Tutorial Pemodelan 3D di SolidWorks
Tutorial Pemodelan 3D di SolidWorks
3D SOLID MODELING
2005
By :
Atang Suryana
LABORATORIUM PERANCANGAN
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
DAFTAR ISI
2. PROSES PEMODELAN 3D
2.1. Proses Pemodelan Gambar 3D Dengan SolidWorks
2.2. Pemodelan 3D Silinder Pejal
2.2.1. Pemodelan 3D Silinder Pejal Dengan Metoda Extrude
[Link]. Memahami Fasilitas Extrude
2.2.2. Pemodelan 3D Silinder Pejal Dengan Metoda Revolve
2.2.3. Pemodelan 3D Silinder Pejal Dengan Metoda Sweep
2.2.4. Pemodelan 3D Silinder Pejal Dengan Metoda Loft
[Link].1. Memahami Fasilitas Loft
2.3. Pemodelan 3D Silinder Berlubang
2.3.1. Pemodelan 3D Silinder Berlubang Dengan Metoda Extrude
2.3.2. Pemodelan 3D Silinder Berlubang Dengan Metoda Cut Extrude
2.3.3. Pemodelan 3D Silinder Berlubang Dengan Metoda Extrude dan Fasilitas
Shell
2.3.4. Pemodelan 3D Silinder Berlubang Dengan Metoda Revolve
2.4. Memahami Fasilitas Circullar Pattern
2.5. Memahami Fasilitas Linier Pattern
2.6. Membuat Plane Baru Yang Membentuk Sudut Tertentu
2.7. Pemodelan 3D Sambungan Pipa
2.7.1. Pemodelan 3D Elbow 90 deg. Dengan Metoda Cut Sweep
2.7.2. Pemodelan 3D Elbow 90 deg. Dengan Fasilitas Shell
2.7.3. Pemodelan 3D Tees Tthru Fflow Dengan Fasilitas Shell
2.8. Pemodelan 3D Helical Springs
2.9. Pemodelan 3D Baut Dengan Jenis Ulir Metris 64
2.10. Pemodelan 3D Sheet Metal
3. PROSES ASSEMBLY
3.1. Metoda System Koordinat Part
ii
3.2. Metoda Mate
3.3. Mengedit Part Yang Telah Diassembly
3.4. Mengcopy Part Assembly
3.5. Mold Design
4. PEMODELAN GAMBAR 2D
4.1. Mempersiapkan Lembar Drawing dan Pemilihan Ukuran Kertas
4.2. Menampilkan Gambar 2D
4.3. Memberikan Informasi Gambar
4.3.1. Memberikan Dimensi Gambar
4.3.2. Memberikan Symbol Pada Ukuran
4.3.3. Memberikan Nilai Toleransi
4.3.4. Membuat Gambar Potongan
4.3.5. Mengedit Jenis Arsiran
4.3.6. Memperjelas Daerah Gambar
4.3.7. Memberikan Penomoran Gambar
4.3.8. Memberikan Symbol Pengerjaan
4.3.9. Memberikan Teks/Note
4.3.10. Mengedit Besarnya Huruf/Angka, Satuan Ukuran dan Jenis Penempatan
Ukuran
4.3.11. Mengedit Jenis Panah Ukuran
4.3.12. Menampilkan Bill Of Material
5. EVALUASI
A. Evaluasi Part Modelling
B. Evalusi Assembly dan Drawing
iii
1. Menjalankan Program SolidWorks 2003.
1.1. Membuka program SolidWorks 2003.
Anda dapat menjalankan program SolidWorks 2003 dengan cara sebagai berikut :
1. Nyalakan komputer dan tunggu sampai komputer menampilkan desktop Windows
2. Click tombol Start yang ada di Taskbar
3. Pilih menu program
4. Kemudian pilih dan Click SolidWorks 2003
5. Kemudian Click kembali SolidWorks 2003
6. Setelah itu akan tampil jendela program
SolidWorks seperti berikut :
1. Pada jendela program SolidWorks 2003, Click New yang selanjutnya akan tampil
gambar seperti berikut
2. Pada gambar New SolidWorks Document diatas, Click salah satu icon, misalkan icon
Part dan kemudian Click Ok. Sehingga jendela program Solidworks 2003 akan
aktif dengan tampilan seperti berikut :
iv
1.3 Fasilitas SolidWorks 2003
Berikut beberapa fasilitas SolidWorks 2003 yang sering digunakan diantaranya
adalah :
A. Baris Menu
C. Toolbar Standar
D. Toolbar View
E. Toolbar Sketch
v
2.2. PEMODELAN 3D SILINDER PEJAL.
2.2.1. Pemodelan 3D silinder pejal dengan metoda Extrude.
Problem :
Membuat silinder pejal dengan R 50mm dan panjang 100mm
Sasaran :
Membuat part baru
Mengenal metoda Extrude
Mengenal kotak dialog Extrude
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon isometri , sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
5. Click icon Extrude Boss/Base , atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
6. Dari kotak dialog Extrude diatas, Pada group Direction 1 pilih Blind dan ketik
100mm.
7. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist . Sehingga akan kita dapatkan
silinder pejal dari hasil proses Extrude seperti berikut :
Example 1
Example 2
vi
[Link]. Memahami Fasilitas Extrude.
5. Jika pada kotak dialog Extrude kita pilih Through All, maka akan kita dapatkan
gambar seperti berikut :
vii
6. Jika pada kotak dialog Extrude kita pilih Up To Vertex, maka akan kita dapatkan
gambar seperti berikut :
Vertex
Note : Clicklah Surface atau bidang untuk dijadikan reference, dan kemudian
masukan nilai Offset From Surface 10 mm
9. Jika pada kotak dialog Extrude kita pilih Mid Plane, maka akan kita dapatkan
gambar seperti berikut :
viii
Membuat silinder pejal dengan R 50 mm dan panjang 100 mm.
Sasaran :
Membuat part baru
Mengenal metoda Revolve
Mengenal kotak dialog Revolve
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon centreline dan kemudian dari origin buat garis centreline
horizontal kekanan 100 mm.
4. Kemudian Click icon full line dan kemudian dari origin buat garis vertical
keatas 50 mm kemudian horizontal kekanan 100mm serta vertical kebawah 50 mm.
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
5. Click icon Revolve , atau pada baris menu Click Insert, Base, Revolve. Sehingga
kotak dialog Revolve akan aktif seperti berikut :
6. Dari kotak dialog Revolve diatas, Pada group Revolve Parameter kita pilih One-
Direction dan ketik 360deg.
7. Setelah proses diatas selesai, Click checklist sehingga akan kita dapatkan
silinder pejal dari hasil proses Revolve seperti berikut
Example 3
Example 4
ix
Example 5
Example 6
Example 7
x
Sasaran :
Membuat part baru
Mengenal metoda Sweep
Mengenal kotak dialog Sweep
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif.
5. Click icon dan Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan kembali.
6. Click icon Normal To dan kemudian Click icon full line . Selanjutnya dari
origin tarik garis vertical keatas 100 mm.
7. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif kembali.
8. Click icon isometri , sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
9. Click icon Sweep , atau pada baris menu Click Insert, Base Sweep. Sehingga
kotak dialog Sweep akan aktif seperti berikut :
10. Dari kotak dialog Sweep diatas, Kita Click sehingga sebelah kanan akan
aktif Feature Manager Design Tree ( FMDT) . Pada FMDT, kita Click sketch23
dan sketch24 sehingga kedua sketch tersebut terbaca pada group Profile and Path.
Catatan :
Sketch23 adalah sketch untuk lingkaran dengan R 50 mm (berfungsi sebagai
profile) . Dan sketch24 adalah sketch untuk full line 100 mm ( berfungsi sebagai
path ).
xi
11. Terakhir Click check list Sehingga akan kita dapatkan silinder pejal dari hasil
proses Sweep seperti berikut :
Example 8
Buatlah bentuk geometri seperti gambar dibawah ini, dengan Front untuk
Profile dan Right untuk Path
Example 9
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R 50
mm.
4. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif.
5. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri
xii
6. Pada baris menu Click Insert, Reference Geometri, Plane. Sehingga kotak dialog
Plane akan aktif seperti berikut :
7. Dari kotak dialog Plane diatas, Kita Click sehingga sebelah kanan akan
aktif Feature Manager Design Tree ( FMDT)
Pada FMDT, kita Click sehingga pada group Selections akan terdapat teks
Front.
Setelah itu ketik 100 mm dan checklist kotak Reverse direction.
8. Click checklist , sehingga kita sudah mendapatkan Plane baru yaitu Plane1 yang
berjarak 100 mm dari Front.
9. Click icon dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
10. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R 50
mm.
11. Kemudian Click sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif..
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
12. Click icon Loft , atau pada baris menu Click Insert, Base, Loft. Sehingga kotak
dialog Loft akan aktif seperti berikut:
13. Dari kotak dialog Loft diatas, Click sehingga sebelah kanan akan aktif
Feature Manager Design Tree ( FMDT). Pada FMDT Click sketch1 dan sketch2.
Sehingga kedua sketch akan terbaca pada group Profile.
Catatan :
Sketch1 adalah sketch untuk lingkaran R = 50 mm pada Front. Dan sketch2
untuk lingkaran dengan R = 50 pada Plane1.
xiii
14. Setelah proses diatas selesai, Click checklist , Sehingga kita dapatkan silinder
pejal dari hasil proses Loft. Example 10
Dengan metoda Loft, buatlah bentuk geometri seperti gambar diatas dengan
menggunakan 5 Plane yang sejajar.
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Pada baris menu click Insert, Reference Geometri, Plane.
3. Kemudian buatlah Plane baru yang sejajar dengan Front dengan jarak 25mm.
Sehingga kita dapatkan Plane baru yaitu Plane1.
4. Buat kembali Plane baru yang sejajar dengan Plane1 dengan jarak 25mm. Sehingga
kita dapatkan Plane baru yaitu Plane2.
5. Kemudian buat kembali Plane baru yang sejajar dengan Plane2 dengan jarak 40 mm.
Sehingga kita dapatkan Plane baru yaitu Plane3.
Dari proses diatas, maka kita dapatkan beberapa Plane baru yang sejajar
seperti berikut :
7. Kemudian Click Plane1, dan buatlah sketch lingkaran dengan diameter 50mm.
8. Click Plane2, dan buatlah sketch lingkaran dengan diameter 84,85 mm.
xiv
9. Click Plane3, dan buatlah sketch lingkaran dengan diameter 84,85 mm.
10. Dari proses diatas, maka kita dapatkan gambar seperti berikut :
11. Click icon Loft , atau pada baris menu Click Insert, Base, Loft. Sehingga kotak
dialog Loft akan aktif seperti berikut:
12. Dari kotak dialog Loft diatas, pada group Profiles kita definisikan beberapa sketch
yang akan kita hubungkan, dengan cara mengClick beberapa sketch yang ada pada
Feature Manager Design Tree ( FMDT ).
13. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist sehingga kita dapatkan gambar
seperti berikut :
14. Setelah proses diatas, buatlah Plane baru yang sejajar dengan Front, dengan jarak
200 mm. Sehingga kita dapatkan Plane4 Seperti gambar dibawah ini :
15. Pada Plane4, buatlah sketch Rectangle seperti gambar dibawah ini :
xv
16. Click icon Loft , atau pada baris menu Click Insert, Base, Loft. Sehingga kotak
dialog Loft akan aktif seperti berikut:
17. Pada proses loft yang terakhir, yang akan kita lakukan adalah menghubungkan sketch
Rectangle pada Front dengan sketch Rectangle pada Plane4. Hal tersebut dapat
kita lakukan dengan cara mengClick kedua sketch tersebut pada FMDT. Sehingga
kedua sketch tersebut terbaca pada group Profiles.
18. Berikut hasil akhir dari proses diatas.
xvi
1. Click dan kemudian buatlah sketch lingkaran R = 30 mm
2. Buatlah Plane baru yang berjarak 100mm dari . Sehingga akan kita dapatkan
Plane baru yaitu Plane1
3. Dari Plane1 buatlah sketch lingkaran dengan R = 10 mm yang berjarak 100mm dari
origin ( untuk menentukan jarak 100mm dari origin dapat kita gunakan garis Bantu
seperti terlihat pada gambar ). Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
6. Click icon Loft sehingga kotak dialog Loft akan aktif seperti berikut
7. Dari kotak dialog Loft, Pada group Profile dapat kita definisikan dengan cara
mengClick kedua sketch lingkaran yang R = 30mm dan R = 10mm. Sehingga pada
ruang tersebut terdapat teks Sketch
Kemudian Pada group Centerline Parameters, dapat kita definisikan dengan cara
mengClick garis yang menghubungkan sketch lingkaran yang besar dan kecil.
8. Click cheklist sehingga akan kita dapatkan gambar seperti berikut :
xvii
2. Buatlah Plane baru yang berjarak 100mm dari . Sehingga akan kita dapatkan
Plane baru yaitu Plane1
3. Dari Plane1 buatlah sketch lingkaran dengan R = 10 mm yang berjarak 100mm dari
origin ( untuk menentukan jarak 100mm dari origin dapat kita gunakan garis Bantu
seperti terlihat pada gambar ). Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
5. Click icon Loft sehingga kotak dialog Loft akan aktif seperti berikut
6. Dari kotak dialog diatas, definisikan group Profile dengan cara mengClick sketch
lingkaran yang R = 30mm dan R = 10 mm.
Kemudian pada group Guide Curves kita definisikan dengan MengClick kedua
sketch full line yang menghubungkan lingkaran yang besar dan yang kecil.
