0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
664 tayangan18 halaman

Panduan Pengisian Dokumen BC 3.0

Dokumen tersebut merupakan lampiran keputusan menteri keuangan tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor yang berisi format dan petunjuk pengisian pemberitahuan ekspor barang (PEB). PEB digunakan untuk melaporkan ekspor barang ke luar negeri kepada kantor bea dan cukai dan mencakup informasi tentang eksportir, barang yang diekspor, tujuan ekspor, dan dokumen pendukung lainnya. Format PEB

Diunggah oleh

aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
664 tayangan18 halaman

Panduan Pengisian Dokumen BC 3.0

Dokumen tersebut merupakan lampiran keputusan menteri keuangan tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor yang berisi format dan petunjuk pengisian pemberitahuan ekspor barang (PEB). PEB digunakan untuk melaporkan ekspor barang ke luar negeri kepada kantor bea dan cukai dan mencakup informasi tentang eksportir, barang yang diekspor, tujuan ekspor, dan dokumen pendukung lainnya. Format PEB

Diunggah oleh

aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAMPIRAN

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 557/KMK.04/2002 TENTANG TATALAKSANA
KEPABEANAN DI BIDANG EKSPOR

PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB)


BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cuka :
Nomor Pengajuan :
A. Jenis PEB : 1. Biasa 2. Berkala
B. Jenis Barang Ekspor : 1. Umum
2. Terkena PE
3. Mendapat Kemudahan Ekspor
4. Tertentu
5. Dari TPB
C. Cara Perdagangan : 1. Biasa 2. Imbal Dagang
D. Cara Pembayaran :

E. DATA PEMBERITAHUAN G. DIISI BEA DAN CUKAI


1 Identitas Eksportir : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya
No. & Tgl Pendaftaran
2 Nama, Alamat Eksportir :
14 Invoice No. : Tgl :
3 No & Tgl. SIUP :
Status
4 Nama, Alamat Penerima/Pembeli : 15 Lokasi Pemeriksaan: 1. Kawasan Pabean:
2. Luar Kawasan Pabean, tgl:
KPBC:
No.&Tgl LHP:
16 Daerah Asal Barang
17 Negara Tujuan
5 NPWP PPJK : 18 Izin Khusus : Tgl :
SIE : :
6 Nama, Alamat PPJK : KARANTINA :
SIM/SPM :
Lain-lain :
7 No.&tgl Surat izin PPJK :
8 Cara Pengangkutan: 1. Laut; 2. Kereta Api; 9. Perkiraan tgl. Ekspor 19 Cara Penyerahan Barang:
3. Jalan Raya;4. Udara;.9. Lainnya
10 Nama Sarana Pengangkut/No. Voy/Flight : 11. Pel. Muat 20 Valuta: 21 Freight:

12 Pel. Bongkar : 13. Pel. Transit DN : 22 Asuransi: 23. FOB:

24 Merek dan No. Kemasan serta No. dan Jumlah Peti Kemas 25. Jumlah dan Jenis Kemasan: 26. Berat Kotor 27. Berat Bersih

28 29. Pos Tarif/HS 30 HPE Barang pada tgl 31 Jumlah & Jenis 32. Jumlah Nilai FOB
No. Uraian jenis dan jumlah barang secara lengkap, merk, tipe, Pendaftaran Satuan
ukuran, spesifikasi lain dan kode barang PE (% atau lainnya) Berat bersih (Kg)

33. Nilai PE dalam Rupiah


F Dengan ini saya menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran
hal-hal yang diberitahukan dalam dokumen ini I. DIISI BEA DAN CUKAI/BANK
No. Penerimaan :
...tgl .... Telah Dibayar
Jen. Pen No. Tanda Pembayaran Tgl
Eksportir/PPJK PE

(.) Pejabat Penerima Nama/Stempel Instansi


H PEJABAT BC
(.)
CATATAN UNTUK BEA DAN CUKAI
DALAM HAL DILAKUKAN PEMERIKSAAN BARANG
KANTOR YANG MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN FISIK : .

TEMPAT PEMERIKSAAN: TANGGAL PEMERIKSAAN:

IKHTISAR PEMERIKSAAN:

.Tgl. .

