I.
PENDAHULUAN
Asian Medical Students Association (AMSA) adalah organisasi Fakultas Kedokteran
di tingkat Asia Pasifik, dimana setiap tahun mahasiswa Fakultas Kedokteran akan berkumpul
untuk membicarakan tentang pengetahuan, kegiatan sosial dan membangun hubungan
persahabatan seta kerjasama internasional. Setidaknya ada 12 negara (Member Nations) yang
terdaftar sebagai AMSA. Anggota negara-negara AMSA meliputi : Jepang, Hongkong,
Australia, Papua Nugini, Filipina, Malaysia, Indonesia, Thailand, Korea, Bangladesh,
Cambodia, United Kingdom, Pakistan, Singapore, sedangkan negara-negara pengamat antara
lain : Nepal, Cina, India, Myanmar, dan Selandia Baru.
AMSA-Indonesia secara resmi didirikan di Yogyakarta pada tanggal 10 Agustus
1996, tetapi sebelum diresmikan sebagai AMSA-Indonesia, sudah banyak melakukan
kegiatan-kegiatan dengan mengirimkan delegasi ke Asian Medical Students Conference.
Pada tahun 1979 Indonesia mulai mengirim delegasi pada kegiatan AMSC, tetapi lebih
banyak untuk tujuan sosial. Pada tahun 1987 delegasi pertamadari Universitas Airlangga
secara resmi di kirim pada kegiatan AMSA di Malasya. Pada tahun 1990, 1996, 2003, 2010,
AMSA-Indonesia telah menjadi tuan rumah pada kegiatan AMSC danbulan Februari 2006
dilakukan pertemuan EAMSC di Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa AMSA-Indonesia
sangat aktif dan sebagai salah satu kontributor pada kegiatan-kegiatan AMSA-International.
AMSA- Indonesia memiliki 3 filosofi antara lain :
1. Knowledge : yaitu AMSA melaksanakan kegiatan ilmiah kedokteran untuk meningkatkan dan
memperluas cakrawala mahasiswa kedokteran, sehingga mereka dapat bekerja dengan baik
sebagai profesi medis yang profesional di masa depan.
2. Action : sebagai mahasiswa kedokteran, AMSA peduli terhadap masyarakat-masyarakat yang
ada di sekitar kita dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang berguna sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Friendship : sebagai calon dokter, AMSA bertujuan untuk membangun dan memelihara
hubungan baik diantara sesama mahasiswa kedokteran di tingkat Asia Pasifik dan sekitarnya.
Meningkatnya jumlah lansia sebenarnya adalah indikator yang menunjukkan semakin
sehatnya penduduk Indonesia karena usia harapan hidupnya meningkat, meskipun disisi lain
produktivitas mereka menurun. Proses penuaan penduduk tentunya berdampak pada berbagai
aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin
bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah
maupun karena penyakit. Kualitas hidup penduduk lanjut usia yang umumnya masih rendah
dapat terlihat dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan angka buta huruf lanjut usia.
Dari sisi kualitas hidup selain pendidikan, penduduk lanjut usia juga mengalami
masalah kesehatan. Data menunjukkan bahwa ada kecenderungan angka kesakitan lanjut usia
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini tentunya harus mendapatkan
perhatian berbagai pihak. Lanjut usia yang sakit-sakitan akan menjadi beban bagi keluarga,
masyarakat dan bahkan pemerintah, sehingga akan menjadi beban dalam pembangunan.
Kemudian dari sisi ekonomi, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) penduduk
lanjut usia masih cukup tinggi, meskipun kesenjangan antar jenis kelamin masih cukup
tinggi. TPAK lansia laki-laki mencapai 72,26 persen, sedangkan perempuan 37,83 persen
pada tahun 2007. Dari hasil penelitian yang dilakukan Komnas Lansia pada tahun 2008,
ditemukan bahwa alasan paling umum lansia masih bekerja adalah karena ekonomi yang
tidak mencukupi, alasan lain adalah karena ingin tetap aktif dan mandiri. Sedangkan alasan
lansia tidak bekerja adalah karena kesehatan yang memburuk. Meskipun secara umum
lingkungan sosial (keluarga dan masyarakat) cukup mendukung lansia bekerja, tetapi ada
beberapa yang tidak setuju lansia bekerja, antara lain karena adanya norma setempat yang
menyatakan bahwa jika sudah lansia tidak bekerja lagi, juga ada yang beranggapan karena
sarana dan prasarana fisik bagi lansia bekerja masih terbatas/belum memadai, serta karena
banyak lansia yang ingin menikmati pensiun.
Mengingat kondisi dan permasalahan lanjut usia seperti diuraikan di atas, maka penanganan
masalah lanjut usia harus menjadi prioritas, karena permasalahannya terus meningkat sesuai
dengan pertambahan jumlahnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka AMSA-Unismuh
akan mengadakan suatu kegiatan dengan tema ________________________sebagai upaya
untuk meningkatkan kesehatan di kalangan usia lanjut.