8. Click cheklist sehingga akan kita dapatkan gambar hasil proses loft dengan
menggunakan Curve
xviii
Sasaran :
Memahami metoda Extrude
Memahami kotak dialog Extrude
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
5. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
6. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
7. Dari kotak dialog Extrude diatas, pilih Blind dan ketik 100mm. Setelah itu Click
checklist . Sehingga akan kita dapatkan silinder berlubang seperti berikut :
xix
Mengenal kotak dialog Cut Extrude.
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
5. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
6. Dari kotak dialog Extrude diatas, pilih Blind dan ketik 100mm. Setelah itu Click
checklist . Sehingga hasilnya akan terlihat pada gambar berikut :
8. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
40 mm. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
9. Click icon Cut Extrude atau pada baris menu Click Insert, Cut, Extrude.
Sehingga kotak dialog Cut Extrude akan aktif seperti berikut :
xx
10. Dari kotak dialog Cut Extrude diatas, Pada group Direction 1 pilih Blind dan ketik
100 mm.
Setelah proses diatas selesai, Click cheklist Sehingga akan kita dapatkan
silinder berlubang dari hasil proses Cut Extrude seperti berikut :
Example 11
2. Click icon Revolve , atau pada baris menu Click Insert, Base, Revolve.
Kemudian kita definisikan One-Direction, dan 360 deg.
Setelah proses diatas selesai, selanjutnya proses untuk membuat lubang pasak pada
shaft.
3. Click Insert, Reference Geometri, Plane. Dan kemudian buatlah plane baru yang
sejajar dengan Top dengan jarak 25mm.
4. Dari plane baru, buatlah sketch untuk lubang pasak seperti gambar dibawah ini :
5. Click icon Cut-Extrude . Dan kemudian tentukan kedalaman dari lubang pasak.
2.3.3. Pemodelan 3D silinder berlubang dengan metoda Extrude dan fasilitas Shell.
Problem :
Membuat silinder berlubang Do = 100mm, Di = 80 mm dan panjang 100 mm.
Sasaran :
Memahami Metoda Extrude
Memahami kotak dialog Extrude
Mengenal fasilitas Shell
Mengenal kotak dialog Shell.
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
xxi
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
5. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
6. Dari kotak dialog Extrude diatas, pilih Blind dan ketik 100mm. Setelah itu Click
checklist . Sehingga hasilnya akan terlihat pada gambar berikut :
7. Setelah proses Extrude selesai, Click icon Shell , sehingga kotak dialog Shell
akan aktif seperti berikut
8. Dari kotak dialog Shell diatas, pada group Parameter, ketik ketebalan Shell 10 mm.
Dan kemudian Click bidang bagian kiri dan bagian kanan dari silinder pejal yang
kita buat diatas. Sehingga pada group Parameters akan terdapat teks Face <1> dan
Face <2>.
9. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist Sehingga akan kita dapatkan
silinder berlubang dari hasil proses Shell seperti berikut :
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
xxii
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon centreline dan kemudian dari origin buat garis centreline
horizontal kekanan 100 mm.
4. Kemudian Click icon full line dan kemudian dari origin buat garis vertical
keatas 50 mm dan horizontal kekanan 100 mm serta vertical kebawah 50 mm. Seperti
terlihat pada gambar berikut :
5. Setelah proses point 4 selesai, dari origin buat kembali garis vertical keatas 40
mm dan horizontal kekanan 100 mm. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
6. Setelah proses point 5 selesai, Click icon Trim . Setelah pointer Trim aktif, Pada
gambar diatas Click kedua garis yang panjangnya 40 mm. Sehingga kita dapatkan
gambar seperti berikut
7. Click icon Revolve atau pada baris menu Click Insert, Base, Revolve. Sehingga kotak
dialog Revolve akan aktif seperti berikut :
8. Dari kotak dialog Revolve diatas, Pada group Revolve Parameters kita pilih One-
Direction dan ketik 360deg.
9. Setelah proses diatas selesai, Click checklist Sehingga akan kita dapatkan
silinder berlubang dari hasil proses Revolve seperti berikut
xxiii
1. Click dan buatlah sketch seperti gambar dibawah ini :
2. Setelah sketch diatas selesai, Click Revolve , kemudian pada kotak dialog
Revolve, kita definisikan One_direction dan 180 deg. Sehingga kita dapatkan
gambar seperti berikut :
4. Click Cut Extrude dan definisikan Through All. Sehingga kita dapatkan
gambar seperti berikut
5. Click View, Temporary Axes sehingga akan muncul garis sumbu pada gambar. Dan
kemudian Click Circular Pattern . sehingga muncul kotak dialog Circular Pattern
seperti berikut :
6. Dari kotak dialog CirPattern diatas, Pada group Parameters kita definisikan Axes
<1> (garis sumbu) 90 deg (jarak antar lubang), 3 (banyaknya lubang yang dicopy)
dan Cut Extrude1 (lubang yang dicopy). Sehingga kita dapatkan gambar seperti
berikut :
xxiv
7. Click Fillet , sehingga kotak dialog Fillet akan aktif seperti berikut
Pada group Item To Fillet, masukan nilai fillet 5mm dan Click bagian yang di Fillet
(Edge1). Seperti gambar dibawah
8. Click Chamfer , sehingga kotak dialog Chamfer akan aktif seperti berikut :
Pada group Chamfer parameter, masukan nilai Chamfer 5mm, sudut Chamfer 45
deg, dan kemudian Click bagian yang akan diChamfer (Edge1) Seperti gambar
dibawah
xxv
2. Click dan buatlah sketch lingkaran seperti berikut:
Edge2
5. Dari kotak dialog LPattern, Pada group Direction 1 dan 2 kita definisikan Edge
<1> dan Edge <2> ( berfungsi sebagai reference), 40 mm ( jarak lubang yang akan
dicopy ), dan 2 ( jumlah lubang ). Kemudian pada group Feature to Pattern,
definisikan Cut-Extrude1 yang merupakan feature yang akan dicopy.
6. Click checklist , sehingga kita dapatkan gambar dari hasil proses Linier Pattern
Edge1
xxvi
3. Click Insert, Reference Geometri, Plane. Sehingga kotak dialog Plane akan aktif
seperti berikut :
4. Dari kotak dialog Plane diatas, untuk mendefinisikan group Selection, dapat kita
lakukan dengan mengClick garis Centreline pada gambar dan pada FMDT.
Kemudian kita masukan nilai 20 deg. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
6. Click Extrude dan kemudian Click Shell sehingga kita dapatkan gambar
seperti berikut
xxvii
Menggunakan 2 Plane.
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif.
5. Click icon dan Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan kembali.
6. Click icon Normal To dan kemudian Click icon full line . Selanjutnya dari
origin tarik garis vertical keatas 200 mm. Kemudian dari ujung garis vertical,
tarik garis horizontal kekanan 200mm.
7. Setelah itu Click icon Fillet . Sehingga kotak dialog Fillet akan aktif seperti
berikut
8. Dari kotak dialog Sketch Fillet diatas, pada group Fillet Parameters kita isi nilai Fillet
100 mm. Dan kemudian kedua garis yang panjangnya 200 mm kita Click. Dan
terakhir Click checklist sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
9. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif kembali.
