Panduan Pengisian Dokumen BC 3.0
Panduan Pengisian Dokumen BC 3.0
24 Merek dan No. Kemasan serta No. dan Jumlah Peti Kemas 25. Jumlah dan Jenis Kemasan: 26. Berat Kotor 27. Berat Bersih
28 29. Pos Tarif/HS 30 HPE Barang pada tgl 31 Jumlah & Jenis 32. Jumlah Nilai FOB
No. Uraian jenis dan jumlah barang secara lengkap, merk, tipe, Pendaftaran Satuan
ukuran, spesifikasi lain dan kode barang PE (% atau lainnya) Berat bersih (Kg)
IKHTISAR PEMERIKSAAN:
.Tgl. .
Nama ..
NIP 0600
14
LEMBAR LANJUTAN
PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB)
BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai: Halaman .dari .
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
28. 29. - Pos Tarif HS 30 - HPE Barang pada tgl. 31. - Jumlah & Jenis Satuan 32. Jumlah Nilai FOB
No. - Uraian jenis dan jumlah barang secara Pendaftaran - Berat bersih (Kg)
lengkap, merk, tipe, ukuran, spesifikasi - PE (% atau lainnya)
lain dan kode barang
.........................Tgl. .
Eksportir/PPJK
(.)
15
LEMBAR LAMPIRAN PETI KEMAS
PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB)
BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai: Halaman .dari .
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
NO NO
Urut NOMOR UKURAN TIPE Urut NOMOR UKURAN TIPE
.........................Tgl. .
Eksportir/PPJK
(.)
16
LEMBAR LAMPIRAN
PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB) BERKALA
BC 3.0
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai: Halaman .dari .
Nomor Pengajuan :
Nomor Pendaftaran :
No. No. & Tgl. No. & Tgl. Nama, Alamat Tgl. Sarana Pengangkut Negara Tujuan
Urut Pendaftaran Invoice Penerima/Pembeli Ekspor (Nama &Voy./Flight
Invoice No.)
.........................Tgl. .
Eksportir/PPJK
(.)
17
MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
PETUNJUK PENGISIAN
1. Format PEB mempunyai ruang dan kolom sesuai contoh dengan ukuran A4
(210 x 297 mm).
2. FEB terdiri atas 4 (empat) lembar :
- Lembar pertama,
- Lembar lanjutan, digunakan dalam hal PEB berisi lebih dari satu pos
tarif dan/atau lebih dari satu uraian jenis barang.
- Lembar Lampiran Peti Kemas, digunakan dalam hal PEB berisi lebih
dari empat peti kemas, dan
- Lembar lampiran FEB Berkala dipergunakan dalam hal PEB Berkala
yang berisi lebih dari satu pengapalan atau lebih dari satu invoice.
3. Pada bagian kanan atas lembar PEB, lembar lanjutan, lembar lampiran
kontainer, harus diisi halaman ke berapa dari jumlah keseluruhan halaman.
Contoh :
Apabila PEB hanya satu halaman, ditulis :
Halaman 1 dari 1.
4. Tatacara pengisian :
- data uang dengan angka adalah sebagai berikut :
a. untuk memisahkan angka ribuan diberi tanda titik;
b. untuk memisahkan angka pecahan desimal diberi tanda koma
dan 2 (dua) digit dibelakang koma.
Nomor Pengajuan :
Diisi dengan tiga kelompok data yang berupa :
- Kode pengguna yang diberikan oleh Bea dan Cukai;
- Tanggal pengajuan/pembuatan PEB;
- Nomor pengajuan / pembuatan PEB dari yang bersangkutan.
18
Contoh : Kode pengguna 990111; Nomor pengajuan = 1125;
Tanggal Pengajuan 1 Juni 2001
Nomor pengajuan 990111 1125 01/06/2001
A. Jenis PEB :
Diisi angka 1 pada kotak yang tersedia untuk FEB biasa atau angka 2
pada kotak yang tersedia untuk PEB Berkala.
PEB Biasa adalah PEB yang diajukan untuk setiap kali pengeksporan.
PEB Berkala adalah PEB yang diajukan untuk seluruh transaksi ekspor
dalam periode waktu tertentu.
PEB Berkala
2 1. Biasa; 2. Berkala
Contoh :
- Untuk jenis barang ekspor umum
Jenis Barang 1
Ekspor
Jenis Barang 2
Ekspor
19
Jenis Barang 3
Ekspor
C. Cara Perdagangan :
Diisi pada kotak yang disediakan angka :
1. untuk cara perdagangan biasa
2. untuk cara perdagangan imbal dagang
Contoh :
D. Cara Pembayaran :
Diisi pada kotak yang disediakan kode cara pembayaran serta
uraiannya dibelakang kotak tersebut :
1. untuk pembayaran dilakukan di muka, atau
2. untuk pembayaran dengan Sight Letter of Credit, atau
3. untuk pembayaran dilakukan dengan Wesel Inkaso, atau
4. untuk pembayaran dilakukan dengan Perhitungan kemudian,
atau
5. untuk pembayaran dilakukan dengan konsinyasi, atau
6. untuk pembayaran dilakukan dengan Usance Letter of Credit,
atau
7. untuk pembayaran dilakukan dengan lainnya
Contoh
- Untuk pembayaran dengan konsinyasi
5 Konsinyasi
E. Data Pemberitahuan :
Pengisisan kolom-kolom pada data pemberitahuan sangat tergantung
kepada jenis barang ekspornya.
