0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan211 halaman

Amdal

FAHASFDHGSDAHG

Diunggah oleh

Exko Rosdianto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan211 halaman

Amdal

FAHASFDHGSDAHG

Diunggah oleh

Exko Rosdianto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF atau baca online di Scribd
ANALIS| DAMPAK LINGKUNGAN “4 Demang Lebar Daun no, 375 Palembang 30128 Tep. (0711) 374965 (Hunting) ~ Kotek Pos 1326, Facsimile (0711) 369148, E-mail Kiiuss@mdp net i, info@n-kisv. co, wr kirss cold NG NP WWAS 2x 505 PAYG SEE PALEMBANG DESEMBER 2011 DISETU IU BOUIN 1 CYB Ep eUm/PAHOR A 8 Dlefl- dav GUBERNUR JAMBI : ee KEPUTUSAN GUBERNUR JAMBI it NOMOR S%2 [[Link]/BLHD/2011 TENTANG KELAYAKAN LINGKUNGAN HIDUP KEGIATAN PEMBANGUNAN PLTG KAPASITAS 2 X 50 MW OLEH PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA BAGIAN SELATAN DI AREA PAYO SELINCAH SEKTOR PEMBANGKITAN JAM! KECAMATAN JAMBI TIMUR KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a. bahwa rencana kegiatan pembangunan PLTG kapasilas 2 x 50 MW. CN oleh PT. PLN (persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan di ‘rea Payo Selincah Sektor Pembangkitan Jambi Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi Provinsi Jambi, termasuk kegiatah yang diperkirakan akan menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; i b. bahwa suaty rencana usaha dar/atau kegiatan yang berpotensi menimbukan dampak besar dan penting tethadap_lingkungan hidup wajib dllengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL); E c. bahwa berdasarkan hasil penilaian Komisi Penilai AMDAL Provinsi Jambi pada rapat tanggal 27 Juni 204% ternadap Dokumen AMLIAL ‘untuk rencana kegiatan psmbangunan PLTG kapasites 2 x 50 NW ‘oleh PT. PLN (persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan di 4 area Payo Selincah Sektor Pembangkitan Jambi Kecamatan Jambi § Timur Kota Jambi Provinsi Jambi dapat cisepakati, kelayakan pengelolaan lingkungan hidupnya; d. bahwa kelayakan pengelolaan lingkungan hidup dari rencana keglatan pembangunan PLTG kapasitas 2 x 50 MVV olah PT. PLN (persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan di area Payo Selincah Sektcr Pembangkitan Jambi Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi Provinsi Jambi yang lertera di dalam dokumen ANDAL, RKL dan RPL perlu ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Mengingat |: 1. Undang-Undang Nomor 19 Darurat_ Tahun 1957_ tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat | Sumatera Barat, Jambi dan Riau (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1957 Nomor 75) sebagsimana telah diubah dengan Undang-undang Nomer 61 Tahun 1958 tentang Fenetapan Undang-Undang Nomor 49 Darurat Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerat+daerah Swatantra Tingkat | Sumatera Barat, Jambi dan Riau menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 41958 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 1648); 2. Undang-Undang. 10, 4 Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 3419); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Leribaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 425, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana ielah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomer 12 ‘Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2008 Nomot 69, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomer 68, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Repubiik indonesia Tahun 2009 Nomor 123, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5052); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2044 tentang Peihbentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara - Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran, Negara Republik Indonesia Nomor 5234); Peraturan Pemerintati Nomor 10 Tahun 1989 tentang Penyedizan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik (Lembatan Negare -Repubik Indonesia Tahun 189 Nomor 24), sebagaimana telah beberana kall diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemantaatan Tenaga Listric (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Noinor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia: Nomor 4628); Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1989 tentang Analis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4244); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antera Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintshan Daerah Kabupaten/Kola (Lembatan Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau:Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenal Dampak Lingkungan; 12, Peraturan... Menetapkan KESATU KEDUA 12 13, 44, 15. 16, 7. 18, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenst: Dampak: Lingkungan Hidup; Keputusan Menteri Pertambangan Nomor 01,8/47/[Link]/1992 tentang Ruang Bebas Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) untuk Penyaluran Tegangan Ustrk; ate Keputusan Menteri_ Pertambangan dan Energi Nemor 103.K/O08/[Link]/1994 tentang Pengawas Atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaen Lingkungan Dan Rencana Pemantauan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi; Keputusan’ Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0935.KJ008/[Link]/1998 tentang Pedoman Teknis: Penyusunan Penyajian Informasi Lingkungan dan Analisis Dampak Lingkungan untuk Kegiatan di Bidang kelistrikan; Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 2 Tahun 2000 tentang Pandan Evaluasi Dokumen AMDAL; Keputusan Menteri_ Energi dan Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1457K/23/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis Pergalclgan Lingkungan di Bidang Pertambangan dan Energj; Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2008 tentang Organisast dan “Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah an Lembaga Tekris' Daerah Provinsi Jambi (Lembaran Daerah Provinsi Jambi Tahun 2008 Nomor 18) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Perubahan ‘Asas Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspekiorat, Badan Perenceraan Pembangunan Daerai ‘dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jambi (Lembaran Daerah Provinsi Jambi Tahun 2010 Nomor 6); |, Keputusan Gubemur Jambi Nomor 280/[Link]/BLHD/2008 ‘Analisis Mengenai Dampek Lingkungan MEMUTUSKAN : 7 Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Pembangunan PLTG kapasitas 2 x 50 MW oleh PT. PLN (persera) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan di area Payo Selinosh Sektor Pembangkitan Jambi Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi Provinsi Jambi sebagaimana tertera dalam bentuk’dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE merupakan satu kesatuan tidak terpisabkan dengan Kepitusan ini, : PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan sebagaimana dimaksud diktum KESATU Keputusan ini walib memenuhi Ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 41, melakeanaken .. 1. melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan tingkungan hidup yang tercantum daiarir dokumen RKL dan RPL dari Kegiatan Pembangunan PLTG kaj aéitas 2 x 50 MW yang telah disetujui Kelayakannya; 2. teknologi dan metoda pengelolaan dan pemantauan tingkungan yang tercantum dalam Dokumen RKL dan RPL yang telah disetujui kelayakannya, wajib diimplementasikan dan dikembang- kan pelaksanaannya sejalan dengan perkembangan imu dan teknologi di bidang pengetolaan lingkungan hidup; 3, setiap 6 (enam) bulan sekali menyampaiken hasil pelaksanaan kegiatan pengelolaan ingkungan _hidup dan . pemantauan Jingkungan hidup sesuai dengan RKL dan RPL yang telah disetujui kepada Gubernur Jambi melalui Kepala Sadan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi dan Walikota Jambi melalui Kantor Baden Lingkungan Hidup Daerah Kota Jambi; [Link] sebagaimana dimaksud pada angka 3 dilsksanakan terhitung sejak tanggal berlakunya keputusan ini; 5. apabila cikemudian hari timbul dampak lingkungan diiuar dugaan yang tercantum dalam RKL dan RPL. yang telah disetujui agar Segera melaporkan kepada Gubemur Jambi melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi dan Instansi terkait untuk diambil langkah-langkah yang diperlukan;* 6. epabila _dilakukan perluasan, pemindahan lokasi danfatau perubahan teknologi yang dipakai sehingga Dokumen ANDAL, RKL dan RPL tidak sesuai lagi uniuk dijadikan acuan pengelolzan lingkungan rencana kegiatan tersebut, maka waji ditakukan Studi ANDAL, RKL dan RPL. baru sesual dengan ketentuan yang berlaku. KETIGA Setiap kelalaian dan/atau penyimpangan yang cilakukan oleh PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan terhadap Keputusan ini dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. KEEMPAT Keputusan ini mulal berlaku sejak tanggal ditetapkan. ‘Tembusan disampaikan kepada yth Ditetapkan di Jambi Mentesi Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik indonesia Ketua DPRD Provinsi Jambi Walikota Jambi ‘Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi Kepala Dinas fnergi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi Kepaia Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi 410. Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi (2 eksamplar) 11. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Jambi 12 Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Jambi pala Kantor Pertanahan Kola Jambi EAinaral Manaher OT O At (Dareara\ Pamhannbitan Siimatara anion Galatan SURAT PERNYATAAN SURAT PERNYATAAN PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan yang bertanda tangan di bawah ini: Nama SUDIRMAN ‘Nema Perusahaan : PT. PLN (Persero) Pembangkitan SBS Jabatan : General Manager Alamat : JH, Demang Lebar Daun no. 375 Palembang 30128, Telp. 0711-374955, Facsimile : 0711-374958, 374959, website : wwrw,[Link], Kotak Pos = 1325, e-mail : kitlurss@[Link] dan info@pin- [Link] Selaku penanggungjawab atas dokumen AMDAL Pembangunan PLTG Kapasitas 2 x 50 MW di Area Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi Provinsi Jambi. ‘Dengan ini menyatakan bahwa : 1. PT. PLN (Persero) Pembangkiten SBS berjanji akan melakukan pengelotaan dan pemantauan lingkungan hidup sesuai dengen yang tereantum’daiam dokumen AMDAL ini serta bersedia dipantau dampaknya oleh instansi'/ plhak yang berwenang solama kegiatan berlangsung seswai dengan peraturen yang berlaku; 2. Bila PT. PLN (Persero) Pembangkitan SBS tidak melaksanakan AMDAL sebogaimana dimaksud di atas, maka PT. PLN (Persero) Pembangkitan SBS bersedia dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku dan bersedia menanggung, semua kerugian serta segala resiko yang ditimbulkannya; 3.