ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN (DOPS)
1. Identitas klien : Tn.P, Umur 42 tahun
2. Diagnosa medis : Sirosis Hepatis
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Pemasangan Kateter
4. Diagnose Keperawatan :
5. Prinsip tindakan & rasional
Tindakan Rasional
Persiapan klien :
1. Berikan salam dan menyapa nama Melakukan komunikasi terapiutik
klien
2. Jelaskan tujuan dan prosedur Agar klien mengetahui tindakan apa yang
pelaksanaan dilakukan
3. Tanyakan persetujuan dan Menerapkan atas hak klieb untuk menolak
kesiapan pasien Menjaga privasi
4. Jaga privasi klien
Prosedur :
1. Pasang sampiran/tirai Menjaga privasi
2. Posisikan klien dorsal recumbent Memudahkan dalam tindakan
3. Kenakan kain pada daerah Agar tidak mengotori celana klien atau pun
abdomen dengan posisi diamond kasur tempat tidur klien, dan mencegah
dan paha klien jika diperlukan dan transmisi mikroorganisme
pasang perlak diantara ke-2 paha
4. Cuci tangan, gunakan sarung Mencegah transmisi mikroorganisme dan
tangan dan bersihkan , kemudian menerapkan teknik aseptik
ukur perineal klien
5. Buka kateter kit dsn gunakan Menerapkan teknik aseptik
tehnik aseptic, letakkan di sisi
tempat tidur klien
6. Gunakan sarung tangan steril Menreapkan teknik aseptik
7. Periksa nalon kateter dengan Memastikan balon berfungsi dengan baik
menggunakan WFI 5cc dan
kempiskan kembali
8. Jika urobag dan kateter belum Untuk menampung cairan urine yang
tersambung, hubungkan urobag nantinya keluar
dengan kateter
9. Lumasi ujung kateter dengan Memudahkan dalam memasukkan selang
lubricant dan tempatkan pada kateter
daerah steril
10. Lakukan insersi Memastikan bahwa lubang yang
a. Klien laki-laki dimasukkan oleh kateter ialah lubang uretra
Arahkan penis ke atas
Masukkan kateter perlahan
lahan sedalam 15-23cm atau
hingga urine keluar
b. Klien perempuan
Regangkan labia minora
dengan tangan non dominan
dan amati ostium urethra
eksterna
Pegang kateter dengan tangan
non dominan, masukkan ke
ostium urethra eksterna
hingga urine dapat keluar dari
vesica urinaria dan masuk ke
urobag 5-7,5cm (2-3 inchi)
Jika urine belum masuk
urobag, berarti kateter belum
masuk ke vesica urinaria,
masukkan kateter lebih dalam
lagi (1-3 inchi)
Pegang kateter ketika vesica
urinaria kosong, hindari
memajukan dan menarik
kateter meskipun hanya
sedikit.
11. Pompa balon ketika kateter sudah
masuk vesica urinaria, jika kateter Untuk memfiksasi kateter dengan tepat
dimaksudkan untuk penggunaan
dalam beberapa waktu
12. Injeksikan WFI ke dalam balon
pelan-pelan, bila klien merasa Agar memastikan bahwa selang katateter
nyeri, hisap kembali dan lanjutkan benar2 sudh melewati uretra atau divesica
insersi kateter, setelahnya urnari
injeksilan kembali sebanyak 10 cc
13. Keluarkan cairan jika klien merasa
nyeri dan tidak nyaman Mencegah terjadi perdarahan akibat
14. Tarik perlahan kateter setelah tekanan balon
balon diisi Memastikan bahwa katetr sudah terdiksasi
15. Rekatkan kateter pada paha klien kuat
di bawah perineum dengan plester Merapikan selang klien
16. Letakkan urobag pada posisi yang
laebih rendah dari vesica urinaria, Agar cairan dapat mudah keluar
jangan biarkan di lantai.
17. Rapikan peralatan dan buang
peralatan yang tidak terpakai Mengembalikan alat pada posisi semula
18. Lepaskan sarung tangan dan cuci
tangan Mencegah transmisi mikrooorganisme
19. Bantu klien dalam posisi nyaman
Mengembalikan posisi klien senyaman
20. Kaji dan catat waktu katerisasi, mungkin
jumlah, warna, baud an kualitas Dokumnetasi tindakan
urine
21. Cuci tangan
Mencegah transmisi mikroorganisme
6. Tujuan tindakan
Untuk membantu klien melakukan miksi, karena adanya penekanan akibat
kanker prostat yang dialami klien.
7. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya
a) Terjadi pendarahan akibat ketika memasukkan selang dengan paksa dan
cepat
Pencegahannya
Secara perlahan memasukkan kateter dan memastikan bahwa kateter
sudah dilumasi sbelumnya
8. Analisa Sintesa
Anastesi general untuk tindakan decompresi
Penurunan kekuatan gas
Penurunan kemampuan melakukan miksi
Kateterisasi
Memantau output
9. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya)
a. Urine keluar sebanyak 10 cc
b. Tidak adanya nyeri ketika injeksi balon
c. Kateter terfiksasi kuat
d. Maknanya
Kateter masuk difesica urinaria klien.