Pemeriksa Bea dan Cukai


Tanda tangan

Nama ..
NIP 0600

14
LEMBAR LANJUTAN
PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB)
BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai: Halaman .dari .
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
28. 29. - Pos Tarif HS 30 - HPE Barang pada tgl. 31. - Jumlah & Jenis Satuan 32. Jumlah Nilai FOB
No. - Uraian jenis dan jumlah barang secara Pendaftaran - Berat bersih (Kg)
lengkap, merk, tipe, ukuran, spesifikasi - PE (% atau lainnya)
lain dan kode barang

.........................Tgl. .
Eksportir/PPJK

(.)

15
LEMBAR LAMPIRAN PETI KEMAS
PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB)
BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai: Halaman .dari .
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
NO NO
Urut NOMOR UKURAN TIPE Urut NOMOR UKURAN TIPE

.........................Tgl. .
Eksportir/PPJK

(.)

16
LEMBAR LAMPIRAN
PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB) BERKALA
BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai: Halaman .dari .
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
No. No. & Tgl. No. & Tgl. Nama, Alamat Tgl. Sarana Pengangkut Negara Tujuan
Urut Pendaftaran Invoice Penerima/Pembeli Ekspor (Nama &Voy./Flight
Invoice No.)

.........................Tgl. .
Eksportir/PPJK

(.)

17
MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

PETUNJUK PENGISIAN

PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB)


(BC 3.0)

1. Format PEB mempunyai ruang dan kolom sesuai contoh dengan ukuran A4
(210 x 297 mm).
2. FEB terdiri atas 4 (empat) lembar :
- Lembar pertama,
- Lembar lanjutan, digunakan dalam hal PEB berisi lebih dari satu pos
tarif dan/atau lebih dari satu uraian jenis barang.
- Lembar Lampiran Peti Kemas, digunakan dalam hal PEB berisi lebih
dari empat peti kemas, dan
- Lembar lampiran FEB Berkala dipergunakan dalam hal PEB Berkala
yang berisi lebih dari satu pengapalan atau lebih dari satu invoice.
3. Pada bagian kanan atas lembar PEB, lembar lanjutan, lembar lampiran
kontainer, harus diisi halaman ke berapa dari jumlah keseluruhan halaman.
Contoh :
Apabila PEB hanya satu halaman, ditulis :
Halaman 1 dari 1.

Apabila PEB terdiri dari 3 halaman, ditulis :


halaman 1 dari 3.
halaman 2 dari 3.
halaman 3 dari 3.

4. Tatacara pengisian :
- data uang dengan angka adalah sebagai berikut :
a. untuk memisahkan angka ribuan diberi tanda titik;
b. untuk memisahkan angka pecahan desimal diberi tanda koma
dan 2 (dua) digit dibelakang koma.

Contoh : USD 25.000,00 untuk penulisan duapuluh lima ribu


dollar US.

- Alamat eksportir, penerima/pembeli dan PPJK harus diisi dengan


lengkap dan tidak diperkenankan hanya mencantumkan nomor kotak
pos (PO. BOX)
5. Pengisian kolom-kolom PEB oleh Eksportir/PPJK adalah sebagai berikut :

Kantor Pelayanan Bea dan Cukai :


Diisi nama Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tempat diajukannya PEB dan
diisikan kode sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pada kotak
yang tersedia.

Contoh : Tanjung Perak 070100

Nomor Pengajuan :
Diisi dengan tiga kelompok data yang berupa :
- Kode pengguna yang diberikan oleh Bea dan Cukai;
- Tanggal pengajuan/pembuatan PEB;
- Nomor pengajuan / pembuatan PEB dari yang bersangkutan.

18
Contoh : Kode pengguna 990111; Nomor pengajuan = 1125;
Tanggal Pengajuan 1 Juni 2001
Nomor pengajuan 990111 1125 01/06/2001

A. Jenis PEB :
Diisi angka 1 pada kotak yang tersedia untuk FEB biasa atau angka 2
pada kotak yang tersedia untuk PEB Berkala.

PEB Biasa adalah PEB yang diajukan untuk setiap kali pengeksporan.