-PT: PLN (Persero) Pembangkitan SBS bersedia mnelakukan pemulihan lingkungan jjika terjadi kerusakan atau peacemaran kualitas lingkungan hidup akibat kegiatan ‘yang dilaksanakan; dan 4, PT. PLN (Persero) Pembangkitan SBS bersedia memperbaharui dokumen AMDAL ini apabila dipertukan, sesuai dengan peraturan yang berlaku, Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenamya dan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Palembang, Oktober 2011. ‘PT. PLN (Persero) Pajpbagghitan SES, CHO) MANAGER KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Untuk memenuhi kebutuhan energi Jistrik di Provinsi Jambi, saat ini nergi listrik yang diproduksi di Provinsi Jambi, meliputi pembangkit berbahan bakar gas dan minyak (PLTD) 6 x 5,128 MW dan pembangkit berbahan bakar gas (PLTG) 2 x 30°MW. Jumlah di atas belum memenuhi kebutuhan Provinsi Jambi, di mana saat ini dibantu pasokannya dari sistem interkoneksi Sumatera melalui jaringan tegangan tinggi 150 kV yang terbentang dari Acch sampai Provinsi Lampung. Guna mencukupi kebutuban energi listrikt khususnya di Provinsi Jambi, diantaranya PT. PLN (Persero) Pembangkitan SBS akan melakukan Pembangunan PLTG kapasitas 2 x 50 MW di area Payo Selincah PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Jambi, Jalan Berdikari no. 26 RT. 24 Kel: Payo Selincah Kee. Jambi'Timur Kota Jambi. Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006, maka pembangunan PLTG Kepasitas 2 x 50 MW area Payo Selincah wajib menyusun AMDAL. Sistimatika penyusunan dokumen mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006, Dokumen ini disusun untuk memenuhi kewajiban PT. PLN (Persero) Pembangkitan SBS selaku pemohon sebelum menvlai Kegiatan usahanya. Dasar penyusunan dokumen adalah Lzin Menditikan Bangunan (MB) no. 648/528/S-JT/IV/2011 tanggal 14 April 2011 seluas 1.998,45 m?. Dokumen ini disusun Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (@PLH) Universitas Jambi. Dokumen ANDAL ini telah dibahas dalam rapat komisi Penilai AMDAL Provinsi Jambi tanggal 27 Juni 2011 dan disempumakan sesuai dengan hasil rapat Komisi. Akhimya kami mengueapkan terima kasih kepada semua pihak dalam rangka penyelesaian dokumen ini. Palembang, Oktober 2011. (Persero) DAFTAR Ist DAFTAR ISI KEP. GUBERNUR JAMBI NO. 548 TAHUN 2011 TENTANG KELAYAKAN LINGKUNGAN HIDUP RENCANA PROYEK BAB1PENDAHULUAN. 1.1. Latar belakang, 1.2, Tujuan dan manfaat proyek 1.3. Peraturan perundang-undangan yang melandasi stud BAB IL, RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN 2.1, Identitas pemrakarsa dan penyusun ANDAL.. 2.2. Uraian rencana usaha dan atau kegiatan 23, Keterkaitan rencana usaha dan atau kegiatan dengan Kegiatan lain di sekitamnya, BAB UL. RONA LINGKUNGAN HIDUP. 3.1. Komponen geofisik-kimia 3.2. Komponen biologi. 3.3. Komponen sosekbudkesmas, BAB IV. RUANG LINGKUP STUDI 4.1, Dampak penting yang ditelaah .. 42. Wilayah studi dan batas waktu Kaji BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING 5.1, Tahap prakonstruksi . 5.2. Tahap konstruksi 5.3. Tahap operasi BAB VI. EVALUASI DAMPAK PENTING 6.1, Telaahan terhadap dampak pentin; 6.2. Pemilihan alternatif terbaik 6.3, Telaahan sebagai dasar pengelol 6.4, Rekomendasi penilaian kelayakan lingkungan DAFTAR PUSTAKA.. LAMPIRAN ANDAL pembanguaan PLTG hapastas x 50 MW di area Payo Selincah u-33 m-4 M1 m-18 m-27 Vv-1 W-1 Iv-15 v-35 VI-1 Vi-1 vI-8 vI-8 VI-14 DP-I DAPTAR TABEL DAFTAR TABEL Halaman ‘Tabel 2.1, Susunan personil penyusunan dokumen AMDAL. -2 Tabel 2.2. Perkiraan jenis dan jumlah peralatan yang diperlukan H—11 dalam kegiatan proyek Tabel 2.3. Jumlah dan tingkat keterampilan pekerja proyek m-13 Tabol 2.4. Jeni dan spesifikasi teknis peralatan proyek u-20 Table 2.5. _Jenis peralatan Konstruksi switch yard proyek 1-25 Tabel 3.1. Rata-tata curah hujan dan hari hujan di Kota Jambi Ik 1 tahun 2000-2009 Tabel 3.2. Curah hujan, suhu dan kelembaban udara di wilayah IL-2 studi tahun 2009 Tabel 3.3. Hail pengukuran kualitas udara ambien di wilayah IL-3 studi Tabel 3.4. Hasil pengukuran kebisingan di wilayah stadi W-4 Tabei 3.5. Hasil pengukuran getaran di wilayah studi I-6 Tabel 3.6. _Hasil pengukuran kualitas BAP di wilayah studi E10 Tabel 3.7. Hasil pengukuran kualitas air sumur di wilayah studi 115-12 Tabel 3.8. Hasil pengukuran kualitas kimia tanah di wilayah studi I-14 Tabei 3.9. Hasil pengukuran kuaiitas fisika tanah di wilayah studi 11-15 Tabel 3.10. Hasil pengukuran kualitas lingkungan kerja fisik di 1-18 wwilayah studi Tabel 3.11. Keanekaragaman jenis flora pada lokasi turbin dan 11-20 switch yard proyek ‘Tabel 3.12. Keanckaragaman jenis flora pada lokasi penghijauan III~21 Gardu Induk PLN Payo Selineah dan sekitar kolam IPAL Tabel 3.13, Jenis nekton yang masih ditemukan di sekitar wilayah 111-23 studi Tabel 3.14. Kelimpahan phytoplankton dan zooplankton pada hulu 1-26 dan hilir kegiatan proyek Tabel 3.15. Kelimpahan benthos pada busu dan hilit kegiafan 11-27 proyek Tabel 3.16. Jumlah dan tingket kepadatan penduduk di Kecamatan I-28 Jambi Timur tahun 2009 Tabel 3.17. Komposisi penduduk menurut kelompok umur di II-29 Kecamatan Jambi Timur tahun 2009 ‘Tabel 3.18, Tingkat pendidikan penduduk di wilayah studi tahun I-30 2009 ANDAL,pembangunan PLTG hapastas 2 50 MW di area Payo Selincah iv DAFTAR TABEL Tabel 3.19. ‘Tabel 3.20. Tabel 3.21. ‘Tabel 3.22. ‘Tabel 3.23. ‘Tabel 4.1, Tabel 4.2. Tabel 4.3. Tabel 6.1 Tabel 6.2, Jumlah penduduk menurut agama di wilayah studi tahun 2009 Komposisi penduduk menurut jenis kelamin di wilayah studi tahun 2009 Perfumbuhan penduduk di Kecamatan Jambi Timur tahun 2003-2008 e ‘Sarana perekonomian di wilayah studi tahun 2009 Disiribusi 10 penyakit terbesar di Puskesmas Payo Solincah tahun 2007-2009 Matrik pelingkupan dampak yang dibasilkan oleh kegiatan pembangunan proyek pada tahap pra Matrik pelingkupan dampak yang dihasilkan oleh kegiatan pembangunan proyek pada tahap konstruksi Matrik pelingkupan dampak yang dihasitkan oleh kegiatan pembangunan proyek pada tahap operasi Totalitas dan perimbangan dampak lingkungan yang terjadi oleh beberapa kegiatan proyek pada tahap konstruksi Totalitas dan perimbangan dampak lingkungan yang terjadi_ oleh beberapa Kegiatan proyek pada tahap operasi ANDAL penbanguunan PLIG kopasitas 2 $0 MWY di area Payo Selincah 1-31 I-31 32 34 1V-37 Iv-2 Iv-3 Iv-4 vI-4 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2. Gambar 2.3. Gambar 2.4, Gambar 2.5. Gambar 2.6. Gambar 2.7, Gambar 2.8. Gambar 2.9 Gamber 2.10 Gambar 2.11 Gambar 2,12 Gambar 2.13 Gambar 2.14, Gambar 2.15. Gambar 2.16, Gamber 2.17. Gambar 3.1. Gambar 3.2, Gambar 3.3. ‘Gambar 3.7, DAFTAR GAMBAR Tapak PLIG 2 x 50 MW dan lokasi tapak switch yard Tata Jeiak bangunan dan kegiatan lainnya di lokasi proyek Mobilitas alat berat kegiatan konstruksi PLTG Alsthom Frame 5 Project PLTG 2 x 50 MW Payo Selincah Kenampakan fisik lahan calon tapak proyek Kenampakan fisik lahan lokasi tapak switch yard proyek General lay out Kenampakan pekerjaan pembustan pondasi dan bentuk pondasi pembangkit dan switch yard di lokasi PLTG Alsthom Frame 5 kapasitas 20 MW Skema pemasangan dan prinsip kerja unit pembangkit turbin gas General arragement FT8-3 SWET PAC Kenampakan Konstruksi sirkuit switch yard existing Salah satu contoh upaya pengelolaan limbah padat domestik pada kegiatan yang sudah berjalan Pengelolaan limbah cair pada kolam JIPAL (existing) Penangaran limbah B3 melalui penampungan dan tanki khusus (existing) Kenampakan fisik penghijauan sekitar proyek (existing) Kegiatan tambak jaring apung di sekitar proyek Kebun masyarakat pada calon lokasi tapak pembangkit Kondisi hidrologi sekitar proyek Kenampakan fisik badan air sungai dan rawa di sekitar proyek Kondisi flora pada tapak dan sekitar proyek Kondisi flora (penghijauan) di sekitar kolam IPAL Kondisi flora pada daerah mainder Kondisi biota air (nekton) pada daerah sekitar proyek Pengambilan sampel biota air (plankton dan _ ANDAL pembanguran PLTG Kapastes 21 50 MW di crea Payo Selincah Halaman n-5 u-8 W-12 m-14 H-15 H-16 m-17 1-18 U-21 1-22 W-24 m-30 1-30 m-31 H-32 1-35 m-35 m-7 m-9° m-19 ™m-21 m-22 m-23 M-27 DAFTAR GAMBAR benthos) pada perairan hulu dan hilir proyek Gambar 4.1. Bagan alir proses pelingkupan dampak yang IV-2 ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan proyeic Gambar 4.2. Peta wilayah studi, DAS dan lokasi sampel W-17 Gambar 6.1. Bagan alir proses terjadinya dampak pada tahap pra _VI—1 onstruksi proses terjadinya dampak pada tahap VI~3 Gambar 6.3, Bagan ali proses terjadinya dampak pada tahap VI-6 operasi Gambar 6.2. ANDAL pembangunan PLTG Kapastas 23 50 MW d area Payo Selincah vil DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMPIRAN A TANGGAPAN BERITA ACARA B. _IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DAN MOU. 1, IMB; 2. Jambi Merang Gas sale Agreement between PT. Pertamina (Persero) HESS (Indonesia ~- Jambi Meteng) Limited , Pacific Oil & Gas Jambi Merang) Limited) and PT. PLN (Persero); 3. Perjanjian PT. PLN (Persero}) Pembangkitan Sumatera Bagian Selaian dengan PT. Modaco Enersys, PT, Elektrindo Perkasa Utama, Pratt & Whitney PS, INC dan Renewable Enerfy Power International, ©. PRINSIP KERJA PLTG DAN SINGLE LINE DIAGRAM SISTIM JAMBI 1. Gambar prinsip kerja PLTG; 2, Single line diagram sistim kelistrikan Jambi, 3, Standar opetasi PLTG 100 MW; dan. 4, Estimated FT 8 Swiftpac 61 Weights and Measures D. _ STANDAR OPERASIPLTG E PETA 1. Peta geologi dan great group tanah; dan 2. Peta administrasi dan kegiatan sekitar F. MATRIK IDENTIFIKASI DAN EVALUASI DAMPAK 1, Matrik identifikasi dampak; dan 2. Matrik evaluasi dampak. G. MATRIK LOKASI' SAMPEL H__ SOSIALISASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1. Sosialisasi di media massa; ANAL pombangsoan PLIG Kapastias 2x 30MW dh aréa Payo Slincah vill DAFTAR LAMPIRAN 2. Foto sosialisasi dan bantuan masyarakat, 3. Foto bantuan perbaikan rumah ibadah; dan 4, Foto bantuan lampu penerangan jalan warga, L HASIL LABORATORIUM J. DATA DAN GAMBAR TEKNIS LAYOUT SUMUR BOR 1. Lay out to scrubber, 2. Layout sumur bor; 3, Piping isometiic to scrubber pembangioan PLTG Kapasitas 250 MW & area Payo Selincah i | | i i Gtossary TIL275 kv UKL UPL USLE GLOSSARY Kerangka acuan ANDAL; Analisis dampak lingkungan; Analisis mengenai dampak lingkungan; Alat pelindung diri; Air sumur, Badan air permukaan; Badan meteorologi dan geofisika; Badan usaha milik