEOMETRI 124
MATEMATIKA MATEMATIKA
s = 1, F = 4, L = 36, E = 9 + 25 = 34, R = 16
Substitusi ke rumus
s
L [(F + L) + 4E + 2R
3
1
[(4 + 36) + 4(34) + 2(16)]
3
1 1
[40 + 136 + 32] (208) 69,3 satuan luas
3 3
- Pergeseran (Translasi)
- Pencerminan (Refleksi)
- Perputaran (Rotasi)
- Perkalian (Dilatasi)
Transformasi isometri adalah suatu transformasi yang menghasilkaan bayangan yang
kongruen dengan bangun aslinya. Misal : translasi, refleksi, dan rotasi.
Catatan:
Jarak dan arah suatu pergeseran dapat ditentukan dengan : ruas garis berarah, misal
a
RS atau sebuah pasangan bilangan, misal .
b
Pencerminan ditentukan dengan suatu garis yang dianggap sebagai sumbu
pencerminannya.
Perputaran ditentukan dengan :
- pusat putaran.
- besar dan arah sudut putar, misalnya searah atau berlawanan arah jarum jam.
1. Perkalian ditentukan dengan pusat dan factor skalanya. Misal [P,k] merupakan
dilatasi berpusat di P dan factor skala k.
GEOMETRI 125
MATEMATIKA MATEMATIKA
1). Translasi (Pergeseran)
Pada gambar di bawahABC dipindahkan dari kedudukan awal ke posisi ABC. Hal
ini dikatakan bahwa ?ABC ditanslasikan ke ABC. Untuk melakukan suatu translasi
diperlukan arah dan besar translasi.
Pada gambar di atas ABC ditranslasikan sejauh 5 pada arah positif sumbu x dan
sejauh 2 pada arah positif sumbu y. Perhatikan bahwa pada suatu translasi tidak ada
perubahan ukuran bangun.
GEOMETRI 126
MATEMATIKA MATEMATIKA
Suatu translasi yang memindahkan setiap titik a satuan ke kanan dan b satuan ke
a
atas dinyatakan dengan suatu pasngan bilangan bentuk kolom .
b
a
Translasi T: memetakan setiap titik (x,y) ke titik (x,y) sehingga x = x + a dan y =
b
y + b.
x' x a x a
y' y b y b
Contoh 1:
Tentukan bayangan segi empat OABC dengan O(0,0), A(5,0), B(0,6) dan C(5,6) sebagai
1
hasil translasi !
3
Jawab:
1
3
O(0,0) O(1,3)
A(5,0) A(6,3)
B(0,6) B(1,9)
C(5,6) C(6,9)
GEOMETRI 127
MATEMATIKA MATEMATIKA
Cara lain :
O A B C O A B C
0 5 0 5 1 1 1 1 1 6 1 6
0 0 6 6 3 3 3 3 3 3 9 9
Contoh2 :
1
ditranslasi oleh T =
3
jawab :
T 1
titik O (0,0)
O(0+1, 0+3) = O(1,3)
3
T 1
titik A (3,0)
A(3+1, 0+3) = A(4,3)
3
T 1
titik B (3,5)
B (3+1, 5+3) = B(4,8)
3
1
2. Bayangan persamaan lingkaran x2 + y2 = 25 oleh translasi T=
3
adalah.
1
Jawab : Karena translasi T = maka
3
x = x 1 x = x + 1..(1)
y = y + 3 y = y 3..(2)
GEOMETRI 128
MATEMATIKA MATEMATIKA
(1)dan (2) di substitusi ke x2 + y2 = 25
diperoleh (x + 1)2 + (y 3)2 = 25;
(x + 1)2 + (y 3)2 = 25
Contoh 3:
Penyelesaian:
GEOMETRI 129
MATEMATIKA MATEMATIKA
2). Refleksi (Pencerminan)
Perhatikan bahwa pada suatu refleksi ukuran bangun tidak berubah dan titik pada
bangun yang terletak pada sumbu refleksi tidak berpindah letaknya. Titik C pada
gambar di atas berimpit dengan titik C. Jadi titik C dan bayangannya merupakan titik
yang sama. Titik C disebut titikinvariant.
GEOMETRI 130
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jika diketahui suatu bangun dan hasil refleksinya, maka anda dapat menentukan
sumbu refleksinya.
Gambar di bawah menunjukkan segmen garis AB dan bayangannya AB dengan A, B,
A, B berturut-turut adalah titik (1, 3), (2, 6), (3, 1), dan (6, 2). Untuk menentukan
sumbu refleksinya ditempuh
Contoh :
Koordinat titik A dan B berturut-turut adalah (-2, 2) dan (1, 4). Garis yang
menghubungkan A dan B direfleksikan terhadap sumbu x untuk mendapatkan A dan
B. Kemudian AB direfleksikan terhadap garis x= 3 untuk memperoleh A dan B.
Tentukan koordinat A, B, A, dan B.
Penyelesaian:
GEOMETRI 131
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dari gambar di samping, anda dapat menentukan
koordinat A, B, A, B, berturut-turut adalah (-2, -2),
(1, -4), (8, - 2) dan (5, -4).
1. Sumbu x
2. Sumbu y
3. x = m
4. y = n
5. y = x
6. y = -x
7. Titik pusat O(0,0)
GEOMETRI 132
MATEMATIKA MATEMATIKA
1) Refleksi terhadap sumbu x
Berdasarkan gambar tersebut, jika bayangan titik P(x,y) adalah P(x,y) maka P(x,
y) = P(x, -y) sehingga dalam bentuk matriks dapat ditulis sebagai berikut :
x = x
y = -y
x' 1 0 x
y ' 0 1 y
1 0
Jadi adalah matriks pencerminan terhadap sumbu x.
0 1
Contoh :
GEOMETRI 133
MATEMATIKA MATEMATIKA
jawab :
Jawab :
maka:
x = x dan y = -y
disubstitusi ke kurva 3x 2y + 5 = 0
diperoleh:3x 2(-y) + 5 = 0
3x + 2y + 5 = 0
Jadi bayangannya
adalah 3x + 2y + 5 = 0
GEOMETRI 134
MATEMATIKA MATEMATIKA
2) Refleksi terhadap sumbu y
Berdasarkan gambar tersebut, jika bayangan titik P(x,y) adalah P(x,y) maka P(x,y)
= P(-x,y), sehingga dalam bentuk matriks dapat ditulis sebagai berikut :
x = -x
y = y
x' 1 0 x
y ' 0 1 y
1 0
jadi adalah matriks pencerminan terhadap sumbu y.
0 1
Contoh :
Jawab:
maka: x = -x x = -x
y = y y = y
x = -x dan y = y disubstitusi ke y = x2 x
GEOMETRI 135
MATEMATIKA MATEMATIKA
y = (x)2 + x
Jadi bayangannya
adalah y = x2 + x
Berdasarkan gambar tersebut, jika bayangan titik P(x,y) adalah P(x,y) maka P(x,y)
= P(2m-x,y).
Contoh :
garis x = 3.
Jawab:
maka: x = 2m - x x = 2.3 - x = 6 x
y = y y = y
x = 6 x dan y = y disubstitusi ke y2 = x - 5
diperoleh: (y)2 = (6 x) 5
GEOMETRI 136
MATEMATIKA MATEMATIKA
(y)2 = 1 x
Jadi bayangannya adalah y2 = 1 x
Berdasarkan gambar diatas, jika bayangan titik P(x,y) adalah P(x,y) maka P(x,y) =
P(x,2n-y).
Contoh :
garis y = -3.
Jawab:
x = x
y = 2n - y
maka: x = x x = x
y = 2n y
GEOMETRI 137
MATEMATIKA MATEMATIKA
y = 2(-3) y
y = - 6 y y = -y 6
disubstitusi ke x2 + y2 = 4
Jadi bayangannya:
X2 + y2 + 12y + 32 = 0
Berdasarkan gambar diatas, jika bayangan P(x,y) adalah P(x,y) maka P(x,y) =
P(y,x), sehingga dalam bentuk matriks dapat ditulis sebagai berikut :
x = y
y = x
x' 0 1 x
y ' 1 0 y
GEOMETRI 138
MATEMATIKA MATEMATIKA
0 1
jadi
1 0 adalah matriks pencerminan terhadap garis y = x.
Contoh :
y = x adalah.
Pembahasan:
0 1
Matriks transformasi refleksi terhadap y = x adalah
1 0
Sehinggax = y dan y = x
disubstitusi ke 2x y + 5 = 0
diperoleh: 2y x + 5 = 0
-x + 2y + 5 = 0
-x + 2y + 5 = 0
dikali (-1) x 2y 5 = 0
x 2y + 5 = 0
GEOMETRI 139
MATEMATIKA MATEMATIKA
6) Refleksi terhadap garis y = -x
Berdasarkan gambar diatas, jika bayangan P(x,y) adalah P(x,y) maka P(x,y) = P(-
y,-x), sehingga dalam bentuk matriks dapat ditulis sebagai berikut :
x = -y
y = -x
x' 0 1 x
y ' 1 0 y
0 1
Jadi adalah matriks pencerminan terhadap garis y = -x.
1 0
Contoh :
Kemudian disubstitusikan ke
GEOMETRI 140
MATEMATIKA MATEMATIKA
x2 + y2 8y + 7 = 0
(-y)2 + (-x)2 8(-x) + 7 = 0
(y)2 + (x)2 + 8x + 7 = 0
(x)2 + (y)2 + 8x + 7 = 0
Jadi bayangannya adalah
X2 + y2 + 8x + 7 = 0
7) Rotasi (Perputaran)
Kejadian alam ada pula yang gerakannya berdasarkan rotasi, misal angin puting
beliung. Dapatkah anda mencari benda di sekeliling anda yang gerakannya
berdasarkan rotasi?Untuk melakukan rotasi diperlukan adanya pusat rotasi dan
sudut putar. Perhatikan gambar-gambar berikut.
GEOMETRI 141
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar berikut menunjukkan suatu rotasi bendera FGHI dengan pusat rotasi titik O
sudut rotasi searah dengan arah jarum jam sebesar . Bayangan FGHI oleh rotasi
tersebut adalah bendera FGHI.
A (r, ) x = r Cos
y = r Sin
y = r Sin (+)
GEOMETRI 142
MATEMATIKA MATEMATIKA
x = r Cos (+)
= x Cos - y Sin
y = r Sin (+)
= y Cos + x Sin
= x Sin + y Cos
Sudut rotasi positif jika berlawanan dengan arah perputaran jarum jam, dan negative
jika sesuai dengan arah perputaran jarum jam.
Titik P(x,y) dirotasi sebesar berlawanan arah jarum jam dengan pusat O(0,0) dan
diperoleh bayangan P(x,y)
y = xsin + ycos
maka x = - y dan y = x
GEOMETRI 143
MATEMATIKA MATEMATIKA
x' 0 1 x
y ' 1 0 y
0 1
Jadi R =
1 0
Contoh 1:
Tentukan bayangan segi empat OABC dengan O(0,0), A(5,0), B(0,6) dan C(5,6)
sebagai hasil rotasi di O sejauh 30 berlawanan dengan arah jarum jam !
Jawab:
Cos30 Sin 30 12 3 12
RO,30 =
1
Sin 30 Cos30 2
1
2 3
O A B C O A B C
12 3 12 0 5 0 5 0 5
3 3 5
3 3
= 2 2
1 0 0 6 6 0 3 3
1 5 5
2 2 3 2 3 3 2
5
2 3 3, 52 3 3 )
atau
GEOMETRI 144
MATEMATIKA MATEMATIKA
Contoh 2:
Diketahui titik A(4,5), tentukan bayangannya akibat rotasi 90 dengan titik pusat
P(1.1) !
Jawab:
0 1 3 4
= =
1 0 4 3
x' 4 1 3
y' 3 1 4
Jadi, bayangan titik A(4,5) akibat rotasi 90 dengan titik pusat P(1.1) adalah A(-3,4).
Contoh3 :
R+900 berarti: x = -y y = -x
y = x x = y
y + (-x) = 6
y x = 6 x y = -6
Jadi bayangannya: x y = -6
GEOMETRI 145
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Persamaan bayangan garis 2x - y + 6 = 0 setelah dirotasikanpada pangkal koordinat
dengan sudut putaran -900 , adalah ..
