0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
155 tayangan31 halaman

Proses dan Arti Likuidasi Perusahaan

Likuidasi adalah proses pembubaran perusahaan yang meliputi penjualan aset non-kas menjadi kas, penyelesaian hutang, dan pembagian sisa aset kepada pemilik. Proses likuidasi meliputi penghitungan laba rugi sampai saat likuidasi, realisasi aset menjadi kas, dan pembayaran kepada kreditur dan pemilik sesuai haknya. Terdapat dua jenis likuidasi yaitu likuidasi secara langsung set

Diunggah oleh

Novi Yanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
155 tayangan31 halaman

Proses dan Arti Likuidasi Perusahaan

Likuidasi adalah proses pembubaran perusahaan yang meliputi penjualan aset non-kas menjadi kas, penyelesaian hutang, dan pembagian sisa aset kepada pemilik. Proses likuidasi meliputi penghitungan laba rugi sampai saat likuidasi, realisasi aset menjadi kas, dan pembayaran kepada kreditur dan pemilik sesuai haknya. Terdapat dua jenis likuidasi yaitu likuidasi secara langsung set

Diunggah oleh

Novi Yanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGERTIAN LIKUIDASI

Likuidasi menurut Floyd [Link] (1988) adalah suatu proses yang meliputi merubah aktiva
non kas menjadi kas, mengakui laba atau rugi dari proses merubah aktiva non kas menjadi kas,
melunasi kewajiban firma, dan akhirnya membagi semua kas yang dimiliki kepada masing-
masing anggota sekutu sesuai dengan saldo modalnya. Sedangkan menurut Harry Simon (1990)
likuidasi adalah proses merealisasikan aktiva non kas menjadi uang kas, menyelesaikan dengan
para kreditur dan pembagian sisa aktiva kepada kelompok-kelompok pemilikan.

Dengan melihat definisi diatas, maka dapat dikatakan bahwa likuidasi merupakan proses yang
berakhir dengan pembubaran perusahaan sebagai suatu unit organisasi.

Menurut The Uniform Of Partnership Act (UPA), undang-undang Persekutuan di AS, pasal 31
menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu persekutuan dibubarkan yang pada
intinya dapat diklasifikasikan sebagai berikut (seperti yang dikutip oleh Arifin (1997) dalam
bukunya pokok-pokok akuntansi lanjutan) :

1. Sistem perkonomian masyarakat atau negara tidak mendukung adanya kegiatan usaha,
seperti adanya undang-undang pemerintah, sistem monopoli perusahaan besar dan
sebagainya, yang kesemuanya itu tidak memungkinkan lagi suatu persekutuan hidup.
2. Ada faktor-faktor ekstern yang berada diluar jangkauan manajemen perusahaan seperti
bencana alam, kecelakaan, kebakaran dan sejenisnya yang kesemuanya tidak
memungkinkan lagi suatu persekutuan mempertahankan hidupnya.
3. Adanya faktor-faktor intern di dalam persekutuan, seperti adanya perselisihan antar
anggota, kesalahan dalam manajemen, ketidakserasian dalam kerja dan sejenisnya yang
kesemuanya itu dapat berakibat tidak memungkinkan lagi suatu persekutuan
dipertahankan hidupnya.

PROSES LIKUIDASI

Proses pembubaran persekutuan meliputi dua tahap yaitu :

1. Proses penghitungan laba-rugi sampai saat likuidasi. Proses ini dijalankan apabila
likuidasi yang dilaksanakan tidak bertepatan dengan awal atau akhir tahun, sehingga
perlu diketahui apakah mulai awal periode sampai pelaksanaan likuidasi perusahaan
mendapat laba atau mengalami kerugian. Laba atau rugi dibagikan kepada para anggota
sekutu sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi.
2. Proses realisasi, yaitu proses mengubah harta kekayaan non kas milik persekutuan
menjadi uang kas. Dalam proses ini apabila harga jual aktiva non kas tidak sama dengan
nilai bukunya maka akan timbul laba/rugi penjualan aktiva. Laba/rugi tersebut dibagikan
kepada para anggota sekutu sesuai dengan perbandingan laba rugi.
3. Proses likuidasi, yaitu proses pembayaran kepada pihak-pihak yang berhak (terlebih
dahulu dibayar kepada kreditur ekstern, kemudian kreditur intern, baru sisanya kepada
para anggota sekutu).

PROSEDUR LIKUIDASI
Secara ringkas urutan (prosedur) dalam melikuidasi persekutuan adalah sebagai berikut :

1. Rekening-rekening pembukuan dilakukan penyesuaian dan penutupan kemudian


laba/rugi selama periode tersebut dipindahkan ke rekening modal masing-masing sekutu.
2. Aktiva dicaikan menjadi kas (bisa dijual atau dibeli sendiri oleh anggota sekutu), jika
terjadi selisih antara nilai buku dengan harga jualnya maka laba rugi yang terjadi
dibagikan kepada masing-masing sekutu sesuai dengan perjanjian.
3. Jika ditemukan rekening modal salah satu sekutu bersaldo debet maka dapat ditutup
dengan salah saldo piutangnya, tetapi jika salado piutangnya tidak punya maka sekutu
tersebut harus menyetorkan modalnya kembali. Dan jika ternyata juga tidak punya maka
saldo debet harus ditanggung anggota sekutu lainnya.
4. Jika uang kas telah tersedia dibagikan, maka terlebih dahulu dibayarkan kepada kreditur
luar, setelah itu baru digunakan untuk membayar saldo modal masing-masing anggota
sekutu.

Berdasarkan saat dan cara pembayaran (distribusi) pembagian kas, maka likuidasi dapat
dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

1. Likuidasi berlangsung setelah proses realisasi aktiva non kas selesai (likuidasi secara
langsung)
2. Likuidasi berlangsung setiap saat setelah realisasi aktiva non kas dilakukan (likuidasi
bertahap)

AKUNTANSI LIKUIDASI

1. A. Likuidasi berlangsung setelah proses realisasi aktiva non kas selesai (likuidasi
secara langsung)

Dalam hal ini pembayaran kepada anggota sekutu dilakukan setelah seluruh aktiva non kas telah
selesai direalisasikan (dijual) menjadi uang kas, sehingga laba rugi yang terjadi dari adanya
realisasi tersebut dapat segera diketahui seluruhnya dan langsung dapat dibebankan kepada
modal masing-masing sekutu.

