DIGESTER (PENCACAHAN)
Digester adalah alat untuk melumatkan Mass Passed to Digester (MPD) dengan cara mengaduk
menggunakan stirring arm (seperti pisau blender) dengan kecepatan putaran 26 rpm didalam bejana
slinder tegak. Proses pengadukan juga dibantu oleh live steam injection kedalam bejana dengan
temperatur 90-95 derajat celcius hingga daging buah menjadi lebih lunak dan minyak sawit mudah
terpisah dari daging buah.
Fungsi Digester :
1. Melumatkan daging buah.
2. Memisahkan daging buah dengan biji.
3. Mempersiapkan Feeding Press.
4. Mempermudah proses di Press.
5. Membantu menaikkan Temperatur pada Screw Press.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengadukan, yaitu :
a) Kematangan buah yang direbus, jika buah mentah maka daging buah sulit dilepas dari nut
dan sulit dilumat.
b) Volume digester minimal penuh
c) Waktu pengadukan pada digester yang baik adalah 20 menit.
d) Temperature yang terlalu rendah dapat mengakibatkan minyak sulit dipress karena
kekentalan minyak rendah.
1. Gambar digester
Jenis-jenis Digester
1. Vertical Steriliser
2. Horizontal Digester
3. Bagian utama digester terdiri dari:
Outer Plate
Outer Plate adalah dinding bagian luar degester yang berguna untuk menopang
konstruksi degester. Outer Plate berbentuk silinder tegak dengan ketebalan 12 mm
berbahan mild steel. Bagian atas outer plate menopang elektromotor dan gear speed
reducer sedangkan bagian bawah menumpu vertical shaft. Sisi kanan dan kiri bagian atas
outer plate dipasang "kupingan untuk menjadi tumpuan ke konstruksi bangunan pabrik.
Jadi seluruh beban digester termasuk elektromotor dan gear speed reducer dan vertical
shaft ditopang oleh outer plate.
Wearing plate
Wearing plate berfungsi untuk melindungi outerplate dari abrasive akibat gesekan MPD
dengan dinding silinder digester. Wearing plate memiliki bentuk yang sama dengan outer
plate namun terbuat dari plat mild steel 5 mm. Ini akan mengakibatkan murahnya biaya
penggantian spare part. Beberapa PKS kadang mengganti wearing plate dari bahan mild
steel menjadi stainless steel plate yang membuat umur teknis wearing plate lebih lama.
Untuk membantu proses pelumatan di wearing plate dilaskan siku 15 mm panjg 15 cm
yang menyebar merata di beberapa titik antara/celah stirring arm untuk memberikan
efek penahan dari MPD saat diaduk sehingga MPD tidak ikut berputar searah pergerakan
stirring arm. Kondisi siku-siku penahan ini harus diperhatikan agar kualitas pengadukan
tetap sempurna.
Lapisan rock wall/heating isolator
Lapisan rock wall/heating isolator merupakan lapisan isolator panas setebal 50 mm,
bagian terluar dilapisi dengan alluminium foil 0,8 mm thick. Tujuan pemasangan isolator
panas agar panas dari MPD yang bersumber dari live stean injecktion tidak terbuang
akibat dinding digester bersinggungan langsung dengan udara ambient. Dengan suhu
pengadukan yang lebih cenderung konstan akan memaksimalkan proses pengadukan.
Perforated bottom plate
Perforated bottom plate merupakan plat yang ditempatkan dibagian bawah degester
namun masih diatas bottom plate. jadi ada celah antara perforasi bottom plate dengan
bottom plate sebesar 5 cm yang bertujuan agar minyak sawit yang terpisah dapat
mengalir keluar dari digester. Diameter lubang perforasi berkisar 4-5 mm yang jumlah
luasan nya lebih besar dari pipa pengeluaran minyak.
selama proses pengadukan daging buah terlumat dan sell-sell minyak akan terbuka
sehingga minyak akan keluar dan memenuhi digester. Minyak sawit yang keluar ini harus
segera dikeluarkan agar memudahkan beban kerja screw press. Jadi digester selain
melumatkan juga memisahkan minyak dan screw press melanjutkan proses yang tak
mampu dicapai digester. Pengendalian lossis ampas kempa sangat dipengaruhi oleh
kinerja digester, semakin daging buah lumat semakin banyak minyak yang terpisah
semakin mudah proses pengempaan di screw press.
Permasalahan yang sering timbul adalah sering tumpatnya perforasi bottom plate akibat
tertutup fibre. Untuk mencegah tertutupnya lubang perforasi bottom plate dengan
menginjeksikan uap sebelum digester diisi sehingga tekanan uap akan mendorong
padatan yang ada dan diakhir olah degester harus benar-benar kosong dan kembali
steam diinjeksikan kembali.