10. Click icon isometri , sehingga kita dapatkan gambar dalam proyeksi isometri
11. Click icon Sweep atau pada baris menu Click Insert, Base, Sweep. Sehingga
kotak dialog Sweep akan aktif seperti berikut :
12. Dari kotak dialog Sweep diatas, untuk mendefinisikan group profile and path, dapat
kita lakukan dengan mengClick sketch lingkaran
R 50mm ( yang berfungsi sebagai profile ) dan sketch full line ( yang berfungsi
sebagai path ). Sehingga akan kita dapatkan ilustrasi gambar seperti berikut :
xxviii
13. Setelah proses diatas selesai, Click checklist sehingga akan kita dapatkan gambar
seperti berikut :
Setelah kita dapatkan gambar seperti diatas, kita masuk ketahap selanjutnya yang
merupakan tahap untuk melubangi dari gambar diatas.
14. Ikuti langkah point 1 sampai 10. Akan tetapi untuk point 3, kita buat lingkaran
dengan R = 40 mm.
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
15. Pada baris menu Click Insert, Cut, Sweep. Sehingga kotak dialog Cut Sweep akan
aktif seperti berikut :
16. Dari kotak dialog Cut Sweep diatas, Untuk mendefinisikan group Profile and Path,
dapat kita lakukan dengan mengClick sketch lingkaran R = 40mm ( yang berfungsi
sebagai profile ) dan sketch Full line ( yang berfungsi sebagai path ) dari gambar
yang kita buat. Sehingga akan kita dapatkan ilustrasi gambar seperti berikut :
17. Setelah proses diatas selesai, Click checklist . Sehingga akan kita dapakan
gambar Elbow Type 90 deg. Seperti berikut :
xxix
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif.
5. Click icon dan Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan kembali.
6. Click icon Normal To dan kemudian Click icon full line . Selanjutnya dari
origin tarik garis vertical keatas 200 mm. Kemudian dari ujung garis vertical,
tarik garis horizontal kekanan 200mm.
7. Setelah itu Click icon Fillet . Sehingga kotak dialog Fillet akan aktif seperti
berikut
8. Dari kotak dialog Sketch Fillet diatas, pada group Fillet Parameters kita berikan nilai
Fillet 100 mm. Dan kemudian kedua garis yang panjangnya 200 mm kita Click. Dan
terakhir Click checklist sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
9. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif kembali.
10. Click icon isometri , sehingga kita dapatkan gambar dalam proyeksi isometri
11. Click icon Sweep atau pada baris menu Click Insert, Base, Sweep. Sehingga
kotak dialog Sweep akan aktif seperti berikut :
12. Dari kotak dialog Sweep diatas, untuk mendefinisikan group profile and path, dapat
kita lakukan dengan mengClick sketch lingkaran R = 50mm (yang berfungsi sebagai
profile) dan sketch full line (yang berfungsi sebagai path ). Sehingga akan kita
dapatkan ilustrasi gambar seperti berikut :
xxx
13. Setelah proses diatas selesai, Click checklist sehingga akan kita dapatkan gambar
seperti berikut :
Setelah kita dapatkan gambar diatas, kita masuk ketahap selanjutnya yang merupakan
tahap untuk melubangi dari gambar diatas dengan fasilitas Shell.
14. Setelah proses diatas selesai, Click icon Shell . Sehingga kotak dialog Shell akan
aktif seperti berikut
15. Dari kotak dialog shell diatas, Pada group Parameters, kita isi nilai shell 10 mm.
Kemudian pada gambar kita Click bidang kiri dan kanan. Sehingga pada group
parameters akan terdapat teks Face<1> dan Face <2>.
16. Setelah proses diatas selesai, Click checklist . Sehingga akan kita dapakan
gambar Elbow Type 90 deg. Seperti berikut :
2.7.3. Pemodelan 3D sambungan pipa Tees Thru Flow dengan fasilitas Shell
Problem :
Membuat sambungan pipa Tees Thru Flow dengan Do 100mm dan Di 80mm.
Sasaran :
Memahami metoda Extrude
Memahami Fasilitas Shell
Memahami penggunaan Plane
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
xxxi
5. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
6. Dari kotak dialog Extrude diatas, Pada group Direction 1 pilih Blind dan ketik 200
mm.
7. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist sehingga akan kita dapatkan
gambar seperti berikut :
Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita aktifkan kembali.
9. Click icon Normal To dan kemudian Click icon full line . Selanjutnya dari
origin tarik garis vertical keatas 100 mm.
10. Selanjutnya Click icon lingkaran dan kemudian dari ujung garis vertical buat
lingkaran dengan R = 50mm.
11. Click ico Trim dan dengan pointer Trim kita Click garis vertical yang panjangnya
100mm.
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
12. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar dalam proyeksi isometri.
13. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
14. Dari kotak dialog Extrude diatas, Pada group Direction 1 pilih Blind dan ketik 150
mm.
15. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist sehingga akan kita dapatkan
gambar seperti berikut :
xxxii
Setelah proses diatas selesai, kita masuk ketahap selanjutnya yang merupakan tahap
untuk melubangi dengan fasilitas Shell.
16. Click icon Shell . Sehingga kotak dialog Shell akan aktif seperti berikut :
Dari kotak dialog shell diatas, Pada group Parameters, kita isi nilai shell 10 mm.
Kemudian pada gambar kita Click bidang kiri, atas dan kanan. Sehingga pada group
parameters akan terdapat teks Face<1>, Face <2> dan Face <3>
[Link] proses diatas selesai, Click checklist . Sehingga akan kita dapakan gambar
Tees Thru Flow seperti berikut
Example 12
Buatlah gambar Tees Thru Flow diatas menjadi bentuk geometri seperti gambar
dibawah ini, dengan menggunakan metoda Extrude , Cut Extrude dan Circullar
pattern.
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
xxxiii
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
50 mm.
4. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
5. Pada baris menu Click Insert, Curve, Helix/Spiral. Sehingga kotak dialog Helic Curve
akan aktif seperti berikut :
6. Dari kotak dialog Helix Curve diatas, pada ruang Defined by pilih Height and
Pitch, kemudian pada ruang Height ketik 250 mm dan pada ruang Pitch ketik 30
mm. Selanjutnya pada ruang Starting angle ketik 180 deg. Dan Checklist kotak
Reverse direction. Sehingga akan kita dapatkan gambar seperti berikut :
7. Click icon dan Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan kembali.
8. Click icon Normal To dan kemudian dari titik awal Curve Helical buat lingkaran
dengan diameter 20mm. Seperti terlihat pada gambar berikut :
9. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif kembali.