Contoh 3.1

Persekutuan Cinta Sekali yang anggotanya A,B, dan C. Pada tanggal 2 januari 2003 bersepakat
melakukan likuidasi perusahaannya karena ketiga anggotanya tersebut tidak ada kecocokan lagi
untuk menjalankan usahanya. Semua aktiva non kas dapat direalisasikan seluruhnya menjadi
uang kas. Pembagian laba ruginya dengan perbandingan 4:4:2.

Adapun laporan keuangannya adalah :

CV Cinta Sekali

Neraca
Per 31 Desember 2002

AKTIVA HUTANG DAN MODAL


Kas Rp 20.000Piutang Hutang dagang Rp 60.000Hutang
Dagang Rp kpd sekutu B Rp 10.000Modal
30.000Persediaan Rp 40.000 A Rp 40.000

Aktiva Tetap Rp 80.000 Modal B Rp 40.000

Modal C Rp 20.000
TOTAL AKTIVA Rp 150.000 TOTAL PASSIVA Rp 150.000

Realisasi aktiva non kas adalah sebagai berikut :

1. Piutang dagang dapat ditagih sebagai Rp 25.000


2. Persediaan dapat dijual dengan harga Rp 42.000
3. Aktiva tetap dapat dijual dengan harga Rp 50.000

Untuk mempermudah di dalam penyelesaian likuidasi, maka selanjutnya disusun menjadi


ikhtisar sebagai berikut :

CV CINTA SEKALI

Laporan Likuidasi

Kas Piutang persd [Link] [Link] [Link] B Modal A Modal B Modal C


[Link] likuidasi 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
Realisasi piutang
Dan distribusi 25000 -30000 -2000 -2000 -2000
rugi
45000 0 40000 80000 60000 10000 38000 38000 19000
Realisasi
prsediaan
Dan distribusi 42000 -40000 800 800 200
laba
87000 0 0 80000 60000 10000 38800 38800 19400
Realisasi [Link]
Dan distribusi 50000 -80000 -12000 -12000 -6000
rugi
137000 0 0 0 60000 10000 26800 26800 13400
Pmbyrn pd -60000 -60000
krditur
77000 0 0 0 0 10000 26800 26800 13400
[Link] skutu B -10000 -10000
67000 0 0 0 0 0 26800 26800 13400
Pmbgian kpd -67000 -26800 -26800 -13400
angg
[Link] likuidasi 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.

1. Jurnal penagihan piutang dagang

Kas Rp 25.000

Modal A Rp 2.000

Modal B Rp 2.000

Modal C Rp 1.000

Piutang dagang Rp 30.000

(realisasi piutang sebesar Rp 25.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berari ada kerugian
penagihan piutang sebesar Rp 5.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:2)

1. Jurnal penjualan persediaan

Kas Rp 42.000

Modal A Rp 800

Modal B Rp 800

Modal C Rp 400

Persediaan Rp 40.000

(realisasi persediaan sebesar Rp 42.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada
keuntungan sebesar Rp 2.000 dibagikan kepada masing-masing sekutu dengan perbandingan
4:4:2)

1. Jurnal penjualan aktiva tetap

Kas Rp 50.000

Modal A Rp 12.000
Modal B Rp 12.000

Modal C Rp 6.000

Aktiva tetap Rp 80.000

(realisasi aktiva tetap sebesar Rp 50.000 dari saldo aktiva tetap sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 30.000 dialokasikan kepada masing-masing sekutu dengan perbandingan
4:4:2)

1. Jurnal pelunasan hutang kepada kreditur eksternal

Hutang dagang Rp 60.000

Kas Rp 60.000

1. Jurnal pelunasan hutang kepada kreditur internal

Hutang kepada sekutu B Rp 10.000

Kas Rp 10.000

1. Pembagian kepada para anggota

Modal A Rp 26.800

Modal B Rp 26.800

Modal C Rp 13.400

Kas Rp 67.000

Dalam likuidasi secara langsung, dapat juga timbul masalah dalam pengembalian modal kepada
para anggota, permasalahan tersebut timbul apabila salah satu atau beberapa anggota sekutu
mengalami defisit modal. Ada dua kemungkinan dalam permasalahan defisit modal anggota: (1)
anggota yang mengalami defisit modal mampu membayar, (2) anggota yang mengalami defisit
modal tidak mampu membayar. Permasalahan yang lebih serius lagi apabila hasil realisasi aktiva
non kas tidak mampu menutupi hutangnya.

1. 1. Anggota yang mengalami defisit modal mampu membayar

Pada Tahap realisasi aktiva non kas menjadi uang kas apabila terjadi kerugian dalam
merealisasikannya, maka bisa timbul masalah adalah salah satu atau beberapa anggota
mengalami defisit modal tersebut. Konsekuensinya maka anggota yang mengalami defisit
modalnya tersebut harus menutupi defisitnya dengan cara menyetorkan uang tunai atau aktiva
lainnya kedalam persekutuan, sehingga saldo defisitnya habis.
Contoh 3.2

Dari data CV CINTA SEKALI diatas, dimana realisasi aktiva non kasnya adalah sebagai berikut
:

1. Piutang dagang dapat ditagih sebesar Rp 15.000


2. Persediaan dapat dijual dengan harga Rp 10.000
3. Aktiva tetap dapat dijual dengan harga Rp 20.000

CV CINTA SEKALI

Laporan Likuidasi

Keterangan Kas piutang prsdiaan [Link] [Link] [Link] B Modal Modal Modal
A
B C
[Link] likuidasi 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
Realisasi piutang
Dan distribusi rugi 15000 -30000 -6000 -6000 -3000
35000 0 40000 80000 60000 10000 34000 34000 17000
Realisasi
persdiaan
Dan ditribusi rugi 10000 -40000 -12000 -12000 -6000
45000 0 0 80000 60000 10000 22000 22000 11000
Realisasi [Link]
Dan distribusi rugi 20000 -80000 -24000 -24000 -12000
65000 0 0 0 60000 10000 -2000 -2000 -1000
Pmbyrn pd krditur -60000 -60000
5000 0 0 0 0 10000 -2000 -2000 -1000
[Link] skutu -5000 -5000
B
0 0 0 0 0 5000 -2000 -2000 -1000
Mntup defisit m.
B
Dg saldo 0 0 0 0 0 -5000 5000
hutangnya
0 0 0 0 0 0 -2000 3000 -1000
Mntp df.A C dg 3000 2000
kas
3000 0 0 0 0 0 0 3000 0
Pmbyrn pd sktu B -3000 0 0 0 0 0 0 3000 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.

