Proses dan Arti Likuidasi Perusahaan
Proses dan Arti Likuidasi Perusahaan
Likuidasi menurut Floyd [Link] (1988) adalah suatu proses yang meliputi merubah aktiva
non kas menjadi kas, mengakui laba atau rugi dari proses merubah aktiva non kas menjadi kas,
melunasi kewajiban firma, dan akhirnya membagi semua kas yang dimiliki kepada masing-
masing anggota sekutu sesuai dengan saldo modalnya. Sedangkan menurut Harry Simon (1990)
likuidasi adalah proses merealisasikan aktiva non kas menjadi uang kas, menyelesaikan dengan
para kreditur dan pembagian sisa aktiva kepada kelompok-kelompok pemilikan.
Dengan melihat definisi diatas, maka dapat dikatakan bahwa likuidasi merupakan proses yang
berakhir dengan pembubaran perusahaan sebagai suatu unit organisasi.
Menurut The Uniform Of Partnership Act (UPA), undang-undang Persekutuan di AS, pasal 31
menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu persekutuan dibubarkan yang pada
intinya dapat diklasifikasikan sebagai berikut (seperti yang dikutip oleh Arifin (1997) dalam
bukunya pokok-pokok akuntansi lanjutan) :
1. Sistem perkonomian masyarakat atau negara tidak mendukung adanya kegiatan usaha,
seperti adanya undang-undang pemerintah, sistem monopoli perusahaan besar dan
sebagainya, yang kesemuanya itu tidak memungkinkan lagi suatu persekutuan hidup.
2. Ada faktor-faktor ekstern yang berada diluar jangkauan manajemen perusahaan seperti
bencana alam, kecelakaan, kebakaran dan sejenisnya yang kesemuanya tidak
memungkinkan lagi suatu persekutuan mempertahankan hidupnya.
3. Adanya faktor-faktor intern di dalam persekutuan, seperti adanya perselisihan antar
anggota, kesalahan dalam manajemen, ketidakserasian dalam kerja dan sejenisnya yang
kesemuanya itu dapat berakibat tidak memungkinkan lagi suatu persekutuan
dipertahankan hidupnya.
PROSES LIKUIDASI
1. Proses penghitungan laba-rugi sampai saat likuidasi. Proses ini dijalankan apabila
likuidasi yang dilaksanakan tidak bertepatan dengan awal atau akhir tahun, sehingga
perlu diketahui apakah mulai awal periode sampai pelaksanaan likuidasi perusahaan
mendapat laba atau mengalami kerugian. Laba atau rugi dibagikan kepada para anggota
sekutu sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi.
2. Proses realisasi, yaitu proses mengubah harta kekayaan non kas milik persekutuan
menjadi uang kas. Dalam proses ini apabila harga jual aktiva non kas tidak sama dengan
nilai bukunya maka akan timbul laba/rugi penjualan aktiva. Laba/rugi tersebut dibagikan
kepada para anggota sekutu sesuai dengan perbandingan laba rugi.
3. Proses likuidasi, yaitu proses pembayaran kepada pihak-pihak yang berhak (terlebih
dahulu dibayar kepada kreditur ekstern, kemudian kreditur intern, baru sisanya kepada
para anggota sekutu).
PROSEDUR LIKUIDASI
Secara ringkas urutan (prosedur) dalam melikuidasi persekutuan adalah sebagai berikut :
Berdasarkan saat dan cara pembayaran (distribusi) pembagian kas, maka likuidasi dapat
dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Likuidasi berlangsung setelah proses realisasi aktiva non kas selesai (likuidasi secara
langsung)
2. Likuidasi berlangsung setiap saat setelah realisasi aktiva non kas dilakukan (likuidasi
bertahap)
AKUNTANSI LIKUIDASI
1. A. Likuidasi berlangsung setelah proses realisasi aktiva non kas selesai (likuidasi
secara langsung)
Dalam hal ini pembayaran kepada anggota sekutu dilakukan setelah seluruh aktiva non kas telah
selesai direalisasikan (dijual) menjadi uang kas, sehingga laba rugi yang terjadi dari adanya
realisasi tersebut dapat segera diketahui seluruhnya dan langsung dapat dibebankan kepada
modal masing-masing sekutu.
Contoh 3.1
Persekutuan Cinta Sekali yang anggotanya A,B, dan C. Pada tanggal 2 januari 2003 bersepakat
melakukan likuidasi perusahaannya karena ketiga anggotanya tersebut tidak ada kecocokan lagi
untuk menjalankan usahanya. Semua aktiva non kas dapat direalisasikan seluruhnya menjadi
uang kas. Pembagian laba ruginya dengan perbandingan 4:4:2.