Jawab :
R-900 berarti:
x = xcos(-90) ysin(-90)
y = xsin(-90) + ycos(-90)
x = 0 y(-1) = y
y = x(-1) + 0 = -x
x' 0 1 x
atau dengan matriks:
y ' 1 0 y
R-900 berarti: x = y y = x
y = -x x = -y
disubstitusi ke: 2x - y + 6 = 0
2(-y) - x + 6 = 0
-2y x + 6 = 0
x + 2y 6 = 0
Jadi bayangannya: x + 2y 6 = 0
maka x = - x dany = -y
x' 1 0 x
dalam bentuk matriks:
y ' 0 1 y
Jadi H =
1 0
0 1
GEOMETRI 146
MATEMATIKA MATEMATIKA
Contoh 3 :
y = -y y = -y
Contoh 4:
ABC dengan titik sudut A, B, C yang koordinatnya berturut-turut adalah (2, 2), (4,
5), dan C(4, 2). ABC dirotasikan sejauh 900 dengan arah berlawanan dengan arah
jarum jam dan pusat rotasi titik O, bayangannya adalah A1B1C1. ABC juga
dirotasikan sejauh 900 dengan arah searah dengan arah jarum jam dan pusat rotasi
titik O, bayangannya adalah A2B2C2. Tentukan koordinat A1, B1, C1, A2, B2, dan C2.
Penyelesaian:
Dari gambar di samping anda dapat menentukan koordinat A1, B1, C1, A2, B2,
danC2yaitu:
C2(-4, 2).
GEOMETRI 147
MATEMATIKA MATEMATIKA
4) Dilatasi (Perkalian)
GEOMETRI 148
MATEMATIKA MATEMATIKA
Berikut adalah dilatasi dengan pusat dilatasi E, yang berada dalam bangun yang
didilatasikan, dan faktor dilatasi k > 0.
Suatu dilatasi dengan pusat O dan factor skala k dinyatakan dengan [O,k].
Dilatasi [O,k] memetakan setiap titik (x,y) ke titik (x,y) sehingga x = kx dan y = ky.
Ditulis [O,k] : (x,y) (x,y) = (kx,ky)
x = kx = k.x + 0.y
y = ky = 0.x + k.y
x' k .x 0. y k 0 x
y ' 0.x k . y 0 k y
k 0
Matriks [O,k] = disebut matriks operator dilatasi dengan pusat O dan factor
0 k
skala k.
Catatan:
Jika k>0 maka bangun asal dan bayangan letaknya sepihak terhadap pusat dilatasi.
GEOMETRI 149
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jika k<0 maka bangun asal dan bayangan letaknya berlainan pihak terhadap pusat
dilatasi.
Jika 0<k<1 maka dilatasi merupakan pengecilan.
Jika k<-1 atau k>1 dilatasi merupakan pembesaran.
Jika k = -1 maka dilatasi itu sama dengan pencerminan terhadap O dan sama
dengan rotasi 180 dengan pusat O.
Contoh 1:
Tentukan bayangan segi empat OABC dengan O(0,0), A(5,0), B(0,6) dan C(5,6)
sebagai hasil dilatasi [O,3] !
Jawab;
3 0
[O,3] =
0 3
O A B C O A B C
3 0 0 5 0 5 0 15 0 15
=
0 3 0 0 6 6 0 0 18 18
atau
x'a k 0 x a x a
k
y 'b 0 k y b y b
x' k ( x a ) a
y ' k ( y b) b
GEOMETRI 150
MATEMATIKA MATEMATIKA
Contoh 2:
Diketahui titik A(5,9), tentukan hasil bayangannya karena dilatasi [P,3] dengan titik
pusat P(2,1) !
Jawab:
Dilatasi [P,3]
x'2 5 2 3.2 2 11
3.
y '1 9 1 3.8 1 25
Contoh3:
Jawab :
garis 2x 3y = 6 memotong sumbu X di A(3,0) memotong sumbu Y di B(0,2) karena
dilatasi [O,-2] maka,
A(kx,ky) A(-6,0) dan,
B(kx,ky) B(0,-4)
Titik A(-6,0), B(0,-4) dan titik O(0,0) membentuk segitiga seperti pada gambar:
GEOMETRI 151
MATEMATIKA MATEMATIKA
Sehingga luasnya = x OA x OB
=x6x4
= 12
bayangannya adalah
x = k(x a) + a dan
y = k(y b) + b
Contoh 4:
Jawab :
x = k(x a) + a
y = k(y b) + b
x = (-5 1) + 1 = -3
GEOMETRI 152
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jadi koordinat titik A(-3,8)
Contoh 5:
Pada dilatasi ini bangun yang didilatasikan adalah segi-4 ABCD dengan pusat dilatasi
E, faktor dilatasi 2, dan bayangan atau hasil dilatasi segi-4 ABCD. Hal ini dapat juga
1
dikatakan bahwasegi-4 ABCD didilatasikan dengan pusat E, faktor dilatasi 2
,
Berikut disajikan suatu dilatasi dengan pusat dilatasi E, yang berada di luar bangun
yang didilatasikan, dan faktor dilatasi k < 0.
Contoh 6:
Suatu ABC didilatasikan dengan pusat E dan faktor dilatasi -2 menghasilkan ABC.
Hal ini dapat juga dikatakan ? ABC didilatasikan dengan pusat E dan faktor dilatasi
menghasilkan ABC .
GEOMETRI 153
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dari Contoh 5 dan 6 anda dapat mengetahui bahwa: suatu dilatasi dapat
memperbesar atau memperkecil bangun. Bangun yang didilatasikan sebangun
dengan bayangannya.
Transformasi linear adalah transformasi yang memetakan setiap titik (x,y) ke titik
(x,y) sedemikian sehingga :
x' ax by x' a b x
atau
y ' cx dy y ' c d y
Contoh:
(2,1) (5,1)
(0,1) (1,3)
a b
d
(2,1) (5,1)
c
(0,1) (1,3)
a b 2 5
2a + b =5
c d 1 1
2c + d = 1
a b 0 1
b = 1 ; d = 3
c d 1 3
Sehingga : a = 2 ; c = -1
GEOMETRI 154
MATEMATIKA MATEMATIKA
2 1
Jadi matriks transformasinya
1 3
3 Mx (x,y) (x,-y) 1 0
0 1
4 My (x,y) (-x,y) 1 0
0 1
7 Mo (x,y) (-x,-y) 1 0
0 1
GEOMETRI 155
MATEMATIKA MATEMATIKA
8 R(O,) (x,y) (xCos - ySin, xSin + Cos Sin
yCos) Sin Cos
Catatan:
Contoh:
3 1
Jika T1 = dan T2 = menyatakan matriks translasi, maka tentukan bayangan
0 2
titik A(-3,1) oleh T2oT1 !
Jawab:
T2oT1 = T1 + T2
3 1 4
= + =
0 2 2
3 4 1
Sehingga : + =
1 2 3
Contoh:
Jawab:
GEOMETRI 156
MATEMATIKA MATEMATIKA
1 0 1 0 1 0
Mx o My = =
0 1 0 1 0 1
1 0 2 2
0 1 5 5
a b p q
Bila T1 dinyatakan dengan matriks dan T2 dengan matriks
c d r s
maka dua transformasi berturut-turut mula-mula T1 dilanjutkan dengan T2 ditulis T2
p q a b
o T1 =
r s c d
Contoh :
1. Matriks yang bersesuaian dengan dilatasi dengan pusat (0,0) dan faktor skala 3
dilanjutkan dengan refleksi terhadap garis y = x adalah
Jawab :
3 0
M1= Matrik dilatasi skala 3 adalah
0 3
0 1
M2 = Matrik refleksi terhadap y = x adalah
1 0
Matriks yang bersesuaian dengan M1 dilanjutkan M2
GEOMETRI 157
MATEMATIKA MATEMATIKA
0 1 3 0 0 3
ditulis M2 o M1 = =
1 0 0 3 3 0
0 3
Jadi matriknya adalah
3 0
2. Bayangan segitiga ABC, dengan A (2,1), B (6,1), C (5,3) karena refleksi terhadap
GEOMETRI 158
MATEMATIKA MATEMATIKA
D. Aktivitas Pembelajaran
1. Pengantar:
Dalam kegiatan ini Anda akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mencapai
kompetensi berkaitan dengan Geometri. Kegiatan-kegiatan tersebut akan terbagi
dalam beberapa topik, di antaranya adalah:
a. Unsur dasar pembangun geometri, pada bagian ini Anda akan belajar tentang
pengertian pangkal, sistim deduktif aksiomatis dalam geometri yang dimulai
dari pengertian pangkal, aksioma, definisi, dan teorema yang perlu dibuktikan
kebenarannya berdasarkan aksioma atau teorema sebelumnya yang telah
terbukti benar.
b. Sudut dan garis sejajar, pada bagian ini Anda akan belajar tentang sudut dan
ukurannya, relasi antar sudut, transfersal, dan sifat-sifat garis sejajar.
c. Konstruksi geometri, pada bagian ini dibahas tentang bagaimana
mengkonstruksi bangun-bangun gometri menggunakan jangka dan penggaris.
d. Segitiga, pada bagian ini dibahas tentang pengertian, jenis, dan sifat-sifatnya.
e. Segiempat, topik ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang segitiga.
Di dalamnya dibahas tentang pengertian, jenis, dan sifat-sifatnya.
f. Proporsi dan kesebangunan. Sebelum membangun sebuah rumah, seorang
arsitek perlu membuat desain dalam ukuran yang lebih kecil. Agar
perbandingan antara ukuran pada gambar dan ukuran sebenarnya selalu
sesuai, maka diperlukan pengetahuan yang matang tentang kesebangunan dan
proporsi. Pada bagian ini dibahas tentang syarat-syarat dan sifat-sifat dua
bangun yang sebangun.
g. Luas dan Keliling, pada bagian ini dibahas tentang bagaimana cara menurunkan
rumus-rumus luas dan keliling bangun datar. Dengan membelajarkan prosesnya
maka resiko siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan karena lupa
rumusnya dapat dikurangi.
h. Teorema Pythagoras. Segitiga siku-siku memiliki sifat yang unik. Sifat ini telah
dikenal oleh bangsa Mesir dan Babilonia jauh sebelum Pythagoras lahir. Pada
bagian ini Anda diajak untuk membuktikan rumus Pythagoras dan konversnya.
GEOMETRI 159
MATEMATIKA MATEMATIKA
i. Lingkaran. Pada bagian ini akan dipelajari tentang unsur-unsur lingkaran, nilai ,
keliling dan luas lingkaran, sudut-sudut pada lingkaran, dan garis singgung
lingkaran.
j. Geometri Transformasi. Berbagai ornamen berbagai daerah sebenarnya dibuat
berdasarkan prinsip-prinsip transformasi. Pada bagian ini dibahas tentang
transformasi yang berupa isometri dan dilatasi.
2. Aktifitas
LK 00
Jawaban:
GEOMETRI 160
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 1: Unsur Dasar Pembangun Geometri
Ketika seseorang yang masih awam dalam geometri diberitahu definisi sudut
sebagai dua sinar yang bersekutu di titik pangkalnya, maka akan muncul pertanyaan
lanjutan, apa yang dimaksud dengan sinar dan titik pangkal? Ketika dijelaskan
tentang definisi sinar sebagai bagian dari garis, akan muncul pertanyaan lagi, apakah
yang dimaksud dengan garis? Jika tuntutan pendefinisian tersebut diteruskan, maka
akan sampai kepada suatu istilah yang tidak dapat didefinisikan lagi dengan kata-
kata yang sudah dikenal. Dalam aktifitas ini kita akan belajar tentang unsur dasar
pembangun geometri, yang meliputi unsur yang tidak didefinisikan, aksioma,
definisi, sifat, dan teorema. Jika Anda kesulitan menjawab LEMBAR KERJA 01,
disarankan untuk membaca bahan bacaan 01.
1. Sebutkan tiga unsur dasar geometri yang tidak didefinisikan (undefined term).
2. Jelaskan mengapa Suatu garis adalah seperti sisi dari suatu penggaris bukan
merupakan definisi yang baik.
LK 01a
Jawaban:
GEOMETRI 161
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 01b.
Melalui dua titik berbeda, ada berapa garis dapat dibuat melaluikedua titik tersebut?
Dua titik berbeda A dan B terletak pada sebuah bidang. Bagaimana kedudukan titik-titik
pada garis AB terhadap bidang?
Diberikan tiga titik tidak segaris. Ada berapa bidang dapat dibuat jika bidang tersebut
melalui ketiga titik yang diberikan?