1. Jurnal penagihan piutang dagang

Kas Rp 15.000

Modal A Rp 6.000

Modal B Rp 6.000

Modal C Rp 3.000

Piutang dagang Rp 30.000

(realisasi piutang dagang Rp 15.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berarti ada kerugian
penagihan piutang sebesarr Rp 15.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:2)

1. Jurnal penjualan persediaan

Kas Rp 10.000

Modal A Rp 12.000

Modal B Rp 12.000

Modal C Rp 6.000

Persediaan Rp 40.000

(realisasi persediaan sebesar Rp 10.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 30.000. Kerugian tersebut dialokasikan kepada masing-masing sekutu
dengan perbandingan 4:4:2)

1. Jurnal penjualan aktiva tetap

Kas Rp 20.000

Modal A Rp 24.000

Modal B Rp 24.000

Modal C Rp 12.000

Aktiva tetap Rp 80.000


(realisasi aktiva tetap sebesar Rp 20.000 dari saldo aktiva tetap sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 60.000. Kerugian tersebut dialokasikan

kepada masing-masing sekutu dengan perbandingan 4:4:2)\

1. Jurnal pelunasan hutang kepada kreditur eksternal

Hutang dagang Rp 60.000

Kas Rp 60.000

1. Jurnal pembayaran hutang kepada kreditur internal

Hutang kpd skutu B Rp 5.000

Kas Rp 5.000

1. Jurnal menutup defisit modal sekutu B dengan saldo hutangnya

Hutang kpd skutu B Rp 5.000

Modal B Rp 5.000

1. Jurnal menutup defisit sekutu A dan C dengan uang tunai

Kas Rp 3.000

Modal A Rp 2.000

Modal C Rp 1.000

1. Pembayaran kepada sekutu B

Modal B Rp 3.000

Kas Rp 3.000

1. 2. Anggota yang mengalami defisit modal yang tidak mampu membayar

Dalam likuidasi apabila salah satu anggota sekutu mengalami defisit modal setelah tahap
realisasi, maka anggota tersebut diwajibkan untuk menyetorkan modal untuk menghapus defisit
modal tersebut dengan uang tunai atau aktiva tertentu. Apabila anggota sekutu yang mengalami
defisit modal tersebut tidak mampu menyetor modal maka yang menanggung defisit tersebut
adalah anggota yang lain yang tidak defisit dengan pembebanan sesuai dengan pembagian laba
rugi.

Contoh 3.3

Dengan menggunakan contoh CV CINTA SEKALI diatas, apabila sekutu A dan C yang
mengalami defisit dan tidak mampu membayar baik dengan uang tunai maupun aktiva tertentu,
maka penyelesaiannya sekutu B yang tidak defisit modal yang menanggungnya.

CV CINTA SEKALI

Laporan Likuidasi

Keterangan Kas Piutang prsdiaan [Link] [Link] [Link] B Modal Modal Modal
A
B C
[Link] likuidasi 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
Realisasi piutang
Dan distribusi rugi 15000 -30000 -6000 -6000 -3000
35000 0 40000 80000 60000 10000 34000 34000 17000
Realisasi
persdiaan
Dan ditribusi rugi 10000 -40000 -12000 -12000 -6000
45000 0 0 80000 60000 10000 22000 22000 11000
Realisasi [Link]
Dan distribusi rugi 20000 -80000 -24000 -24000 -12000
65000 0 0 0 60000 10000 -2000 -2000 -1000
Pmbyrn pd krditur -60000 -60000
5000 0 0 0 0 10000 -2000 -2000 -1000
[Link] skutu -5000 -5000
B
0 0 0 0 0 5000 -2000 -2000 -1000
Mntup defisit m.
B
Dg saldo 0 0 0 0 0 -5000 5000
hutangnya
0 0 0 0 0 0 -2000 3000 -1000
Modal [Link]
A
Dan C dg Modal 2000 -3000 1000
B
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.

1. Jurnal penagihan piutang dagang

Kas Rp 15.000

Modal A Rp 6.000

Modal B Rp 6.000

Modal C Rp 3.000

Piutang dagang Rp 30.000

(realisasi piutang dagang Rp 15.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berarti ada kerugian
penagihan piutang sebesarr Rp 15.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:2)

1. Jurnal penjualan persediaan

Kas Rp 10.000

Modal A Rp 12.000

Modal B Rp 12.000

Modal C Rp 6.000

Persediaan Rp 40.000

(realisasi persediaan sebesar Rp 10.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 30.000. Kerugian tersebut dialokasikan kepada masing-masing sekutu
dengan perbandingan 4:4:2)

