Peningkatan Membaca Nyaring Siswa SD
Peningkatan Membaca Nyaring Siswa SD
Disusun Oleh :
A1G015066
i
DAFTAR ISI
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan laporan proposal Penelitian
Tindakan Kelas ini yang berjudul Peningkatan Keterampilan membaca Nyaring pada
Siswa Kelas 3 SDN 71 Kota Bengkulu Kecamatan Muara Bangkahulu dengan
Menggunakan Media Buku KKPK. Saya menyadari bahwa dalam penulisan proposal
penelitian ini tidak lepas dari bimbingan, arahan dan bantuan serta motivasi dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan motivasi, membantu pelaksanaan penelitian serta
penyempurnaan proposal penelitian baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Saya menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk memperbaiki hasil karya-
karya berikutnya. Semoga karya ini bermanfaat bagi semua pihak.
(..........................................)
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia adalah
bahasa pemersatu Bangsa Indonesia, dimana seluruh warga negara harus mampu berbahasa
Indonesia dengan benar. Dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia merupakan salah satu
aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Pembelajaran bahasa
Indonesia di sekolah mempunyai peranan penting dibandingkan dengan pelajaran yang lain.
Tak heran apabila mata pelajaran ini kemudian diberikan sejak masih di bangku SD hingga
lulus SMA.
Dari situ siswa diharapkan mampu menguasai, memahami dan dapat meng-
implementasikan keterampilan berbahasa. Seperti membaca, menyimak, menulis, dan
berbicara. Keempat aspek ini sangat berpengaruh pada kemajuan kemampuan membaca anak.
Selain itu keempatnya ini juga saling berkaitan erat satu dengan yang lain yang bersifat hierarki
yang mempunyai arti bahwa keterampilan yang satu mendasari keterampilan yang lainnya.
Dari keempat aspek berbahasa Indonesia, aspek yang paling penting adalah membaca.
Membaca pada hakekatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak sekedar
melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik dan
metakognitif. Pembelajaran bahasa Indonesia pada pendidikan sekolah dasar khususnya pada
aspek membaca peserta didik dituntut untuk mampu dan fasih membaca dengan baik serta
sesuai dengan intonasi yang benar.
Menurut Farida Rahim, Darmiyati Zuchdi dan Budiasih mengatakan dalam bukunya
mengatakan bahwa Dalam pembelajaran membaca, guru dapat memilih wacana yang
berkaitan dengan tokoh nasional, kepahlawanan, kenusantaraan dan kepariwisataan. Selain itu,
melalui pembelajaran membaca, guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan
bernalar dan kreativitas anak didik.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar kelas 3, ada salah satu yang
membahas keterampilan membaca yaitu membaca nyaring. Membaca nyaring adalah kegiatan
membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan lafal dan intonasi yang tepat
agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik
yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis. Dengan membaca nyaring
siswa dapat membaca dengan intonasi yang tepat, tanda baca yang benar, serta melatih
3
keberanian siswa. Menurut Gruber (1993) , manfaat membaca nyaring untuk anak-anak
dijelaskan sebagai berikut:
1. Memberikan contoh kepada siswa proses membaca secara positif.
2. Mengekspos siswa untuk memperkaya kosakata
3. Memberi siswa Informasi baru.
4. Mengenalkan siswa dari aliran sastra yang berbeda-beda.
5. Memberi siswa kesempatan menyimak dan menggunakan daya imajinasinya.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana keterampilan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada
siswa kelas 3 di SDN 71 Kota Bengkulu?
4
2. Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia melalui media buku KKPK yang berjudul Bulan Tidak Bohong ,karangan
Hanifah, dkk. pada siswa kelas 3 SDN 71 Kota Bengkulu?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Mendeskripsikan proses keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia pada siswa kelas 3 di SDN 71 Kota Bengkulu.
2. Mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia melalui media buku KKPK yang berjudul Bulan Tidak Bohong, karya
Hanifah, dkk. di SDN 71 Kota Bengkulu.
D. MANFAAT PENELITITAN
Dari hasil penelitian yang dilakukan diharapkan peneliti dan pembaca bisa memahami
bagaimana upaya peningkatan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
melalui media buku KKPK.
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
B. KETERAMPILAN MEMBACA
1. Pengertian Membaca
Pada hakikatnya, membaca adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak
hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berfikir,
psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses
menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan. Sebagai suatu proses
berpikir, membaca mencakup aktifitas pengenalan kata, pemahaman literal,
interpretasi, membaca kritis , dan pemahaman kreatif.
