0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan22 halaman

Pengertian dan Klasifikasi Isolator Listrik

Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Makalah ini membahas pengertian, bahan, dan klasifikasi isolator. Isolator diklasifikasikan menjadi isolasi padat, cair, dan gas. Bahan isolasi padat umumnya terdiri dari kaca, keramik, dan resin.

Diunggah oleh

igedeagusdarmawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan22 halaman

Pengertian dan Klasifikasi Isolator Listrik

Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Makalah ini membahas pengertian, bahan, dan klasifikasi isolator. Isolator diklasifikasikan menjadi isolasi padat, cair, dan gas. Bahan isolasi padat umumnya terdiri dari kaca, keramik, dan resin.

Diunggah oleh

igedeagusdarmawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISOLATOR

OLEH :
I GEDE AGUS DARMAWAN
146712151011

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA
JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas Mata
Kuliah.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna,
maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga tuhan yang maha esa
senantiasa membalas kebijakan dan melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.

Jakarta,10-10-2017

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ ii


DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 1
1.1. LATAR BELAKANG .............................................................................................................. 1
1.2. RUMUSAN MASALAH ......................................................................................................... 1
1.3. TUJUAN ................................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 2
2.1. PENGERTIAN ISOLATOR .................................................................................................. 2
2.2. BAHAN ATU BENDA BERSIFAT ISOLATOR.................................................................. 2
2.3. KLASIFIKASI ISOLATOR .................................................................................................... 2
BAB III PENUTUP ................................................................................................................................ 8
3.1. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 8
3.2. SARAN ................................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................. 9

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Didalam pemmelajaran mengenai peralatan tegangan tinggi,tentu kia


memgelal istilah-istilah yang tidak asing lagi terutama yang mengenai atu yang
berhubunghan dengan listrik dan [Link]-hal dasar atu istilah-istilah yang
umum kita dengar seperti konduktor,isolator,semikonduktor dan lain-lain.

Didalam makalah ini kami akan membahas ISOLATOR,sebagai salah satu bahan
acuan pemblajaran energi listriik. Istilah isolator tidak asing lagi bagi kita,mungkin
sudah banyak yang mengetahui apa itu isolator dan adapun yang masih belum
mengetahui apa itu [Link] ini saya akan menbahas tetang isolator dan
memperdalam pengetahuan tetang isolator.

1.2. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain :

1. Apa itu isolator?


2. Apa beda dan bahan isolator?
3. Apasaja klasifikasi isolator?
1.3. TUJUAN

Tujuan dari pembuatan makalah ini utnuk mebahas dan memperdalam mengenai
apa itu isolator,dan memnuhi tugas dari dosen matakuliah Peralatan tegangan
tinggi.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN ISOLATOR

Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atu sulit melakukan perpindahan
muatan listrik. Dalam bahan isolator valensi elektronnya terikat kuat pada atom-
atomnya. Bahan-bahan ini di pergunakan dalam alat-alat elektro sebagai
isolator,atau eng hambat mengalirnya arus listrik. Isolator berguna juga sebagai
penopang beban atau pemisah antara konduktor tanpa membuat adanya arus
mengalir keluar atu atara konduktor. Istilah ini di pergunakan untuk menamai alat
yang di gunakan untuk menyangga kabel trasmisi listrik pada tiang listrik.

2.2. BAHAN ATU BENDA BERSIFAT ISOLATOR

Bahan-bahan yang bersifat isolator ialah bahan-bahan yang akan menghambat


arus listrik bila di hubungkan dengan sumber tegangan, bahan-bahan ini biasanya
tidak dapat menghantar listrik.

Beberapa benda atu bahan seperti kaca,karet,kertas,kayu atau bahan teplon


merupakan bahan isolator yang sangat bagus. Beberapa bahan sitentis juga
cukup bagus di pergunakan sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atu karet
bahan-bahan ini di pilih sebagai isolator kabel karena lebih mudah di bentuk /
diproses sementara masih bisa menyumbat aliran listrik pada voltase menengah
(ratusan, mungkin ribuan volt).