Ketiga pertanyaan di atas mengantarkan kita ke sistem aksioma dalam geometri.
Tuliskan ketiga aksioma tersebut.
LK 01b
Jawaban:
GEOMETRI 162
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 01c.
2. Buktikan bahwa melalui sebuah garis dan titik di luar garis dapat dibuat sebuah
bidang.
LK 01c
Jawaban:
Pada LK berikut, kita akan membahas tentang pengertian sudut, berbagai satuan
pengukuran sudut, jenis-jenis sudut, relasi antar sudut, serta relasi antara garis dan
sudut. Sebagai tambahan wawasan, Anda dapat membaca bahan bacaan 02.
LK 02a
Jawaban:
GEOMETRI 163
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 02b
a. berpenyiku
b. berpelurus?
LK 02b
Jawaban:
GEOMETRI 164
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 02c Sudut Sehadap dan Sudut Bersebrangan
Pada dua gambar di bawah, jika ada, sebutkan pasangan sudut sehadap dan pasangan
sudut berseberangan.
LK 02c
Jawaban:
GEOMETRI 165
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 02c
LK 02c
Jawaban:
GEOMETRI 166
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 3: Konstruksi Geometri
Pada masa Yunani kuno, hanya ada dua alat yaitu jangka dan penggaris yang digunakan
untuk membuat konstruksi geometri. Jangka digunakan untuk membuat
lingkaran/busur lingkaran dan memberi tanda ruas-ruas garis dengan panjang yang
sama, sedangkan penggaris digunakan untuk menarik garis lurus melalui dua titik (tanpa
marka apapun).
LEMBAR KERJA 03
LK 03
Jawaban:
GEOMETRI 167
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 4: Segitiga
Penggunaan segitiga dapat di temukan di sekitar kita seperti pada kuda-kuda atap
rumah, penentuan posisi pusat gempa, dll.. Lebih lanjut tentang segitiga, disarankan
membaca bagian materi.
LK 04a
Jawaban:
GEOMETRI 168
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 04.b
LK 04b
Jawaban:
GEOMETRI 169
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 04.c
LK 04c
Jawaban:
GEOMETRI 170
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 5: Garis-garis Istimewa pada segitiga.
Pada setiap segitiga, dapat dilukis garis tinggi, garis berat, garis bagi sudut, garis sumbu.
Garis-garis tersebut memiliki sifat yang unik. Aktifitas berikut akan menunjukkan
keunikan sifat-sifat garis-garis tersebut.
Garis tinggi segitiga merupakan garis yang dilukis melalui titik sudut segitiga dan tegak
lurus terhadap sisi di depannya. Lukislah segitiga tumpul, segitiga siku-siku, dan segitiga
lancip. Pada masing-masing segitiga, lukis semua garis tingginya. Sifat apa yang Anda
temukan?
LK 05a
Jawaban:
GEOMETRI 171
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 05b
Garis berat segitiga merupakan garis yang melalui titik sudut segitiga dan membagi dua
sama panjang sisi di depan sudut tersebut. Lukislah segitiga tumpul, segitiga siku-siku,
dan segitiga lancip. Pada masing-masing segitiga, lukis semua garis beratnya. Sifat apa
yang Anda temukan?
LK 05b
Jawaban:
GEOMETRI 172
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 05c
Garis bagi sudut segitiga merupakan garis yang melalui titik sudut dan membagi dua
sudut tersebut. Lukislah segitiga tumpul, segitiga siku-siku dan segitiga lancip. Pada
masing-masing segitiga, lukis semua garis bagi sudut-nya. Sifat apa yang Anda
temukan?
LK 05c
Jawaban:
GEOMETRI 173
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 05d
Pada suatu segitiga, misalkan titik potong garis-garis bagi sudut adalah. Lukis garis
melalui dan tegak lurus ketiga sisi segitiga. Namakan titik-titik sudut tegak lurus ini,
, dan. Lukis lingkaran berjari-jari. Apa yang dapat Anda simpulkan?
LK 05d
Jawaban:
Garis sumbu (garis bagi tegak lurus/perpendicular bisector) segitiga merupakan garis
yang tegak lurus dan membagi dua sama panjang suatu sisi segitiga. Lukislah segitiga
tumpul, segitiga siku-siku, dan segitiga lancip. Pada masing-masing segitiga, lukis semua
garis sumbunya. Sifat apa yang Anda temukan?
GEOMETRI 174
MATEMATIKA MATEMATIKA
Misalkan titik potong garis-garis sumbu adalah . Lukis lingkaran berpusat di dan melalui
salah satu titik sudut segitiga. Apa yang dapat Anda simpulkan?
LK 05e
Jawaban:
1. Susunlah dengan kata-kata sendiri pengertian atau definisi dua segitiga kongruen.
Untuk menunjukkan kekongruenan dua segitiga, tidak perlu menunjukkan keenam
unsur bersesuaian pada kedua segitiga sama. Cukup beberapa unsur bersesuaian, maka
GEOMETRI 175
MATEMATIKA MATEMATIKA
dapat disimpulkan kedua segitiga tersebut kongruen. Dengan mistar di bawah dan
busur derajat, lakukan aktifitas berikut.
2. Lukis segitiga dengan panjang sisi 6, 3, 5. Bandingkan dengan hasil yang diperoleh
teman Anda, apakah keduanya kongruen? Berdasar aktifitas di atas, tulislah syarat dua
segitiga kongruen.
3. Lukis dengan AB = 5, < = 40o, dan < = 60o. Bandingkan hasilnya
dengan pekerjaan teman Anda, apakah keduanya kongruen? Tulislah syarat dua
segitiga kongruen berdasar aktifitas di atas.
4. Lukis dengan DE = 5, < = 60o, dan = 4. Bandingkan hasilnya dengan
pekerjaan teman Anda, apakah keduanya kongruen? Berdasarkan aktifitas di atas,
Tulislah syarat dua segitiga kongruen
5. Lukis sebuah , dengan < = 30o, GH = 5, dan HI = 2,5. Ada berapa
kemungkinan segitiga yang dapat dibuat? Apa yang dapat Anda simpulkan?
LK 6
Jawaban:
GEOMETRI 176
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 7: Segiempat
1) Lukislah pasangan garis sejajar pada kertas bergaris, lukis juga dua garis
sejajar. menggunakan dua sisi mistar dengan posisi memotong kedua garis
sejajar mula-mula..
2) Bandingkansudut-sudut yang saling berhadapan. dan saling berdekatan dengan
cara menjiplak atau mengukur.
3) Bandingkan panjang sisi-sisi yang berhadapan.
4) Lukis kedua diagonal, kemudian selidiki posisi titik potongnya.
Berdasar aktifitas di atas, tuliskan sifat-sifat jajargenjang yang Anda temukan.
GEOMETRI 177
MATEMATIKA MATEMATIKA
LK 07a
Jawab:
GEOMETRI 178
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 07b. Persegi Panjang
LK 07b
Jawab:
GEOMETRI 179
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 07c. Belah Ketupat
LK 07c
Jawab:
GEOMETRI 180
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 07d. Persegi
LK 07d
Jawab:
GEOMETRI 181
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 08 .
Thales ( 625-547 SM) berhasil mengukur tinggi Piramida. Diketahui bahwa panjang sisi
alas Piramida Besar adalah 756 kaki, sehingga jarak dari pusat alas piramida ke tepinya
adalah 378 kaki. Untuk mengukur tinggi Piramida, ia memerintahkan pembantunya yang
memiliki tinggi 6 kaki untuk berdiri di ujung bayangan Piramida. Diperoleh ukuran-
ukuran jarak ujung bayangan piramida dari sisi Piramida 342 kaki, dan panjang bayangan
anak buah Thales 9 kaki.
LK 08
Jawab:
GEOMETRI 182
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 09Luas dan Keliling.
Masing-masing cat tembok memiliki daya sebar yang berbeda. Sebagai contoh, cat merk
D memiliki daya sebar 12m2 per liter, yang berarti dibutuhkan 1 liter untuk mengecat 1
lapis permukaan seluas 12m2. Sementara itu, daya sebar cat V hanya 9m2 per liter
dengan harga yang lebih murah. Dari kasus tersebut, selain informasi daya sebar dan
harga masing-masing merk, tentu saja luas permukaan yang harus dicat juga harus
diperhitungkan. Pada bagian ini Anda akan belajar tentang Luas dan keliling bangun
bersisi datar. Sebagai tambahan wawasan, Anda dapat membaca Bahan Bacaan 7
tentang Luas dan Keliling.
LK 09
Jawab:
GEOMETRI 183
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 10: Teorema Pythagoras
Segitiga siku-siku memiliki sifat yang unik terkait dengan panjang sisi-sisinya. Pada
Tablet Babylonia (Plimpton 322) yang dibuat sekitar 1900 1600 SM memuat tripel
Pythagoras. Pythagoras sendiri hidup sekitar 580 500 SM. Teorema Pythagoras
berbunyi:
Pada segitiga siku-siku berlaku hubungan.
Kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku sama dengan jumlah
kuadrat sisi-sisi yang lain.
Konvers teorema Pythagoras menyatakan pada segitigadengan sisi a, b, dan sisi
terpanjang c, jika c2 = a2 + b2 maka segitiga ABC merupakan segitigasiku-siku.
Konvers teorema Pythagoras ini dipercaya telah digunakan oleh bangsa Mesir kuno
untuk membuat segitiga siku-siku dengan cara merentangkan tali yang memiliki simpul
dengan jarak yang sama.
1. Buktikan bahwa pada segitiga siku-siku dengan sisi a,b , dan sisi terpanjang c ,berlaku
c2 = a2 + b2.
2. Pada tahun 1927 telah diterbitkan buku The Pythagorean Proposition karya Elisha
Scott Loomis yang memuat ratusan bukti teorema Pythagoras. Buku tersebut memuat
lebih dari 200 bukti teorema Pythagoras, termasuk bukti dari Pythagoras sendiri, Euclid,
Leonardo da Vinci, dan Presiden Amerika Serikat James Garfield. Cobalah Anda mencari
satu pembuktian teorema Pythagoras yang berbeda dengan bukti yang telah Anda
tuliskan di LK 1.
GEOMETRI 184
MATEMATIKA MATEMATIKA
LK 10
Jawaban:
GEOMETRI 185
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktivitas 11: Lingkaran
Lembar Kerja 11
2. Jelaskan bagaimana Anda mendapatkan rumus keliling dan luas lingkaran berjari-jari .
3. Archimedes (287 212 SM) menyatakan bahwa luas suatu lingkaran sama dengan
luas segitiga yang panjang sisi siku-sikunya sama dengan jari-jari dan keliling lingkaran.
Benarkah pernyataan ini? Berikan penjelasannya.
4. Pada sebuah lingkaran besar sudut pusat adalah dua kali besar sudut keliling yang
menghadap busur yang sama. Buktikan pernyataan tersebut.
5. Diberikan titik pada lingkaran berpusat di . Jelaskan mengapa garis singgung lingkaran
di titik tegak lurus terhadap .
6. Ada berapa garis singgung lingkaran dapat dibuat melalui titik jika
a. di luar lingkaran
b. pada lingkaran
c. di dalam lingkaran
7. Lukis sebarang lingkaran dan titik di luar lingkaran. Dengan menggunakan jangka dan
penggaris, lukis garis singgung lingkaran melalui .
6. Lukis dua lingkaran sebarang yang tidak konsentris (tidak sepusat), lukislah garis
singgung persekutuan luar.
8. Pada gambar dua lingkaran di bawah, lukislah garis singgung persekutuan dalam.
GEOMETRI 186
MATEMATIKA MATEMATIKA
9. Berdasarkan langkah-langkah di atas, turunkan rumus untuk mendapatkan panjang
garis singgung persekutuan dalam.
LK 11
Jawaban:
GEOMETRI 187
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 12: Geometri Transformasi
Gambar di bawah merupakan salah satu bentuk pengubinan karya MC. Escher yang
berjudul Sea Horse. Pola tersebut dibuat menggunakan transformasi geometri. Pola-
pola yang lain karya beliau dapat dilihat di [Link] .
Pada bagian ini, Anda akan belajar tentang transformasi geometri. Untuk memperdalam
pemahaman Anda dapat membaca bahan bacaan pada uraian materi.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan isometri dan transformasi apa saja yang
termasuk di dalamnya?