PEB Berkala adalah PEB yang diajukan untuk seluruh transaksi ekspor
dalam periode waktu tertentu.

Contoh : PEB Biasa


1 1. Biasa; 2. Berkala

PEB Berkala

2 1. Biasa; 2. Berkala

B. Jenis Barang Ekspor :


Diisi pada kotak yang disediakan angka :
1. untuk barang ekspor umum, atau
2. untuk barang ekspor terkena PE, atau
3. untuk barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor, atau
4. untuk barang ekspor tertentu, atau
5. untuk barang ekspor dari TPB.

Jika barang ekspornya termasuk barang ekspor tertentu,


disamping mengisi angka 4 pada kotak yang disediakan, juga
harus mengisi kotak untuk rincian barang ekspor tertentu
dengan huruf serta diisikan uraian barang ekspor tertentu
tersebut dibelakang kotak tersebut :
a. untuk barang kiriman, atau
b. untuk barang pindahan, atau
c. untuk barang diplomatik, atau
d. untuk barang keperluan misi keagamaan, kemanusiaan,
oleh raga, kesenian, kebudayaan dan pendidikan, atau
e. untuk barang diekspor kembali, atau
f. untuk barang diimpor kembali, atau
g. untuk barang cinderamata, atau
h. untuk barang contoh, atau
i. untuk barang keperluan penelitian, atau
j. untuk barang Badan Internasional beserta pejabatnya.

Jika barang ekspornya termasuk barang ekspor termasuk jenis


barang ekspor dari TPB, disamping mengisi angka 5 pada kotak
yang disediakan, juga harus mengisi kotak untuk kode gate/pintu
yang dilalui pada saat barang dimasukan atau dikeluarkan dari
TPB.

Contoh :
- Untuk jenis barang ekspor umum

Jenis Barang 1
Ekspor

- Untuk jenis barang ekspor terkena PE

Jenis Barang 2
Ekspor

- Untuk jenis barang ekspor yang mendapat kemudahan


ekspor

19
Jenis Barang 3
Ekspor

- Untuk jenis barang ekspor tertentu yaitu barang pindahan

Jenis Barang 4 b Barang


Ekspor Pindahan

- Untuk jenis barang ekspor dari TPB

Jenis Barang 5 040121 Nusantara


Ekspor

C. Cara Perdagangan :
Diisi pada kotak yang disediakan angka :
1. untuk cara perdagangan biasa
2. untuk cara perdagangan imbal dagang

Contoh :

- Untuk cara perdagangan biasa

1 1. Biasa; 2. Imbal Dagang

- Untuk cara perdagangan imbal dagang

2 1. Biasa; 2. Imbal Dagang

D. Cara Pembayaran :
Diisi pada kotak yang disediakan kode cara pembayaran serta
uraiannya dibelakang kotak tersebut :
1. untuk pembayaran dilakukan di muka, atau
2. untuk pembayaran dengan Sight Letter of Credit, atau
3. untuk pembayaran dilakukan dengan Wesel Inkaso, atau
4. untuk pembayaran dilakukan dengan Perhitungan kemudian,
atau
5. untuk pembayaran dilakukan dengan konsinyasi, atau
6. untuk pembayaran dilakukan dengan Usance Letter of Credit,
atau
7. untuk pembayaran dilakukan dengan lainnya

Contoh
- Untuk pembayaran dengan konsinyasi

5 Konsinyasi

- Untuk pembayaran dengan Usance Letter of Credit

6 Usance Letter of Credit

E. Data Pemberitahuan :
Pengisisan kolom-kolom pada data pemberitahuan sangat tergantung
kepada jenis barang ekspornya.
Tabel dibawah ini menunjukan kolom-kolom yang harus diisi, yang diisi
apabila ada atau tidak perlu diisi.