10. Click icon isometri , sehingga kita dapatkan gambar dalam proyeksi isometri
11. Click icon Sweep atau pada baris menu Click Insert, Base, Sweep. Sehingga
kotak dialog Sweep akan aktif seperti berikut :
12. Dari kotak dialog Sweep diatas, Untuk mendefinisikan group Profile and Path, dapat
kita lakukan dengan mengClick sketch lingkaran R = 10mm dan sketch Helical
xxxiv
Curve dari gambar yang kita buat. Sehingga akan kita dapatkan ilustrasi gambar
seperti berikut :
13. Setelah proses diatas selesai, Click Checklist Sehingga akan kita dapatkan
Helical Springs
Example 13
Editlah bentuk geometri Helical Spring diatas, menjadi Helical Sring dengan Taper
Outward 10 deg.
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click icon , dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
3. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R=
32mm
4. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar sketch lingkaran dalam
proyeksi isometri.
5. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
xxxv
6. Dari kotak dialog Extrude diatas, Pada group Direction 1 pilih Blind dan ketik 100
mm.
7. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist Sehingga akan kita dapatkan
gambar seperti berikut
8. Click icon dan icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan.
9. Click icon lingkaran , dan kemudian dari origin buat lingkaran dengan R =
32 mm.
10. Kemudian pada baris menu Click Insert, Curve, Helix/Spiral. Sehingga muncul kotak
dialog Helic Curve seperti berikut :
11. Dari kotak dialog Helix Curve diatas, pada ruang Defined by pilih Height and
Pitch, kemudian pada ruang Height ketik 80 mm dan pada ruang Pitch ketik 6,5 mm.
Selanjutnya pada ruang Starting angle ketik 180 deg. Dan Checklist kotak Reverse
direction. Sehingga akan kita dapatkan gambar seperti berikut :
12. Click icon dan Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dapat kita
aktifkan kembali.
13. Click icon Normal To dan kemudian Click icon centreline .
14. Kemudian dari titik awal Curve Helical, buatlah garis centreline vertical keatas 2,5
mm (a) dan vertical kebawah 2,5 mm (b)
15. Click sketch Mirror . Sehingga garis centreline berfungsi sebagai cermin.
xxxvi
16. Click icon Full Line , kemudian dari titik awal Curve Helical buat garis
horizontal kekanan 4,5 mm (c) Dari titik (c) kita buat garis menuju titik (a).
Selanjutnya masih dari titik (c) tarik garis menuju titik (b).
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
a
c
b
17. Click icon Trim, kemudian dengan pointer Trim kita Click garis vertical dan
horizontal. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
18. Click icon sketch 2D sehingga sketch tool dalam kondisi tidak aktif kembali.
19. Pada baris menu Click Insert, Cut Sweep . Sehingga kotak dialog Sweep akan aktif
seperti berikut :
20. Pada kotak dialog Cut Sweep diatas, untuk mendefinisikan group Profile and Path
dapat kita lakukan dengan cara mengClick sketch ketupat (abc) dan sketch Curve
Helical.
Sehingga pada group Profile and Path akan terdapat teks Sketch7 (sketch untuk
ketupat) dan Helix2 (sketch untuk Curve Helical )
21. Setelah proses diatas selesai, Click checklist sehingga kita dapatkan gambar seperti
berikut :
Setelah proses pembuatan ulir selesai, kita lanjutkan pada proses pembuatan kepala
baut.
22. Click bidang bagian kanan dari gambar diatas, dan kemudian Click icon Sketch 2D
. Sehingga pada bidang tersebut merupakan Plane baru.
23. Click icon Normal To dan kemudian Click icon Polygon
24. Pada origin buat sketch polygon dengan D = 80 mm
25. Click icon isometri sehingga kita peroleh gambar dalam proyeksi isometri.
xxxvii
26. Click icon Extrude Boss/Base atau pada baris menu Click Insert, Base, Extrude.
Sehingga kotak dialog Extrude akan aktif seperti berikut :
27. Dari kotak dialog Extrude diatas, Pada group Direction 1 pilih Blind dan ketik 40
mm.
28. Setelah proses diatas selesai, Click cheklist sehingga akan kita dapatkan
gambar baut dengan jenis ulir M64 seperti berikut :
1. Click icon New dan icon part untuk membuat part baru.
2. Click , kemudian buatlah sketch seperti gambar dibawah ini
3. Click icon Base-Flange/Tab atau Click Insert, Sheet Metal, Base Flange.
Sehingga kotak dialog Base Flange akan aktif seperti berikut :
xxxviii
4. Dari kotak dialog Base Flange, pada grop Direction1, pilih Blind dan set kedalaman
75mm. Pada group Sheet Metal Parameters, set ketebalan 3mm dan set
5. Click checklist , sehingga akan kita dapatkan gambar hasil dari proses Base-
Flange/Tab seperti berikut :
Vertical edge
6. Setelah proses diatas selesai, Click Vertical edge bagian dalam, kemudian Click
icon sketch 2D . Sehingga akan muncul Plane1.
7. Kemudian dari Plane1, buatlah garis horizontal 8mm. Seperti terlihat pada gambar
dibawah ini :
8. Click icon Miter Flange , atau Click Insert, Sheet Metal, Miter Flange.
9. Kemudian pada gambar Click Propagate , dan pada kotak dialog Miter Flange,
Click Bend Outside kemudian set Gap distance 0.25mm.
10. Click checklist , sehingga akan kita dapatkan gambar dari hasil proses Miter
Flange seperti berikut :
11. Setelah proses diatas selesai, Click icon Mirror sehingga kotak dialog Mirror
akan aktif seperti berikut :
xxxix
Face<1>
( bidang cerminan )
12. Dari kotak dialog Mirror, Mirror Face/Plane kita definisikan dengan cara
mengClick bidang cerminan ( Face<1> ). Kemudian kita definisikan Bodies to
Mirror dengan cara mengClick bebas bidang pada gambar.
13. Click checklist sehingga akan kita dapatkan gambar dari hasil proses Mirror
seperti berikut :
Face vertical
14. Setelah proses diatas selesai, Click Face vertical ( lihat gambar diatas ) dan
kemudian Click icon sketch 2D
15. Kemudian buatlah sketch Rectangle seperti gambar dibawah ini :
16. Click icon Base-Flange/Tab . Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
17. Setelah proses diatas selesai, kemudian buatlah sketch Line seperti berikut
xl
18. Click icon Sketch Bend , atau Click Insert, Sheet Metal, Sketched Bend.
Sehingga kotak dialog Sketch Bend akan aktif seperti berikut :
19. Dari kotak dialog diatas, untuk mendefinisikan Bend Parameters dapat kita lakukan
dengan mengClick Face vertical ( bidang yang akan di bending ). Kemudian pilih
Bend position dengan sudut bending 90deg. Click checklist sehingga
kita dapatkan gambar seperti berikut
Face <1>
Mitterbend
20. Setelah proses diatas selesai, Click icon Unfold . Sehingga kotak dialog Unfold
akan aktif seperti berikut :
21. Dari kotak dialog Unfold, untuk mendefinisikan Fixed face, dapat kita lakukan
dengan mengClick Face <1> ( lihat gambar diatas ). Kemudian untuk
mendefinisikan Bend to unfold, dapat kita lakukan dengan mengClick bagian
Mitterbend ( lihat gambar diatas ).
Setelah proses diatas selesai, Click checklist sehingga kita dapatkan gambar
dari hasil proses Unfold seperti berikut :
22. Setelah proses Unfold selesai, buatlah sketch Rectangle seperti gambar dibawah ini :
xli
23. Click icon Cut-Extrude sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
Face <1>
Mitterbend
24. Click icon Fold , sehingga kotak dialog Fold akan aktif seperti berikut
25. Dari kotak dialog Fold, untuk mendefinisikan Fixed face, dapat kita lakukan dengan
mengClick Face <1> ( lihat gambar diatas ). Kemudian untuk mendefinisikan Bend
to Fold, dapat kita lakukan dengan mengClick bagian Mitterbend ( lihat gambar
diatas ).
26. Click icon Flatted , sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
xlii
3. Proses Assembly
Assembly merupakan proses penggabungan atau perakitan dari beberapa Part dalam
suatu hubungan tertentu
Berikut fasilitas toolbar assembly yang sering digunakan pada proses Assembly
Toolbar Assembly
Metoda Assembly :
Dalam modul ini metoda assembly yang akan dibahas adalah :
1. Metoda System Koordinat Part
2. Metoda Mate.
3.1. Metoda System Koordinat Part
Berikut adalah contoh gambar assembly yang akan kita bahas dengan Metoda System
Koordinat Part
xliii
Window
Assembly
Window
Silinder1
Window
Silinder2
xliv
Setelah proses diatas selesai, kita masuk ketahap untuk mengassembly Kotak1 dan
Silinder3.
Berikut tahapannya :
Face2
Edge
3,4
Face1
Gambar 1
Berikut tahapan untuk proses Assembly Kotak1 dan Silinder3.
10. Click Mate atau Click Insert, Mate. sehingga kotak dialog Mate akan aktif seperti
berikut :
11. Lihat gambar1 diatas, jika kita Click Edge1dan Edge2, dan kita pilih Coincident,
(lihat kotak dialog dibawah )
xlv
Maka kita dapatkan gambar hasil Assembly seperti berikut :
12. Lihat gambar1 diatas, jika kita Click Face1dan Face2, dan kita pilih Concentric,
(lihat kotak dialog dibawah )
Setelah proses Mate diatas, posisi gambar Assembly dapat kita modifikasi lagi.
Seperti yang akan dijelaskan pada point 14
13. Gambar Assembly point 12 dapat kita modifikasi seperti gambar dibawah ini :
kita dapat memodifikasi posisi gambar Assembly point 12 dengan cara sebagai
berikut :
14. Click kedua permukaan gambar Kotak1 dan Silinder3, dan kemudian jarak keduanya
kita setting 0mm. Seperti terlihat pada kotak Distance dibawah ini
xlvi
15. Lihat gambar1 diatas, jika kita Click Edge3 dan Edge 4, dan kemudian pada kotak
dialog kita pilih Coincident dan Anti_Aligned (On)
Latihan Assembly
1. Click Front, kemudian buatlah part dengan bentuk geometri seperti berikut :
xlvii
Bidang 1
6. Click Sketch 2D dan kemudian Click icon Offset Entities . Sehingga muncul
kotak dialog seperti berikut :
7. Dari kotak dialog diatas, masukan nilai Parameters 2mm, dan kemudian checklist
Reverse. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
8. Setelah kita dapatkan gambar seperti diatas, Click icon Cut-Extrude , kemudian
definisikan Blind dan kedalaman 25mm. Sehingga kita dapatkan gambar seperti
berikut :
xlviii
12. Click Mate kemudian pilih Edge1 dan Edge2 ( lihat gambar diatas ). Dan
selanjutnya definisikan Coincident. Sehingga Edge1 dan Edge2 akan satu garis.
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
13. Jika Edge1 dan Edge2 sudah segaris, selanjutnya Click Mate kemudian pilih
Face1 dan Face2 ( lihat gambar diatas ). Dan kemudian definisikan Coincident.
Sehingga Face1 dan Face2 telah sejajar. seperti gambar berikut
14. Click Mate kemudian pilih Face1 dan Face2 ( lihat gambar diatas ). Dan
kemudian definisikan Coincident. Sehingga akan kita dapatkan gambar seperti
berikut :
Hasil Edit dari gambar Assembly diatas ( penambahan lubang pada samping kanan
kotak1 ) :
xlix
Berikut proses untuk mengedit seperti gambar diatas.
1. Click bagian part yang akan diedit ( dalam hal ini gambar Kotak1 )
2. Kemudian Click icon Edit Part .
3. Kemudian Click Sketch 2D dan buatlah sketch lingkaran seperti terlihat pada
gambar dibawah ini :
5. Dan yang terakhir Click icon Edit Part . Sehingga Window Assembly akan aktif
kembali.
3.4. Memperbanyak Atau Mengcopy Part Dalam Gambar Assembly.
Berikut contoh gambar Assembly dimana Silinder3 akan kita perbanyak.
2. Pada kotak dialog Pattern Type diatas, Click Define your own pattern
dan kemudian pilih Arrange in straight line ( Linear ).
Selanjutnya Click Next>. Sehingga akan muncul kotak dialog seperti berikut :
l
3. Pada kotak dialog diatas, kita definisikan ruang Seed Component Pattern dengan
cara mengClick Silinder3 yang akan kita perbanyak. Kemudian pada ruang Along
Edge/Dim kita definisikan dengan mengClick bagian sisi pada gambar kotak1 ( lihat
gambar dibawah ). Selanjutnya pada ruang Instances kita isi 3. dan berikan jarak 40
mm pada ruang Spacing
Bagian Sisi
4. Click Finish sehingga akan kita dapatkan gambar Assembly dengan Silinder3 yang
berjumlah 3 buah dengan jarak 40 mm.
12. Click icon Mirror , sehingga garis Centerline berfungsi sebagai mirror ( cermin )
13. Buatlah garis diatas garis centreline seperti gambar dibawah ini :
li
16. Click icon Extrude , kemudian definisikan Mid Plane, depth 60mm dan
Draft Angle 10o.
17. Click Checklist, sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
Edge1
Edge2
10. Click Add Relation , kemudian Click Edge1 dan sketch lingkaran yang besar.
Selanjutnya pada group Add Relation pilih Coradial. Selanjutnya kita lakukan hal
yang serupa untuk Edge2 dan sketch lingkaran yang kecil yakni pilih Coradial.
Sehingga akan kita dapatkan gambar seperti berikut :
11. Setelah proses Add Relation selesai, Selanjutnya Click Extrude kemudian
definisikan Blind, depth 20mm dan Draft Angle 30o.
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
12. Pada Feature Manager Dsign Tree Click kanan pada Annotations, dan pilih Show
Feature. Sehingga akan kita dapatkan dimensi dari gambar seperti berikut :
13. Pada gambar diatas, Click kanan pada dimensi 10o, kemudian pilih Link Values.
Sehingga akan muncul kotak dialog Shared Values seperti berikut :
lii
14. Dari kotak dialog diatas, pada kotak Name, ketik draft. Dan Selanjutnya Click Ok.
15. Selanjutnya Click kanan pada dimensi 30o, kemudian pilih Link Values. Clicklah
panah pada kotak Name dan pilih draft. Click OK.
16. Click Rebuild atau Edit, Rebuild. Sehingga kita dapatkan gambar seperti
berikut :
Note : Jika teks draft tidak muncul, maka dapat kita aktifkan dengan mengClick Tools,
Option. Kemudian pada System Options, pilih General dan kemudian Checklist
Show dimension names.
17. Click icon Fillet , kemudian pilihlah Face dan Edgeyang akan difillet seperti
gambar berikut :
Face
Edge
18. Simpanlah part ini dengan nama file Widget.
19. Selanjutnya buatlah part baru dengan bentuk geometri seperti gambar dibawah ini
liii
22. Pada Feature Manager Design Tree, Click kanan pada nama Box. Kemudian pilih
Component Properties, Color, Advanced.
23. Pada kotak dialog Advanced Properties, geser pengaturan Transparancy kearah
kanan.
24. Click icon Front dan kemudian Dengan menggunakan icon Move component
posisikan gambar seperti dibawah ini :
28. Dari kotak dialog diatas, untuk mendefinisikan kotak Design component, dapat kita
lakukan dengan mengClick Widget pada Feature Manager Design Tree.
Kemudian Click Ok.
29. Selanjutnya, Click File, Derive Component Part. Sehingga window assembly akan
beralih ke window Part.
30. Click icon Wireframe sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
Face Box
Edge Widget
31. Click Face Box ( lihat gambar diatas ) dan kemudian Click Sketch 2D
liv
32. Click Edge Widget dan kemudian Click icon Convert Entities . Sehingga kita
dapatkan gambar seperti berikut :
33. Click icon Cut-Extrude , kemudian definisikan Through All. Sehingga kita
dapatkan gambar seperti berikut
34. Edit Definition Cut Extrude, kemudian definisikan Through All, dan Checklist
Flip sude to cut. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
lv
4. Pemodelan Gambar 2D Dengan SolidWorks
Secara umum proses pemodelan gambar 2D dengan program SolidWorks adalah
sebagai berikut :
1. Mempersiapkan lembar drawing dan pemilihan ukuran kertas gambar
2. Menampilkan gambar 3D menjadi 2D dalam suatu lembar drawing
3. Memberikan informasi tentang gambar seperti :
Ukuran atau dimensi gambar
Toleransi gambar
Gambar potongan
Tanda pengerjaan
Penomoran gambar
Skala yang digunakan dll.
Berikut adalah fasilitas ToolBar Yang sering digunakan pada proses pemodelan
gambar 2D :
1. ToolBar Annotation
2. ToolBar Drawing
1. Click icon New dan kemudian Click icon drawing sehingga kotak dialog Sheet
Format To Use akan aktif seperti berikut :
2. Pada kotak dialog Sheet Format To Use, pilihlah ukuran kertas gambar yang akan
kita digunakan.
Setelah itu Click Ok, sehingga ukuran kertas yang kita pilih sudah dapat kita gunakan
2. Pada kotak pilihan diatas, Click Insert From File. Kemudian pilihlah nama file dari
gambar 3D yang akan kita tampilkan pada lembar drawing.
3. Setelah pemilihan file pada point 2 selesai, maka kotak dialog Named Model View
akan aktif seperti berikut :
lvi
4. Pada kotak dialog View Orientation, pilihlah tampilan atau pandangan dari gambar
yang akan kita tampilkan.
Selain itu pada kotak dialog tersebut skala dari gambar yang akan ditampilkan dapat
kita tentukan juga.
Setelah itu Click Ok sehingga gambar 2D akan muncul pada lembar drawing dengan
tampilan dan skala sesuai dengan yang kita tentukan.
4.3. Memberikan informasi untuk gambar yang dibuat.
4.3.1 Memberikan ukuran pada gambar
1. Click icon Dimensi dan kemudian pointer kita arahkan pada suatu garis ataupun
titik yang akan kita gunakan sebagai reference .
Berikut salah satu contoh cara untuk memberikan ukuran :
- Click garis 1 dan 2, sehingga akan kita dapatkan nilai ukuran garis 87,52
- Click garis 4 dan 5, sehingga akan kita dapatkan nilai ukuran sudut 58,61o
- Click garis 3, sehingga akan kita dapatkan nilai ukuran garis 18,33
- Click garis lingkaran, sehingga akan kita dapatkan nilai ukuran diameter 41,52
1 4
2 3
2. Dari kotak group Dimension Text, pilihlah symbol yang akan kita gunakan. Jika kita
memerlukan beberapa symbol Click sehingga kotak dialog Symbol akan aktif
seperti berikut :
lvii
4.3.3 Memberikan nilai toleransi
1. Clicklah nilai ukuran (angka) dari gambar, sehingga kotak dialog Dimension akan
aktif. Dan kemudian aktifkan group Toleransi/Precision, sehingga pada group
tersebut dapat kita pilih jenis toleransi seperti : Bilateral, Limit, MIN, MAX, Fit dll.
Berikut adalah kotak Group Tolerance/Precision
Garis
lviii
2. Setelah penarikan garis selesai, Click icon Section View atau Click Insert,
Drawing View, Section. Sehingga gambar potongan akan tampil pada lembar
drawing.
Berikut salah satu contoh gambar potongan
2. Pada kotak dialog diatas, kita dapat memilih bentuk arsiran apakah solid atau Hatch,
jenis arsiran (Pattern) menurut standar tertentu, Scala kerapatan arsiran dan sudut
arsiran.
4.3.6. Memperjelas daerah gambar.
Jika terdapat daerah gambar yang tidak terlihat dengan jelas, yang disebabkan
ukurannya terlalu kecil, maka kita dapat mengisolasikan daerah gambar tersebut dengan
skala yang lebih besar dari sebelumnya.
Berikut tahapannya :
1. Click icon Detail View atau Click Insert, Drawing View, Detail.
Kemudian pointer kita bawa kedaerah yang akan kita Detailkan. Selanjutnya kita
Click dan Mouse kita geser sehingga pergeseran Mouse akan membentuk garis
lingkaran.
Setelah garis lingkaran terbentuk, gambar Detail dari daerah tertentu akan
ditampilkan dalam lembar drawing.
Berikut salah satu contoh Detail View
lix
4.3.7. Memberikan penomoran gambar
Penomoran gambar biasanya digunakan untuk memberikan informasi gambar yang terdiri
dari beberapa komponen.
Berikut tahapannya :
1. Click icon Balloon , sehingga kotak dialog Balloon akan aktif seperti berikut :
2. Dari kotak dialog Balloon diatas, Pada group Balloon Settings, kita dapat memilih
jenis Balloon, ukuran Balloon, dan angka yang akan kita masukan kedalam
Balloon.
3. Jika Pada group Balloon Settings telah kita definisikan, Kemudian Click bagian
benda yang akan diberikan penomoran /Balloon. Maka pada gambar yang kita Click
akan terdapat nomor yang sesuai.
4.3.8 Memberikan symbol pengerjaan permukaan pada gambar
Berikut cara untuk menampilkan symbol tanda pengerjaan permukaan :
1. Click icon Surface Finish sehingga kotak dialog Properties akan aktif seperti
berikut :
lx
Berikut cara memberikan teks/note :
1. Click icon Note , dan kemudian pointer kita posisikan ketempat yang akan kita
berikan teks/note. Setelah itu ketiklah teks yang akan kita tampilkan.
2. Jika ukuran huruf/angka dari teks/note terlalu kecil, maka kita dapat mengeditnya
dengan cara mengClick teks/note dan kemudian Click bagian kanan Mouse sehingga
akan muncul kotak pilihan seperti berikut :
3. Pada kotak pilihan diatas, Click Properties sehingga akan muncul kotak dialog seperti
berikut :
4. Pada kotak dialog Properties diatas, pada ruang Note text, kita dapat merubah atau
menambahkan isi teks. Kemudian pada Button Font kita dapat merubah jenis
huruf/angka dan besarnya huruf/angka
2. Jika kita akan mengedit jenis huruf, besarnya huruf/angka, maka pada kotak dialog
Dimension Properties, kita Click Use documents fonts, sehingga kita dapat memilih
jenis huruf dengan ukuran huruf/angka sesuai dengan kebutuhan kita.
lxi
3. Jika kita akan mengedit satuan ukuran yang digunakan, maka pada kotak dialog
Dimension Properties, Click Use documents units, sehingga kita dapat menentukan
satuan ukuran yang digunakan. Baik milimeter, centimetre, inchi dll.
4. Jika kita akan mengedit jenis penempatan ukuran, maka pada kotak dialog Dimension
Properties, Click Button Display. Sehingga kotak dialog Dimension Display akan
aktif seperti berikut :
Pada kotak dialog diatas, terdapat 3 cara untuk penempatan ukuran yaitu :
Nilai ukuran terdapat diatas garis ukuran
Nilai ukuran memotong garis ukuran
Nilai ukuran hampir tegak lurus memotong garis ukuran
4.3.11 Mengedit jenis panah ukuran
1. Clicklah nilai ukuran ( angka ) dari gambar, sehingga kotak dialog Dimension akan
aktif. Dan kemudian aktifkan group Arrows , seperti gambar dibawah ini :
2. Dari kotak group Arrows pilihlah jenis panah (Arrows) yang sesuai.
Kemudian penempatan panah dapat kita sesuaikan dengan gambar apakah didalam
lxii
2 Pada kotak dialog Selec BOM Template, pilihlah file [Link].
Kemudian Click Ok. Sehingga akan muncul kotak dialog Bill of Materials
Properties seperti berikut
4. Click icon Balloon , kemudian Clicklah komponen yang akan diberikan Balloon (
penomoran ). Urutan penomoran pada komponen akan sama dengan penomoran
dalam list Bill of Material ( BOM )
5. Posisi dari BOM dapat kita tempatkan dimana saja, dengan cara mengClick kanan
pada BOM, kemudian pilih Anchor, Unclock from Anchor.
Click dan geserlah BOM sesuai dengan keinginan.
6. Untuk memberikan jenis Material pada list BOM, dapat kita lakukan dengan cara
mengClick kanan pada BOM, kemudian pilih Edit Bill of Material.
lxiii
A. EVALUASI PART MODELLING
1. Evaluasi Part1
lxiv
Evaluasi Part 2
Sketch . Sehingga akan muncul kotak dialog Linier Sketch Step and Repeat.
4. Dari kotak dialog Linier Sketch Step and Repeat, Item to repeat merupakan
sketch yang akan dicopy, Direction merupakan arah pengcopyan, Number dan
Spacing merupakan jumlah dan jarak sketch yang akan dicopy.
5. Setelah proses Linier Sketch and Repeat selesai, selanjutnya Click Cut-Extrude,
kemudian definisikan Through All. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
lxv
Face <1>
6. Click Shell, kemudian definisikan Parameters dan Multi-thickness Settings seperti
pada kotak dialog Shell dibawah ini :
7. Buatlah plane baru yang sejajar dengan TOP, dengan jarak 70mm.
8. Dari plane baru, buatlah Feature Extrude, dengan diameter luar 20mm kemudian
definisikan Up to Surface.
9. Lakukan Cut-Extrude untuk point 8, dengan diameter dalam 10mm Kemudian
definisikan Up to Next. Sehingga kita dapatkan gambar berikut
10. Lakukan point 7, 8, dan 9. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut
11. Lakukan modifikasi gambar diatas, menjadi bentuk geometri seperti gambar berikut :
Evaluasi Part 3
lxvi
2. Click Front, kemudian buatlah sketch seperti gambar berikut :
Evaluasi Part 4
2. Setelah gambar diatas selesai, Selanjutnya Click Right, dan buatlah sketch 3 pt Arc
Note : Untuk mempermudah pembuatan sketch 3 pt Arc, aktifkan Major grid spacing
50mm dan Minor line per major 20.
3. Buatlah Plane Baru yang sejajar dengan right, dengan jarak 60mm.
lxvii
5. Setelah proses diatas selesai, Click Insert, surface, loft. kemudian definisikan
kedua sketch 3 pt Arc yang akan di proses Loft.
6. Setelah proses Loft selesai, kemudian Click Icon Circullar Pattern kemudian
definisikan Bodies to pattern : caranya dengan mengClick surface hasil Surface
loft. Perbanyaklah surface hasil Loft menjadi 5 buah. Sehingga kita dapatkan
gambar seperti berikut :
9. Dengan proses Fillet, Shell, dan Cut Extrude, buatlah gambar diatas menjadi
gambar seperti berikut :
Evaluasi Part 5
lxviii
1. Click Top dan kemudian buatlah bentuk geometri seperti gambar berikut :
2. Click Top dan kemudian buatlah sketch lingkaran seperti gambar berikut :
4. Setelah proses pembuatan sketch lingkaran dan sketch Arc, lakukan proses Sweep.
Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
lxix
6. Pada bidang Top buatlah sketch lingkaran dengan diameter 240mm, kemudian Cut-
Extrude dengan Depth 10mm. Sehingga kita dapatkan gambar seperti berikut :
lxx
Untuk pembuatan sketch 2D ataupun 3D, kita dapat menggunakan fasilitas dari
Toolbar Sketch Tool, dimana Toolbar Sketch Tool akan aktif jika kita Click icon Sketch
2D ataupun icon Sketch 3D terlebih dahulu.
3. Proses solusi dari sketch yang kita buat
Pada proses solusi, program SolidWorks 2003 telah menyediakan metoda solusi
diantaranya yaitu :
a. Metoda Extrude
b. Metoda Revolve
c. Metoda Sweep
d. Metoda Loft, dll
lxxi
B. Evaluasi Assembly dan Drawing
lxxii
lxxiii
lxxiv
lxxv