1. Jurnal penjualan aktiva tetap

Kas Rp 20.000

Modal A Rp 24.000

Modal B Rp 24.000

Modal C Rp 12.000

Aktiva tetap Rp 80.000


(realisasi aktiva tetap sebesar Rp 20.000 dari saldo aktiva tetap sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 60.000. Kerugian tersebut dialokasikan

kepada masing-masing sekutu dengan perbandingan 4:4:2)\

1. Jurnal pelunasan hutang kepada kreditur eksternal

Hutang dagang Rp 60.000

Kas Rp 60.000

1. Jurnal pembayaran hutang kepada kreditur internal

Hutang kpd skutu B Rp 5.000

Kas Rp 5.000

1. Jurnal menutup defisit modal sekutu B dengan saldo hutangnya

Hutang kpd skutu B Rp 5.000

Modal B Rp 5.000

1. Jurnal menutup defisit sekutu A dan C dengan saldo modal B.

Modal B Rp 3.000

Modal A Rp 2.000

Modal C Rp 1.000

1. 3. Kas yang tersedia tidak mencukupi untuk melunasi hutang

Apabila hasil realiasasi aktiva non kas sangat kecil, maka kerugian yang dialami perusahaan
sangat besar, sehingga tidak mencukupi untuk untuk melunasi hutang kepada pihak eksternal.
Dalam hal seperti ini jumlah modal sekutu secara keseluruhan akan mengalami defisit.
Defisitnya modal sekutu tersebut ada yang mampu menutupi dan ada juga sekutu yang tidak
mampu untuk menutupi defisit modalnya. Apabila ada sekutu yang tidak mampu menutupi
defisit modalnya maka anggota sekutu yang mampu menutup defisit modal anggota sekutu yang
tidak mampu untuk melunasi hutang kepada pihak eksternal. Hal ini sesuai dengan salah satu
karakteristik persekutuan yaitu tanggung jawab yang tidak terbatas.

Contoh 3.4

Persekutuan AMANAH yang anggota-anggotanya A, B, dan C. Pada tanggal 2 januari 2003


bersepakat melakukan likuidasi perusahaannya karena ketiga anggota tersebut sudah tidak ada
kecocokan lagi untuk menjalankan usahanya. Semua aktiva non kas dapat direalisasikan
seluruhnya menjadi kas. Dari ketiga sekutu yang paling mampu secara materiil adalah sekutu A.
Pembagian laba ruginya dengan perbandingan 4:4:3. Adapun laporan keuangannya menunjukkan
data sebagai berikut:

CV AMANAH

AKTIVA HUTANG DAN MODAL


Kas Rp 20.000

Piutang Dagang Rp 30.000

Persediaan Rp 40.000

Aktiva Tetap Rp 80.000Hutang dagang Rp 60.000

Hutang kpd sekutu B Rp 10.000

Modal A Rp 40.000

Modal B Rp 40.000

Modal C Rp 20.000

TOTAL AKTIVA TOTAL PASSIVA

150.000,- 150.000,-

Proses realisasinya adalah sebagai berikut ;

1. Piutang dagang dapat ditagih Rp 5.000


2. Persediaan dapat dijual dengan harga Rp 10.000
3. Aktiva tetap dapat dijual dengan harga Rp 20.000

Untuk mempermudah didalam penyelesaian likuidasi, maka selanjutnya disusun ikhtisar


likuidasi sebagai berikut :

CV AMANAH

Laporan Likuidasi

Keterangan Kas Piutang persd [Link] [Link] [Link] B Modal A Modal B Modal C
Saldo sbl 20000 30000 40000 80000 60000 10000 40000 40000 20000
likuidasi
Realisasi piutang
&
Distribusi rugi 5000 -30000 -10000 -7500 -7500
25000 0 40000 80000 60000 10000 30000 32500 12500
Realisasi prsdian
&
Distribusi rugi 10000 -40000 -12000 -9000 -9000
35000 0 0 80000 60000 10000 18000 23500 3500
Realisasi [Link]
Dan ditribusi rugi 20000 -80000 -24000 -18000 -18000
55000 0 0 0 60000 10000 -6000 5500 -14500
Pmbyrn pd -55000 -55000
krditur
0 0 0 0 5000 10000 -6000 5500 -14500
Mntp [Link] A
Dg sldo -10000 10000
hutangnya
0 0 0 0 5000 0 4000 5500 -14500
Mntup [Link]
C
(krn tdk mampu) 0 0 0 0 0 0 -8300 -6200 14500
0 0 0 0 5000 0 -4300 -700 0
Mntup [Link]
B
(krn tdk mampu) 0 0 0 0 0 0 -700 700 0
0 0 0 0 5000 0 -5000 0 0
Setoran kas dr A 5000 0 0 0 0 0 5000 0 0
5000 0 0 0 5000 0 0 0 0
Pelunasan pd -5000 0 0 0 -5000 0 0 0 0
krdtr
0 0 0 0 0 0 0 0 0

Setelah ikhtisar likuidasi disusun, maka selanjutnya disusun jurnal realisasi dan likuidasi sesuai
dengan transaksi yang dicatat dalam tabel ikhtisar likuidasi.

1. Jurnal penagihan piutang dagang

Kas Rp 5.000

Modal A Rp 10.000

Modal B Rp 7.500

Modal C Rp 7.500
Piutang dagang Rp 30.000

(realisasi piutang sebesar Rp 5.000 dari saldo piutang sebesar Rp 30.000, berarti ada kerugian
penagihan piutang sebesar Rp 25.000. Kerugian tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu dengan perbandingan 4:4:3)

1. Jurnal penjualan persediaan

Kas Rp 10.000

Modal A Rp 12.000

Modal B Rp 9.000

Modal Rp 9.000

Persediaan Rp 40.000

(realisasi sebesar Rp 10.000 dari saldo persediaan sebesar Rp 40.000, berarti ada kerugian
sebesar Rp 30.000 dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan perbandingan 4:4:3)

1. Jurnal penjualan aktiva tetap

Kas Rp 20.000

Modal A Rp 24.000

Modal B Rp 18.000

Modal Rp 18.000

Aktiva tetap Rp 80.000

(realisasi aktiva tetap sebesar Rp 20.000 dari saldo aktiva tetap sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian sebesar Rp 60.000 dialokasikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 4:4:3)

