MENGUASAI PENGGUNAAN GPS SECARA CEPAT
Oleh : Prama Gustian
Pendahuluan
GPS (Global Positioning System) adalah suatu metoda penentuan posisi yang
berbasiskan satelit, saat ini banyak diaplikasikan di Indonesia terutama yang terkait
dengan aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi. Pengetahuan GPS dan
aplikasinya akan sangat bermanfaat untuk melaksanakan pekerjaan operasional di
lapangan dalam banyak hal terkait informasi yang bersifat parsial.
Dalam pengoperasiannya GPS untuk menentukan posisi di permukaan bumi
membutuhkan bantuan sinkronisasi sinyal satelit. Tujuan dari satelit GPS adalah
untuk memberi tahukan posisi titik-titik dipermukaan bumi kapan saja, dimana saja
kepada siapa saja yang memerlukan secara gratis. Pengguna jasa (user) dapat
menerima sinyal satelit setiap saat apabila memiliki receiver GPS dengan tidak
memandang merek. Satelit GPS memancarkan sinyal-sinyal, pada prinsipnya untuk
memberi tahu si pengamat sinyal tersebut tentang posisi satelit, jaraknya dari si
pengamat beserta informasi waktunya.
Widyaiswara Balai Diklat Kehutanan Bogor pada bulan Januari 2015 telah
melakukan Diklat Penggunaan GPS dan Pemetaan Digital selama 6 (enam) hari
atau setara dengan 50 (lima puluh) jam pelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam
diklat tersebut adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta
diklat untuk mampu menjelaskan dan menggunakan receiver GPS handheld untuk
menentukan posisi dan memetakan batas areal.
Penulis adalah satu dari 19 (sembilan belas) orang peserta yang mengikuti program
diklat tersebut, yang dalam waktu yang cukup singkat dapat mengoperasikan GPS
dan melakukan pemetaan digital secara sederhana. Pengalaman tersebut
mendorong penulis untuk ingin berbagi pengalaman praktis dalam Menguasai
Penggunaan GPS Secara Cepat melalui sebuah tulisan.
Untuk menguasai penggunaan GPS secara cepat dibutuhkan waktu sedikitnya 3
(tiga hari), diawali dengan pengenalan GPS handheld (genggam), mengukur posisi
dan koordinat, serta membuat garis batas areal yang diukur. Selama melakukan
latihan sedapat mungkin pengguna mengeksplorasi fitur dan kegunaan setiap
fasilitas yang ada di dalam GPS, latihan dilakukan secara berulang sehingga bisa
lebih terampil dan belajar dari kesalahan.
Mengenal GPS
Pada prinsipnya penentuan posisi dengan GPS adalah pengukuran jarak
secara bersama-sama ke beberapa satelit (yang koordinatnya telah diketahui)
sekaligus. Untuk menentukan koordinat suatu titik dibumi, receiver setidaknya
membutuhkan 4 satelit yang ditangkap sinyalnya dengan baik, secara default posisi
atau koordinat yang diperoleh bereferensi ke global datum yaitu World Geodetic
System 1984 atau disingkat WGS 84. Ilustrasi hubungan antara minimal 4 satelit
dengan penerima GPS dalam penentuan posisi dapat dilihat seperti gambar di
bawah ini.
d
d2
2 dd
3 3
d
d11 d4
d4
tinggi satelit 20.200 km
dari permukaan bumi
tinggi satelit 20.200 km
dari permukaan bumi
Permukaan bumi
Permukaan bumi
Gambar 1. Konsep penentuan posisi dengan menggunakan GPS
Metode pengambilan koordinat GPS :
Metode Absolut
Metode Absolut atau juga dikenal sebagai point positioning, adalah metode yang
menentukan posisi hanya berdasarkan pada 1 pesawat penerima saja (receiver).
Ketelitian tidak begitu tinggi dan biasanya digunakan hanya untuk keperluan
Navigasi. Posisi/koordinat dari pengamatan satelit GPS dengan metoda penentuan
posisi absolut didapat sesaat pada saat pengamatan berlangsung pada satu
receiver dengan mengamati perhitungan perpotongan sinyal dari minimum 4 (empat)
atau lebih satelit GPS yang terekam pada waktu yang bersamaan.
Metode Diferensial
Metoda penentuan posisi Differential GPS (DGPS) adalah posisi suatu titik
ditentukan relatif terhadap titik lainnya yang telah diketahui koordinatnya (monitor
station). Pada metoda penentuan posisi differensial proses hitungan dapat dilakukan
setelah pengamatan selesai atau dilakukan dengan proses hitungan sesaat dalam
keadaan receiver bergerak (real-time kinematic processing). Pada proses hitungan
lanjutan adalah cukup sederhana dan relatif lebih murah, sedangkan pada proses
hitungan sesaat lebih rumit karena diperlukan peralatan tambahan untuk melakukan
hubungan data sesaat (real-time data link).