negara; ‘Baku mutu lingkungan; Daerah aliran sungai; ‘Di atas permukean laut; High volume ash sample; Kesehatan dan keselamatan kerja; Keputusan menteri lingkungan hidup; Kapasitas tukar kation; Legume cover corp; Nila jual objek pajak; Pembangkit berbahan bakar gas; = Pembangkit berbahan bakar minyak/pembangkit listrik tenaga diesel; Pusat penelitian lingkungan hidup; Pajak, bumi dan bangnnan: Peraturan pemerintah Republik Indo1 PT. PLN (Persero) Pembangkitan SB: Pembukean Jahan tanpa bakar; Peraturan' gubernur, Pombangki listrik tenaga air; Peraturan presiden; Perafuran menteri negara lingkungan hidup; = Peraturan menteri Pertambangan dan energi; Persamaan umum kehilangan tanah; Rights of way; Ruang terbuka hijau; Rencana tata ruang wilayah; Sound level meter; Satuan kerja perangkat daerah, Saluran udara tegangan tinggi; Saluran udara tegangan ekstra tinggi, ‘Transmision line 275 kV; ‘Upaya pengelolaan lingkungan hidup; Upaya pemantauan lingkungan hidup; dan Universal soil loss equation. ‘EA ANDAL pembargunan PLIG kapasitas 2430 MW d area Pao Selineah BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAY BABI PENDAHULUAN 11. Latar belakang Dalam rangka mengatasi krisis energi fistrik di Indor: 3, meals: Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres RI) Nomor 4 ‘tun 2016, pemerintah telah menugeskan Kepada PT. PLN (Persero) untuk aelakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik non bahan bel:ir minyak, yaitu mengunakan energi terbarukan seperti batubara dan gas, Persa‘ataan aken listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ckonomi di mi. datang. Untuk memenuhi Kebutuban energi listrik di Provinsi Je % saat nergi listrk yang diproduksi di Provinsi Jambi, meliputi pembans,” berbahe bakar gas dan minyak (PLTD) 6 x 5,328 Mega Watt (MW) dar. -mbangk!' berbaban bakar gas (PLTG) 2 x 30 MW. Jumlah di atzs bele:~ vementi kebutuhan Provinsi Jambi, di mana sast ini dibsntu pasokanny.: ii sistec interkoneksi Sumatera melalui Saluran Udara Tegangan Tiuggi ¢ JTT) 15: KV yang terbentang dari Aceh sampai Provinsi Lampung. Pada so. i sedan dikerjakan pembangunan PLTG Alsthom Frame 5 kapasitas daya: sasang 20 MW. Secara umum diperkirakan tahun 2015 daerah Prov! i Jambi membutuhkan beban puncak 273,35 MW, sementara beban puncak :-aun 2010 sekitar 160 MW. Untuk memenuhi kebutuhan akan energi listr: tersebut, maka dalam waktu dekat PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumats:a Bagian Selatan (PT. PLN) akan membangun pembangkit listrik tenaga ¢:s (PLTG) kapasitas 2 x 50 MW di area Payo Selincah Sektor Pembangkivin Jambi Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi. Dengan selesainya nanti per: 2angunan PLTG Alsthom Frame 5 kapasitas 20 MW dan PLTG kapasitas 2 x 50 MW, ANDAL pembangginan PLTG Kopasitas 2x $0 MW dl area Payo Selincah Ve BABL: ~ gkeluar = - mem: bulen ci PLTG kepada per'enang tener yang b ga per K Hanya es ditentu:: 1 kemudic . Setelah ? ‘ahun mat:> PLTG 1 disorahi. . kepa PLN Pp PLN meiyadari bahwa kegiatia pemban‘inan PLY: yang ak: 1 ilakuie », sudah teva berdameak tethadeo fingkung- 2 hidup ¢* am arti lw Untuk ia sesuai dengan Undang-undarg No. 32 Tahun ‘09 tents: + Perlindu. gan dan ?engelolasn Lingkungsn Hidup, bahwa s: ‘ap rencass Kegiatan yang didusa akan menimbulkan d2mpak pencing terhad- - lingkunge. hidup wjib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungas (AMDAL). Selanjutnya berdasarkan Persturan Ment:ri Negara Lingkungs Hidup Nemor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/--1u Kegiatex yang Wajib Dilengkapi dengan AMOAL, msia renca1 kegiats + pembang :nan PLTG kapasitas > 2 x 50 MW, diler:kapi dene 2 AMDAL Semento« itu rencer [Link] PLTG ini berkapsitas 2 x 50 MW. ANDAL per! angunan PLTG Kapacas 2 50 MW di arca Payo Seine 1-2 BAB LPs. OAHULUAN 1. 1.2.1. juan © sjuan pembangunan PLTG kapasitas 2 x 50 MW di area Payo Selincal adaleh : ‘Ts can dan manfaat 1, Mer :produksi energi listrik untuk kebutuhan pada PT. PLN; 2, Mer. gatasi Kekurangan energi listrik, khususnya di Provinsi Jambi; 3. Merenuhi kebutuhan energi listrik dalam negeri yang bersumber dari non BBM. : 1.22.15 nfaat “+ Mav tat pembangunan PLTG kapasitas 2 x 50 MW di area Payo Selincah adalah -ningkatkan pendapatan daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pen:, inbangan wilayah setempat serta kesejahteraan masyarakat. 1.3, Per. curen perundang-undangan yang melandasi studi Fenyusunan dokumen AMDAL beserta implementasinya harus ‘mengacu viau berdasarkan aturan-aturan yang ada. 1.3. Ater a 1.3.1. At cam penyusunan AMDAL @ UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ling cungan Hidup; b. [Link]. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL; c. Keprreneg LH RI No. KEP-30/MENLH/7/1992 tentang Panduan Peli zkupan Untuk Penyusunan Kerangka Acuan ANDAL; 4. Kepireneg LH RI No, 45 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Lape an Pelaksanaan RKL dan RPL. © Permeneg LH RI No. 08 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Anal'sis Mengenai Dampak Lingkungan; ANDAL pes: sngunan PLTG Kopastias 2 50 MW di oreu Payo Selincah 1-3 BAB I PENDAHULUAN £ Petmeneg LH RI No. 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup; & Permeneg. LH RI No. 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Penilai AMDAL; h, Permeneg. LH RI No. 24 Tahun 2009 tentang Panduan Penilaian Dokumen AMDAL; i, Kep-KaBAPEDAL RI No.56/BAPEDAL/3/1994 tentang Pedoman ‘Mengenai Dampak Penting; Kep-KaBAPEDAL RI No. 299/BAPEDAL/II/1996 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial Dalam Penyusunan Analisis’ Mengenai Dampak Lingkungan; K.” Kep-KaBAPEDAL RI No. Kep-124/12/Tahun 1997 tentang Panduan Kajian Kesehatan Masyarakat Dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup; 1, Kep-KaBAPEDAL RI No. 08 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi delam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungen Hidup, m. Perda Prop. Jambi No. 15 Tahun 2008 tentang Crganisasi dan Tata Kerja Inspektorat. Badan Perencanaan Pembangunan dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jambi; n. Kepgub Prop, Jambi No. 154 Tahun 2002 tentang Pembentukan Komisi Penifai AMDAL Provinsi Jambi; dan ©. Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi No. 17 tahun 2009 tentang Pembentukan Tim Teknis dan Sekretariat Komisi Penilai AMDAL Proviusi Jambi. 1.3.2. Aturan yang mendasari kegiatan kelistrikan dan bangunan a, UURINo. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan; 6. UU RINo. 21 Tahun 2002 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). UU RINo. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan; PP RI No. 6 Tahun 1989 tentang Koordinasi Lintas Vertikal; ¢. PP RINo. 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No, 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik. ANDAL pombangunan PLTG Kapastias 2x 50 MW di area Payo Selina Ina BAB L. PENDAHULUAN £ PP RI No, 26 Tahun 2006 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik, & PP RI No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Otonom; h. Keppres RINo, 43 Tahun 1991 tentang Konscp Energi; i. Perpres RI No. 4 Tahun 2010 Tentang Penugasan Kepada pT. Perusahaan Listrik Nogara (Persero) untuk melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan Energi Terbarukan, batubara dan gas. J. Kep. Dien Listrik dan Pengembangan Energi nomor 75- 12/008/600.2/1995, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan atas -- Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Tenaga Listrik; k, Kepmen ESDM No 1455 K/40/MEM/200 tentang Pedoman Teknis Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum; 1. Kepmen ESDM No, 1457 K/28/MEM/2000 tentang Pedoman:Teknis Pengelolaan Lingkungan di Bidang Pertambangan dan Energi; dan m, Permen ESDM Nomor 0045 Tahun 2005 tentang instalasi Ketenagalistrikan, 1.3.3, Aturan yang mendasari BUMN dan CSR adalah : @, UU RINo. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara; b. UU RI No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; dan ©. Perpres RINo, 45 Tahun 2001 tentang Perusahaan Persero. 1.3.4. Aturan yang mendasari ketenagakerjaan adalah : a, UURINo. | Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja; b. UU RI No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan; ©. UURINo. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja; 4. UU RINo. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Burn; ©. UURINo. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; f, UU RI No. 2 Tahun 2004 tentang Penyolesaian Perseli Industrial; 8. PP RINo, 21 Tahun 1954 tentang Penetapan Peraturan Istirahat Buruh; ihan Hubungan ANDAL pembanganan PLIG Kapasitas 2x SO MW dh area Payo Selincah 1-3 BAB I. PENDAHULUAN h. PP RINo. 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah; i. PPRINo, 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial ‘Tenaga Kerja; J. PPRINo, 79 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas PP RI no. 14 Tabun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja; k, PP RI No. 83 Tahun 2000 tentang Perubahan PP RI no. 14 Tahun 1993 ‘Sebagaimana Telah Diubah dengan PP RI'No. 79 Tahun 1998; 1. PP RI No, 28 Tahun 2002 tentang Perubahan Ketiga ates PP RI no. 14 Tahun 1993 tentang Penyclenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja; [Link] RI No. 64 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat atas PP RI no. 14 ‘Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga - Kerja; n. PP RI No. 15 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh Infonnasi Ketenagakerjaan dan Penyusunan serta Pelaksanaan Perencanaan Tenaga Kerja; ©. Kepmennakertrans RI No. 02/Men/1980 tentang Pemeriksaaan Tenaga Kerja Dalam Penyeienggaraan Keselamatan Kerja; p. Permennakertranskop RI No. 01/Men/1981 tentang Penyakit Akibat Kerja; 4. Kepmenkes RI No. 718/Menkes/Per/X1/1987 tentang Pedoman Kebisingan yang Berhubungan dengan Tingkat Keschatan; t, Permennakertranskop RI No. PER-O4/MEN/1993. tentang Jaminan Kecelakaan Kerja; s, Kepmennakertrans RINo. 15 Tahun 1997 tentang Usia Kerja Produktié, t. Kepmennaker RI No. Kep-OS/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisik di Tempat Kerja; u. Kepmennaker RI No. KEP-150/Men/2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan. Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan, v. Permennakertrans RI No. PER-23/MEN/V/2006 tentang Asuransi Tenaga Kerja Indonesia; [Link] Menaker RI No. SE-01/SE/MEN/1982 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1981 tentang Perlinduagan Upah; x. SE Menaker RI No. SE.01/SE/Menaker/1988 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan di Lingkungan Kerja; dan ANDAL pembangunan PLTG Kapastios 2 [Link] di area Payo Selincah 1-6 BAB I PENDAHULUAN y. SE Menaker RI No, SE.02/SE/Menaker/1988 tentang Baku Mutu Bahan Kimia di Udara. 1.3.5. Aturan lalu lintas a b. sae > ee h UU RINo. 38 Tahun 2004 tentang Jalan; ‘UU RINo, 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, PP RINo, 35 Tahun 1992 tentang Sungai, PP RINo. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan; PP RI No, 34 Tahun 2006 tentang Jalan; Kepmenhub RI No. 67 Tahun 1993 Tentang Tata cara Pemeriksaan Teknis dan Laik Jalan Kenderaan Bermotor di Jalan; Kepmenhub RI No. 69 Tahun 1993 Tentang Penyclenggaraan Angkutan Barang di Jalon, Peraturan Daerah Propinsi Jambi Nomor : 8 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Jalan Untuk Angkutan Hasil Tambang, Hasil Perkebunan, dan Angkutan Barang Lainnya. 1.3.6, Aturan perolehan lahan UU RI No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria; PPRINo. 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah; PPRINo. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaren Tanah; PP RINo. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah; Keppres RINo, 5 Tahun 1992 tentang Pembebasan Tanah; Keppres RI No. 65 Tahun 2006 tentang Penggumaan Tanah untuk * Kepentingan Unum; Perpres RI No. 10 Tahun 2006 tentang Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional. . 1.3.7, Aturan yang mendasari konservasi adalah : a. UU RINo. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistern; ANDAL pembangunan PLIG Kapaslias 2x 50 MI d area Poyo Seincal Ley BAB L PENDARTULUAN b. PP RI No.7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi; dan ¢. Kepmentan RI No. 66 tahun 1978 tentang Kriteria Satwa yang Dilindungi ‘Menurut Ordonasi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931. 1.3.8, Aturan pencemaran a, UU RINo. 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air; b. PP RI No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun; ©. PP RINo. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara; 4. PP RI No. 85 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah ‘Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun; © PP RINo. 18 Tahun 2000 tentang Pengendatian dan Pemanfastan dan Pencemaran Air; £ PP RI No. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya den Beracun (B: & PP RI No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air; h. Kepmenkes RI No, 453/Menkes/Per/X1/1983 tentang Penggolongan Bahan Berbahaya Beracun; i, Kepmeneg KLH RI No. Kep-03/MENKLH/6/1987 tentang Prosedur Penanggulangan Kasus Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup; 4. Kepmeneg LH RI No. 35 Tahun 1993 Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kenderaan Bermotor; k. Kepmeneg LH RI No. 13 Tahun 1995, tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak; 1. Kepmeneg LH RINo. 18 tahun 1995 tentang Perizinan Limbah B3 m, Kepmeneg LH RI No. 48/MENKLH/I Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan; a. Kepmeneg LH RI No. 49/MENKLH/MI Tahun 1996 tentang Baku ‘Tingkat Getaran; ©. Kepmeneg LH RINo. 37 Tahun 2003 tentang Metode Analisis Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan; ANDAL pembonginan PLTG Kopastas 2 30 MIV di are Payo Selincah 1-8 BAB PENDARULUAN p. Kepmencg LH RI No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik; 4. Kepmeneg LH RI No. 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah B3; Kepmeneg LH RI No. 30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 oleh Pemerintah Daerah; Permeneg LH RI No. 33 Tahun 2009 ‘tentang Tata Cara Pemulihan Lahan ‘Terkontaminasi Limbah B3; t. Kepmeneg LH RI No. 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugan Pencemaran / aiau Perusakan Lingkungan Hidup; u. SE Meneg LH RI No. 03/SE/MENLH/6/1987 tentang Prosedur - + Penanggulangan Kasus Pencemaran dan Perusakan Lingkungan; ¥. SE Menaker RI No. SE.O1/SE/Menaker/1988 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan di Lingkungan Kerja; w. SE Menaker Ri No. SE.02/SE/Menaker/1988 tentang Baku Mutu Bahan. Kimia di Udara. x. Kep-KaBAPEDAL RI No. 01/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpuian Limbah B3; y. Kep-KaBAPEDAL RI No. 02/BAPEDAL/09/1995 tentang Dokumen Limbah B3; z. Kep-KaBAPEDAL RI No. 5/BAPEDAL/09/1995 tentang Simbol dan Label Limbah B3; aa, Kep-KaBAPEDAL RI No. 205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman ‘Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergetak; bb. Kep-KaBAPEDAL RI No, 255/BAPEDAL/08/1996. tentang Tata Cara dan Persyaratari Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas; dan cc. Pergub Prop. Jambi No. 20 Tahun 2007 tentang Baku Mutu Lingkungan Daerah Untuk Wilayah Propinsi Jambi, 1.3.9, Aturan kesehatan a UU RINo. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan KLB; b. UU RINo. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan: ANDAL pembangunan PLTG Kapasitas 2 50 MV a area Payo Selincah 19 BAB. PENDAHULUAN f bh Kepmenkes RI No. Nomor 193/[Link]/Per/VIII/77, tentang Pengawasan Pencemaran Air untuk Berbagai Kegunaan yang Berhubungan dengan Kesehatan; Kepmenkes RI No. 560 Tahun 1989 tentang Penyakit Tertentu yang Menimbulkan KLB, Kepmenkes RI No. 1114 Tahun 1997 tentang Pedoman Promosi Kesehatan Daerah; Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 261/Menkes/SK/I/1998 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri; dan Permenkes RI No, 907 Tahun 2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum; dan Permenkes RI No. 1405/Menkes/SK/KU2002 tentang Persyaratan -Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri; dan Permenkes RI No. 564 Tahun 2007 tentang Desa Siaga Kesehatan. ANDAL pembangunan PLTG Kapasites 2x 50 MW a area Payo Selincah 1-10 BAB IL RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN BABIT RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN 2.1, Identitas pemrakarsa dan penyusun ANDAL, Pemrakarsa ‘Nama dan alamat perusahaan © PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan; + JL Demang Lebar Daun no. 375 Palembang 30128, Telp. 0711-374955, Facsimile + 0711-374958, 374959, website : [Link], Kotak Pos : 1325, e-mail : kitlurss@[Link] dan info@pln- ki id. [Link]. Nama dan alamat penanggungjawab * Nama +: Sudirman; © Jabatan : General Manager PLN (Persero) Pembangkitan SBS; * HL Demang Lebar Daun no. 375 Palembang 30128, Telp, 0711-374955, Facsimile : 0711-374958, 374959, website : [Link], Kotak Pos : 1325, e-mail : kiturss@[Link] dan info@pin- [Link], 2.1.2, Penyusan studi AMDAL [Link], Nama dan alamat lembaga penyusun studi AMDAL © Pusat Penelitian Lingkungan Hidup ~ Lembaga Penelitian UNJA; ‘+ Kampus Pinang Masak UNJA, Gedung Lembaga Penelitian UNJA, JI. Raya Jambi - Muara Butian, Mendalo Darat KM. 15 Jambi 36361 Telp/Fax, 0741-29865; dan + E-mail : pplh-lp@[Link], ppIh_ip@[Link] [Link], Nama dan penanggungjawab studi AMDAL * Ketua PPLH UNJA; ANDAL pembanguan PLTG Kapusitas 2x50 MW dl area Payo Selincah Wet ‘BABI. RENCANA USAMA DAN ATAU KEGIATAN + Kampus Pinang Masak UNJA, Gedung Lembaga Penelitian UNJA, JI. Raya Jambi - Muara Bulian, Mendalo Darat KM. 15 Jambi 36361 Telp/Fax. 0741-529865; dan +: pplh-Ip@[Link], pplh_Iy [Link], [Link]. Nama dan keablian anggota penyusun AMDAL © E-mail Tim penyusun terdiri atas tenaga yang shli dibidangnya dengan susunan sebagaimana pada Tabel 2.1, ‘Tabel 2.1. Susunan prsonil penyusunan dokumen AMDAL Nama dan ‘Keablian ‘Pendidikan akademis/ | ___jabaten sertifikat bidang tingkungan ‘A Tenaga abit 1. Ir, Yanuar Fitri, | Lingkungan | 1. SI Pembangunan Pertanian (UNJA) MSi 2, $2 Pemb. Wilayah dan Pedesaan (UNAND) 3. Sertifikasi kompetensi ketua penyusun iaieea) dokumen AMDAL No. K.[Link].00018 4. Sertfikat Amdal A 5, Sertfikat Amdal B 6, Sertifikat AMDAL Penilai 7. Sertifikat Metode Anatisis Kualitas Lingkungan 8, Sertfiket Pembinaan Teknis Pelaksanaan dan Evaluesi RKL, RPL serta Land Aplication 9, Sertfikat Pemantau Adipura 10, Sertifikat Audit Lingkungan 11, Seatifikat Pelatihan Kajian Lingkungan Hidup Stratogis ir. Ajidirman, | Geofisik | 1. SI Tanah (UNJA) MP. (Anggots) 2. 82 Perwatakan dan Klasifikasi Tanah (UNAND) 3. Sertifikasi kompetensi anggota penyusun dokumen AMDAL No. A.020,10.10.009.000297 4. Sertfikat Pelatihan Teknik Sampling Air an Biota Dalam Penanganan Kasus 5, Scrtifikat Pelatihan Dasar-Dasar AMDAL ANDAL pembangunan PLTG Kapasitas 230 MI dl area Payo Selincah m-2 ‘BAB IL RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN [[Link] —] Geofisik | 1. Si Tekhnik Blekiro Univ. Muhammadiyah Canggota) Sumbar a TNeliyati MSI | Biologt T. ST Agronomi (UNJA) (Anggota) 2, $2 Agronomi (IPB) 3. Settfkasi kompetensi anggota penyusun dokumen AMDAL No. A.[Link].000298 4. Sertifikat AMDAL A 5, Sertifikasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis 3. Ir. Syaitl Hadi, | Sosbad T. SI Petemakan (ONIA) MS 2, $2 Penyuluban Pembangunan (IPB) 3. $3 Penyulohan Pernbangunan (UGM) (Kandidat Doktor) 4, Sertifikat AMDAL A 5. Sertifikat AMDAL B [Link]. NahriTaris, | Sosek 1. Si Sosek Petermakan (UNJA) MSi (Anggota) 2. $2 Manajemen Sumberdaya Alam (IPB) 3. Sertifikasi kompetensi anggota penywsun dokumen AMDAL No. A.020.10,10,008,006296 3. Sertifikat AMDAL A, 4. Sertifiket Pemantan Adipara 5. Settfikat Pelatihan Menghadapi dan |__ Menangani Konflik Sumberdaya Alam Kesmas |B. Tenaga Pendakung ie [Link], [Tore gambar] 1. St Timu Tanah (UNTA) MSc 2.82 GIS Belanda) 3. Sertfikat Pelatihan Dasar-Daser AMDAL [Link], Lembaga / personil pendukung 1. Seameo biotrop services laboratory ~ Bogor; 2. Laboratorium tanah Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian UNIA, untuk Pembuatan Peta; 3. Tenaga operator komputet/administrasi. 4, Tenaga enumerator bidang sosekbudkesmas dan tenaga lapangan -kimia dan biologi. bidang geofisi ANDAL pembangunan PLTG Kopasitas 2 50 MW dl area Payo Selincah 4-3 BAR I RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN 2.2. Uraian reneana usaha dan atau kegiatan ‘Nama kegiatan adalah AMDAL Pembangunan PLTG Kapasitas 2 x 50 MW di Area Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, Dasar kegiatan adalah Izin Mendirikan bangunan (IMB) yang telah dikeluarkan oleh Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Jambi atas nama pemilik Ir, Made Pramudia MM atas nama PT. PLN (Persero) dengan nomor IMB 648/538/5- JT/V/2011 tanggal 14 April 2011. Rencana tata ruangnya masuk dalam BWK DI dan ULPnya DI-3,10 (lampiran B1). Kajian studi AMDALnya adalah ‘Pembangunan PLTG kapasites 2 x 50 MW di area Payo Selincah yang merupakan AMDAL tunggai, yang dileksanakan oleh PT. PLN yang berada dalam wilayah PT, PLN (Persero) Scktor ‘Pembangkitan Jambi. Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW (proyek) secara administratif berada di Jalan Berdikari nomor 26 RT 24 Kelurahan Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur - Kota Jambi. Secara fisik fokasi proyek berada di sebelah Barat Laut dari tangki BBM milik PT. PLN yang merupakan Jahan milik masyarakat sehingga perlu pembebasan Inhan seluas 8.300 m*. Lahan untuk pondasi mesin PLTG 2 x 50 MW dan wility-nya seluas 1.998,45 m? (sesuai IMB) yang terdiri atas : 1. Gas turbine generator, 2. Control building, administration office and switchgear room, 3. Air compressor, 4. Main trafo, 5. Substation equipment, 6. Gas regulator dan gas metering, 7. Gas scrubber and filter, 8 Ro building, 11. Water storage, 12, Waste pit, 13. Drain pir, 14, Clean water, 15, Water tank, dan ANDAL pembangunan PLTG Kapastas 2x 50 MI dt erea Payo Selincah ued ‘BAB I. RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN 16. Riser, ‘Untuk lokasi switch yard akan ditempatkan di sebelah Barat Laut ‘switch yard PLTG Alsthom Frame 5 kapasitas 20 MW dan berada dalam lahan milik PT. PLN (Persero) seluas 27 x 35 meter efektif derigan bangunan untuk 2 jalur ganiry/bay, masing-masing 12 x 28 m yang terletak di sebelah Barat Laut eksisting switch yard PLTG Alsthom Frame 5 kapasitas 20 MW yang berada di Juar Jahan dalam IMB (1.998,45 m?). Lokasi switch yard ini pada awalnya ‘merupakan areal komplek perumalian dinas PT. PLN (Persero) dan saat sekarang sudah dibersihkan dari bangunan perumahan tersebut. Bezikut foto ‘tapak pondasi dan switch yard. Gambar 2.1, Tapak PLTG 2 x 50 MW dan lokasi tapak switch yard PLTG kapasitas 2 x 50 MW di area Payo Selincah berbahan baku gas. Gas tersebut sebagian besar terdiri atas methana (CH4). Komposisi lain seperti sthana (C2H6), prophane (C3H6), nitrogen (N2), karbon dioksida (CO2) dan Komposisi lainnya. Gas akan berasal dari pipa gas eksisting yang digunakan PT. Enerasindo Heksa Karya yang memasok gas untuk PLTG Batanghari 1 dan 2, Pipa yang ada bertekanan 650 PSI dg volume 20 msc. Bila gas akan dipasok ANDAL penibanguoan PLTG Kapasitas 2 50 MW dl area Payo Selineah uss ‘BABI RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN untuk kebutuhan PLTG 2 x 50 MW, maka volume akan ditingkatkan menjadi 50 mse dengan tekanan tetap 650 PSL Sumber gas dari gas regulator dan rietering dengan pipa sejauh 135 meter. Kondisi fisik Inhan berupa tanah aluvium dengan great group tropohemists di sebelah Barat Daya dan troposaprist di sebelah Timur Laut. ‘Lokasinya berdekatan dengan pemukiman penduduk, schingga diperlukan areal pemisah pembangkit dengan pemukiman penduduk. Katena semua faktor penghambat untuk menjadikan lokasi rencana usaha bisa diatasi oleh pihak pemrakarsa, dengan berbagai teknologi dan pendekatan, maka lokasi rencana usaha dan/ alau kegiatan dapat cocok untuk rencana kegiatan. 2.2.1, Penentuan bates-batas Jahan yang langsung akan digunakan oleh rencana usaha dan atau kegiatan Areal pembangunan PLTG 2: $0 MW akan dilakukan pada iahan seluas 8.300 m? berbatasan langsung dengan PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Jambi Payo Selincah, yang telah terpasang dan beroperasi, diantaranya; 1. PLTD kapasitas 6 x 5,128 MW; 2, PLTG Batanghari I dan II kapasitas 2 x30 MW; 3. Gardu Induk Payo Selincah 60 MVA; dan 4. PLTG Alsthom Frame 5 Kapasitas 20 MW (selesai konstruksi). [Link] antara lokasi rencana usaha dan atan kegiatan dengan Jarak dan tersedianya suniberdaya air, energi, sumberdaya alam hhayati serta sumberdaya manusia yang diper!ukan Pembangkit PLTG 2 x 50 MW untuk operasional memerlukan air untuk pendingin putaran mesin. Penggunaan air 30 m°/ jam, Air akan diambil dari air tanah sehingga diperlukan izin pemanfaatan air tanah dari Pemda Kota Jambi. ANDAL pembangunan PLTG Kapasias 2x 30 MW di area Payo Selincah 1-6 ‘BAB IL RENCANA USABA DAN ATAU KEGIATAN Akses menyju lokasi tersebut bisa dilalui melalui jalan masuk berikut : 1, Dari Pasar Baru Talang Banjar di Jalan Orang Kayo Pingai menuju ke arah ‘Timur ke Jalan Sentot Alibasa yang merupakan jalan utama, Sekitar 1,7 km_ di persimpangan masuk ke argh kiri (utara) masuk ke Jalan Semeru. Sekitar 1,5 km dari persimpangan Jalan Semeru tersebut terdapat simpang empat, lalu masuk ke arah kisi (barat laut) menuju Jalan Berdikari, PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Jambi berada sekitar 0,15 km dari simpang Jalan Berdikari tersebut; dan 2. Dari jalan Lingkar Timur yang merupakan jalan utama, sekitar 1,5 km dari Simpang Marene ke arah utara terdapat simpang menuju SMUN 9 Kota Jambi. Di simpang tersebut belok ke arah kanan (Barat) ke arah SMUN 9 tersebut sekitar 0,4 km terdapat perempatan, Jalu masuk ke kanan (Barat Laut) memasuki Jalan Berdikari. PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Jembi berada sekitar 0,15 km dari simpang Jalan Berdikari tesebut. 2.2.3, Tata letak usaha dan atau kegiatan, dan struktur Iainnya yang akan dibangun dan hubungannya dengan bangunan yang sudah ada Lokasi kegiatan berbatasan langsung dengan kegiatan pembangkitan yang sudah ada, baik PLTD maupun PLTG, dimsna switch yard PLTG 2 x 50 MW akan bergabung dengan pembangkit yang sudah beroperasi, begitu juga dengan pasokan gas melalui pemipaan yang sudah terpasang. Berikut ini disajikan peta tata Jetak bangunan dan infrastruktur lainnya yang ada di lokasi pembangunan PLTG 2.x 50 MW. ANDAL pembangzman PLTG Kapastiae 2x 50 3 dh area Peyo Selincah m7 ‘BAB I, RENCANA USAHA DAN ATAU KBGIATAN Gambar 2.2. Tata letak bangunan dan kegiatan lainnya di sekitar proyek 2.2.4, Tahap pelaksanaan rencana usaha dan atau kegiatan [Link]. Tahap prakonstruksi A, Sosialisasi Kegiatan sosialisasi adalah kegiatan awal yang mesti dilakukan oleh pemrakarsa dalam pembangunan PLTG kapasitas 2 x 50 MW di area Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, Sosialisasi AMDAL merupakan kegiatan penerapan Surat Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08 Tabun, 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL. Kegiatan sosialisasi merupakan salah satu bentuk pengenalan dan proses pemberian pemahaman kepada masyarakat tentang rencana usaha ddan atau kegiatan yang akan dilakukan, Melalui sosialisasi ini diarapkan saran ANDAL pembanginan PLIG Kapacitas 2x 50 MI di arsa Payo Slincah m8 ‘BAB I RENCANA USABA DAN ATAU KEGIATAN dan masukan dari masyarakat tentang berbagai aspek sosial yang mendukung penyelenggaraan rencana kegiatan. Kegiatan sosialisasi di media masa telah dilakukan di harian Jambi Ekspres tanggal 15 Mei 2011 (lampiran I - 1), Kegiatan sosialisasi juga sudah dilaksanakan dengan masyarakat dan aparat pemerintah dari tingkat RT sampai kecamatan. Kegiatan sosialisasi juga dikaitken dengan bantuan kepada anak- ‘anak kurang mampu (Lampiran I 2), Materi sosialisasi meliputi reneana kegiatan PT. PLN yang akan melakukan kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 ‘MW di area Payo Selincah Kecamaten Jambi Timur, lokasi administrasi egiatan, tahap-tahep kegiatan yang akan di‘akukan, masalah ketenagakerjaan, dan dampak positif dan negatif yang akan terjadi dengan adanya kegiatan tersebut, B. Perolehan fahan Lokasi pembangungan PLTG 2 x 50 MW berada di luar komplek Pembangkitan PT. PLN Sektor Pembangkitan Jambi, yakni di lahan masyarakat, dan berbatasan langsung dengan pembangkitan yang sudah ada serta pemukiman masyarakat, Rencana pembebasan lahan seluas 8,300 m2. Tahap pertama kegiatan pembebasan lahan adalah pendataan lahan dan pemilik lahan yang terkena lokasi kegiatan pembangunan dan atau jalan. Dari hasil pendatean tersebut diketahui status dan Iuas tanah, volume tanaman tumbuh serta bangunan. Maka kegiatan pembebasan tanah dapat dilakukan sesuni dengan peraturan yang ada. Proses pembebasan tanah tersebut dilakukan dengan jual beii. Secara teknis proses jual beli mengacu kepada Perpres nomor 65 tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, serta mempertimbangkan harga NJOP PBB, harga pasar setempat dan harga yang ditetapkan pemerintah (jika ada). Pekerjaan perolehan lahan ini bisa ANDAL pemibangunan PLTG Kapastas 2x50 MB di area Payo Selincah 9 ‘BABI. RENCANA USAHA DAW ATAU KEGIATAN dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Jambi atau pihak yang ditunjuk dengan pendampingan dari pihak BPN, aparat Pemda Kota Jambi, aparat kecamatan, dan kelurahan, [Link]. Tahap konstraksi ‘A. Mobilisas! peralatan dan material Mobilisasi peralatan dan material adalah kegiatan untuk memasukan peralatan don material yang digunakan dalam membangun pembangkit listrikc dan utility, Peralatan dan material didstangkan atau diangkut deri Iuar lokasi reneana usaha dengan menggunakan frucW/trailer. Peralatan yang akan bampir berdekatan dengan rujukan arah aliran air (sungai), pergerakan udara, dan daratan . Berikut ini disajikan peta wilayah studi dan lokasi pengambilan sampel dari kegiatan pembangunan proyek Payo Selincah. Peta wilayah studi dan lokasi pengambilan sampel disajikan pada gambar berikut, 4.2.2, Batas waktu kajian Batas waktu kajian adalah merupakan rentang waktu perkiraan terjadinya dampak dari pembangunan proyek dan tindakan pengelolaan yang dilakukan dalam selang waktu dimaksud mulai dari tahap pra konstrusi hingga berakbirnya tahap operasi, ANDAL pembangwnan PLIG Kapastes 2x 30 MW dl area PayoSelincoh I-16 103°38'45°E 109°3850°E. 103°3855'E, (eee BAP TL { | 103°38:35'E 1033840 E 103°38'45E 103°38'50°E 103:3858'E, BABV PRAKIRAAN DAMPAK BAB ¥. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING BABY PRAKIRAAN DAMPAK PENTING 5.1, Tahap Pra Konstruksi 5.1.1. Sosialisasi [Link]. Perubahan Sikap, Persepsi dan Konflik Sosial Sikap dan persepsi masyarakat adalah hal yang sangat penting dalam kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW. Persepsi masyarakat yang baik bisa ‘muncul dari intensitas dan kualitas sosialisasi yang dilakuken. Sosialisasi penting untuk ‘niemperjelas keberadaan perusahaan, memberi informasi tentang kegiatan- Kegiatan yang difakuken, termasuk dampak-dampai yang mungkin muncul dari Kegiatan, serta menampung aspirasi masyarakat, demi mendukung kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW. diduga akan menimbulkan dampak iethadap sikap, persepsi dan konflik sosial, karena sosialisasi juga merupakan upaya untuk merekam berbagai masukan dan masalah yang diutarakan oleh masyarakat, sebingga hal ini akan menciptakan iklim yang kondusif serts menghindarken konflik kepentingan. Sosialisasi mesti dilakukan dengan arif dan bijaksana serta tepat sasaran, karena adanya anggapan negatif di kalangan masyarakat bahwa Jaringan transmisi akan menimbulkan efek yang tidak baik terutama terhadap keschatan masyarakat, Sosialisasi dilakukan agar pandangan yang negatif bisa menjadi positif, yakni dengan menjelaskan secara detail tentang pentingnya kkegiatan ini untuk pasokan energi listrik bagi masyarakat umum. Juga perlu penjelasan tentang keamanan pembangkit terhadap masyarakat sekitar, sehingga masyarakat tidak pert khawatir dengan hal tersebut. Pada seat sekarang, meskipun masyarakat umumnya tetlibat mendukung pembangunan PLTG 2 x 50 MW, mengingat manfaatnya yang vital bagi masyarakat, namun sesungguhnya masyarakat sekitar masih memiliki Kekhawatiran terhadap keamanan pembangkit. Dengan demikian, maka rona awal ANDAL pembanguran PLTG Kapastas 2x 50 MW dl area Peyo Selineah vet Kegiatan sosialisasi BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING ‘untuk sikap, persepsi dan konflik sosial adalah sedang (skor 3). Dengan kegiatan sosialisasi yang terus menerus dan pendekatan yang baik maka diharapkan setelah sosialisasi maka sikap dan persepsi masyarakat akan menjadi sangat baik (skor 5), dengan demikian perubahan dampak adalah sedang (skor 2). Namun sosialisasi sangat penting artinya dan merupakan Jangkah awal untuk kegiatan berikutnya. Kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50°MW juga rawan menimbulkan konflik sosial apabila tidak dikelola, karena konflik sosial sekecil apapun mesti diredam. Lokasi dampak yang terjadi yakni pada masyarakat di sekitar rencana pembangunan PLTG 2 x 50 MW, yakni Kelurahan ayo Selincah, khususnya masyarakat RT 23, 24 dan 25. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi lumumnya adalah semua masyarakat di lokasi tersebut yang merupakan pemukiman penduduk yang tergolong padat, dengan demikian jumlah manusia Yang terkena dampak banyak. Sikap dan persepsi masyarekat tethadap sosialisasi Juga akan menyebabkan masalah-masalah Jain bisa diminimalisir, ‘Dengan derikian masyarakat bisa memahami dan tnengerti serta meneritna keberadaan Pombangunan PLTG 2x 50 MW, sehingga Komponen Iain yang terkena dampak juga banyak. Kerena sikap dan persepsi di kalangan masyarakat terbentuk terus menerus dan selama PLTG 2 x 50 MW. beroperasi, maka dampak berlangsung Jama. Sikap dan persepsi juga berakumulasi dengan dampak dari kegiatan lain yang dilakukan oleh PT. PLN, maka dampak kegiatan sosialisasi terhadap sikap, Persepsi dan konflik sosial adalah kumulatif, Dengan demikian sifst dampak adalah penting. Oleh Karena itu dampak kegiatan sosialisasi terhadap sikap, persepsi dan konilik sosial masyarakat diperkirakan memiliki besaran dampak Sedang, sifat dampak Penting, arah perubahan dampak Positif, dan hubungan dampak Tidak Langsung. Lokasi dampak adalah di Kelurahan Payo Selincah. ANDAL pembangunan PLTG Kapasiias 2x 50 MW di area Payo Selincah v2 BAB V, PRAKIRAAN DAMPAK PENTING 5.1.2. Perolchan Lahan [Link]. Perubaban Kesempatan Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga Kegiatan perolehan Jahan, akan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki lahan untuk memperoleh harga lahan yang layak, schingga masyarakat yang tinggal di lahan tersebut akan mampu memperoleh Jahan di tempat Jain dengan ukuran yang lebih luas, dan atau lokasi yang lebih strategis. Dalam konteks ini, maka perolchan lahan dengan harga jual beli mest dihargai dengan layak, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut. Perolchan Ishan mesti dilakukan pada tahap aval kegiatan. Perolehan lahan dilakukan dengan jual beli. Kegiatan perolehan lahan diduga akan ‘menimbulkan dampak terhadap lingkungan sosial masyarakat, yaity sikap dan persepsi masyarakat serta konflik sosial, Hal ini perlu di cermati Karena harga jual eli lahan yang tidak memuaskan akan menyebabkan masyarakat keberatan untuk menyerahkan lahannya, sehingga sikap dan persepsi inasyarakat akan negatif. Rona awal untuk sikap dan persepsi masyarakat diperkirakan berbobot sedang (skor 3). Cara pemrakarsa dalam perolehan lahan akan sangat meneniukan. dampak sikap dan persepsi masyarakat selanjutnya. Apabila pihak pemrakarsa mampu meyakinkan masyarakat untuk menjual lahannya dengan kesadaran sendiri dengan cara yang baik dan benat, sikap dan persepsi dipeskirakan akan menjadi Sangat Baik (skor 5). Tetapi apabila perolehan lahan tidak dilakukan dengan baik, maka arah perubahan bisa menjadi negatif yakni sikap dan persepsi menjadi sangat tidak baik (skor 1). Dengan demikian perubahan akibat dampak adalah sedang (ckor 2). Mengingat perolehan Iahan sangat penting untuk Kepastian kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW, maka dampak yang ditimbulkannya menjadi besar, schingga perlu dikelola dengan baik. Lokasi dampak’ yang terjadi yakni pada masyarakat pemilik Iahan. Masyarakat yang kemungkinan terkena dampak umumnya adalah masyarakat pemilik Jahan, Karena sikap dan persepsi bisa terbentuk terus menerus dan selama ANDAL pembangunan PLIG Kapasitas 2x 50 MW di area Payo Selineah ve3 BABY. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING masa operasional PLTG 2 x $0 MW, maka dampak berlangsung lama, Hal tersebut juga dapat berakumulast dengan penyebad dampak sikap dan persepsi Yang berasal dari Kegiatan lain, sehingga sifumnya adalah kumulatif, Dengan demikian sifat dampak adalah penting, Olch Karena itu dampak kegiatan perolehan laban terhadap sikap, persepsi dan konflik sosial diperkirakan memiliki besaran dampak Sedang, sifat dampak Penting, arah perubahan dampak Negatif, dan hubungan dampok Tidak Langsung. Lokasi dampak adalah pada masyarakat yang lahannya terkena kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW [Link]. Perubahan Sikap, Persepsi dan Konflik Sosial Perolehan lahan mesti dilakukan pada tahap awal kegiatan. Perolehan Jahan dilakukan dengan jual beli. Kegiatan perolehan lahan diduga akan menimbulkan dampak terhadap lingkungen sosial masyaraket, yaitu sikap dan Persepsi masyarakat serta konflik sosil, Hal ini perlu di cermati Karena harga jual beli laban yang tidak memuaskan akan menyebabkan masyarakat keberatan untuk menycrabkan Iahannya, sehingga sikap dan persepsi masyarakat akan negatif. Rona awal untuk sikap dan persepsi masyarakat diperkirakan berbobot sedang (skor 3). Cara pemrakarsa dalam perolehan Jahan akan sangat menentukan dampak sikap dan persepsi masyarakat selanjutnya. Apabila pihak pemrakarsa mampu meyakinkan masyarakat untuk menjual lahanaya dengan kesadaran sendiri dengan cara yang baik dan benar, sikap dan persepsi diperkirakan akan menjadi Sangat Baik (skor 5). Tetapi apabila perolehan laban tidak dilakukon dengan baik, maka arah perubehan bisa menjadi negatif yakni sikap dan persepsi ‘menjadi samgat tidak balk (skor 1). Dengan demikian perubahan akibat dampak adalah sedang (skor 2). Mengingat perolehan Jahan sangat penting untuk Kepastian kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW, maka dampak yang ditimbulkanaya ‘menjadi besar, schingga perlu dikelola dengan baik. ANDAL pembaneunan PLTG Kapasitas 2x 50 MIF di area Payo Selincch ve4 BAB V. PRARIRAAN DAMPAK PENTING Lokasi dampak yang terjadi yakni pada masyarakat pemilik Jahan, Masyarakat yang kemungkinan terkena dampak umumnya adalah masyarakat pemilik lahan. Karena sikap dan persepsi bisa terbentuk terus menerus dan selama_ masa operasional PLTG 2 x 50 MW, maka dampak berlangsung fama, Hal ‘ersebut juga dapat berakumulasi dengan penyebab dampak sikap dan persepsi yang berasal dari Kegiatan lain, schingga sifatnya adalah Komulatif. Dengan demikian sifat dampak adalah penting. Oleh karena itu dampak kegiatan perolchan Iahan terhadap sikap, persepsi dan Konfiksosial diperkrakan memiliii besaran dampek Sedang, sifat dampak Penting, arah perubahan dampak Negatif, dan hubungan dampak Tidak Langsung. Lokasi dampak adalah pada masyarakat yang Jahannya terkena ‘kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW. 8.2, Tahap Konstrukst 5.2.4, Mobilisasi Alat Bera: dan Material [Link]. Perabahan Kualitas Udara Ambien Kegiatan mobilisasi alat berat dan material pada tahap konstruksi diidentifikasi sebenamya dapat menimbulkan dampak terhadap Icualitas udara tambien karena timbulnya debu dari badan jalan yang dilewati oleh alt berat yang Keluar masuk membawa bahan material yang dipertuken untuk pekerjaan Konstruksi. Disamping itu ges buang mesin alat berat juga akan mencemari Tinelcungan udara ambien. Akan tetapi, kegiatan mobilisasialat berat dan material Pada tahap Konstruksi berlangsung sesaat dan dalam rentang waktu yang pendek, Sehingga meskipun dapat menimbulkan dampak naman perubahan yang tetjedi Pada kualitas wdara ambien keel dan berlangsung seseat. Oleh Karena itu dampak ‘Yang ditimbulkan terhadap kualitas udara ambien dinilai sebagai dampak kecil dan tidak penting, ANDAL pembangunan PLTG Kepasites 2x50 MW dt area Payo Selincal v-5 BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING [Link]. Perubahan Kebisingan Kegiatan mobilisasi alat berat dan material pada tahap konstrukst diidentifikasi sebenamya dapat menimbulkan dampak tethadap kebisingan karena timbulnya bunyi dari mesin alat berat yang keluar masuk membawa bahan material yang diperlukan untuk pekerjaan Konstruksi. Akan (etapi, kegiatan mobilisasi alat berat dan material pada tahap konstruksi berlangsung sesaat dan frekuensi keluar masuk kendaraan alat berat ke lokasi rencana pembangunan pembangkit tidak sering dan dalam rentang waktu yang pendek, schingga meskipun dapat menimbulkan dampak namun perubahan yang terjadi pada Komponen kebisingan kecil dan berlangsung singkat dan sesaat. Oleh Karena itu dampak yang ditimbulkan terhadap kebisingan dinilai sebagai dampak Keeil dan tidak penting, [Link], Perubakan Aksesibititas dan Mobilitas Masyarakat Mobilisasi peralatan dan material diperkirakan akan berdampak kepada aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Dampak ini timbul dikarenakan terjadinya arus keluar — masuk alat terat dan material untuk penbangunan PLTG 2 x 50 ‘MW, yang akan menggunakan jalan yang juga dilalui oleh masyarakat, terutama i Jalan Semeru dan Jalan Berdikari. Dengan kondisi jalan yang merupakan jalan. Tingkangan, akan menjadi burvk jike dilalui alat berat, dan juga mengganggu terhadap