1. Jurnal pelunasan hutang kepada kreditur eksternal

Hutang dagang Rp 55.000

Kas Rp 55.000

1. Jurnal menutup defisit modal A dengan saldo hutangnya

Hutang kpd skutu A Rp 10.000


Modal A Rp 10.000

1. Menutup defisit modal C dengan saldo modal A dan B

Modal A Rp 8.300

Modal B Rp 6.200

Modal C Rp 14.500

1. Menutup defisit modal B dengan saldo modal A

Modal A Rp 700

Modal B Rp 700

1. Menutup defisit modal A dengan kas (karena sekutu A yang mampu)

Kas Rp 5.000

Modal A Rp 5.000

1. Pelunasan hutang kepada kreditur

Hutang dagang Rp 5.000

Kas Rp 5.000

B. Likuidasi berlangsung setiap saat setelah realisasi aktiva non kas dilakukan (likuidasi
bertahap)

Realisasi aktiva non kas seringkali memerlukan waktu yang cukup lama (karena realisasi yang
dilakukan harus menunggu pembeli atau masih mempertahankan harga aktiva non kas yang
diperjual belikan). Dalam keadaan seperti ini sebaiknya pembagian kas tidak perlu menunggu
selesainya realisasi semua aktiva non kas yang dimiliki perusahaan. Apabila pada tahap pertama
baru sebagian aktiva non kas yang dapat direalisasikan (dijual), maka pertama kali harus dibayar
semua kewajiban kepada kreditur, baru sisa kas kemudian dibayarkan kepada anggota sekutu
sebagai pembayaran kembali bagian hak penyertaannya. Hasil realisasi non kas pada tahap-tahap
berikutnya langsung dibayarkan kepada para anggota.

Apabila pembayaran kepada kreditur tidak dapat dibayarkan sekaligus setelah realisasi tahap
pertama, maka pada tahap realisasi berikutnya yang diutamakan juga tanggungan kepada kreditur
sampai tanggungan kepada kreditur terlunasi semua, baru sisanya kepada para anggota sekutu
sesuai dengan perbandingan pembagian rugi laba.

AKUNTANSI UNTUK LIKUIDASI BERTAHAP


Ada dua cara untuk menentukan besarnya setiap kali pembayaran kembali hak penyertaan
anggota agar dapat dijamin penerimaan masing-masing anggota sesuai dengan yang dimilikinya
yaitu :

1. Pembayaran yang dilakuan setiap kali aktiva non kas dapat terjual
2. Pembayaran berdasarkan program prioritas yang dibuat sebelum semua aktiva dapat
terealisir.

Pembayaran dilakukan setiap kali aktiva dapat terjual

Besarnya jumlah pembayaran kembali hak penyertaa kepada masing-masing anggota, sebelum
selesainya proses realisasi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Untuk menghindari kemungkinan
terjadinya pembayaran dalam jumlah yang berlebihan kepada anggota tertentu, maka perlu
dilakukan perhitungan dengan cermat.

Pembayaran kembali hak penyertaan kepada anggota secara bertahap, tidak akan menimbulkan
persoalan apabila hak-hak penyertaan para anggota telah menunjukkan posisi yang sebanding
dengan perbandinan laba rugi pada saat menjelang likuidasi dilangsungkan. Oleh karena itu
pembayaran kembali hak penyertaan kepada anggota (sebelum modal menunjukkan
perbandingan laba rugi) harus dilakukan sampai menunjukkan perbandingan pembagian laba
rugi. Hal ini dapat dapat dilakukan dengan meperlakukan sebagai kerugian yang harus
ditanggung masing-masing anggota atas nilai buku aktiva yang belum dapat direalisasi. Jika
alokasi kerugian sebesar nilai buku aktiva (yang belum dapat direalisasi) berakibat defisitnya
saldo modal salah satu anggota atau lebih anggota sekutu, maka defisit modal anggota yang
bersangkutan harus ditanggung oleh anggota-anggota yang lain. Dengan ketentuan demikian itu
maka hanya anggota sekutu yang memiliki saldo kredit modal yang mempunyai prioritas untuk
menerima pembayaran terlebih dahulu. Perlakukan terhadap nilai buku aktiva (yang belum dapat
direalisasi) dan defisit saldo modal anggota sekutu tertentu seperti itu dilakukan di luar
pembukuan danj akan berlangsung sampai dengan saldo modal masing-masing anggota sekutu
menunjukkan perbandingan laba rugi. Dengan ketentuan diatas maka akan ada dua kemungkinan
dalam proses likuidasi bertahap :

1. Setelah dilakukan pembayran pertama, saldo modal menunjukkan perbandigan yang


sesuai atau sama dengan perbandingan pembagian laba rugi.
2. Setelah dilakukan beberapa kali pembayaran, saldo modal baru menunjukkan
perbandingan yang sesuai atau sama dengan perbandingan pembagian laba rugi.

Setelah dilakukan pembayran pertama, saldo modal menunjukkan perbandigan yang


sesuai atau sama dengan perbandingan pembagian laba rugi.

Contoh :

Sekutu Faluti, Dhito dan Donna membagi laba rugi dengan rasio 5:3:2. Pada tanggal 30 juni
2001 tepat sebelum likuidasi, saldo-saldo aktiva, hutang dan modal adalah sebagai berikut :

AKTIVA HUTANG MODAL


FALUTI DHITO DONNA
300.000 60.000 104.000 96.000 40.000

Realisasi aktiva non kas setelah dibayarkan kepada para kreditur dibagikan kepada para anggota
sekutu pada akhir tiap bulan sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi. Realisasi aktiva
non kas dapat terselesaikan selama 3 bulan dengan perincian sebagai berikut :

NILAI BUKU AKTIVA REALISASI


Juli 120.000 100.000

Agustus 100.000 80.000

September 80.000 50.000

Diminta:

Buatlah laporan likuidasi untuk meringkas pelaksanaan likuidasi. Lengkapilah dengan daftar-
daftar atau perhitungan untuk mendukung pembagian bulanan.

