0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan15 halaman

Penyuluhan Rabies di Denpasar Utara

Dokumen tersebut merangkum rencana pelaksanaan penyuluhan rabies di Puskesmas II Denpasar Utara meliputi tujuan, sasaran, strategi, isi materi, metode, media, tempat dan waktu pelaksanaan, serta rencana evaluasi kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai rabies.

Diunggah oleh

Devina Harsono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan15 halaman

Penyuluhan Rabies di Denpasar Utara

Dokumen tersebut merangkum rencana pelaksanaan penyuluhan rabies di Puskesmas II Denpasar Utara meliputi tujuan, sasaran, strategi, isi materi, metode, media, tempat dan waktu pelaksanaan, serta rencana evaluasi kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai rabies.

Diunggah oleh

Devina Harsono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MINI PROJECT

PENYULUHAN RABIES
DI PUSKESMAS II DENPASAR UTARA

DOKTER INTERNSIP
1. dr. Michelle Husin
2. dr. Devina Harsono
3. dr. Angela Jessica
4. dr. Ni Nyoman Ayu Laksmi Putri
5. dr. Robby Paguh Tarigan
6. dr. Gede Wikananda
7. dr. Sagung Novita Widya Ningrat

DOKTER PEMBIMBING
dr. I G.A.A Putri Juliani

DALAM RANGKA MENGIKUTI PROGRAM DOKTER INTERNSIP


PUSKESMAS II DENPASAR UTARA
DENPASAR
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rabies merupakan suatu penyakit zoonosis yaitu penyakit hewan
berdarah panas yang ditularkan kepada manusia dan menyerang susunan
saraf pusat. Penyakit ini mendapat perhatian dunia akibat kefatalannya
yang sangat tinggi (hampir 100%). Pada zaman kerajaan Raja Hammurabi
(2300 SM) telah disebutkan sebelumnya bahwa rabies merupakan penyakit
yang sangat penting sehingga dituliskan dalam sebuah prasasti pada
sebuah masa kerajaan tersebut. Pada masa itu, setiap orang wajib
memelihara anjingnya dengan baik bila ditemukan ada anjing yang gila
serta menggigit manusia hingga menimbulkan kematian, maka pemilik
sang anjing akan dikenakan denda dengan jumlah yang telah ditetapkan
oleh pihak kerajaan.
Penyakit rabies tersebar diseluruh dunia dengan kasus dan vektor
penular yang berbeda-beda. Berdasarkan data WHO diketahui lebih dari
1,4 miliar orang berisiko terkena penyakit infeksi rabies di Asia Tenggara.
Setiap tahunnya 23.000 sampai 25.000 penduduk asia tenggara meninggal
akibat rabies. Upaya yang bisa dfilakukan untuk mengatasi masalah ini
adalah dengan meningkatkan vaksinasi pada anjing sebagai hewan
peliharaan.
Berdasarkan data Kementrian Kesehatan tahuin 2012 dan 2014
diketahui bahwa kasus rabies di Indonesia mengalamipenurunan sebesar
49,31%. Jumlah kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) pada tahun
2012 sebesar 84.750 kasus, pada tahuin 2013 turun menjadi 69.136 kasus
dan 2014 kembali turun menjadi 42.958 kasus.
Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor
501/MENKES/PER/X/2010 disebutkan bahwa salah satu penyakit
menular yang dapat menyebabkan terjadinya wabah di masyarakat adalah
penyakit rabies. Maka diperlukan komitmen yang tinggi bagi semua pihak
untuk mengatasi kasus rabies ini.
BAB 2
PERENCANAAN MINI PROJECT DI SELURUH BANJAR,
KECAMATAN DENPASAR UTARA

2.1. Identifikasi Masalah


Rabies adalah suatu penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf
pusat yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan kematian, dapat menyerang
semua hewan berdarah panas dan manusia. Ini merupakan penyakit yang harus
diwaspadai dan dikenali karena tingkat gigitan anjing terhadap manusia di
wilayah Denpasar masih cukup tinggi. Pengetahuan yang kurang akan gejala
rabies dapat menyebabkan penanganan dan pencegahan yang terlambat. Penting
untuk mengenali tanda-tanda rabies karena tidak semua gigitan hewan dapat
menyebabkan rabies.