2.3. KLASIFIKASI ISOLATOR


Secara umum isolasi dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Isolasi padat
2. Isolasi cair
3. Isolasi gas

Kemampuan isolasi dalam menahan tegangan memounyai batas-batas


tetentu sesuai dengan material penyusun dan lingkungan sekitarnya.
Apabila tengan yang di terpkan melebihi kuat medan isolasi makan akan

2
terjadi tembus atu breakdown yang menyebabkan terjadinya aliran arus
atara peralatan tegangan tinggi, kekuatan isolasi gas di pengaruhi
beberapa hal antara lain temperatur, kelembaban, angin, tingkat
kontaminasi udara dan besar tegangan yang di terapakn. Adanya kondisi
hujan asam, hujan basa, hujan garam, serta hujan di pegunungan akan
mempengaruhi kekuatan isolasi dalam mencegah terjadinya tembus atar
dua peralatan tegangan tinggi yang diisolasi. Pemodelan perlalatan
tengangan tinggi dengan elektroda jarum homongen dan elektroda bola
homogen di gunakan untuk mengetahui tegangan tebus gas antara
keduanya jika ternyadi perubahan terhadap lingkungan sekitar,selama
pengujian isolasi di laboratorium tegangan tinggi. Contoh penggunaan
peralatan teganggan tinggi. Contoh penggunaan tegangan tinggi yang
menyertupai elektroda jarum adalah arcing horn(busur api) yang di pasangi
tiap ujung rentang isolator. teknik analisis data mengguanakan cara analisis
data kualitatif intrpretatif dan analisis stastik secara elemeter. Kedua
metode ini digunakan sejak awal penelitian dimulai, diantaranya dalam
memilih obyek, sample, mengkasifikasikan simbol hingga kesimpulan akhir
penelitian. Analisis data secara stastik digunakan untuk menaksir prosden
tase tembus yang [Link] percobaanmenunjukan bahwa tegangan
tembus udara berbanding lurus dengan tegangan tembus udara berbanding
lurus dengan tekanan. Persentase karbondioksida dan kelembaban udara
tetap beerbanding terbalik dengan kenaikan temperatur.

1. ISOLASI PADAT

Isolasi padat yang di gunakan dalam peralatan sistem tegangan tlistrik


adalah bahan organis, anorganis, dan polimer sistetis. Contoh bahan
organias adalah kerrtas, kayu, dan karet, sedangkan anorganis adalah
keramik dan mika.

Contoh polimer sintetis adalah polyviny chlorid dan resin epoksi. Bahan
isolasi padat yang banyak digunakan adalah mika, kermaik, dan gelas.
Kemampuan isolator dan besar polutan yang menempel pada permukaan
baahan isolator. Polutan akan menyebabkan permukaan lebih konduktif.

3
Konduktifitas yang lebih besar ini akan menyebabkan aliran arus apanila di
beri tegangan besar arus yang mengalir tergantunga pada besar polutan,
nilai arus yang maengalir di permukaan isolator mempengaruhi nilai
tegangan flashover,semakin besar niali arus yang mengalir maka semakin
kecil nilai tegangan flashover dalam hal ini istensitas polusi dinyatakan
dalam ESDD (equivalent salt deposity).