Penyelesaian :

FALUTI,DHITO,DONNA

LAPORAN LIKUIDASI

1 juli-30 Oktober 2001

(dalam ribuan rupiah)

KETERANGAN KAS AKTIVA HUTANG MODAL MODAL MODAL

NON KAS FALUTI DHITO DONNA


[Link] likuidasi 300000 60000 104000 96000 40000
Juli:penjualan aktiva
&
Pembagian rugi 100000 -120000 -10000 -6000 -4000
Saldo stlh realisasi I 100000 180000 60000 94000 90000 36000
Pembyrn kpd kreditur -60000 -60000
40000 180000 0 94000 90000 36000
Juli:pmbyrn kpd aggta
(daftar A) -40000 -4000 -36000
0 180000 0 90000 54000 36000
Agst:penjualan aktiva
&
Pembagian rugi 90000 -100000 -5000 -3000 -2000
90000 80000 0 85000 51000 34000
Agst:[Link] anggta -90000 45000 27000 -18000
0 80000 0 40000 24000 16000
Sept:penjualan aktiva
&
Pembagian rugi 50000 -80000 -15000 -9000 -6000
50000 0 0 25000 15000 10000
Sept:[Link] anggta -50000 -25000 -15000 -10000
0 0 0 0 0 0

Keterangan :

Untuk pembayaran kepada para anggota sekutu pada bulan juli perlu dibuatkan daftar pendukung
(daftar A), karena komposisi modal masing-masing anggota tidak menunjukkan komposisi
perbandingan pembagian laba rugi, akan tetapi pada bulan agustus dan september tidak
dibuatkan daftar pendukung karena komposisi modal sudah menunjukkan perbandingan
pembagian laba rugi.

Daftar A untuk Melampiri Laporan Likuidasi

Jumlah yang dibayarkan kepada para sekutu 31 juli 2001

(dalam ribuan rupiah)

Keterangan FALUTI (5) DHITO (3) DONNA(2)


Saldo sebelum pembagian
kas

Pembatasan hak-kemungkinan rugi Rp 180.000 sisa aktiva tidak dapat direalisasikan

94.000

(90.000)

90.000

(54.000)

36.000

(36.000)

Pembayaran kas tahap I


4.000

36.000

Jurnal yang dibuat sehubugan dengan likuidasi bertahap adalah :(dalam ribuan rupiah)

1. Jurnal realisasi aktiva non kas tahap I

Kas Rp 100.000

Modal Faluti Rp 10.000

Modal Dhito Rp 6.000

Modal Donna Rp 4.000

Aktiva non kas Rp 120.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 100.000 dari nilai buku sebesar Rp 120.000, berarti ada
kerugian Rp 20.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)

1. Jurnal pembayaran hutang kepada kreditur eksternal

Hutang dagang Rp 60.000

Kas Rp 60.000

1. Pembayaran kepada anggota sekutu

Modal Faluti Rp 4.000

Modal Dhito Rp 36.000

Kas Rp 40.000

1. Jurnal realisasi aktiva non kas tahap II

Kas Rp 90.000

Modal Faluti Rp 5.000

Modal Dhito Rp 3.000


Modal Donna Rp 2.000

Aktiva non kas Rp 100.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 90.000 dari nilai buku sebesar Rp 100.000, berarti ada
kerugian Rp 10.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)

1. Pembayaran kepada anggota sekutu

Modal Faluti Rp 45.000

Modal Dhito Rp 27.000

Modal Donna Rp 18.000

Kas Rp 90.000

1. Jurnal realisasi aktiva non kas tahap III

Kas Rp 50.000

Modal Faluti Rp 15.000

Modal Dhito Rp 9.000

Modal Donna Rp 6.000

Aktiva non kas Rp 80.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 50.000 dari nilai buku sebesar Rp 80.000, berarti ada
kerugian Rp 30.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)

1. Pembayaran kepada anggota sekutu

Modal Faluti Rp 25.000

Modal Dhito Rp 15.000

Modal Donna Rp 10.000

Kas Rp 50.000

Setelah dilakukan beberapa kali pembayaran, saldo modal baru menunjukkan


perbandingan yang sesuai atau sama dengan perbandingan pembagian laba rugi.
Sekutu Faluti, Dhito dan Donna membagi laba rugi dengan rasio 5:3:2. Pada tanggal 30 juni
2001 tepat sebelum likuidasi, saldo-saldo aktiva, hutang dan modal adalah sebagai berikut :

AKTIVA HUTANG MODAL


FALUTI DHITO DONNA
300.000 60.000 104.000 96.000 40.000

Realisasi aktiva non kas setelah dibayarkan kepada para kreditur dibagikan kepada para anggota
sekutu pada akhir tiap bulan sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi. Realisasi aktiva
non kas dapat terselesaikan selama 3 bulan dengan perincian sebagai berikut :

NILAI BUKU AKTIVA REALISASI


Juli 60.000 73.000

Agustus 34.000 22.000

September 44.000 20.000

Oktober 160.000 73.000

Diminta:

Buatlah laporan likuidasi untuk meringkas pelaksanaan likuidasi. Lengkapilah dengan daftar-
daftar atau perhitungan untuk mendukung pembagian bulanan.

Penyelesaian :

FALUTI,DHITO,DONNA

LAPORAN LIKUIDASI

1 juli-30 Oktober 2001

(dalam ribuan rupiah)

KETERANGAN KAS AKTIVA HUTANG MODAL MODAL MODAL

NON KAS FALUTI DHITO DONNA


[Link] likuidasi 300000 60000 104000 96000 40000
Juli:penjualan aktiva
&
Pembagian laba 73000 -60000 6500 3900 2600
Saldo stlh realisasi I 73000 240000 60000 110500 99900 42600
Pmbyrn kpd kreditur -60000 -60000
13000 240000 0 110500 99900 42600
Juli:pmbyrn kpd
anggta
(daftar A) -13000 -13000
0 240000 0 110500 86900 42600
Agst:penjualan aktiva
&
Pembagian rugi 23000 -35000 -6000 -3600 -2400
23000 205000 0 104500 83300 40200
Agst:[Link] anggta
(daftar B) -23000 -1500 -21500
0 205000 0 103000 61800 40200
Sept:penjualan aktiva
&
Pembagian rugi 20000 -45000 -12500 -7500 -5000
20000 160000 0 90500 54300 35200
Sept:[Link] anggta
(daftar C) -20000 -10500 -6300 -3200
0 160000 0 80000 48000 32000
Okt:penjualan aktiva
&
Pembagian rugi 73000 -160000 -43500 -26100 -17400
73000 0 0 36500 21900 14600
Sept:[Link] anggta -73000 -36500 -21900 -14600
0 0 0 0 0 0

Faluti, Dhito, dan Donna

Daftar A untuk melampiri Laporan Likuidasi

Jumlah yang dibayarkan kepada para sekutu

31 juli 2001

(dalam ribuan rupiah)

KETERANGAN FALUTI(5) DHITO(3) DONNA(2)


Saldo sblm pembagian kas

Pembatasan hak kemungkinan rugi Rp 120.000 sisa

Aktiva tdk dpt direalisasikan.