Jenis GPS Navigasi umumnya memiliki kemampuan pengambilan titik secara
absolut, sedangankan untuk pengukuran diferensial biasanya menggunakan GPS
jenis mapping dan geodetik.
Receiver GPS 76CSx
Salah satu alat
receiver GPS yang paling
sering digunakan
Kehutanan adalah
Garmin MAP 76 CSX.
Spesifikasi GPS ini
antara lain lama akuisisi
data kurang lebih 1 detik,
dalam posisi sudah
menyala. Kalau dari
posisi off 38 detik.
Akurasi kompas kurang
lebih 50 , akurasi GPS
kurang dari 10
Gambar m, untuk
2. GPS differensialnya
Garmin seri 76CSx, berakurasi
dan fungsi antara
dari 3 hingga 5 meter. Akurasi
ketinggian 3 meter, dengan resolusi
masing-masing 30 cm. interface alat mengacu pada standar
tombol
NMEA, yaitu NMEA 0183 versi 2.3 dan juga menggunakan RS-232 serta USB.
Gambar 2 menjelaskan tombol-tombol yang ada di GPS Garmin seri 76CSx, dan
fungsi dari masing-masing tombol tersebut.
Cara penggunaan GPS 76CSx
Langkah pertama adalah menghidupkan GPS 76CSx. Pada saat anda menekan
tombol bergambar lampu berwarna merah, maka otomatis GPS akan melakukan
akuisisi sinyal satelit GPS. Lokasi koordinat dimana anda berada akan muncul jika
minimal 4 sinyal satelit telah diterima oleh alat, Seperti pada gambar 3.
Langkah selanjutnya adalah Kalibrasi GPS. Alat sering dibawa berpindah-pindah
dalam jarak yang cukup signifikan (lebih dari 160 km). Untuk menyesuaikan dengan
kondisi lokal yang baru didatangi tentu perlu dilakukan kalibrasi ulang dari alat
tersebut., yang perlu dikalibrasi adalah :
Kompas GPS
Altimeter GPS
Setelah kalibrasi, maka GPS sudah dapat digunakan baik itu membuat
waypoint marking ataupun melakukan tracking. Sebuah catatan untuk kalibrasi, baik
itu kalibrasi kompas ataupun ketinggian. Kalibrasi tidak hanya dilakukan jika kita
berpindah tempat dengan jarak yang signifikan, tetapi kalibrasi juga dilakukan jika
GPS mengalami perubahan suhu yang ekstrim.
a. Membuat Track dan Marking
Salah satu menu yang paling sering digunakan pada Garmin GPS 76CSx
adalah Track. Langkah awalnya adalah pengambilan data posisi atau (Waypoint
marking). Waypoint marking adalah memperoleh koordinat dari suatu titik lokasi
yang di survey. Untuk melakukan marking maka : (1) satuan unit sudah disetting,
datum dan koordinat formatnya. (2) Pada saat marking titik koordinat, tidak boleh
bergerak, cukup berhenti di tempat sesaat sampai anda tekan Enter untuk OK,
menerima hasil yang diperoleh dan anda simpan, baik anda ubah namanya ataupun
default nama yang diberikan oleh GPS
Langkah untuk melakukan marking adalah dengan menekan tombol Enter
agak lama, hingga muncul tampilan page Mark Waypoint seperti gambar 3 berikut :
Gambar 3. Layar Mark Waypoint
Ini adalah teknik standar perolehan data koordinat, tetapi jika anda tidak
dapat berhenti secara langsung, ataupun harus bergerak terus, maka dapat
menggunakan fasilitas Man Over Board (MOB) untuk memperoleh/capturing data
koordinat/Waypoint. Misalnya anda berada di atas kapal atau sampan. Cara MOB
ini dengan menekan tombol Find agak lama untuk melakukan marking, dan tekan
Enter untuk menampilkannya arah lokasi anda ke titik MOB di dalam peta GPS
Setelah mendapatkan data posisi, maka kita dapat melakukan Tracking, yang
dalam peristilahan GPS adalah melakukan akuisisi data koordinat secara otomatis
berdasarkan jalur yang kita lalui dan data tersebut disimpan dalam kartu memori
GPS secara otomatis pula. Untuk memulai tracking tekan tombol menu dua kali,
maka akan muncul Menu Utama seperti gambar 4 pilih track, tekan Enter.
Gambar 4. Halaman menu utama
Setelah enter track akan muncul halaman track seperti gambar 5 berikut :
Gambar 5. Halaman Track
Arahkan highligt kuning dengan menggerakkan rocker pad ke button On
untuk menghidupkan track logger (pencatat otomatis track). Angka 20 % pada
gambar di atas menunjukkan memori yang sudah digunakan oleh track. Tanggal
pada box saved track, menunjukkan nama tracking yang sudah ada.
