KERANGKA ACUAN KEGIANTAN RVS PENYAKIT KUSTA
A PENDAHULUAN
Morbus harsen atau lepra atau kusta merupakan penyakit tertua sekaligus penyakit menular yang
menakutkan. Penyakit ini di temukan oleh GH Armauer Harsen [Norwegia] pada tahun 1873,
dengan menemukan Mycrobakterium leprae sebagai kuman penyebab.
Penyakit ini di indonesia lebih di kenal dengan penyakit kusta. Menurut Sub Direktorat Kusta dan
Frambusia Direktorat P2M Ditjen PPM dan PL [2000], penyakit kusta merupakan salah satu masalah
kesehatan yang cukup besar di Indonesia, dimna masih terdapat penderita kusta terbanyak.
Di kabupaten Purwkarta di temukan 5 penderita kusta baru pertahun, penyumbang terbanyak salah
satunya di kecamatan Gembong. Tahun 2012 telah di temukan penderita kusta anak sebanyak 3
orang, tahun 2013 bertambah 2 orang, semua penderita ini di temukan dalam satu desa yaitu desa
Sindanglaya. Hal ini yang melatar belakangi dilaksanakan RVS di desa Sidanglaya.
B TUJUAN :
Tujuan Umum:
Setelah dilaksanakannya RVS di harapkan bisa memutuskan mata rantai penularan penyakit kusta.
Tujuan Khusus:
[Link] tahu apa itu penyakit kusta
[Link] sedini mungkin penderita kusta
[Link] pengobatan secara tepat
[Link] kecacatan
[Link] perawatan diri bagi yang sudah cacat
C PESERTA
Melibatkan semua aparat desa Sindanglaya,tokoh masysrakat, kader,bidan desa,perawat,
dokter,dan anak sekolah.
D PELAKSANAN
Dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 5 sampai 9 april 2015. Tanggal 5 sosialisasi dikantor desa
Sindanglaya,tanggal 6 sampai tanggal 7 pemeriksaan anak sekolah, tanggal 8 sampai tanggal 9
pemeriksaan masyarakat desa Sindanglaya.
E KEGIATAN
Sosialisasi masyarakat, pemeriksaan anak sekolah, dan pemeriksaan seluruh masyarakat desa
Sindanglaya.
E PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini dibuat agar dapat mencapai tujuan memutuskan mata rantai penyakit
kusta.
Gembong,
KEPALA UPTD PUSKESMAS GEMBONG
[Link]