3. Di manakah posisi titik-titik invarian pada translasi, rotasi, refleksi, dan dilatasi.
LK 12a
Jawaban:
GEOMETRI 188
MATEMATIKA MATEMATIKA
Lembar Kerja 12b
LK 12b
Jawaban:
GEOMETRI 189
MATEMATIKA MATEMATIKA
Lembar Kerja 12c
Salah satu sifat pantulan bola pada meja bilyar adalah, sudut datang akan sama dengan
sudut pantul (< = <). Bola 1 akan disodok sehingga setelah memantul akan mengenai
bola 2.
LK 12c
Jawaban:
GEOMETRI 190
MATEMATIKA MATEMATIKA
Lembar Kerja 12d
2. Buatlah pola pengubinan yang dibuat dengan prinsip rotasi, dengan mempelajari
situs [Link] Terlebih
dahulu.
LK 12d
Jawaban:
GEOMETRI 191
MATEMATIKA MATEMATIKA
E. Rangkuman
1. Pengertian Sudut
a. Satuan Derajat ( . )
GEOMETRI 192
MATEMATIKA MATEMATIKA
1 = 60
1 = 60
Apabila busur AB sama dengan jari-jari lingkaran, maka dikatakan bahwa besar
suduttersebut satu radian.
Perbandingan = = 1, menunjukkan ukuran sudut AOB.
GEOMETRI 193
MATEMATIKA MATEMATIKA
Besar sudut disebut 1 gon apabila panjang busur
1
AB =400 keliling lingkaran, maka :
1 2
1 gon = . .p rad = 1 p rad
400 200
Dengan berpegang pada hubungan di atas maka akan didapatkan konversi sebagai
berikut :
1 rad = 57 17 44
3) Mengubah radian ke gon ( konversi 2 ) p rad = 200 g
rad = 200pg , apabila p = 3,14 maka diperoleh :
1 rad = 63,69 g
GEOMETRI 194
MATEMATIKA MATEMATIKA
18
0
1 = 0,017 rad
Mengubah radian ke
derajat ( konversi 1 ) p
rad = 180
180o
2 rad = 57 17 44
1 rad = 63,69 g
GEOMETRI 195
MATEMATIKA MATEMATIKA
1 = 0,017 rad
1g = 0,016 rad
180
1 = 1,11 g
200
1g = 0,9
Untuk mencari luas bangun datar yang beraturan dapat dilihat pada uraian diatas sesuai
dengan jenis bangun datarnya. Adapun untuk bangun yang tak beraturan dapat dilakukan
dengan menggunakan :
4. Teorema Phytagoras
Dalam segitiga siku-siku berlaku teorema Pytagoras, yaitu : Kuadrat sisi
miring sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi sikunya .
GEOMETRI 196
MATEMATIKA MATEMATIKA
Teorema Phytagoras : a2+b2=c2
5. Segitiga Istimewa
Suatu segitiga siku-siku sama kaki, jika sisi sikunya adalah x satuan maka sisi miringnya
adalah x2 satuan.
c 2 = a2 + b 2maka : c= a2 + b 2
c = 2 + 2
c =2 2
c = x2
a. Segitiga
K = a+b+c
L = . [Link]
= ( ). ( ). ( )
++
Dimana s = 2
GEOMETRI 197
MATEMATIKA MATEMATIKA
b. Persegi panjang
K=2.(p+l)L=p.l
c. Bujur sangkar K = 4. s
L = s . s = s2
d. Jajaran genjang
K = 2. (a + b )
L = a. t
e. Belah ketupat
K=4.s
L=.a.b
GEOMETRI 198
MATEMATIKA MATEMATIKA
f. f. Layang-layang
K = 2. (a + b)
L=.p.q
dimana :
q = BD
p = AC
g. Trapesium
K=a+b+c+d
L = .(a + b) . t
h. Lingkaran
K = 2.p . r
GEOMETRI 199
MATEMATIKA MATEMATIKA
K = p . d .. dimana 2.r = d
L = p . r 2......dimana 2.r = d
1
= 4.p.d2.......dimana r = d
b. Aturan Mid-Ordinat
Seperti halnya aturan trapesoida, pada aturan diambil tengah-tengah dari masing-
masing ordinat.
GEOMETRI 200
MATEMATIKA MATEMATIKA
Luas pilah ABHG = d . m1 Luas pilah BCIH = d . m2
Aturan Simpson
Aturan ini biasanya dipergunakan untuk menghitung luas daerah di bawah kurva f(x) dengan
sumbu-x pada interval tertentu [a , b].
dimana :
A : Luas daerah
d : Lebar pilah
F : Ordinat pertama
L : Ordinat terakhir
Pengertian Transformasi
Transformasi dapat dipandang sebagai pemetaan dari himpunan titik ke himpunan titik.
Biasanya titik yang dipetakan adalah (x,y), titik hasil pemetaan/bayangannya adalah ( x,y).
Jenis-jenis Transformasi
a. Translasi ( penggeseran )
b. Refleksi ( pencerminan )
c. Rotasi( perputaran )
GEOMETRI 201
MATEMATIKA MATEMATIKA
d. Dilatasi ( perkalian )
No Transformasi Pemetaan
1 Identitas (x , y) (x , y)
2 (x , y) (x , y )
Translasi
GEOMETRI 202
MATEMATIKA MATEMATIKA
9 Dilatasi pusat O dan faktor skala k (x , y) (kx , ky)
GEOMETRI 203
MATEMATIKA MATEMATIKA
F. Tes Formatif
Tentukan keliling daerah yang berbayang-bayang pada gambar berikut:
Gunakan skala 1 cm untuk menyatakan satuan pada sumbu x dan sumbu y. Gambarlah
suatu segiempat dengan titik sudut A(1, 1), B(5, 2), C(4, 4), dan D(2,4). Tentukan
bayangan segiempat ABCD pada translasi sejauh 5 satuan dalam arah positif sumbu x
dan 2 satuan dalam arah negatif sumbu y.
Koordinat titik A dan B berturut-turut adalah (-2, 2) dan (1, 4). Garis yang
menghubungkan A dan B direfleksikan terhadap sumbu x untuk mendapatkan A dan B.
Kemudian AB direfleksikan terhadap garis x= 3 untuk memperoleh A dan B. Tentukan
koordinat A, B, A, dan B.
ABC dengan titik sudut A, B, C yang koordinatnya berturut-turut adalah (2, 2), (4, 5),
dan C(4, 2). ?ABC dirotasikan sejauh 900 dengan arah berlawanan dengan arah jarum
jam dan pusat rotasi titik O, bayangannya adalah A1B1C1. ?ABC juga dirotasikan
sejauh 900 dengan arah searah dengan arah jarum jam dan pusat rotasi titik O,
bayangannya adalahA2B2C2. Tentukan koordinat A1, B1, C1, A 2, B2, dan C2.
Salinlah gambar berikut, kemudian dilatasikan ? LMN dengan E sebagai pusat dilatasi
dan faktor dilatasi
GEOMETRI 204
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 205
MATEMATIKA MATEMATIKA
G. Kunci Jawaban
1. Keliling = ( 2+ 5 + 6 + 5 + 3 + 8 + 3 + 6 + 2 + 8 ) cm
= 48 cm.
2. L = (2 8) + (6 3) + (3 8) = 16 + 18 + 24 = 58
GEOMETRI 206
MATEMATIKA MATEMATIKA
5. Dari gambar di bawah anda dapat menentukan koordinat A1, B1, C1, A2, B2, dan
C2yaitu: A1(-2, 2), B1(-5, 4), C1(-2, 4), A2(2, -2), B2(-4, 5), dan C2(-4, 2).
6. Hasil dilatasi ? LMN dengan E sebagai pusat dilatasi dan faktor dilatasi dapat
dilihat pada gambar berikut.
GEOMETRI 207
MATEMATIKA MATEMATIKA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
A. Tujuan
Tujuan dari penulisan modul ini adalah:
1. Melalui penugasan peserta diklat dapat menentukan hubungan antar unsurunsur
dalam bangun ruangdengan cermat
2. Melalui diskusi peserta diklat dapat menerapkan konsep volume bangun ruang
dalam menyelesaikan maslah kejuruandengan teliti.
C. Uraian Materi
1. Unsur-unsur bangun ruang
Anda telah mempelajari berbagai bentuk bangun ruang, antara lain kubus, balok,
prisma, limas, dan bola. Sekarang anda akan mempelajari unsur-unsur yang terdapat
pada kubus dan balok. Untuk itu perhatikan kubus [Link] berikut.
GEOMETRI 208
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.4.1 Kubus ABCDEFGH
Kubus mempunyai 6 sisi yang berbentuk persegi yaitu persegiABCD, ABFE, BCGF,
DCGH, ADHE, dan EFGH. ABCD disebut bidangalas, seringkali disebut alas
danEFGHdisebutbidang atas [Link]. Sisi yang lain disebutsisi tegak atau
bidang tegak. SisiABCDberhadapandengansisiEFGH. Cobalah anda mencari sisi
lainyang juga berhadapan.
Setiap 2 sisi kubus berpotongan menurut suatu garis. Garis tersebut disebut rusuk
kubus. Jadi ada 12 rusuk, yaitu AB, BC, CD, DA, AE, BF, CG, DH, EF, FG, GH, dan HE.
Rusuk-rusuk tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu rusuk yang
terletak pada bidang alas, rusuk yang terletak pada bidang atas, dan rusuk yang
terletak pada bidang tegak. Sebutkan rusuk-rusuk mana yang terletak pada alas,
bidang atas, dan bidang tegak.
Kubus mempunyai 8 titik sudut, yaitu titik-titik A, B, C, D, E, F, G, dan H disebut titik
sudut kubus [Link]. Anda dapat melihat bahwa di antara titik-titik tersebut ada
yang terletak pada satu bidang. Titik-titik ini disebut titik sebidang. Titik-titik A, B, C,
dan D adalah titik-titik yang terletak pada bidang yang sama, yaitu bidang ABCD.
Karena itu, titik-titik tersebut dikatakan titik yang sebidang. Sedangkan titik A dan
titik G tidak sebidang. Titik A berhadapan dengan titik C yang sebidang, dan titik A
juga berhadapan dengan titik G yang tidak sebidang.
Bila anda menghubungkan 2 titik berhadapan yang sebidang anda mendapatkan
sebuah garis yang disebut diagonal bidang. Contoh CH adalah diagonal bidang yang
GEOMETRI 209
MATEMATIKA MATEMATIKA
terletak pada bidang DCGH. Ada berapa diagonal bidang pada suatu kubus?
Sebutkan semua diagonal bidang pada kubus [Link].
Bila anda menghubungkan 2 titik berhadapan yang tidak sebidang anda
mendapatkan sebuah garis yang disebut diagonal ruang. Contoh CE adalah diagonal
ruang, karena titik C dan titik E adalah titik yang berhadapan, tetapi mereka tidak
sebidang. Titik C terletak pada bidang DCGH dan titik E terletak pada bidang ABFE.
Ada berapa diagonal ruang pada suatu kubus? Sebutkan semua diagonal ruang pada
kubus [Link].
Sekarang perhatikan titik C yang berhadapan dengan titik E dan titik B yang
berhadapan dengan titik H. Anda dapat membuat bidang yang memuat rusuk BC
dan HE, yaitu bidang BCHE. Bidang BCHE disebut bidang diagonal. Ada berapa
bidang diagonal dalam suatu kubus? Sebutkanlah bidang-bidang diagonal pada
kubus [Link].
Contoh:
a) namaunsureuntukgaris
Penyelesaian:
GEOMETRI 210
MATEMATIKA MATEMATIKA
a) Garis AB adalah rusuk kubus
ABCD. EFGH.
b) Titik D dan titik F adalah titik yang tidak sebidang. Mereka adalah dua titik yang
berhadapan. Titik D dan titik G adalah titik yang sebidang, kedua titik tersebut
berhadapan.
2. Jaring-jaring
Anda dapat membedah suatu kubus dan meletakkan sisinya sedemikan hingga sisi-
sisi tersebut terletak pada satu bidang seperti terlihat pada gambar berikut, yang
disebut jaring-jaring kubus.
Ada beberapa cara untuk membuat jaring-jaring kubus.
Contoh 1:
GEOMETRI 211
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.4.2 Jaring-Jaring Kubus
Anda mengenal juga bangun ruang yang berbentuk prisma. Berikut ini adalah
gambar suatu prisma segienam beserta jaring-jaringnya.
GEOMETRI 212
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.4.4 Prisma Segienam
Contoh 2:
GEOMETRI 213
MATEMATIKA MATEMATIKA
Anda dapat mengetahui bahwa permukaan kubus terdiri dari 6 persegi. Tentunya
anda masih ingat bahwa luas persegi yang sisinya s adalah s2.