Untuk menyiapkan track logger agar pencatat per jarak atau per waktu
highlight kuning ke arah setup dan teken Enter. Akan muncul pilihan by
distance/jarak, by time/waktu. Untuk menyimpan hasil tracking dalam sebuah nama,
tekan enter setelah kursor berada pada button Save. Anda bisa mengubah nama
atau membiarkan nama default. Pada saat menyimpan ini anda akan diberi pilihan
menyimpan seluruh track, atau menyimpan track yang baru saja anda lakukan.
Untuk menampilkan dalam peta GPS klik pada salah satu dari daftar track yang ada.
Pilih Map/ maka peta dengan tracking yang anda lakukan akan muncul.
b. Mencari Titik (Find)
Find waypoints atau bisa juga disebut mencari titik adalah salah satu fasilitas untuk
mencari titik yang sudah tersimpan pada memori alat (dalam hal ini pada receiver
GPS Garmin 76csx). Dengan menggunakan menu ini bisa digunakan untuk kegiatan
cek kembali lokasi, tetapi tentu saja data mengenai koordinat dari titik yang akan
dicari tersebut sudah diketahui dan dimasukkan di dalam memori alat.
Langkah-langkah melakukan find waypoints atau mencari titik adalah :
Tekan tombol FIND pada alat, sehingga muncul gambar berikut :
Gambar 6. Tombol Find GPS Garmin 76
Tempatkan rocker pada menu Waypoint lalu tekan tombol Enter maka akan
muncul tampilan layar seperti berikut :
Gambar 7. Pilihan Lokasi
yang akan dicari
Setelah dipilih nama titik yang akan dicari, letakkan rocker pada nama titik
tersebut lalu tekan Enter, selanjutnya tekan go to (pergi)
Pilih metode pencarian titik yang diinginkan
- Ikuti Jalan berarti alat akan mengarahkan pengamat untuk menuju ke jalan
terlebih dahulu
- Keluar Jalur berarti alat tidak akan mengarahkan pengamat untuk menuju ke
jalan terlebih dahulu tetapi akan mengarahkan pengamat langsung pada titik
tujuan (tembak langsung)
Gambar 8. Penunjuk arah pencarian titik
Masih banyak fasilitas yang ada pada GPS yang dapat dipergunakan kepentingan
navigasi atau pemetaan secara digital. Setiap jenis GPS dengan merek dan model
berbeda memiliki fitur dan langkah berbeda dalam pengoperasiannya, walaupun
secara umum tehnik pengoperasian GPS relatif sama. Disarankan sebelum
mengoperasikan GPS dengan model berbeda pengguna membaca dan mengikuti
intruksi penggunaan alat yang ada pada setiap produk yang dikeluarkan.
Penutup
GPS di bidang kehutanan banyak digunakan untuk pengadaan titik-titik kontrol
untuk keperluan pemetaan, penentuan dan rekonstruksi batas kawasan serta
luasnya; penentuan kemiringan lereng/lahan ataupun beda tinggi; penentuan dan
rekonstruksi arah di lapangan; penentuan dan rekonstruksi trase jalan.
Dalam menggunakan GPS perlu melakukan pengaturan mulai dari setting unit,
kalibrasi kompas dan kalibrasi altimeter. Beberapa hal yang dilakukan yaitu setting
GPS berupa datum, waktu dan unit.
Dalam penggunaan GPS, fungsi yang paling sering digunakan adalah penentuan
posisi, pencarian posisi dan pembuatan rute. Penentuan posisi GPS secara absolut
dapat dilakukan secara averaging untuk mendapatkan keakuratan.
Daftar Pustaka
Abidin, Z. Hasanuddin. 2000. Penentuan Posisi Dengan GPS dan Aplikasinya. Pradnya Paramita.
Jakarta.
Annonimous. 2007. GPSMAP 76 CSx mapping gps owners manual . Garmin International, Inc. Kansas
USA.
Gustian, Prama. 2009. Penggunaan GPS. Bahan Ajar Diklat penggunaan GPS dan Aplikasinya. BDK
Kupang. Tidak Dipublikasikan.
_____________. 2007. Navigasi Darat. Bahan Ajar Diklat Jungle Survival. BDK Kupang. Tidak
Dipublikasikan.
Hutahuruk, Richa. R. 2012. Penggunaan GPS. Bahan Ajar Diklat penggunaan GPS dan Aplikasinya.
BDK Bogor. Tidak Dipublikasikan.
Indrabudi dkk. 2000. Modul Pelatihan Sistim Informasi Geografis. Pusat Diklat Kehutanan dan
Perkebunan-Bogor.
Machdori, Ms., Drs. 1998. Modul Pengantar Perpetaan, Diklat Jagawana. Pusdiklat Pegawai dan SDM
Kehutanan Bogor.
Maksum, M. Asep dan Prama Gustian. 2013. Navigasi Hutan. Bahan Ajar Diklat Penegakan Hukum
Bagi Polhut. BDK Bogor. Tidak Dipublikasikan.
Setiawan I. Dkk., 2006. Teknik Operasional GPS. Modul Mata Diklat. Pusdiklat Kehutanan Bogor.