Vertical shaft icw stirring arm
Vertical shaft icw stirring arm merupakan alat untuk mengaduk MPD. Vertcal saft harus
simetris dan terhubung dengan gear speed reducer melalui kopling. Vertikal saft
berpenampang wajik dan dilengkapi dengan alur untuk mengunci stirring arm melalui
baut dan mur. Pemasangan pisau pisau pengaduk/stirring arm berbentuk letter huruf S
dan berputar searah jarum jam. Stirring arm juga akan mengalami aus akibat gesekan dan
secara periodik harus diganti sesuai dengan jam kerja alat yang tercantum dilabel
pembelian.
Stirring arm terdiri dari 5 tingkat, tingkat paling bawah disebut expeller arm atau pisau
pelempar yang berfungsi mendorong digested MPD keluar menuju corong umpan/chute
ke screw press
Chute
Chute merupakan jalur keluar digested MPD dari digester ke screw press. Chute
umumnya berbentuk kotak memanjang kebawah. Chute dilengkapi dengan pintu/klep
berupa plat yang bergerak naik dan turun untuk membuka dan menutup aliran digested
MPD. Pada awal olah klep ini ditutup terlebih dahulu, kemudian setelah proses
pengadukan 15 menit pinti perlahan-lahan dibuka hingga digested MPD dapat diolah
secara kontiniu. Chute digester umum nya dilengkapi dengan sight glass yang berguna
melihat aliran digested MPD. Dibagian atas chute dipasang pipa 1 inchi untuk
memasukkan air panas kedalam corong. Air panas dimasukkan jika umpan digested MPD
macet dan diakhir olah untuk membersihkan corong.
Palm oil out let pipe
Palm Oil Out Let Pipe sebenarnya dapat dikatakan tambahan saja karena berfungsi untuk
mengalirkan minyak sawit yang keluar dari perforated palm oil. Palm oil out let pipe
dilengkapi dengan keran yang ukurannya sesuai dengan pipa yaitu 4 inchi. Umumnya
untuk mempercepat minyak keluar dibagian sisi inlet pipe nya berbentuk huruf Y. Keran
pipa harus terbuka kontiniu untuk melayani aliran minyak, namun kadangkala beberapa
digester akan semain "berat" untuk mengaduk MPD jika minyak sawit terlalu banyak
keluar. Untuk mengatasinya dapat dengan mengatur bukaan keran atau keran dapat
dibuka secara periodik setiap 15 menit misalnya dan pastikan putaran vertical shaft 26
rpm. Out let pipa ini terhubung langsung dengan oil gutter yan berada dibawah screw
press menuju sand trap.
Base plate.
Base Plate berfungsi menopang vertical saft karena di base plate di tempatkan bearing
penopang vertical saft. Selain vertical saft steam live injection untuk bottom perforasi
plate, juga ditempatkan palm oil out let pipe. Fungsi base plate hanya untuk konstruksi
tidak ada kaitannya dengan proses kerja degester.
Steam pipe instalation.
Steam Pipe Instalation berguna mendistribusikan steam ke proses di digester untuk
mengkondisikan proses pelumatan di 95 derajat celcius. Saat ini pemanasan umumnya
menggunakan steam injeksi langsung untuk mempercepat tercapainya suhu kerja ideal.
Posisi penempatan stean injeksi ada 2 titik yaitu di dinding silinder sekitar 30 cm dari base
plate yang terdustribusi minimal 4 titik merata dan yang kedua dibase plate yang posisi
nya terdistribusi merata 4 titik. Masing-masing pipa memiliki keran uap pengatur
kapasitas steam yang berdiameter nominal 1 inchi sesuai dengan diameter pipa
steamnya.
4. Cara kerja digester
Buah yang sudah terlepas (berondolan) yang dibawa oleh Fruit Conveyor dimasukkan ke
dalam Digester atau peralatan pengaduk. Tujuan dari penggunaan Digester adalah untuk
memisahkan daging buah sawit terlepas dari biji (nut) nya. Dalam proses pengadukan
Digester ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 80
90C.
Didalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh diputar atau
diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk yang terpasang pada bagian poros,
sedangkan pisau bagian dasar sebagai pelempar atau mengeluarkan buah dari digester ke
screw press.
Daging buah dari Digester yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau
pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk
kedalam mesin pengempa (twin screw press) kemudian dimasukkan ke dalam alat
pengepresan (Screw Press) untuk memisahkan minyak keluar dari biji dan Serat (fibre).