CV Cinta Sekali
Neraca
Per 31 Desember 2002
Modal C Rp 20.000
TOTAL AKTIVA Rp 150.000 TOTAL PASSIVA Rp 150.000
CV CINTA SEKALI
Laporan Likuidasi
Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.
Kas Rp 25.000
Modal A Rp 2.000
Modal B Rp 2.000
Modal C Rp 1.000
(realisasi piutang sebesar Rp 25.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berari ada kerugian
penagihan piutang sebesar Rp 5.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:2)
Kas Rp 42.000
Modal A Rp 800
Modal B Rp 800
Modal C Rp 400
Persediaan Rp 40.000
(realisasi persediaan sebesar Rp 42.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada
keuntungan sebesar Rp 2.000 dibagikan kepada masing-masing sekutu dengan perbandingan
4:4:2)
Kas Rp 50.000
Modal A Rp 12.000
Modal B Rp 12.000
Modal C Rp 6.000
(realisasi aktiva tetap sebesar Rp 50.000 dari saldo aktiva tetap sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 30.000 dialokasikan kepada masing-masing sekutu dengan perbandingan
4:4:2)
Kas Rp 60.000
Kas Rp 10.000
Modal A Rp 26.800
Modal B Rp 26.800
Modal C Rp 13.400
Kas Rp 67.000
Dalam likuidasi secara langsung, dapat juga timbul masalah dalam pengembalian modal kepada
para anggota, permasalahan tersebut timbul apabila salah satu atau beberapa anggota sekutu
mengalami defisit modal. Ada dua kemungkinan dalam permasalahan defisit modal anggota: (1)
anggota yang mengalami defisit modal mampu membayar, (2) anggota yang mengalami defisit
modal tidak mampu membayar. Permasalahan yang lebih serius lagi apabila hasil realisasi aktiva
non kas tidak mampu menutupi hutangnya.
Pada Tahap realisasi aktiva non kas menjadi uang kas apabila terjadi kerugian dalam
merealisasikannya, maka bisa timbul masalah adalah salah satu atau beberapa anggota
mengalami defisit modal tersebut. Konsekuensinya maka anggota yang mengalami defisit
modalnya tersebut harus menutupi defisitnya dengan cara menyetorkan uang tunai atau aktiva
lainnya kedalam persekutuan, sehingga saldo defisitnya habis.
Contoh 3.2
Dari data CV CINTA SEKALI diatas, dimana realisasi aktiva non kasnya adalah sebagai berikut
:
CV CINTA SEKALI
Laporan Likuidasi
Keterangan Kas piutang prsdiaan [Link] [Link] [Link] B Modal Modal Modal
A
B C
[Link] likuidasi 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
Realisasi piutang
Dan distribusi rugi 15000 -30000 -6000 -6000 -3000
35000 0 40000 80000 60000 10000 34000 34000 17000
Realisasi
persdiaan
Dan ditribusi rugi 10000 -40000 -12000 -12000 -6000
45000 0 0 80000 60000 10000 22000 22000 11000
Realisasi [Link]
Dan distribusi rugi 20000 -80000 -24000 -24000 -12000
65000 0 0 0 60000 10000 -2000 -2000 -1000
Pmbyrn pd krditur -60000 -60000
5000 0 0 0 0 10000 -2000 -2000 -1000
[Link] skutu -5000 -5000
B
0 0 0 0 0 5000 -2000 -2000 -1000
Mntup defisit m.
B
Dg saldo 0 0 0 0 0 -5000 5000
hutangnya
0 0 0 0 0 0 -2000 3000 -1000
Mntp df.A C dg 3000 2000
kas
3000 0 0 0 0 0 0 3000 0
Pmbyrn pd sktu B -3000 0 0 0 0 0 0 3000 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.