Karena permukaan kubus terdiri dari 6 persegi dan sisi persegi menjadi rusuk kubus,
maka luas permukaan kubus yang panjang rusuknya s adalah 6 s2. Jika luas
permukaan kubus dinyatakan sebagai A, maka:
A = 6 s2
Contoh:
Penyelesaian:
A = 6 s2 = 6x52= 150
Jadi luas permukaan kubus yang panjang rusuknya 5 cm adalah 150 cm2.
Luas permukaan suatu bangun ruang seringkali hanya dikatakan sebagai luas
permukaan bangun ruang yang bersangkutan.
GEOMETRI 214
MATEMATIKA MATEMATIKA
Pada Kegiatan Belajar 1, Anda telah mempelajari jaring-jaring balok. Jaring-jaring
balok tersebut dapat menolong Anda untuk menentukan luas permukaan balok.
Berikut ini adalah satu jaring-jaring balok. Dari jaring-jaring ini Anda dapat
mengetahui bahwa permukaan balok terdiri dari 2 persegi panjang dengan panjang L
(sebagai panjang balok), dan lebar H (sebagai tinggi balok), 2 persegi panjang dengan
panjang L dan lebar W (sebagai lebar balok), serta 2 persegi panjang dengan panjang
W dan lebar H . Tentunya anda masih ingat bahwa luas persegi panjang yang
panjangnya L dan lebarnya H adalah L H.
Jika suatu balok dengan tinggi H, panjang L, lebar W, dan luasnya A, maka
A = 2 (L x W + H x L + H x W)
Contoh 2:
Suatu kotak perhiasan berbentuk balok dengan panjang 20 cm, lebar, 10 cm, dan
tinggi 5 cm. Tentukan lebar kain minimal yang dapat digunakan untuk melapisi
seluruh permukaan kotak perhiasan tersebut.
Penyelesaian:
GEOMETRI 215
MATEMATIKA MATEMATIKA
5. Luas Permukaan Prisma
Contoh 3:
Penyelesaian:
GEOMETRI 216
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jaring-jaring prisma tersebut adalah:
Keliling alas = 12 + 16 + 20 = 48
Jadi luas prisma = { 48 x 9 + 2 (96) } cm2 = 624 cm2.
Gambar (a) berikut menunjukkan dua lingkaran yang berjari-jari sama, r, dan persegi
panjang dengan lebar h dan panjang 2 r, yang merupakan keliling lingkaran. Untuk
membentuk silinder atau tabung di gambar (b), anda dapat menggulung persegi
panjang sehingga sisi AB dan CD berimpit. Kedua lingkaran yang berjari-jari sama
menjadi alas dan tutup tabung. Persegi panjang tersebut menjadi selimut tabung.
GEOMETRI 217
MATEMATIKA MATEMATIKA
Luas alas dan tutup tabung masing-masing adalah r2
Jika luas permukaan tabung A, maka
A = 2 r h + 2r2
A =2r ( h + r )
Contoh 4:
Diameter atau garis alas suatu silinder 14 cm. Sedangkan tinggi silinder 10 cm.
Tentukan luas silinder.
Penyelesaian:
22
Pilih = 7
14
r = 7 = 7 dan h = 10
22
A = 2 r ( h + r ) = { 2x 7
7( 10 + 7 ) } = 748
GEOMETRI 218
MATEMATIKA MATEMATIKA
T pada alas, dan TM merupakan tinggi [Link] selimut kerucut tersebut Anda
buka dan kemudian Anda bentangkan pada suatu bidang datar, maka Anda
memperoleh bentuk berikut.
Bentuk ini berupa juring lingkaran yang berjari-jari a, yang disebut apotema, dan
panjang busur sama dengan keliling lingkaran alas yang jari-jarinya R. Keliling
lingkaran alas = 2R.
Luas selimut kerucut =
2
= 2 a2
A = R a + R2
A=R(a+R)
GEOMETRI 219
MATEMATIKA MATEMATIKA
2R
= 2 360o
R
= 360o
Contoh 5:
Selimut sebuah kerucut yang telah dibuka berupa setengah lingkaran yang berjari-
jari 4 cm. Hitung luas kerucut.
Penyelesaian:
1
Keliling lingkaran alas = 2 2(4) = 4.
GEOMETRI 220
MATEMATIKA MATEMATIKA
8. Luas Permukaan Limas
Bila limas tersebut direbahkan sedemikian hingga semua sisi sebidang dengan alas,
diperoleh jaring-jaring limas berikut ini
Dari gambar jaring-jaring limas di samping, Anda dapat menentukan luas limas yang
merupakan jumlah dari luas alas (persegi ABCD) dan luas sisi-sisi tegaknya (ABP,
BCP, CDP, dan ADP).
Jadi luas limas [Link] = luas persegi ABCD + luas ABP + luas BCP + luas CDP +
luas ADP.
Luas limas = Luas alas + Luas seluruh sisi tegak
GEOMETRI 221
MATEMATIKA MATEMATIKA
Contoh 6:
Diketahui limas segiempat beraturan [Link] dengan rusuk AB = 12cm dan tinggi
limas 8 cm. Tentukan luas limas.
Penyelesaian:
AB = 12 cm
OF = EB = AB = 6 cm
TO = 8 cm.
TF = Tinggi BCT = { (OT)2+ (OF)2} cm
= ( 82 + 62 ) cm = 10 cm
Luas persegi ABCD = ( 12 12 ) cm2 = 144 cm2.
Luas ABT = luas CDT = luas ADT
= luas BCT = BC x TF = x 12 x 10
= 60 cm2
Luas limas T. ABCD = luas alas + luas seluruh sisi tegak
=( 144 + 4 x x12x 10 ) cm2 = 384 cm2.
A = 4 R2
GEOMETRI 222
MATEMATIKA MATEMATIKA
Contoh 7:
Luas bola = 4 R2
22
= 4x x72 = 616
7
Contoh 8:
Luas bola = 4 R2
= 4 102
= 400
Perhatikan contoh 7 dan 8. Dari kedua contoh tersebut, Anda dapat melihat
22
bahwa Anda dapat memilih sebagai 7
jika jari-jari bola kelipatan 7. Pemilihan
ini dilakukan untuk memudahkan perhitungan yang Anda lakukan. Jika bukan
kelipatan 7, Anda dapat tetap menggunakannya untuk menghitung luas bola.
GEOMETRI 223
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar di atas menunjukkan sebidang tanah yang disiapkan untuk suatu bangunan.
Pemborong dengan sengaja meninggalkan timbunan tanah. Tahukah Anda bahwa
tujuannya adalah memperkirakan volume tanah yang diambil dari areal tersebut?
a. Volume Balok
5 cm3.
GEOMETRI 224
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dari beberapa balok di atas, Anda dapat menemukan volume balok dengan
mengalikan panjang, lebar, dan tinggi, yang bersatuan panjang sama. Karena itu,
volume, V, dari balok yang berpanjang L, berlebar W dan bertinggi H, ditentukan
dengan rumus berikut.
V = ( L W H ) satuan volume
Luas alas
Contoh 1:
Penyelesaian:
a) L = 9, W = 7, V = 315
V=L W H
315 = 9 7 H
H =315 =5
9 7
Jadi tinggi balok 5 cm.
b)A = 2 ( L W + H L + H W )
GEOMETRI 225
MATEMATIKA MATEMATIKA
Contoh 2:
Tentukan volume kayu yang digunakan untuk membuat kotak terbuka, yang
berbentuk balok, dengan ketebalan 2 cm, jika diketahui ukuran bagian dalam kotak
adalah panjang 54 cm, lebar 46 cm, dan kedalaman 18 cm.
Penyelesaian:
= 13.288 cm3.
b. Volume Kubus
Kubus merupakan kejadian khusus dari balok, artinya kubus adalah balok dengan
panjang, lebar, dan tinggi sama. Misal panjang, lebar, dan tinggi kubus adalah s .
Dengan kata lain panjang rusuk kubus adalah s.
Jika volume kubus dinyatakan dengan V dan rusuknya s, maka V = s3
Contoh 3:
Nyatakan:
b) 1 m3 dalam cm3.
Penyelesaian:
GEOMETRI 226
MATEMATIKA MATEMATIKA
a)Karena 1 cm = 10 mm, berarti kubus dengan rusuk 10 mm mempunyai volume
1cm3.
Jadi 1 cm3 = (10 10 10) mm3 = 1.000 mm3 .
Untuk menentukan volume suatu cairan digunakan satuan khusus. Satuan ini adalah
mililiter (ml), liter (l), dan kiloliter (Kl). Biasanya Anda membeli susu atau bensin
dengan satuan liter dan obat dengan satuan mililiter.
1 ml = 1 cm3
1
k
l = 1.000 l = 1m3
Contoh 4:
Sebuah kontainer berbentuk balok dengan panjang 20 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 14
cm. Tentukan volume cairan, dalam l, yang dapat dimuat kontainer tersebut (hal ini
sering disebut sebagai kapasitas kontainer).
Penyelesaian:
Volume kontainer = (20 3 14) cm3 = 840 cm3
1.000 cm3 = 1l
Jadi volume cairan dalam kontainer = 0,84 l.
GEOMETRI 227
MATEMATIKA MATEMATIKA
c. Volume Prisma
Tiga prisma berikut diperoleh dengan menumpuk beberapa bangun yang identik
yang dipotong dari kardus.
Volume prisma tegak persegi panjang atau balok = luas alas tinggi
Begitu juga luas prisma tegak segitiga = luas alas tingi
Secara umum , untuk prisma tegak yang volumenya dinyatakan dengan V, didapat
rumus
V=AH
Contoh 5:
Penyelesaian:
= 36 cm2
GEOMETRI 228
MATEMATIKA MATEMATIKA
= { (6+ 5 + 6 + 4 + 3) 4,5 } cm 2 = 108 cm2
d. Volume Tabung
Alas tabung berbentuk lingkaran dan luas lingkaran yang berjari-jari r adalah r2. Jika
volume tabung V, maka
V = r2h
Contoh 6:
Garis tengah lingkaran alas sebuah tabung 14 cm dan tingginya 10 cm. Tentukan
volume tabung.
Penyelesaian:
14 22 2
r= 2
= 7, h = 10, V = r2h = 7
x7 x10 = 1.540 cm2
GEOMETRI 229
MATEMATIKA MATEMATIKA
Bayangkan sebuah silinder berjari-jari R dan tingginya h. Misal silinder lain yang lebih
kecil dengan jari-jari r (r<R) dengan tinggi sama, yaitu h, dimasukkan ke dalam silinder
yang berjari-jari R. Kejadian ini menghasilkan sebuah pipa, seperti gambar berikut.
= R2h -r2h
= h (R2 - r2)
Contoh 7:
Penyelesaian:
Volume pipa = (1,84 3,34 12) cm3 = 76,7 cm3 (dibulatkan sampai 1 tempat desimal).
Jadi volume logam yang digunakan untuk membuat pipa adalah 73,7 cm3
GEOMETRI 230
MATEMATIKA MATEMATIKA
e. Volume Limas
Perhatikangambar kubus
[Link] di samping [Link] O
merupakan perpotongan diagonal
ruang, sehingga kubus terbagi
menjadi 6 limas segiempat, dengan
alas persegi, yang sama besar.
Keenam limas tersebut adalah [Link], [Link], [Link], [Link],[Link], dan [Link].
Dengan demikian tinggi setiap limas adalahsetengah panjang rusuk kubus, s. Karena
keenam limas sama besar, maka
1
volume setiap limas = volume kubus.
6
1
= 6 s3
1 1
=3 (2s) s2
1
=3Luas alas x tinggi
Secara umum, suatu limas yang luas alasnya A dan tingginya h, dan volumenya V, maka
V =A.h
Contoh 8:
GEOMETRI 231
MATEMATIKA MATEMATIKA
Sebuah limas tegak dengan alas berbentuk persegi panjang yang panjangnya 5 dan
lebarnya 4. jika tinggi limas 6, tentukan volume limas.
Penyelesaian:
f. Volume Kerucut
Kerucut adalah bentukkhusus dari limas. Kekhususannya terletak pada bentuk alas.
Alas kerucut berbentuk lingkaran. Jika suatu kerucut dengan tinggi h dan jari-jari alas
r dan volume V, maka
1
V = r2 h
3
Contoh 9:
Jika jari-jari sebuah kerucut 7 cm dan tingginya 10 cm, maka hitunglah volume
kerucut tersebut.
