Pengertian dan Klasifikasi Isolator Listrik
Pengertian dan Klasifikasi Isolator Listrik
OLEH :
I GEDE AGUS DARMAWAN
146712151011
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas Mata
Kuliah.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna,
maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga tuhan yang maha esa
senantiasa membalas kebijakan dan melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.
Jakarta,10-10-2017
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I
PENDAHULUAN
Didalam makalah ini kami akan membahas ISOLATOR,sebagai salah satu bahan
acuan pemblajaran energi listriik. Istilah isolator tidak asing lagi bagi kita,mungkin
sudah banyak yang mengetahui apa itu isolator dan adapun yang masih belum
mengetahui apa itu [Link] ini saya akan menbahas tetang isolator dan
memperdalam pengetahuan tetang isolator.
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain :
Tujuan dari pembuatan makalah ini utnuk mebahas dan memperdalam mengenai
apa itu isolator,dan memnuhi tugas dari dosen matakuliah Peralatan tegangan
tinggi.
1
BAB II
PEMBAHASAN
Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atu sulit melakukan perpindahan
muatan listrik. Dalam bahan isolator valensi elektronnya terikat kuat pada atom-
atomnya. Bahan-bahan ini di pergunakan dalam alat-alat elektro sebagai
isolator,atau eng hambat mengalirnya arus listrik. Isolator berguna juga sebagai
penopang beban atau pemisah antara konduktor tanpa membuat adanya arus
mengalir keluar atu atara konduktor. Istilah ini di pergunakan untuk menamai alat
yang di gunakan untuk menyangga kabel trasmisi listrik pada tiang listrik.
2
terjadi tembus atu breakdown yang menyebabkan terjadinya aliran arus
atara peralatan tegangan tinggi, kekuatan isolasi gas di pengaruhi
beberapa hal antara lain temperatur, kelembaban, angin, tingkat
kontaminasi udara dan besar tegangan yang di terapakn. Adanya kondisi
hujan asam, hujan basa, hujan garam, serta hujan di pegunungan akan
mempengaruhi kekuatan isolasi dalam mencegah terjadinya tembus atar
dua peralatan tegangan tinggi yang diisolasi. Pemodelan perlalatan
tengangan tinggi dengan elektroda jarum homongen dan elektroda bola
homogen di gunakan untuk mengetahui tegangan tebus gas antara
keduanya jika ternyadi perubahan terhadap lingkungan sekitar,selama
pengujian isolasi di laboratorium tegangan tinggi. Contoh penggunaan
peralatan teganggan tinggi. Contoh penggunaan tegangan tinggi yang
menyertupai elektroda jarum adalah arcing horn(busur api) yang di pasangi
tiap ujung rentang isolator. teknik analisis data mengguanakan cara analisis
data kualitatif intrpretatif dan analisis stastik secara elemeter. Kedua
metode ini digunakan sejak awal penelitian dimulai, diantaranya dalam
memilih obyek, sample, mengkasifikasikan simbol hingga kesimpulan akhir
penelitian. Analisis data secara stastik digunakan untuk menaksir prosden
tase tembus yang [Link] percobaanmenunjukan bahwa tegangan
tembus udara berbanding lurus dengan tegangan tembus udara berbanding
lurus dengan tekanan. Persentase karbondioksida dan kelembaban udara
tetap beerbanding terbalik dengan kenaikan temperatur.
1. ISOLASI PADAT
Contoh polimer sintetis adalah polyviny chlorid dan resin epoksi. Bahan
isolasi padat yang banyak digunakan adalah mika, kermaik, dan gelas.
Kemampuan isolator dan besar polutan yang menempel pada permukaan
baahan isolator. Polutan akan menyebabkan permukaan lebih konduktif.
3
Konduktifitas yang lebih besar ini akan menyebabkan aliran arus apanila di
beri tegangan besar arus yang mengalir tergantunga pada besar polutan,
nilai arus yang maengalir di permukaan isolator mempengaruhi nilai
tegangan flashover,semakin besar niali arus yang mengalir maka semakin
kecil nilai tegangan flashover dalam hal ini istensitas polusi dinyatakan
dalam ESDD (equivalent salt deposity).
