0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan4 halaman

SOP Resusitasi Jantung Paru Dewasa

Dokumen ini memberikan panduan standar operasional tentang resusitasi jantung paru (RJP) untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung pasien. Terdapat penjelasan tentang tujuan, kebijakan, alat, prosedur pelaksanaan RJP, dan hal-hal yang perlu diperhatikan seperti evaluasi setiap 1 menit dan melanjutkan RJP sampai timbul nafas spontan atau 30 menit tanpa respon.

Diunggah oleh

RESTY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan4 halaman

SOP Resusitasi Jantung Paru Dewasa

Dokumen ini memberikan panduan standar operasional tentang resusitasi jantung paru (RJP) untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung pasien. Terdapat penjelasan tentang tujuan, kebijakan, alat, prosedur pelaksanaan RJP, dan hal-hal yang perlu diperhatikan seperti evaluasi setiap 1 menit dan melanjutkan RJP sampai timbul nafas spontan atau 30 menit tanpa respon.

Diunggah oleh

RESTY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP)

No Dokumen : Revisi : Halaman:


0 1 dari 2

Tanggal Terbit : Ditetapkan Direktur :


STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
Dr. Leonard Pardede,SpOG(K)
PENGERTIAN Resusitasi jantung paru adalah suatu tindakan untuk
mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung guna kelangsungan
hidup pasien
TUJUAN : Mengembalikan fungsi jantung dan fungsi paru

KEBIJAKAN : Keputusan Direktur RS Kasih Herlina Nomor


.Tentang Kebijakan Pelayanan
Rumah Sakit
PROSEDUR 1. Alat
a) Alat pelindung diri (masker, handscoen)
b) Trolly emergency yang berisi :
Laryngoscope lurus dan bengkok (anak dan dewasa)
Magil force
Pipa trakhea berbagai ukuran
Trakhea tube berbagai ukuran
Gudel berbagai ukuran
Infus set
Bed permukaan rata
Gunting verband
Bag resuscitator lengkap
Semprit 10 cc jarum no. 18
c) Set therapy oksigen lengkap dan siap pakai
d) Set penghisap sekresi lengkap dan siap pakai
e) EKG record
f) EKG monitor bila memungkinkan
g) DC shock lengkap

2. Pasien
a) Keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan
b) Posisi pasien diatur terlentang di tempat datar dan alas
keras
c) Baju bagian atas pasien dibuka

Pelaksanaan
a) Identifikasi pasien
b) Cuci tangan
c) Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker, handscoen)
d) Mengecek kesadaran pasien dengan cara :
Memanggil nama
Menanyakan keadaannya
Menggoyangkan bahu pasien/mencubit pasien
Jika pasien tidak sadar/tidak ada respon, aktifkan SPGDT
Buka jalan nafas dengan head tilt chin lift dan bersihkan
jalan nafas dari sumbatan
e) Menilai pernafasan dengan cara :
Melihat pergerakan dada/perut
Mendengar suara keluar/masuk udara dari hidung
Merasakan adanya udara dari mulut/hidung pipi atau
punggung tangan
f) Jika pasien tidak bernafas, berikan nafas buata dengan
resuscitator sebanyak 2 kali secara perlahan
g) Periksa denyut jantung pasien dengan cara meraba arteri
karotis, jika arteri carotis teraba cukup berikan nafas buatan
setiap 5 detik sekali
h) Jika arteri carotis tidak teraba lakukan kombinasi nafas buatan
dan kompresi jantung luar dengan perbandingan 15 : 2 untuk
dewasa baik 1 atau 2 penolong dan 3 : 1 untuk neonatus.
i) Setiap 4 siklus (4 kali kompresi dan 5 kali ventilasi) cek
pernafasan
j) Jika nafas tetap belum ada lanjutkan teknik kombinasi
dimulai dengan kompresi jantung luar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a) Evaluasi pernafasan pasien tiap 1 menit saat dilakukan RJP
BC kombinasi
b) Lakukan RJP BC sampai :
Timbul nafas spontan
Diambil alih alat/petugas lain
Dinyatakan meninggal
Penolong tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada
respon
c) Kompresi jantung luar dilakukan dengan cara :
1) Dewasa
Penekanan menggunakan dua pangkal telapak tangan
dengan kejutan bahu
Penekanan pada daerah sternum 2-5 jari di atas proses
xyphoideus
Kedalaman tekanan 3-5 cm
Frekuensi penekanan 80-100 kali per menit
2) Anak
Penekanan menggunakan satu pangkal telapak tangan
Kedalaman tekanan 2 3 cm
Frekuensi penekanan 80 100 kali per menit
3) Neonatus
Punggung bayi diletakkan pada lengan bawah kiri
penolong sedangkan tangan kiri memegang lengan
atas bayi sambil meraba arteri brakhialis sebelah kiri
Jari tangan dan telunjuk tangan penolong menekan
dada bayi pada posisi sejajar putting susu 1 cm ke
bawah
Kedalaman tekanan 1-2 cm
Perbandingan kompresi jantung dengan begging
adalah 3 : 1

UNIT TERKAIT Keperawatan

Anda mungkin juga menyukai