Penyelesaian:
1
Volume kerucut = ( r2 h ) cm3
3
1
= ( 3 x 72 x 10) cm3
1
= 513 cm3
3
g. Volume Bola
Contoh 10:
GEOMETRI 232
MATEMATIKA MATEMATIKA
Tentukan volume bola yang jari-jarinya 15 cm.
Penyelesaian:
4
= R3
3
4
V = 3 153
V = 300
Bangun ruang apakah yang sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari?
Ya, balok adalah bangun ruang yang sering Anda jumpai dalam kehidupan
sehari-hari. Cobalah Anda amati ruang kelas Anda, kemasan-kemasan yang
Anda jumpai di toko, atau benda lain yang terdapat di sekitar Anda. Pada
umumnya benda-benda tersebut berbentuk balok. Karena itulah untuk
memahami letak titik, garis, dan bidang dalam ruang, Anda dapat memulainya
dengan memahami letak titik dan garis pada balok. Untuk itu perhatikan balok
[Link] berikut.
GEOMETRI 233
MATEMATIKA MATEMATIKA
Tentunya anda masih ingat bahwa balok adalah suatu bangun ruang yang
dibatasi oleh 6 persegi panjang yang sepasang-sepasang berukuran sama. Sisi-
sisi yang berukuran sama adalah sisi-sisi yang saling berhadapan.
Sisi ABCD berhadapan dengan sisi EFGH. Kedua sisi ini merupakan persegi
panjang yang berukuran sama, artinya panjang persegi panjangABCDsama
dengan panjang persegi panjang EFGH begitu juga denganlebarnya. Dalam hal
ini AB = EF dan BC = FG.
Sekarang perhatikanlah titik A. Titik A terletak pada garis AB dan juga pada garis
AD, tetapi titik A tidak terletak pada garis BC. Titik A adalah titik yang terletak
pada bidang ABFE dan tidak terletak pada bidangEFGH. Hal ini dikatakan juga
sebagai: bidang ABFE memuat titik A atautitik A termuat pada bidang ABFE dan
bidang EFGH tidak memuat titik A atau titik A tidak termuat dalam bidang EFGH.
Cobalah Anda cari bidang lain yang juga memuat titik A.
Setelah itu perhatikan garisAB. Garis AB terletak pada bidangABCD, tetapi tidak
terletak pada bidang BCGF. Hal ini juga dikatakanbahwa: garis AB termuat pada
bidang ABCD dan tidak termuat pada bidang BCGF atau bidang ABCD memuat
garis AB dan bidang BCGF tidak memuat garis AB. Cobalah Anda cari bidang lain
yang memuat garis AB.
Beberapa hal yang bisa kita dapatkan dari kegiatan di atas adalah
GEOMETRI 234
MATEMATIKA MATEMATIKA
a. Garis g dan h terletak pada sebuah bidang, sehingga dapat terjadi :
garis g dan h berhimpit, g = h
garis g dan h berpotongan pada sebuah titik
garis g dan h sejajar
b. Garis g dan h tidak terletak pada sebuah bidang, atau garis g dan h bersilangan,
yaitu kedua garis tidak sejajar dan tidak berpotongan.
Contoh :
GEOMETRI 235
MATEMATIKA MATEMATIKA
c. Garis yang sejajar dengan CF
d. Garis yang berpotongan dengan BE
e. Garis yang bersilangan dengan FG
f. Bidang yang sejajar dengan bidang BDG
Jawab :
a. Titik D dan F
b. Titik A, D, F, G
c. DE
d. EA, EF, ED, EH
e. AB, DC, AE, DH
f. AFH
b. Hubungan antara garis dan bidang serta garis dan garis dalam ruang
Setelah Anda mempelajari letak titik dan garis dalam ruang, sekarang Anda
mempelajari bagaimana hubungan antara garis dan bidang dalam ruang. Untuk
itu, perhatikan kubus berikut.
GEOMETRI 236
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dari gambar di atas Anda dapat melihat bahwa garis BG dan FC terletak pada
bidang BCGF. Kedua garis ini (BG dan FC) sebidang dan berpotongan di titik T.
Tentunya Anda dengan mudah dapat memahami bahwa sudut yang dibentuk
oleh garis BG dan FC adalah sudut siku-siku (besarnya 900).
Garis BG dan garis ED tidak sebidang, kedua garis tersebut dikatakan
bersilangan. Kedua garis ini (BG dan ED) tidak dapat berpotongan. Lebih lanjut
Anda dapat mengatakan bahwa BG dan ED adalah dua garis yang bersilangan
tegak lurus, karena ED //FC serta BG dan FC berpotongan tegak lurus.
Contoh 1:
letak titik C?
Penyelesaian:
GEOMETRI 237
MATEMATIKA MATEMATIKA
Garis yang tegak lurus dengan garis DH adalah garis AD dan DC. Kembali perhatikan
kubus [Link] berikut.
Garis FC dan garis ED juga dua garis yang sebidang, tetapi mereka tidak
berpotongan, karena kedua garis ini sejajar. Karena garis ED sejajar dengan salah satu
garis yang terletak pada bidang BCGF, maka dikatakan bahwa garis ED sejajar dengan
bidang BCGF.
Garis DC tegak lurus dengan garis
BC (mengapa?). Grais DC jugategak lurus garis CG (mengapa? Karena garis DC tegak
lurus pada garia BC dan CG yang berpotongan, maka garis BC tegak lurus pada bidang
yang memuat garis BC dan CG, yaitu bidang BCGF.
Perhatikanlah baik-baik bahwa untuk menentukan bahwa suatu garis tegak lurus pada
suatu bidang, Anda harus menunjukkan bahwa garis tersebut tegak lurus pada dua garis
berpotongan yang terletak pada bidang tersebut. Sedangkan untuk menunjukkan
bahwa suatu garis sejajar suatu bidang, Anda cukup menunjukkan bahwa garis tersebut
sejajar dengan satu garis yang terletak pada bidang tersebut.
Contoh 2:
Tentukan:
Penyelesaian:
GEOMETRI 238
MATEMATIKA MATEMATIKA
DCGH.
DH tegak lurus garis DC karena DCGH persegi panjang. DH tegak lurus garis DA karena
ADHE persegi panjang.
DH tegak lurus bidang yang memuat DC dan DA, yaitu bidang ABCD.
Contoh 1:
Garis DH adalah garis pada bidang DCGH. Garis AD adalah garis pada bidang ABCD.
DH = DC, AD = DC, DC garis potong atau garis sekutu bidang DCGH dan
ABCD. < ADH adalah sudut tumpuan bidang DCGH dan ABCD. < ADH =900 (ADHE
persegi panjang). Karena sudut tumpuan bidang DCGH dan
ABCD besarnya 900, maka bidang DCGH dan ABCD merupakan bidangyang berpotongan
tegak [Link] lagi perhatikan kubus [Link].
Bidang ADHE dan bidang BCGF adalah dua bidang yang sejajar, karena kedua bidang
tersebut tidak bersekutu pada satu titikpun.
Carilah bidang-bidang lain pada [Link] yang saling sejajar.
GEOMETRI 239
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dua bidang sejajar, bila kedua bidang tersebut masing-masing memuat dua garis
berpotongan yang sepasang-sepasang sejajar.
Contoh 2:
Tunjukkan bahwa bidang AFH dan bidang BDG pada kubus [Link] adalah dua
bidang yang sejajar.
Bukti:
berturut-turut pada garis BD dan HF. Karena itu BD//HF....(2) Dari (1) dan (2) didapat
bidang AFH//bidang BDG.
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda sering mendengar istilah jarak. Misal jarak
dari Jakarta ke Surabaya adalah 950 km. Dalam hal ini yang dimaksud dengan
jarak adalah panjang jalan yang dilalui, jika seseorang berjalan dari Jakarta ke
GEOMETRI 240
MATEMATIKA MATEMATIKA
Surabaya. Jalan ini tentunya berbelok-belok, mendaki, atau menurun. Dalam
geometri jarak antara dua titik adalah ruas garis penghubung kedua titik
tersebut. Hal ini biasanya Anda katakan sebagai panjang (ruas) garis.
Contoh:
Pada kubus ABCD yang rusuknya 5cm, panjang AH = 5v2 cm (cobalah Anda hitung
dengan teorema Pythagoras).
Anda dapat pula menentukan jarak dari suatu titik A ke suatu garis g. Untuk itu buatlah
garis tegak lurus dari titik A ke garis g, namakan garis ini garis d. d memotong garis g di
titik [Link] PP1 adalah jarak titik P ke garis g
.
Sekarang Anda akan menentukan jarak dari suatu titik P ke bidang . Untuk itu,
proyeksikanlah titik P ke bidang , hasilnya adalah titik P1.. Titik P1 disebut proyeksi P
pada bidang . Jika Q sembarang titik pada bidang , makaPP1Q adalah segitiga siku-
siku dengan <P1 sudut siku-siku dan PQ sisi miring. PP1 adalah jarak titik P ke bidang .
GEOMETRI 241
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jika ada dua garis sejajar, bagaimanakah Anda menentukan jarak keduanya?
Pada gambar di samping, garis a dan b adalah dua garis sejajar. P sembarang titik
padapada garis a dan P1 proyeksi P pada b. Jarak antara garis a dan b adalah panjang
ruas garis PP1.
Contoh 7:
Diketahui kubus [Link] dengan rusuk 6cm.
Tentukan: jarak antara
a) titik C dan titik H,
b) titik B dan garis CF,
c) titik E dan bidang ADGF,
d) garis AB dan garis GH.
Jawab:
GEOMETRI 242
MATEMATIKA MATEMATIKA
a) Perhatikan DCH adalah segitiga siku-siku dengan sisi siku-siku DC = 6 cm dan
DH = 6 cm serta sisi miring CH.
CH2 = v (CD2+ DH2 ) cm
= v (36 + 36) cm
= v 72 cm = 6v2 cm.
b) Untuk menentukan jarak dari titik B ke garis CF terlebih dahulu dibuat bidang
melalui B dan CF, yaitu bidang BCGF. Setelah itu tentukan proyeksi B pada CF.
Karena BCGF suatu persegi, maka proyeksi B pada CF adalah titik P.
Jadi jarak B ke CF = BP = BG
c) Jarak E ke bidang ADGF adalah ruas garis EQ dengan Q titik potong AF dan BE
dan Q merupakan proyeksi E pada ADGF.
1
EQ = EB = (1 6v2 ) cm = 3v2 cm.
2 2
d) AB dan GH merupakan dua garis sejajar. Jadi jaraknya dapatdiwakili oleh jarak
salah satu titik pada AB, misal A, ke garis GH. Karena GH//DH dan GH//EH, maka
GH tegak lurus pada bidangADHE. Dengan demikian GH tegak lurus pada semua
garis padabidang ADHE. Berarti GH //AH. Dengan demikian proyeksi A pada GH
adalah titik H. Jadi jarak AB dan GH adaalah AH = 6v2 cm.
Dari beberapah hal tersebut din atas kita peroleh kesimpulan sebagai berikut:
GEOMETRI 243
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jarak antara titik A dengan garis g adalah AB, karena AB tegak lurus dengan garis g
Jarak titik A ke bidang H adalah AB, karena garis AB Tegak lurus dengan bidang H
c. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis hubung yang letaknya tegak
lurus pada kedua garis bersilangan itu.
GEOMETRI 244
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jarak antara garis g dan h adalah AB karena AB tegak lurus g dan h
Jarak antara garis g dan Bidang H adalah AB, karena AB tegak lurus g dan Bidang H.
Contoh :
Diketahui kubus [Link] dengan panjang rusuk 10 cm. Hitunglah jarak antara :
GEOMETRI 245
MATEMATIKA MATEMATIKA
a. Titik A ke H
b. Titik A ke P (P adalah perpotongan diagonal ruang)
c. Titik A ke garis CE
d. Titik A ke bidang BCGF
e. Titik A ke bidang BDHF
f. Titik A ke bidang BDE
g. Garis AE ke garis CG
h. Garis AE ke garis CG
i. Bidang ABCD ke EFGH
Jawab :
a. Jarak titik A ke H = AH
AH = AD 2 DH 2 = 100 100
= 200
= 10 2 cm
b. Jarak titik A ke P = AP
= AG
10
= 3 cm
2
GEOMETRI 246
MATEMATIKA MATEMATIKA
c. Jarak A ke CE = AK
1
.10 2 .10 2 .10 3. AK
2
1
.10 2 .10
AK 2
1
.10 3
2
10 2
AK
3
10
AK 6
3
AR = AC = 10 2 = 5 2 cm
GEOMETRI 247
MATEMATIKA MATEMATIKA
Perhatikan persegi panjang ACGE di bawah :
Garis AG berpotongan tegak lurus dengan garis ER dititik T, sehingga jarak A ke Bidang
BDE adalah AT.
