0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan41 halaman

Relay

relay

Diunggah oleh

Ridoan Sanusi Lubis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan41 halaman

Relay

relay

Diunggah oleh

Ridoan Sanusi Lubis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dien-Elcom

Home
Elektronika
Teknologi Terbaru
Daftar Isi

Fungsi dan Jenis-jenis Relay


31 August, 2012
Beranda Komponen Aktif Teori Elektronika Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Fungsi dan Jenis-jenis Relay dalam bidang Elektronika | Relay merupakan komponen
elektronika yang dapat mengimplementasikan logika switching. Relay yang digunakan
sebelum tahun 70an, merupakan otak dari rangkaian pengendali. Setelah tahun 70-an
digantikan posisi posisinya oleh PLC
Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan
mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini
didefinisikan sebagai berikut :

Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka)


kontak saklar.
Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.

Jadi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa Relay adalah komponen elektronika berupa
saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.
Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi fungsi berikut :

Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh
Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan
Contoh : starting relay pada mesin mobil
Pengatur logika kontrol suatu sistem

Gambar Relay yang banyak di pasaran


Prinsip Kerja Relay

Skema relay elektromekanik


Relay terdiri dari coil dan contact. Perhatikan gambar diatas, coil adalah gulungan kawat
yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya
tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil.
Contact ada 2 jenis :

Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open)


Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close)

Secara prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul
gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.

Jenis jenis Relay


Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya.

Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay


Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact

Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :

DPST (Double Pole Single Throw)


SPST (Single Pole Single Throw)
SPDT (Single Pole Double Throw)
DPDT (Double Pole Double Throw)
3PDT (Three Pole Double Throw)
4PDT (Four Pole Double Throw)

Jenis Relay :

Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jka
coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON
atau OFF (sesuai jenis NO/NC contact).
Latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan
kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah
sebagai berikut : jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali
unlatch coil diaktifkan. Simbol dari latching relay

Rangkaian dan Simbol Relay

Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT

Relay dengan contact lebih dari satu

Kirim Artikel ini ke Teman, Via :


Moh Duro

Komponen Aktif Teori Elektronika

Reactions:

Artikel Terkait :

Next Post
Previous Post

Berlangganan Artikel !!

Masukkan Email Anda, Berlangganan Artikel Gratis !

Popular Posts

Fungsi Saklar dan Macam-Macam Saklar

Macam Alat Ukur Elektronik dan Fungsinya

Fungsi dan Jenis-jenis Relay

Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya

Macam - macam Resistor (Resistor Tetap)

Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor

Merakit Home Theatre Sendiri Dengan Rangkaian Elektronika Sederhana


Pengertian PCB dam Bidang Elektronika

Kategori
Audio Peralatan Kerja Skema Elektonika Software Elektro Software Mobile Teknologi Baru
Teori Elektronika Video
DIEN-ELCOM - All Rights Reserved - Diberdayakan oleh Blogger

Chamber of Madness
Information Warehouse, Whatever you need
Lanjut ke konten

Home
About Me
o Personal
o Friends Blog

Arsip Tag: macam-macam relay


Relay
17 Balasan
9 Votes

Saya telah banyak mencari artikel atau bacaan bacaan mengenai relay, tapi hasilnya tidak
seperti yang saya inginkan karena terlalu sedikit untuk dipelajari, apalagi untuk relay khusus yang
ingin saya pelajari yaitu relay kaki 5, untuk itu saya menulis blog ini untuk memberi sekedar sedikit
informasi mengenai relay yang sering dipakai dalam rangkaian elektronika arus lemah, misalnya
dalam elektronika analog, digital, sistem kendali interfacing, maupun menggunakan mikropocessor.

Definisi Relay

Relay adalah perangkat elektris atau bisa disebut komponen yang berfungsi sebagai saklar
elektris, Cara kerja relay adalah apabila kita memberi tegangan pada kaki 1 dan kaki ground pada
kaki 2 relay maka secara otomatis posisi kaki CO (Change Over) pada relay akan berpindah dari kaki
NC (Normally close) ke kaki NO (Normally Open). Relay juga dapat disebut komponen elektronika
berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas
saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik,
tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar
akan menutup.

Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi
semula dan kontak saklar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan
arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai
arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana
ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi
listrik.

Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :

Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak
saklar.

Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.

Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan
sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbaik yaitu anoda pada tegangan (-)
dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada
saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.
Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:

Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu


Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika relay
dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain.

Bagaimana cara mengetahui pin pada relay.?

1. Langkah pertama untuk mengetahui posisi dan nama pin relay adalah dengan
menghadapkan bagian yang terdapat 3 pin pada penglihatan kita atau menghadapkan pada
wajah kita, yang pertama pin paling kiri adalah pin 1 yaitu disambungkan ke vcc, yang kedua
pada bagian tengah yaitu pin CO (Change Over), dan yang ketiga adalah pin 2 yaitu pin yang
disambungkan ke arah ground atau komponen lain selain jalur vcc,
2. Langkah kedua adalah menentukan pin NC dan NO, pin NC adalah pin yang sejajar dengan
pin 1 untuk vcc, sedangkan pin NO adalah pin yang sejajar dengan pin 2 .

relay

Gambar Relay beserta skematik kaki atau pinnya

Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-
switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V,
artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch
arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80%
saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih [Link] jenis lain ada yang
namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada
tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan
menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan
dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).

Fungsi dan Jenis-jenis Relay dalam bidang Elektronika

Relay merupakan komponen elektronika yang dapat mengimplementasikan logika switching.


Relay yang digunakan sebelum tahun 70an, merupakan otak dari rangkaian pengendali. Setelah
tahun 70-an digantikan posisi posisinya oleh PLC.
Fungsi Relay
Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi fungsi berikut :

Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dengan tambahan pengendali dari
jarak jauh

Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan, Contoh : starting relay pada mesin
mobil

Pengatur logika kontrol suatu sistem

Jenis jenis Relay


Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya. Pole :
banyaknya contact yang dimiliki oleh relay, Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin
dimiliki contact.
Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :

DPST (Double Pole Single Throw)


SPST (Single Pole Single Throw)
SPDT (Single Pole Double Throw)
DPDT (Double Pole Double Throw)
3PDT (Three Pole Double Throw)
4PDT (Four Pole Double Throw)

Mudah-mudahan bacaan ini dapat menambah referensi, ilmu dan membantu anda dalam

menyelesaikan tugas, kritik dan saran sangat dibutuhkan. Terima kasih .

Share This :

Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)


Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru)
Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)
Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru)
Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)
2Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru)2

Entri ini ditulis di Elektronika dan ber-tag Cara Kerja Relay, cara mengetahui pin relay 12v, Definisi
Relay, fungsi relay, jenis-jenis relay, macam-macam relay, Pengertian Relay, Prinsip Kerja Relay,
Relay, Relay adalah pada Mei 11, 2012.

Find Here

Cari untuk:

Archieves
Archieves
Categories

Download Electronics Project Elektronika Football Notes Tentang


Indonesia Uncategorized
Top Posts

Jenis-Jenis Resistor
Teknik Kendali : Tanggapan-tanggapan Sistem
Bagian bagian Adaptor
Sepak Bola dan Kehidupan : 5 alasan Mengapa Sepak Bola sangat bermanfaat bagi
kehidupan
Keamanan Komputer

Coretan

Diproteksi: Test
Water Level Detector Using AVR Microcontroller
Interfacing Pengendali Lampu dan Kipas
Auto Fan with LM335
Penulisan Ilmiah

[Link] News

Marilyn Manson - Share New Album Title, Cover And Single September 11, 2017 BloodTears
Electric Wizard - Releasing New Album In November, Unveil Cover Art September 11, 2017
BloodTears
Redemption - Ray Alder Quits, Announce New Singer September 11, 2017 robpal
Vuur - Launch Video For New Single September 11, 2017 BloodTears
Fates Warning - Announce European Tour, All Shows To Be Recorded September 11, 2017
BloodTears
Visitors

Free counters
Blog di [Link].

