Malnutrisi Energi Protein (MEP)
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
UPT Acu Suhendar,
PUSKESMAS SKM
DTP NIP. 19660909
SINGAJAYA 198902 1 001
1. Pengertian Definisi
Masalah Kesehatan MEP adalah penyakit akibat kekurangan
energi dan protein umumnya disertai defisiensi nutrisi lain.
Klasifikasi dari MEP adalah :
1. Kwashiorkor
2. Marasmus
3. Marasmus Kwashiorkor
Anamnesis
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan
1. Kwashiorkor, dengan keluhan: Edema Wajah sembab
Pandangan sayu Rambut tipis, kemerahan seperti warna
rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok Anak
rewel, apatis
2. Marasmus, dengan keluhan: Sangat kurus Cengeng
Rewel Kulit keriput
3. Marasmus Kwashiorkor, dengan keluhan kombinasi dari ke-2
penyakit tersebut diatas
Faktor Risiko
Berat badan lahir rendah, HIV, Infeksi TB, pola asuh yang salah
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik Patognomonis
1. BB/TB < 70% atau < -3SD
2. Marasmus: tampak sangat kurus, tidak ada jaringan lemak
bawah kulit, anak tampak tua, baggy pants appearance.
3. Kwashiorkor: edema, rambut kuning mudah rontok, crazy
pavement dermatosa
4. Tanda dehidrasi
5. Demam
6. Frekuensi dan tipe pernapasan: pneumonia atau gagal
jantung 7. Sangat pucat
7. Pembesaran hati, ikterus
8. Tanda defisiensi vitamin A pada mata: konjungtiva kering,
ulkus kornea, keratomalasia
9. Ulkus pada mulut 11. LILA < 11,5 cm untuk anak 6-59
bulan
Pemeriksaan Penunjang
1. Laboratorium: gula darah, Hb, Ht, preparat apusan darah,
urin rutin, feses
2. Antropometri
3. Foto toraks
4. Uji tuberkulin
Penegakan Diagnostik (Assessment)
Ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis serta pengukuran
antropometri. Anak didiagnosis dengan gizi buruk, apabila:
1. BB/TB < -3SD atau 70% dari median (marasmus).
2. Edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh
(kwashiorkor: BB/TB >-3SD atau marasmik-kwashiorkor
BB/TB <-3SD).
Klasifikasi
KlasifikasiMalnutrisi Energi Protein (MEP) Kriteria Klinis
Antropometri (BB/TB-PB) Gizi buruk Tampak sangat kurus dan
atau edema pada kedua punggung Diagnosis Klinis Diagnosis
kaki atau seluruh tubuh <-3SD Gizi kurang Tampak kurus -3SD <
-2SD
Diagnosis Banding
-
Komplikasi
Anoreksia, Pneumonia berat, Anemia berat, Infeksi, Dehidrasi
berat, Gangguan elektrolit, Hipoglikemi, Hipotermi, Hiperpireksia,
Penurunan kesadaran
2. Tujuan Prosedur ini dibuat untuk pedoman pengobatan pasien dengan
diagnose Malnutrisi Energi Protein (MEP) di tingkat pelayanan
dasar/puskesmas oleh dokter umum.
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas DTP Singajaya No. .// KEP/
PKM / 2017 tentang Layanan Kesehatan di UPT Puskesmas DTP
Singajaya.
4. Referensi
5. Prosedur Penatalaksanaan
Penatalaksanaan komprehensif (Plan)
Langkah penanganan gizi buruk terbagi dalam fase
stabilisasidan rehabilitasi
Penanganan pasien dengan MEP, yaitu:
Vitamin A dosis tinggi diberikan pada anak gizi buruk
dengan dosis sesuai umur pada saat pertama kali
ditemukan
Makanan untuk pemulihan gizi dapat berupa makanan
lokal atau pabrikan.
- Jenis pemberian ada 3 pilihan:
makanan therapeutic atau gizi siap saji, F100 atau makanan lokal
dengan densitas energi yg sama terutama dari lemak
(minyak/santan/margarin).
- Pemberian jenis makanan untuk pemulihan gizi disesuaikan
masa pemulihan (rehabilitasi):
o 1 minggu pertama pemberian F100
o Minggu berikutnya jumlah dan frekuensi F100
dikurangi seiring dengan penambahan makanan
keluarga.
Kunjungan Rumah
Tenaga kesehatan atau kader melakukan kunjungan rumah
pada anak gizi buruk rawat jalan, bila:
Berat badan anak sampai pada minggu ketiga tidaknaik atau
turun dibandingkan dengan berat badanpada saat masuk
(kecuali anak dengan edema).
Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa
pemberitahuan
Kunjungan rumah bertujuan untuk menggali permasalahan
yang dihadapi keluarga termasuk kepatuhan mengonsumsi
makanan untuk pemulihan gizi dan memberikan nasihat
sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Dalam melakukan kunjungan, tenaga kesehatan membawa
kartu status, cheklist kunjungan rumah, formulir rujukan,
makanan untuk pemulihan gizi dan bahan penyuluhan.
Hasil kunjungan dicatat pada checklist kunjungan dan kartu
status. Bagi anak yang harus dirujuk, tenaga kesehatan
mengisi formulir rujukan.
Konseling dan Edukasi
Menyampaikan informasi kepada ibu/pengasuhtentang
hasil penilaian pertumbuhan anak
Mewawancarai ibu untuk mencari penyebab kurang gizi.
Memberi nasihat sesuai penyebab kurang gizi.
Memberikan anjuran pemberian makan sesuai umur dan
kondisi anak dan cara menyiapkan makan formula,
melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti
makanan.
Kriteria Rujukan
1. Bila terjadi komplikasi, seperti: sepsis, dehidrasi berat,
anemia berat, penurunan kesadaran
2. Bila terdapat penyakit komorbid, seperti: pneumonia berat
Peralatan
1. Alat pemeriksaan gula darah sederhana
2. Alat pengukur berat dan tinggi badan anak serta dewasa
3. Skala antropometri
Prognosis
Prognosis umumnya dubia ad bonam untuk ad vitam,
sedangkan untuk quo ad fungsionam dan sanationam
umumnya dubia ad malam.
6. Unit Terkait 1. Unit BP Umum
2. Unit BP Gigi
3. Unit Perawatan
4. Unit KIA KB
5. MTBS
6. PONED
7. IGD