Oleh sebab itu, kami bermaksud untuk memohon dukungan dari semua pihak terkait demi
berlangsungnya kegiatan tersebut.
II. KEGIATAN
Hari Lanjut Usia merupakan salah satu hari penting di Indonesia yang diperingati
setiap tahunnya.
Sebagai salah satu wujud kepedulian AMSA-Unismuh terhadap Peringatan Hari
Lanjut Usia Nasional Tahun 2015, maka akan dilaksanakan Kegiatan Sosial yang sesuai
dengan Program Kerja dari AMSA-Unismuh.
III. TUJUAN KEGIATAN
Umum:
i. Sebagain wujud kepedulian terhadap kesehatan lansia
ii. Menimbulkan rasa kepedulian dan sosial yang tinggi setiap anggota AMSA agar tidak
melupakan untuk selalu berbagi terhadap sesama
Khusus:
Memberikan pemahaman mengenai kesehatan serta menunjukkan rasa kepedulian kita
terhadap lansia.
IV. NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan yang akan dilaksanakan adalah ONE (Old but Never forgettEn)
V. TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan adalah ___________
VI. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan Gathering akan dilaksanakan pada :
1. Waktu dan tempat kegiatan
Hari/Tanggal : Minggu, 7 Juni 2015
Waktu : 07.00WITA - selesai
Tempat : Panti Jompo Poros Malino Bili-Bili
2. Peserta
Sasaran Peserta : Masyarakat Lanjut Usia ( Lansia )
Target Peserta : 35 orang
VII. DESKRIPSI KEGIATAN
Kegiatan ini akan diselenggarakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Acara
Peduli Lansia ini akan dilaksanakan di Panti Jompo Gowa. Acara ini akan
diawalidengan sambutan-sambutan yang
dimulai________________________________________________________________
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
_______
VIII. KEPANITIAAN
Susunan panitia pelaksana (terlampir)
IX. RINCIAN ANGGARAN DANA
Rincian anggaran dana (terlampir)
X. SUMBER DANA
- Agenda FKOM Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar
- Usaha Panitia
- Iuran
XI. KEGIATAN
Susunan Acara (Terlampir)
XII. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat dengan sebaik-baiknya, sebagai bahan acuan dalam
pelaksanaan kegiatan ini, dan segala upaya serta usaha tentang pelaksanaan kegiatan dalam
rangka memperingati Hari Lanjut Usia ini dibuat dalam proposal. Semoga proposal ini dapat
menjadi pertimbangan bagi seluruh pihak yang akan berpartisipasi dalam menyukseskan
kegiatan ini. Akan sangat berarti bila kegiatan ini dapat terealisasikan sebagaimana mestinya.
Terimakasih atas segala bantuan dan kerjasama semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
LEMBAR PENGESAHAN
KETUA PANITIA SEKRETARIS
(nama) (nama)
KETUA UMUM BEM FK UNISMUH Representative AMSA-Unismuh
(nama) (nama)
KETUA FKOM FK UNISMUH WAKIL DEKAN III FK UNISMUH
Dr. H. Delly Mustafa, [Link] dr. Andi Tenri padad
LAMPIRAN 1
KEPANITIAAN
Penanggung Jawab : Syahrun Mubarak Aksar (Representative AMSA-Unismuh 15/16)
Steering Committee
Acara : Faradhibah Nur Aliah
Perlengkapan : Samsul Rahmat
PublikasidanDokumentasi : Nur Fadhilah Kusnadi
DanusKonsumsi : Resky Nurnadyah
Organized Committee
Ketua Panitia : Galuh Lestianto Putra
Sekretaris : Hardiyanti Amiruddin
Bendahara : Dian Feby Pratiwi
Koordinator Acara : Andi Riskayanti S.
Anggota : Indar Meliana Nursin
Fausiah Ulva Musdalipa
Muh. Surya Arma Arsyad
Koordinator Perlengkapan : Muh. Zuhal Januar
Anggota : AlifAdeyani
Siti Wahyuni Maharani
Ulfa Sari Al-Bahmi
Harlia
Koordinator Pubdok : Ikandi Praharsiwi
Anggota : Ahmad Rizal
Dzakiyah Nurul Isra
Rismah Yunita Abdal
Koordinator Dakom : NurFitriSyam
Anggota : Andi Afdalia Resk
UlfaDwiyanti
Nurul Ilma Awaliah
A. Nurul Azizah Abbas
Lampiran II
SUSUNAN ACARA
Lampiran III
ANGGARAN DANA
Pemasukan
FKOM Rp. 1.200.000,-
Pengeluaran
Biaya Registrasi Peserta (3 orang x Rp. 400.000,-)
Alfiani Nur (Debate Team) Rp. 400.000,-
Fadhliani Kartono (Debate Team) Rp. 400.000,-
Waode Annisa Wahid (Debate Team) Rp. 400.000,-
TOTAL Rp. 1.200.000,-
Representative of AMSA- Bendahara
Unismuh
Syahrun Mubarak Aksar Ikandi Praharsiwi
Menyetujui,
Wakil Dekan III FK Unismuh
[Link] Ashari