Membaca juga disebut sebagai suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan
oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui
media kat-kata atau bahasa tulis. Finochiaro dan Bonomo 1973: 119 dalam bukunya
mengatakan bahwa reading adalah bringing meaning to and getting meaning from
printed or written material, memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung
di dalam bahan tertulis.
6
Menurut Samsu Somadayo, Gillet dan Temple (dalam Syafii 1999:6)
menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan visual berupa serangkaian gerakan mata
dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok
kata, melihat ulang ucap kata-kata dan kemompok kata untuk memperoleh pemahaman
terhadap bacaan. Membaca juga merupakan proses pengembangan keterampilan, mulai
dari keterampilan memahami kat-kata, kalimat-kalimat, paragraf- paragraf dalam
bacaan sampai dengan memahami secara kritis dan evaluatif
keseluruhan isi bacaan.
2. Tujuan Membaca
Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan
tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai
tujuan. Tujuan utama membaca adalah untuk mencari dan memperoleh informasi dari
sumber tertulis. Informasi ini diperoleh melalui proses pemaknaan terhadap bentuk-
bentuk yang ditampilkan.
Dengan demikian kegiatan membaca bukan berhenti pada pengenalan bentuk,
melainkan harus sampai pada tahap pengenalan makna dari bentuk-bentuk yang dibaca.
Makna atau arti bacaan berhubungan erat dengan maksud, tujuan ataun keintensifan
dalam.
Berdasarkan maksud, tujuan atau keintensifan serta cara dalam membaca,
Anderson mengemukakan beberapa tujuan membaca antara lain :
a. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading
for details or facts). Membaca tersebut bertujuan untuk menemukan atau
mengetahui penemuan-penemuan telah dilakukan oleh sang tokoh untuk
memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.
b. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas).
Membaca untuk mengetahui topik atau masalah dalam bacaan. Untuk
menemukan ide pokok bacaan dengan membaca halaman demi halaman.
c. Membaca untuk mengetahui ukuran atau susunan, organisasi cerita (reading
for sequenceor). Membaca tersebut bertujuan untuk mengetahui bagian-
bagian cerita dan hubungan antar bagian-bagian cerita.
d. Membaca untuk menyimpulkkan atau membaca inferensi (reading for
inference). Pembaca diharapkan dapat merasakan sesuatu yang dirasakan
penulis.
7
e. Membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan (reading for
classify). Membaca jeniis ini bertujuan untuk menemukan hal-hal yang
tidak wajar mengenai suatu hal.
f. Membaca untuk menilai atau mengevaluasi (reading for evaluate). Jenis
mebaca tersebut bertujuan menemukan suatu keberhasilan berdasarkan
ukuran-ukuran tertentu.
g. Membaca untuk membandingkan atau mempertentangkan (reading for
compare or contrast). Tujuan membaca tersebut adalah untuk menemukan
begaimana cara, perbedaan atau persamaan dua hal atau lebih.
Dalam kegiatan dikelas, guru seharusnya menyusun tujuan membaca dengan
menyediakan tujuan khusus yang sesuai, atau dengan membantu mereka menyusun
tujuan membaca dengan menyediakan tujuan membaca bagi siswa itu sendiri.
8
1) Pengenalan bentuk huruf.
2) Pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frase, pola, klausa,
kalimat, dll)
3) Pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan
menyuarakan bahan tertulis)
4) Kecepatan membaca bertaraf lambat.
b. Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dianggap
berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order).
Aspek ini mencakup :
1) Memahami pengertian sederhanan (leksikal, gramatikal, retorikal)
2) Memahami signifikansi atau makna (maksud dan tujuan pengarang,
relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca)
3) Evaluasi atau penilaian (isi, bentuk)
4) Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan.
9
Membaca nyaring memiliki beberapa aspek, diantaranya Membaca dengan
pikiran dan perasaan pengarang. Keterampilan membaca nyaring antara lain :
a. Penggunaan ucapan yang tepat.
b. Pemenggalan frase yang tepat.
c. Penggunaan lagu kalimat yang tepat.
d. Penguasaan tanda baca yang baik.
e. Penggunaan suara yang jelas.
f. Penggunaan ekspresi yang tepat.
g. Pengaturan kecepatan membaca.
h. Pengaturan ketepatan membaca.
i. Pemahaman bacaan.
10
dalam menulis. Selain itu, dengan adanya buku KKPK anak-anak tidak saja disuguhi
dengan cerita novel-novel dewasa saja karena dalam buku.
3. Kelebihan dan Kelemahan
a. Kelebihan
1) Ceritanya sangat menarik sehingga anak dapat lebih tertarik dalam proses
pembelajaran.
