0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan2 halaman

Tatalaksana Common Cold di Puskesmas

Dokumen ini membahas diagnosis dan penatalaksanaan common cold di Puskesmas Teupah Selatan. Common cold adalah peradangan pada mukosa hidung akibat infeksi virus yang berlangsung kurang dari 12 minggu. Penatalaksanaannya bersifat simptomatik dengan istirahat, makan yang sehat, dan obat seperti antipiretik, dekongestan hidung, atau antibiotik jika ada infeksi bakteri untuk mengurangi gejala.

Diunggah oleh

Nurul Fitriah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan2 halaman

Tatalaksana Common Cold di Puskesmas

Dokumen ini membahas diagnosis dan penatalaksanaan common cold di Puskesmas Teupah Selatan. Common cold adalah peradangan pada mukosa hidung akibat infeksi virus yang berlangsung kurang dari 12 minggu. Penatalaksanaannya bersifat simptomatik dengan istirahat, makan yang sehat, dan obat seperti antipiretik, dekongestan hidung, atau antibiotik jika ada infeksi bakteri untuk mengurangi gejala.

Diunggah oleh

Nurul Fitriah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA

COMMON COLD
:
No. Dokumen

No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 1 Januari 2017

Halaman : 1/2

PUSKESMAS Mariana, SKM


TEUPAH NIP. 19651231 199001
SELATAN 2 004

1. Pengertian Commond Cold adalah peradangan pada mukosa hidung yang


berlangsung akut (< 12 minggu).
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan bagi pasien Common Cold di
Puskesmas Teupah Selatan.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Teupah Selatan Nomor :
066/SK/PKM TEPSEL/2017 Tentang Jenis Pelayanan Yang Ada di
Puskesmas Teupah Selatan.

4. Referensi PERMENKES No. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis


Dokter di Fasilitas Pelayanan Primer.

5. Prosedur 1. Pasien datang dengan membawa rekam medis


[Link] Fisik
Dapat ditemukan adanya demam.
terdapat sekret serous atau mukopurulen dan mukosa udem
dan
hiperemis.
Pada rhinitis difteri tampak ada ingus yang bercampur darah.
Membran
keabu-abuan tampak menutup konka inferior dan kavum nasi
bagian
bawah, membrannya lengket dan bila diangkat dapat terjadi
perdarah
3. Penatalaksanaan
a. Istirahat yang cukup.
b. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat
[Link] akut merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri
secara
spontan setelah kurang lebih 1 - 2 minggu. Karena itu
umumnya terapi yang diberikan lebih bersifat simptomatik,
seperti analgetik, antipiretik, dan nasal dekongestan disertai
dengan istirahat yang cukup
Antipiretik dapat diberikan parasetamol.

1
Dekongestan oral dapat mengurangi sekret hidung yang
banyak,
membuat pasien merasa lebih nyaman, seperti pseudoefedrin,
fenilpropanolamin, atau fenilefrin.
Antibiotik diberikan jika terdapat infeksi bakteri, seperti
amoxicillin, eritromisin, cefadroxil.
4. Mencatat kedalam rekam medis
5. Pasien mengambil obat ke apotik

6. Unit Terkait a. Poli Umum


b. Laboratorium
c. Apotik
1. Dokumen Terkait a. Rekam Medis

7. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan [Link] diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai