0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan10 halaman

Dasar-dasar Relay, Timer, dan Counter

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Relay, timer, dan counter adalah perangkat kendali dasar yang digunakan dalam sistem otomatisasi industri; (2) Relay berfungsi untuk menjalankan logika dan mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan sinyal tegangan rendah, sedangkan timer dan counter berfungsi untuk mengatur waktu dan menghitung; (3) Program PLC dibuat menggunakan bahasa diagram tangga yang menggunakan sim

Diunggah oleh

Agi Triwibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan10 halaman

Dasar-dasar Relay, Timer, dan Counter

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Relay, timer, dan counter adalah perangkat kendali dasar yang digunakan dalam sistem otomatisasi industri; (2) Relay berfungsi untuk menjalankan logika dan mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan sinyal tegangan rendah, sedangkan timer dan counter berfungsi untuk mengatur waktu dan menghitung; (3) Program PLC dibuat menggunakan bahasa diagram tangga yang menggunakan sim

Diunggah oleh

Agi Triwibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perangkat Kendali Dasar : Relay, Timer dan Counter

Setelah mempelajari Perangkat Masukan Dasar bagi sistem otomasi industri,


maka selanjutnya kita akan mempelajari Relay, Timer dan Counter sebagai Perangkat
Kendali Dasar. Perangkat Kendali akan mengolah signal yang diberikan oleh Perangkat
Masukan Dasar untuk mengendalikan Perangkat Keluaran Dasar sesuai dengan aturan,
instruksi pengoperasian, rangkaian logika atau program yang telah dibuat sebelumnya.
Untuk Perangkat Keluaran Dasar akan dibahas pada artikel berikutnya. Berikut ini adalah
Perangkat Kendali Dasar yang paling umum digunakan di Otomasi Industri :

A. Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan dengan tenaga listrik dan merupakan
komponen Elektromekanikal (kombinasi elektrik dan mekanik) yang terdiri dari 2 bagian
utama yakni Elektromagnet (Coil/lilitan magnet) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch). Sebuah relay minimal memiliki 1 pasang Kontak NO dan Kontak NC.
Prinsip kerja relay adalah menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan
Kontak Saklar tersebut. Sehingga, posisi Kontak NO dan Kontak NC dapat diubah tanpa
langsung disentuh oleh manusia.

Sumber: Omron

Gambar di atas adalah konstruksi sebuah relay. Sebuah Besi (Iron Core) dililit
oleh sebuah kumparan Coil yang berfungsi untuk memberi medan Elektomagnet. Saat
Switch ditutup, kumparan Coil diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya
Elektromagnet yang kemudian menarik Contact untuk berpindah dari Posisi sebelumnya,
sehingga Kontak NC akan menjadi Open dan Kontak NO akan menjadi Close. Coil yang
digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya
membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.

Dalam istilah yang lebih umum, relay adalah perantara untuk menjembatani 2
kondisi berbeda yang ingin saling berinteraksi. Sebagai contoh, saya memiliki perangkat
kendali yang keluarannya adalah 5V DC dengan arus 50mA, namun saya ingin
mengendalikan Lampu dengan tegangan kerja 220V AC dan arus 0.4A. Maka relay dapat
saya gunakan sebagai perantara pengendalian tersebut seperti pada gambar di atas.

Gambar di atas adalah bentuk relay yang ada di pasaran dan simbol relay. Relay
merupakan salah satu jenis dari Saklar, dimana kondisi umum sebuah Saklar juga
berlaku. Umumnya saklar memiliki istilah Pole dan Throw. Pole adalah banyaknya
Kontak yang dimiliki oleh sebuah relay, sedangkan Throw adalah Banyaknya kondisi
yang dimiliki oleh sebuah Kontak (NO/NC).
Berdasarkan jumlah Kontak dan Jumlah Kondisi yang memungkinkan, relay
dikelompokkan sebagai berikut :

Single Pole Single Throw (SPST): Relay ini sedikitnya memiliki 4 Terminal, 2
Terminal sebagai sumber tegangan untuk Coil dan 2 terminal lain adalah untuk
penyaklaran. Relay ini hanya memiliki NO atau NC saja.
Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay ini memiliki 5 Terminal, 2 Terminal
sebagai sumber tegangan untuk Coil dan 3 terminal lain adalah untuk penyaklaran.
Double Pole Single Throw (DPST): Relay ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 2
terminal sebagai sumber tegangan untuk Coil dan 4 terminal lain adalah untuk
penyaklaran. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
Double Pole Double Throw (DPDT): Relay ini memiliki Terminal sebanyak 8
Terminal, diantaranya 2 Terminal sebagai sumber tegangan untuk Coil dan 6
Terminal lainnya yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1
(single) Coil.
Dengan adanya lebih dari 1 kontak dalam 1 relay, hal ini membuat relay dapat
mengendalikan 2 beban atau lebih secara bersamaan. Gambar di bawah adalah
Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw.

Fungsi relay yang secara umum digunakan pada Otomasi Industri adalah sebagai berikut :

1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)


2. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan
dari Signal Tegangan rendah.
3. Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen
lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).
4. Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay
Function)
B. Timer

Secara keseluruhan, prinsip kerja Timer sangat mirip dengan relay, yang
membedakan hanyalah adanya waktu tunda antara waktu Timer diaktifkan dengan Coil
Timer aktif. Di bawah ini adalah ilustrasi dari kontruksi sebuah Timer.