2) Dalam cerita buku KKPK unsur-unsur bacaan seperti tanda baca tekandung di
dalamnya sehingga anak dapat belajar meningkatkan kemampuannya dalam
membaca nyaring dengan mudah.
b. Kelemahan
1) Membutuhkan waktu yang lama karena untuk penerapannya perlu diulang-
ulang.
2) Untuk guru harus selektif memilih buku yang sesuai dengan karakteristik
siswa dikelas karena buku KKPK masih jarang dikenal oleh anak.
11
BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam bahasa
Inggris Penelitian Tindakan Kelas (PTK) disebut dengan istilah Classroom Action Research
(CAR). Dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu sebuah
kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas.
Penelitian tindakan kelas dapat didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan (action
research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti dikelasnya atau bersama-
sama dengan orang lain (kolaborator) dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati, dan
merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratif dan partisipatif yang
tujuannya adalah untuk memperbaiki tau meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
dikelasnya melalui tindakan (treatment) tertentu.
Melalui PTK guru dapat mengembangkan model-model mengajar yang bervariasi ,
pengelolaan kelas yang dinamis dan kondusif, serta penggunaan media dan sumber belajar
yang tepat dan memadai. Dengan penerapan hasil-hasil PTK secara berkesinambungan
diharapkan proses belajar mengajar di sekolah tidak kering dan membosankan serta
menyenangkan bagi siswa, atau dengan istilah yang lebih populer disebut PAIKEM
(Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan).
Berdasarkan uaraian diatas, tujuan PTK adalah agar guru bersedia untuk
mengintrospeksi, bercermin dan mengevaluasi dirinya sendiri sehingga kemampuannya
sebagai seorang pengajar diharapkan dapat lebih profesional dan dapat meningkatkan
kemampuan diri guru tersebut, sehingga dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas
siswanya, baik dalam aspek penalaran, keterampilan, pengetahuan, hubungan sosial maupun
aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi siswa untuk menjadi lebih dewasa.
Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang diperkenalkan oleh Kurt
Lewin, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus
meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan) dan reflection
(refleksi).
12
B. SETTING ATAU SUBJEK PENELITIAN
1. Setting Penelitian
a. Tempat Penelitian
Tempat penelitian atau lokasi PTK ini dilakukan di SDN 71 Kota Bengkulu Muara
Bangkahulu pada kelas III untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setting tempat
ini diambil di MI Wali Songo dikarenakan kemampuan siswa pada sekolah ini perlu
dikembangkan terutama pada kelas III. Antusias belajar pada kelas ini cukup tinggi,
akan tetapi pengembangan strategi pembelajaran yang dilakukan guru masih perlu
dikembangkan.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Juli semester genap tahun pelajaran 2011/2012.
Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik madrasa, karena
dalam PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan prosesbelajar
mengajar yang efektif di kelas.
c. Siklus PTK
PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan keterampilan
membaca nyaring dengan penerapan media buku KKPK siswa kelas III pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia. Pada siklus I dilaksanakan mengikuti prosedur
perencanaan (planning), tindakan (action) , pengamatan (observation), dan refleksi
(reflection). Apabila dari hasil tindakan yang dilakukan pada siklus I belum
memenuhi kriteria ketuntasan yang diharapkan peneliti, maka penelitian ini akan
dilanjutkan pada siklus II untuk melihat peningkatan dari siklus I.
2. Subjek Penelitian
Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III tahun ajaran 2012/2013
dengan jumlah sebanyak 35 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 15 siswa laki-
laki.
Pemilihan kelas ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa keterampilan siswa
dalam membaca nyaring pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih perlu
ditingkatkan.
C. VARIABEL PENELITIAN
Secara umum terdapat dua variabel dalam penelitian ini yakni variabel input dan output ,
dan variabel proses.
1. Variabel Input : Siswa kelas III SDN 71 Kota Bengkulu Muara Bangkahulu.
13
2. Variabel Proses : Media buku KKPK judul Bulan Tidak Bohong, karangan Hanifah.
3. Variabel Output : Keterampilan membaca nyaring
D. RENCANA TINDAKAN
1. Rencana Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan tindakan dengan menggunakan media
buku KKPK judul Bulan Tidak Bohong karangan Hanifah, mata pelajaran Bahasa
Indonesia. Pada aspek pengajaran keterampilan membaca nyaring, dengan harapan
adanya peningkatan dalam keterampilan membaca nyaring pada siswa. Dalam
perencanaan penelitian dilakukan kegiatan antara lain :
a. Persiapan Penelitian PTK
1) Memberikan simulasi kepada guru tentang penyelenggaraan.