Tabel dibawah ini menunjukan kolom-kolom yang harus diisi, yang diisi
apabila ada atau tidak perlu diisi.
Contoh : NPWP/Paspor/KTP/lainnya
[Link]-011.000
Diisi nomor dan tanggal surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat
Izin yang dikeluarkan oleh Departemen Teknis / Lembaga Pemerintah
Non Departemen dan tanggal pengeluaran.
21
Diisi pada kotak yang disediakan kode status perusahaan serta
uraiannya dibelakang kotak tersebut :
Contoh :
- Untuk koperasi
10 Koperasi
Untuk PEB Berkala yang penerima/pembeli lebih dari satu, diisi Lihat
lembar lampiran PEB Berkala.
101/WBC.07/KP.01/2001 01/05/2001
Untuk PEB Berkala yang perkiran tanggal ekspornya lebih dari satu, diisi
Lihat lembar lampiran PEB Berkala.
Diisi :
- nama sarana pengangkut,
- nomor Voy(Voyage) untuk angkutan laut atau nomor flight untuk
angkutan udara,
- bendera kapal
Untuk PEB Berkala yang nama sarana pengangkutnya lebih dari satu,
diisi Lihat lembar lampiran PEB Berkala.
Diisi :
- nama pelabuhan muat barang,
- kode lokasi/pelabuhan muat sesuai table kode lokasi/pelabuhan
pada kotak yang tersedia.
Untiuk PEB Berkala yang nomor invoicenya lebih dari satu, diisi Lihat
lembar lampiran PEB Berkala.
2
Di Luar Kawasan Pabean, tgl. 22 Juli 2001
KPBC : Purwakarta 050533
Untuk PEB Berkala dalam hal telah dilakukan pemeriksaan fisik diisi
lokasi pemeriksaan.
Diisi nama negara tujuan serta kode negara pada kotak yang tersedia:
Contoh : JEPANG JP
Untuk PEB Berkala yang negara tujuannya lebih dari satu, diisi Lihat
lembar lampiran PEB Berkala.
Keterangan :
Dalam hal barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu pos tarif,
maka angka 18 lembar pertama diisi kata-kata Lhat Lembar Lanjutan,
kemudian pada angka 29 Lembar Lanjutan diisi masing-masing izin
khusus yang bersangkutan.
- Ex Work. EXW
- Free Carrier FCA
- Free Along Ship FAS
- Free On Board FOB
- Cost and Freight CFR
- Cost, Insurance, and Freight CIF
- Carrier Paid To CPT
- Carrier and Insurance Paid To . CIP
- Delivered at Frontier . DAF
- Delivered Ex Ship .. DES
- Delivered Ex Quay (Duty Paid) DEQ
- Delivered Duty Unpaid .. DDU
- Delivered Duty Paid DDP
24
Contoh : Cara pembayaran Free On Board
Diisi jenis valuta yang dipergunakan dalam nilai FOB pada kotak yang
tersedia.
Diisi nilai freight barang ekspor yang bersangkutan dalam valuta asing
sebagaimana tercantum dalam angka 20.
Diisi nilai asuransi barang ekspor yang bersangkutan dalam valuta asing
sebagaimana dalam angka 20.
Keterangan
Dalam hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu
pos tarif/pembelian PE, maka total FOB atau rekapitulasi diisi pada
angka 23 lembar pertama, sedangkan perinciannnya diisi pada angka 32
Lembar Lanjutan per jenis barang/pos tarif.
Angka 24. Merek dan No. Kemasan serta No. dan jumlah Peti Kemas :
Contoh :
- Jika tidak memakai peti kemas :
PT ABG No. 1 100
Diisi dengan jumlah dan jenis kemasan atau jumlah dan jenis pengemas
barang ekspor. Apabila jenis kemasannya lebih dari satu, agar
dicantumkan dalam jenis kemasan package.
Contoh : 10 case CS
25
10 case, 50 box, 40 drum ditulis :
100 package
PK
Diisi berat kotor (bruto) dalam kilogram (kg) keseluruhan barang ekspor
yang bersangkutan.
Diisi berat bersih (netto) dalam kilogram (kg) atas keseluruhan barang
ekspor yang bersangkutan.
