Relay
Relay
Home
Elektronika
Teknologi Terbaru
Daftar Isi
Jadi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa Relay adalah komponen elektronika berupa
saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.
Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi fungsi berikut :
Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh
Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan
Contoh : starting relay pada mesin mobil
Pengatur logika kontrol suatu sistem
Secara prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul
gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.
Jenis Relay :
Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jka
coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON
atau OFF (sesuai jenis NO/NC contact).
Latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan
kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah
sebagai berikut : jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali
unlatch coil diaktifkan. Simbol dari latching relay
Reactions:
Artikel Terkait :
Next Post
Previous Post
Berlangganan Artikel !!
Popular Posts
Kategori
Audio Peralatan Kerja Skema Elektonika Software Elektro Software Mobile Teknologi Baru
Teori Elektronika Video
DIEN-ELCOM - All Rights Reserved - Diberdayakan oleh Blogger
Chamber of Madness
Information Warehouse, Whatever you need
Lanjut ke konten
Home
About Me
o Personal
o Friends Blog
Saya telah banyak mencari artikel atau bacaan bacaan mengenai relay, tapi hasilnya tidak
seperti yang saya inginkan karena terlalu sedikit untuk dipelajari, apalagi untuk relay khusus yang
ingin saya pelajari yaitu relay kaki 5, untuk itu saya menulis blog ini untuk memberi sekedar sedikit
informasi mengenai relay yang sering dipakai dalam rangkaian elektronika arus lemah, misalnya
dalam elektronika analog, digital, sistem kendali interfacing, maupun menggunakan mikropocessor.
Definisi Relay
Relay adalah perangkat elektris atau bisa disebut komponen yang berfungsi sebagai saklar
elektris, Cara kerja relay adalah apabila kita memberi tegangan pada kaki 1 dan kaki ground pada
kaki 2 relay maka secara otomatis posisi kaki CO (Change Over) pada relay akan berpindah dari kaki
NC (Normally close) ke kaki NO (Normally Open). Relay juga dapat disebut komponen elektronika
berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas
saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik,
tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar
akan menutup.
Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi
semula dan kontak saklar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan
arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai
arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana
ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi
listrik.
Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak
saklar.
Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan
sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbaik yaitu anoda pada tegangan (-)
dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada
saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.
Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:
1. Langkah pertama untuk mengetahui posisi dan nama pin relay adalah dengan
menghadapkan bagian yang terdapat 3 pin pada penglihatan kita atau menghadapkan pada
wajah kita, yang pertama pin paling kiri adalah pin 1 yaitu disambungkan ke vcc, yang kedua
pada bagian tengah yaitu pin CO (Change Over), dan yang ketiga adalah pin 2 yaitu pin yang
disambungkan ke arah ground atau komponen lain selain jalur vcc,
2. Langkah kedua adalah menentukan pin NC dan NO, pin NC adalah pin yang sejajar dengan
pin 1 untuk vcc, sedangkan pin NO adalah pin yang sejajar dengan pin 2 .
relay
Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-
switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V,
artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch
arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80%
saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih [Link] jenis lain ada yang
namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada
tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan
menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan
dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).
Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dengan tambahan pengendali dari
jarak jauh
Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan, Contoh : starting relay pada mesin
mobil
Mudah-mudahan bacaan ini dapat menambah referensi, ilmu dan membantu anda dalam
Share This :
Entri ini ditulis di Elektronika dan ber-tag Cara Kerja Relay, cara mengetahui pin relay 12v, Definisi
Relay, fungsi relay, jenis-jenis relay, macam-macam relay, Pengertian Relay, Prinsip Kerja Relay,
Relay, Relay adalah pada Mei 11, 2012.
Find Here
Cari untuk:
Archieves
Archieves
Categories
Jenis-Jenis Resistor
Teknik Kendali : Tanggapan-tanggapan Sistem
Bagian bagian Adaptor
Sepak Bola dan Kehidupan : 5 alasan Mengapa Sepak Bola sangat bermanfaat bagi
kehidupan
Keamanan Komputer
Coretan
Diproteksi: Test
Water Level Detector Using AVR Microcontroller
Interfacing Pengendali Lampu dan Kipas
Auto Fan with LM335
Penulisan Ilmiah
[Link] News
Marilyn Manson - Share New Album Title, Cover And Single September 11, 2017 BloodTears
Electric Wizard - Releasing New Album In November, Unveil Cover Art September 11, 2017
BloodTears
Redemption - Ray Alder Quits, Announce New Singer September 11, 2017 robpal
Vuur - Launch Video For New Single September 11, 2017 BloodTears
Fates Warning - Announce European Tour, All Shows To Be Recorded September 11, 2017
BloodTears
Visitors
Free counters
Blog di [Link].
