3.
4 ODV (Ocean Data View)
1. Buka softtware ODV (Ocean Data View)
2. Akan muncul tam[ilan awal seperti ini. Lalu klik File New
3. Tuliskan nama file sesuai dengan yang diinginkan, dan simpan pada folder yang diinginkan
pula. Lalu klik Save.
4. Lalu muncul window Creating collection ... Lalu klik OK.
5. Pada window Meta Variables klik OK.
6. Lalu pada window Collection Variables, klik New.
7. Pada Label tuliskan DENSITY lalu klik OK.
8. Lalu selnajutnya muncul window Collection Properties, klik OK.
9. Muncullah tampilan layar pada ODV (Ocean Data View).
10. Klik Import ODV Spreadsheet untuk mengimport data pada 12 stasiun.
11. Cari file 12 stasiun yang berbentuk .txt lalu klik Open.
12. Muncul Spreadsheet File Properties lalu klik OK.
13. Lalu muncul window Meta Variable Association. Pada Latitude sebelah kanan maupun kiri
sudah bertanda bintang yang artinya sudah berasosiasi. Klik Longitude pada sebelah kiri dan
klik Longitude pula pada sebelah kanan lalu klik Associate maka akan bertanda bintang.
Lalu klik OK.
14. Pada window Import Options lakukan hal yang sama pada window Meta Variable Properties
untuk tiap variabelnya hingga seluruh variabel bertanda bintang. Klik OK.
15. Akan muncul tulisan bahwa akan mengimport satu stasiun. Klik OK.
16. Lalu lakukan langkah- langkah tersebut mulai dari Import Spreadsheet hingga selesai
pada 12 stasiun yang akan dimasukkan datanya pada ODV. Untuk melihat titik pada stasiun
yang telah dimasukkan datanya, klik zoom pada gambar peta.
17. Zoom pada daerah selat Makasar antara pulai Kalimantan dan Pulai Sulawesi dengan
mengecilkan ataupun meng- drag hingga ke-12 stasiun terlihat.
18. Hasil peta yang telah di-zoom in adalah sebagai berikut.
19. Klik File Save Canvas As
20. Beri nam file sesuai keinginan, dan folder yang sesuai pula lalu klik Save.
21. Akan muncul window Graphics Resolution lalu klik OK.
22. File sudah berhasil di Save jika muncul window seperti ini.
23. Pada gambar peta sebelumnya, klik kanan di luar peta lalu pilih Layout Templates 2
STATION Window.
24. Akan muncul window menjadi seperti ini.
25. Pada window Station muncul hal seperti ini lalu atur ukuran window dan penempatannya
dengan klik kanan Window Layout.
26. Tampilan Window Layout
27. Klik kanan pada Window Layout Move/ Resize
28. Setelah Move/ Resize tampilan Window Layout menjadi seperti ini.
29. Tambah satu window Station lagi dengan klik kanan pada Window Station Create New
Window.
30. Window Station menjadi 3 dan atur ukuran serta penempatan dengan cara yang sama dengan
sebelumnya.
31. Lalu pada Window Station yang baru klik kanan X - Variable
32. Ubah X- Variable dari TEMPERTURE menjadi DENSITY.
33. Window Station akan berubah menjadi seperti ini.
34. Atur tempat Map dibawah menjadi ditengah dengan klik kanan Move/ Resize.
35. Klik enter dan Window Layout menjadi seperti ini.
36. Klik titik pada stasiun 1.
37. Klik titik pada semua stasiun satu per satu dan akan menghasilkan grafik seperti ini.
38. Klik File Save Canvas As untuk menyimpan hasil Grafik tersebut.
39. Tulis File Name dan folder untuk menyimpan. Pastikan tipe file adalah PNG. Klik Save.
40. Lalu muncul window Graphic Resolution. Klik OK.
41. Canvas sudah tersimpan jika muncul window seperti ini.
42. Tampilan Window sebelumnya.
43. Lalu klik kanan pilih Window Templates 2 SCATTER Window.
44. Atur posisi dan ukuran dengan klik kanan Window Layout
45. Ubah ukuran dan posisi window agar rapi dengan klik kanan pad Window SCATTER
Move/ Resize.