110.500
(120.000)

99.900

(72.000)

42.600

(48.000)

Pembatasan hak-tambahan kemungkinan rugi pada Dhito apabila Faluti dan Donna tidak mampu
memenuhi kemungkinan kekurangannya..

(9.500)

9.500

27.900

(14.900)

(5.400)

5.400

Hak bebas-jumlah yang dibayarkan kepada Dhito

13.000

Faluti, Dhito, dan Donna

Daftar B untuk melampiri Laporan Likuidasi

Jumlah yang dibayarkan kepada para sekutu

31 juli 2001

(dalam ribuan rupiah)

KETERANGAN FALUTI(5) DHITO(3) DONNA(2)


Saldo sblm pembagian kas

Pembatasan hak kemungkinan rugi Rp 120.000 sisa

Aktiva tdk dpt direalisasikan.


104.500

(102.500)

83.300

(61.500)

40.200

(41.000)

Pembatasan hak-tambahan kemungkinan rugi pada Dhito apabila Faluti dan Donna tidak mampu
memenuhi kemungkinan kekurangannya..

2.000

(500)

21.800

(300)

(800)

800

Hak bebas-jumlah yang dibayarkan kepada Dhito

1.500

21.500

Faluti, Dhito, dan Donna

Daftar C untuk melampiri Laporan Likuidasi

Jumlah yang dibayarkan kepada para sekutu

31 juli 2001

(dalam ribuan rupiah)

Keterangan FALUTI (5) DHITO (3) DONNA(2)


Saldo sebelum pembagian
kas
Pembatasan hak-kemungkinan rugi Rp 80.000 sisa aktiva tidak dapat direalisasikan

90.500

(80.000)

54.300

(48.000)

35.200

(32.000)

Pembayaran kepada sekutu

10.500

6.300

3.200

Jurnal yang dibuat sehubungan dengan likuidasi bertahap adalah : (dalam ribuan rupiah)

1. Jurnal realisasi aktiva non kasi tahap I

Kas Rp 73.000

Modal Faluti Rp 6.500

Modal Dhito Rp 3.900

Modal Donna Rp 2.600

Aktiva non kas Rp 60.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 73.000 dari nilai buku sebesar Rp 60.000, berarti ada
keuntungan sebesar Rp 13.000. keuntungan tersebut dibagi kepada masing-masing anggota
sekutu sesuai dengan perbandingan 5:3:2)

1. Jurnal pembayaran hutang kepada kreditur eksternal

Hutang dagang Rp 60.000

Kas Rp 60.000
1. Pembayaran kepada anggota sekutu

Modal Dhito Rp 13.000

Kas Rp 13.000

1. Jurnal realisasi aktiva non kas tahap II

Kas Rp 23.000

Modal Faluti Rp 6.000

Modal Dhito Rp 3.600

Modal Donna Rp 2.400

Aktiva non kas Rp 35.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 23.000 dari nilai buku sebesar Rp 35.000, berarti ada
kerugian Rp 12.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)

1. Pembayaran kepada anggota sekutu

Modal Faluti Rp 1.500

Modal Dhito Rp 21.500

Kas Rp 23.000

1. Jurnal realisasi aktiva non kas tahap III

Kas Rp 20.000

Modal Faluti Rp 12.500

Modal Dhito Rp 7.500

Modal Donna Rp 5.000

Aktiva non kas Rp 45.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 20.000 dari nilai buku sebesar Rp 45.000, berarti ada
kerugian Rp 25.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)
1. Pembayaran kepada anggota sekutu

Modal Faluti Rp 10.500

Modal Dhito Rp 6.300

Modal Donna Rp 3.200

Kas Rp 20.000

1. Jurnal realisasi aktiva non kas tahap IV

Kas Rp 73.000

Modal Faluti Rp 43.500

Modal Dhito Rp 26.100

Modal Donna Rp 17.400

Aktiva non kas Rp 160.000

(realisasi aktiva non kas sebesar Rp 73.000 dari nilai buku sebesar Rp 160.000, berarti ada
kerugian Rp 87.000. kerugian tersebut dibagikan kepada masing-masing anggota sekutu dengan
perbandingan 5:3:2)

1. Pembayaran kepada sekutu

Modal Faluti Rp 36.500

Modal Dhito Rp 21.900

Modal Donna Rp 14.600

Kas Rp 73.000

PEMBAYARAN KAS/LIKUIDASI BERDASARKAN RENCANA (PROGRAM)


DISTRIBUSI KAS

Likuidasi ini didasarkan pada suatu program distribusi kas yang telah dibuat sebelumnya. Jika
kreditur telah dilunasi dan masih terdapat sisa uang, maka pembagian hutang tersebut berdasrkan
distribusi kas yang ada. Program distribusi kas dibuat dengan tujuan yang sama dengan daftar
pendukung likuidasi bertahap, yaitu menuju agar sesuai dengan perbandingan pembagian laba
rugi.
Anggota yang pertama kali mendapatkan pembayaran kas adalah yang paling besar kemampuan
untuk menutup kerugian. Jadi apabila kemapuan menutup kerugian masing-masing anggota
tersebut sama, berarti perbandingan haknya sudah sesuai dengan perbandingan laba-rugi, dan
uang yang tinggal membagi sesuai dengan perbandingan tersebut.