ER = AR 2 AE 2
= 50 100
= 150
= 5 6 cm.
. 5 2.10 = . 5 6. AT
50 2 = 5 6. AT
50 2 10
AT = = 3 cm
5 6 3
Jarak AE ke CG = AC = 10 3
Anda telah mempelajari jarak antara dua titik, jarak dari suatu titik ke suatu garis, dan
jarak titik ke bidang. Sekarang marilah kita mempelajari jarak antara dua bidang sejajar.
Jarak antara dua bidang sejajar adalah panjang ruas garis yang menghubungkan sebuah
titik di salah satu bidang dengan proyeksinya di bidang yang lain.
GEOMETRI 248
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar di samping menunjukkan bidang yang sejajar dengan bidang . P titik
sembarang pada bidang . P1 proyeksi P pada . Jarak antara bidang dan adalah
panjang ruas garis PP1.
Anda tahu bahwa ada garis yang bersilangan. Bagaimanakah caranya, jika Anda diminta
untuk menentukan jarak antara dua garis yang bersilangan? Jarak antara dua garis
bersilangan adalah ruas garis yang memotong tegak lurus kedua garis tersebut. Untuk
itu, cermatilah cara untuk menentukan suatu garis yang memotong tegak lurus kedua
garis terebut.
Ada 2 cara yang dapat Anda lakukan untuk menentukan garis yang memotong tegak
lurus dua garis yang bersilangan. Kegunaan masing-masing cara dapat Anda sesuaikan
dengan ketentuan yang ada. Masing-masing cara diuraikan pada uraian berikut ini.
Cara 1:
a) Buat garis b1 yang memotong
garis a dan sejajar garis b.
GEOMETRI 249
MATEMATIKA MATEMATIKA
b) Buat bidang yang melalui a dan b1. Bidang adalah bidang yang sejajar dengan
garis b karena memuat garis b1 yang sejajar b.
c) Tentukan proyeksi garis b pada bidang , namakan b2. Garis b2 sejajar dengan
garis b dan memotong garis a di titik A.
d) Melalui titik A buat garis yang tegak lurus pada bidang . Garis ini memotong
garis b di titik B.
e) Ruas garis AB adalah garis yang memotong tegak lurus garis a di titik A dan
memotong tegak lurus garis b di titik B. Jadi panjang ruas garis AB merupakan
jarak antara garis a dan garis b.
Cara 2:
a) Buatbidangyang
memotong tegak lurus garisa di
titik P.
b) Proyeksikangarisbke
bidang , namakan garis b1.
c) Pada bidang buat garis melalui P dan memotong tegak lurus garis b1di titik Q.
d) Melalui titik Q buat garis tegak lurus bidang dan memotong garis b di titik B.
e) Melalui titik B buat garis sejajar QP yang memotong garis a di titik A.
f) Ruas garis A B merupakan ruas garis yang memotong tegak lurus garis a di titik A
dan memotong tegak lurus garis b di titik B. Jadi ruas garis AB merupakan jarak
antara garis a dengan garis b.
GEOMETRI 250
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jika garis a dan b bersilangan tegak lurus, maka cara 2 dapat disederhanakan sebagi
berikut:
Contoh:
Tentukan:
Jawab:
GEOMETRI 251
MATEMATIKA MATEMATIKA
Untuk itu, pilih titik A. Proyeksi titik A pada bidang CDHG adalah D. Dengan demikian
jarak antara bidang ABFE dan bidang CDHG adalah panjang ruas garis AD, yang sama
dengan panjang rusuk kubus. Jadi jarak antara kedua bidang ABFE dan bidang CDHG
adalah 12 cm.
b)Garis AE dan garis DF adalah dua garis yang bersilangan. Untuk menentukan jarak
antara kedua garis berarti harus ditentukan terlebih dahulu garis yang memotong
keduanya. Pilih bidang ABCD yang tegak lurus pada garis AE. Proyeksikan DF ke bidang
ABCD, hasilnya adalah garis DB. Melalui titik A pada bidang ABCD buat garis yang
memotong tegak lurus garis DB, namakan titik ini titik P. Titik P adalah titik potong
diagonal AC dengan DB Melalui titik P buat garis sejajar AE yang memotong DF di titik N.
Melalui N buat garis sejajar PA yang memotong AE di titik M. Dengan demikian panjang
garis MN adalah jarak antara garis AE dengan garis DF.
MN = AP = AC = 6v2 cm.
GEOMETRI 252
MATEMATIKA MATEMATIKA
Ya, EBG adalah segitiga samasisi, karena ketiga sisinya sama panjang (semua sisi ? EBG
adalah diagonal bidang pada kubus [Link]). Jika penjang rusuk kubus s, maka
panjang sisi ? EBG adalah sv2
h
Sudut antara dua garis bersilangan
Sudut antara dua garis bersilangan ditentukan dengan membuat garis sejajar salah satu
garis bersilangan tadi dan memotong garis yang lain dan sudut yang dimaksud adalah
sudut antara dua garis berpotongan itu.
GEOMETRI 253
MATEMATIKA MATEMATIKA
Garis g bersilangan dengan h
Garis h1 sejajar dengan h
Memotong g
Sudut antara g dan h sama dg
Sudut antara g dan h1
Sudut antara garis dan bidang hanya ada jika garis menembus bidang.
Sudut antara garis dan bidang adalah sudut antara garis dan proyeksinya pada bidang
itu.
GEOMETRI 254
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 2.4.31 Sudut antara bidang dan bidang
(G,H)
Bidang G dan H berpotong pada garis (G,H). Garis g pada G tegak lurus gais (G,H).
Garis h pada H tegak lurus garis (G,H)
Sudut antara bidang G dan H sama dengan sudut antara garis g dan h
Contoh :
Diketahui kubus [Link] dengan panjang rusuk 5 cm. Tentukan :
GEOMETRI 255
MATEMATIKA MATEMATIKA
H G
E F
D C
A B
5 cm
6
=
3
f. Proyeksi
a. Proyeksi titik pada bidang
GEOMETRI 256
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jika titik A diluar bidang H, maka proyeksi A pada bidang H ditentukan sebagai
berikut :
a. Jika sebuah garis tegak lurus pada bidang maka proyeksi garis ke bidang itu
berupa titik.
b. Jika garis sejajar bidang maka proyeksi garis ke bidang merupakan garis yang
sejajar dengan garis yang diproyeksikan.
Contoh :
Diketahui limas beraturan T. ABCD dengan AB = 5 cm dan TA = 8 cm.
Hitunglah panjang proyeksi :
a. TB pada bidang ABCD
b. TB pada bidang TAC
GEOMETRI 257
MATEMATIKA MATEMATIKA
a. Proyeksi T pada bidang ABCD adalah titik O. Jadi proyeksi TB pada bidang ABCD
= BO
BO = .AC
= AB 2 BC 2
= 25 25
= 5 2
5
= 2 cm
2
TO = TB 2 BO 2
25
= 64
2
103
=
2
1
= 206 cm
2
GEOMETRI 258
MATEMATIKA MATEMATIKA
D. Aktivitas Pembelajaran
1. Pengantar:
Dalam kegiatan ini Anda akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mencapai
kompetensi berkaitan dengan Geometri. Kegiatan-kegiatan tersebut akan terbagi
dalam beberapa topik, di antaranya adalah:
a. Bangun Ruang, pada bagian ini dibahas tentang bangun ruang bersisi datar
yaitu balok, prisma, dan limas yang meliputi pengertian, unsur-unsur, volum
dan luas permukaannya. Dibahas juga bangun ruang sisi lengkung yang meliputi
tabung, kerucut, dan bola.
b. Jarak dan Sudut dalam Dimensi Tiga, pada bagian ini dibahas tentang
pengertian jarak dan sudut dalam ruang berdimensi tiga, cara menentukan
jarak antara obyek-obyek, dan cara menentukan besar sudut antara dua obyek
dalam ruang berdimensi tiga.
2. Aktifitas
GEOMETRI 259
MATEMATIKA MATEMATIKA
LK 01a
Jawab:
GEOMETRI 260
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 01b
LK 01b
Jawab:
GEOMETRI 261
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 01c
Jelaskan bagaimana cara mendapatkan rumus volum dan luas permukaan balok,
prisma, dan limas.
LK 01c
Jawab:
GEOMETRI 262
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 01d
Sebuah corong mesin penggiling padi terbuat dari plat stainless steel berbentuk
seperti pada gambar dengan penampang atas dan bawah berbentuk persegi.
a. Jika berat bahan yang digunakan adalah 8 kg/m2, tentukan berat corong tersebut.
b. Jika bagian tersebut berisi rata penuh dengan padi, tentukan volum padi yang
dapat ditampung.
LK 01d
Jawab:
GEOMETRI 263
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 2: Bangun Ruang Sisi Lengkung
LK 02a
Jawab:
GEOMETRI 264
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 02b
Di desa Sengir, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY, terdapat 71 rumah dome yang
bagian atapnya berbentuk kubah setengah bola berdiameter 7m. Jika bagian kubah
ini akan dicat, dan 1kg cat dapat digunakan untuk mengecat 9m2, berapa kilogram
cat yang diperlukan?
LK 02b
Jawab:
GEOMETRI 265
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 02c
Untuk mengenang jasa pahlawan kemerdekaan, sebuah tugu bambu runcing akan
dibangun dengan desain utama berbentuk tabung terpancung terbuat dari beton
dengan diameter luar 2m, tebal dinding 40cm, bagian tertinggi 12m, bagian
terrendah 10m. Tentukan volum beton monumen tersebut.
LK 02c
Jawab:
GEOMETRI 266
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 02d
Sebuah corong mesin penggiling dengan bahan plat besi terdiri atas tabung dan
kerucut teriris, denan ukuran seperti pada gambar. Jika berat plat besi adalah 23
kg/m2.
b. Berapa volum bahan dapat ditampung oleh corong dengan permukaan atas rata?
LK 02d
Jawab:
GEOMETRI 267
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 3: Jarak dalam Dimensi Tiga
Titik pusat sebuah bola berjari-jari 10 cm terletak 1 m dari dinding. Jarak bola ke
dinding tersebut adalah ... cm.
LK 03a
Jawab:
GEOMETRI 268
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 03b
Garis g tegak lurus terhadap sebuah garis h yang terletak pada bidang . Apakah hal
ini menjamin bahwa garis g tegak lurus terhadap bidang ? Jelaskan!
LK 03b
Jawab:
GEOMETRI 269
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 03c
LK 03c
Jawab:
GEOMETRI 270
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 03d
Pada ruang berbentuk kubus [Link], seekor cicak hendak merayap di dinding
dari titik A ke titik F. Berapa jarak terpendek yang dapat ditempuh cicak?
LK 03d
Jawab:
GEOMETRI 271
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 03e
Pada kubus [Link], berapakah jarak antara bidang AFH dan bidang BDG?
LK 03e
Jawab:
GEOMETRI 272
MATEMATIKA MATEMATIKA
LEMBAR KERJA 03f
Panjang setiap rusuk bidang empat beraturan [Link] adalah 16 cm. Jika P
Pertengahan AT , dan Q pertengahan BC, tentukan panjang PQ adalah.
LK 03f
Jawab:
GEOMETRI 273
MATEMATIKA MATEMATIKA
Aktifitas 4: Sudut dalam Dimensi Tiga
1. Dua garis berpotongan akan membentuk empat sudut. Dari keempat sudut tersebut,
yang digunakan untuk sudut antara dua garis adalah sudut terkecilnya. Jelaskan
bagaimana langkah-langkah menentukan sudut antara
4. Diketahui kubus [Link]. Besar sudut yang dibentuk oleh garis BG dengan bidang
BDHF adalah
5. Diketahui kubus [Link] dengan panjang rusuk 6 cm. Jika sudut antara diagonal
AG dengan bidang alas adalah , maka nilai sin adalah
GEOMETRI 274
MATEMATIKA MATEMATIKA
E. Rangkuman
1. Kedudukan Titik, Garis, Dan Bidang
GEOMETRI 275
MATEMATIKA MATEMATIKA
3) Bidang V dan bidang H berpotongan. Perpotongan kedua bidang berupa garis
lurus yang disebut garis potong atau garis persdekutuan.