Ikuti

Home
Daftar Isi

Home
Komponen Elektronika
Teori Elektronika
Pengujian Komponen
Ilmu Statistika
Equipment

Artikel Terbaru

[ 02/09/2017 ] Cara Menghitung Jumlah Lilitan pada Trafo Step Up dan Step Down Teori
Elektronika
[ 30/08/2017 ] Pengertian Efisiensi Trafo (Transformator) dan Cara Menghitungnya Teori
Elektronika
[ 11/09/2017 ] Pengertian Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor) dan Prinsip Kerjanya
Komponen Elektronika
[ 08/09/2017 ] Pengertian Dioda Bridge (Dioda Jembatan) dan Prinsip Kerjanya Komponen
Elektronika
[ 05/09/2017 ] Pengertian Noise (Derau) dan Jenis-jenis Noise Teori Elektronika

HomeKomponen ElektronikaPengertian Relay dan Fungsinya

Pengertian Relay dan Fungsinya


Dickson Kho Komponen Elektronika

Pengertian Relay dan Fungsinya Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara
listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2
bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak
Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang
bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet
5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya)
untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

Gambar Bentuk dan Simbol Relay


Dibawah ini adalah gambar bentuk Relay dan Simbol Relay yang sering ditemukan di
Rangkaian Elektronika.

Prinsip Kerja Relay


Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :

1. Electromagnet (Coil)
2. Armature
3. Switch Contact Point (Saklar)
4. Spring
Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay :

Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :

Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE
(tertutup)
Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN
(terbuka)

Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil
yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus
listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik Armature untuk
berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang
dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi dimana Armature tersebut
berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung. Pada saat tidak dialiri
arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh
Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya membutuhkan arus
listrik yang relatif kecil.

Arti Pole dan Throw pada Relay


Karena Relay merupakan salah satu jenis dari Saklar, maka istilah Pole dan Throw yang
dipakai dalam Saklar juga berlaku pada Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat
mengenai Istilah Pole and Throw :

Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay


Throw : Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact)
Berdasarkan penggolongan jumlah Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat
digolongkan menjadi :

Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal untuk
Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal untuk
Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 4
Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.
Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8
Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan
oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.

Selain Golongan Relay diatas, terdapat juga Relay-relay yang Pole dan Throw-nya melebihi
dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four Pole Double
Throw) dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelas mengenai Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw,
silakan lihat gambar dibawah ini :

Fungsi-fungsi dan Aplikasi Relay


Beberapa fungsi Relay yang telah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika
diantaranya adalah :

1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)


2. Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)
3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari Signal
Tegangan rendah.
4. Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen lainnya dari
kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).

Baca juga : Cara Menguji Relay dengan Multimeter.

Komponen Elektronika
Prinsip Kerja Komponen
Relay
Saklar

Previous article
Next article

Related Articles

Pengertian Dioda Bridge (Dioda Jembatan) dan Prinsip Kerjanya


Pengertian Transformator (Trafo) dan Prinsip Kerjanya

Pengertian Saklar Listrik dan Cara Kerjanya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comment

Name *

Email *

Website

Notify me of follow-up comments by email.

Notify me of new posts by email.

Artikel Terbaru


Pengertian Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor) dan Prinsip Kerjanya

Pengertian Dioda Bridge (Dioda Jembatan) dan Prinsip Kerjanya

Pengertian Noise (Derau) dan Jenis-jenis Noise

Cara Menghitung Jumlah Lilitan pada Trafo Step Up dan Step Down

Pengertian Efisiensi Trafo (Transformator) dan Cara Menghitungnya

Kategori

Equipment
Ilmu Statistika
Komponen Elektronika
Pengujian Komponen
Perangkat Elektronika
Produksi
Teori Elektronika

Archives

Archives

Artikel Terpopuler

Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya


Cara Menghitung Nilai Resistor

Cara Menggunakan Multimeter / Multitester

Pengertian dan Analisis Korelasi Sederhana dengan Rumus Pearson

Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya

Artikel Terpilih

Arti Kode pada MCB (Miniature Circuit Breaker)

Arti Kode pada MCB (Miniature Circuit Breaker) MCB (Miniature Circuit Breaker) atau
umumnya disebut dengan Breaker merupakan salah satu perangkat penting dalam instalasi
listrik. MCB yang digunakan sebagai pelindung rangkaian listrik ini umumnya digunakan [...]

Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) dan Cara Kerjanya

Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) dan Cara Kerjanya Uni Junction Transistor (UJT)
atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Transistor Sambungan Tunggal adalah
Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor, UJT memiliki tiga
terminal [...]

Cara Mengukur Potensiometer dengan Multimeter

Cara mengukur Potensiometer dengan Multimeter Kita dapat mengukur nilai Resistansi
dari sebuah Potensiometer dengan menggunakan alat ukur yang dinamakan Multimeter,
baik Multimeter yang menunjukan nilai Digital maupun Multimeter Analog. Seperti yang kita
ketahui bahwa Multimeter [...]

Home
Daftar Isi

Copyright 2017 Teknik Elektronika


ELEKTRONIKA
o










o





o
o
o
o
o
o
o
MEKANIKAL
o
o


o


o
o






o
o
o
o
INSTRUMENTASI
o
o
o
o

ELEKTRIK
o
o
o
o
o
o
KONVERSI
o
o
o
o
o
TEKNOLOGI
o
TIPS

Pengertian, tujuan pemakaian, dan jenis


relay
Abi Royen | April 9, 2014 | Elektrik, Elektronika, Komponen | 5 Komentar

Apakah Relay ?
Sebelum mengetahui fungsi dan jenisnya, harus di pahami dulu apakah relay itu ?. Relay
adalah sakelar listrik / elektrik yang membuka atau menutup sirkuit / rangkaian lain dalam
kondisi tertentu.

Jadi alat kontak ini pada dasarnya adalah sakelar yang membuka dan menutupnya (open dan
close-nya) dengan tenaga listrik melalui coil yang terdapat di dalamnya. Pada awalnya
sebuah relay memiliki koil / lilitan tembaga / cooper yang melilit pada sebatang logam, pada
saat koil di beri masukan arus / tegangan listrik / elektrik maka koil akan membuat medan
elektromagnetik yang mempengaruhi batang logam di dalam lingkaran-nya tersebut untuk
menjadikannya sebuah magnet.

Baca Juga : Pengertian Faktor Daya dan manfaat dari Koreksi Faktor Daya

Kekuatan magnet yang terjadi pada batang logam tersebut menarik lempeng logam lain yang
terhubung melalui armature /tuas ke sebuah sakelar. Biasanya relay memicu sakelar terbuka
dan tertutup, dan hal ini tergantung type dan kebutuhan.
Relay

Tujuan pemakaian relay


Tapi dengan kemajuan jaman relay tidak lagi identik dengan perangkat mekanis seperti di
atas. Lalu apakah tujuan penggunaannya dalam rangkaian listrik atau sirkuit elektronika ?
Ada beberapa tujuan penggunaan relay dalam rangkaian listrik maupun elektronika, yaitu:

1. Untuk pengendalian sebuah rangkaian


2. Sebagai pengontrol sistem tegangan tinggi tapi dengan tegangan rendah.
3. Sebagai pengontrol sistem arus tinggi dengan memakai arus yang rendah.
4. Fungsi logika.

Jenis jenis relay


Untuk memenuhi kebutuhan di dalam merangkai atau membuat sirkuit listrik dan elektronika,
beberapa produsen membuat / memproduksi berbagai macam / jenis relay, namun secara
sistem di bagi atas:

1. Electromagnetic Relays (EMRs) = Relay Elektomagnetik

Electromagnetic Relays (EMRs) terdiri dari kumparan / koil untuk menerima sinyal tegangan
tertentu, dengan satu set atau beberapa kontak yang terhubung pada armature / tuas yang
diaktifkan / digerakkan oleh kumparan energi untuk membuka atau menutup sirkuit listrik
sebagai hasil dari proses relay tersebut.
2. Solid-state Relays (SSRs)

Solid State Relay

Solid-state Relays (SSRs) menggunakan output semikonduktor bukan lagi kontak secara
mekanik untuk membuka dan menutup sirkuit. Perangkat output optik digabungkan ke
sumber cahaya LED di dalamnya. Relay dihidupkan dengan energi LED ini, biasanya dengan
tegangan DC power yang rendah.

2. Microprocessor Based Relays (berbasis mikroprosesor)

Mengunakan mikroprosesor untuk mekanisme switching. Umum digunakan dalam


pemantauan sistem proteksi power / daya.

Apa keuntungan penggunaan relay dan kerugian yang di


dapat ?
1. Electromagnetic Relays (EMRs)

1. Sederhana dan mudah di pahami.


2. Tidak mahal.
3. Mudah diperbaiki secara teknik

2. Solid-state Relays (SSRs)

1. Tidak ada gerakan mekanis.


2. Secara proses lebih cepat dari EMR.
3. Tidak memicu antara kontak, sebagai kontak mandiri.

3. Microprocessor-based

1. Presisi yang jauh lebih tinggi dan lebih handal dan serta tahan lama.
2. Meningkatkan keandalan dan kualitas daya sistem tenaga listrik sebelum, selama dan
setelah kesalahan terjadi.
3. Mampu bekerja baik dengan digital maupun analog I /O
4. Harga yang lebih mahal