4
b. Sitol mempunyai bahan dasar kaca yang merupakan
pengembangan baru, pemakaian sitol adalah sangat luas,
sruktur dan sifat-sifatnya adalah di antara kaca dan keramik.
Sitol juga di sebut kerammik kaca atau kaca Kristal, yang
banyak di jumpai di pasaran antaralain: pyrocrem, vitocream.
Sitol mempunyai struktur Kristal yang halus (hal ini yang
membedakannya dengan kaca biasa) tetapi berongga. Tidak
seperti halnya keramik biasa, sitol tidak di buat dengan
system pembakaran tetapi cendrung dengsn fungsi dari
bahan-bahan mentahnya dengan mejadikanya meleleh dan
kemudian kristalisasi.
c. Proselin adalah bahan isolasi kelompok keramik yang sangat
penting dan luas penggunaanya, istilah bahan- bahan
keramik di gunakan untuk semua baha anorganik yang di
bakar dengan pembakaran pada suhu tinggi daan bahan asal
berubah substansinya. Bahan dasar dari poriselin adalah
tanah liat. Ini berarti bahan dasar tersebutmudah di bentuk
pada waktu basah, tetapi menjadi tahan terhadap air dan
kekuatannya naik setelah di bakar. Penggunaan isolator dari
porselin ataran lain: isolator tarik, isolator penyangga dan rol
isolator.
Mekanisme kegagalan bahan isolator padat
Mekanisme kegagalan bahan isolator padat terdiri dari beberapa
jenis sesuai fungsi waktu penerapan [Link] ini dapat di
lihat sebagai berikut:
5
Grafik kegagalan isloalsi padat
Uraian masing-masing jenis kegagalan pada bahan isolator padat adalah
sebagai berikut
a. Kegagalan asasi (intrinsic) adalah kegagalan yang di sebabkan oleh
jenis dan suhu bahan (dengan menghilangkan pengaruh luar seperti
tekanan, bahan, elektroda, ketidak murnian, kantong-kantong udara.
Kegagalan ini terjadi jika tegangan yang di kenakan pada bahan di
naikan sehingga tekanan listriknya mencapai nilai tertentu yaitu160
volt/cm dalam waktu yang sangat singkat yaitu 10-8 detik.
b. Kegagalan elektromekanik adalah kegagalan yang di sebabkan oleh
adanya perbedaan polaritas antara elektroda yang mengapit zat isolasi
padat sehingga timbul tekanan listrik pada bahan [Link]
listrik yang terjadi menimbulkan tekanan mekanik atara kedua elektroda
tersebut. Pada tegangan 106 volt/cm menimbulkan tekanan mekanik 2
s.d 6 kg/cm2.
c. Kegagalan streamer adalah kegagalan yang terjadi sesudah suatu
banjiran (avalance). Sebelum electron yang memasuki band conduction
di katoda akan bergerak menuju anoda di bawah pengaruh medan
memperoleh energi pada waktu membentur. Jika lintasan beban cukup
panjang maka tambahan energy yang di peroleh melebihi pengionisasi
latis (lattice).
d. Akibatanya di hasilkan tambahan electron pada saat terjadi benturan,
jika suatu tegangan V di kenakan terhadap leketroda bola. Maka pada
media yang berdekatan (gas atu udara) timbul tegangan. Karena gas
6
mempunyai permitivitas lebih rendah dari zat pada padat sehingga gas
akan mengalami tekanan listrik yang besar, akibatnya gas tersebut
akan mengalami kegagalan sebelum zat padat mencapai kekuatan
asasinya. Karena kegagalan tersebut maka akan jatuh sebuah muatan
pada permukan zat padat sehingga medan yang tadinya seragam akan
terganggu. Bentuk muatan anjang ujung pelepasan ini dalam ke adaan
tertentu dapat menimbulkan medan local yang cukup tinggi (sekitar 10
MV/cm). karena medan ini melebihi kekuatan intrisik maka akan terjadi
kegagalan pada zat padat. Proses kegagalan ini terjadi sedikit demi
sedikit yang dapat menyebabkan kegagalan total.