Kas Rp 15.000
Modal A Rp 6.000
Modal B Rp 6.000
Modal C Rp 3.000
(realisasi piutang dagang Rp 15.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berarti ada kerugian
penagihan piutang sebesarr Rp 15.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:2)
Kas Rp 10.000
Modal A Rp 12.000
Modal B Rp 12.000
Modal C Rp 6.000
Persediaan Rp 40.000
(realisasi persediaan sebesar Rp 10.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 30.000. Kerugian tersebut dialokasikan kepada masing-masing sekutu
dengan perbandingan 4:4:2)
Kas Rp 20.000
Modal A Rp 24.000
Modal B Rp 24.000
Modal C Rp 12.000
Kas Rp 60.000
Kas Rp 5.000
Modal B Rp 5.000
Kas Rp 3.000
Modal A Rp 2.000
Modal C Rp 1.000
Modal B Rp 3.000
Kas Rp 3.000
Dalam likuidasi apabila salah satu anggota sekutu mengalami defisit modal setelah tahap
realisasi, maka anggota tersebut diwajibkan untuk menyetorkan modal untuk menghapus defisit
modal tersebut dengan uang tunai atau aktiva tertentu. Apabila anggota sekutu yang mengalami
defisit modal tersebut tidak mampu menyetor modal maka yang menanggung defisit tersebut
adalah anggota yang lain yang tidak defisit dengan pembebanan sesuai dengan pembagian laba
rugi.
Contoh 3.3
Dengan menggunakan contoh CV CINTA SEKALI diatas, apabila sekutu A dan C yang
mengalami defisit dan tidak mampu membayar baik dengan uang tunai maupun aktiva tertentu,
maka penyelesaiannya sekutu B yang tidak defisit modal yang menanggungnya.
CV CINTA SEKALI
Laporan Likuidasi
Keterangan Kas Piutang prsdiaan [Link] [Link] [Link] B Modal Modal Modal
A
B C
[Link] likuidasi 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
Realisasi piutang
Dan distribusi rugi 15000 -30000 -6000 -6000 -3000
35000 0 40000 80000 60000 10000 34000 34000 17000
Realisasi
persdiaan
Dan ditribusi rugi 10000 -40000 -12000 -12000 -6000
45000 0 0 80000 60000 10000 22000 22000 11000
Realisasi [Link]
Dan distribusi rugi 20000 -80000 -24000 -24000 -12000
65000 0 0 0 60000 10000 -2000 -2000 -1000
Pmbyrn pd krditur -60000 -60000
5000 0 0 0 0 10000 -2000 -2000 -1000
[Link] skutu -5000 -5000
B
0 0 0 0 0 5000 -2000 -2000 -1000
Mntup defisit m.
B
Dg saldo 0 0 0 0 0 -5000 5000
hutangnya
0 0 0 0 0 0 -2000 3000 -1000
Modal [Link]
A
Dan C dg Modal 2000 -3000 1000
B
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.
Kas Rp 15.000
Modal A Rp 6.000
Modal B Rp 6.000
Modal C Rp 3.000
(realisasi piutang dagang Rp 15.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berarti ada kerugian
penagihan piutang sebesarr Rp 15.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:2)
Kas Rp 10.000
Modal A Rp 12.000
Modal B Rp 12.000
Modal C Rp 6.000
Persediaan Rp 40.000
(realisasi persediaan sebesar Rp 10.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 30.000. Kerugian tersebut dialokasikan kepada masing-masing sekutu
dengan perbandingan 4:4:2)
Kas Rp 20.000
Modal A Rp 24.000
Modal B Rp 24.000
Modal C Rp 12.000
Kas Rp 60.000
Kas Rp 5.000
Modal B Rp 5.000
Modal B Rp 3.000
Modal A Rp 2.000
Modal C Rp 1.000
Apabila hasil realiasasi aktiva non kas sangat kecil, maka kerugian yang dialami perusahaan
sangat besar, sehingga tidak mencukupi untuk untuk melunasi hutang kepada pihak eksternal.
Dalam hal seperti ini jumlah modal sekutu secara keseluruhan akan mengalami defisit.
Defisitnya modal sekutu tersebut ada yang mampu menutupi dan ada juga sekutu yang tidak
mampu untuk menutupi defisit modalnya. Apabila ada sekutu yang tidak mampu menutupi
defisit modalnya maka anggota sekutu yang mampu menutup defisit modal anggota sekutu yang
tidak mampu untuk melunasi hutang kepada pihak eksternal. Hal ini sesuai dengan salah satu
karakteristik persekutuan yaitu tanggung jawab yang tidak terbatas.
Contoh 3.4
CV AMANAH
Persediaan Rp 40.000
Modal A Rp 40.000
Modal B Rp 40.000
Modal C Rp 20.000
150.000,- 150.000,-
CV AMANAH
Laporan Likuidasi
Keterangan Kas Piutang persd [Link] [Link] [Link] B Modal A Modal B Modal C
Saldo sbl 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
likuidasi
Realisasi piutang
&
Distribusi rugi 5000 -30000 -10000 -7500 -7500
25000 0 40000 80000 60000 10000 30000 32500 12500
Realisasi prsdian
&
Distribusi rugi 10000 -40000 -12000 -9000 -9000
35000 0 0 80000 60000 10000 18000 23500 3500
Realisasi [Link]
Dan ditribusi rugi 20000 -80000 -24000 -18000 -18000
55000 0 0 0 60000 10000 -6000 5500 -14500
Pmbyrn pd -55000 -55000
krditur
0 0 0 0 5000 10000 -6000 5500 -14500
Mntp [Link] A
Dg sldo -10000 10000
hutangnya
0 0 0 0 5000 0 4000 5500 -14500
Mntup [Link]
C
(krn tdk mampu) 0 0 0 0 0 0 -8300 -6200 14500
0 0 0 0 5000 0 -4300 -700 0
Mntup [Link]
B
(krn tdk mampu) 0 0 0 0 0 0 -700 700 0
0 0 0 0 5000 0 -5000 0 0
Setoran kas dr A 5000 0 0 0 0 0 5000 0 0
5000 0 0 0 5000 0 0 0 0
Pelunasan pd -5000 0 0 0 -5000 0 0 0 0
krdtr
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.
Kas Rp 5.000
Modal A Rp 10.000
Modal B Rp 7.500
Modal C Rp 7.500
Piutang dagang Rp 30.000
(realisasi piutang sebesar Rp 5.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berarti ada kerugian
penagihan piutang sebesar Rp 25.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:3)
Kas Rp 10.000
Modal A Rp 12.000
Modal B Rp 9.000
Modal Rp 9.000
Persediaan Rp 40.000
(realisasi sebesar Rp 10.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada kerugian
sebesar Rp 30.000 dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan perbandingan 4:4:3)
Kas Rp 20.000
Modal A Rp 24.000
Modal B Rp 18.000
Modal Rp 18.000
(realisasi aktiva tetap sebesar Rp 20.000 dari saldo aktiva tetap sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 60.000 dialokasikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 4:4:3)
Kas Rp 55.000
Modal A Rp 8.300
Modal B Rp 6.200
Modal C Rp 14.500
Modal A Rp 700
Modal B Rp 700
Kas Rp 5.000
Modal A Rp 5.000
Kas Rp 5.000
B. Likuidasi berlangsung setiap saat setelah realisasi aktiva non kas dilakukan (likuidasi
bertahap)
Realisasi aktiva non kas seringkali memerlukan waktu yang cukup lama (karena realisasi yang
dilakukan harus menunggu pembeli atau masih mempertahankan harga aktiva non kas yang
diperjual belikan). Dalam keadaan seperti ini sebaiknya pembagian kas tidak perlu menunggu
selesainya realisasi semua aktiva non kas yang dimiliki perusahaan. Apabila pada tahap pertama
baru sebagian aktiva non kas yang dapat direalisasikan (dijual), maka pertama kali harus dibayar
semua kewajiban kepada kreditur, baru sisa kas kemudian dibayarkan kepada anggota sekutu
sebagai pembayaran kembali bagian hak penyertaannya. Hasil realisasi non kas pada tahap-tahap
berikutnya langsung dibayarkan kepada para anggota.
Apabila pembayaran kepada kreditur tidak dapat dibayarkan sekaligus setelah realisasi tahap
pertama, maka pada tahap realisasi berikutnya yang diutamakan juga tanggungan kepada kreditur
sampai tanggungan kepada kreditur terlunasi semua, baru sisanya kepada para anggota sekutu
sesuai dengan perbandingan pembagian rugi laba.
1. Pembayaran yang dilakuan setiap kali aktiva non kas dapat terjual
2. Pembayaran berdasarkan program prioritas yang dibuat sebelum semua aktiva dapat
terealisir.
Besarnya jumlah pembayaran kembali hak penyertaa kepada masing-masing anggota, sebelum
selesainya proses realisasi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Untuk menghindari kemungkinan
terjadinya pembayaran dalam jumlah yang berlebihan kepada anggota tertentu, maka perlu
dilakukan perhitungan dengan cermat.
Pembayaran kembali hak penyertaan kepada anggota secara bertahap, tidak akan menimbulkan
persoalan apabila hak-hak penyertaan para anggota telah menunjukkan posisi yang sebanding
dengan perbandinan laba rugi pada saat menjelang likuidasi dilangsungkan. Oleh karena itu
pembayaran kembali hak penyertaan kepada anggota (sebelum modal menunjukkan
perbandingan laba rugi) harus dilakukan sampai menunjukkan perbandingan pembagian laba
rugi. Hal ini dapat dapat dilakukan dengan meperlakukan sebagai kerugian yang harus
ditanggung masing-masing anggota atas nilai buku aktiva yang belum dapat direalisasi. Jika
alokasi kerugian sebesar nilai buku aktiva (yang belum dapat direalisasi) berakibat defisitnya
saldo modal salah satu anggota atau lebih anggota sekutu, maka defisit modal anggota yang
bersangkutan harus ditanggung oleh anggota-anggota yang lain. Dengan ketentuan demikian itu
maka hanya anggota sekutu yang memiliki saldo kredit modal yang mempunyai prioritas untuk
menerima pembayaran terlebih dahulu. Perlakukan terhadap nilai buku aktiva (yang belum dapat
direalisasi) dan defisit saldo modal anggota sekutu tertentu seperti itu dilakukan di luar
pembukuan danj akan berlangsung sampai dengan saldo modal masing-masing anggota sekutu
menunjukkan perbandingan laba rugi. Dengan ketentuan diatas maka akan ada dua kemungkinan
dalam proses likuidasi bertahap :
Contoh :
Sekutu Faluti, Dhito dan Donna membagi laba rugi dengan rasio 5:3:2. Pada tanggal 30 juni
2001 tepat sebelum likuidasi, saldo-saldo aktiva, hutang dan modal adalah sebagai berikut :
Realisasi aktiva non kas setelah dibayarkan kepada para kreditur dibagikan kepada para anggota
sekutu pada akhir tiap bulan sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi. Realisasi aktiva
non kas dapat terselesaikan selama 3 bulan dengan perincian sebagai berikut :
Diminta:
Buatlah laporan likuidasi untuk meringkas pelaksanaan likuidasi. Lengkapilah dengan daftar-
daftar atau perhitungan untuk mendukung pembagian bulanan.
Penyelesaian :
FALUTI,DHITO,DONNA
LAPORAN LIKUIDASI
Keterangan :
Untuk pembayaran kepada para anggota sekutu pada bulan juli perlu dibuatkan daftar pendukung
(daftar A), karena komposisi modal masing-masing anggota tidak menunjukkan komposisi
perbandingan pembagian laba rugi, akan tetapi pada bulan agustus dan september tidak
dibuatkan daftar pendukung karena komposisi modal sudah menunjukkan perbandingan
pembagian laba rugi.
94.000
(90.000)
90.000
(54.000)
36.000
(36.000)
36.000
Jurnal yang dibuat sehubugan dengan likuidasi bertahap adalah :(dalam ribuan rupiah)
Kas Rp 100.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 100.000 dari nilai buku sebesar Rp 120.000, berarti ada
kerugian Rp 20.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
Kas Rp 60.000
Kas Rp 40.000
Kas Rp 90.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 90.000 dari nilai buku sebesar Rp 100.000, berarti ada
kerugian Rp 10.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
Kas Rp 90.000
Kas Rp 50.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 50.000 dari nilai buku sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian Rp 30.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
Kas Rp 50.000
Realisasi aktiva non kas setelah dibayarkan kepada para kreditur dibagikan kepada para anggota
sekutu pada akhir tiap bulan sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi. Realisasi aktiva
non kas dapat terselesaikan selama 3 bulan dengan perincian sebagai berikut :
Diminta:
Buatlah laporan likuidasi untuk meringkas pelaksanaan likuidasi. Lengkapilah dengan daftar-
daftar atau perhitungan untuk mendukung pembagian bulanan.
Penyelesaian :
FALUTI,DHITO,DONNA
LAPORAN LIKUIDASI
31 juli 2001
110.500
(120.000)
99.900
(72.000)
42.600
(48.000)
Pembatasan hak-tambahan kemungkinan rugi pada Dhito apabila Faluti dan Donna tidak mampu
memenuhi kemungkinan kekurangannya..
(9.500)
9.500
27.900
(14.900)
(5.400)
5.400
13.000
31 juli 2001
(102.500)
83.300
(61.500)
40.200
(41.000)
Pembatasan hak-tambahan kemungkinan rugi pada Dhito apabila Faluti dan Donna tidak mampu
memenuhi kemungkinan kekurangannya..
2.000
(500)
21.800
(300)
(800)
800
1.500
21.500
31 juli 2001
90.500
(80.000)
54.300
(48.000)
35.200
(32.000)
10.500
6.300
3.200
Jurnal yang dibuat sehubungan dengan likuidasi bertahap adalah : (dalam ribuan rupiah)
Kas Rp 73.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 73.000 dari nilai buku sebesar Rp 60.000, berarti ada
keuntungan sebesar Rp 13.000. keuntungan tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu sesuai dengan perbandingan 5:3:2)
Kas Rp 60.000
1. Pembayaran kepada anggota sekutu
Kas Rp 13.000
Kas Rp 23.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 23.000 dari nilai buku sebesar Rp 35.000, berarti ada
kerugian Rp 12.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
Kas Rp 23.000
Kas Rp 20.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 20.000 dari nilai buku sebesar Rp 45.000, berarti ada
kerugian Rp 25.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
1. Pembayaran kepada anggota sekutu
Kas Rp 20.000
Kas Rp 73.000
(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 73.000 dari nilai buku sebesar Rp 160.000, berarti ada
kerugian Rp 87.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
Kas Rp 73.000
Likuidasi ini didasarkan pada suatu program distribusi kas yang telah dibuat sebelumnya. Jika
kreditur telah dilunasi dan masih terdapat sisa uang, maka pembagian hutang tersebut berdasrkan
distribusi kas yang ada. Program distribusi kas dibuat dengan tujuan yang sama dengan daftar
pendukung likuidasi bertahap, yaitu menuju agar sesuai dengan perbandingan pembagian laba
rugi.
Anggota yang pertama kali mendapatkan pembayaran kas adalah yang paling besar kemampuan
untuk menutup kerugian. Jadi apabila kemapuan menutup kerugian masing-masing anggota
tersebut sama, berarti perbandingan haknya sudah sesuai dengan perbandingan laba-rugi, dan
uang yang tinggal membagi sesuai dengan perbandingan tersebut.
Contoh 3-5
Sekutu-sekutu Zinedine Zidane, Mohammed Kallon, dan Hakan Sukur membagi laba rugi
dengan perbandingan 60%, 25%, dan 15%. Neraca pada tanggal 30 juni 2001 sebelum likuidasi
menunjukkan saldo-saldo sebagai berikut :
Aktiva tertenti dijual pada bulan juli dengan harga Rp 100.000.000,00 dan kas yang tersedia
dibagi kepada yang berhak. Sisa aktiva dijual pada bulan agustus dengan harga Rp
30.000.000,00 dan kas dibagikan sebagai pemabayaran final.
Diminta :
SALDO PEMBAYARAN
Zidane Kallon Sukur Zidane Kallon Sukur
Jumlah 90.000 20.000 15.000
hak.
Rasio pembagian laba 60% 25% 15%
rugi..
Kemapuan menanggung rugi maksimum 150.000 80.000 100.000
(hak dibagi dengan rasio pembagian laba-
rugi)
Prioritas II Kas untuk Zidane, untuk (50.000) 30.000
mengurangi saldo penyerapan ruginya
sampai jumlah untuk Sukur, Pengurangan
50.000 memerlukan pembayaran 60% X
50.000 = 30.000
Prioritas II Kas untuk Zidane, untuk mengurangi saldo penyerapan rugi mereka sampai jumlah
untuk Kallon pengurangan 20.000 memerlukan pembayaran sebagai berikut kepada :
100.000
(20.000)
80.000
100.000
(20.000)
12.000
3.000
80.000
80.000
80.000
48.000
20.000
12.000
Jurnal yang akan dibuat selama proses likuidasi adalah sebagai berikut :
Kas 100.000.000
Dalam bulan juli setelah realisasi aktiva maka tersedia uang kas sebesar 110.000.000, digunakan
untuk melunasi hutang dagang sebesar 70.000.000, baru sisanya dibayarkan kepada para sekutu
dengan prioritas:
Kas 110.000.000
Realisasi sisa aktiva mengalami kerugian sebesar 55.000.000 (dihitung dari nilai buku aktiva non
kas 185.000.000 dikurangi hasil realisasi I sebesar 100.000.000). Kerugian dialokasikan sebagai
pengurang modal masing-masing anggota sekutu dengan perbandingan 60:25:15.
Kas 30.000
Pembagian uang kas sebesar 30.000.000 kepada para sekutu dengan perhitungan :
= 19.000.000
= 6.250.000
Keterangan: 25.000.000 adalah uang kas sebesar 30.000.000 dikurangi dengan pembagian uang
kas pada prioritas II, sebesar 5.000.000.