0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan3 halaman

Analisa Keperawatan Pasien Stroke

Ringkasan analisa sintesa keperawatan untuk pasien laki-laki paruh baya yang mengalami stroke infark mencakup identitas pasien, diagnosa medis dan keperawatan, tindakan latihan ROM pasif untuk mencegah hambatan mobilitas, serta evaluasi hasil yang menunjukkan mobilitas sendi dan kekuatan otot pasien baik untuk mencegah kekakuan.

Diunggah oleh

Desy Indra Wati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan3 halaman

Analisa Keperawatan Pasien Stroke

Ringkasan analisa sintesa keperawatan untuk pasien laki-laki paruh baya yang mengalami stroke infark mencakup identitas pasien, diagnosa medis dan keperawatan, tindakan latihan ROM pasif untuk mencegah hambatan mobilitas, serta evaluasi hasil yang menunjukkan mobilitas sendi dan kekuatan otot pasien baik untuk mencegah kekakuan.

Diunggah oleh

Desy Indra Wati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA SINTESA KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Desy Indrawati Tanggal : 24 Agustus 2017


NPM : 1614901110043 Ruang : Seruni (Syaraf)

1. Identitas klien : Tn. B


2. Diagnosa medis : Stroke Infark
3. Tindakan keperawatan dan rasional : latihan ROM pasif
4. Diagnose Keperawatan : Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kaku sendi
5. Data
keluarga klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit klien mengalami kejang selama 5
menit sebanyak 5 kali sejak pukul 15.00, keluarga klien juga mengatakan klien terjatuh
dikamar pada saat jatuh klien masih sadar namun tidak merespon, kemudian oleh keluarga
klien dibawa ke IGD rumah sakit RSUD Ulin Banjarmasin pada tanggal 16 Agustus 2017,
saat di IGD pasien mengalami kejang sebanyak 2 kali dan mengalami penurunan kesadaran,
keluarga klien juga mengatakan bahwa klien lemas dan tidak dapat menggerakkan anggota
tubuh sebelah kiri. TTV: TD =160/90mmHg, N= 106x/mnt, S= 37,5C, RR= 25 x/menit,

6. Prinsip tindakan & rasional


No. Prinsip-Prinsip Tindakan Rasional
1. Mengucapkan salam pada klien, Menerapkan etika keperawatan
perkenalkan diri, jelaskan
prosedur, tujuannya, persetujuan
klien, kontrak waktu

2. Cuci tangan Mencegah transmisi mikroorganisme

3. Memulai tindakan dengan Menerapkan nilai Islami


basmalah dan Senyum, ramah,
dan perhatian selama tindakan

5. Persiapan tempat tidur (TT): Menurunkan resiko klien jatuh dari TT


kunci TT, posisi TT yang tepat

6. Posisikan klien pada posisi Membuat klien nyaman dalam melakukan


terlentang dan lurus tindakan ROM

7. Lakukan ROM pasif pada kepala Memelihara mobilitas persendian


dan leher

8. Lakukan ROM pasif pada Memelihara mobilitas persendian


ekstremitas atas kanan dengan Menstimulasi sirkulasi
gerakan dan jumlah pengulangan Mempertahankan atau memelihara kekuatan
yang tepat otot
Bahu: abduksi, adduksi, rotasi
internal dan rotasi luar
Siku: fleksi dan ekstensi
Lengan bawah: supinasi dan
pronasi
Pergelangan tangan: fleksi
ekstensi, hiperekstensi, abduksi
dan adduksi
Jari tangan: fleksi ekstensi,
hiperekstensi, abduksi dan
adduksi, oposisi

Lakukan ROM pasif pada Memelihara mobilitas persendian


ekstremitas bawah kanan dengan Menstimulasi sirkulasi
gerakan dan jumlah pengulangan Mempertahankan atau memelihara kekuatan
yang tepat: otot
Kaki: fleksi dan ekstensi
Paha: abduksi dan adduksi,
9. rotasi internal dan rotasi
eksternal
Tumit
Pergelangan kaki: dorsofleksi
dan plantar fleksi
Jari

Naikkan pengaman TT: letakkan Mempermudah melakukan tindakan ROM


pada sisi yang berlawanan dengan
10.
bagian yang dilakukan ROM

Turunkan pengaman dan Mempermudah melakukan tindakan ROM


melakukan ROM pasif pada
11.
ekstremitas atas kiri

Lakukan ROM pasif pada Memelihara mobilitas persendian


ekstremitas bawah Menstimulasi sirkulasi
12. Mempertahankan atau memelihara kekuatan
otot

Mengevaluasi tindakan ROM Mengetahui sejauh mana klien memahami


13. gerakan ROM

Mengucapkan salam saat Menerapkan nilai Islami


mengakiri pertemuan dengan
14.
klien

Cuci tangan Mencegah transmisi mikroorganisme


15.

7. Tujuan tindakan
a. Mempertahankan mobilitas sendi
b. Meningkatkan kekuatan otot
c. Mencegah atropi otot dan kontraktur
8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara pencegahannya
Bahaya : Klien lelah setelah tindakan ROM
Pencegahan : ROM dilakukan dengan perlahan dan hati-hati

9. Analisa Sintesa
kekakuan sendi

kelemahan otot

dilakukannya latihan ROM


10. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya)
Hasil : Klien mampu melakukan latihan ROM, keluarga memperhatikan cara melatih
klien untuk ROM (latihan gerak sendi.
Makna : Mobilitas sendi serta kekuatan otot klien baik untuk mencegah kekakuan pada
sendi dan melancarkan peredaran darah.

Banjarmasin, Agustus 2017

Ners muda,

(Desy Indrawati)

Preseptor klinik,

(.....................................................)

Anda mungkin juga menyukai