e. Kegagalan termal, adalah kegagalan yang terjadi jika kecepatan
pembangkit panas di suatu titik dalam bahan melebihi laju kecepatan
pembuangan panas keluar. Akibatanya terjadi keadaan tidak stabil
sehingga pada suatu saat bahan mengalami kegagalan.
f. Kegagalan Erosi,adalah kegagalan yang di sebabkan isolasi padat
tidak sempurna,karena adanya lubang-lubang atu rongga dalam isolasi
padat tersebut. Lubang/rongga akan terisi gas atau cairanya yang
kekuatan gagalnya lebih kecil dari kekuatan zat padat.
2. ISOLASI CAIR
Bahan isolasi cair ini biasanya digunakan pada peralatan seperti trasformator,
pemutus beban, rheostat. Bahan isolasi cair memiliki dua fungsi yaitu sebagai
pemisah antara bagian yang bertegangan atau pengisolasi dan juga sebagai
pendingin. Persyaratan agar bahan cair dapat di gunakan sebagai bahan
isolasi adalah mempunyai tegangan tembusnya daya hantar panas yang tinggi.
Beberapa alas an di gunakan bahan isolasi cair adalah sebagai berikut:
a. Isolasi cair memiliki kerapatan 1000 kali lebih di bandingkan dengan
siolasi gas, sehingga memiliki kekuatan di elektrik yang lebih tinggi
menurut hokum paschen.
b. Isolasi cair akan mengisi celah atu ruang yang akan di isolasi dan
secara serentak melalui proses konversi menghilangkan panas yang
timbul akibat ruang energi.
7
c. Isolasi cair cendrung dapat memperbaiki diri dendiri (self healing) jika
terjadi pelepasan muatan (discharge) namun kekurangan uatama isolasi
cair adalah mudah terkontaminasi.
8
f. Sifat kimia yang stabil sebagai bahan isolasi, minyak
trasformator harus meliki tegangan tembus yang tinggi.
Pengujian tegangan tembus minyak trasformator dapat di
lakukan dengan menggunakan peralatan seperti di tunjukan
pada gambar di bawah ini.
9
Bedasarkan standar yang di keluarkan oleh ASTM yakni
dalam standar D-877 disebutkan bahwa suatu bahan isolasi
harus memiliki tegangan tembus sebesar kuranglebih 30Kv
utnuk lebar sela elektroda 1mm, dengan kata lain kekuatan di
elektrik bahan isolasi kurang lebih 30Kv/mm. sedangkan
mennurut standar ASTM D-1816 sutu bahan isolasi harus
mampu menahan tegangan sebesar 20V untuk suatu lebar
sela elektroda sebesar 1,2mm. standar ini merupakan standar
yang di terima secara internasional dan harus di penuhi oleh
suatu bahan yang sebagai suatu bahan isolasi. Kegunaan
minyak trafo adalah selain untuk bahan isolasi juga sebagai
media pendingin antara kumparan kawat atau inti besi dengan
sirip pendingin. Untuk minyak isolasi pakai berlaku untuk
trasformator berkapasitas > 1 MVA atu bertengangan >30Kv
10
2. Minyak kabel juga nerupakan salahsatu hasil pemumian
minyak bumi. Minyak kabel digunakan untuk memadatkan
penyekat kertas pada kabel tenaga, kabel tanah, dan
terutama kabel tegangan tingg, kecuali uttuk menguapkan
baik daya sekat mekanisnya, penyekat kertas, juga untuk
menjagga atu menahan air supaya tidak meresap,
sekaligus sebagai elektrikum pada dasarnya penyekat
bentuk cair di gunakan sebagai bahan pembersih pada
alat-alat listrik missal a pada reustak. Hal ini banyak di
fungsikan sebagai pengisolasi atau bahan pengisi seperti
pada minyak trafo yang merupakan pemurni bahan-bahan
mineral. Oleh karenaitu bahan isolasi bentuk cair banyak
di gunakan karena memiliki gaya tembus yang tinggi dan
daya antar yang kuat. Adapun kendala-kendala yang bias
menghambat kerja yaitu misalnya pada minyak trafo biasa
terdapt airdan asam.
3. Cairan sitensis di samping bahan-bahan tersebut di atas
terdapat pula isolasi cair sintetis yang juga di gunakan
pada teknik listrik. Isolasi cair sintetis yang sering di
gunakan pada teknik listrik. Isolasi cair sintetis yangjuga
digunakan pada teknik listrik. Isolasi cair sintetis yang
sering di gunakan pada teknik listrik adalah cairan yang
berisi chloor (hidrokarbon) seperti difenil (CH) dimna tiga
sampai lima. Atom hydrogen di ganti dengan atom chloor.
Bahan-bahan ini di antaranya adalah sovol, askarel,
araclor,pyralen, shimbol. Sovol adalah bahan cair yang
agak kental, tidak berwarna, masa jenisnya. Lebih besar
dari minyak terafo, dan tegangan tembusnya hamper
sama dengan minyak trafo dan permiabilitasnya lebih
11
tinggi. Sovol yang di campur dengn sedikit trichlobenza
(CHCL) untuk mengurangi kekentalan sehingga di peroleh
bahan baru yang di sebut covtol. Karena covol dan sovtol
tidak terbakar bila dengan udara dan tidak menyebkan
ledakan. Maka itu trafo yang di isi sovtol tidak berisiko
kebakaran dan ledakan sehingga sovtol tidak di gunakan
pada isolasi pada pemutus dan juga bahan ini beracun
sehingga penggunanya harus hati-hati.
12
maka dapat terjadi kegagalan akibat ketidak stabilan
bola zat cair tersebut dalam medan listrik. Medan listrik
akan menyebabkan tetesan bola cairanya tertahan di
dalam minyak yang memanjang searah medan dan
pada medan yang kritis tetesan ini menjadi tidak stabil.
Karena kegagalan akan menjalar dari ujung tetesan
yang memanjang sehingga menghasilkan kegagalan
total.
d. Teori kegagalan tak murnian padat kegagalan tak
murnian padat adalah jenis kegagalan yang di
sebabkan oleh adanya butiran zat padat (partikel)
didalam isolasi cairanya yang akan memulai terjadinya
kegagalan.
3. ISOLATOR GAS
13
a. Udara merupakan bahan isolasi yangmudah
didapatkan, mempunyai tegangan tembus yang cukup
besar yaitu 30 Kv/Cm. contoh yang mudah di jumpai
antara lain: pada JTR,JTM, dan JTT antara hantararan
yang satu dengan tegangan tembus dan jarak untuk
udara tidak linier.
b. Sulphur hexa fluoride (SF+) merupakan suatu gas
bentuk antara unsur sulphur dengan fluir dengan reaksi
eksostermis:
14
Bahwa untuk membentuk SF6 timbul panas.i ni berarti
bahwa pada pemiahan SF6 menjadi sulfour dan fluor
memerlukan panas dari sekelilingnya sebesar 262K.
kalori dari molekul, hal ini tepat sekali digunakan untuk
pendinginan pada peralatan listrik yang menimbulan
panas atu bunga api pada waktu bekerja.
15
PENERAPAN ISOLATOR GAS PADA SISTEM KELISTRIKAN
16
praktek hal ini dibatesi oleh impendansi rangkaian yang
menunjukan mulainya percikan.
17
BAB III
PENUTU
1.1. KESIMPULAN
1.2. SARAN
Diharapkan adanya kritik dan saran atas hasil penulisan makalah ini agar
pada penuliasan selanjutnya dapat mengurangi kesalahan.
18
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]#[Link]
http:/[Link]/2010/02/27/isolator-
cair/[Link]
19