0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
277 tayangan12 halaman

Mesin Stenter: Definisi dan Fungsi

Mesin stenter adalah mesin yang digunakan untuk mengeringkan, mengatur lebar, dan menghilangkan lipatan pada kain setelah proses pewarnaan atau finishing. Mesin ini terdiri dari dua rantai sejajar dengan penjepit yang membawa kain melalui ruang pemanas.

Diunggah oleh

Mia Eru
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
277 tayangan12 halaman

Mesin Stenter: Definisi dan Fungsi

Mesin stenter adalah mesin yang digunakan untuk mengeringkan, mengatur lebar, dan menghilangkan lipatan pada kain setelah proses pewarnaan atau finishing. Mesin ini terdiri dari dua rantai sejajar dengan penjepit yang membawa kain melalui ruang pemanas.

Diunggah oleh

Mia Eru
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MESIN STENTER

MAKALAH

diajukan untuk memenuhi tugas


Mata Kuliah Teknologi Penyempurnaan 2

oleh:
Aditia Rachman 15020061
Adria Nadhira 15020062
Eko Soma W 15020064
Fitri Rachmawati 15020066
Insan Nur Alam S 150268
Khansa Husniah N 15020069
Maria Siahaan 15020070
Mia Eriyanti 15020071
Dinosius Daniel 15020122

Program Studi Kimia Tekstil


POLITEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL
BANDUNG
2017

[Type text] Page 1


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas
rahmatNya penulis dapat menyusun makalah ini dengan baik.

Kami menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teknologi
Penyempurnaan 2 mengenai mesin stenter..

Kami harap makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca.

Bandung, September 2017

Penyusun

Teknologi Penyempurnaan 2 i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..... i

DAFTAR ISI .... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang....... 4
B. Batasan Masalah 4
C. Masalah......................................................................................... 5
D. Tujuan........... 5
E. Manfaat. 5

BAB II DASAR TEORI

A. Perkembangan Mesin Stenter.......... 6


B. Definisi Mesin Stenter................................................................................. 6
C. Jenis-Jenis Mesin Stenter......................................... 7
D. Komponen Mesin Stenter.8
E. Skema dan Mekanisme Mesin Stenter..9
F. Aplikasi Mesin Stenter.10
G. Pengoperasian Mesin Stenter...11
H. Kelebihan dan Kekurangan Mesin Stenter...12

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan 10

Saran.......... 10

DAFTAR PUSTAKA............. 11

Teknologi Penyempurnaan 2 ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Batasan Masalah
Pembatasan masalah pada makalah ini yaitu mencakup

C. Masalah
Masalah pada makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan mesin stenter?
2. Bagaimana perkembangan mesin stenter?
3. Apa saja jenis-jenis mesin stenter?
4. Bagaimana mekanisme mesin stenter?
5. Apa saja fungsi mesin stenter?
6. Bagaimana cara pengoperasian mesin stenter?
7. Apa saja kelebihan dan kekurangan mesin stenter?
8. Bagaimana efek yang dihasilkan oleh mesin stenter?
D. Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Penyempurnaan 2.
2. Mengetahui perkembangan mesin stenter.
3. Mengetahui mekanisme dan cara pengoperasian mesin stenter.
4. Mengetahui definisi mesin stenter.
5. Mengetahui jenis-jenis mesin stenter.
6. Mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin stenter.
7. Mengetahui efek yang dihasilkan oleh mesin stenter.

Teknologi Penyempurnaan 2 4
E. Manfaat
Makalah ini diharapkan memberikan manfaat secara teoretis maupun praktis.
a. Manfaat Teoritis
Manfaat secara teoretis adalah diharapkan dapat menambah informasi mengenai
mesin stenter.
b. Manfaat Praktis
Manfaat secara praktis adalah diharapkan dapat diterapkan dalam pratikum
teknologi penyempurnaan 2.

Teknologi Penyempurnaan 2 5
BAB II

DASAR TEORI

A. Perkembangan Mesin Stenter


B. Definisi Mesin Stenter
Tentering atau stentering merupakan proses utama pada penyempurnaan kain. Proses
ini dikerjakan pada mesin pengering stenter untuk mengeringkan kain, mengatur
lebarnya, dan juga menghilangkan bekas lipatan (jika ada) sehingga kenampakannya
menjadi lebih menarik. Tergantung dari suhu dan penarikan yang diberikan, pegangan
kain dapat menjadi lebih lembut atau keras, penuh atau tipis. Proses ini dapat juga
dilakukan untuk memperbaiki corak kain berbentuk garis ataupun kotak-kotak yang
berubah karena proses sebelumnya.
Bekas lubang-lubang jarum atau jepitan pada pinggir suatu kain merupakan tanda
dadnya pengerjaan stentering pada kain tersebut. Mesin stentering tidak digunakan
untuk kain-kain yang mudah mulur seperti kain rajut, kain dengan efek kerut pada
permukaannya (kain krep), dan kain yang menghendaki pegangan lembut. Kain-kain
tersebut sebaiknya dikeringkan dengan mesin pengering loop (loop dryer).
Mesin stenter terdiri dari dua rantai sejajar dengan penjepit atau jarum yang bergerak
membawa kain secara kontinyu kedalam ruang-ruang pemanas (heating chambers).
Panas pada ruang pengering diperoleh dari uap kering yang berasal dari ketel uap dan
dihembuskan oleh suatu kipas.
Komponen-kompone mesin stenter adalah : kain yang akan diproses, rol pengatur
tegangan kain, rol pengatur lebar, bak larutan, rol pemeras, rol pengatur posisi pakan,
rol pengatur agar kain tidak terlipat, rol penekan kain pada jarum, ruang pengering,
kipas, saluran pembuangan udara, motor penghisap, ruang pendingin, dan kain hasil
proses.
Proses penyempurnaan tekstil yang dilakukan pada mesin stenter menunjukkan beban
yang lebih tinggi pada udara buangnya. Perkembangan pada mesin stenter generasi
terbaru adalah penghematan dalam pemakaian energy dengan memperhatikan ekologi
dan ekonomi yang dikenal dengan istilah eco-design. Mesin jenis ini dilengkapi
dengan suatu elemen yang membersihkan udara buangan yang pada prinsipnya
memisahkan polutan sehingga udara buangan hanya mengandung uap air saja.
Disamping itu mesin ini dilengkapi pula dengan dua buah kipas (twin air) yang