46. Tambahkan satu Window SCATTER dengan klik kanan Create New Window.
47. Window SCATTER menjadi 3.
48. Atur posisi Window SCATTER ke-3 dengan klik kanan Move/Resize.
49. Atur posisi Map menjadi ditengah dengan klik kanan Move/Resize.
50. Klik enter lalu muncul tampilan seperti ini.
51. Klik kanan pada Window SCATTER ke-3 lalu pilih X Variable.
52. Ubah Variable X dari TEMPERATURE menjadi DENSITY.
53. Tampilan akhir Window SCATTER.
54. Klik File Save Canvas As untuk menyimpan.
55. Beri nama file dan simpan di folder yang telah ditentukan. Patikan format file dalam bentuk
PNG. Klik Save.
56. Muncul window Graphic Resolution. Klik OK.
57. File telah tersimpan jika muncul window seperti ini.
58. Pada file sebelumnya klik kanan Layout Templates 3 SECTION Window.
59. Lalu tampilan awal berubah menjadi seperti ini.
60. Klik kanan Window Layout.
61. Atur posisi dan ukuran dengan cara klik kanan Move/Resize.
62. Ubah semua X- variable dengan cara klik kanan X - Variable
63. Ubah dari TEMPERATURE menjadi Section Distance. Klik OK.
64. Ubah pada semua window lalu akan muncul tampilan seperti ini. Klik kanan pada Map lalu
pilih Define Section.
65. Akan muncul tampilan seperti ini. Hubungkan tiap titik pada stasiun dimulai dari staiun 1
hingga satsiun 12 kembali lagi ke stasiun 1.
66. Setelah itu muncul Section Properties lalu klik OK.
67. Tampilan window berubah menjadi seperti ini.
68. Klik kanan pada window SCATTER 1 lalu pilih Properties.
69. Pada Properties Window klik Display Style lalu klik pada Gridded field. Unchecklist
Automatic scale lengths dan ubah menjadi 300. Pastikan color 17. Checklist pada Apply to
all window.
70. Klik pada Contours lalu pada tanda << klik hingga muncul angka. Checklist Do contours
dan Apply to all window with this Z- Variable. Klik OK.
71. Tampilan yang telah diperbarui. Ubah semua windows dengan klik kanan Properties.
72. Tampilan akhir Window SCATTER.
73. Simpan dengan cara klik File Save Canvas As.
74. Simpan dengan nama dan folder sesuai yang diinginkan. Pastikan format file berbentuk
PNG. Klik Save.
75. Akan muncul window Graphic Resolutin. Klik OK.
76. File berhasil disimpan jika muncul window seperti ini.
77. Tampilan akhir Window SCATTER.
78. Klik kanan pada luar window lalu pilih Layout Templates 3 SURFACE Windows.
79. Akan muncul tampilan Window Surface seperti ini.
80. Klik kanan Window Layout.
81. Tampilan Window Layout pada Surface. Ubah posisi dan ukuran sesuai dengan yang
diinginkan dengan klik kanan MovetResize.
82. Tampilan Window Layput setelah diatur posisi dan ukuran.
83. Klik enter lalu muncul seperti ini.
84. Pada tiap window klik kanan Properties.
85. Muncul Properties Window klik pada Display Style. Lalu klik Gridded File, unchecklist pada
Automatic scale lengths dan ubah menjadi 300. Pastikan color pada nomor 17. Checklist
pada Apply to all window.
86. Klik Contours dan klik tanda << hingga semua angka muncul. Checklist pada Apply to all
window with this Z- Variable. Klik OK.
87. Window SURFACE akan berubah menjadi seperti ini.
88. Pada seluruh window lakukan klik kanan Properties. Ubah semua sesuai dengan format
sebelumnya. Hasilnya akan menjadi seperti ini.
89. Simpan dengan cara klik File Save Canvas As
90. Beri nama file dan tempat penyimpanan sesuai yang diinginkan. Patikan format file dalam
bentuk PNG. Klik Save.
91. Muncul window Graphic Resolution. Klik OK.
92. File telah tersimpan jika muncul tampilan seperti ini.
93. Jika ingin melihat tampilan pada kedalam tertentu klik View Isosurface Variables.
94. Muncul window Isosurface Variables. Lalu delete TEMPERATURE, SALINITY dan
DENSITY.
95. Ubah kedalaman menjadi 0 dan tambahkan tiap parameter dengan klik Add.
96. Tampilan akan menjadi seperti ini.
97. Tampilan kontur pada kedalaman 0 m akan terlihat seperti ini.
98. Tambahkan keterangan kontur dengan klik kanan pada setiap window Properties.
99. Muncul window Properties, klik Contours. Lalu klik tanda << hingga semua angka muncul
dan checklist pada Apply to all windows with Z- variables.
100. Akan muncul Window SURFACE pada kedalaman 100 m. Save canvas as pada tiap
kedalaman dengan interval 50 m.