Bahan isolator padat


Ada beberapa bahan isolasi bentuk padat yang di kenal dalam
bidang kelistrikan, bahan-bahan tersebut antara lain:
a. Kaca adalah subtansi yang di buat dengan pendingin bahan-
bahan yang di lelehkan, tidak berbentuk Kristal tetapi tetap
pada kondisi berrongga. Kaca pada umumnya terdiri dari
campuran silikat dan beberapa senyawa antara lain:
Borat,Pospat. Kaca di buat dengan cara melelehkan
beberapa senyawa silikat (pasir), alkali (Na dan K) dengan
bahan lain (kapur,oksida timah hitam). Karena itu sifat dari
kaca tergantung dari komposisi bahan-bahan pembentuknya
tersebut.
Masa jenis kaca berkisar antara 2 hingga 8,1 g/cm2,
kekuatan tekananya 6000 hingga 21000 kg/cm2, kekuatan
tariknya 100 hingga 300 kg/cm2. Karena kekuatan tariknya
relative kecil, maka kaca adalah bahan yang regas, walaupun
kaca merupakan substasi berongga. Tetapi tidak memounyai
titik lelah yang tegas,karena pelelahannya adalah perlahan-
lahan ketika suhu pemanasnya di naikan titik pelelahan kaca
berkisar antara 500 hingga 17000 c. makin sedikit kandungan
S1o2 nya makin rendah titik pelembekan suatu
[Link] pula halnya dengan mau di panjangkanya,
makin besar kadar S1o2 yang di kandungnya akan makin
kecilnya. Muai panjang untuk kaca berkisar antara 5,5-10-7
hingga 150-7/c

4
b. Sitol mempunyai bahan dasar kaca yang merupakan
pengembangan baru, pemakaian sitol adalah sangat luas,
sruktur dan sifat-sifatnya adalah di antara kaca dan keramik.
Sitol juga di sebut kerammik kaca atau kaca Kristal, yang
banyak di jumpai di pasaran antaralain: pyrocrem, vitocream.
Sitol mempunyai struktur Kristal yang halus (hal ini yang
membedakannya dengan kaca biasa) tetapi berongga. Tidak
seperti halnya keramik biasa, sitol tidak di buat dengan
system pembakaran tetapi cendrung dengsn fungsi dari
bahan-bahan mentahnya dengan mejadikanya meleleh dan
kemudian kristalisasi.
c. Proselin adalah bahan isolasi kelompok keramik yang sangat
penting dan luas penggunaanya, istilah bahan- bahan
keramik di gunakan untuk semua baha anorganik yang di
bakar dengan pembakaran pada suhu tinggi daan bahan asal
berubah substansinya. Bahan dasar dari poriselin adalah
tanah liat. Ini berarti bahan dasar tersebutmudah di bentuk
pada waktu basah, tetapi menjadi tahan terhadap air dan
kekuatannya naik setelah di bakar. Penggunaan isolator dari
porselin ataran lain: isolator tarik, isolator penyangga dan rol
isolator.
Mekanisme kegagalan bahan isolator padat
Mekanisme kegagalan bahan isolator padat terdiri dari beberapa
jenis sesuai fungsi waktu penerapan [Link] ini dapat di
lihat sebagai berikut:

5
Grafik kegagalan isloalsi padat
Uraian masing-masing jenis kegagalan pada bahan isolator padat adalah
sebagai berikut
a. Kegagalan asasi (intrinsic) adalah kegagalan yang di sebabkan oleh
jenis dan suhu bahan (dengan menghilangkan pengaruh luar seperti
tekanan, bahan, elektroda, ketidak murnian, kantong-kantong udara.
Kegagalan ini terjadi jika tegangan yang di kenakan pada bahan di
naikan sehingga tekanan listriknya mencapai nilai tertentu yaitu160
volt/cm dalam waktu yang sangat singkat yaitu 10-8 detik.
b. Kegagalan elektromekanik adalah kegagalan yang di sebabkan oleh
adanya perbedaan polaritas antara elektroda yang mengapit zat isolasi
padat sehingga timbul tekanan listrik pada bahan [Link]
listrik yang terjadi menimbulkan tekanan mekanik atara kedua elektroda
tersebut. Pada tegangan 106 volt/cm menimbulkan tekanan mekanik 2
s.d 6 kg/cm2.
c. Kegagalan streamer adalah kegagalan yang terjadi sesudah suatu
banjiran (avalance). Sebelum electron yang memasuki band conduction
di katoda akan bergerak menuju anoda di bawah pengaruh medan
memperoleh energi pada waktu membentur. Jika lintasan beban cukup
panjang maka tambahan energy yang di peroleh melebihi pengionisasi
latis (lattice).
d. Akibatanya di hasilkan tambahan electron pada saat terjadi benturan,
jika suatu tegangan V di kenakan terhadap leketroda bola. Maka pada
media yang berdekatan (gas atu udara) timbul tegangan. Karena gas