Mengapa sebuah sistem membutuhkan perlindungan /


pengamanan / proteksi?
1. Agar tidak ada fault free pada sistem.
2. Hal ini tidak praktis dan tidak ekonomis untuk membuat sebuah fault free pada sistem.
3. Sistem kelistrikan akan mentolerir tingkat kesalahan tertentu.
4. Biasanya kesalahan disebabkan oleh kerusakan isolasi karena berbagai alasan: usia sistem,
pencahayaan, dll

Kesalahan yang terjadi pada rangkaian listrik / elektrik


kebanyakan adalah
1. Karena phase-to-ground faults, kesalahan hubungan antara phase listrik ke grounding.
2. Kesalahan phase-to-phase, kesalahan antar phase.
3. Kesalahan phase-phase-phase, juga kesalahan antar phase dan
4. Kesalahan double-phase-to-ground, antara dua phase ke grounding.

Keuntungan menggunakan relay sebagai pelindung


rangkaian
1. Mendeteksi kegagalan sistem, di saat hal itu terjadi relay akan mengisolasi bagian yang
terjadi kesalahan dari semua sistem.
2. Mengurangi dampak kegagalan setelah hal itu terjadi meminimalkan resiko kebakaran,
bahaya bagi sistem tegangan tinggi dan lainnya.

Perbandingan pemakaian relay dengan alat serupa


1. Perbandingan penggunaan relay sebagai pengaman rangkaian / sirkuit dengan circuit
breaker (CB)

Relay : adalah seperti otak memutus dan menyambung sirkuit seperti otot
manusia, membuat keputusan berdasarkan pengaturan, mengirimkan sinyal ke circuit
breaker. Berdasarkan pengiriman sinyal pemutus sirkuit akan membuka / menutup.

2. Perbandingan penggunaan relay sebagai pengaman rangkaian / sirkuit dengan fuse /


sekering

Relay : memiliki pengaturan yang berbeda dan dapat diatur berdasarkan kebutuhan
keamanan, dapat di reset.
Fuse hanya memiliki satu karakteristik yang spesifik untuk satu jenis.
Fuse tidak dapat di reset tetapi diganti jika mereka putus.

Skema perlindungan / pengamanan / proteksi


menggunakan relay di butuhkan pada beberapa hal
seperti berikut:
1. Motor Protection

a. Motor Protection Timed Overload


Timed Overload. Motor terus beroperasi di atas nilai akan menyebabkan kerusakan termal
motor.

b. Thermal Overload Relays

Thernal Overload

Menggunakan strip bimetal untuk membuka / menutup kontak ketika suhu melebihi / turun
ke tingkat tertentu.
Memerlukan waktu reaksi tertentu.
Waktu inverse / hubungan saat.

c. Plunger-type relays

Plunger

Reaksi yang cepat.


Menggunakan timer untuk waktu tunda / delay.
Waktu inverse / hubungan sesaat.

d. Induction-type relays

Induction

Paling sering digunakan saat daya AC naik dengan tiba tiba.


Merubah waktu untuk mengatur waktu delay.

e. Motor Protection Stalling

Ini terjadi ketika sirkuit motor energize, tapi rotor motor tidak berputar. Hal ini juga disebut
rotor terkunci.
Efek : ini akan menghasilkan arus yang berlebihan mengalir yang tetap mengalir. Hal ini akan
menyebabkan kerusakan termal untuk kumparan motor dan isolasi.
Sejenis relay yang digunakan untuk motor timed overload protection yang berlebihan dapat
digunakan untuk pelindung motor.

f. Motor Protection Single Phase and Phase Unbalance


Motor Protection Single Phase and Phase Unbalance

Single Phase : Motor tiga phase saat hilangnya salah satu dari tiga fase dari sistem distribusi
listrik.
Phase unbalance : Dalam sistem yang seimbang antar tiga tegangan line-netral sama
besarnya dan pembagian 120 derajat tiap phase satu dengan lain. Jika tidak, sistem ini tidak
seimbang.

g. Motor Protection yang lain

1. Instantaneous Overcurrent. Differential Relays.


2. Undervoltage. Electromagnetic Relays.
3. Ground Fault. Differential Relays Transformer Protection.

2. Transformer ProtectionThermal overload relays

a. Gas and Temperature Monitoring

Gas Monitoring

Cara kerjanya ini akan mendeteksi setiap jumlah gas di dalam trafo. Sejumlah kecil gas akan
menyebabkan ledakan transformator.

