Sensor Penyandi ( Encoder ) digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran
menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat.
Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu; Pertama, Penyandi rotari
tambahan ( yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing
putaran ) yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar. Kedua,
Penyandi absolut ( yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing
posisi sudut ) mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian, lebih banyak
atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu
pengkodean dalam susunan tertentu. Masih banyak kekurangan dalam pengoperasian
alat teknologi pada saat ini yaitu pada tingkat accuration, safety dan juga kemudahan
dalam pengaplikasiannya. Oleh karena itu maka dibutuhkan Sensor. Sensor adalah
suatu alat yang mempermudah kerja user dengan tingkat kesalahan kecil dan mudah
untuk dioperasikan.
Dalam kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas mengenai Sensor Encoder atau
Sensor Penyandi. Cara Kerja dari Sensor Encoder masih jarang diketahui oleh kalangan umum
atau masyarakat awam, hal ini dikarenakan sistem kerja sensor ini memang sangat rumit dan
komplek untuk tingkat pemula ataupun yang sudah berpengalaman sekalipun.
Shaft Encoder atau Rotary Encoder adalah suatu device elektromekanikal yang digunakan untuk
mengubah posisi sudut dari roda ke dalam kode digital, menjadikannya semacam tranduser.
Device ini biasanya dipakai atau digunakan dalam bidang robotika, seperti optomekanikal mouse
& trackball, serta digunakan juga pada kendali putaran radar, dll.
Sensor Encoder digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital,
dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat.
Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi :
1. Penyandi Rotari tambahan yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang
diputar.
2. Penyandi Absolut mempunyai cara kerja yang sama dengan perkecualian, lebih banyak atau
lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan.
Prisip Kerja Sensor Encoder
Prinsip Kerja dari sensor ini adalah saat rangkaian sumber cahaya diberi VCC 5 Volt dan
menghasilkan cahaya, cahaya masuk pada photodioda tidak terhalangi maka akan menghasilkan
tegangan 5V dan begitu juga sebaliknya saat terhalangi maka akan menghasilkan tegangan 0V.
Dimana tegangan menjadi inputan untuk mikrokontroler.
Berikut ini adalah gambar Rangkaian sensor yang digunakan :
Pada gambar diatas Led Inframerah kita gunakan untuk menembakkan cahaya sedangkan disisi
kanan light receive dapat kita gunakan sensor cahaya seperti photodiode atau phototransistor.
Salah satu aplikasi rotary encoder sebagai sensor posisi digunakan pada Mouse Analog (Mouse
yang menggunakan Bola). Bisa anda buka dan anda akan melihat kurang lebih Tiga buah
Rangkaian Sensor Posisi menggunakan Rotary Encoder.
Sensor ini adalah saat rangkaian sumber cahaya diberi VCC 5 Volt dan menghasilkan cahaya,
cahaya masuk pada photodioda tidak terhalangi maka akan menghasilkan tegangan 5V dan
begitu juga sebaliknya saat terhalangi maka akan menghasilkan tegangan 0V.
Dimana tegangan menjadi inputan untuk mikrokontroler.
Contoh Aplikasi :
Salah satu aplikasi rotary encoder sebagai sensor posisi digunakan pada Mouse Analog (Mouse
yang menggunakan Bola). Kurang lebih Tiga buah Rangkaian Sensor Posisi menggunakan
Rotary Encoder.
Sumber disini
Keep Spirit Elektro UNNES
SHARE THIS:
Click to share on Twitter (Opens in new window)
Click to shar