6
mempunyai permitivitas lebih rendah dari zat pada padat sehingga gas
akan mengalami tekanan listrik yang besar, akibatnya gas tersebut
akan mengalami kegagalan sebelum zat padat mencapai kekuatan
asasinya. Karena kegagalan tersebut maka akan jatuh sebuah muatan
pada permukan zat padat sehingga medan yang tadinya seragam akan
terganggu. Bentuk muatan anjang ujung pelepasan ini dalam ke adaan
tertentu dapat menimbulkan medan local yang cukup tinggi (sekitar 10
MV/cm). karena medan ini melebihi kekuatan intrisik maka akan terjadi
kegagalan pada zat padat. Proses kegagalan ini terjadi sedikit demi
sedikit yang dapat menyebabkan kegagalan total.
e. Kegagalan termal, adalah kegagalan yang terjadi jika kecepatan
pembangkit panas di suatu titik dalam bahan melebihi laju kecepatan
pembuangan panas keluar. Akibatanya terjadi keadaan tidak stabil
sehingga pada suatu saat bahan mengalami kegagalan.
f. Kegagalan Erosi,adalah kegagalan yang di sebabkan isolasi padat
tidak sempurna,karena adanya lubang-lubang atu rongga dalam isolasi
padat tersebut. Lubang/rongga akan terisi gas atau cairanya yang
kekuatan gagalnya lebih kecil dari kekuatan zat padat.
2. ISOLASI CAIR
Bahan isolasi cair ini biasanya digunakan pada peralatan seperti trasformator,
pemutus beban, rheostat. Bahan isolasi cair memiliki dua fungsi yaitu sebagai
pemisah antara bagian yang bertegangan atau pengisolasi dan juga sebagai
pendingin. Persyaratan agar bahan cair dapat di gunakan sebagai bahan
isolasi adalah mempunyai tegangan tembusnya daya hantar panas yang tinggi.
Beberapa alas an di gunakan bahan isolasi cair adalah sebagai berikut:
a. Isolasi cair memiliki kerapatan 1000 kali lebih di bandingkan dengan
siolasi gas, sehingga memiliki kekuatan di elektrik yang lebih tinggi
menurut hokum paschen.
b. Isolasi cair akan mengisi celah atu ruang yang akan di isolasi dan
secara serentak melalui proses konversi menghilangkan panas yang
timbul akibat ruang energi.

7
c. Isolasi cair cendrung dapat memperbaiki diri dendiri (self healing) jika
terjadi pelepasan muatan (discharge) namun kekurangan uatama isolasi
cair adalah mudah terkontaminasi.

PENERAPAN ISOLASI CAIR


1. Minyak trasformator adalah minyak mineral yang
diperoleh dengan permurnian minyak mentah dalam
pemakaianya, minyak ini karena pengaruh panas dari
rugi-rugi di dalam traformatorkan timbul hindrokarbon.
Selain berasar dari minyak mineral,minyak traformator
dapat pula dibuat dari bahan organic,misalnya minyak
trafo piranol,silicon. Sebagai bahan isolasi,minyak
trasformator harus mempunyai tgangan tembus yang
[Link] besar trafo tenaga kumparan-kumparan
dan intinya direndam dalam minyak-terafo, terutama trafo-
trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena minyak
trafo, mempunyai sifat sebagai media pemindah panas
(disirkulasi) dan bersifat pula sebagai isolasi (daya
tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai
media pendingin dan isolasi.