Temperature Monitoring

Jenis ini digunakan untuk memonitor suhu kumparan dari transformator dan mencegah
overheating.

b. Differential and Ground Fault Protection


Differential and Ground Fault Protection

Ground Fault. Untuk koneksi Wye, kesalahan grounding dapat di deteksi dari kawat netral
terbumi.

3. Generator Protection

1. Differential and Ground Fault Protection.


2. Phase unbalance.

Generator
Protection
Arah rotasi dari urutan negatif adalah berlawanan dengan apa yang diperoleh ketika urutan
positif diterapkan.

Negative sequence unbalance

Negative sequence unbalance factor = V-/ V + atau I-/ I +


Negatif Relay akan terus mengukur dan membandingkan besarnya dan arah arus.

Kesimpulan
1. Relay mengontrol output sirkuit untuk daya yang lebih tinggi.
2. Keselamatan akan meningkat
3. Sebagai proteksi / pelindung sangat penting untuk menjaga kesalahan dalam sistem di isolasi
dan menjaga peralatan agar tidak rusak.

Suggested News
by
The Game, Where You Can Build A Cosmic Empire On A Lonely Planet

8 Stars Who Were Practically Made Famous By Their Body Parts

[Link]

You Can Do Anything You Want In This Game

[Link]
Lost Hair Can Be Regrown In Days - Try This Simple Trick

Napas bau disebabkan oleh cacing usus! Didihkan air dan...

JANGAN PERNAH makan ini! Berat Anda akan turun terus!

Cara murah untuk langsing dalam 9 hari! Perut buncit hilang


dengan mengkonsumsi Makhluk mengerikan akan keluar dari
tubuh jika di pagi hari kamu minum segelas

The following two tabs change content below.

Bio
Latest Posts

Abi Royen

Project Manager at PT Mitra Persada Sejati

Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain
melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog
sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

5 Comments

1.

Desendra Akbar Juni 17, 2015 Balas

Tegangan berapa saja yang tersedia sesuai kekuatan koil relay?

2.
Yazid Matematika Juni 26, 2015 Balas

Terimakasih infonya

3.

Abi Royen Juni 26, 2015 Balas

Sama sama, terima kasih atas kunjungannya.

4.

Abi Royen Juni 26, 2015 Balas

Untuk tegangan koil relay bermacam-macam jenisnya 3V, 9 V, 12V, 24V, hingga
220V.

5.

eRVan xm2 Agustus 14, 2015 Balas

Boleh dong om Abi kalo ada skema rangkaian Time Delay On buat nyalain lampu led
DLR mobil, saya pengin pasangin rangkaian ini supaya pas kontak ACC ON tdk lsg
hidup tp ada jeda 1-2 menitan biar ga nambah beban aki kala mobil distart, maksh om.

Buat Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar : *

Nama:*

Alamat Email:*
Alamat Website:

Konfirmasi Anda BUKAN spammer

Pencarian Arsip Abi Blog



Blackphone 2 Hanya Rp 750.000,00

Canon 40D 1

Sony Xperia ZR Hanya Rp 850.000,00



Samsung Galaxy Prime Duos

PrevNext

Terbaru

Kontaktor Dan Penggunaannya


8 Saingan Baru Raspberry Pi
Rangkaian Seri Dan Paralel
Rangkaian Star Delta
Fungsi Relay

Sering Di baca

Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel 18 Apr , 2014


Penyebab Dengung Pada Power Amplifier Dan Cara Mengatasinya 08 Jun , 2016
Pressure Switch dan cara seting 13 Feb , 2015

Komentar Terbaru

Zanofan pada Mengenal apa itu Relief Valve, pembahasan dan penjelasan
SHOLIKIN pada Penyebab Dengung Pada Power Amplifier Dan Cara Mengatasinya
Abi Royen pada Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel
Agung D. Wisono pada Pengertian, macam, jenis dan karakter Stainless Steel
Abi Royen pada Pengertian Psi dalam satuan tekanan
Copyright 2017 Abi Blog.

Member of ABI NetWork

Sitemap
Kirim Artikel
Kontak
Disclaimer
Kebijakan Privasi

Anda mungkin juga menyukai