Prinsip kerja Speedometer
Petunjuk penggunaan :
1. Amati komponen peragaan di dalam kotak : Elektronik Penghitung putaran,Panel
angka putaran,hubungan roda besar (luar) dengan roa kecil (dalam kotak).
2. Putar roda perahan-lahan,sambil memutar roda amati jumlah putaran roda pada panel
Kecepatan roda berputar bergantung kepada beberapa faktor, anatara lain kemampuan
orang yang memutar roda tersebut semakin banyak energi yang anda keluarkan maka
semakin cepat roda berputar
Prinsip kerja dari speedometer tidaklah berubah dari awal penemuannya sampai
sekarang, yaitu dengan menggunakan prinsip induksi [Link] poros gerigi yang
ikut berputar bersama putaran roda [Link] ini terhubung dengan gear yang lain
begitu pula sebaliknya gear yang lainnya terhubung juga dengan gear yang lainnya sehingga
putaran gear ini menunjukkan ada nya hubungan sebuah gerak [Link] dalam
penggunaan speedometer ini selalu menggunakan putaran roda sehingga menghasilkan GGL
induksi
Berdasarkan hukum Lenz, GGL induksi dan arus induksi memiliki arah sedemikian
rupa sehingga melawan muatan yang menghasilkan GGL dan arus induksi tersebut. Dalam
arti lain bahwa arus pusat yang terjadi pada speed cup akan memberikan medan listrik yang
melawan medan magnet yang diberikan, sehingga timbullah gaya dorong dari medan listrik
speed cup yang mendorong medan magnet permanen.
Hukum Lenz sendiri merupakan penjelasan tentang konsep kekelan energi pada
induksi elektromagnetik. Lenz mengatakan GGL induksi selalu membangkitkan arus medan
magnetnya berlawanan dengan asal perubahan fluks.
= GGL iduksi
N = Jumlah lilitan
= Laju perubahan fluks magnetik
Dalam pendapat tersebut disimpulkan bahwa GGL induksi yang ti,bul pada ujung-
ujung suatu penghantar atau kumparan sebanding dengan laju prubahan fluks magnetik yang
dilingkupi oleh kumparan tersebut dapat menimbulkan sebuah gerak. Gerak ini yang
dinamakan dalam prinsip kerja speedometer ini adalah gerak melingkar beraturan (GMB).
Ketika dua roda kita hubungkan dengan sebuah rantai,maka kedua roda tersebut akan
memiliki kecepatan linier yang sama. Tidak hanya besar kecepatan liniernya yang sama tapi
arah dari gerakan roda. Dalam hubungan roda ini yang berbeda adalah kecepatan sudutnya.
Kecepatan Linier roda A = Kecepatan linier roda B
Va=Vb
Dalam konsep penerpan speedometer digital ini ternyata menerapkan konsep roda
bersinggungan satu sama lain. Sistem hubungan roda ini mirip dengan konsep yang di atas
tetapi yang membedakannya adalah arah kecepatan liniernya berbeda. Jadi kecepatan linier
sama tapi berbeda arah dan kecepatan sudutnya berbeda
Kesimpulan
Gerak suatu benda dapat mempengaruhi benda lainnya apabila saling berdekatan. Gerak
menghasilkan kecepatan, dan kecepatan dapat berubah menjadi percepatan. Percepatan pada
benda selalu mengarah pada pusat lingkaran sehingga disebut pula percepatan sentripetal.
Gaya yang mengarah ke pusat lingkaran atau gaya sentripetal akan menyebabkan percepatan
sentripetal. Gaya sentripetal memiliki beberapa ciri salah satunya lintasan berupa lingkaran
atau berbentuk lingkaran, dan biasanya besar kelajuan liearnya tetap.