Utnutk itu minyak trafo harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Kekuatan isolasi tinggi


b. Penyalur panas yang baik memiliki berat jenis yang
kecil,sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat
mengendap dengan cepat
c. Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan
berkemampuan pendingin menjadi lebih baik
d. Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang
menbahayakan
e. Tidak merusak bahan isolasi padat

8
f. Sifat kimia yang stabil sebagai bahan isolasi, minyak
trasformator harus meliki tegangan tembus yang tinggi.
Pengujian tegangan tembus minyak trasformator dapat di
lakukan dengan menggunakan peralatan seperti di tunjukan
pada gambar di bawah ini.

jarak elektroda di buat 2,5cm, sedangkan tegangan a di atur


dengan menggunakan auto trasformator sehingga dapat
diketahui teganagan sebelum saat terjadi a kegagalan isolasi
yaitu terjadinya loncatan bunga api.
Loncatan buanga api dapat di lihat lewat lubang yang di beri
kaca. Selalin itu dapat di lihat dari voltmeter tegangan tertinggi
sebelum terjadi a kegagalan isolasi (karena setelah terjadi a
kegagalan isolasi volt meter akan menunjukan harga nol).
Tegangan tembus nominal minyak tersformator untuk
tegangan kerja tertentu dapat di lihat pada table berikut.

9
Bedasarkan standar yang di keluarkan oleh ASTM yakni
dalam standar D-877 disebutkan bahwa suatu bahan isolasi
harus memiliki tegangan tembus sebesar kuranglebih 30Kv
utnuk lebar sela elektroda 1mm, dengan kata lain kekuatan di
elektrik bahan isolasi kurang lebih 30Kv/mm. sedangkan
mennurut standar ASTM D-1816 sutu bahan isolasi harus
mampu menahan tegangan sebesar 20V untuk suatu lebar
sela elektroda sebesar 1,2mm. standar ini merupakan standar
yang di terima secara internasional dan harus di penuhi oleh
suatu bahan yang sebagai suatu bahan isolasi. Kegunaan
minyak trafo adalah selain untuk bahan isolasi juga sebagai
media pendingin antara kumparan kawat atau inti besi dengan
sirip pendingin. Untuk minyak isolasi pakai berlaku untuk
trasformator berkapasitas > 1 MVA atu bertengangan >30Kv

10
2. Minyak kabel juga nerupakan salahsatu hasil pemumian
minyak bumi. Minyak kabel digunakan untuk memadatkan
penyekat kertas pada kabel tenaga, kabel tanah, dan
terutama kabel tegangan tingg, kecuali uttuk menguapkan
baik daya sekat mekanisnya, penyekat kertas, juga untuk
menjagga atu menahan air supaya tidak meresap,
sekaligus sebagai elektrikum pada dasarnya penyekat
bentuk cair di gunakan sebagai bahan pembersih pada
alat-alat listrik missal a pada reustak. Hal ini banyak di
fungsikan sebagai pengisolasi atau bahan pengisi seperti
pada minyak trafo yang merupakan pemurni bahan-bahan
mineral. Oleh karenaitu bahan isolasi bentuk cair banyak
di gunakan karena memiliki gaya tembus yang tinggi dan
daya antar yang kuat. Adapun kendala-kendala yang bias
menghambat kerja yaitu misalnya pada minyak trafo biasa
terdapt airdan asam.
3. Cairan sitensis di samping bahan-bahan tersebut di atas
terdapat pula isolasi cair sintetis yang juga di gunakan
pada teknik listrik. Isolasi cair sintetis yang sering di
gunakan pada teknik listrik. Isolasi cair sintetis yangjuga
digunakan pada teknik listrik. Isolasi cair sintetis yang
sering di gunakan pada teknik listrik adalah cairan yang
berisi chloor (hidrokarbon) seperti difenil (CH) dimna tiga
sampai lima. Atom hydrogen di ganti dengan atom chloor.
Bahan-bahan ini di antaranya adalah sovol, askarel,
araclor,pyralen, shimbol. Sovol adalah bahan cair yang
agak kental, tidak berwarna, masa jenisnya. Lebih besar
dari minyak terafo, dan tegangan tembusnya hamper
sama dengan minyak trafo dan permiabilitasnya lebih