Prosedur penyusunan rencana (program) pembagian kas adalaha sebagai berikut :

1. Menghitung saldo modal bersih masing-masing anggota sekutu.


2. Menentukan jumlah kerugian maksimum yang dapat dibebankan kepada saldo
penyertaan masing-masing sekutu. Kemampuan masing-masing anggota untuk
menanggung kerugian maksimum itu dihitung dari hasil bagi antara saldo kredit modal
dan saldo piutangnya kepada persekutuan (jika ada) dengan persentase (bagian) hak atas
pembagian laba rugi. Atas dasar kemampuan tiap-tiap anggota menanggung kerugian
maksimum tersebut, kemudian disusun suatu ranking (prioritas pembayran dimulai dari
anggota yang memeliki kemampuan tertinggi).
3. Menyusun urutan prioritas pembagian kas dan besarnya bagian kas untuk masing-masing
anggota sekutu. Urutan prioritas yang pertama yang berada di ranking no 1, urutan kedua
yang berada di ranking 2 dan seterusnya.
4. Pembagian kas sesuai dengan kas yang tersedia.

Contoh 3-5

Sekutu-sekutu Zinedine Zidane, Mohammed Kallon, dan Hakan Sukur membagi laba rugi
dengan perbandingan 60%, 25%, dan 15%. Neraca pada tanggal 30 juni 2001 sebelum likuidasi
menunjukkan saldo-saldo sebagai berikut :

AKTIVA UTANG DAN MODAL


Kas 10.000

Aktiva Lain 185.000Hutang dagang 70.000

Modal Zidane 90.000

Modal Kallon 20.000

Modal Sukur 15.000Jumlah Aktiva 195.000Jumlah Passiva 195.000

Aktiva tertenti dijual pada bulan juli dengan harga Rp 100.000.000,00 dan kas yang tersedia
dibagi kepada yang berhak. Sisa aktiva dijual pada bulan agustus dengan harga Rp
30.000.000,00 dan kas dibagikan sebagai pemabayaran final.

Diminta :

1. Buatlah pembagian kas kepada sekutu apabila sudah tersedia.


2. Susun jurnal yang diperlukan untuk mencatat jalannya likuidasi pada bulan juli dan
agustus.
Zidane, Kallon, dan Sukur

Program Prioritas untuk Pembagian Kas dalam Likuidasi Persekutuan

SALDO PEMBAYARAN
Zidane Kallon Sukur Zidane Kallon Sukur
Jumlah 90.000 20.000 15.000
hak.
Rasio pembagian laba 60% 25% 15%
rugi..
Kemapuan menanggung rugi maksimum 150.000 80.000 100.000
(hak dibagi dengan rasio pembagian laba-
rugi)
Prioritas II Kas untuk Zidane, untuk (50.000) 30.000
mengurangi saldo penyerapan ruginya
sampai jumlah untuk Sukur, Pengurangan
50.000 memerlukan pembayaran 60% X
50.000 = 30.000

Prioritas II Kas untuk Zidane, untuk mengurangi saldo penyerapan rugi mereka sampai jumlah
untuk Kallon pengurangan 20.000 memerlukan pembayaran sebagai berikut kepada :

Zidane : 60% X 20.000 = 12.000

Sukur : 15% X 20.000 = 3.000

100.000

(20.000)

80.000

100.000

(20.000)

12.000

3.000

Prioritas III untuk semua anggota sekutu

Zidane : 60% X 80.000 = 48.000

Kallon : 25% X 80.000 = 20.000


Sukur : 15% X 80.000 = 12.000

80.000

80.000

80.000

48.000

20.000

12.000

Jurnal yang akan dibuat selama proses likuidasi adalah sebagai berikut :

Realisasi aktiva bulan Juli :

Kas 100.000.000

Aktiva lain-lain 100.000.000

Dalam bulan juli setelah realisasi aktiva maka tersedia uang kas sebesar 110.000.000, digunakan
untuk melunasi hutang dagang sebesar 70.000.000, baru sisanya dibayarkan kepada para sekutu
dengan prioritas:

Prioritas I diberikan kepada Zidane sebesar 30.000.000

Prioritas II diberikan kepada Zidane dan Sukur dengan perbandingan :

Zidane 60/75 X 10.000.000 = 8.000.000

Sukur 15/75 X 10.000.000 = 2.000.000

Jurnal pelunasan hutang dan pembagian kepada anggota sekutu :

Hutang dagang 70.000.000

Modal Zidane 38.000.000

Modal Sukur 2.000.000

Kas 110.000.000

Realisasi aktiva bulan agustus dan pembagian rugi :


Kas 30.000.000

Modal Zidane 33.000.000

Modal Kallon 13.750.000

Modal Sukur 8.250.000

Aktiva lain-lain 85.000.000

Realisasi sisa aktiva mengalami kerugian sebesar 55.000.000 (dihitung dari nilai buku aktiva non
kas 185.000.000 dikurangi hasil realisasi I sebesar 100.000.000). Kerugian dialokasikan sebagai
pengurang modal masing-masing anggota sekutu dengan perbandingan 60:25:15.

Bagian rugi untuk Zidane 60% X 55.000.000 = 33.000.000

Bagian rugi untuk Kallon 25% X 55.000.000 = 13.750.000

Bagian rugi untuk Sukur 15% X 55.000.000 = 8.250.000

Jurnal pembagian kepada para anggota sekutu :

Modal Zidane 19.000

Modal Kallon 6.250

Modal Sukur 4.750

Kas 30.000

Pembagian uang kas sebesar 30.000.000 kepada para sekutu dengan perhitungan :

Zidane =sisa prioritas II sebesar 4.000.000 + prioritas III (60%X25.000.000)

= 19.000.000

Kallon =Prioritas III (25%X25.000.000) = 6.250.000

Sukur =sisa prioritas II sebesar 1.000.000 + prioritas III (15%X25.000.000)

= 6.250.000

Keterangan: 25.000.000 adalah uang kas sebesar 30.000.000 dikurangi dengan pembagian uang
kas pada prioritas II, sebesar 5.000.000.

Anda mungkin juga menyukai