STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga pemasangan IPAL Rumah Sakit Jantung Terpadu bisa selesai
dengan baik. Semoga Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dipasang
akan mengatasi masalah air limbah yang ada dan buku manual operasi
dapat membantu dalam pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah
Rumah Sakit Jantung Terpadu.
Instalasi Pengolahan Air Limbah RS Jantung Terpadu beroperasi
semi otomatis artinya sebagian besar peralatan sudah berjalan otomatis
sehingga operator tidak perlu mengoperasikan IPAL secara rutin setiap
hari. Operator hanya perlu mengontrol pengoperasian IPAL sehingga
bila timbul masalah bisa segera diketahui. Untuk itu diharapkan
operator IPAL yang di tunjuk dapat mengontrol IPAL setiap hari dengan
baik.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu, sehingga Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
Jantung Terpadu dapat terselesaikan dan beroperasional dengan baik.
Sidoarjo,15 Januari 2016
Hormat Kami
Kartika Abadi
BAB I
PERALATAN & PROSES
TREATMENT
PERALATAN DAN PROSES TREATMENT
A. Alat Pendukung Reaktor IPAL
1. Sistem Anaerobic
a) Bak Equalisasi (Bak Pengumpul)
Sebagai Penampung dari berbagai sumber limbah yang
berasal dari rumah sakit, sehingga terjadi proses Anaerob,
yaitu proses homogenisasi air limbah, Pengendapan,
meroval SS, dan proses pemecahan molekul Organik
(protein, collagen, asam dan lemak oleh mikro bakteri
Anaerob yang berkarakteristik tidak membutuhkan oksigen).
2. Sistem Aerobic
a) Reaktor IPAL BIO SISTEM
Untuk reduksi BOD, COD, Nh3, detergen dan polutan lain
serta memecah molekul gas (methane dan amoniac) dalam
air sumber limbah setelah melalui proses anaerobic.
b) Filtrasi Akhir
Untuk memisahkan air jernih dan sisa endapan dari proses
yang terjadi di Instalasi Pengolahan Air Limbah yang telah
jernih dialirkan ke kolam indikator, sementara sisa endapan
di backwash kembali ke bak equalisasi untuk diproses ulang.
c) Sistem Defoaming
Untuk mereduksi busa dengan cara dialirkan kembali ke bak
equalisasi untuk diproses ulang.
d) Sistem Drain Wastewater
Untuk mengurangi endapan yang ada di reaktor biosistem
dialirkan kembali ke bak equalisasi untuk diproses ulang.
e) Sistem Anti Overflow
Untuk mencegah terjadinya kelebihan air pada reaktor
Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dapat mengakibatkan
air tumpah (overload).
f) Sistem Anti Flowback
Untuk mencegah aliran air mengalir tidak sesuai alur proses
di reaktor IPAL
g) Sistem Blower
Untuk mensuplai kebutuhan oksigen pada reaktor di
biosistem.
h) Klorinasi/Desenfektan
Untuk membunuh sisa bakteri yang mungkin masih tersisa
sebelum pada akhirnya dibuang ke saluran pembuangan.
Air limbah yang dibuang adalah air yang telah memenuhi
syarat yang telah ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan
Hidup sehingga dianggap telah aman dan tidak mengganggu
lingkungan.
B. Alat Penunjang
1. Pompa Input Bio Sistem
Untuk memompa air limbah dari pit bak equalisasi ke
reaktor Aerobic Biosistem.
2. Pompa/Blower (Air Supplier)
Untuk mensuplai udara ke reaktor Biosistem
3. Panel Control
Untuk mengontrol pengoperasian Submersible pompa,
kelistrikan, lampu, pompa kolam dan blower.
C. Alat Pendukunng
1. Pelindung IPAL
Melindungi IPAL dari kondisi luar seperti sinar matahari dan
hujan.
2. Kolam Parameter/Kolam Ikan
Untuk mendeteksi mutu awal hasil pengolahan sementara.
3. Saluran Air Limbah
Untuk mengalirkan air limbah dari septic tank, sumber
limbah RS dan jaringan perpipaan kamar mandi, wastafel ke
IPAL.
4. Bak Kontrol
Untuk resevoir air limbah/penampung sementara air limbah
sebelum di pompa ke bak equalisasi, supaya limbah padat
tidak masuk di bak equalisasi.
D. Tahap-Tahap Proses Treatment
1. Penyaluran Air Limbah
Air limbah dari inlet atau septic tank dialirkan ke
IPAL menggunakan saluran air limbah (jaringan
perpipaan).
Saluran air limbah menggunakan sistem gravitasi
dan/atau sistem pompa (sesuai kebutuhan)
Untuk sistem gravitasi menggunakan perpipaan pvc
4.
