VULNUS LACERATUM
No. Dokumen :
No Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
Wiwik Muninggar
PUSKESMAS
NIP. 19741119 199303
BATU PUTIH
2 002
1. Pengertian
Vulnus atau lukaadalah hilang atau rusaknya sebagian kontinuitas jaringan yang
dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu,
sengatan listrik, ledakan, ataupun gigitan hewan serta zat kimia.
Vulnus laseratum merupakan luka terbuka yang terjadi akibat kekerasan tumpul
yang kuat sehingga mempengaruhi elastisitas kulit atau otot dengan tepi yang
tidak rata atau teratur.
2. Tujuan Sebagai Pedoman kerja bagi petugas medis / paramedis dalam melakukan
pelayanan penanganan Vulnus Laceratum
3. Kebijakan
4. Referensi
Permenkes No 5 Tahun 2014
Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007
5. Prosedur
ALAT
1. Sarung tangan steril
2. Sarung tangan bersih
3. Set alat bedah minor, berisi pinset anatomis dan sirurgik, needle holder,
klam lurus, klam bengkok, gunting jaringan, bisturi, skapel, duk steril
4. Benang jahit steril dan jarum jahit steril
5. Kassa steril
6. Cairan normal saline (NaCl 0.9%)
7. Cairan antiseptik
8. Korentang steril dan tempatnya
9. Obat anastesi (lidokain 2%)
10. Plester
11. Gunting plester
12. Kom steril
13. Bengkok/ nierbekken
14. Plaster
15. Lampu tindakan
16. Perlak atau pengalas
17. Sufratul atau salep antibiotik
Larutan H2O2
6. Langkah-langkah 1. Jelaskan prosedur mulai dari pembersihkan luka hingga kemungkinan
penanganan seperti dijahit pada pasien.
2. Minta persetujuan menangani luka pada pasien dan atau keluarga
3. Siapkan alat dan bahan
4. Petugas mencuci tangan dan kenakan sarung tangan bersih
5. Bebaskan area sekitar luka dari pakaian yang menghalangi, tempatkan perlak
dan bengkok di bawah area luka.
6. Irigasi luka atau cuci luka dengan menggunakan cairan normal saline, untuk
membuang jaringan mati dan benda asing, sehingga akan mempercepat
penyembuhan. Jika perlu lakukan dengan bantuan kasa steril. Lakukan secara
sistematis dari lapisan superfisial ke lapisan yang lebih dalam.
7. Beri antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain) pada luka.
Jika luka kotor maka dapat dibersihkan menggunakan larutah H2O2 atau
perhidrol 10 %.
8. Nilai besarnya luka, usahakan membersihkan luka sebersih mungkin, dengan
menggunakan pinset, kasa dan cairan antiseptik. Jika saat diberi antiseptik
masih ada perdarahan aktif maka, lakukan penekanan pada daerah luka
dengan kasa selama beberapa saat.
9. Apabila dari penilaian luka membutuhkan jahitan baik untuk menghentikan
perdarahan, maka dilakukan prosedur jahit atau hecting dilakukan mulai dari
tempat dengan perdarahan yang aktif.
10. Minta perawat atau asisten menyalakan dan mengarahkan lampu tindakan ke
arah tempat yang akan dijahit, ganti sarung tangan dengan sarung tangan
steril.
11. Berikan suntikan obat anestesi pada sekitar luka.
12. Cek apakah obat anestesi telah bekerja, dapat dengan menggunakan pinset
13. Tutup luka dengan duk steril, hingga hanya tempat yang akan dijahit yang
terlihat.
14. Rapikan tepian dan jaringan yang dinilai dapat mengganggu proses
penyembuan luka dengan menggunting mengunakan gunting jaringan
7. Hal-Hal Yang
perlu diperhatikan
8. Unit Terkait Ruang Tindakan
9. Dokumen Terkait Rekam Medis
10. Rekaman historis
perubahan
No. Yang Sudah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diubah Diberlakukan
VULNUS LACERATUM
DAFTAR No Dokumen
TILIK
PUSKESMAS No Revisi Wiwik Muninggar
BATU PUTIH NIP. 1974111993032002
Tanggal Terbitan
Halaman
No Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak
Berlaku
1 Apakah Apakah Petugas menjelaskan prosedur mulai dari
pembersihkan luka hingga kemungkinan
penanganan seperti dijahit pada pasien?
2 Apakah Apakah Petugas Meminta persetujuan menangani
luka pada pasien dan atau keluarga?
3 Apakah Apakah Petugas menyiapkan alat dan bahan?
4 Apakah Apakah Petugas mencuci tangan dan kenakan
sarung tangan bersih?
5 Apakah Apakah Petugas membebaskan area sekitar luka
dari pakaian yang menghalangi, tempatkan perlak
dan bengkok di bawah area luka?
6 Apakah Apakah Petugas melakukan irigasi luka atau cuci
luka dengan menggunakan cairan normal saline,
untuk membuang jaringan mati dan benda asing
secara sistematis dari lapisan superfisial ke
lapisan yang lebih dalam dengan bantuan kassa
steri?
7 Apakah Apakah Petugas memberi antiseptik (alkohol 70
%, betadine, obat merah dan lain-lain) pada luka.
Jika luka kotor maka dapat dibersihkan
menggunakan larutah H2O2 atau perhidrol 10 %?
8 Apakah Apakah Petugas menilai besarnya luka, usahakan
membersihkan luka sebersih mungkin, dengan
menggunakan pinset, kasa dan cairan antiseptik.
Jika saat diberi antiseptik masih ada perdarahan
aktif maka, lakukan penekanan pada daerah luka
dengan kasa selama beberapa saat?
9 Apakah Apabila dari penilaian luka membutuhkan jahitan
baik untuk menghentikan perdarahan, Apakah
Petugas melakukan prosedur jahit atau hecting
dilakukan mulai dari tempat dengan perdarahan
yang aktif?
10 Apakah Apakah Petugas meminta perawat atau asisten
menyalakan dan mengarahkan lampu tindakan ke
arah tempat yang akan dijahit, dan mengganti
sarung tangan dengan sarung tangan steril?
11 Apakah Apakah Petugas memberikan suntikan obat
anestesi pada sekitar luka?
12 Apakah Apakah Petugas mengecek apakah obat anestesi
telah bekerja, dapat dengan menggunakan pinset?
13 Apakah Apakah Petugas menutup luka dengan duk steril,
hingga hanya tempat yang akan dijahit yang
terlihat?
14 Apakah Apakah Petugas Membuka sarung tangan dan
mencuci tangan?
15 Apakah Apakah Petugas memilih jarum dan benang yang
sesuai dengan luka yang ada, tergantung
dalamnya luka?
16 Apakah Apakah Petugas memasang benang dan jarum
jahit pada needle holder lalu pegang needle
holder dengan tangan dominan dan pinset pada
tangan yang lain. Jika perdarahan mengganggu
proses hecting perawat 2 atau asisten dapat
membantu dengan menyeka darah dari luka?
17 Apakah Apakah Petugas melakuakukan jahitan luar dan
dalam jika luka dinilai dalam, dengan
menggunakan benang absorbable (dapat diserap)
untuk jahitan dalam dan non absorbable untuk
jahitan luar?
18 Apakah Apakah Petugas memilih teknik jahitan yang
akan dipakai sesuai dengan penilaian kondisi
luka?
19 Apakah Apakah Petugas melakukan jahitan luka sampai
luka tertutup. Sebagai catatan jika luka dinilai
bersih dan diyakini tidak mengalami infeksi serta
berumur kurang dari 6 jam boleh dijahit primer
atau rapat, sedangkan luka yang terkontaminasi
berat dan atau dinilai tidak bersih dapat dilakukan
jahitan situasional sambil diobervasi 2-3 hari ke
depan?
20 Apakah Apakah Petugas membersihkan kembali area
jahitan dengan antiseptik dan nilai serta rapikan
luka jahitan?
21 Apakah Apakah petugas mengcek apakah masih ada
perdarahan dan apakah jahitan telah rapi. Jika
perlu maka jahitan dapat ditambahkan hingga
perdarahan teratasi atau jahitan rapi?
22 Apakah Apakah Petugas melepas duk steril?
23 Apakah Apakah Petugas menutup luka jahitan dengan
sufratul atau salep antibiotik Apabila tidak
membutuhkan jahitan setelah diberikan cairan
antibiotik dan dibersihkan langsung ditutup
dengan sufratul / salep antibioi
24 Apakah Apakah Petugas menutup luka jahitan dengan
kasa dan plaster?
Apakah Apakah Petugas merapikan kembali pasien dan
25 alat-alat yang digunakan?
26 Apakah Apakah Petugas membuka sarung tangan dan
mencuci tangan?
27. Apakah Apakah Petugas menanyakan keadaan pasien dan
memberikan cara perawatan luka di rumah serta
lama kontrol luka?
28. Apakah Petugas mencatat tindakan yang telah
dilakukan?
CR: .%. Batu Putih.
Pelaksana/Auditor
(.)