Sumber : Omron

Timer terdiri dari tiga bagian, yaitu Unit Penghitung Waktu (Timer Counter), Unit
Koil, dan Unit Kontak. Timer Counter berfungsi untuk menunda pengaktifan Coil sesuai
dengan pengaturan wantu yang diberikan. Timer memiliki 2 kelompok terminal utama
sebagai sumber tegangan dan beberapa terminal lain sebagai Kontak. Berikut ini adalah
contoh timer yang berasa di pasaran dan diagram terminalnya.
Pada gambar di atas, terminal yang harus diberi tegangan saat Timer akan
diaktifkan adalah nomor 13 dan 14. Timer memiliki 4 pasang kontak dengan Common di
nomor 9, 10, 11 dan 12, NO berada di nomor 5, 6, 7, dan 8, kemudian NC berada di
nomor 1, 2, 3 dan 4.

C. Counter

Counter adalah rangkaian elektronika yang befungsi untuk melakukan penghitungan


angka secara berurutan baik itu perhitungan maju ataupun perhitungan mundur. Yang
dimaksud dengan perhitungan maju adalah di mana rangkaian akan menghitung mulai
dari angka yang kecil menuju angka yang lebih besar dan sebaliknya untuk perhitungan
mundur. Perintah perhitungan pada suatu Counter dikendalikan oleh masukan signal yang
masuk pada terminal input signalnya. Contoh Counter dan Diagram terminal Counter
ditunjukkan seperti pada gambar di bawah:

Counter secara umum digunakan sebagai alat penghitung dalam sebuah proses,
seperti halnya menghitung jumlah benda yang melewati sebuah jalur produksi pada
gambar di bawah.

Sumber : Omron

Sistem tersebut menggunakan counter untuk menghitung jumlah botol yang


melintas pada konveyor. Counter akan memiliki nilai target tertentu untuk dicapai,saat
nilai tersebut tercapai counter akan memutuskan bagaimana dan kapan menyesuaikan
outputnya berdasarkan beberapa opsi yang dipilih oleh pengguna.
Pada artikel kali ini kita telah mempelajari perangkat kendali paling dasar dalam
sistem Otomasi Industri. Perangkat Kendali lain yang terdapat dalam Otomasi Industri
diantaranya adalah Temperature Control, Solenoid valve dan PLC. Masing masing akan
dibahas secara khusus dalam artikel berbeda.

Untuk membuat program PLC kita harus mempunyai software program yang
sesuai atau compatibel dengan perangkat PLC nya. Kita tahu bahwa software program
antara lain ada twidosoft, telemecanique dan zeliosoft.

Instruksi-instruksi dasar PLC


Berikut ini adalah contoh sebagian perintah-perintah dasar pada PLC :
1. LOAD (LD)
Perintah ini digunakan jika urutan kerja suatu system kontrol hanya
membutuhkan satu keadaan logika. Logika ini mirip dengan kontak relay
NO. Simbol :

2. LOAD NOT
Perintah ini digunakan jika urutan kerja sistem kontrol hanya membutuhkan
satu kondisi logika. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.
Simbol :

3. AND
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari satu
kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu
output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.
Simbol :
4. AND NOT
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari satu
kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu
output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.
Simbol :

5. OR
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari salah
satu kondisi logikayang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu
output. Logika ini mirip dengan kontakrelay NO.
Simbol :

6. OR NOT
Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari salah
satu kondisi logikayang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu
output. Logika ini mirip dengan kontakrelay NC.
Simbol :

7. OUT
Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk mengeluarkan satu
output. Logika inimirip dengan kontak relay
NO. Simbol :
8. OUT NOT
Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk mengeluarkan satu
output. Logika inimirip dengan kontak relay
NC. Simbol :

9. TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT)


Timer (TIM) dan Counter (CNT) Timer/Counter pada PLC berjumlah 512
buah yang bernomorTC 000 sampai dengan TC 511 (tergantung tipe PLC).
Dalam satu program tidak boleh adanomor Timer/Counter yang sama. Nilai
Timer/Counter pada PLC bersifat menghitung mundurdari nilai awal yang
ditetapkan oleh program, setelah mencapai angka nol maka contact
NOtimer/counter akan ON. Timer mempunyai batas antara 0000 sampai
dengan 9999 dalam bentukBCD dan dalam orde 100 ms. Sedangkan untuk
counter mempunyai orde angka BCD danmempunyai batas antara 0000
sampai dengan 9999.
Simbol TIMER :

Timer aktif bila kondisi eksekusi ON dan reset bila OFF. Pertama dieksekusi
TIM mengukur SV dalam orde 0,1 detik.
Simbol COUNTER:
COMPARE CMP(20)
Kegunaan :
Membandingkan Cp1 dan Cp2 dan hasil output ke GR, EQ dan LE flag dalam
area.

10. PLC Ladder Diagram


Ladder diagram atau diagram tangga atau disebut juga relay diagram adalah
bahasa yang paling populer untuk membuat program PLC, yang mana tidak lain
berupa simbol dari skema diagram rangkaian listrik.

Gambar 4. Ladder Diagram

Anda mungkin juga menyukai