2.2. Analisa Masalah


1. Faktor resiko yang mendukung timbulnya penyakit rabies:
a. Gigitan hewan yang menderita rabies
b. Hewan yang tidak divaksin rabies
c. Tidak melakukan vaksinasi rabies pasca gigitan hewan yang berisiko
menularkan rabies

2. Latar belakang perilaku yang membantu timbul dan menyebarnya masalah:


a. Pengetahuan masyarakat terhadap tindakan pencegahan rabies yang masih
kurang. Hal ini didapatkan melalui wawancara pada beberapa warga,
sebagian besar warga mengaku mengetahui mengenai penyakit rabies
namun yang kurang dipahami adalah tindakan yang perlu dilakukan
setelah terjadi paparan dengan hewan yang dapat menularkan rabies.
b. Pengetahuan masyarakat mengenai akibat dari rabies yang masih kurang
sehingga masyarakat terkadang mengabaikan edukasi untuk melakukan
vaksin anti rabies.
3. Perilaku masyarakat yang diharapkan mengurangi timbul dan menyebarnya
masalah:
a. Peningkatan pengetahuan mengenai penyakit rabies.
b. Peningkatan kewaspadaan terhadap cara penularan penyakit rabies.
c. Melakukan vaksinasi anti rabies jika terjadi gigitan hewan yang dapat
menularkan rabies.
d. Melakukan vaksinasi kepada hewan peliharaan.
e. Peningkatan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama bila
menemukan hewan yang terinfeksi.

4. Hambatan-hambatan yang akan dihadapi oleh masyarakat untuk merubah


perilakunya:
a. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai dampak dari penyakit rabies
b. Kebiasaan masyarakat yang tidak melakukan vaksinasi rabies terhadap
hewan peliharaan
c. Kurang waspadanya masyarakat dengan gigitan hewan.
d. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang gejala-gejala yang ditunjukan
oleh hewan yang terinfeksi.

5. Hal-hal yang mendorong terjadinya perubahan perilaku:


a. Tenaga puskesmas sebagai penyuluh yang memadai.
b. Penyuluhan mengenai penyebab, gejala, pencegahan, pengobatan, dan
komplikasi rabies.
c. Pengertian pada pasien rabies untuk mendapat pengobatan yang tepat
sehingga mengurangi komplikasi jangka panjang.

2.3. Tujuan
2.3.1 Tujuan Umum
Mencegah penularan penyakit rabies di wilayah kerja Puskesmas II
Denpasar Utara, Kecamatan Denpasar Utara.
2.3.2 Tujuan Khusus
Mini Project ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan
pengetahuan masyarakat mengenai rabies, khususnya tentang penyebab, gejala,
pencegahan, pengobatan, dan komplikasi rabies di wilayah kerja Puskesmas II
Denpasar Utara, Kecamatan Denpasar Utara.

2.4. Sasaran
Sasaran Mini Project adalah masyarakat yang termasuk di wilayah kerja
Puskesmas II Denpasar Utara, Kecamatan Denpasar Utara.

2.5. Strategi Penyuluhan


Sebelum kegiatan penyuluhan, kami selaku pelaksana kegiatan
penyuluhan mempersiapkan diri dalam hal penguasaan materi penyuluhan dan
cara-cara penyampaian informasi. Penguasaan materi penyuluhan dilakukan
dengan cara mencari sumber informasi yang valid, membaca materi mengenai
rabies, dan mencari informasi data serta perkembangan penyakit terkini.
Penguasaan penyampaian pesan dilakukan dengan membaca pedoman tata cara
penyuluhan. Persiapan tempat, waktu dan peserta dilakukan dengan melakukan
koordinasi dengan petugas di Puskesmas II Denpasar Utara dan para kader
posyandu, agar kegiatan penyuluhan dapat terlaksana dengan baik. Setelah
persiapan selesai, maka penyuluhan akan dilakukan pada bulan Juli November
2017 pada kegiatan Posyandu di setiap banjar di wilayah kerja Puskesmas II
Denpasar Utara.
Pelaksanaan penyuluhan dilakukan dengan persiapan materi dan media
penyuluhan, dan perkenalan tim penyuluhan terlebih dahulu. Selanjutnya
dilakukan pemberian pertanyaan secara singkat kepada masyarakat sebelum
dilakukan penyuluhan untuk mengukur pengetahuan mereka tentang rabies.
Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan berupa pemberian materi mengenai
rabies oleh tim penyuluh. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi (tanya-jawab)
mengenai materi yang telah dipresentasikan. Pada akhir diskusi, tim penyuluh
menyimpulkan kembali isi dari materi yang dibawakan serta tanya jawab tersebut.
Sebagai bentuk evaluasi tentang pemahaman materi yang telah disampaikan akan
dilakukan penilaian dengan cara menanyakan kembali pertanyaan yang
sebelumnya ditanyakan saat sebelum dilakukannya penyuluhan.