Untuk sistem pompa menggunakan perpipaan pvc
2 dan pompa submersible.
2. Equalisasi Anaerobic Dan Pre Treatment
Air Limbah berbagai saluran limbah dialirkan masuk
ke equalisasi anaerobic
Equalisasi berfungsi untuk menangani kotoran padat
dan kotoran melayang/scum.
Equalisasi juga berfungsi untuk proses anaerobic
dan homogenisasi air limbah.
Proses anaerobic digunakan untuk memecah ikatan
polyphospat deterjen/ sabun, SS dll, Equalisasi juga
dilengkapi pengaman (screen) agar limbah padat
(batu, tali, plastik, dll) tidak masuk ke pompa
transfer yang menyebabkan pompa transfer
tersumbat dan terbakar.
Dari Equalisasi air limbah di pompa ke bio sistem.
3. Penguraian Polutan dan Aerasi di Biosistem
Proses Aerobic pada IPAL terdiri dari duat stage
untuk menyempurnakan proses dan menambah
efisiensi penguraian polutan air limbah.
Polutan akan diuraikan oleh bakteri yang melekat
pada media.
Di Biosistem akan terjadi proses reduksi BOD, COD,
NH3 dan polutan lain oleh bakteri, untuk kebutuhan
oksigen bakteri disuplai oleh udara dari sistem
blower menggunakan pipa sparger yang terletak
pada dasar bio sistem.
Reaktor Bio sistem dilengkapi sistem defoaming
untuk mereduksi busa/foam yang timbul.
Dari Biosistem air limbah mengalir ke filtrasi Akhir.
4. Filtrasi Akhir
Filtrasi akhir terdiri dari dua stage untuk
menyempurnakan proses.
Terjadi proses pemisahan endapan dan air jernih.
Endapan yang terkumpul dibagian bawah
dikembalikan ke bak equalisasi yang berfungsi ke
bak equalisasi yang berfungsi juga sebagai tempat
penampungan dan penguraian endapan.
Air limbah setelah keluar dari tahap ini mengalir ke
kolam indikator
5. Deteksi Mutu Effluent Di Dalam Kolam Ikan dan Klorinasi
Air dari filtrasi akhir mengalir gravitasi ke kolam
indikator.
Kolam ikan untuk memudahkan deteksi awal mutu
air limbah
Juga sebagai jaminan bahwa air limbah yang sudah
diolah layak buang
Untuk membunuh bakteri /kuman, pada pipa
effluent diinjeksi kaporit tablet, aplikasi dilakukan
setelah kolam ikan.
Air limbah yang dibuang sudah memenuhi baku
mutu air limbah rumah sakit, setelah melalui
beberapa tahap treatment.
BAB II
PENGOPERASIAN & PEMELIHARAAN
PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN
A. Pengoperasian IPAL
Pada dasarnya IPAL akan berjalan otomatis setiap hari tanpa harus
menghidupkan peralatan. Peralatan yang dihidupkan/ dijalankan
dibawah ini (pompa Blower, pompa input) hanya berlaku pada saat
peralatan tersebut kondisinya dimatikan (off).
1. Menjalakan Pompa Blower
Putar swit kearah AUTO pada panel kontrol, pompa Air
Jet Injektor akan beroperasi secara otomatis.
Putar swit kearah MANUAL pada panel kontrol dan tekan
tombol star/on pompa blower akan beroperasi secara
manual.
Stop kran untuk pengaturan sirkulasi sudah di set tidak
perlu berubah-rubah.
2. Menjalankan Pompa Input Reaktor Biosistem
Putar swit kearah AUTO pada panel kontrol, pompa input
akan beroperasi secara otomatis.
Putar swit ke arah MANUAL pada panel kontrol dan
tekan tombol star / on pompa Input akan beroperasi
secara manual.
Stop kran untuk pengaturan sirkulasi sudah di set tidak
perlu dirubah-rubah
3. Drain Air Dan Endapan (Sludge)
a) Reaktor Bio sistem
Buka stop kran dibagian bawah biosistem selama 1
menit.
Lakukan untuk setiap stage (setiap kran drain) pada
biosistem 2-3 hari sekali.
b) Filtrasi Akhir
Buka Stop kran dibagian bawah Filtrasi Akhir selama
1 menit.
c) Lakukan drain secara rutin tiap 2-3 hari sekali untuk
mengurangi sludge.
d) Setelah drain selesai, kembalikan kran yang dirubah
ke posisi semula.
B. Pemeliharaan IPAL
Yang dimaksud pemeliharaan yaitu menjalankan aktifitas secara
periodik sehingga IPAL dapat berjalan dengan baik. Adapun aktifitas
yang perlu dilakukan adalah:
1. Pompa Input Biosistem
Secara rutin dicek dan 2/3 hari sekali dibersihkan.