11
tinggi. Sovol yang di campur dengn sedikit trichlobenza
(CHCL) untuk mengurangi kekentalan sehingga di peroleh
bahan baru yang di sebut covtol. Karena covol dan sovtol
tidak terbakar bila dengan udara dan tidak menyebkan
ledakan. Maka itu trafo yang di isi sovtol tidak berisiko
kebakaran dan ledakan sehingga sovtol tidak di gunakan
pada isolasi pada pemutus dan juga bahan ini beracun
sehingga penggunanya harus hati-hati.

MEKANISME KEGAGALANISOLATOR CAIR

Teori mengenai kegagalan dalam zat cair kurang banyak di


ketahui di bandingkan dengan teori kegagalan gas atu zat
padat. Hal tersebut di sebabkan karena sampai saat ini belum
di dapatkan teori yang dapat menjelaskan proses kegagalan
dalam zat cair yang benar-benar sesuai antara keadaan
secara teoritis dengan keadaan sebenarnya.

Teori gegagalan zat isolasi cair dapat dibagi menjadi empat


jenis yaitu:

a. Teori kegagalan elektronik teori ini merupakan


perluasan teori kegagalan dalam gas, artinya proses
kegagalan yang terjadi dalam zat cair dianggap serupa
dengan yang terjadi dalam gas. Oleh karena itu supaya
terjadi kegagalan di perlukan electron awal yang di
masukan kedalam zat cair, electron awal ini lah yang
akan memulai proses kegagalan.
b. Teori kegagalan gelembung kegagalan gelembung
atau kavitasi merupakan bentuk kegagalan zat cair
yang di sebabkan oleh adanya gelembung-gelembung
gas di dalamnya.
c. Teori kegagalan bola cair jika suatu zat isolasi
mengandung sebuah bola cair dari jenis cairan lain,

12
maka dapat terjadi kegagalan akibat ketidak stabilan
bola zat cair tersebut dalam medan listrik. Medan listrik
akan menyebabkan tetesan bola cairanya tertahan di
dalam minyak yang memanjang searah medan dan
pada medan yang kritis tetesan ini menjadi tidak stabil.
Karena kegagalan akan menjalar dari ujung tetesan
yang memanjang sehingga menghasilkan kegagalan
total.
d. Teori kegagalan tak murnian padat kegagalan tak
murnian padat adalah jenis kegagalan yang di
sebabkan oleh adanya butiran zat padat (partikel)
didalam isolasi cairanya yang akan memulai terjadinya
kegagalan.

3. ISOLATOR GAS

pada umumnya isolator gas di gunakan sebagai media isolasi dan


penghantar panas. Beberapa hal yang perlu di perhatikan pada isolasi gas
ini adalah ketidak stabilan temperatur, ketidak normalan sifat kedielektrikal
pada tekanan yang tinggi dan resiko ledakan dari gas yang digunakan.

KLASIFIKASI ISOLATOR GAS

Berdasarkan kekuatan di elektrik, rugi-rugi di elektrik,stabilitas


kimia,korosi, dll, isolator gas dapat di klasifikasikan menjadi:

a. Gas sederhana, contoh:


Udara, nitrogen, helium, hydrogen.
b. Gas oksidan, contoh:
Gas karbondioksida, gas sulphur dioksida
c. Gas hidrokarbon, contoh:
Mathana, ethane, propane.
d. Gas elektronegatif, contoh:
Gas sulphur hexaflorida,CH2C12

Bahan isoalsi gas adalah digunakan sebagai pengisolasi dan


sekaligus sebagai media penyalur panas. Bahan isolasi gas yang di
bahas dalam mekalah ini adalah: udara, sulphur, hexa flourida (SF6)
sebagai titik berat di damping gas-gas lain yang lazim di gunakan di
dalam teknik listrik.

13
a. Udara merupakan bahan isolasi yangmudah
didapatkan, mempunyai tegangan tembus yang cukup
besar yaitu 30 Kv/Cm. contoh yang mudah di jumpai
antara lain: pada JTR,JTM, dan JTT antara hantararan
yang satu dengan tegangan tembus dan jarak untuk
udara tidak linier.
b. Sulphur hexa fluoride (SF+) merupakan suatu gas
bentuk antara unsur sulphur dengan fluir dengan reaksi
eksostermis:

S + 3 f2SF + 262 kkal

molekul sulphur hexa fluorida

Terlihat pada gambar bahwa molekul SF6 mempunyai


6 atom Fluo mengikat 1 buah elektron sebuah atom
sulphour.

Dengan demikian SF6 menjadi gas yang inert atau


stabil seperti halnya gas mulia,sampai saat ini SF6
merupakan gas terberat yang mempunyai masa jenis
6,139 kg/m3 yaitu sekitar 5 kali berat udara pada suhu
00C dan tekanan 1 atmosfir.

Sifat lainya adalah: tidak terbakar, tidak larut padat air,


tidak beracun, tidak berwarna dan tidak berbau.
SF6juga merupakan bahan isolasi yang baik yaitu 2,5
kali kemampuan isolasi udara, perbandingan SF6
dengan beberapa gas lain.

14
Bahwa untuk membentuk SF6 timbul panas.i ni berarti
bahwa pada pemiahan SF6 menjadi sulfour dan fluor
memerlukan panas dari sekelilingnya sebesar 262K.
kalori dari molekul, hal ini tepat sekali digunakan untuk
pendinginan pada peralatan listrik yang menimbulan
panas atu bunga api pada waktu bekerja.

Misal a saklar pemutusbeban, sifat dari SF6 sebagai


media pemadam busur api dan relifansinya pada saklar
pemutus beban aalah :

a. Hanya memerlukan energy yang rendah untuk


mengoprasikan mekanisme a, pada prinsipnya SF6
sebagai pemadam busur api adalah tanpa memerlukan
energy untuk mengoprasikan a.
Namun semata-mata karena pengaruh panas busur api
yang terjadi.
b. Tekanan SF6 sebagai pemadam busur api maupun
sebagai isolasi dapat dengan mudah di diteksi.
c. Penguraisn pada waktu memadamkan busur api
maupun pembentukannya kembali stelah pemadaman
adlah menyeluruh (tidak ada sisa unsur pebentuknya)
d. Relative mudah terionisasi sehingga plasma a pada CB
konduktivitasnya tetap rendah di bandingkan pada ke
adaan dingin, Hal ini mengurangi kemungkinan buasur
api tidak stabil dengan demmikian ada pemotongan
harus dan menimbulkan tegangan antar kontak.
e. Karakterristik gas SF6 adalah eleketo negative sehinga
pengularianya menjadi di elekteriknya naik secara
bertahap
f. Transien frekuensi yang tinggi akan naik selama
operasi pemutusan dan adanya hal ini busur api akan
di padamkan pada saat nilai arus a rendah. Gas-gas
lain gas bentukan fluolo organic misalnya C7F14,
C7F8, C14,F24 mempunyai tegangan tembus yang
tinggi, berkisar sekitar 6-10 kali tegangan tembus
udara. Pemakain gas ini cocok untuk bahan isolasi
pada bahan isolasi pada alat-alat prmutus. Gas
karbondioksida atu (C02) dapata di gunakan sebgai
gas residu pada bahan di electric cair ( minyak) pada
alat-alat tegangan tinggi, anatara lain: kabel dan trafo.
Gas neon adalah salah satu gas mulia yang banyak di
gunakan sebgai bahan pengisi lampu- lampu tabung.