No Jenis Barang Kolom Yang Kolom Yang Kolom Keterangan


Ekspor Harus Diisi Diisi Apabila Yang
Ada Tidak
Perlu
Diisi
1. Umum 1 s/d 4 5 s/d 7 30 dan (5 s/d 7) apabila
33 menggunakan PPJK
8 s/d 12 13, 18 15
14, 16, 17 21, 22
19 dan 20
20
23 s/d 29
31 dan 32

2. Terkena PE 1 s/d 4 5 s/d 7 (5 s/d 7) apabila


menggunakan PPJK
8 s/d 12 13, 18, 15
14, 16, 17 21, 22
19 dan 20
23 s/d 33

3. Mendapat 1 s/d 4 5 s/d 7 30 dan (5 s/d 7) apabila


Kemudahan 33 menggunakan PPJK
Ekspor 8 s/d 12 13, 21, 22
14 s/d 20
23 s/d 29
31 dan 32

4. Tertentu 1 s/d 4 5 s/d 7 30, 33 (5 s/d 7) apabila


menggunakan PPJK
8 s/d 12 13, 15, 18,
14, 16, 17 21, 22
19 dan 20
23 s/d 29
31 dan 32

5. Dari Tempat 1 s/d 4 5 s/d 7 30 dan (5 s/d 7) apabila


Penimbunan 33 menggunakan PPJK
Penimbunan 8 s/d 12 13, 21, 22 15
Berikat 14, 16,s/d
(TPB) 20
23 dan 29
31 dan 32

Adapun cara pengisian kolom-kolomnya adalah sebagai berikut :

Angka 1. Identitas eksportir : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya.

- Diberi tanda xxxxx (coret) bagi identitas yang tidak dipergunakan.


(dalam hal dipergunakan NPWP, maka Paspor, KTP, dan Lainnya
dicoret)
- Diisi Nomor iden titas Importir.
(dalam hal identitasnya NPWP, diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Importir)

Contoh : NPWP/Paspor/KTP/lainnya
[Link]-011.000

Angka 2. Nama, Alamat Eksportir :

Diisi nama dan alamat lengkap eksportir.

Angka 3. No. & Tgl SIUP :


Status

Diisi nomor dan tanggal surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat
Izin yang dikeluarkan oleh Departemen Teknis / Lembaga Pemerintah
Non Departemen dan tanggal pengeluaran.

21
Diisi pada kotak yang disediakan kode status perusahaan serta
uraiannya dibelakang kotak tersebut :

10 untuk Koperasi, atau


20 untuk PMDN (migas), atau
21 untuk PMDN (non migas), atau
30 untuk PMA (migas), atau
31 untuk PMA (non migas), atau
40 untuk BUMN, atau
50 untuk BUMD, atau
60 untuk Perorangan, atau
90 untuk lainnya

Contoh :
- Untuk koperasi
10 Koperasi

- Untuk PMA non migas


31 PMA non migas

Angka 4. Nama, Alamat Penerima/Pembeli :


Diisi :
- nama dan alamat lengkap penerima/pembeli barang di luar negeri
- kode negaranya sesuai dengan tabel kode negara pada kotak yang
tersedia.

Contoh : Bigben Company GB


44 Dartmourt Road
London NWZ 4EX

Untuk PEB Berkala yang penerima/pembeli lebih dari satu, diisi Lihat
lembar lampiran PEB Berkala.

Angka 5. NPWP PPJK

Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha Pengurusan Jasa


Kepabeanan (PPJK).

Angka 6. Nama, Alamat PPJK :

Diisi Nama dan Alamat lengkap PPJK.

Angka 7. No. & Tgl. Surat Izin PPJK :

Diisi kode kantor yang mengeluarkan Surat Izin Usaha Jasa


Kepabeanan, nomor izin, dan tanggal pengeluaran izin pada 3 (tiga)
kotak yang tersedia.

Contoh : Surat izin PPJK dikeluarkan Kantor Pelayanan Tipe A Tanjung


Perak dengan nomor 101/WBC.07/KP.01/2001 tanggal 1 Mei
2001

101/WBC.07/KP.01/2001 01/05/2001

Angka 8. Cara Pengangkutan : 1. Laut; [Link] Api, [Link] Raya, [Link]


,... [Link]

Diisi kode pengangkutan pada kotak yang sediakan angka :


1. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan laut,
2. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan kereta api,
3. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan jalan raya,
4. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan udara,
5. untuk pengangkutan menggunakan pos,
6. untuk pengangkutan menggunakan multimoda transportasi,
22
7. untuk pengangkutan menggunakan instalasi / pipa,
8. untuk pengangkutan menggunakan angkutan sungai, atau
9. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan lainnya (lain
dari 1 s/d 8).