2) Melakukan konsolidasi dengan guru tentang tata cara melakukan
penelitian dan job discription :
a) Penyusunan instrumen dan skenario penelitian
- Menyusun RPP
- Menyusun Instrumen Observasi
- Menyusun Pelaku Tindakan
- Menyusun Pelaku Observasi
b) Menyiapkan alat peraga yang digunakan
b. Menyusun Rencana Tindakan
Tindakan yang diberikan adalah menggunakan media buku KKPK , dan bidang
pengembangan yang diharapkan dapat meningkatkan adalah aspek afektif,
kognitif dan psikomotorik, diantara aspeknya meliputi keterampilan dalam
membaca nyaring.
2. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian Kurt Lewin, yaitu
berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus berikutnya. Penelitian ini dilaksanakan
melalui dua siklus, pada masing-masing siklus terdiri dari kegiatan sebagai berikut :
a. Perencanaan.
b. Pelaksanaan Tindakan.
c. Pengamatan/Observasi.
d. Refleksi.
14
E. DATA DAN CARA PENGUMPULAN
1. Sumber Data
a. Siswa
Untuk mendapatkan data tentang keterampilan siswa selama proses kegiatan belajar
mengajar ketika diterapkan media buku KKPK.
b. Guru
Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi media buku KKPK dalam
peningkatan keterampilan membaca nyaring siswa dalam mata pelajaran bahasa
Indonesia.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diupayakan semaksimal mungkin agar
bisa mendapatkan data yang benar-benar valid, maka peneliti melakukaan
Pengumpulan data dengan cara sebagai berikut :
a. Wawancara
Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti mengadakan tanya jawab secara langsung
dengan pihak-pihak terkait dan membawa instrument penelitian sebagai pedoman
pertanyaan tentang hal-hal yang akan ditanyakandengan cara menanyakan beberapa
pertanyaan kemudian satu persatu diperdalam dan mengoreknya lebih lanjut.
b. Observasi
Observasi adalah proses pengamatan dan pengindraan secara langsung terhadap
kondisi, situasi, proses, dan perilaku disaat proses pembelajaran berlangsung.
Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam
PBM dan penerapan media buku KKPK yang dilaksanakan guru dan peneliti.
c. Tes Hasil Belajar
Dalam menggunakan tes, peneliti menggunakan instrumen berupa seperangkat
soal-soal tes. Tes tulis dapat dibagi dua, yaitu :
d. Dokumentasi
Dokumen adalah laporan tertulis tentang suatu peristiwa yang isinya terdiri dari
penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa tersebut. Dokumentasi terdiri dari
surat-surat, dokumen resmi, dan foto. Dalam penelitian ini metode dokumentasi
digunakan untuk mengumpulkan data yang ada pada lembaga sekolah sebagai data
penunjang.
15
F. ANALISIS DATA
Analisis data merupakan cara yang digunakan dalam pengelolahan data yang berhubungan erat
dengan perumusan masalah yang telah diajukan sehingga dapat digunakan untuk menarik
kesimpulan. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan
kualitatif yaitu :
1. Data Kuantitatif, (nilai hasil belajar siswa) dapat dianalisa secara deskriptif.
Misalnya mencari nilai rata-rata, presentase keberhasilan belajar dll.
2. Data Kualitatif, yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberikan
gambaran atau fakta sesuai data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil
belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan serta
aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Untuk analisis tingkat keberhasilan atau presentase ketuntasan belajar siswa setelah
prose belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan
evaluasi berupa soal tes tulis pada setiap akhir siklus. Analisi ini dihitung dengan menggunakan
statistik sederhana yang berupa rumus sederhana.
G. TIM PENELITI
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara kolaboratif. Dalam hal ini yang menjadi
kolaborator adlah guru mata pelajaran Bahsa Indonesia kelas III. Selain menjadi kolaborator,
guru juga berperan sebagai observer bersama-sama dengan peneliti dalam pelaksanaan
pembelajaran dikelas.
Guru dan kolaborator terlibat secara penuh dalam perencanaan, tindakan, observasi dan
refleksi pada tiap-tiap siklusnya. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus yang
sudah dianggap mampu memenuhi hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada.
16
DAFTAR PUSTAKA
Al Muchtar, S., (2007). Pendidikan Bahasa Indonesia. Dalam Ali, M., Ibrahim, R.,
Sukmadinata, N.S., Sudjana, D., W (Penyunting). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan.
Bandung: Pedagogiana Press (Halaman 827 - 854).
Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta. Bumi Aksara
17