2. Pompa Blower
Secara rutin di cek dan 2/3 hari sekali dibersihkan jika
kotor/rusak
3. Pompa Saluran
Secara rutin di cek dan 2/3 hari sekali dibersihkan.
4. Reaktor IPAL Biosistem dan Filtrasi Akhir
Secara periodik atau bila mutu air limbah jelek, lakukan drain
sesuai prosedur untuk membuang endapan yang mungkin sudah
berlebihan.
5. Bak Kontrol
Secara berkala kotoran/ benda padat seperti plastik, kain dll, agar
saluran tidak tersumbat oleh kotoran tersebut.
6. Stop Kran
Posisi Stop Kran yang sudah diset jangan dirubah-rubah karena
akan merubah seting dan bisa menyebabkan mutu effluent buruk
dan terjadi overload.
7. Kaporit
Secara rutin kaporit tablet dicek, lakukan segera pengisian ulang
sebelum habis.
8. Saluran air limbah
Secara rutin dicek dan dibersihkan, termasuk bak-bak kontrol
yang ada.
C. Penanganan Masalah
Penanganan masalah IPAL yaitu mengidentifikasi penyebab masalah
dan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut.
1. Pompa mati
Angkat pompa dan di cek, biasanya pompa mati karena
tersumbat atau konsleting atau level kontrol tidak jalan sehingga
air di bak pompa habis tetapi pompa tetap jalan sehingga
terbakar. Pasang pompa cadangan dan segera perbaiki
pompa/level kontrol yang rusak.
2. Timbul Busa
Busa timbul saat IPAL pertama kali jalan atau IPAL habis mati
lama kemudian dijalankan karena bakteri pengurai belum bekerja
maksimal atau mati. Bila busa keluar akan direduksi oleh pipa
defoaming, sebaiknya ditambahkan air bersih. Busa yang keluar
tidak akan lama karena setelah bakteri tumbuh busa akan hilang
dengan sendirinya.
3. Timbul bau
IPAL dibuat tertutup sehingga kecil kemungkinan terjadi bau. Bau
yang timbul kemungkinan karena ada pipa/ mur baut yang
kendor atau bisa juga terjadi karena sistem pompa blower mati
dalam waktu lama (satu minggu lebih). Untuk menghilangkan bau
bisa dilakukan dengan start up yaitu mensirkulasi aliran dari
reaktor ke bak equalisasi.
4. Debit mengecil
Segera lakukan pengecekan pompa input reaktor, angkat pompa
dari pit. Apabila ada kotoran yang menyumbat segera bersihkan.
5. Mutu effluent/output tidak bagus
Lakukan prosedur drain, tetapi bila output tetap tidak baik maka:
a) Tunggu dan amati output selama 1 atau 2 hari karena hal ini
bisa juga terjadi karena sumber limbah tercemar bahan
kimia/beracun sehingga bakteri terganggu .
contoh : mungkin ada bahan pel yang dibuang, ada bahan
kimia dari lab yang dibuang dalam volume besar, atau bahan
berbahaya lain yang dibuang berlebihan.
Apabila bahan kimia yang tumpah tidak terlalu banyak
biasanya dalam waktu 1-2 hari akan terjadi recovery bakteri
dan output air limbah mulai membaik,
b) Apabila setelah 1-2 hari output tetap jelek, maka drain smua
air limbah di biosistem dan dilakukan start up ulang (seperti
waktu menjalankan IPAL kali)
6. Air Limbah Tumpah (overload) lewat manhole
IPAL sudah dilengkapi fasilitas anti overflow, apabila masih
terjadi overload lakukan alangkah berikut:
a) Yang harus pertama kali dilakukan bila overload adalah
mematikan pompa input. Kemudian kurangi alat yang
overload dengan cara melakukan proses drain.
b) Lakukan pengecekan ketinggian air pada reaktor dan
separator. Apabila terjadi kenaikan (mendekati dinding
atas) maka lakukan drain sesuai prosedur drain.
7. Air tumpah (overload) lewat manhole equalisasi
Penyebab masalah adalah pompa input reaktor biosistem ada
masalah/mati. Untuk itu perbaiki pompa tersebut.
8. Air buntu di saluran air limbah
a) Penyebab masalah adalah ada benda padat (plastik,
pembalut dll) yang masuk saluran air limbah.
b) Bersihkan secara berkala bak kontrol, pit, bak equalisasi dari
benda padat tersebut.
BAB III
BAKU MUTU OUTPUT MINIMAL
Baku Mutu Output Minimal