Angka 9. Perkiraan [Link] :

Diisi tanggal/bulan/tahun keberangkatan sarana pengangkut.

Untuk PEB Berkala yang perkiran tanggal ekspornya lebih dari satu, diisi
Lihat lembar lampiran PEB Berkala.

Angka 10. Nama Sarana Pengangkut & No. Voy/Flight :

Diisi :
- nama sarana pengangkut,
- nomor Voy(Voyage) untuk angkutan laut atau nomor flight untuk
angkutan udara,
- bendera kapal

Untuk PEB Berkala yang nama sarana pengangkutnya lebih dari satu,
diisi Lihat lembar lampiran PEB Berkala.

Angka 11, Pelabuhan Muat :

Diisi :
- nama pelabuhan muat barang,
- kode lokasi/pelabuhan muat sesuai table kode lokasi/pelabuhan
pada kotak yang tersedia.

Contoh : JUANDA IDSUB

Angka 12. Pelabuhan Bongkar :


Diisi :
- nama pelabuhan dan negara bongkar,
- kode lokasi/pelabuhan bomgkar sesuai table kode
lokasi/pelabuhan pada kotak yang tersedia.

Contoh : Narita, Jepang JPNRT

Angka 13. Pelabuhan Transit DN :

Diisi dalam hal ada :


- pelabuhan transit dan negara bomgkar,
- kode lokasi/pelabuhan transit pada kotak yang disediakan.

Contoh : TANJUNG EMAS IDSRG

Angka 14. Invoice No : Tgl :

Diisi nomor dan tanggal invoice Diisi tanggal invoice.


Contoh : 229/000707 Contoh : 19/05/2001

Untiuk PEB Berkala yang nomor invoicenya lebih dari satu, diisi Lihat
lembar lampiran PEB Berkala.

Angka 15. Lokasi Pemeriksaan : 1. Kawasan Pabean


2. Luar Kawasan Pabean, Tgl :
PBC :

Dalam hal ditetapkan perlu pemeriksaan fisik, diisi lokasi pemeriksaan


yang diinginkan dengan angka :
1. untuk pemeriksaan di Kawasan Pabean;
2. untuk pemeriksaan di luar Kawasan Pabean.
23
Dalam hal pemeriksaan fisik dilakukan di luar Kawasan Pabean, diisi
tanggal pelaksanaan pemeriksaan fisik dan KPBC yang mengawasi
serta kode Kantornya.

Contoh : Di Kawasan Pabean 1

2
Di Luar Kawasan Pabean, tgl. 22 Juli 2001
KPBC : Purwakarta 050533

Untuk PEB Berkala dalam hal telah dilakukan pemeriksaan fisik diisi
lokasi pemeriksaan.

Angka 16. Daerah Asal Brg. :

Diisi nama propinsi/Kabupaten/kota asal barang serta koda daerah pada


kotak yang tersedia sesuai tabel.

Contoh : PURWAKARTA 3214

Angka 17. Neg. Tujuan :

Diisi nama negara tujuan serta kode negara pada kotak yang tersedia:

Contoh : JEPANG JP

Untuk PEB Berkala yang negara tujuannya lebih dari satu, diisi Lihat
lembar lampiran PEB Berkala.

Angka 18. Izin Khusus :


SIE : No. Tgl
KARANTINA : No. Tgl
SM/SPM : No. Tgl
Lain-lain : No. Tgl
Diisi nomor dan tanggal :
- Surat iin ekspor
- Surat izin yang dikeluarkan KARANTINA;
- SM/SPM untuk Sertifikat Mutu/Surat Pernyataan Mutu; atau
- Lainnya, misalnya ekspor barang kena cukai (BKC) diisi izin
ekspor BKC (CK-8) atau izin penggunaan PEB Berkala.

Keterangan :
Dalam hal barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu pos tarif,
maka angka 18 lembar pertama diisi kata-kata Lhat Lembar Lanjutan,
kemudian pada angka 29 Lembar Lanjutan diisi masing-masing izin
khusus yang bersangkutan.

Angka 19. Cara Penyerahan Brg. :


Diisi cara penyerahan barang sebagaimana tercantum dalam kontrak
penjualan, dengan menggunakan istilah INCOTERM (sebanyak 3 digit)
dalam kotak yang tersedia.

- Ex Work. EXW
- Free Carrier FCA
- Free Along Ship FAS
- Free On Board FOB
- Cost and Freight CFR
- Cost, Insurance, and Freight CIF
- Carrier Paid To CPT
- Carrier and Insurance Paid To . CIP
- Delivered at Frontier . DAF
- Delivered Ex Ship .. DES
- Delivered Ex Quay (Duty Paid) DEQ
- Delivered Duty Unpaid .. DDU
- Delivered Duty Paid DDP

24
Contoh : Cara pembayaran Free On Board

Free On Board FOB

Angka 20. Valuta :

Diisi jenis valuta yang dipergunakan dalam nilai FOB pada kotak yang
tersedia.

Contoh : Valuta United States Dollar

United States Dollar USD

Untuk PEB Berkala.


Bila dalam beberapa invoice terdapat 2 (dua) atau lebih jenis valuta, diisi
salah satu jenis valuta dengan cara mengkonversikan mata uang
tersebut ke jenis mata uang yang dipilih berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat pendaftaran invoice sehingga menggambarkan seluruh nilai
transaksi.

Angka 21. Freight :

Diisi nilai freight barang ekspor yang bersangkutan dalam valuta asing
sebagaimana tercantum dalam angka 20.

Angka 22. Asuransi :

Diisi nilai asuransi barang ekspor yang bersangkutan dalam valuta asing
sebagaimana dalam angka 20.

Angka 23. FOB :


Diisi nilai total FOB dalam valuta asing sebagaimana tercantum pada
angka 20

Contoh : untuk US $ 25.000,- US $ 25.000,00

Keterangan
Dalam hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu
pos tarif/pembelian PE, maka total FOB atau rekapitulasi diisi pada
angka 23 lembar pertama, sedangkan perinciannnya diisi pada angka 32
Lembar Lanjutan per jenis barang/pos tarif.

Angka 24. Merek dan No. Kemasan serta No. dan jumlah Peti Kemas :

Diisi merek dan nomor kemasan yang tercantum pada koli/pengemas


yang bersangkutan. Dalam hal barang diangkut dengan peti kemas,
selain diisi merek dan nomor kemasan yang tercantum pada
koli/pengemas bersangkutan juga diisi nomor dan jumlah peti kemas.

Contoh :
- Jika tidak memakai peti kemas :
PT ABG No. 1 100

- Jika memakai peti kemas :

PT. ABG No. 1 - 100


2 (dua) peti kemas
TEXU 123456-7
TEXU 234567-8

Angka 25. Jumlah dan Jenis Kemasan :

Diisi dengan jumlah dan jenis kemasan atau jumlah dan jenis pengemas
barang ekspor. Apabila jenis kemasannya lebih dari satu, agar
dicantumkan dalam jenis kemasan package.

Contoh : 10 case CS
25
10 case, 50 box, 40 drum ditulis :
100 package
PK

Angka 26. Berat Kotor (Kg)

Diisi berat kotor (bruto) dalam kilogram (kg) keseluruhan barang ekspor
yang bersangkutan.

Angka 27. Berat Bersih :

Diisi berat bersih (netto) dalam kilogram (kg) atas keseluruhan barang
ekspor yang bersangkutan.

Keterangan :
Dalam hal ini jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu
pos tarif/pembebanan PE, maka total berat beras bersih atau
rekapitulasinya diisi pada angka 27 Lembar Pertama, sedangkan berat
bersih tiap jenis barang atau pos tarif/pembebanan PE dirinci pada angka
31 Lembar Lanjutan.

Angka 28 s.d. 32 diisi data dari setiap jenis barang yang terdapat dalam
Lembar Pertama dan Lembar Lanjutan.