Teknologi Penyempurnaan 2 6
menghembuskan udara panas dari atas dan bawah secara bersamaan sehingga kain
akan melewati suatu bantalan udara yang akan menjamin kerataan pengeringan
sepanjang kain. Pengendalian proses yang lebih baik dicapai dengan bantuan suatu alat
tambahan yang disebut opti-scan yang dihubungkan dengan layar monitor pada papan
kontrol dibagian depan mesin.

C. Jenis-Jenis Mesin Stenter


D. Komponen Mesin Stenter
E. Skema dan Mekanisme Mesin Stenter
F. Aplikasi Mesin Stenter
G. Pengoperasian Mesin
1. Nyalakan mesin dengan menekan tombol ON pada panel dan kemudian buka udara
tekan, katup air dan sirkulasi minyak termis.

Gambar
2. Periksa kualitas dan jumlah banyak kain sebelum dipasang pada mesin
dengan memeriksa label
3. Mengangkut kain yang dicelup atau dicetak untuk dijalankan, ke unit inlet feeding
mesin stenter menggunakan hand puller hidrolik atau truk listrik.
4. Jahit dua ujung kain , salah satu ujung kain diakhir dan yang lainnya sebagai awal
kain di mesin.

Teknologi Penyempurnaan 2 7
5. Setelah itu pastikan kain tanpa lipatan dan tidak terlalu kendor
6. Pastikan bahan kimia yang dibutuhkan sudah disiapkan sebelum stenter mesin
dinyalakan.
7. Amati cacat pada kain sebelum dan selama proses dan laporkan pengawas jika
terjadi penyimpangan.
8. Atur bagian-bagian mesin sesuai dengan parameter,

Gambar
9. Atur Kecepatan mesin sesuai instruksi (untuk operasi finishing normal 80-100 m /
menit (meter per menit), pengaturan heat-set dan hasil akhir khusus lainnya 15-50
m / menit.)
10. Periksa & pastikan tingkat bahan kimia pada padding mangle (biasanya 85%) dan
atur tekanan pada mangel pemeras sesuai dengan jenis finishing. Sebagian besar
operasi finishing membutuhkan 65-85% pick-up kimia.
11. Jaga Mahlo dalam kondisi menyala dan periksa secara dan visual bagian pola lusi
dan pakan di kain lurus.
12. Atur over-feed pada kain dalam % (untuk kain yang dimerser umumnya diatur pada
0-4% dan yang tidak dimerser 6-10%).
13. Jangan biarkan terjadinya lipatan pada tepi kain atau saat pemasangan kain pada
pin atau clip di trek rantai inlet. Pasangkan kain dengan benar pada pin atau clip di
rantai inlet.

Gambar

Teknologi Penyempurnaan 2 8
14. Atur suhu chamber pengering atau kecepatan kipas blower berdasarkan proses
penyempurnaan yang di kerjakan.

Gambar
15. Kemudian cek lebar masing-masing kain dan atur sesuai kebutuhan akhir lebar,
berangsur-angsur di tiap chamber.
16. Di chamber terakhir simpan lebar 1 inci atau (sesuai instruksi pengawas) lebih dari
pada lebar yang dibutuhkan

Gambar
17. Pertahankan kadar air yang dibutuhkan dalam kain jadi.
18. Periksa berbagai kerusakan proses pada kain jadi seperti noda - debu, bahan kimia,
karat, penanganan noda, lipatan, tetesan air, minyak, minyak, dll.
H. Kelebihan dan Kekurangan Mesin Stenter
Kelebihan
1. Proses pengeringan kain lebih cepat.
2. Lebih mudah mengetahui lebar suatu kain.
3. Stabilitas dimensi kain lebih kain.
4. Dapat memperbaiki kekusutan.
5. Kain akan menjadi lebih lembut.
Kekurangan
1. Pada proses pencelupan kain yang dikeringkan pada mesin stenter
kain tersebut akan rawan terjadi belang.

Teknologi Penyempurnaan 2 9
2. Pada stenter jenis clip biasanya pinggir kain akan timbul bekas clip /
seperti gosong.
3. Pada jenis stenter jarum kain yang dihasilkan akan meninggalkan
bekas lubang-lubang jarum pada pinggir kain.

BAB IV

KESIMPULAN

Teknologi Penyempurnaan 2 10
Teknologi Penyempurnaan 2 11
DAFTAR PUSTAKA

Teknologi Penyempurnaan 2 12

Anda mungkin juga menyukai