Ikuti
Home
Daftar Isi
Home
Komponen Elektronika
Teori Elektronika
Pengujian Komponen
Ilmu Statistika
Equipment
Artikel Terbaru
[ 02/09/2017 ] Cara Menghitung Jumlah Lilitan pada Trafo Step Up dan Step Down Teori
Elektronika
[ 30/08/2017 ] Pengertian Efisiensi Trafo (Transformator) dan Cara Menghitungnya Teori
Elektronika
[ 11/09/2017 ] Pengertian Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor) dan Prinsip Kerjanya
Komponen Elektronika
[ 08/09/2017 ] Pengertian Dioda Bridge (Dioda Jembatan) dan Prinsip Kerjanya Komponen
Elektronika
[ 05/09/2017 ] Pengertian Noise (Derau) dan Jenis-jenis Noise Teori Elektronika
Pengertian Relay dan Fungsinya Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara
listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2
bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak
Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang
bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet
5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya)
untuk menghantarkan listrik 220V 2A.
1. Electromagnet (Coil)
2. Armature
3. Switch Contact Point (Saklar)
4. Spring
Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay :
Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE
(tertutup)
Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN
(terbuka)
Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil
yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus
listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik Armature untuk
berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang
dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi dimana Armature tersebut
berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung. Pada saat tidak dialiri
arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh
Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya membutuhkan arus
listrik yang relatif kecil.
Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal untuk
Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal untuk
Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 4
Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.
Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8
Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan
oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.
Selain Golongan Relay diatas, terdapat juga Relay-relay yang Pole dan Throw-nya melebihi
dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four Pole Double
Throw) dan lain sebagainya.
Untuk lebih jelas mengenai Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw,
silakan lihat gambar dibawah ini :
Komponen Elektronika
Prinsip Kerja Komponen
Relay
Saklar
Previous article
Next article
Related Articles
Leave a Reply
Comment
Name *
Email *
Website
Artikel Terbaru
Pengertian Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor) dan Prinsip Kerjanya
Cara Menghitung Jumlah Lilitan pada Trafo Step Up dan Step Down
Kategori
Equipment
Ilmu Statistika
Komponen Elektronika
Pengujian Komponen
Perangkat Elektronika
Produksi
Teori Elektronika
Archives
Archives
Artikel Terpopuler
Artikel Terpilih
Arti Kode pada MCB (Miniature Circuit Breaker) MCB (Miniature Circuit Breaker) atau
umumnya disebut dengan Breaker merupakan salah satu perangkat penting dalam instalasi
listrik. MCB yang digunakan sebagai pelindung rangkaian listrik ini umumnya digunakan [...]
Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) dan Cara Kerjanya Uni Junction Transistor (UJT)
atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Transistor Sambungan Tunggal adalah
Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor, UJT memiliki tiga
terminal [...]
Cara mengukur Potensiometer dengan Multimeter Kita dapat mengukur nilai Resistansi
dari sebuah Potensiometer dengan menggunakan alat ukur yang dinamakan Multimeter,
baik Multimeter yang menunjukan nilai Digital maupun Multimeter Analog. Seperti yang kita
ketahui bahwa Multimeter [...]
Home
Daftar Isi
Apakah Relay ?
Sebelum mengetahui fungsi dan jenisnya, harus di pahami dulu apakah relay itu ?. Relay
adalah sakelar listrik / elektrik yang membuka atau menutup sirkuit / rangkaian lain dalam
kondisi tertentu.
Jadi alat kontak ini pada dasarnya adalah sakelar yang membuka dan menutupnya (open dan
close-nya) dengan tenaga listrik melalui coil yang terdapat di dalamnya. Pada awalnya
sebuah relay memiliki koil / lilitan tembaga / cooper yang melilit pada sebatang logam, pada
saat koil di beri masukan arus / tegangan listrik / elektrik maka koil akan membuat medan
elektromagnetik yang mempengaruhi batang logam di dalam lingkaran-nya tersebut untuk
menjadikannya sebuah magnet.
Baca Juga : Pengertian Faktor Daya dan manfaat dari Koreksi Faktor Daya
Kekuatan magnet yang terjadi pada batang logam tersebut menarik lempeng logam lain yang
terhubung melalui armature /tuas ke sebuah sakelar. Biasanya relay memicu sakelar terbuka
dan tertutup, dan hal ini tergantung type dan kebutuhan.
Relay
Electromagnetic Relays (EMRs) terdiri dari kumparan / koil untuk menerima sinyal tegangan
tertentu, dengan satu set atau beberapa kontak yang terhubung pada armature / tuas yang
diaktifkan / digerakkan oleh kumparan energi untuk membuka atau menutup sirkuit listrik
sebagai hasil dari proses relay tersebut.