Angka 28. No. :

Diisi sesuai dengan nomor urut.

Keterangan :
Dalam hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu
pos tarif, maka nomor urutnya dirinci pada angka 28 Lembar Lanjutan,
sedangkan pada lembar pertama untuk amgka 28 s.d. 32 cukup diberi
cataatan :
( tulis angka dengan huruf ) jenis barang, lihat lembar lanjutan.

Contoh : 5 (lima) jenis barang, lihat lembar lanjutan

Angka 29.- Pos Tarif/HS :

Diisi kode pos tarif (HS) barang sesuai dengan klarifikasi barang yang
bersangkutan.

- Uraian jenis barang secara lengkap, merek, tipe, ukuran, spesifikasi


lainnya dan kode barang :

26
Diisi uraian jenis barang ekspor berikut merk, ukuran, spesifikasi lainnya
sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menetapkan
klasifikasi.
Diisi kode barang dalam hal barang ekspor berasal berasal dari TPB dan
/ atau yang mendapat kemudahan ekspor sesuai kode barang dari
masing-masing perusahaan.

Contoh : - [Link]
- Kain sarung polyester 65% cotton 35%
- 1000 (seribu) pieces
- Merek Salak, tipe A. ukuran Dewasa
- Kode barang : 100015

Keterangan :
Dalam hal barang ekspor lebih dari satu pos tarif dan/atau lebih dari satu
uraian jenis barang, maka angka 29 lembar pertama diisi kata-kata Lihat
Lembar Lanjutan. Kemudian pada angka 29 lembar Lanjutan diisi
masing-masng pos tarif dan/atau masing-masing uraian jenis barang.
Yang dimaksud dengan kode barang adalah kode barang hasil produksi
dalam hal ekspor dari Kawasan Berikat dan ekspor yang mendapat
kemudahan ekspor.
Sedangkan dalam hal ekspor dari Gudang Berikut adalah kode barang
yang sama pada saat penerimaan.

Angka 30.- HPE Barang pada tgl. Pendaftaran :

Diisi Harga Patokan Ekspor per satuan barang ekspor berdasarkan


Harga Patokan Ekspor yang secara berkala ditetapkan oleh Departemen
Perindustrian dan Perdagangan yang berlaku pada tanggal pembayaran
PE. Apabila tidak ada Harga Patokannya, agar diisikan tanda -.

- PE (% atau lainnya) :

Diisi besarnya tarif PE dalam % (persentase) atau US $, sesuai tariff PE


dalam Keputusan Menteri Keuangan yang berlaku pada tanggal
pembayaran.

Keterangan :
Apabila tarif PE berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor, lembar
pertama tidak diisi tetapi dirinci pada Lembar Lanjutan. Jika barang
ekspor tersebut tidak terkena PE, kontak yang bersangkutan agar diisi
dengan tanda -.

Angka 31. Jumlah & Jenis Satuan :

Diisi dengan jumlah dan jenis barang menurut satuan barang.


Diisi dengan uraian dan kode satuan barang ekspor yang bersangkutan
dengan berpedoman kepada dasar harga transaksi ekspor, sebagai
misal per piece (pce), per ton, per drum. Kode satuan barang terdapat
pada Tabel Satuan, yang wajib diisikan pada kotak yang telah
disediakan.

- Berat bersih (Kg) :

Diisi berat bersih (netto) dalam kilogram.

Keterangan :
Dalam hal lebih dari satu jenis satuan barang, maka diisi di lembar
pertama rekapitulasi jumlah dan jenis satuan barang yang bersangkutan,
sedangkan perinciannya diisi pada angka 31 Lembar Lanjutan.

Contoh :
Apabila jumlah barang 2500 dengan satuan pieces dan berat bersihnya
100 kg, ditulis :
2500 Pieces
100 kg

27
Angka 32. Jumlah Nilai FOB :

Diisi Nilai FOB barang ekspor yang bersangkutan.

Angka 33. Nilai PE dalam Rupiah :

Diisi jumlah Rupiah keseluruhan hasil perhitungan PE ke dalam kotak.