DCHG, ADHE.
Balok [Link] mempunyai 12 rusuk, yang merupakan 2 perpotongan sisi, antara lain: AB,
BF, dan EH. Balok [Link] mempunyai 8 titik sudut, yang merupakan perpotongan
rusuk, antara lain: B dan G.
EC adalah salah satudiagonal ruangpada balok [Link]. ED adalah salah
satudiagonal bidangpada balok [Link].
ADGF EC adalah salah satubidang diagonalpada balok [Link].
GEOMETRI 276
MATEMATIKA MATEMATIKA
3. Luas Bangun Ruang
A = 2 (L x W + H x L + H x W)Luas
prisma adalah
A=2r(h+r)
= 4 R2
V = ( L W H ) satuan volume
Luas alas
V = s3
GEOMETRI 277
MATEMATIKA MATEMATIKA
V=AH
Alas tabung berbentuk lingkaran dan luas lingkaran yang berjari-jari r adalah
V = r2h
Jika V volume silinder berlubang dengan jari-jari lingkaran luar R dan jari-jari lingkaran
dalam r, maka
V = h (R2 - r2)
Jika suatu limas dengan luas alas A, tinggi h, dan volume V, maka
V= Ah
Jika suatu kerucut dengan tinggi h, jari-jari alas r, dan volume V, maka
V = r2 h
AE,
GEOMETRI 278
MATEMATIKA MATEMATIKA
titik A terletak pada bidang yangmemuat garis AB, AD, dan AE, yaitu bidang ABCD,
ABFE, dan ADHE.
Garis AB dan garis GH adalah dua garis yang sejajar. Garis BG dan
garis DC adalah dua garis yang bersilangan.
Garis AB dan garis DH adalah dua garis yang bersilangan tegak lurus.
Garis AB sejajar dengan bidang CDHG, karenaABsejajar dengan salahsatu garis pada
bidang CDHG yaitu garis CD.
Garis AB tegak lurus dengan bidang CBFG, karenaABtegak lurus dengandua garis
berpotongan pada bidang CBFG yaitu garis CB dan BF.
Bidang ABCD berpotongan dengan bidang DECF.
Jarak antara dua titik adalah ruas garis terpendek yang menghubungkandua titik
tersebut.
Jarak antara sebuah titik ke sebuah garis adalah panjang garis yangmemproyeksikan
titik ke garis. Begitu juga jarak titik ke bidang.
Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak salah satu titik di salah satu garis ke garis
yang lain.
Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak luruspada kedua garis
tersebut.
Jarak antara dua bidang yang sejajar adalah jarak dari salah satu titikpada bidang yang
satu ke bidang yang lain.
Sudut antara garis dengan bidang adalah sudut antara garis tersebut dengan
proyeksinya pada bidang.
Sudut antara dua bidang adalah sudut tumpuan kedua bidang.
Sudut tumpuan dua bidang adalah sudut antara dua garis pada masing-masing bidang
di mana garis-garis tersebut masing-masing tegak lurus pada garis potong kedua bidang.
GEOMETRI 279
MATEMATIKA MATEMATIKA
F. Tes Formatif
Kerjakan soal-soal berikut dengan cermat.
1. Diketahui suatu balok [Link] dengan panjang 8 cm, lebar 6 cm, dan tinggi 5 cm.
Tentukan panjang: diagonal bidang dan diagonal ruangnya.
2. Gambarlah jaring-jaring kubus yang panjang rusuknya 2 cm.
3. Gambarlah limas segilima. Sebutkan unsur-unsurnya.
4. Tentukan luas balok dengan panjang 24 mm, lebar 18 mm, dan tinggi 5 mm.
3. Tentukan luas kubus yang rusuknya 12.
Gambar di samping adalah gambar prisma tegak dengan alas persegi panjang BCDE.
Segitiga ABC merupakan saklah satu sisi tegaknya.
5. Sebuah kerucut dengan jari-jari lingkaran alas 14 cm dan apotema 10 cm. Tentukan
luas kerucut tersebut.
6. Pak Sembiring ingin membuat tempat air berbentuk silinder dengan jari-jari
lingkaran alas 1 m dan tingginya juga 1 m. Tentukan luas minimal bahan yang
diperlukan Pak Sembiring.
7. Tentukan luas bola yang jari-jarinya 15 cm.
8. Sebuah tangki berukuran panjang 4 m, lebar 2 m, dan tinggi 4,8 m. Mula-mula tangki
tersebut diisi air separonya. Tentukan kedalaman air dalam tangki setelah 4.000 l air
ditambahkan lagi ke dalam tangki tersebut.
GEOMETRI 280
MATEMATIKA MATEMATIKA
9. Tentukan volume prisma yang gambarnya
seperti gambar di samping ini.
10. Gambar di samping menunjukkan pipa yang terbuat dari logam dengan diameter
bagian luar 28 mm dan diameter bagian dalam 20 mm. Panjang pipa 3,5 [Link]
volume logam yang diperlukan untuk membuat pipa tersebut.
11. Melalui sebuah pipa dengan garis tengah atau diameter 56 mm dialirkan air dengan
kecepatan 3m/det. Berapa volume air, dalam liter, yang dapat ditampung dalam pipa
tersebut per 1 menit?
12. Tentukan volume dan luas permukaan bangun berikut, yang terdiri dari dua balok.
14. Apakah bentuk proyeksi suatu garis pada suatu bidang? Jelaskan jawaban Anda.
15. Pada balok [Link], apakah bidang AFH sejajar dengan bidang BDG? Jelaskan
jawaban Anda.
16. Suatu kubus [Link] dengan rusuk 10 cm. Tentukan jarak antara bidang BDE
dengan bidang CFH.
17. Tentukan jarak titik C ke garis HF pada kubus [Link] yang panjang rusuknya 5.
GEOMETRI 281
MATEMATIKA MATEMATIKA
G. Kunci Jawaban
1. Penyelesaian: berikut adalah gambar balok [Link]. Panjang = A B = 8 cm
Lebar = BC = 6 cm Tinggi = AE = 5 cm
Diagonal bidang = AC
= v (A B2 + BC2 ) = v ( 64 + 36 ) cm =
10 cm.
Diagonal ruang = CE
v (AC2 + AE2 )
v ( 102 + 52 ) cm
5v5 cm.
GEOMETRI 282
MATEMATIKA MATEMATIKA
3. Berikut adalah gambar limas segilima.
Limas [Link] mempunyai 10 rusuk, yaitu AB, BC, CD, DE, dan AE rusuk-rusuk yang
terletak pada bidang alas dan TA, TB, TC, TD, dan TE yang merupakan rusuk tegak.
3. 1284 mm2.
4. 1728.
5. 75 cm2.
6. Tinggi setiap segitiga 3v3 cm. Luas setiap segitiga 9v3 cm2.
Jadi luas bidang empat 36v3 cm 2.
7. 1.056 cm2.
8. 4 m2.
9. 900 cm2.
10. 2, 9 m.
11. 1.404 cm3.
12. r = 28 mm = 2,8 cm, h = 3 m = 300 [Link] air yang dapat dialirkan per detik = r2h
22
=( 7
x2,8x2,8x300 ) cm3 = 7.392 cm3.
GEOMETRI 283
MATEMATIKA MATEMATIKA
14. 1.056 cm3.
Jadi 443.5 liter air per menit dapat ditampung dalam pipa (tempat decimal).
c) < DFH
17. Proyeksi suatu garis pada suatu bidang berupa titik jika garis tersebut tegak lurus pada
bidang dan berupa garis jika garis tersebut tidak tegak lurus bidang.
18. Ya, karena masing-masing bidang memuat dua garis berpotongan yang sepasang-
sepasang saling sejajar.
10
19. 3
3
10
20. 6
2
GEOMETRI 284
MATEMATIKA MATEMATIKA
BABIII
PENUTUP
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diklat berhak untuk mengikuti tes untuk
menguji kompetensi yang telah dipelajari. Apabila peserta diklat dinyatakan
memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini, maka peserta berhak
untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.
Mintalah pada widyaiswara untuk uji kompetensi dengan sistem penilaian yang
dilakukan langsung oleh pihak institusi atau asosiasi yang berkompeten apabila
peserta telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul, maka hasil yang
berupa nilai dari widyaiswara atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi
oleh pihak institusi atau asosiasi profesi. Selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan
sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat peserta
berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh institusi atau
asosiasi profesi.
GEOMETRI 285
MATEMATIKA MATEMATIKA
UJI KOMPETENSI
1. Sebuah lukisan pada dinding kaca sebuah rumah
desainnya seperti gambar di samping. Keliling bangun
yang berbayang-bayang pada gambar tersebut
adalah....
A. 174
B. 175
C. 176
D. 177
GEOMETRI 286
MATEMATIKA MATEMATIKA
A. 6
B. 62
C. 63
D. 12
5. Sebuah kebun berbentuk segitiga ABC dengan koordinat titik A(2,0), B(0,-5) dan
C(-3,1). Koordinat bayangan segitiga ABC tersebut bila dicerminkan terhadap sumbu
x adalah.....
A. A (2,0) B (0,5) C(-3,-1)
B. A (0,2) B (5,0) C(-1,-3)
C. A (0,-2) B (-5,0) C(-1,-3)
D. A (-2,0) B (0,5) C(3,-1)
6. Sebuah tangki berbentuk balok dengan panjang 60 cm dan lebar 40 cm berisi air
dengan ketinggian 30 cm. Dalam tangki tersebut dimasukkan potongan es
berbentuk balok dengan ukuran 20 cm, 15 cm, dan 12 cm. Kedalaman air setelah es
1
mencair, anggap volumenya menyusut 10 adalah...cm
A. 31,35
B. 31,30
C. 31,25
D. 31.20
7. Ada 500 kaleng berbentuk silinder tanpa tutup atas. Masing-masing dengan
diameter 8 cm dan tinggi 14 cm. Kaleng-kaleng ini dibuat darilempengan seng.
Bagian luar kaleng-kaleng ini dicat. luas seluruh bidang yang di cat adalah ...m2
A. 20,096
B. 20,095
C. 20,094
D. 20,093
GEOMETRI 287
MATEMATIKA MATEMATIKA
8. Berapa banyak kotak korek api yang berukuran 80 mm, 75 mm, dan 18 mm yang
dapat dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang ukuran bagian dalamnya 72 cm, 60
cm, dan 45 cm?
A. 1500
B. 1600
C. 1700
D. 1800
10. Suatu segiempat bertitik sudut (0, 0), (2, 1), (3, 2), dan (3, 5). Tentukan bayangan
segiempat tersebut terhadap geseran sejauh 5 pada arah positif sumbu x dan
sejauh 7 pada arah negatif sumbu y.
A. (5, -7), (7, -6), (8, -5), (8, -2).
B. (5, 7), (7, 6), (8, 5), (8, 2).
C. (-5, -7), (-7, -6), (-8, -5), (-8, -2).
D. (-5, 7), (-7, 6), (-8, 5), (-8, 2).
GEOMETRI 288
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR PUSTAKA
Amin, S.M. (2004). Geometri Dimensi Dua. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum.
Amin, S.M. (2004). Geometri Dimensi Tiga. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum.
Lee Peng Yee, Fan Liang Huo, Teh Keng Seng, Looi Chin Keong. 2002. New Syllabus
PTE LTD.
Lee Peng Yee, Teh Keng Seng, Looi Chin Keong. 1997. New Syllabus D Mathematics 4.
------ 1996. New Syllabus D Mathematics 2. Singapore: Shinglee Publishers PTE LTD.
Suwaji, U.T. dan Suharjana, A. (2015) Geometri dan Pengukuran. Bahan Belajar Diklat Pasca
GEOMETRI 289
MATEMATIKA MATEMATIKA
GLOSARIUM
ISTILAH KETERANGAN
Diagonal
Garis penghubung dua titik sudut berhadapan yangsebidang.
bidang
Diagonal
Garis penghubung dua titik sudut berhadapan yangtidak sebidang.
ruang
GEOMETRI 290
MATEMATIKA MATEMATIKA
ISTILAH KETERANGAN
tersebut.
GEOMETRI 291
MATEMATIKA MATEMATIKA
GEOMETRI 292
MATEMATIKA MATEMATIKA