15
PENERAPAN ISOLATOR GAS PADA SISTEM KELISTRIKAN

Berikut ini adalah beberapa penerapan penggunaan isolator


gas pada sistem kelistrikan.

a. Pada gardu induk konvensional mengacu pada arti


dasar isolasi sebenarnya yaitu pemisah atar bagian
bertegangan yangsatu dan bertegangan yang
alinya,berarti gardu induk konfensional (gardu induk
dengan isolasi udara adalah gardu induk di mana atar
gardu induk tersebut terpisah oleh udara sebagai
isolasinya sehingga di peerlukan tempat pembangunan
gardu yang luas.
Udara yang di mangsud di sini adalah udara bisasa di
mana tempat kita bernafas menghirup.

SAAT INI DI KENAL 2 MEKANISME KEGAGALAN GAS YAITU

a. Mekanisme kegagalan townsend


pada proses perimer, electron yang di bebaskan
bergerak cepat sehingga timbul energy yang cukup
kuat untuk menimbulkan banjiran electron. Jumlah
electron Ne pada lintasn sejauh dx akan bertambah
dengan dNe sehingga electron bebas tambahan yang
terjadi [Link] ternyata jumlah electron bebas dalam
lapisan dx adalah dNe = dNe yang bertambah proses
ionisasi sam besarnya dengan jumlah Ne.(t).dt;
ion+dN+ baru yang di hasilkan, sehingga dNe=+= di
man:koefisien ionisasi townsend jumlah ion positif baru
yang di hasilkan Ne: jumlah total jumlah elekteron
kecepatan luncur electron konstan,Ne=0,x= pada
meddan unifom, x a sehingga Ne=No jumlah
electron yang menumabuk anoda/ detik sejauh d dari
katoda sama dengan jumlah ion positif yaitu N+=NO x
.
Arus ini akan naik terus sampai terjadinya peralihan
mejadi pelepasan yang bertahan sendiri. Peralihan ini
adlah percikan dan d di ikuti oleh perubahan arus
dengan cepat di mna karena >>d secara teoritis
menjadi tak terhingga,tetapi A1 maka dalam

16
praktek hal ini dibatesi oleh impendansi rangkaian yang
menunjukan mulainya percikan.

b. Mekanisme kegagalan streamer


ciri utama kegagalan stramer adalah postulasi
sejumlah beasar foto ionisasi molekul gas dalam
ruang di depan streamer dan pembesaran medan listik
setempat oleh muatan ruang ion pada ujung streamer.
Muatan ruangan ini menimbulkan distorsi medan dalam
sela. Ion positif dapat dianggap stasioner di
bandingkan electron-elektron yang bergerak cepat dan
banjiaran elekteron terjadi dalam sela dalam awan
elktron membelakangi muatan ruang ion positif. Medan
Er yang di hasilkan oleh muatan ruangan ini pada jari-
jari R adalah : pada jarak dx jumlah pasangan x dx
sehingga : electron yang di hasilkan adalah
R adalah jari-jari banjir setelah menempuh jarak x,
dengan rumus diffuse R=(2Dt). Dimana t= x/V dimana:
N : kerapatan ion per cm2
e : muatan electron (C)
: muatan permitivitas ruang bebas
R : jari-jari (cm)
V : kecepatan banjiran
D : koefidien diffuse.

17
BAB III
PENUTU

1.1. KESIMPULAN

Isolator biasa di sebut juga penyekat, penyekatan listrik terutama di


masukan agar arus listrik tidak dapat mengalir.
Bahan/beda yang bersifat isolator ialah akan menghambat arus listrik
karena dalam bahan yang bersifat isolator seluruh lintasan elektronya
memiliki ikatan yang kuat dengan intinya atau dengan kata lainya pada
bahan isolasi tidak memounyai elektron bebas sehingga walau di beri
tegangan listrik akan membuat elektron-elektronnya bergerak.

1.2. SARAN
Diharapkan adanya kritik dan saran atas hasil penulisan makalah ini agar
pada penuliasan selanjutnya dapat mengurangi kesalahan.

18
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
[Link]
[Link]
[Link]#[Link]
http:/[Link]/2010/02/27/isolator-
cair/[Link]

19

Anda mungkin juga menyukai