Keterangan :
- Dalam hal terdiri dari beberapa jenis barang yang terkena/dibayar
PE, jumlah Rupiah hasil perhitungan PE agar diisikan pada
halaman rekapitulasi (lembar pertama).
- Jika barang ekspor tersebut tidak terkena PE, kotak yang
bersangkutan agar diisi dengan tanda ...

F. :
- Diisi tempat, tanggal dan nama jelas eksportir / PPJK (dengan
huruf cetak).
- Hasil cetak PEB diisi tempat, tanggal, tanda tangan serta nama
jelas eksportir/PPJK dengan huruf cetak berikut cap perusahaan.

G : DIISI BEA DAN CUKAI :

No. & Tgl. Pendaftaran : (diisi oleh Bea dan Cukai)

Diisi nomor dan tanggal pendaftaran sesuai nomor urut dari BCP PEB

Contoh : nomor pendaftaran 000116 tanggal 1 Juni 2001 ditulis :

000116 01/06/2001

H. : PEJABAT BC :

Diisi oleh pejabat BC


Misalnya : nomor dan tanggal BC1.1 serta nomor posnya

I. : DIISI BEA DAN CUKAI/BANK :

- Diberi tanda X (coret) bagi yang tidak dipergunakan.


- Diisi nomor penerimaan yang diberikan oleh penerima pembayaran.
- Diisi nomor tanda bukti pembayaran.
- Diisi tanggal dilakukannya pembayaran pada kolom yang disediakan
- Tanda tangan dan nama jelas pejabat penerima yang berwenang.
- Diisi nama dan cap instansi penerima pembayaran.

6. Pengisian Kolom-kolom Lembar Lanjutan PEB


Kantor Pelayanan Bea dan Cukai :

Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Kantor Pelaynan Bea dan Cukai


sebelumnya.

Nomor Pengajuan :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pengajuan sebelumnya.

Nomor Pendaftaran :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pendaftaran sebelumnya.

Angka 28 s/d 32 :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian angka 28 s/d 32 sebelumnya.

7. Pengisian Kolom-kolom Lembar Lampiran Peti Kemas :


Kantor Pelayanan Bea dan Cukai :

28
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
sebelumnya.

Nomor Pengajuan :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pengajuan sebelumnya.

Nomor Pendaftaran :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pendaftaran sebelumnya.

No. Urut :
Diisi sesuai dengan nomor urut.

NOMOR :
Diisi sesuai dengan nomor petikemas.

UKURAN :
Diisi sesuai dengan ukuran petikemas.

TIPE :
Diisi sesuai dengan tipe petikemas
Contoh : REEFER atau OPENTOP

8. Pengisian Kolom-kolom Lembar Lampiran PEB Berkala :


Kantor Pelayanan Bea dan Cukai :

Diisi sebagaimana petunjuk pengisisan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai


sebelumnya.

Nomor Pengajuan :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pengajuan sebelumnya.

Nomor Pendaftaran :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pendaftaran sebelumnya.

No. Urut.
Diisi sesuai dengan nomor urut pendaftaran invoice.

No. & Tgl. Pendaftaran Invoice


Diisi sesuai dengan Nomor dan Tanggal Pendaftaran Invoice dari BCP
Khusus.

No. Tgl. Invoice


Diisi sesuai dengan nomor dan tanggal invoice yang didaftarkan.

Nama, Alamat Penerima/Pembeli


Diisi sesuai dengan nama, alamat lengkap penerima/pembeli barang di luar
negeri.

Tgl. Ekspor
Diisi sesuai dengan tanggal/bulan/tahun keberangkatan sarana
pengangkut.

Sarana Pengangkut (Nama & No. Voy./Flight)


Diisi nama sarana pengangkut, Nomor Voy, (Voyage) untuk angkutan laut
atau Nomor Flight untuk angkutan udara untuk setiap ekspor.

Negara Tujuan
Diisi sesuai dengan negara tujuan ekspor untuk setiap invoice.

29
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Salinan sesuai dengan aslinya
Kapala Biro Umum
ttd,-
ttd,-
MUSTAFA HUSIEN, S.H, MM. BOEDIONO
NIP 060051103

30

Anda mungkin juga menyukai