aktifitas masyarakat yang melewati jalan tersebut, sehingga aksesibilitas den mobilitas masyarakat juga terganggu. Hal-hal tersebut akan menimbulkan dampak sikap dan persepsi yang negatif di masyarakat, yang bisa memicn konflik sosial. Namun demikian, mobilisasi alet berat dan material ini bersifat temporer dan sesasi, yakni berlangsung hanya selama pembangunan PLTG 2 x 50 MW. Kondisi aksesibilitas dan mobilitas masyarakat yang selama ini lancar adalah sangat bail (skor 5), karena adanya kegiatan. pembangunan PLTG 2 x 50 MW bisa menjadi terganggu, sehingga kondisinya menjadi buruk (skor 2).. Oleh ‘karena itu dampak yang muncul diperkirakan besar (skor 3). ANDAL pembangunan PLIG Kapasitas 2x 50 MW di area Payo Selincah V-6 ‘BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Lokasi dampak terjadi di sepenjang jalur jalan yang dilalui mobilisasi kendaraan pembangunan PLTG 2 x 50 MW. Masyarakat yang kemungkinan ‘terkena dampak umumanya adalah masyarakat yang melewati jalur jalan tersebut, yang cokup padat, karena itu jumlah manusia yang terkena dampak banyak. Intensitas dampak diperkirakan akan tinggi atau berlangsung intensif. Dengan demikian sifat dampak adalah penting. Oleh Karena itu dampak kegiatan mobilisasi peralatan dan material tethadap perubahan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat diperkirakan memiliki besaron dampak Besar, sifat dampak Penting, arah perubahan dampak Negatif, ddan hubungan dampak Tidak Langsung. Lokasi dampak adalah di sepanjang Jalur jalan mobilisasi peralatan dan material, terutama di Jalan Berdikari dan Jalan Semeru. [Link]. Perubahan Sikap, Persepsi dan Konilik Sosial Mobilisasi peraiatan dan material diperkirakan juga berdampak kepada perubahan sikap, persepsi dan konflik sosial. Hal ini adalah dampak turanan akibat terganggunya aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Terganggunya aksesibilitas dan mobilitas masyarakat tersebut menyebabkan sikap dan persepsi masyarakat terhadap kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW menjadi negatif, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar dan melalui Jalan Semeru dan Jalan Berdikari. Hal ini juga akan memicu timbulnya konflik sosial antara pemrakarsa dengan masyaraket sekitar. Rona awal untuk sikap, persepsi dan konflik sosial berbobot sedang (skor 3). Cara pemrakarsa dalam mobilisasi peralaton dan material akan sangat ‘menentukan dampak sikap, persepsi dan konflik sosial masyarakat sclanjutnya. Apabila pihak pemrakarsa mampu menjaga kegiatan mobilisasi peralatan dan material agar tidak mengganggu masyarakat, baik masyarakat di sckitar jalan, maupun masyarakat yang menggunakan jalan, maka sikap dan persepsi aka baik. Tetapi apabila kegiatan mobilisasi peralatan dan material tidak memperhatikan ANDAL pembangunan PLTG Kapastes 2x 80M di area Payo Seincah ver ‘BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING kepentingan masyarakat, maka arah perubshan menjadi negatif yekni sikap dan persepsi menjadi sangat buruk (skor 1). Bahkan bisa menimbulkan konilik antara masyarakat dengan pemrakarsa. Dengan demikian perubahan akibat dampak adalah sedang (skor 2). Mengingat sikap dan persepsi masyarakat tethadap pemrakarsa harus selalu baik, agar tidak menimbutkan Konflik sosial yang bisa menghambat pembangunan PLTG 2 x 50 MW, maka dampak kegiatan mobilisasi peralatan dan material terhadap sikap, persepsi dan konflik social harus dikelola dengan baik, Lokasi dampak terjadi di sepanjang jalur jalan yeng dilalui mobilisasi Peralatan dan material pembangunan PLTG 2 x 50 MW. Masyarakat yang Kemungkinan terkena dampak umumnya adalah masyarakat yang melewati jalur Jalan tersebut, yang cukup padat, karena itu jumlah manusia yang terkena dampak banyak. Intensitas dampak diperkivakan akan tinggi atau berlangsung intensif, ‘meskipun hanya bersifat sesaat, yakni pada saat mohilisesi perlaian dan material. Dampak sikap dan persepsi akan berakumulasi dengan dampak sikap dan persepsi Gori kegiatan Iain sehinggs kumulatif, dengan demikian sifat dampak edalah penting. Oleh Karena itu dampak kegiatan mobilisasi peralatan dan material ‘ethadap sikap, persepsi dan konflik sosial diperkirakan memiliki besaran dampak ‘Sedang, sifat dampak Penting, arah perubahan dampak Negatif, dan hubuagan dampak Tidak Langsung. Lokasi dampak adalah di sepanjang jalur jalan ‘mobilisasi peralatan dan material, terutamna di Jalan Berdikari dan Jalan Semeru, [Link]. Perubahan Kesehatan Masyarakat dan Kecelakaan Kerja Kegiatan mobilisasi alat berat dan material dari kegiatan pembangunan PLTG 2 x 30 MW akan menyebabkan frekuensi penggunaan jalan dan ‘tansportasi umum di masyarakat akan meningkat dari biasanya. Hal ini akan berpotensi terhadap peningkatan polusi atau pencemaran udara (Kadar Debu, CO, CO2) dan Kebisingan, khususnya pada musim kemarau. Kegiatan ini dapat ANDAL pembangunan PLIG Kapasitas 2 x 50 MW dt area Payo Selineah vV-8 BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING meningkatkan elemahan/kecacatan (sementara, permanen) bahkan dapat menyebabkan kematian akibat human error dan kesalahan prosedur kerja. Dengan demikian, secara langsung juga akan berpotensi terhadap perubahan/ peningkatan kejadian penyakit di daerah permukiman masyaraket sekitar rencana Pembangunan jaringan transmisi tersebut, seperti: penyakit saluran pernafasan GSPA, influenza, asma), irtasi mata, penyakit Kulit, kecelakaan dan gangguan fangsi pendengaran yang selama ini kategori baik (sker 4) bisa berubah menjadi sanget buruk (skor 1). Perubahan ini menunjukkan bahwa besaran dampak Kegiatan mobilisasi alat berat dan material techadap kesehatan masyarakat dan Kecelakaan kerja memiliki besaran perubahan dampak besar (skor 3). Lokasi dampak yang terjadi adaleh lokasi di sepanjang jalur jalan mobilisas! peralatan dan material, dan di sekitar lokasi jalur pembangunan PLTG 2 x 50 MW; dengan demikien lokasi dampak nilainya sangat las, Masyarakat yang kemungkinan terkena dampak umumnya adalah masyarakat yang melewati Jalur jalan tersebut, dengan demikian jumiah menusia yang terkena dampak banyak. Maka sifat dampak adalah penting. Oleh Karena itu, dampak Kegiatan mobilisasi alat dan material tethadap Kesehatan masyarakat dan kecelakaan kerja diperkirakan memiliki besaran dampak Besar, sifat dampak Penting, arch perubaban dampak Negatif dan hubungan dampak Tidak Langsung, Lokasi dampak terjadi di masyarakat yang berada di sepanjang jalur jalan mobilisasi peralatan dan material, terutama di Jalan Berdikati dan Jalan Semeru. 5.2.2, Pengadsan TenagaKerja [Link], Perubahan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga. Kegiatan pengadaan tenaga kerja pada kegiatan pembangunan PLTG 2 x 50 MW akan berpengaruh pada peningkatan kesempatan kerja. Tecbukanya Peluang kerja di masyarakat akan mampu menambeh pendapatan rumah tanga, Meskipun tenaga kerja yang dibutubkan tidak terlalu banyak dan terbatas dalam ANDAL perbangunan PLUG Kepasias 250 MW dara Payo Selincah v-9 ‘BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING waktu yang singkat, namun tetap besar artinya bagi masyarakat lokal, terutama di tengah ketatnya persaingan untuk memasuki bursa kerja Mengingat rona awal kesempatan Kerja adalah buruk (skor 2), dengan adanya kogiatan, maka Kesempatan kerja menjadi baik (skor 4). Dengan demikian perubahan dampak adalah sedang (skor 2). Sungguhpun demikian, dampak ini harus dikelola, karena ‘masyarakat setempat sangat berharap untuk ditkutkan sebagai tenaga kerja pada kegiatan ini, Dampak kegiatan pengadaan tenaga kerja ini akan berpengaruh terhadap Komponen lingkungan yang Iain, sehingga komponen yang terkena dampak banyak dan kumulatif. Dengan demikion sifat dampak adalah penting. Oleh Karena itu dampak kegiatan pengadaan tenaga Kerja terhadap Perubahan kesempatan kerja dan pendapatan rumah tanga diperkirakan memiliki besaran dampak Sedang, sifat dampak Penting, arah perubahan dampak Positif, dan bubungan dampek ‘Tidak Langsung. Lokasi dampak adalah di Kelurahan Payo Setineah, khususnya pada masyarakat di sekitar pembangunan PLTG 2 x 50 MW yakni RT 23, 24 dan 25, + [Link], Perubahan Sikap, Persepsi dan Konflik Sosial Kegiatan penerimaan tenaga kerja diperkirakan berdampak kepada sikep, mengutamakan penduduk setempat, terutama untuk pekerjaan tertentu yang ‘membutuhkan skill yang tinggi, sehingga sikap dan persepsi mosyarakat ap kegiatan ini sekaligus terhadap pemrakarsa dapat menjadi lebih baik, Bel agar bisa bersaing dengan tenaga kerja pendatang, Apabila peluang kerja gikit sekali diberikan kepada masyarakat lokal, maka hal ini akan memicu nya Keresahan dan kecemburuan sosial, yang akhimya akan menjadi Bik sosial, baik antara masyarakat lokal dengan pemrakarsa, maupun antara fF Pembomgunan PLIG Kapasitas 2x 50 MWY dt area Payo Selincah v-10 BAB Y. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Pada saat [Link], maka bahan-bahan yang terdapat pada lahan yang Sedang disiapkan untuk tapek proyek, alaupun tumpukan bahan basil pengupasan ‘kan terbawa serta oleh alan permukaan, apatagi aban yang terbuka bersih Iaju aliran permukaan menjadi semakin cepat. Bahan-bahan yang dimoksud akan ‘menjadi polutan atau pencemar yang [Link] badan air permukean akan berubah menjadi menurun dari kualitas sebelumnya (rona aval), Penurunan Kualtas badan air permukaan akibat penyiapan laban, terutama Karena akan ‘meningkatkan behan organik yang masuk ke badan air permukaan, disamping Padatan lainnya (an organik). Texjadinya peningkaton kandungan bahan pencemar Yang masuk ke badan air permukean akibat kegiatan penyiapan lahn maka Kallas ir permukaan akan berubah dari rona awal yang kualitasnya sudah Kategori buruk ( skor 2) menjadi sangat buruk (skor 1). Karena berdasarka hast! Pengujian laboratorium terhadap zona awal kualitas badan air permukaan sudah mengandung banyak bahan pencemar atau sebagian parameter fisik dan kimia air pilainya telah melampaui baku mutu ar, schingga Kuelitasnya dinilai buruic (skor 2. Meskipun perbedaan perubahan Kualitas bodan ait pemmukaan dengan bevlangsumgnya Kegiatan penyiapan lohan dan tanpa Kegistan yang dimaksud tidak signfikan (bobot perubabanuya 1), akan tetapi karena kualitas badan air Permokaan bertambsh menurun kualitasnya, maka dempak perubahan kualitas badan air permukaan akibat kegiatan penyiapan lahan dinilai sebagai Dampak Besar. Arch perubaban dampak yang dialami oleh Komponen kualites badan air Permukaan akibat penyiapan lahan adalah Negatif (-) atau terjadi penurunan kualitas badan air permukaan, Peaurunan Kualitas badan air permukaan dampaknya akan mengenai ‘masyarakat sekitar lokasi (RT 23, RT 24, dan RT 25 atau masyarakat pengguna bedan air permukaan (sungai meander dan rawa) terutama untuk budidaya Perikanan. Penurunan kualitas badan air permukaan tidak dapat balk dan akumulatif, Penurunan kualitas badan air permukaan akibat kegiatan Penyiapan ANDAL pembargunan PLIG Kaposia 2 50 MW dt area Payo Selinch Vv-12 BAB V. PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Jahan dapat langsung ataupun tidak, tergantung penanganan bahan-bahan hasil penyiapan lahan dan terjadinya hujan, Oleh Karena itu dampak Kegiatan penyiapan Ishan terhadap perubahan ‘ualitas badan air permukaan dapat dinilai sebagai dampak Besar (B), Sifat ymyun wexeUNsyp OH UZ] | Nad _eyeur_‘Fseradoueq yepns _ueeysnied ekuyepueag | laurer Box GHA | “ehEZOS wap juosoIsd UaapReT BERBUESELP 87 IVGNY | emmep des8uey uedosoy wm weg weyy | Sued umeord umpep maofow savof vkuipeer ueururer | “yeduiayes mayen ouied jared ei fet ete fs fictnfon Isvynsuoy uep yeyerAseu: uvyningay yensos Huvsyp ekuyteqes UexeuNsIp - “SEPT OP ORY USD TeTGHNAD nee Ig | Sued upumeugy suet wep YSQ wmugoxd isngunsp mosis | cae] enfuow newt 3opy yeyeredsor yepuoytcn Umured sey YEgoy woyBy_exSEGoquiou umymqumyp Sued yoyo w8uLBuou =| mq, usreyjeruod —_yeyid _edtweuagos | 1Se] seqeadip wkwyepusy apypes nye, ueye] eseqequiog | “1 Tqmey Boy TT wosTey | “T GS PROTA IVEY Png Mraoyweseg wep LENSE -Y WeAUBIIOA, Wedersaay, ‘wep Teqnsey | “ON, IgE VLOM HVONITAS OAVd VINV IG MW 0S X 7 SVLISVAVA OLTd NVNOONVEWGd NVLVIDD ALLAN ISM NVSVHONTE NVQ Tad “DRE TVGNV NVIVIINGd SASOUd VINV' IES NVHASVI SVLV VSUVAVAWd RVG NVUVOONVL V NVA ev wenduey = [uuduap yenses “unppRuEy IMepp woe YS) ‘eqroquionr eAnpesnir Ee jeqereXsour epedy USD -vsreqermod waned ipsfous uory ip Sunpurpod woyod syesien Oy Bey wep ay seup uvuep seuipuooy ekunod “1: TVGNV BEAUEGUTEAP YOPRS weprduag Sums 9907 UNE $9 ou seuday URyTEGUENC ‘eereerutod BURL sue TeXyIWOs eumU yITeq Bp wey nfuoyp qwxeredsem Sp Sunsue uerexsquied > | wep sviso8au_ Bp eBroy ywyed ‘oyRyeTIP YepNS ‘edunqai uBygegeXuou yepH wep “yyeq suek vegeta uvypeyedmow me jsesuodwoy vary uemuoued wee iam eo Nag | = | yvong ayo ose siop ronquious Moye vsseyesWed “eAunueu isngijou eXuepe depaqioy spdurepieg joy Wop Teng woAE YoU YemeG se ose wIUC “TVW unsnktog mossy = eBeqas §—sujadmoy «yey yNS yexundurut Sued (HexyoN Wop sup] Hye “uvumnpify) eo88ue wep unsnduog wary Bqss jsujoduroy iseyyuyes meundmaur Sued (EE one A) omy] HEP wp WY, wwyEHIq ngosion eMpe UnJoqas _uNsns{p WoWNYOP wuANY promueeg wétreiequiay wp _TVGIAY _Unsniued _(suayeduoy fn) _ sexys TAGE WON (SLA) Wild WIUS mperay TenedtPT 1o}uES eel Peuojserodo woyryngoy waBuap weypEnsosicl ‘Blan wdeueg acunerigey wedesar moms WOROUESACP SVINVada HST | TA ereyerad weep (sesORaT UEP} wypesiog ywyemAsEM wyL! “BqEY “Jnpapuad yeums weFuep ~[wsseegud Soremon ya des aoe | wep ny SoM NAL MNT RNG ws emET| Fopessow wee! waengquisd =| weep _yepns wep sweep SS |r en gp i * em yeyereseut eped isnjos ueyLIIq ont wep mY qey8uy SoemBuou ym nd wep vpopuof waquour ‘vsmyeruad weneyiod ipefuow waxy | sjopn sede ryEEseu epeday umysesyeisosuou! my | “¢ ‘op weep : “preqiadip qepns | symyoy wep menjednay unyue eames yopy und wBBuesuod wory | -z “BRIETETTSE Yopo TopuRASHOT woe] mAEGaquied "WOOT pe eq Gael) esq Buufued vyuel| weduws yepy efuuweyekuay ideo woOT yereliog woMPARUIEd = | uroyep upisunus Sued acuywopy sare! yeyepE nay deep sent yin uemngu aL SUP WLC 1 TA “dd UP DR = | edarengyp sesep 29s sysyeue weXMOAELIP_Yepng Ipefien upiSunur Sued Cyedurep weduep wueueseg | +z yong YOURE, WeepeSuog WAL JSeIpour njyow yeyereXsout 8p Sunsuq wnyo] oq jenf wep |sesofou ~ | ‘wewyopusd usymyejour SunsBue] wsreyeruog yeduiojas qeyuoured uennyeaSuodos due) spetion yupns vyediioy you way uepeypdososy esas Ofeg qeINT “aReyLOMIp waye uemg yedworos woywupomod yerde uesuop UEYIseyNsUONP wep jeyereXseur ueyRINgoy “eyseu cece eee Cece eee =| ep _unures ueysejofip yepns 2 wjod urejeq | meyodwojoyp / uwyyesidip eAuesry oYOW : LE-II PS S7-I TCH] wep yiqed qequy asa yeums yequn) qwped yequi - “eXuuerjopeBued coqee + TeSuA “WexfIseMIp wexs Sawd gequr] = | denag ‘wueur Sek euoprejed ueysefolip yepLL, Sojol yepn efes vars : wresSerp wag “Sofel nyBTsS Wetap imp ed li fei |e =| denog “wwe Buck wuopyeied usysejofip yepyL | weSuesajoy undnew jnpne ‘ede yeuap sejal xepLE : yEUIC/eed “sujal npeps euap wep wed | “Gpundis) aequies | speper undnepem ‘ekuyedurep usyequieuad epy | veyequeued pep uenyoS wep sus seswredid wep yedumq| ~ daqh ware = | que wow HIE Hep Sueuowon uaedniow yur | wep vissuopuT sep yseuodsumy, “Iq _weBUmpU weqRquE | (ufo “3p yamEp wMAOLT GHG 10da PITH SHORT MUTED “qeue Yemeg Te Woyqudued wenpzyied sasoid | “yous qomeg ae URye eperiey yuduuep reusBut werequied uEURHeY SBUIC, 7 FEIT eas JseuHOy) esrmqenued 1] Sune memeied Wo HEHE BOE peqe uewepad yoo =| Gays weBuep yseuzpooy unye squad spefuow Buh wes Yeoup wrojep yAseUNE, TOL YeoUp Ip yEyedy | + ceduyedurep ede (Dn T “ID 8H) [s3nnsuoyy jsexodo umyoqes deys; eped erepn uedupes “jsarado day wped | Buogoino ede ynjum ueqounBic] “eAUBOFOURS) UEREYEpUAd uREpE | wopeguvanp wep tsynnstoy Geyer eped yengiq | se8 Buoqaieo usjenquied yedepioy ‘gyansuoy doypy, vpea| i es u a ' I: DRI unysujofip TEpNS | weNmfepued yeusSuoN uesepofed uoyOU ‘T-M1 IH TAM WEP | “OPT HOP, “Unsepofod oyouT MEAMSTTay Mey CNT Buepiqyp £1: TVGNY | 1S WeBuep oempng “apg med edu) vpy | vucfres/rye 7 ofepery eps pay mnensued wy TEP eeu ‘1 (ekdaspra) quer “Aosg avunganIeg sem | “AT *G0} § Hep Baemy yepeorom yop Taek youjay Odea YEIOED Ip 9e-TM H TRL TAY UTE weysepuowoyanp yepns | Weel sHysedey wee edwoN reSe UEyefEIed IsesTIGoUL MIU | -Z 6661 UNGR LON da wedusp yenses WeINISE supUERS nyKU $1: TVGNV “ur ujod wped upe yepns | royeq Suequer ‘O66 UNI 6Y OU HT wauidery EGU ey |“ (aig Wpeneany sui) quip “sor uesungayzeg Seu | TO “ye YeMEG ape faRpaIOTT “usoW aiganpued mun TexSOTIp = | Hei, “peysameq wing se yexsuIoW yepry | Suk prey SuNEq ywRUNs ne UeEEFHEUId wT sup BY | °6 “weysopeTip eps war wore upaday sedurep “eine [ware Wipuoy depen ecamep wep Ng = | ep 9661 SuPer So HL eae SeUIG Hep UeyeuNsIp Sued wees sepuRs-ueyndumyp By | “¢ “asup yodues Baek sepa epUTyTSUU sEN wAsuequied Fe yum ey Heysegeqwou neu veer | WRUUET MAS Ip Daur Og [Pom wesoqequied efuepe nog | “L Ue Voundary Tang edMSS ayMOUET yale WeUSp UEESEIRSUOP mp yest megngny Jonses fuepnuey mer Ue YSD ueBo1g USO wesBorg wep Lyre MeysIdueNP sey | “oT -doyyno yopns eseap yseseu ueduaq Tega yng Lavlep wedi sosey uesNIsgay wep WEED ‘O-AI H| 6 “angosiay wir ease ped ~ | Sunxrxe “Tvdl_Yelspe _wexeundip Buck TyaT sequie# yenqIp Wop Juauvuned wreoos jenqyp vAusaIEYDS “oAAeT Jeare uped yeyepe wexeundtp Sued TWAT 67% FeqUIED “62-1 PH |“ THN doped Tyas wapEU + | seuvy SERSH sme MUD) ‘UeNEsue ipehion wHIE “rena ypetioy vgqede dejeS ueBengny urysks ueysvjofip Suojoy ‘Tz eH | + “Yee Yemeg We udisp HuNaip wep uEqauTEg =| peBimg pep se meeunBuuour pel yepLL “Treyplunag ToSuNs Le Lup prep vdyd weeunBTiiod wayeq wyeeksom UMp weeded yong udu me “LI [eH “unig Suvfaedos Supoy yoused yepn ‘BABY YolepE Ingosio} Jeare earyeq sesep ypefuom Suek wef “wn foams jysey wexuesepssog | yoano Suejus) ueyley ope yeqede wep wesepaftied uogOW ‘O-T eH | Teiep wesyjs[led woyour oumyoa “ueysojolip yopns | woyequrevad Sumas AN OST OL Td BEp weynswUed ‘S-T eH “Taw 9 wEgaSI=T wee umjoqes _unsnsip uoumyjop wus ‘Tprovodip Sued jsuayedwioy ih psery mepidurepp eps yey yepury unsnXveg wep vUMN T-HT SH| UmyeunByp eAUBApOY. ¢ wopeundip wee Baek wueur AIOE wep y lod eped -T eH | esaREpuEyP 2epn woumyoq wyesusd wey wep seBueg ywmg| + “TaeSueuEpuRp WEN Eu UaUTIOC, Ba foifes fet fas Gasag waaqy) (mer “Aol g MATE SHITE PTE | (uebiiog ume 1-day ae ppg eySuq ersyEMING MEyPYSTEqUIOT (oxes104) NTd “LE “THozz9q0r{O Bueqmaysy “aknfares “auaged seo] yeBeqos wavy eore umersoy yraun vpimyeued ydeyZuoppp_ueyy | wounsdued ymun Mg seu wep worfey jisey UEYNdUMEjoM rey | “TT URxpeuOTp WexE LAMPIRAN B IMB DAN MOU PEMBATAS PEMBATAS LAMPIRAN B -1 DINAS TATA RUANG DAN PERUMAHAN KOTA JAMBI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) NAMA PEMILIK : MADE PRAMUDITA MM. An. PT. PLM Nomor IMB + 648/538 “5 at W/toh) Kelurahan t pauo selincah Kétamatan 2 fambt mur, Kota : Jambi. Provinsi : Jambi. a PRTIKAN, - Es KEPUTUSAN WALIKOTA JAMBI Nowor: ..298/ $38 / 5 : TENTANG NAN MENDIRIKAN/MENGUBAH BANGUNAN PLTG WALIKOTA JAMBI . Membaca tinge Tg brand Made Peamudlia, MO An. PT, PLN @PERSERO) dani Saleem pare! 2011 Pekeraan Manajer Sit Ea! @PERSERO) Sektio oa neaemD. Lampung tompat nga dt. kaa de Bi Menimbang Mengingat Memperhatikan Menesapiean ESA’ PB ae Manolowari, 03 Maret 1967 : | ® Comme baie 2 Alar Maimi Blok 5 No. 2 13 ‘04 j , Somengearinn Oetee a Keluraban “Way Halim Permat wmataa, i ice Intooeat F : Re harganegaraan 2 Indonesia { £ gona ‘nan * MMsoaler PT. PLN @PERSERO) Settor Safferne B. 1 peter ad Lampung A a * Pamgunan Pondasi Mesin PLTG dan Swit Yara In ace Permanent, asa s tavactooe Lokasi Bangunan fh Bevdikart RE. 24 ehirinen Payoh Seineah Hy Maer Sos ‘Kecamatan Sainbi Thijui’ 3% g Ped Sf3(038H 28") x201+ Cams 99m) 2 = ares 1 les Wee vad 2°30) XBR 416 mx sa, "8 Ate Ta ALSp x 1.5m) 6m] + (azsms 3 KEpvA KETIGA KEEMPAT KELIMA ikai/Mengubeh Bangunan (IMB) man terlampir dalam Keputusan int KEENAM + Keputusen i heraku sejak tanggal ditetapkan, dengan Ket =ntuan apabila terdappat *efetimuan dam penetpannya akan dndskar neue han sebagaimana mestinya, Ditetapkan di: Jambi, Pada Tenggal: 4 april, ot EAUMARAH | Bovmrtany )Bangunan di maksud: CT} [Link], Kanan :- Data Béngunan:. S BIPERIKSK OLEH: DITELM OLEH: [FungsiBengunan : Pondasi Mein PLTG lkonsturat + Pemanent luuce Tanah 49.208 et KEPALA SEKSI “ALA BOANG acre eee ‘TATA BARGUNAN DAN ic |Lues Bangunan 4,088.45 m* KEHANDALAN BANGUNAN: [ase Temadep As \ bain c JGSB Belakang Gy . een Jose Sun ki Nie, Sea 2000004 001 | NIP 18060518 We6t2 1 Oot PETA SITUASI TANAH ‘SKALA T : 10.000 Uu Lokasi Bangunan dimaksud. (———} & INFORMASI LOKASI BANGUNAN DIPERIKSA OLEH + DITELIN OLEH : [Rencana Teta Ruang Surat Tanah KEPALA SEKSI__| KEPALA BIDANG Status: Hak Milik TATA BANGUNAN & AN Nomor :2810 Tel. 1602-2006 | REHTANDALAN Nomor :2875 Tal. 13-10-2006 |“ BANGUNAN. Nomor : 1683 Tgl, 26-04-1999 . “ KDB :60.% Kel: PayoSelinesh Luni Nireger, St, M. Azmi ¥.Yatoe'8 Sos. KLB 31,2 Kee _ + Jambi Timur NIP.19691126 200003 1 001 |NIP , 19660813. 198512 1.00]

Anda mungkin juga menyukai