Keterangan :
Dalam hal ini jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu
pos tarif/pembebanan PE, maka total berat beras bersih atau
rekapitulasinya diisi pada angka 27 Lembar Pertama, sedangkan berat
bersih tiap jenis barang atau pos tarif/pembebanan PE dirinci pada angka
31 Lembar Lanjutan.
Angka 28 s.d. 32 diisi data dari setiap jenis barang yang terdapat dalam
Lembar Pertama dan Lembar Lanjutan.
Keterangan :
Dalam hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu
pos tarif, maka nomor urutnya dirinci pada angka 28 Lembar Lanjutan,
sedangkan pada lembar pertama untuk amgka 28 s.d. 32 cukup diberi
cataatan :
( tulis angka dengan huruf ) jenis barang, lihat lembar lanjutan.
Diisi kode pos tarif (HS) barang sesuai dengan klarifikasi barang yang
bersangkutan.
26
Diisi uraian jenis barang ekspor berikut merk, ukuran, spesifikasi lainnya
sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menetapkan
klasifikasi.
Diisi kode barang dalam hal barang ekspor berasal berasal dari TPB dan
/ atau yang mendapat kemudahan ekspor sesuai kode barang dari
masing-masing perusahaan.
Contoh : - [Link]
- Kain sarung polyester 65% cotton 35%
- 1000 (seribu) pieces
- Merek Salak, tipe A. ukuran Dewasa
- Kode barang : 100015
Keterangan :
Dalam hal barang ekspor lebih dari satu pos tarif dan/atau lebih dari satu
uraian jenis barang, maka angka 29 lembar pertama diisi kata-kata Lihat
Lembar Lanjutan. Kemudian pada angka 29 lembar Lanjutan diisi
masing-masng pos tarif dan/atau masing-masing uraian jenis barang.
Yang dimaksud dengan kode barang adalah kode barang hasil produksi
dalam hal ekspor dari Kawasan Berikat dan ekspor yang mendapat
kemudahan ekspor.
Sedangkan dalam hal ekspor dari Gudang Berikut adalah kode barang
yang sama pada saat penerimaan.
- PE (% atau lainnya) :
Keterangan :
Apabila tarif PE berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor, lembar
pertama tidak diisi tetapi dirinci pada Lembar Lanjutan. Jika barang
ekspor tersebut tidak terkena PE, kontak yang bersangkutan agar diisi
dengan tanda -.
Keterangan :
Dalam hal lebih dari satu jenis satuan barang, maka diisi di lembar
pertama rekapitulasi jumlah dan jenis satuan barang yang bersangkutan,
sedangkan perinciannya diisi pada angka 31 Lembar Lanjutan.
Contoh :
Apabila jumlah barang 2500 dengan satuan pieces dan berat bersihnya
100 kg, ditulis :
2500 Pieces
100 kg
27
Angka 32. Jumlah Nilai FOB :
Keterangan :
- Dalam hal terdiri dari beberapa jenis barang yang terkena/dibayar
PE, jumlah Rupiah hasil perhitungan PE agar diisikan pada
halaman rekapitulasi (lembar pertama).
- Jika barang ekspor tersebut tidak terkena PE, kotak yang
bersangkutan agar diisi dengan tanda ...
F. :
- Diisi tempat, tanggal dan nama jelas eksportir / PPJK (dengan
huruf cetak).
- Hasil cetak PEB diisi tempat, tanggal, tanda tangan serta nama
jelas eksportir/PPJK dengan huruf cetak berikut cap perusahaan.
Diisi nomor dan tanggal pendaftaran sesuai nomor urut dari BCP PEB
000116 01/06/2001
H. : PEJABAT BC :
Nomor Pengajuan :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pengajuan sebelumnya.
Nomor Pendaftaran :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pendaftaran sebelumnya.
Angka 28 s/d 32 :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian angka 28 s/d 32 sebelumnya.
28
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
sebelumnya.
Nomor Pengajuan :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pengajuan sebelumnya.
Nomor Pendaftaran :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pendaftaran sebelumnya.
No. Urut :
Diisi sesuai dengan nomor urut.
NOMOR :
Diisi sesuai dengan nomor petikemas.
UKURAN :
Diisi sesuai dengan ukuran petikemas.
TIPE :
Diisi sesuai dengan tipe petikemas
Contoh : REEFER atau OPENTOP
Nomor Pengajuan :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pengajuan sebelumnya.
Nomor Pendaftaran :
Diisi sebagaimana petunjuk pengisian Nomor Pendaftaran sebelumnya.
No. Urut.
Diisi sesuai dengan nomor urut pendaftaran invoice.
Tgl. Ekspor
Diisi sesuai dengan tanggal/bulan/tahun keberangkatan sarana
pengangkut.
Negara Tujuan
Diisi sesuai dengan negara tujuan ekspor untuk setiap invoice.
29
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Salinan sesuai dengan aslinya
Kapala Biro Umum
ttd,-
ttd,-
MUSTAFA HUSIEN, S.H, MM. BOEDIONO
NIP 060051103
30