2.6. Isi Materi


Materi penyuluhan yang diberikan berupa :
1. Apa itu rabies?
2. Bagaimana rabies ditularkan?
3. Bagaimana kita menangani gigitan hewan?
4. Apa yang tidak boleh dilakukan pada luka gigitan hewan?
5. Hewan apa saja yang menularkan rabies?
6. Bagaimana rabies berkembang di tubuh manusia?
7. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan rabies?
8. Berapa lama waktu yang diperlukan anjing dan kucing menjadi rabies, dan
berapa lama hewan rabies dapat bertahan hidup?
9. Apa tanda-tanda klinis rabies pada anjing?
10. Apa tanda dan gejala rabies pada manusia?
11. Pada kondisi apa kita harus mendapatkan vaksinasi anti-rabies setelah
tergigit?
12. Apakah anda harus mendapatkan vaksinasi anti-rabies jika anjing yang
menggigit Anda telah divaksin?
13. Apa yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian rabies?

2.7. Metode
Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, peragaan dan
sesi tanya jawab.

2.8. Media Penyuluhan


Mikrofon, soundsystem, proyektor, Note book dan LCD.

2.9. Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Tempat : Semua Balai Banjar di wilayah Pukesmas II Denpasar Utara,
Kecamatan Denpasar Utara
Waktu : Bulan Juli-November 2017. Pukul 08.30-09.30 WITA

2.10. Rencana Evaluasi


Rencana Penilaian/Evaluasi penyuluhan dilakukan berdasarkan indicator
keberhasilan sebagai berikut :
1. Input :
a. Man : dokter internsip yang bertugas di Puskesmas II Denpasar
Utara yang sudah menguasai materi rabies, khususnya tentang
pengertian, penyebab, cara penularan, gejala, komplikasi, dan
pencegahan rabies.
b. Minute : acara berlangsung tepat pukul 08.30 WITA dan selesai
pukul 09.30 WITA.
c. Market : dihadiri oleh 20 orang.
d. Material : alat dan bahan ceramah sudah siap 30 menit sebelum
penyuluhan dimulai.
e. Money : tidak ada dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan
penyuluhan.
f. Method : sudah menguasai cara penyuluhan perorangan dan
terdapat tanya jawab.

2. Proses :
a. Kehadiran peserta
Indikator: peserta yang hadir mengikuti penyuluhan sebanyak
minimal 75% orang.
b. Peserta dengan antusias mendengarkan ceramah
Indikatornya : peserta tidak mengantuk, tidak lain-lain, mendengarkan
dengan seksama, dan aktif bertanya. Apabila ditemukan 80% peserta
yang mengikuti penyuluhan dengan baik maka penyuluhan dikatakan
berhasil.
c. Peserta aktif bertanya
Indikatornya : minimal terdapat 3 pertanyaan selama penyuluhan
berlangsung.
d. Peningkatan pengetahuan tentang penyakit
Indikator : Tingkat pengetahuan peserta penyuluhan mengalami
peningkatan apabila dapat menjawab pertanyaan yang sama yang
diajukan dibandingkan dengan sebelum dilakukan penyuluhan, maka
penyuluhan dikatakan berhasil.

3. Output :
Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai
definisi, cara penularan, gejala, pencegahan, dan komplikasi dilihat dari
adanya peningkatan kemampuan dalam menjawab pertanyaan yang
diajukan.

2.11. Waktu dan Pelaksana Evaluasi Penyuluhan


Evaluasi dilakukan sebelum, selama dan segera setelah penyuluhan
selesai dan dilakukan oleh dokter internship sebagai pelaksana program.
BAB 3
PELAKSANAAN MINI PROJECT

3.1 Waktu dan Tempat Kegiatan


Penyuluhan dilakukan di semua balai banjar di wilayah Puskesmas II
Denpasar Utara pada bulan Juli November 2017 mulai pukul 08.30 09.30
WITA.

3.2 Peserta
Penyuluhan diikuti oleh 20 orang

3.3 Pelaksana Penyuluhan


Penyuluhan dilakukan oleh dokter internsip yang sedang bertugas di
Puskesmas II Denpasar Utara bekerjasama dengan petugas Puskesmas yang
bertanggung jawab di setiap banjar dan Posyandu.