2. Solid-state Relays (SSRs)
Solid-state Relays (SSRs) menggunakan output semikonduktor bukan lagi kontak secara
mekanik untuk membuka dan menutup sirkuit. Perangkat output optik digabungkan ke
sumber cahaya LED di dalamnya. Relay dihidupkan dengan energi LED ini, biasanya dengan
tegangan DC power yang rendah.
3. Microprocessor-based
1. Presisi yang jauh lebih tinggi dan lebih handal dan serta tahan lama.
2. Meningkatkan keandalan dan kualitas daya sistem tenaga listrik sebelum, selama dan
setelah kesalahan terjadi.
3. Mampu bekerja baik dengan digital maupun analog I /O
4. Harga yang lebih mahal
Relay : adalah seperti otak memutus dan menyambung sirkuit seperti otot
manusia, membuat keputusan berdasarkan pengaturan, mengirimkan sinyal ke circuit
breaker. Berdasarkan pengiriman sinyal pemutus sirkuit akan membuka / menutup.
Relay : memiliki pengaturan yang berbeda dan dapat diatur berdasarkan kebutuhan
keamanan, dapat di reset.
Fuse hanya memiliki satu karakteristik yang spesifik untuk satu jenis.
Fuse tidak dapat di reset tetapi diganti jika mereka putus.
Thernal Overload
Menggunakan strip bimetal untuk membuka / menutup kontak ketika suhu melebihi / turun
ke tingkat tertentu.
Memerlukan waktu reaksi tertentu.
Waktu inverse / hubungan saat.
c. Plunger-type relays
Plunger
d. Induction-type relays
Induction
Ini terjadi ketika sirkuit motor energize, tapi rotor motor tidak berputar. Hal ini juga disebut
rotor terkunci.
Efek : ini akan menghasilkan arus yang berlebihan mengalir yang tetap mengalir. Hal ini akan
menyebabkan kerusakan termal untuk kumparan motor dan isolasi.
Sejenis relay yang digunakan untuk motor timed overload protection yang berlebihan dapat
digunakan untuk pelindung motor.
Single Phase : Motor tiga phase saat hilangnya salah satu dari tiga fase dari sistem distribusi
listrik.
Phase unbalance : Dalam sistem yang seimbang antar tiga tegangan line-netral sama
besarnya dan pembagian 120 derajat tiap phase satu dengan lain. Jika tidak, sistem ini tidak
seimbang.
Gas Monitoring
Cara kerjanya ini akan mendeteksi setiap jumlah gas di dalam trafo. Sejumlah kecil gas akan
menyebabkan ledakan transformator.
Temperature Monitoring
Jenis ini digunakan untuk memonitor suhu kumparan dari transformator dan mencegah
overheating.
Ground Fault. Untuk koneksi Wye, kesalahan grounding dapat di deteksi dari kawat netral
terbumi.
3. Generator Protection
Generator
Protection
Arah rotasi dari urutan negatif adalah berlawanan dengan apa yang diperoleh ketika urutan
positif diterapkan.
Kesimpulan
1. Relay mengontrol output sirkuit untuk daya yang lebih tinggi.
2. Keselamatan akan meningkat
3. Sebagai proteksi / pelindung sangat penting untuk menjaga kesalahan dalam sistem di isolasi
dan menjaga peralatan agar tidak rusak.
Suggested News
by
The Game, Where You Can Build A Cosmic Empire On A Lonely Planet
[Link]
[Link]
Lost Hair Can Be Regrown In Days - Try This Simple Trick
Bio
Latest Posts
Abi Royen
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain
melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog
sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.
5 Comments
1.
2.
Yazid Matematika Juni 26, 2015 Balas
Terimakasih infonya
3.
4.
Untuk tegangan koil relay bermacam-macam jenisnya 3V, 9 V, 12V, 24V, hingga
220V.
5.
Boleh dong om Abi kalo ada skema rangkaian Time Delay On buat nyalain lampu led
DLR mobil, saya pengin pasangin rangkaian ini supaya pas kontak ACC ON tdk lsg
hidup tp ada jeda 1-2 menitan biar ga nambah beban aki kala mobil distart, maksh om.
Buat Komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar : *
Nama:*
Alamat Email:*
Alamat Website:
Canon 40D 1
PrevNext
Terbaru
Sering Di baca
Komentar Terbaru
Zanofan pada Mengenal apa itu Relief Valve, pembahasan dan penjelasan
SHOLIKIN pada Penyebab Dengung Pada Power Amplifier Dan Cara Mengatasinya
Abi Royen pada Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel
Agung D. Wisono pada Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel
Abi Royen pada Pengertian Psi dalam satuan tekanan
Copyright 2017 Abi Blog.
Sitemap
Kirim Artikel
Kontak
Disclaimer
Kebijakan Privasi