3.4 Proses Kegiatan


Satu minggu sebelum kegiatan penyuluhan, pembicara berkoordinasi
dengan dokter pembimbing internsip dan petugas Puskesmas pemegang setiap
banjar untuk mengadakan penyuluhan. Setelah disetujui, penyuluh mencari dan
membuat materi penyuluhan.
Pada hari penyuluhan, penyuluh datang ke banjar yang telah dijadwalkan
sekitar pukul 08.30 WITA. Setelah sampai di tempat kegiatan, penyuluh
mempersiapkan media dan tempat berlangsungnya penyuluhan sementara para
peserta melakukan kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan setiap hari bulan.
Sekitar pukul 09.00 WITA saat para ibu-ibu rumah tangga selesai
menimbang bayinya pada posyandu balita, dan lansia selesai melakukan senam
pada posyandu lansia. Sebelumnya para lansia dan/atau ibu-ibu balita telah
diberitahu bahwa akan diadakan penyuluhan oleh dokter setelah selesai kegiatan.
Sebelum penyuluhan dimulai, pembicara melakukan perkenalan kepada para
lansia dan/atau ibu-ibu. Pembicara juga menanyakan beberapa pertanyaan untuk
mengetahui sejauh mana pengetahuan para peserta mengenai materi yang akan
disampaikan. Saat penyuluhan berlangsung peserta terlihat antusias dan
mendengarkan dengan seksama materi yang disampaikan oleh pembicara.
Penyuluhan berlangsung dua arah, dimana peserta diberikan kesempatan
untuk bertanya apabila ada yang kurang dimengerti. Keantusiasan peserta terlihat
dari banyaknya pertanyaan yang muncul seputar materi yang diberikan. Beberapa
pertanyan yang disampaikan antara lain adalah:
1. Bagaimana rabies ditularkan?
2. Bagaimana kita menangani gigitan hewan?
3. Berapa lama waktu yang diperlukan anjing dan kucing menjadi rabies, dan
berapa lama hewan rabies dapat bertahan hidup?
4. Apa tanda-tanda klinis rabies pada anjing?
5. Apa tanda dan gejala rabies pada manusia?
6. Pada kondisi apa kita harus mendapatkan vaksinasi anti-rabies setelah
tergigit?
7. Apakah anda harus mendapatkan vaksinasi anti-rabies jika anjing yang
menggigit Anda telah divaksin?

Setelah selesai melakukan sesi tanya jawab, pembicara kembali


menanyakan pertanyaan yang telah ditanyakan sebelum penyuluhan tadi untuk
mengetahui seberapa jauh yang telah diketahui peserta setelah diberikan materi.
Penyuluhan selesai sekitar pukul 09.30 WITA.
BAB IV
EVALUASI KEGIATAN
4.1 Evaluasi Persiapan
Dalam proses persiapan tidak menemukan kendala yang spesifik baik
itu dari persiapan sarana dan prasarana maupun jumlah peserta yang hadir.
Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana awal yaitu koordinasi dari dokter
pembimbing, dilanjutkan dengan menghubungi petugas puskesmas yang
bertanggung jawab terhadap banjar yang telah dijadwalkan setiap harinya,
melakukan koordinasi waktu kegiatan akan dilaksanakan, mempersiapkan
materi dan mempersiapkan tempat kegiatan penyuluhan akan dilakukan.
Kemudian mempersiapkan materi untuk pelaksanaan proses penyuluhan.
Kendala dalam tahap persiapan ditemui dalam pencarian waktu yang
tepat untuk melangsungkan kegiatan karena terbentur dengan adanya kegiatan
pelayanan yang dilakukan di Puskesmas II Denpasar Utara.

4.2 Evaluasi Proses


Pada tahap pelaksanaan, kegiatan juga telah berlangsung dengan baik
dengan melihat suasana ruangan penyuluhan yang kondusif diantaranya rasa
antusias lansia dan/atau ibu-ibu balita dalam mengikuti kegiatan penyuluhan
tersebut. Tidak ada lansia dan/atau ibu balita yang meninggalkan tempat
penyuluhan terlebih dahulu. Tidak ada kendala berarti yang ditemukan saat
kegiatan berlangsung. Antusiasme juga terlihat saat dilaksanakannya sesi
tanya jawab dilihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang ada. Peserta
mampu membuat pertanyaan sesuai dengan topik bahasan setelah proses
penyuluhan selesai dilakukan.

4.3 Evaluasi Hasil


Dari seluruh rangkaian kegiatan antara jumlah target dengan jumlah
peserta yang hadir sesuasi dengan rencana awal. Jumlah peserta saat
dilakukannya penyuluhan sebanyak 20 peserta setiap penyuluhannya.
Sebelum melaksanakan penyuluhan, pemateri menanyakan beberapa
pertanyaan awal kepada peserta untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman
dan pengetahuan mengenai materi yang diberikan.
Dari hasil pertanyaan awal tidak banyak peserta yang mengetahui
mengenai rabies karena memang penyakit baru diketahui. Setelah
berlangsungnya penyuluhan, pemateri mengulang kembali memberikan
pertanyaan yang sama dan hasilnya cukup memuaskan sesuai dengan target
penyuluhan lansia mampu untuk menjawab dan memberikan pertanyaan
sesuai dengan materi kegiatan penyuluhan.
Dari hal ini lah dilihat terjadinya peningkatan pengetahuan peserta
mengenai rabies yang diharapkan peserta mampu nantinya mengetahui
pencegahan dan gejala awal yang dapat terjadi. Kegiatan berlangsung sesaui
dengan rancangan awal dan penyuluhan terlaksana selama satu jam sesuai
target awal.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai